alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d7d8265b24d7de72bdebd/sri-mulyani-sebut-profesi-keuangan-bakal-hilang-karena-teknologi
Lapor Hansip
09-10-2019 13:26
Sri Mulyani Sebut Profesi Keuangan Bakal Hilang Karena Teknologi
Past Hot Thread
Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (23/9/2019) dihadapan 100 pelaku industri.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan perkembangan teknologi automasi menyebabkan profesi keuangan seperti jasa penilaian, akuntansi, maupun aktuaria berpotensi tergantikan oleh robot yang menggunakan sistem algoritma.

“Jika Anda tidak terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan merespons cepat terhadap perubahan, maka Anda sekalian akan menjadi tertinggal,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya pada acara Expo Profesi Keuangan di Jakarta, Selasa (8/10/2019), seperti laporan detikcom.

Profesi keuangan tersebut termasuk dalam 23 juta pekerjaan yang diprediksi oleh konsultan McKinsey akan hilang pada 2030 mendatang. Hal itu diungkap laporan mereka keluaran 24 September 2019 lalu.

McKinsey menganalisis pekerjaan seperti administrator gaji, pengawas transaksi, operator mesin, buruh pabrik, rentenir, dan pekerja legal akan hilang karena 70-75 persen dari total jam kerja bakal tergantikan mesin. Pekerjaan tersebut termasuk dalam pekerjaan yang repetitif.

Sementara, jenis pekerjaan yang tidak mudah digantikan robot adalah perawat, sales, seniman, peneliti, CEO, dan manajer proyek. Hanya kurang dari 30 persen dari total jam kerja mereka akan tergantikan oleh robot.

Jenis pekerjaan yang tetap dibutuhkan meski ada robot adalah pekerjaan dengan aktivitas fisik yang tak terprediksi sebelumnya, kemampuan berinteraksi dengan para pihak, dan mengatur serta mengelola Sumber Daya Manusia (SDM).

Tantangan bagi Indonesia adalah automasi bisa menyebabkan angka pengangguran meningkat jika tidak dibarengi dengan pembekalan keterampilan berbeda.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2019 mencapai 6,82 juta orang atau 5,01 persen dari total penduduk usia produktif.

Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 129,37 juta orang, bertambah 2,30 juta orang (1,81 persen) jika dibandingkan dengan Februari 2018 sebanyak 127,07 juta orang.


Lapangan kerja baru
Meski sejumlah pekerjaan bakal hilang, McKinsey memprediksi akan ada 27 juta hingga 46 juta pekerjaan baru yang tercipta, seperempatnya adalah jenis pekerjaan baru yang tak pernah ada sebelumnya.

Pekerjaan baru ini didorong oleh sejumlah faktor karena adanya peningkatan gaji dari para pekerja, biaya asuransi kesehatan yang meningkat, peningkatan investasi untuk pembangunan, infrastruktur, energi, dan teknologi, serta adanya pasar yang tercipta untuk childcare atau penampungan anak.

Infrastruktur berkontribusi terhadap 3,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2010 hingga 2015, dan akan meningkat hingga 4,5-5 persen pada 2017 sampai 2035. Alhasil, akan tercipta lapangan pekerjaan baru seperti arsitek, insinyur, insinyur listrik, tukang kayu, dan sales.

Perkembangan investasi di teknologi penjualan seperti layanan e-commerce juga bakal menciptakan lapangan kerja baru seperti progammer dan pekerja logistik di gudang perusahaan.

Pengusaha kecil dan menengah juga akan bermunculan karena kemudahan teknologi untuk menjual barang dagangan mereka. Misalnya, di Tokopedia tercatat 4 juta merchant yang banyak di antaranya adalah penjual pemula.

McKinsey memprediksi transaksi e-commerce akan melonjak hingga AS $65 miliar pada 2022 dengan 30 persen di antaranya adalah transaksi pembelian.

Dengan skenario penambahan pekerjaan baru, setidaknya AS $135 miliar akan bertambah saban tahun terhadap PDB Indonesia per 2025 sehingga Indonesia paling unggul di kawasan ASEAN.


Ekosistem baru
Dengan adanya pekerjaan baru, dibutuhkan pula ekosistem baru yang mendukung, dari institusi pendidikan, industri, NGO, dan pemerintah.

McKinsey menjelaskan, ekosistem yang tercipta mesti memprioritaskan enam poin. Pertama, perlu adanya dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung bisnis, investasi, dan inovasi. Terlebih, untuk mendukung peningkatan investasi di sektor infrastruktur dan energi.

Kedua, perlu ada pelatihan dan pengembangan keterampilan di lingkungan kerja. Perusahaan bisa bekerja sama dengan para pihak termasuk institusi pendidikan dan pemerintah untuk memberikan pelatihan dan kesempatan baru bagi para pekerja atau calon pekerja.

Ketiga, perlu adanya fleksibiitas dalam perekrutan calon pekerja, bisa melalui platform yang menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja agar tepat sasaran. Juga, melalui bootcamp yang diinisiasi oleh perusahaan untuk mahasiswa atau pelajar sekolah menengah.

Kemudian, pemberian gaji pada pengangguran dan pelatihan bagi mereka yang sedang memasuki tahap transisi pencarian pekerjaan atau butuh keterampilan baru.

Selanjutnya, pemerintah perlu menyokong investasi dan pengeluaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kerja sama antara negara dengan pihak swasta dibutuhkan untuk merealisasikannya sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru.

Terakhir, mempromosikan wirausaha. Dengan berwirausaha, maka akan tercipta lapangan pekerjaan baru. Negara seperti Indonesia dengan bonus demografi yang melimpah hingga 265 juta dan 60 persennya adalah anak muda, membutuhkan inisiatif baru untuk startup serta wirausaha skala menengah dan kecil.
Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rena-teknologi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Tersangka kasus persekusi Ninoy jadi 13, termasuk Sekjen PA 212

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Lansia rawan kesepian, milenial cenderung emosional

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Bagaimana kualitas udara Jakarta dibanding kota dunia? (Rabu, 09/10/2019)

Diubah oleh KASKUS.HQ
profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 6
10-10-2019 07:56
mesin gak berontak
gak demo naik gaji
gak bisa korupsi dan segala macam emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
jeffrey.maulana dan Richy211 memberi reputasi
2
10-10-2019 08:04
Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
1
10-10-2019 08:05
ide berasal dari manusia, sampai kapanpun manusia akan selalu memimpin

masih terlalu jauh kalau bicara tahun 2030, masih meraba. seiring waktu akan muncul trend nya, yang penting persiapan.
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
1
10-10-2019 08:14
dan loe kerjaanya ngutang terus.
0
10-10-2019 08:28
ya bisa jadi akan terjadi....
0
10-10-2019 08:43
human diganti mesin. Mgkn kalo di pabrik masih oke. Cuma kasihan para buruh pabrik emoticon-Mewek
Diubah oleh Richy211
0
10-10-2019 09:00
intinya selalu upgrade diri dan terus berprogress
0
10-10-2019 09:28
tapi terkadang ada juga yang menganggap kalo manusia itu adalah robot emoticon-Cape d...
0
10-10-2019 09:31
Kalo pemerintah sudah menyadari ada profesi yang terancam digantikan oleh mesin, sebaiknya pemerintah membatasi kuota pendidikan S1 supaya tidak terjadi kelebihan pasokan tenaga kerja. Jangan sampai terulang kejadian kelebihan pilot karena digembar-gemborkan Indonesia kekurangan pilot ternyata lowongan pilot malah sedikit.
0
10-10-2019 09:33
Semakin dibiarkan preman dengan kedok organisasi buruh, maka semakin cepat tenaga kerja tergantikan dengan teknologi / robot.
0
10-10-2019 09:35
emang sudah eranya berubah ya. emoticon-Big Grin
0
10-10-2019 09:43
apakah blockchain ga bisa diacak acak sama skali
0
10-10-2019 10:13
Kita memasuki fase.4 yaitu dunia Digital

Saya juga percaya bahwa suatu saat nanti akan ada marketing atau sales person dalam wujud virtual human.

Aneka Jaya Produk sebagai Distributor LD Valve Taiwan dan Lem Pipa IPS Weld On ( USA ). saat ini juga memasarkan produk2 kami di media online yaitu Tokopedia.


https://www.tokopedia.com/anekajayap...u?nref=shphead


Silahkan kunjungi Tokopedia kami ya agan2...
Salam Sukses Sejahtera bagi agan2 sekalian.


profile-picture
ucuyeuhz memberi reputasi
-1
10-10-2019 11:16
Quote:Original Posted By danny.welbeck
nope. kita jual ini ke higher up kok ke para eksekutif yg tau risk and profitnya pake automasi. bukan masalah masyarakat mau atau tidak . tp harus mau lha yg nyuruh atasannya gmn hayo wkwk

kl mau liat industri ini lebih jelas. ubek2 aja itu produk AWS ngeri2 bro wkwk kl bandingin sm perusahaan dlm negri apalagi bumn kyk upil doang kali ibaratnya


kan masyarakat akan melakukan perlawanan perang gerilya sabotase sana sini ampe robot-robotnya kebingungan gmn hayo emoticon-Big Grin
terus melakukan kampanye tanpa henti dengan semboyan back to nature..gmn hayo emoticon-Big Grin
terus nempelin stiker dimana-mana dengan tulisan go to hell with your ai..gmn hayo emoticon-Big Grin
terus..dsb dll etc
Diubah oleh barulangit
0
Lihat 1 balasan
10-10-2019 11:19
Quote:Original Posted By perihbanget
emang sudah eranya berubah ya. emoticon-Big Grin


nggak berubah tetap sama ente makan lewat mulut boker keluar lewat anus
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
10-10-2019 11:20
Balasan post barulangit
trus gw harus nanggepin apa nih nyinyiran lo? emosi apa biasa aja? emoticon-Big Grin
0
10-10-2019 11:25
tengkurep aja
0
Lihat 1 balasan
10-10-2019 11:26
klo pekerjaan sekarang hilang, pulang macul sawah emoticon-Metal
0
Lapor Hansip
10-10-2019 11:30
Balasan post barulangit
ah ga seru lo ah. emoticon-Big Grin
komen lo kan sok kritis, semua juga lo reply gitu.
sekarang gw tanya lo mau gw apa malah jawab gitu.
kayak ga punya otak aja lo.
emoticon-Big Grin
0
10-10-2019 11:30
Harus bisa mengikuti perkembangan teknologi untuk survive emoticon-cystg
0
Halaman 4 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.