alexa-tracking
others
Batal
link has been copied
446
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5c9f90c8208415373902c3/holy-anda-bertanya-buddhist-menjawab---part-6
Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah Empat Kebenaran Mulia (cattari ariya sacca) Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha. Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu, Empat Kebenaran Mulia ini yaitu: I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca) Hidup dalam bentuk dan kondisi apa
Lapor Hansip
21-08-2019 08:34

[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab

Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah
Empat Kebenaran Mulia
(cattari ariya sacca)

Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha.

Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu,
Empat Kebenaran Mulia ini yaitu:

I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca)
Hidup dalam bentuk dan kondisi apapun adalah Dukkha (penderitaan),
- Lahir, sakit, tua dan mati adalah Dukkha.
- Berhubungan dengan yang tidak kita sukai adalah Dukkha.
- Ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi adalah Dukkha.
- Tidak mendapatkan yang kita inginkan juga merupakan Dukkha.
- Masih memiliki Lima khanda adalah Dukkha.

Dukkha dapat juga dibagi menjadi:
- dukkha-dukkha,
ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.

- viparinäma-dukkha
merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.

- sankhärä-dukkha
lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.



II. Asal Mula Dukkha (dukkha samudaya ariya sacca)
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya.
Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram.

Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya.
Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam.

Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya.

Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran


2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada)

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).


III. Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha ariya sacca)
Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali,
Sang Buddha dengan jelas dan tegas mengajar kita, bahwa kita dapat bebas dari penderitaan dan mencapai kebebasan dan kebahagiaan Nibbana.

Istilah Nibbana secara harfiah berarti ‘padam’,
serta mengacu ke pemadaman api keserakahan, kebencian dan kegelapan-batin.


IV. Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha gamini patipada)
Jalan-nya adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan(Ariya Atthangika Magga)
Disebut ‘Mulia’ karena bila dilaksanakan, maka akan menuntun seseorang ke kehidupan yang mulia;
Disebut ‘Berunsur Delapan’, karena terdiri dari Delapan Unsur,
Disebut ‘Jalan’, karena seperti jalan pada umumnya, akan menuntun seseorang dari satu tempat ke tempat lain, dengan hal ini dari Samsara ke Nibbana.

Delapan Jalan Utama (Jalan Mulia Berunsur Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Wisdom ( Pañña )
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Right view
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) Right intention

Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Right speech
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Right action
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Right livelihood

Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Right effort
7. Perhatian Benar (sammä-sati) Right mindfulness
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Right concentration


FB.Groups:
FB.Groups: Anda bertanya, Buddhist menjawab

Sutta-sutta:
Magga Vibhanga Sutta: Analisa Jalan
MN 109 PTS: iii M 15 Maha-puHHama Sutta: Kotbah Panjang Malam Purnama
Detail mengenai Kemelekatan [#1 #2]

[Pancasila Buddhist]
[DhammaCitta :: Tipitaka terjemahan Bahasa Indonesia]
Jika ada sutta yg kira-kira ingin di lampirkan di depan, mohon inform via PM

Meditation 101: The Purposes of practicing Kammatthana Meditation (Samatha Vipassana) [PDF]

Quote:Original Posted By Rules and Regulation
BAB 4: Ketentuan khusus mengenai Thread AGAMA.
Thread Agama
Penjawab:
1. Pi-One - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=156420
2. hollowmanz - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=421038
3. dharo - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=226722
4. avija - http://www.kaskus.co.id/profile/6668972
5. rock2titan - http://www.kaskus.co.id/profile/6674632
need suggestion dari mereka yang aktif dan perduli untuk membantu di "Penjawab"

"..."


Quote:[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6

Dīgha Nikāya
Majjhima Nikāya
Saṃyutta Nikāya
Aṅguttara Nikāya
Khuddaka Nikāya
Jātaka
Riwayat Agung Para Buddha

PDF Indonesia Download:
https://drive.google.com/folderview?...Sb-hGdrQJm_X6l
0
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 23
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
05-10-2019 09:39
Balasan post rasadopamin
Kalau dr deskripsi agan,
Jd tingkatan nya itu alam manusia, kemudian kalau naik tingkat bisa tau alam dewa dewi, alam hantu, dst (yang katanya ada 31 alam juga seperti buddhism). Dan yg plg tinggi tahap bisa tau sang pencipta

Nah, dari mana agan tau sang pencipta itu adalah benar2 sang pencipta ?

Karena dalam buddhism juga ada makhluk yang merasa dirinya maha mengetahui, maha sakti, maha pencipta, penguasan segenap alam raya, dan tiada taranya di alam semesta

Dan dalam buddhism, mereka yang mengaku dan diakui seperti itu, kenyataan sebenarnya bukanlah benar seperti yang diakui oleh mereka, melainkan merupakan salah satu rintangan kekotoran batin ke "aku" an

Dlm buddhism, alam semesta tentu saja tidak bekerja sendiri, namun ia bekerja secara autonomous alias tanpa diawasi, dan dikontrol oleh suatu sosok tuhan / malaikat yg spt agan pikirkan

Karena "Tuhan", "malaikat", dan semua makhluk lain nya itu pun juga dibawah hukum hukum yang berjalan di alam semesta ini

Dan hukum yang membantu berjalan nya alam semesta itu ada hukum kamma dan hukum tumimbal lahir

Lalu mengapa mereka yang diakui sebagai "Tuhan" , "malaikat", dll itu masih terikat dengan hukum hukum tersebut ?

Jawaban nya adalah karena mereka belum mencapai Nibbhana itu sendiri, dan pikiran, ucapan, serta perbuatan nya masih dilandasi oleh cettana

Sehingga semua yang dilakukan adalah merupakan sebuah sebab, atau awal mula, atau aksi. Dan otomatis hal yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat tersebuat akan menghasiljan akibat, akhiran, dan reaksi

Apabila tanpa sebab, maka tidak akan ada akibat

Dan itulah tujuan akhir dari buddhism




Diubah oleh joengwenk
profile-picture
Chenichi memberi reputasi
1 0
1
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
05-10-2019 19:51
Balasan post rasadopamin
Quote:Original Posted By rasadopamin


Jadi Nirvana atau Nibbana itu suatu kondisi, bukan suatu tempat.
Jd hidup bahagia di dunia ini artinya sudah hidup di Nirvana?

emoticon-Nyepi

Lalu kalau Nirvana itu kondisi, besok oran Buddha mati masuk ke tempat mana?
Apakah ajaran Buddha juga ada doktrin suatu tempat semacam surga atau neraka?
Atau hanya menghilang begitu saja tanpa tahu kemana setelah orang Buddha mati?


Nibbana. Dimana kondisi batin yang sudah tidak mencengkram objek2 indera.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
06-10-2019 15:31
Quote:Original Posted By paramatha
saya cowo dan tdk penting umur saya berapa karena itu hanya angka


Penting
Kedewasaan itu
Kalo anak 13 taun ma org 20 30 40 laen pemahaman atas hidup ini

Umur brp jd
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 10:17
apakah budha hanya si darta gautama?. Dan apa sih arti nama "Budha" bagi umat buddhist?
Diubah oleh andreashba01
0 0
0
Lihat 2 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 15:01
Balasan post andreashba01
Quote:Original Posted By andreashba01
apakah Buddha hanya Sidharta Gautama?

Tidak, ada banyak Buddha sebelumnya.

Quote:Original Posted By andreashba01
Dan apa sih arti nama "Budha" bagi Buddhist?

Budha adalah nama dewa dalam kepercayaan Hindu, putera dari Dewa bulan Chandra.
Kalau yang dimaksud Buddha, itu adalah gelar bagi mereka yang tercerahkan.
Bagi Buddhis, Buddha adalah guru, teladan, sosok yang dihormati, dan ingin disamai.



Diubah oleh shinhikarugenji
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 15:03
Balasan post andreashba01
Buddha gautama adalah buddha pada masa ini, namun sebelum beliau pun ada buddha buddha yang lebih mendahului, dan di masa yang akan datang pun akan muncul buddha-buddha selanjutnya

Buddha dalam pandangan kami adalah :

"Demikian sang bhagava (buddha), yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, sempurna pengetahuan serta tindak tanduknya, sempurna menempuh jalan ke nibbhana, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan"
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 15:32
Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Tidak, ada banyak Buddha sebelumnya.


Budha adalah nama dewa dalam kepercayaan Hindu, putera dari Dewa bulan Chandra.
Kalau yang dimaksud Buddha, itu adalah gelar bagi mereka yang tercerahkan.
Bagi Buddhis, Buddha adalah guru, teladan, sosok yang dihormati, dan ingin disamai.


Quote:Original Posted By joengwenk
Buddha gautama adalah buddha pada masa ini, namun sebelum beliau pun ada buddha buddha yang lebih mendahului, dan di masa yang akan datang pun akan muncul buddha-buddha selanjutnya

Buddha dalam pandangan kami adalah :

"Demikian sang bhagava (buddha), yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, sempurna pengetahuan serta tindak tanduknya, sempurna menempuh jalan ke nibbhana, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan"


Em jika begitu. Siapakah Tuhan umat buddhist?.
0 0
0
Lihat 2 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 15:36
Balasan post andreashba01
Quote:Original Posted By andreashba01
Em jika begitu. Siapakah Tuhan umat buddhist?.

Tidak ada 'siapa'.
Buddhisme tak menerima konsep Tuhan personal, yang disembah untuk dimintai keselamatan atau permohonan lainnya.

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 15:41
Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Tidak ada 'siapa'.
Buddhisme tak menerima konsep Tuhan personal, yang disembah untuk dimintai keselamatan atau permohonan lainnya.


Oh ya bgtu ya. Saya adl umat muslim dan dikeluarga saya semuanya muslim kecuali kakek saya yg menganut ajaran buddhist dan kami serumah. Tak ada masalah untuk ini. Kami saling menghormati. Cuman saya penasaran saja dgn agama buddhist agar saya lebih menghormati sesama umat beragama.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 15:41
Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Tidak ada 'siapa'.
Buddhisme tak menerima konsep Tuhan personal, yang disembah untuk dimintai keselamatan atau permohonan lainnya.


Apa perbedaan buddhist dan hindu?
0 0
0
Lihat 1 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 15:43
Balasan post andreashba01
Quote:Original Posted By andreashba01


Apa perbedaan buddhist dan hindu?

Banyak sebenarnya.
Tapi sederhananya 4 Kesunyataan Mulia dan Jalan Mulia Berunsur 8 sebagai inti ajaran Buddhisme.

*Entah link di page awal thread masih bekerja atau tidak.
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 15:45
Balasan post andreashba01
Jawaban nya subjective gan, tergantung dari pemahaman dan kepercayaan masing2 individu

Secara general, dalam buddhism tidak mengenal sosok personifikasi, individu "Tuhan". Jadi pengertian Tuhan itu bukanlah suatu sosok orang / makhluk

Oleh karena itu pemahanan terhadap Tuhan itu akan berbeda dari satu individu ke yang lain, tergantung seberapa banyak org tersebut mendalami buddhism

Ada yang ttp percaya ada Tuhan sebagai wujud sosok personifikasi

Ada yang percaya Tuhan sebagai perwujudan alam semesta ini

Ada yang tidak percaya Tuhan

Dll dst

Dan dalam tripitaka (kitab suci) pun tidak dijelaskan dengan detail atau rinci apa dan bagaimana Tuhan itu, karena sang Buddha lebih mementingkan perkembangan diri secara internal daripada mencari sesuatu yang eksternal
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 16:01
Balasan post joengwenk
Quote:Original Posted By joengwenk
Kalau dr deskripsi agan,
Jd tingkatan nya itu alam manusia, kemudian kalau naik tingkat bisa tau alam dewa dewi, alam hantu, dst (yang katanya ada 31 alam juga seperti buddhism). Dan yg plg tinggi tahap bisa tau sang pencipta

Nah, dari mana agan tau sang pencipta itu adalah benar2 sang pencipta ?

Karena dalam buddhism juga ada makhluk yang merasa dirinya maha mengetahui, maha sakti, maha pencipta, penguasan segenap alam raya, dan tiada taranya di alam semesta

Dan dalam buddhism, mereka yang mengaku dan diakui seperti itu, kenyataan sebenarnya bukanlah benar seperti yang diakui oleh mereka, melainkan merupakan salah satu rintangan kekotoran batin ke "aku" an

Dlm buddhism, alam semesta tentu saja tidak bekerja sendiri, namun ia bekerja secara autonomous alias tanpa diawasi, dan dikontrol oleh suatu sosok tuhan / malaikat yg spt agan pikirkan

Karena "Tuhan", "malaikat", dan semua makhluk lain nya itu pun juga dibawah hukum hukum yang berjalan di alam semesta ini

Dan hukum yang membantu berjalan nya alam semesta itu ada hukum kamma dan hukum tumimbal lahir

Lalu mengapa mereka yang diakui sebagai "Tuhan" , "malaikat", dll itu masih terikat dengan hukum hukum tersebut ?

Jawaban nya adalah karena mereka belum mencapai Nibbhana itu sendiri, dan pikiran, ucapan, serta perbuatan nya masih dilandasi oleh cettana

Sehingga semua yang dilakukan adalah merupakan sebuah sebab, atau awal mula, atau aksi. Dan otomatis hal yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat tersebuat akan menghasiljan akibat, akhiran, dan reaksi

Apabila tanpa sebab, maka tidak akan ada akibat

Dan itulah tujuan akhir dari buddhism







brarti Sang Buddha Gautama sendiri tingkatannya msih diatas malaikat (mahluk0 dan Tuhan ( Roh Agung Semesta Alam ) ya ?



Diubah oleh lugucoy15
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 16:49
Balasan post lugucoy15
@lugucoy15

Benar, sang Buddha secara pendalaman dhamma telah mencapai kesempurnaan, dan melebihi para makhluk yang tinggal di 31 alam kehidupan karena Sang Buddha telah mencapai Nibbhana dan terlepas dari hukum hukum yang membelenggu tersebut

Namun harap difahami mereka yang mengaku dan diakui sebagai "Tuhan" tersebut dalam buddhism adalah makhluk yang tinggal di salah satu dari 31 alam kehidupan yg dibahas sebelumnya

Jadi Berbeda konsep nya dengan "Tuhan" yang agan fahami, yang berada diluar itu semua, suatu sosok personifikasi yang menciptakan semuanya tanpa terkecuali
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 16:51
Quote:Original Posted By joengwenk
Jawaban nya subjective gan, tergantung dari pemahaman dan kepercayaan masing2 individu

Secara general, dalam buddhism tidak mengenal sosok personifikasi, individu "Tuhan". Jadi pengertian Tuhan itu bukanlah suatu sosok orang / makhluk

Oleh karena itu pemahanan terhadap Tuhan itu akan berbeda dari satu individu ke yang lain, tergantung seberapa banyak org tersebut mendalami buddhism

Ada yang ttp percaya ada Tuhan sebagai wujud sosok personifikasi

Ada yang percaya Tuhan sebagai perwujudan alam semesta ini

Ada yang tidak percaya Tuhan

Dll dst

Dan dalam tripitaka (kitab suci) pun tidak dijelaskan dengan detail atau rinci apa dan bagaimana Tuhan itu, karena sang Buddha lebih mementingkan perkembangan diri secara internal daripada mencari sesuatu yang eksternal


Lalu apakah di buddhist percaya adanya brahma dll spt hindu? Dan apa tanggapannya mengenai sapi putih?

Lalu kepada siapa jika umatnya ingin memohon/meminta/berdoa?.
Diubah oleh andreashba01
0 0
0
Lihat 1 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 16:53
Quote:Original Posted By paramatha
1. Buddha sebagai mahluk superior bukan dalam makna "naik level" melainkan karena ciri fisik dan sifatnya. Buddha adalah manusia dengan 32 tanda istimewa diikuti 80 tanda lainnya dan buddha memiliki sifat alamiah kebijaksaan agung dan welas asih agung serta dalam perenungan sifat buddha ada 9 sifat agung buddha yaitu;

Demikianlah Bhagavā, yang patut menerima persembahan, yang maha tahu, diberkahi dengan pengetahuan dan kebajikan. Yang telah melampaui (dunia kenikmatan inderawi). Pengenal segenap alam. Pembimbing yang tiada taranya. Pembimbing manusia. Guru para dewa dan manusia. Yang tercerahkan dan yang maha mulia.

sehingga memaknai pencerahan buddha sebagai 'kenaikan level' adalah salah.


Kalau spt definisi yg kamu jabarkan di atas, maka Buddha itu sama dg Nabi dlm Samawi.

Manusia yg memiliki tanda kenabian & mendapat berkat utk melakukan hal2 di luar nalar dan memberi tuntunan kepada manusia.

Nabi pun jg memberi pencerahan, seorang pemimpin, guru & junjungan, serta mampu melakukan hal2 gaib spt membuat mukjizat, terangkat ke surga/ tempat para dewa dewi - malaikat, sesaat menghilang ke tempat lain, menghalau setan, dll.

Jd spt itukah Buddhamu itu?

Quote:
2. justru karena kita adalah penyebab, mereka bekerja. jika tidak ada sebab mereka diam/statis. jika mereka diam maka tidak ada akibat. mereka berjalan karena kita sebagai penyebabnya bukan karena mereka dijalankan.


Ini di atas penjelasan "Roda Dhamma" kalau dlm Buddha.

Kalau di Islam ya sama dg "Takdir Mubrom", yaitu lingkaran takdir yg sudah ada sejak awal, tidak bisa dirubah & sudah tertulis di Lauh Mahfudz.

Roda Dhammamu ini sama dg ajaran Samawi, hanya beda nama saja.

Quote:
3. mereka berlima bukanlah pencipta atau kalau kasarnya katakanlah mereka berlima adalah hukum alam. mereka sudah memiliki sistemnya sendiri dimana ada sebab, disitu mereka mengakibatkan hasil.

terlebih tuhan adalah entitas yang dipuja, diagungkan, disembah, oleh manusia sebagai yang maha segalanya. dalam ajaran ini, 5 ini tidak diperlakukan demikian. sehingga mereka ini hanyalah hal yang umum ada dan tidak perlu diagungkan. mereka wajar dan tidak ada sebab untuk mereka dipuja dan diagungkan sebagai tuhan.


Hukum alam ini sistem kehidupan. Di Samawi juga ada.

Sistem ini diputar oleh Malaikat yg mengerjakan segala urusan.
Malaikat2 ini memang tidak butuh dipuja atau diagungkan, krn memang sudah tugas mereka.

[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6

Quote:
4. dikatakan buddha melampaui dunia ini. setelah melihat seluruh cakrawala dn seluruh alam semesta, buddha tidak melihat mahluk manapun yang mampu merubah hukum dunia ini. sehingga tidak ada mahluk adikuasa yang menulis takdir manusia.

manusia tersebutlah pencipta atas dirinya sendiri dan bergantung pada dirinya sendiri.


Merujuk dr ayat ini:
Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.

— Sutta Pitaka, Udana VIII: 3


Disitu ada yg disebut  "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak".

Nah disitulah sebenarnya Tuhan dlm agama Buddha itu.
Pembedanya hanya tidak diberi nama atau gelar saja.

Quote:
5. oke pembicaraan dewa dewi selesai


Done.

Quote:
6. ya itulah nibbana, kondisi tanpa nafsu. kenapa tanpa nafsu? dalam hukum sebab musabab, perasaan mengkondisikan nafsu-keinginan, nafsu-keinginan mengkondisikan kemelakatan, kemelekatan mengkondisikan penjelmaan, penjelmaan mengkondisikan kelahiran, kelahiran mengkondisikan rasa sakit, derita, kematian.

karena tanha anda harus menderita didunia ini. bahkan ketika bayi baru lahir saja sudah menangis. karena pikiran nafsulah anda harus tercipta dan menderita. kebagiaan hanya sebentar tapi derita berkepanjangan

dikatakan; "Air di 4 samudra raya ini jauh lebih sedikit daripada air mata yang kalian keluarkan selama di samsara."

tidak harus menjadi petapa untuk mencapai nibbana. ada orang yang mencapai kesucian anagami dan mencapai nibbana di alam suddhavasi. ada sotapanna yang harus menunggu 7 kelahiran untuk mencapai nibbana. ada sakadagami yang menunggu 1 kelahiran untuk mencapai nibbana. tapi ada arahat yang mencapai nibbana dikehidupan itu juga, di saat itu juga.

didalam tipitaka dikatan bahwa setiap manusia biasa yang mencapai arahat, maka rambutnya akan terurai dan terpotong. ia akan langsung mengenakan jubah. kenapa? karena kehidupan sebagai manusia biasa adalah sangat kasar bagi arahat sehingga mereka menjadi petapa yang kehidupan lembut dan tenang.

tidak ada tujuan spesifik manusia ada. terlebih mereka ada karena mereka sendiri. sehingga manusia adalah penetap tujuan mereka sendiri. dan nibbana adalah salah satu pilihan mereka untuk tujuan mereka.

terlebih dalam realitas hakiki yang dikatakan wanita atau pria itu tidak ada. mereka hanyalah agregat saja. sudah tau tidak eksis tapi masih dikejar. inilah akibat tidak melihat sebagaimana adanya. dibutakan oleh kotoran batin.


Penjelasan panjang lebar yg intinya hanya Nirvana/Nibbana/Surga dalam Buddha hanyalah kondisi bertapa mati suri saja.

Lalu apa gunanya hidup di alam ini kalau hanya bertapa seharian saja.

Sedang bnyk Umat Buddha lain berbisnis mengejar harta dunia & tidak bertapa di bawah pohon spt Sidharta.

Quote:
7. 31 alam kehidupan kami tidak bisa dipahami sebagai yang dikatakan. 31 alam ini adalah penderitaan, kematian menghantui tiap mahluk tidak ada tempat dimana mahluk tidak dikejar kematian, penyakit, dan usia tua selain nibbana.

mau terlahir dialam paling tinggi sekalipun, ia tetap akan dikejar kematian, usia tua, dan penyakit.


Ini bukan alam kehidupan, ini delusi otak yg berharap bs lepas satu per satu dr kemelekatan dunia.

Ibarat orang nyari Ilmu Raga Sukma melepas roh dr badan kemudian masuk ke dalam alam gaib.

Quote:Original Posted By paramatha
sakka adalah raja para dewa di surga tavatimsa. setelah buddha parinibbana, sakka mengatakan syair tersebut.

kemudian YA Anuruddha, murid buddha yang buta, dengan kemampuan mata dewa nya, ia menyaksikan buddha dengan pikirannya memasuki alam kehidupan dari alam manusia hingga alam tertinggi kemudian kembali dan parinibbana.


Ini kata orang yg habis menuntut Ilmu Raga Sukma melepas ruh dr badan menuju alam gaib.

Lalu ia bercerita kondisi di alam itu.
Padahal itu hanya tipu daya Dewa-Dewi.

Quote:Original Posted By neptunium
buddha bukan mahluk surgawi
tetapi manusia yang mencapai pencerahan

buddha bukan penerima wahyu
tetapi menemukan kembali dhamma yang sebenarnya memang ada yang belum terjelaskan, buddha adalah pemutar roda dhamma, saat roda dhamma diputar, banyak mahluk mencapai pencerahan, tersebrangkan, sehingga buddha juga disebut guru agung yang tiada banding

buddha bukan pembawa pesan, seperti malaikat
di alam surgawi, terdapat mahluk yang mencirikan memilik sayap demikian, disebut bidadari bidadara


Ya itu dia, Buddha kembali dr bertapa Raga Sukma membawa kabar yg belum terjelaskan.

Makanya kubilang Buddha Sidharta ini jaman dulu masih baru level berkenalan dg Dewa Dewi/ Malaikat & alam2 gaib, belum sampai kepada berkenalan dg Ketuhanan / Sang Pencipta.

Quote:Original Posted By joengwenk
Kalau dr deskripsi agan,
Jd tingkatan nya itu alam manusia, kemudian kalau naik tingkat bisa tau alam dewa dewi, alam hantu, dst (yang katanya ada 31 alam juga seperti buddhism). Dan yg plg tinggi tahap bisa tau sang pencipta

Nah, dari mana agan tau sang pencipta itu adalah benar2 sang pencipta ?

Karena dalam buddhism juga ada makhluk yang merasa dirinya maha mengetahui, maha sakti, maha pencipta, penguasan segenap alam raya, dan tiada taranya di alam semesta

Dan dalam buddhism, mereka yang mengaku dan diakui seperti itu, kenyataan sebenarnya bukanlah benar seperti yang diakui oleh mereka, melainkan merupakan salah satu rintangan kekotoran batin ke "aku" an

Dlm buddhism, alam semesta tentu saja tidak bekerja sendiri, namun ia bekerja secara autonomous alias tanpa diawasi, dan dikontrol oleh suatu sosok tuhan / malaikat yg spt agan pikirkan

Karena "Tuhan", "malaikat", dan semua makhluk lain nya itu pun juga dibawah hukum hukum yang berjalan di alam semesta ini

Dan hukum yang membantu berjalan nya alam semesta itu ada hukum kamma dan hukum tumimbal lahir

Lalu mengapa mereka yang diakui sebagai "Tuhan" , "malaikat", dll itu masih terikat dengan hukum hukum tersebut ?

Jawaban nya adalah karena mereka belum mencapai Nibbhana itu sendiri, dan pikiran, ucapan, serta perbuatan nya masih dilandasi oleh cettana

Sehingga semua yang dilakukan adalah merupakan sebuah sebab, atau awal mula, atau aksi. Dan otomatis hal yang dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat tersebuat akan menghasiljan akibat, akhiran, dan reaksi

Apabila tanpa sebab, maka tidak akan ada akibat

Dan itulah tujuan akhir dari buddhism


Konsep Ketuhanan dari penjelasan Buddha yg kembali dr alam gaib membawa kabar ada sesuatu "Yang Mutlak, Tidak Terlahirkan, Tidak Terciptakan dan Belum Terjelaskan" di atas itu.

Quote:Original Posted By avija
Nibbana. Dimana kondisi batin yang sudah tidak mencengkram objek2 indera.


Kasihan, surganya orang Buddha hanyalah bersemedi di bawah pohon saja.

Kondisi bertapa menghilangkan kemelekatan dunia saja kan.

Itu surga?

Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Tidak, ada banyak Buddha sebelumnya.

Budha adalah nama dewa dalam kepercayaan Hindu, putera dari Dewa bulan Chandra.
Kalau yang dimaksud Buddha, itu adalah gelar bagi mereka yang tercerahkan.
Bagi Buddhis, Buddha adalah guru, teladan, sosok yang dihormati, dan ingin disamai.


Buddhamu hanya setara dg nabi dg semua mukjizat2nya saja.

Buddhamu membuat acara sendiri setelah bertemu dg Dewa-Dewi lain di alam gaib, lalu membuat ajaran sendiri utk meninggalkan Dewa Hindu (Wisnu, Siwa & Brahma) sebelumnya.

Quote:Original Posted By joengwenk
Buddha gautama adalah buddha pada masa ini, namun sebelum beliau pun ada buddha buddha yang lebih mendahului, dan di masa yang akan datang pun akan muncul buddha-buddha selanjutnya

Buddha dalam pandangan kami adalah :

"Demikian sang bhagava (buddha), yang maha suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, sempurna pengetahuan serta tindak tanduknya, sempurna menempuh jalan ke nibbhana, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan"


Buddha sebelumnya adalah nabi sebelum Sidharta dilahirkan dg tanda2 kenabian.

Ajaran Buddha2 sebelumnya itu ya yg akhirnya jd Agama Hindu itu.
Ingat, Sidharta adalah Pangeran Kerajaan Hindu di India saat itu.

Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Tidak ada 'siapa'.
Buddhisme tak menerima konsep Tuhan personal, yang disembah untuk dimintai keselamatan atau permohonan lainnya.


Konsep Tuhanmu itu ya itu "Yang Mutlak, Tidak Dilahirkan, Tidak Diciptakan, Sudah Ada Sebelumnya & Belum Terjelaskan" dalam kitab2 Buddhamu itu.

Hanya karena belum terjelaskan, maka belum ada pemujaan.

Quote:Original Posted By joengwenk
Jawaban nya subjective gan, tergantung dari pemahaman dan kepercayaan masing2 individu

Secara general, dalam buddhism tidak mengenal sosok personifikasi, individu "Tuhan". Jadi pengertian Tuhan itu bukanlah suatu sosok orang / makhluk

Oleh karena itu pemahanan terhadap Tuhan itu akan berbeda dari satu individu ke yang lain, tergantung seberapa banyak org tersebut mendalami buddhism

Ada yang ttp percaya ada Tuhan sebagai wujud sosok personifikasi

Ada yang percaya Tuhan sebagai perwujudan alam semesta ini

Ada yang tidak percaya Tuhan

Dll dst

Dan dalam tripitaka (kitab suci) pun tidak dijelaskan dengan detail atau rinci apa dan bagaimana Tuhan itu, karena sang Buddha lebih mementingkan perkembangan diri secara internal daripada mencari sesuatu yang eksternal


Karena Buddha baru sampai level belum terjelaskan itu, makanya menganggap Tuhan itu alam/ sistem yg tidak terciptakan, alam semesta yg auto bekerja.
0 0
0
Lihat 2 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 18:26
Balasan post andreashba01
Brahmana / brahmim = pertapa

Brahma = salah satu sebutan makhluk yang tinggal di alam surga ( cth : Brahma Sahampati)

Mengenai sapi putih, buddhism tidak menganggap sebagai ia sebagai hewan yang suci

Dan umat buddha tidak berdoa untuk memohon atau meminta, karena semuanya akan terjadi sesuai dengan karma nya masing"

Ketika kebaktian, tujuan kita adalah untuk perlindungan, pengukuhan iman, berbuat baik, mempelajari dhamma, dan pelimpahan jasa
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 18:59
Balasan post rasadopamin
Sang Buddha tidak pernah menjelaskan bahwa Tuhan adalah alam / sistem yg tidak terciptakan, dan alam semesta yg auto bekerja

Demikian yang dibabarkan dalam Kitab Udana VIII, 3 :

“ Atthi bhikkhave ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
no ce tam bhikkhave abhavisam ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
nayidha jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyetha.
Yasmâ ca kho bhikkhave atthi ajâtam abhûtam akatam asankhatam,
Tasmâ jâtassa bhûtassa sankhatassa nissaranam paññâya’ ti. “

“ Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. “

Namun seperti apakah Tuhan ? Sang Buddha tidak menjelaskan hal tersebut tentu saja ada alasan nya

Pengertian sejati terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Agama Buddha dikatakan merupakan pengertian yang di luar alam pikiran duniawi (lokuttara), sedangkan manusia yang belum mengalami perkembangan batin tingkat tinggi membutuhkan pengertian Tuhan Yang Maha Esa yang mudah dipahami sesuai dengan alam pikiran duniawi (lokiya)

Agama Buddha menekankan Pragmatis, yaitu : Mengutamakan tindakan-tindakan cepat dan tepat yang lebih diperlukan di dalam menyelamatkan hidup seseorang yang tengah gawat dan bukan hal-hal lainnya yang kurang praktis, berbelit-belit, bertele-tele dan kurang penting. Buddha tidak pernah menghabiskan waktu untuk perkara-perkara spekulatif tentang alam semesta karena hal ini kecil nilainya bagi pengembangan spiritual menuju Kebahagiaan Sejati.

Hal ini dapat kita lihat pada kisah, orang yang tertembak anak panah beracun, yang menolak untuk mencabutnya sebelum dia tahu siapa yang memanahnya, kenapa panah itu ditembakkan, dari mana anak panah itu ditembakkan. Pada saat semua pertanyaannya terjawab, dia sudah akan mati lebih dahulu. (Cula-Malunkyovada Sutta, Majjhima Nikaya 63)

Dan permisalan lain nya itu bagaikan menjelaskan rasa durian kepada orang yang tidak pernah makan durian. Sehebat apapun engkau menjelaskan, si pendengar tidak akan benar2 mengerti bagaimana rasa durian tersebut sampai ia merasakan nya sendiri. Demikian pula konsep-konsep tingkat tinggi, hal tsb hanya benar2 dapat difahami ketika mencapai tahapan2 tertentu

Untuk penjelasan yang lebih detail bisa cekidot link ini :
http://siddhi-sby.com/2008/11/28/konsep-ketuhanan-dalam-agama-buddha/



Diubah oleh joengwenk
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
07-10-2019 19:03
Jawabannya seperti jawaban para Nasrani yg selalu muter2.

Ini jawabannya juga berlindung pada sesuatu ilmu tingkat tinggi yg belum bisa terjelaskan.

emoticon-Nyepi
0 0
0
Lihat 1 balasan
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 6
Lapor Hansip
07-10-2019 22:17
Balasan post rasadopamin
ajaran Buddha jarang berbicara tentang tuhan karena
1. tuhan yang menentukan nasib tidak ada, nasib ditentukan hukum karma, seseorang yang punya pandangan nasibnya telah ditentukan sesuatu di luar sana hidup dalam pandangan salah (takhayul)
2. tuhan yang mengatur alam semesta tidak ada, karena alam semesta diatur hukum kosmis (niyama)
3. yang mutlak yang tak terlahirkan, adalah nibbana, dan tuhan bagi umat buddha, namun bukan sesuatu yang disembah, tapi dicapai
4. terdapat mahluk yang mengklaim dirinya sebagai tuhan, namun pemikiran tsb muncul dari pandangan salah (tidak sesuai dengan klaimnya)
Diubah oleh neptunium
0 0
0
Halaman 5 dari 23
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.