Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
113
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9871908012ae4b5b2a41e3/cinta-dua-dunia-wanita-di-balik-cadar
Begitu syahdu ditemani seorang sahabat sekaligus saudara. Saudara tak harus sedarah bukan? Zhe dan Veronica adalah sahabat sejak mereka kecil, lebih kental daripada ikatan sedarah.
Lapor Hansip
05-10-2019 17:33

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Past Hot Thread
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Pict by @agungdar2494












Prolog




Sepoi angin dingin menusuk jiwa dalam kebekuan. Barbalut malam bertaburkan bintang-bintang, duduk di tepian taman berhiaskan berjuta warna. Bersimpuh menatap tingginya langit malam. Air mata terjatuh mengaliri pipi hingga ke hati. Kosong menatap ribuan mil cahaya gelap.




"Kamu di sini, Zhe?" tanya seseorang dari samping.

"Iya, lagi pingin di sini," jawab Zhe singkat tanpa menoleh.

"Udah malam, kamu nggak pulang?" tanyanya sekali lagi.

"Sebentar lagi, Ve. Temani saja aku di sini," pinta Zhe.

"Sebenernya aku mau ngajak kamu makan, tapi kalau maunya di sini ya nggak apa-apa," jawab Ve.



Berdua hening menikmati malam yang semakin tenggelam. Aroma bunga menggoda penciuman hidung. Begitu syahdu ditemani seorang sahabat sekaligus saudara. Saudara tak harus sedarah bukan? Zhe dan Veronica adalah sahabat sejak mereka kecil, lebih kental daripada ikatan sedarah.




"Udah malam, Zhe. Yakin masih pingin di sini?" tanyanya menyelidik.

"Baiklah, aku menyerah. Mari kita pulang." Bangkit dari tempat duduk berbahan besi bercorak hitam dengan hiasan ukiran di pinggir.


Berjalan menyusuri gelap malam dengan penerangan yang semakin terang.



"Cepat pakai helmnya, malah ngelamun terus," ucap Ve membuyarkan lamunan.

"Eh, udah sampai parkiran. Oke deh, mana helmnya?" tanya Zhe.



Setapak demi setapak jalan telah dilalui, jarum jam waktu terus berputar. Akhirnya tiba di kediaman kos bertembok coklat dengan pintu sederhana, kamar ukuran 3x3 menjadi tempat paling ternyaman untuk melepas penat dan lelah seharian berutinitas.


"Zhe, aku pulang dulu. Besok ke sini lagi, kamu jangan kemana-mana," kata Ve dari luar pintu kos.



Suara motor Ve semakin lama semakin menjauh hingga ditelan hening malam. Sepertinya malam sangat panjang. Terbaring tubuh di atas tempat tidur berseprai ungu dengan lipatan-lipatan manis disetiap ujung.



Dada membuncah penuh deru amukan ombak mematikan. Mencoba menutup kelopak mata tapi tetap tak sanggup. Bayangan itu, bayangan hitam yang selalu menghantui bertahun-tahun hingga mematikan seluruh urat saraf panca indera. Bahkan masih membekas indah diseluruh bagian raga dan jiwa.



Sekali lagi, Zhe mencoba memejamkan mata berharap malam menenggelamkan segala kegundahan jiwa. Melupakan semua hingga berharap amnesia atau setidaknya matilah jalan paling indah. Namun Zhe tidak selemah itu, masih banyak orang yang menyayanginya daripada yang ia sayangi.




Tik tok tik tok




Dentuman suara jarum jam terus bergulir, tapi mata tetap segar menatap langit-langit.


"Sepertinya sudah saatnya untuk sholat malam, siapa tahu kegelisahan hati akan menghilang," ucap Zhe.


Bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh diri sebelum berserah diri kepada Sang Maha Pencipta.


"Ya Allah, berikan aku sebuah petunjuk untuk pilihan hidup yang aku jalani. Jika dia memang jodohku, dekatkan sedekat mungkin dan rubahlah ia menjadi yang paling terbaik. Namun jika tidak, berikan jalan yang terbaik untuk kehidupan kami," senandung do'a Zhe yang terpanjatkan di setiap hajat.


Zhe merasakan ketenangan setelah mengutarakan keluh kesah hidup yang di alami. Zhe hanyalah manusia yang tidak mampu bercerita, tapi juga tidak mampu memendam segala derita.

Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 26 lainnya memberi reputasi
25
Halaman 1 dari 6
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 17:34
Quote:
emoticon-roseIndex Linkemoticon-rose


1. Prolog
2. Part 1
3. Part 2
4. Part 3





Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 17:34
Reserved
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
blueshuriken dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 17:34
Casting Para Tokoh
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 17:34

Part 1

Pagi indah dengan sinar mentari penuh kehangatan. Awan-awan berkumpul melukis langit cakrawala. Berdiri bangunan nan megah penuh corak perjuangan. Batu alam terpahat di bagian sisi bawah, deretan bangku kosong bercorak coklat menjadi tempat ternyaman. Tidak lupa terpasang pigura para tokoh pahlawan dan sang penguasa negeri ini.



"Zhe, baru datang?" tanya Sonia teman berjilbab yang manis nan ayu. Wajah imut dengan garis blasterannya.

"Iya," jawab Zhe singkat disusul duduk di bangku.

"Udah ngerjain tugas?" tanya Mila si rambut panjang dengan body semampai mirip artis Raline Shah.

"Udah, pasti mau nyontek lagi yah?" tanya Zhe curiga dibalas cengiran kuda.



Bel sekolah berdering, semua masuk ke kelas masing-masing. Seperti sekolah pada umumnya dengan pelajaran yang membosankan. Belajar dan tugas menjadi makanan setiap hari. Hingga pergantian mata pelajaran jam ke-3, ada sesuatu yang berbeda.



"Anak-anak kalian kedatangan murid baru pindahan dari Yogya," jelas Bu Guru.


Semua penghuni merasa penasaran, siapakah murid baru itu? Cewek atau cowok nih? Hingga suara ketukan pintu memecah keheningan.



"Assalamualaikum Bu, boleh saya masuk?" tanyanya sambil tersenyum ramah dengan lesung pipi di kedua sisi.

"Masuk saja dan perkenalkan dirimu," jelas Bu Guru.


Cowok berseragam putih abu-abu itu memasuki kelas dengan sikap penuh wibawa. Senyumnya merekah, memamerkan lesung pipi. Semua murid cewek terpesona oleh wajahnya yang setampan Afgan. Syarif, murid populer di kelas merasa kalau cowok ini sebagai ancaman baginya.


"Hay, teman-teman. Namaku Khoirul Prayoga. Kalian bisa memanggil namaku Irul saja. Alamat rumah di jalan kenanga nomor 9, saya pindahan dari kota jogja," jelasnya ramah dengan senyuman yang masih mempesona.

"Ada yang mau bertanya?" imbuhnya.

"Nomor telfon," teriak salah satu murid.

"Nomor telfon rahasia, silahkan bertanya nanti," jawab Irul masih penuh senyum. Perkenalan berjalan 15 menit ngalor ngidul enggak jelas.

"Kamu duduk di samping Nur Azizah," jelas Bu Guru.


Irul berjalan menuju bangku Zhe dan duduk di samping.


"Hay, namaku Irul. Siapa namamu?" tanya Irul ramah.

"Nur Azizah, bisa panggil Nur atau Azizah," jelas Zhe.

"Oh, salam kenal. Semoga betah jadi temanku," jelasnya penuh keramahan.





*********





Semenjak hari di tahun itu, pertemanan semakin dekat semakin akrab. Bagai tanaman yang terus tersirami akhirnya subur dan berbunga indah. Persahabatan terjalin satu sama lain antara Sonia, Zhe, dan Mila.


Tidak lupa persahabatan dengan teman yang lain seperti Irul, Syarif, dan Johan. Johan kekasihnya Sonia, mereka pacaran semenjak bangku sekolah SMP. Cinta mereka kuat dan kokoh sampai sekarang.


Udara terasa panas mencekik kerongkongan, minum banyak air tidak mampu menghilangkan dahaga. Sebotol air mineral habis tidak tersisa tergeletak di atas bangku kosong usang berwarna biru. Langit cerah merona tertutupi lebatnya daun mangga, teduh tetap saja panas.



"Hay, kamu masih di sini?" tanya seorang pria langsung duduk di samping.

"Iya, habis panas banget cuaca hari ini," jawab Zhe.

"Sama, aku juga. Makanya nyusul kamu di sini. Kamu nggak ke kantin ikut temen-temen yang lain?" tanyanya.

"Enggak, aku di sini aja. Lagi males ke kantin," jawab Zhe.

"Oh, ya udah aku temenin di sini. Boleh?" tanyanya meyakinkan dibalas anggukan.



Berdua duduk bersama menikmati cuaca nan cerah. Angin meniup-niup segar mengusir kepenatan seharian berkutat dengan pelajaran. Sudah setahun mereka berteman, tidak ada kecanggungan antara satu dengan yang lain meski duduk berduaan. Namun manusia tetaplah memiliki rasa, entah sejak kapan hati saling mengagumi satu sama lain. Terpesona dengan segala sesuatu yang mereka miliki.


Waktu cepat berlalu, deringan bel mengisyaratkan seluruh murid untuk masuk. Pelajaran terakhir memanglah sangat membosankan, selain otak yang sudah terkuras, tenaga pun sudah habis.


"Besok tugas kalian kumpulkan di meja Bapak. Kalau sampai ada yang tidak mengerjakan, kalian Bapak hukum. Mengerti?" ancam Pak Guru.

"Siap Pak," jawab murid serempak.



Bel pulang pun berdering, semua murid berhamburan keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing. Banyak murid masih terjebak di depan pintu gerbang sekolah karena menunggu bis dan jemputan datang.



"Zhe, ayo bareng ma aku?" tawar cowok tampan berlesung pipi.

"Baiklah, gratis tapi yah?" goda Zhe dibalas acungan jempolnya.



Perjalanan menuju rumah Zhe lumayan jauh sekitar 30 menit. Cowok tampan berlesung pipi sungguhlah amat baik hati. Nyatanya rela mengantar meski jauh dari arah rumah. Hingga sampai di halaman rumah bercorak joglo dengan dua pohon mangga dan jati di depan rumah.



"Makasih ya, Rul. Jadi ngerepotin kamu terus." Zhe turun dari motor sport berwarna merah.

"Sama-sama, btw nanti malam punya acara nggak?" tanya Irul.

"Hmmm ... kayanya sih enggak, kenapa?" tanya Zhe.

"Aku ajak malam mingguan, mau? Nanti izin ke orang tuamu. Nyantai aja," jelasnya dengan senyum manis.

"Hmm ... Iya, aku mau," jawab Zhe tanpa penolakan dengan wajah bersemu merah.

"Yes, makasih. Jam 7 tepat yah, jangan sampai lupa. Assalamualaikum," pamitnya dengan wajah tersenyum manis.



Zhe merasakan ada sesuatu yang menggelitik di dalam perut, seperti ribuan kupu-kupu yang ingin keluar memporak-porandakan alam dengan keindahan. Rasanya manis sekaligus membingungkan. Jantung Zhe semakin tak beraturan, baru kali ini melihat senyum Irul menimbulkan gejolak yang dahsyat. Sampai meremang ke seluruh tubuh, tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.




Sepertinya aku sudah nggak waras, batin Zhe menggeleng-gelengkan kepala.



Zhe masuk ke dalam rumah dengan ornamen khas jawa kuno. Rumah joglo dengan ruangan tengah yang plong luas sekali tanpa sekat kecuali untuk bagian kamar. Lukisan-lukisan dan hiasan terpasang rapi di dinding, orang tua Zhe sangat mencintai seni.


"Assalamualaikum," salam Zhe memasuki rumah.

"Waalaikumsalam," jawab Ibu keluar dari dapur.

"Sudah pulang, Nduk? Sore sekali, banyak tugas di sekolah?" tanya Ibu setelah Zhe mencium tangan lembut.

"Sampun Bu, tugas sekolah banyak tadi. Oh iya, Zhe mau minta izin. Ada temen ngajak main nanti malam. Boleh kan, Bu?" tanya Zhe dengan keringat dingin di kening.

"Temen siapa, Nduk? Laki-laki atau perempuan? Rombongan atau cuma berdua?" tanya Ibu dengan begitu rinci.

"Hmm ... anu Bu, anu," jawab Zhe gelagapan.

"Kamu lucu, Nduk. Udah, sana izin ma Ayah. Izin yang bener, jangan bohong macam ke Ibu," kata Ibu.

"Inggih, Bu," jawab Zhe dengan muka bersemu merah.





**********






Jalanan semakin gelap tertutup malam, lampu menyala di sisi kanan dan kiri. Suasana kampung yang mulai sepi, hanya beberapa orang lalu lalang lewat pergi ke surau. Mengenakan kopiah, sarung, dan mukena. Zhe duduk di teras rumah dengan tatanan sederhana, lampu bolam berwarna kuning sedikit meremang, tempat duduk dari dipan bambu dianyam sedemikian rupa. Halaman nan luas beralaskan tanah merah dengan pohon mangga dan jati di kedua sisi.



"Nunggu siapa, Nduk?" tanya Ayah pulang dari surau.

"Temen tapi belum datang, padahal janji jam 7 tepat," jawab Zhe mencium telapak tangan tegas sang Ayah.

"Yang kamu jelasin tadi sore, Nduk?" tanya Ayah sekali lagi.

"Nggeh, Yah. Ayah duduk dulu, Zhe buatkan teh cem-ceman untuk Ayah," kata Zhe bergegas masuk ke dapur.




Ayah Zhe duduk bertemankan senandung langgam jawa sampai suara deru motor memasuki pekarangan rumah. Turun seseorang yang gagah lagi tampan mengenakan kemeja putih celana levis, berjaket hitam, dan sepatu senada.




"Assalamualaikum," uluk salam dari sang tamu.

"Waalaikumsalam," jawab Ayah mengulurkan tangan membalas dan duduk bersama.

"Cari siapa, Mas? Tumben-tumbenan ada tamu ke sini?" tanya Ayah.

"Nyari Zhe, Pak. Kulo temannya Zhe, mau minta izin ngajak Zhe ke keluar," jelasnya tanpa ragu dengan aura ketenangan.


"Oh, Azizah ... dia lagi bikin teh buat Bapak di belakang. Sebentar lagi keluar. Nah, dia keluar," kata Ayah mengisyaratkan melihat pintu.



Zhe keluar membawa cangkir khas jaman dulu lengkap dengan tutup. Cangkir berlukis mirip seragam kebesaran tentara perang kita, hijau.



"Kamu baru datang?" tanya Zhe ikut duduk di samping Ayah.

"Iya, maaf baru datang. Tadi futsal dulu sampai kelupaan," jelasnya dengan raut penyesalan.

"Sudah, sudah, kalau kalian bertengkar malah nggak Ayah izinin kamu keluar, Nduk," kata Ayah dengan senyum tegas tapi tidak menakutkan.

"Eh, maaf Pak, sampai lupa ada njenengan di sini," ucapnya dengan muka bersemu merah.

"Ya sudah, jangan malam-malam kalau pulang. Ingat kamu perempuan, Nduk. Harus jaga unggah-ungguh dan nama orang tua. Ini kampung, bukan kota. Ayah percaya sama kalian," kata Ayah.

"Ayah sampai lupa, siapa namamu, Mas?" tanya Ayah.

"Nama kulo Khoirul, Pak. Biasa di panggil Irul," jawab Irul dibalas senyuman Ayah.

"Ya udah, kamu pamit Ibumu dulu. Biar Ibu nggak nyari kalau kamu nggak ada, Nduk," pinta Ayah.



Zhe bergegas masuk ke dalam untuk pamit ke Ibu. Kemudian Zhe dan Irul pamit ke Ayah meninggalkan rumah joglo dengan pekarangan yang luas.



Suara deru motor membelah jalanan perkampungan. Setengah jam perjalanan menuju kota dengan hingar bingar di sepanjang jalan.



Kedekatan mereka berdua sudah terjalin lama, hanya saja mereka sepakat untuk tidak mempertanyakan status dan rasa. Bagi mereka asal mengetahui rasa satu sama lain dan saling menjaga itu sudah lebih dari cukup.


Motor berhenti di depan lesehan seafod dengan tenda berwarna biru.



"Aku pesan dulu, kamu duduk duluan," pinta Irul.


Zhe melenggang masuk dan duduk tepat menghadap taman kota. Pemandangan yang indah dengan air mancur dan beberapa sepasang muda-mudi berbincang.


"Gimana seneng aku ajak keluar? Akhirnya setelah sekian lama, kita bisa jalan berdua," kata Irul mengisyaratkan bahagia dengan senyum terus merekah.

"Iya, kamu hebat berani ketemu Ayah. Minta izin pula," imbuh Zhe dengan mata berbinar.

"Entah, mungkin kekuatan itu aku dapat darimu," ucap Irul membalas pandangan mata Zhe jauh lebih dalam.



Semakin dalam hingga terlukis keindahan yang tak mampur dijelaskan. Mata menghipnotis bagi siapapun yang mampu menelisik paling terdalam.


"Kamu cantik, Zhe," kata Irul.


Blussshhh ... pipi Zhe berubah merah merona seperti kepiting rebus.


"Apalagi kalau lagi malu-malu gitu, tambah gemesin. Pingin nyubit pipi tembemmu, gemes!" imbuhnya dibalas cubitan sayang.

"Awww ... nambah dong," katanya genit.

"Udah Rul, malu dilihat orang-orang," kata Zhe menutup wajah.


Pesanan yang ditunggu akhirnya datang, aroma bebek bakar yang nyammi, sambal, lalapan, dan tahu tempe semakin mengguhah selera.



Sedang asyiknya menikmati makanan, tiba-tiba datang seorang cewek berparas cantik dengan tubuh indah bak artis.



"Hay, Rul. Kamu di sini?" sapanya dengan senyum indah.




************







Bersambung....
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 18:00
judulnya menarik, Sist. menunggu kelanjutan. prolog udah rapi 😊
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
05-10-2019 22:25
Reserved
emoticon-Cool


Ikutan kayak TS di atas
emoticon-Wakaka
Diubah oleh deetzman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cattleyaonly dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 07:50
Quote:Original Posted By deetzman
Reserved
emoticon-Cool


Ikutan kayak TS di atas
emoticon-Wakaka


Wkwkwk..
Silahkan dibuat senyaman mungkin gan..
emoticon-nyantai


Reserved di atas buat indexs link dsb..
emoticon-Shakehand2
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
1 0
1
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 09:06
Quote:Original Posted By indahmami
Pejwan
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By darmawati040
judulnya menarik, Sist. menunggu kelanjutan. prolog udah rapi 😊



Tik tok tik tok .....

Kopi-kopi...

profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 10:03
Quote:Original Posted By kelayan00
Tik tok tik tok .....

Kopi-kopi...


Sudah siang, enaknya minum jus dingin. Kopi, mah, buat pagibhari sama malam, untuk yg mau begadang 😁
profile-picture
profile-picture
indahmami dan kelayan00 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 10:08
Balasan post darmawati040
Quote:Original Posted By darmawati040


Sudah siang, enaknya minum jus dingin. Kopi, mah, buat pagibhari sama malam, untuk yg mau begadang 😁


Gak suka jus, perut kadang mules. Kantong juga ikut mules.

profile-picture
profile-picture
indahmami dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 10:12
Quote:Original Posted By kelayan00
Gak suka jus, perut kadang mules. Kantong juga ikut mules.


Wkwkwk, kan, baru gajian, Gan. Kagak ikut event kaskus emang?
profile-picture
profile-picture
indahmami dan kelayan00 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 10:14
Balasan post darmawati040
Quote:Original Posted By darmawati040


Wkwkwk, kan, baru gajian, Gan. Kagak ikut event kaskus emang?


Ikut. Semua. Tapi duitnya masih di awang-awang. Belum masuk rekening.

profile-picture
profile-picture
indahmami dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 10:20
Quote:Original Posted By kelayan00
Ikut. Semua. Tapi duitnya masih di awang-awang. Belum masuk rekening.


Lah? Diredeem, toh, Gan
profile-picture
profile-picture
indahmami dan kelayan00 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 10:35
Balasan post darmawati040
Quote:Original Posted By darmawati040


Lah? Diredeem, toh, Gan


Udah kemaren, mungkin besok baru masuk. Lumayan buat beli bata. Buat ngelemparin ayam tetangga.

profile-picture
profile-picture
indahmami dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 10:53
Quote:Original Posted By kelayan00
Udah kemaren, mungkin besok baru masuk. Lumayan buat beli bata. Buat ngelemparin ayam tetangga.


Ahahha, awas ayam tetangga mati. Nanti dipenjara lagi
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 10:56
Balasan post darmawati040
Quote:Original Posted By darmawati040


Ahahha, awas ayam tetangga mati. Nanti dipenjara lagi


Iya. Aneh-aneh aja tuh anggota DPR. Masak ayam tetangga masuk ke rumah tetangga didenda?

profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 11:05
mungkin yg dimaksud adalah ayam yg lain ...
profile-picture
profile-picture
indahmami dan kelayan00 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 11:08
Balasan post shafanya
Quote:Original Posted By shafanya
mungkin yg dimaksud adalah ayam yg lain ...


Bener. Ayam piaraan. Kalau ayam merek lain, masuk ke rumah tetangga, habis dah bakal langsung digoreng sama ......

profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
06-10-2019 11:12
Quote:Original Posted By kelayan00
Iya. Aneh-aneh aja tuh anggota DPR. Masak ayam tetangga masuk ke rumah tetangga didenda?


Semwntara tikus dibiarkan lolos, ya 😂
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
Lapor Hansip
06-10-2019 11:16
Balasan post darmawati040
Quote:Original Posted By darmawati040


Semwntara tikus dibiarkan lolos, ya 😂


Soalnya di DPR tikus-tikusnyaa jadi piaraan.

profile-picture
profile-picture
indahmami dan darmawati040 memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia