alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d92b43d9a972e111a023450/kkb-papua-nyatakan-siap-perang-melawan-tni-polri-warga-sipil-dievakuasi-dari-wamena
Lapor Hansip
01-10-2019 09:04
KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena
Past Hot Thread
KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena

KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, 10 Ribu Warga Minta Dievakuasi dari Wamena

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus meneror warga yang ada Kabupaten Puncak, Papua.
Setelah menewaskan 3 warga sipil dalam 2 kejadian, kelompok ini pun melakukan pembakaran di Kampung Kimak, KKB kini mulai masuk ke Distrik Ilaga, yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak.

"Kemarin ada pembunuhan terhadap pedagang di bandara, lalu malamnya mereka masuk dengan jumlah yang besar dan melakukan pembakaran di Kampung Kimak".

"Ada beberapa kios yang ada di kampung situ dibakar," ujar Bupati Puncak Willem Wandi saat dihubungi, Minggu (29/9/2019).

Willem meminta seluruh masyarakt untuk selalu waspada menghadapi teror KKB.
Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Kontak senjata dengan aparat
Kelompk kriminal bersenjata ( KKB) terus meneror Kabupaten Puncak, Papua.
Setelah menewaskan 3 warga sipil dalam 2 kejadian, mereka kini mulai masuk ke Distrik Ilaga, yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak.

"Kemarin ada pembunuhan terhadap pedagang di bandara, lalu malamnya mereka masuk dengan jumlah yang besar dan melakukan pembakaran di Kampung Kimak. Ada beberapa kios yang ada di kampung situ dibakar," ujar Bupati Puncak Willem Wandi saat dihubungi, Minggu (29/9/2019).
Namun, aksi KKB terus berlanjut hari ini.

Mereka masuk ke Distrik Ilaga dan melakukan kontak senjata dengan aparat keamanan.
"Lalu dilanjutkan tadi pagi di Ilaga, dengan kontak senjata antara KKB dengan TNI yang bertahan menjaga Ilaga. Mereka betul terang-terangan beraksi di siang hari," kata Willem.
Willem mengatakan, KKB masuk ke Distrik Ilaga dan melakukan kontak senjata dengan aparat keamanan.

"Lalu dilanjutkan tadi pagi di Ilaga, dengan kontak senjata antara KKB dengan TNI yang bertahan menjaga Ilaga".

"Mereka betul terang-terangan beraksi di siang hari," kata Willem.

2. Warga Diminta waspada teror KKB
Adanya aksi teror yang dilakukan KKB, Bupati Puncak Willem Wandi meminta seluruh masyarakat untuk selalu waspada.

Ia pun menyatakan akan segera kembali ke Ilaga untuk membahas situasi terkini dan mencari solusi bagi masyarakat.

"Besok saya akan ke Ilaga dan kita akan rapatkan agar masyarakat yang ketakutan, dalam jangka waktu yang pendek kita kirim ke Mimika. Kalau kita bertahan di sana pasti mereka tidak tenang," kata Willem.

Selain itu, Willem meminta TNI-Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang ada di Ilaga.

3. KKB nyatakan siap perang dengan TNI-Polri
KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto membenarkan adanya pembakaran honai atau rumah adat milik Kepala Distrik Kimak, pada Sabtu malam.

Kemudian, pada Minggu pagi, KKB mengeluarkan tembakan dan menyatakan siap berperang dengan TNI-Polri.

Menurut Eko, agar aksi KKB tidak meluas, aparat keamanan melakukan pengejaran dan berjaga-jaga di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi lintasan kelompok tersebut.
"Dari laporan yang diterima, diketahui kelompok itu dipimpin Penni Murib dan Telaga Telenggen," kata Eko.

Menurut Eko, kini warga di Ilaga mengungsi ke Koramil Ilaga.
Seluruh personel TNI masih terus bersiaga untuk mengamankan masyarakat.

4. Istri Tak tahu suami ditembak KKB
Eni Safitri (28), tidak menyangka bila suara tembakan yang didengarnya telah merenggut nyawa suaminya Caharuddin (25).

Diakuinya, ia sempat mendengar suara tembakan, namun dikiranya bunyi tembakan biasa yang sering didengarnya di Ilaga, Kabupaten Puncak.

"Saya kira itu bunyi biasa. Saat waktu itu sedang tidurkan anak saya dalam kamar," kata Eni ditemui di Kamar Jenazah RSUD Mimika, Minggu (29/9/2019).

Saat peristiwa tragis terjadi pada Sabtu (28/9/2019), Eni sedang menidurkan anaknya Avia Salima yang baru berusia 1,8 tahun.

Dia sempat mendengar suara tembakan, namun dikiranya bunyi tembakan biasa yang sering didengarnya di Ilaga, Kabupaten Puncak.

Eni sendiri baru mendiami Ilaga selama 8 bulan.

Sedangkan suaminya Caharuddin sudah sekitar 4 tahun menjaga Kios Onyong, di dekat Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga.

"Saya kira itu bunyi biasa. Saat waktu itu sedang tidurkan anak saya dalam kamar," kata Eni ditemui di Kamar Jenazah RSUD Mimika, Minggu (29/9/2019).
Eni kemudian keluar dari dalam kamar.

Dia sempat menanyakan suaminya di mana, namun warga yang berada dekat kios hanya terdiam.
Eni pun terkejut, saat melihat di bawah meja kasir dalam kios suaminya sudah tergeletak dengan bersimbah darah.

Eni mengaku, setelah mendengar cerita para saksi, kedua terduga pelaku yang menembak mati suaminya itu sudah pernah berbelanja di kios sebelumnya.

"Orang itu biasa datang belanja. Tapi saya tidak sempat lihat karena waktu saya keluar mereka sudah pergi," katanya.

Minggu sore, jenazah Caharuddin, telah diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Walenreng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.
Jenazah Caharuddin sebelumnya pada Minggu pagi diterbangkan dari Ilaga ke Timika menggunakan pesawat milik maskapai Dimonim Air.

Selanjutnya, dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Mimika untuk dikafani dan dishalatkan di Masjid Agung Babussalam, Jalan KH. Dewantara, Kota Timika.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIT, Caharuddin meninggal setelah ditembak oleh KKB pimpinan Lekakak Telenggen.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, dari keterangan masyarakat disebutkan bahwa melihat adanya dua orang menggunakan celana pendek dengan ciri-ciri menggunakan penutup kepala hitam, tinggi sekitar 160 cm, dan berbadan kekar serta brewokan.

Satu di antara mereka menggunakan sepatu lumpur. Para pelaku kemudian mengeluarkan pistol dan menembak korban.

"Mereka mengeluarkan pistol lalu mengarahkan kepada korban, serta melakukan penembakan yang mengenai kepala Korban hingga meninggal dunia," kata Kombes Kamal saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu sore.

Setelah menembak korban, kedua pelaku lalu menyampaikan kepada masyarakat yang hendak berbelanja di kios bahwa mereka berdua adalah adik dari Lekakak Telenggen.
"Setelah itu kedua pelaku melarikan diri ke arah Kali Nakimo atas Bandara Ilaga," tuturnya.

Kekejaman KKB Papua. 10.0000 Warga Minta Diungsikan. 
Eni pun terkejut, saat melihat di bawah meja kasir dalam kios suaminya sudah tergeletak dengan bersimbah darah.

Eni Safitri, wanita berusia 20 tahun, tidak menyangka bila suara tembakan yang didengarnya itu telah merenggut nyawa suaminya Caharuddin (25).

Saat peristiwa tragis terjadi pada Sabtu (28/9/2019), Eni sedang menidurkan anaknya Avia Salima yang baru berusia 1,8 tahun.

Dia sempat mendengar suara tembakan, namun dikiranya bunyi tembakan biasa yang sering didengarnya di Ilaga, Kabupaten Puncak.

Eni sendiri baru mendiami Ilaga selama 8 bulan.

Sedangkan suaminya Caharuddin sudah sekitar 4 tahun menjaga Kios Onyong, di dekat Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga.

"Saya kira itu bunyi biasa. Saat waktu itu sedang tidurkan anak saya dalam kamar," kata Eni ditemui di Kamar Jenazah RSUD Mimika, Minggu (29/9/2019).
Eni kemudian keluar dari dalam kamar.

Dia sempat menanyakan suaminya di mana, namun warga yang berada dekat kios hanya terdiam.
Eni pun terkejut, saat melihat di bawah meja kasir dalam kios suaminya sudah tergeletak dengan bersimbah darah.

Eni mengaku, setelah mendengar cerita para saksi, kedua terduga pelaku yang menembak mati suaminya itu sudah pernah berbelanja di kios sebelumnya.

"Orang itu biasa datang belanja. Tapi saya tidak sempat lihat karena waktu saya keluar mereka sudah pergi," katanya.

Minggu sore, jenazah Caharuddin, telah diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Walenreng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.
Jenazah Caharuddin sebelumnya pada Minggu pagi diterbangkan dari Ilaga ke Timika menggunakan pesawat milik maskapai Dimonim Air.

Selanjutnya, dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Mimika untuk dikafani dan dishalatkan di Masjid Agung Babussalam, Jalan KH. Dewantara, Kota Timika.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIT, Caharuddin meninggal setelah ditembak oleh KKB pimpinan Lekakak Telenggen.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, dari keterangan masyarakat disebutkan bahwa melihat adanya dua orang menggunakan celana pendek dengan ciri-ciri menggunakan penutup kepala hitam, tinggi sekitar 160 cm, dan berbadan kekar serta brewokan.

Satu di antara mereka menggunakan sepatu lumpur.

Para pelaku kemudian mengeluarkan pistol dan menembak korban.

"Mereka mengeluarkan pistol lalu mengarahkan kepada korban, serta melakukan penembakan yang mengenai kepala Korban hingga meninggal dunia," kata Kombes Kamal saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu sore.

Setelah menembak korban, kedua pelaku lalu menyampaikan kepada masyarakat yang hendak berbelanja di kios bahwa mereka berdua adalah adik dari Lekakak Telenggen.
"Setelah itu kedua pelaku melarikan diri ke arah Kali Nakimo atas Bandara Ilaga," tuturnya.

Ribuan Orang Dievakuasi
10.000 Warga Minta Dievakuasi dari Wamena, 2.670 Sudah Diangkut Pakai Hercules

Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso menyebutkan, hingga kini jumlah warga yang mendaftar mencapai 10.000 orang.

"Sekarang yang daftar sudah sekitar 10.000. Ada 2.670 yang sudah diangkut ke Jayapura," ujar Bowo di Jayapura, Minggu (29/9/2019) seperti dikutip dari Kompas.om.

Dari data yang dimiliki Kodim 1702/Jayawijaya, tercatat ada 6.784 orang di Wamena yang kini tengah mengungsi.

Mereka seluruhnya sudah mendaftar untuk dievakuasi ke Jayapura.

Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan terus berubah, karena ada arus pengungsian baru dari kabupaten di sekitar Jayawijaya.

"Dari pos-pos di sekitar pegunungan sekarang banyak menuju ke Wamena. Memang sempat ada isu bahwa di Tolikara akan terjadi gejolak juga, sehingga mereka banyak yang merapat ke Wamena," kata Bowo.

Bowo menyebutkan, kini sudah ada dua unit pesawat Hercules yang digunakan untuk mengevakuasi warga dari Wamena ke Jayapura.

Pesawat juga untuk mengirim bantuan dari Jayapura ke Wamena.

Untuk mengakomodasi seluruh pengungsi tersebut, menurut Bowo, diperlukan waktu beberapa hari, agar mereka semua bisa diterbangkan ke Wamena.

"Tentu hari ini belum selesai, mungkin 3-4 hari ke depan bisa diselesaikan," ucap dia.
Selain itu, Bowo menyebut ada 528 warga Wamena yang kini mengungsi di Jayapura.
Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki kerbat di Jayapura, sehingga terpaksa tinggal di pengungsian.

"Mereka berharap ada pesawat yang bisa mengantar mereka ke Makassar dan Jawa, tapi kami sekarang fokusnya Jayapura-Wamena dulu," tutur Bowo.

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019).

Kerusuhan tersebut tak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum.

Kerusuhan dan bentrokan yang terjadi ternyata juga mengakibatkan korban jiwa.
Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Diyanto mengatakan, terdapat 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan.

Sementara, 65 orang lainnya menderita luka-luka.

"Untuk korban, 65 orang luka, 16 meninggal, itu sipil semua. Aparat sementara tidak ada korban," ujar Candra Diyanto saat dihubungi Kompas.com, Senin.

KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena
Warga yang meninggalkan kota itu antre untuk naik ke pesawat Hercules di bandara setempat, Sabtu (28/9/2019), dan sebagian lainnya beristirahat di pangkalan militer, Jumat (27/9/2019), menunggu giliran untuk dievakuasi dari Wamena. (Photo by VINA RUMBEWAS / AFP)

Namun, Candra belum bisa menjelaskan secara rinci penyebab korban tewas.
Saat ini, ia memastikan bahwa situasi mulai kondusif. Namun, seluruh aparat masih dalam posisi siaga.

"Aparat stand by 24 jam, semua objek vital kita amankan. Secara umum untuk di kota kondusif, namun kita antisipasi ada aksi susulan," kata Candra.

Sebelumnya, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.

Aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran.
Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. Namun, siswa demonstran tetap bertahan dan semakin membuat kerusuhan

Menurut Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, suara tembakan terdengar di mana-mana selama 3 jam.

John Roy menyebutkan, sebagian warga panik karena kehilangan anggota keluarga.

Selain itu, semua warga di kota itu sudah mengungsi ke kantor polisi dan Kodim.

Massa yang berunjuk rasa berusaha merangsek masuk ke pusat bisnis Wamena.

Namun, mereka segera dihadang aparat kepolisian. Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Kota ini merupakan satu-satunya yang terbesar di pegunungan tengah Papua.

Sejak Rabu (25/9/2019), total korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua tercatat menjadi 32 orang, satu di antaranya seorang dokter.

Selain itu, ada 75 orang yang mengalami luka-luka.

Kemudian 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, serta 5 perkantoran hangus terbakar.

sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/201...amena?page=all

boleh juga nyalinya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rictuserectus dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 14
01-10-2019 11:08
anjay, siap siap panas ini
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
Lapor Hansip
01-10-2019 11:44
Balasan post kakekane.cell
Kita lakukan Operasi Gabungan TNI-POLRI Om..

KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena


emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
yazfaz dan kakekane.cell memberi reputasi
2
Lapor Hansip
01-10-2019 11:45
Balasan post mang.jebot
banyak yang harus di pertimbangkan,nanti malah di tuduh melanggar HAM dan macam2..kalo uda gitu mamarika dengan alasan super hero nya datang ikut campur..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Lysergide dan 4 lainnya memberi reputasi
5
01-10-2019 11:52
Quote:Original Posted By mang.jebot
Sejak namanya jadi TNI kan mereka belum pernah perang yg bener2 perang, mungkin bisa sekalian unjuk kemampuan disana, biar ga cuma omdo.


Lho ane malah berharap TNI gak pernah benar2 perang

KKB? Ya jelas lah mereka omdo
0
01-10-2019 12:26
Kasih pakk kasihhh, pelit amat. Apa perlu kita kita yang kasih??? emoticon-Cool
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
01-10-2019 12:33
kalau perang ga boleh pake senapan berat, ga boleh pake pesawat tempur ga boleh pake pelontar granat sama bom, harus pake pistol yang isinya 6 peluru, kalau melanggar kami lapor pbbemoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
77665.123456 dan kakekane.cell memberi reputasi
2
01-10-2019 12:37
Kalo pemerintah sampek ngikutin kemauan para KKB ini bego namanya. Dah bikin aja paramiliter: danai suku2 yg pro NKRI, support dari belakang. Biar suku2 itu bantai semua suku yg bego2 anti-NKRI. Babat habis lewat paramiliter. Kalo sudah habis, bangun tuh papua buat suku2 yg pro NKRI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sixfloor dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lapor Hansip
01-10-2019 15:07
Balasan post becakmini.v7
Quote:Original Posted By becakmini.v7
Kami juga sudah melahirkan bibit bibit barbar yg siap nge push KKB.

Takbir!!!!

KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena


keren nih fotonya
coba yg punya akses .. tolong kirim ke media internasional
indonesia 2019 menuju kebangkitan gitu tulis ..
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
01-10-2019 16:18
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
01-10-2019 19:47
ap y kira2 alsan pemerintah kt g buat operasi militer dsna?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
01-10-2019 23:44
Quote:Original Posted By kakekane.cell
ini sih sdh bukan KKB lagi... masuknya sdh OPM... emoticon-No Hope



Bdw : saya setuju kalau pemerintah membumi hanguskan MARKAS OPM... emoticon-Shakehand2


Pers release ke kalayak umum + yg suka koar koar HAM + minta persetujuan DPR + kirim surat ke big bro...siapkan pesta emoticon-Big Grin
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
1
01-10-2019 23:47
karena disana ada pihak asing Usa (Freeport), England/ British Kingdom/ UK (Australia => Commonwealth), dan Oceania (ada polynesia didalam nya French [/Perancis]) bermain, jadi ngapain di ladeni permainan negara Asing tersebut!


Mesti mengerti negara tetangga Indonesia banyak yang masuk negara negara commonwealth nya British Kingdoom (UK) dari India, Singapore, Malaysia dan Australia!

Sedang Indonesia sendiri dan beberapa negara lain seperti Philipina bisa dianggap negara vasal nya USA

Ada 5 negara punya hak veto di dewan keamanan UN (PBB), dari itu ada 3 negara sekutu dekat yang punya hak veto di dewan keamannan UN (PBB) yaitu Perancis(/ French) (ada bermain di Aceh), British kingdoom UK ( Timor leste melalui Australia [Commonwealth]), dan USA (Freeport [Irian barat]), ini adalah negara negara yang suka ikut campur dan bikin keributan di dunia dengan bermacam macam dalih


Selain 3 negara sekutu dekat tersebut (usa, uk, dan French) ada bermain di irian barat, ada jejak dari "Jewish connection" (yahudi), dari Henry Kissinger peraih nobel Perdamaiaan thn 1973 sampai Carl Ihksan (dulu nya merupakan penasihat Donald Trump).


Dan jangan diupakan ada nya " Sentient World Simulation"

Quote:

Purdue University's Synthetic Environment for Analysis and Simulations, or SEAS, is currently being used by Homeland Security and the US Defense Department to simulate crises on the US mainland.[1] SEAS "enables researchers and organizations to try out their models or techniques in a publicly known, realistically detailed environment."[2] It "is now capable of running real-time simulations for up to 62 nations, including Iraq, Afghanistan, and China. The simulations gobble up breaking news, census data, economic indicators, and climactic events in the real world, along with proprietary information such as military intelligence. [...] The Iraq and Afghanistan computer models are the most highly developed and complex of the 62 available to JFCOM-J9. Each has about five million individual nodes representing things such as hospitals, mosques, pipelines, and people."[1]

SEAS was developed to help Fortune 500 companies with strategic planning. Then it was used to help "recruiting commanders to strategize ways to improve recruiting potential soldiers". In 2004 SEAS was evaluated for its ability to help simulate "the non-kinetic aspects of combat, things like the diplomatic, economic, political, infrastructure and social issues".[3]

Sentient World Simulation is the name given to the current vision of making SEAS a "continuously running, continually updated mirror model of the real world that can be used to predict and evaluate future events and courses of action."[4]

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Synthetic_Environment_for_Analysis_and_Simulations

0
02-10-2019 07:36
Quote:Original Posted By petani.syusyu
kalau perang ga boleh pake senapan berat, ga boleh pake pesawat tempur ga boleh pake pelontar granat sama bom, harus pake pistol yang isinya 6 peluru, kalau melanggar kami lapor pbbemoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah


😄😄 kyknya itu mirip2 film warkop dki

atau sebaliknya menggunakan operasi senyap saja 😄

tangkap hidup2 orang yg bersangkutan 😚😚
0
02-10-2019 07:39
Emang punya modal apaan kok udah teriak2 ngajak perang?
emoticon-Leh Uga
0
02-10-2019 07:39
Di acuhkan marah, di sayang sewot....
Penyebaran kopi nya belum merata di Republik 62+ nih...
Taruh senjata -> Bikin kopi -> Duduk bareng -> Diskusi cari solusi.... kan enak bre...😆😆
0
02-10-2019 07:40
Quote:Original Posted By mang.jebot
Presiden kalo soal beginian ngeper banget....langsung aja nyatakan perang !! Mereka jual, kita borong. Atau TNI takut ?


Takut tidaknya prajurit tergantung Panglimanya. Just like what Alexander once said...
KKB Papua Nyatakan Siap Perang Melawan TNI-Polri, Warga Sipil Dievakuasi dari Wamena


Piye pak Kowi, sampean sheep atau lion?
0
02-10-2019 07:40
eni safitri 20 atau 28 tahun siemoticon-Bingung
0
02-10-2019 07:41
Quote:Original Posted By olapoenya
ap y kira2 alsan pemerintah kt g buat operasi militer dsna?


Tujuan KKB itu buat pemerintah indonesia marah dan bertindak keras
Nanti kalau pemerintah indonesia udah keras , mereka akan play victim di PBB

Kalau indonesia keras , ntar negara lain bakal kemakan ama strategi play victim mereka dan dukung untuk papua merdeka

Makanya lebih baik kya gini , main defensif and lebih utamakan penyelesaian non senjata
0
02-10-2019 07:42
Quote:Original Posted By djinggo88
Tujuan KKB itu buat pemerintah indonesia marah dan bertindak keras
Nanti kalau pemerintah indonesia udah keras , mereka akan play victim di PBB

Kalau indonesia keras , ntar negara lain bakal kemakan ama strategi play victim mereka dan dukung untuk papua merdeka

Makanya lebih baik kya gini , main defensif and lebih utamakan penyelesaian non senjata


Tp mw ampe kpn?play victim,hasilny gambling,bgt jg skrng,gambling jg
0
02-10-2019 07:45
Quote:Original Posted By kakidal27
Tidak sesimpel itu kisanak

Tuh cecunguk2 gak ada apa2 nya kl emang TNI beneran all out perang


Bener gan nanti yg udah2 pelanggaran ham lagi kek waktu DOM Aceh sama Timor timor. Mending di evakuasi dulu semua warga sipil dari wamena ke tempat yg aman meskipun masih disekitar papua. Lakukan pendekatan diplomasi dulu aja sama pentolan kkb, tanya maunya apa sebenernya. Soalnya rancu nih gerakan tau2 muncul pas lagi panas di jakarta juga, takut emang ada yg gerakin juga kan. Semoga masalahnya bisa selesai dengan jalan damai gan.
profile-picture
kakidal27 memberi reputasi
1
Halaman 3 dari 14
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.