alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
94
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d803913c8208451c64dbae9/siprus-pulau-indah-yang-penuh-prahara
Konflik berdarah antara etnis mayoritas Yunani dengan minoritas Turki di pulau tersebut telah membuat Siprus menjadi salah satu pulau paling membara pasca Perang Dunia Kedua...
Lapor Hansip
17-09-2019 08:38

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara

Past Hot Thread
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Siprus (Cyprus) seperti yang terlihat pada peta.

Siprus adalah suatu pulau yang terletak di tengah-tengah Laut Mediterania bagian timur. Pulau tersebut berbatasan dengan lepas pantai Turki di utara, Afrika utara di selatan, serta pantai barat Timteng di sebelah timur. Karena letaknya yang berada di Eropa selatan & di tengah-tengah laut, Siprus memiliki iklim yang relatif hangat. Dikombinasikan dengan keindahan panorama & peninggalan bersejarahnya, Siprus menjadi salah satu tujuan wisata favorit para pelancong. Sayang, konflik berdarah antara etnis mayoritas Yunani dengan minoritas Turki di pulau tersebut telah membuat Siprus menjadi salah satu pulau paling membara pasca Perang Dunia Kedua...

Awal mula sengketa Siprus bisa ditelusuri sejak berabad-abad silam. Menjelang akhir abad ke-16, Kekaisaran Ottoman (Turki) menaklukkan pulau Si prus & menjadikannya sebagai bagian dari wilayah Ottoman. Masuknya Siprus sebagai bagian dari Kesultanan Ottoman diikuti dengan masuknya orang-orang Turki ke tanah Siprus. Sejak periode itu, etnis Turki pun menjadi etnis paling dominan kedua sesudah etnis Yunani yang sudah menempati pulau tersebut sejak berabad-abad silam. Di bawah kendali Ottoman, kepala dari Gereja Siprus menjadi pemimpin dari populasi etnis Yunani di Siprus sekaligus mediator dengan pemerintah pusat Ottoman.

DI BAWAH KEKUASAAN OTTOMAN & INGGRIS

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Demonstrasi mendukung enosis.

Pasca Perang Rusia-Turki yang berakhir pada tahun 1876, terjadi perundingan antara Kerajaan Inggris dengan Kesultanan Ottoman 2 tahun sesudahnya. Hasilnya, berdasarkan Konvensi Siprus di tahun yang sama, Siprus menjadi wilayah prokterat Inggris di mana Inggris boleh memakai pulau tersebut sebagai pangkalan militernya untuk membantu Turki menghadapi invasi Rusia berikutnya. Namun menyusul pecahnya Perang Dunia I di mana Inggris & Turki berada di kubu yang berseberangan, Siprus akhirnya menjadi milik Inggris sepenuhnya sejak tahun 1914.

Inggris kemudian menawarkan Pulau Siprus ke Yunani pada tahun 1915 dengan harapan Yunani akan membantu Inggris dalam peperangan, namun tawaran itu ditolak oleh Perdana Menteri Yunani yang memilih tetap bersikap netral selama perang berlangsung. Pasca runtuhnya Ottoman & berdirinya Republik Turki di tahun 1923, pemerintah Turki menyatakan bahwa mereka mengakui kekuasaan Inggris atas pulau tersebut. Pernyataan tersebut lalu direspon dengan upaya-upaya pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang Yunani Siprus terhadap otoritas Inggris di pulau tersebut demi mengupayakan penyatuan Siprus dengan Yunani (dikenal juga dengan istilah "enosis").

Pasca Perang Dunia II, Yunani mulai mengupayakan enosis & membawa isu tersebut ke PBB dengan berpegang pada hasil referendum yang diadakan oleh pihak Gereja Siprus di mana 97 % komunitas Yunani Siprus menyetujui enosis. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah, referendum tersebut diboikot oleh komunitas Turki Siprus. Negara Turki sendiri menentang upaya enosis karena menurut Turki, Siprus terdiri dari 2 etnis dominan (Turki & Yunani) & masing-masing etnis harus diberi kebebasan mendirikan wilayah sendiri-sendiri. Ide Turki tersebut kemudian dikenal dengan istilah "taksim". Inggris selaku penguasa berdaulat Siprus sendiri cenderung bersikap netral dalam masalah ini karena baik Yunani maupun Turki sama-sama merupakan anggota NATO.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Logo dari EOKA & TMT.

Sebagai akibat dari upaya enosis yang selalu mendapat penolakan dari Inggris, tahun 1955 sejumlah orang yang berasal dari etnis Yunani Siprus pimpinan George Grivas mendirikan kelompok bersenjata yang bernama Ethniki Organosis Kyprion Agoniston (EOKA; Organisasi Nasional Pejuang Siprus) dengan tujuan memperjuangkan enosis melalui aksi-aksi bersenjata. Aksi-aksi bersenjata mereka yang mencakup pemboman, penembakan, & sabotase pada awalnya hanya ditujukan kepada pihak otoritas Inggris. Namun belakangan, mereka juga mengincar komunitas Turki di Siprus. Maka, 3 tahun kemudian, komunitas Turki di Siprus mendirikan kelompok bersenjata bernama Türk Mukavemet Teskilati (TMT; Organisasi Perlawanan Turki) untuk melindungi komunitas Turki Siprus dari serangan EOKA.

Tahun 1959, Inggris mengimplementasikan apa yang dikenal sebagai Perjanjian Zurich-London. Proses pembuatan perjanjian tersebut tidak melibatkan pihak Yunani & Turki, namun keduanya menyetujui perjanjian tersebut. Beberapa poin penting dari perjanjian itu adalah isu taksim & enosis tidak boleh dimunculkan, presiden Siprus haruslah dari etnis Yunani & wakilnya haruslah etnis Turki, serta Inggris tetap boleh menempatkan pangkalan militernya di Siprus. Siprus kemudian resmi dimerdekakan pada tanggal 15 Agustus 1960 dengan Inggris, Yunani, & Turki bertanggung jawab atas kelanggengan perjanjian tersebut dengan bersandar pada Traktat Jaminan & Traktat Aliansi.

MUNCULNYA KONFLIK ETNIS PASCA KEMERDEKAAN

Setelah Siprus merdeka, masalah baru langsung muncul. Sistem birokrasi yang dibuat di Siprus untuk mengakomodasi kepentingan etnis Turki dianggap terlalu berbelit-belit & tidak efisien sehingga aktivitas pemerintahan jadi sulit berjalan, terutama yang berkaitan dengan tata kota & perpajakan. Maka pada tahun 1963, Presiden Makarios mengajukan 13 amandemen untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul. Beberapa poin penting dari amandemen tersebut adalah penghapusan hak veto yang selama ini dimiliki presiden-wakil presiden, meninggalkan usulan sistem tata kota yang diinginkan etnis Turki Siprus, & penerapan sistem persentase populasi dalam sistem birokrasi sipil - menggantikan sistem birokrasi sebelumnya yang dianggap tidak proporsional karena porsi etnis Turki dalam parlemen jauh lebih besar dibandingkan persentase populasi mereka yang sebenarnya (saat itu populasi etnis Turki Siprus kurang dari 20 %). Usulan amandemen tersebut langsung ditolak oleh komunitas Turki Siprus dalam parlemen.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Milisi Turki Siprus di Limassol.

Di tahun yang sama dengan keluarnya amandemen, muncul dokumen kontroversial di antara komunitas Yunani Siprus dalam parlemen yang bernama "Rencana Akritas". Inti dari rencana tersebut adalah adanya aksi-aksi serangan terencana yang ditujukan kepada komunitas Turki di Siprus untuk memaksa mereka pergi sesegera mungkin sebelum adanya intervensi pihak asing (dalam hal ini 3 negara yang bertanggung jawab atas Perjanjian Zurich-London) sehingga etnis Yunani bisa mendominasi pemerintahan lokal Siprus & segera mengupayakan enosis. Komunitas Turki Siprus melihat hal tersebut sebagai ancaman terhadap eksistensi mereka di Siprus sehingga hubungan antar komunitas pun memanas kembali sejak tahun itu & mengawali babak baru dalam relasi antar komunitas.

Bulan Desember 1963, terjadi aksi serangan oleh kelompok paramiliter Yunani yang ditujukan kepada komunitas Turki di Nikosia & Larnaca pasca kerusuhan yang timbul antara sekelompok penduduk Turki Siprus dengan pasukan pengawal salah seorang menteri Yunani Siprus di Nikosia. Aksi kelompok paramiliter Yunani tersebut lantas dibalas kelompok paramiliter Turki TMT. Siprus pun akibatnya berubah menjadi medan perang yang berdarah ketika muncul aksi saling serang & saling bunuh antar etnis yang mengakibatkan munculnya ratusan korban tewas & hilang, di mana mayoritasnya merupakan etnis Turki. Sementara ribuan lainnya yang selamat kehilangan tempat tinggal & terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian. Periode ini juga ditandai dengan eksodus besar-besaran etnis Turki keluar Siprus.

Merasa berkepentingan atas nasib warganya di Siprus & memiliki status sebagai salah satu negara penanggung jawab keamanan di Siprus, Turki mengultimatum kalau mereka akan mengirimkan pasukan militer ke sana & sejak tahun 1964 sudah menyiagakan jet-jet tempurnya di atas Siprus. Di tahun yang sama, serangan-serangan sporadik terhadap komunitas Turki di Siprus juga berlanjut meskipun pembicaraan gencatan senjata sedang berjalan. Merasa khawatir bahwa Turki bisa menyerbu Siprus setiap saat, Presiden Makarios mendirikan angkatan bersenjata Garda Nasional yang terdiri dari orang-orang sipil Yunani Siprus yang direkrut dengan sistem mirip wajib militer & kelak menjadi tentara resmi dari negara Siprus.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Kokkina, tahun 2002.

Salah satu peristiwa penting di tahun 1964 adalah pertempuran di desa Kokkina, Siprus utara. Sejak konflik etnis meletus, komunitas Turki Siprus telah terkonsentrasi di Siprus utara, khususnya Kokkina. Otoritas Yunani Siprus melihat komunitas Turki memakai wilayah tersebut untuk mengimpor persenjataan serta relawan perang dari Turki secara diam-diam & melihatnya sebagai bentuk intervensi asing secara tersembunyi. Maka pada tanggal 6 Agustus 1964, pasukan yang terdiri dari gabungan Garda Nasional & tentara Yunani pimpinan George Grivas mengepung desa tersebut dengan bantuan artileri & armada laut. Komunitas Turki Siprus yang berada di sana pun kemudian meresponnya dengan perlawanan memakai senjata seadanya.

Turki yang merasa berkepentingan untuk melindungi keselamatan warganya di sana & masih terikat dengan perjanjian keamanan Siprus memutuskan untuk ikut serta dalam konflik di Kokkina. Tanggal 8 Agustus, pesawat-pesawat tempur Turki membombardir sejumlah target di Siprus. Akibat intervensi militer yang dilakukan Turki, relasi antara Turki dengan Yunani menegang & kedua negara sempat menambah jumlah pasukannya di perbatasan. Di lain pihak, mengancam akan menginvasi Turki bila Turki meneruskan intervensi militernya di Siprus. Pemerintah Siprus juga turut menambahkan akan menghancurkan setiap desa yang dihuni oleh etnis Turki bila Turki tidak menghentikan aksinya. Gencatan senjata akhirnya dicapai pada tanggal 9 Agustus 1964 & pasukan perdamaian PBB mulai diterjunkan di Siprus.

PERCOBAAN KUDETA PEMERINTAHAN SIPRUS

Tahun 1967, terjadi kudeta di Yunani yang dilakukan oleh sekelompok anggota militer sayap kanan. Sejak itu, Yunani dikuasai oleh rezim junta militer yang didukung oleh AS, tapi dikecam oleh negara-negara Eropa. Pemerintahan baru Yunani tersebut selanjutnya menekan Presiden Makarios untuk segera merealisasikan enosis. Namun Makarios yang tidak tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintahan militer Yunani & berusaha menghindari aksi-aksi yang bisa memprovokasi invasi Turki ke Siprus memutuskan untuk mulai meninggalkan impian enosis. Keputusan Makarios tersebut menimbulkan rasa tidak senang dari pihak junta militer Yunani & komunitas Yunani di Siprus yang pro-enosis.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Junta militer Yunani.

Bulan November 1967, beberapa anggota paramiliter Yunani EOKA-B di bawah pimpinan George Grivas - tokoh yang dulu juga pernah mendirikan kelompok paramiliter EOKA - melakukan sejumlah serangan ke pemukiman komunitas Turki di Siprus utara sehingga puluhan penduduk sipil Turki Siprus terbunuh. Tindakan Grivas & pasukannya tersebut mengundang kemarahan Turki yang kembali mengancam akan mengirimkan pasukan militer ke Siprus.

Ancaman Turki tersebut lalu diikuti dengan mundurnya Grivas dari posisinya sebagai pemimpin pasukan Yunani di Siprus &dipangkasnya jumlah personil Garda Nasional oleh Presiden Makarios. Makarios juga menyatakan bahwa upaya enosis sudah mustahil untuk dilaksanakan dalam waktu dekat & ia mulai mengumpulkan dukungan dari anggota Yunani Siprus berhaluan kiri yang anti-enosis. Di saat bersamaan, komunitas Turki Siprus juga membentuk badan pemerintahan sendiri menyusul rasa tidak puas terhadap pemerintah Siprus yang dianggap bersikap represif terhadap komunitas Turki Siprus.

Pihak junta militer Yunani serta komunitas Yunani Siprus yang pro-enosis menuduh Makarios sebagai pengkhianat & penghalang bagi mereka untuk mencapai tujuan enosis. Maka, pada bulan Juli 1974, kelompok paramiliter EOKA-B & Garda Nasional yang disponsori oleh junta militer Yunani melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan Siprus. Makarios yang menjadi target utama dari kudeta tersebut berhasil melarikan diri keluar Siprus dengan bantuan angkatan udara Inggris di Siprus. Sepeninggal Makarios, Nikos Sampson yang pro-enosis diangkat menjadi presiden baru Siprus.

INVASI TURKI & BERDIRINYA SIPRUS UTARA

Aksi kudeta terhadap pemerintahan Siprus tersebut langsung mengundang perhatian Turki. Setelah tidak berhasil menggalang dukungan dari Inggris selaku salah satu negara yang juga bertanggung jawab atas keamanan Siprus, Turki kemudian menyatakan akan segera mengirimkan pasukan ke Siprus dengan bersandar pada artikel 1 dalam Traktat Jaminan tahun 1960 yang intinya menyatakan bahwa negara-negara penjamin (Turki, Inggris, & Yunani) memiliki wewenang untuk mencegah upaya aneksasi Siprus oleh salah satu negara penjamin - dalam hal ini upaya enosis Siprus oleh Yunani - serta artikel 4 yang menyatakan kalau negara penjamin boleh memakai kekuatan militer untuk mencegah upaya aneksasi tersebut. Operasi militer Turki di Siprus tersebut juga dikenal di Turki dengan nama "Operasi Attila" & "Operasi Perdamaian 1974".

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Pasukan Turki saat mendarat di pantai utara Siprus.

Pasukan Turki tiba di pantai utara Siprus pada tanggal 20 Juli 1974. Di sana, mereka langsung mendapat aksi perlawanan dari pasukan pejuang Yunani Siprus ELDYK & Garda Nasional. Tiga hari kemudian, gencatan senjata diumumkan & perundingan damai antara perwakilan Turki dengan Siprus dilakukan. Dalam perundingan, Turki meminta pemerintah Siprus menerima usulan Turki untuk membentuk negara federasi & melakukan transfer populasi. Pemerintah Siprus meminta diberi waktu hingga 2 hari untuk mengkonsultasikan usulan Turki tersebut dengan Yunani. Namun keinginan Siprus ditolak oleh Turki yang curiga kalau Siprus akan menggunakan waktu tersebut untuk berkonspirasi dengan Yunani.

Tanggal 14 Agustus 1974 pasca kebuntuan dalam perundingan, Turki melancarkan gelombang serangan kedua ke Siprus yang juga dikenal sebagai "Operasi Attila II". Dalam gelombang serangan keduanya itu, Turki berhasil menguasai wilayah-wilayah penting di Siprus utara dari tangan pasukan gabungan Garda Nasional & ELDYK, termasuk wilayah utara Nikosia yang merupakan ibukota Siprus. Ketika Turki mengakhiri gelombang serangan keduanya pada tanggal 17 Agustus, pasukan Turki telah berhasil menguasai 38 % dari wilayah total Siprus. Pasukan Turki mengklaim bahwa ada 250 korban tewas & 550 terluka dari pihak mereka serta 700 tahanan perang dari pihak musuh yang mereka tahan selama operasi militer.

Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah korban sipil tewas selama operasi militer Turki di Siprus, namun diperkirakan jumlahnya mencapai 600 lebih - baik dari etnis Yunani maupun Turki Siprus - dengan ratusan ribu etnis Yunani Siprus yang selamat mengungsi keluar Siprus. Namun berkat invasi Turki ke Siprus juga, kudeta di Siprus berhasil digagalkan & Makarios kembali ke Siprus setelah sebelumnya berada di luar Siprus usai melarikan diri dari upaya kudeta. Invasi Turki di Siprus juga diikuti dengan tumbangnya rezim junta militer Yunani.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Wilayah Siprus utara (kuning) hasil taklukan militer Turki.

Tahun 1975, Negara Federasi Siprus Turki (Kibris Türk Federe Devleti) didirikan di wilayah Siprus utara yang dikuasai Turki sebagai langkah awal pembentukan negara federasi Siprus oleh komunitas Turki Siprus. Pembentukan federasi tersebut tidak diakui oleh Siprus & dunia internasional sehingga pembicaraan panjang pun dilakukan. Selama periode tersebut, Turki juga merelokasi puluhan ribu warganya ke wilayah utara Siprus, sehingga wilayah utara dalam perkembangannya didominasi oleh etnis Turki &diikuti dengan eksodus besar-besaran etnis Yunani Siprus ke wilayah selatan.

Setelah pembicaraan panjang mengenai pembentukan federasi Siprus oleh komunitas Turki Siprus dengan komunitas Yunani Siprus gagal menemukan titik terang, wilayah utara mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 15 November 1983 dengan nama resmi "Republik Turki Siprus Utara" (Kuzey Kibris Türk Cumhuriyeti) atau biasa disingkat "Siprus Utara" yang beribukota di Nikosia bagian utara dengan Rauf Denktas sebagai presiden pertamanya. Deklarasi kemerdekaan tersebut tidak mendapat pengakuan oleh dunia internasional, kecuali oleh Turki sendiri, yang diikuti dengan aksi embargo dunia internasional terhadap Siprus Utara. Pasca deklarasi kemerdekaan Siprus Utara, PBB lalu mendirikan "zona penyangga" (buffer zone) di daerah perbatasan Siprus Utara dengan wilayah selatan Siprus.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Bendera Turki (kiri) & Siprus Utara.

Menurut pihak Turki Siprus, pemerintah Siprus gagal melindungi & bahkan cenderung mendukung aksi pemusnahan etnis Turki Siprus selama periode konflik etnis untuk memaksa etnis Turki Siprus pergi, termasuk kepada mereka yang sedang ada di dalam birokrasi pemerintahan Siprus. Buntutnya, pihak Turki Siprus pun kemudian membentuk pemerintahan sendiri pada tahun 1967 yang berujung pada pendirian Republik Turki Siprus Utara ini demi tetap mengakomodasi kepentingan komunitas Turki di Siprus.

Di pihak yang berseberangan, kelompok Yunani Siprus menganggap bahwa tindakan etnis Turki Siprus menarik diri dari pemerintahan de jure Siprus adalah tindakan sukarela - bukan karena tekanan akibat konflik etnis - sambil menyebut kalau tindakan pendirian Siprus Utara sebagai bentuk separatisme & mengandung agenda tersembunyi Turki. Pihak Yunani Siprus juga mengklaim bahwa selama operasi militernya di Siprus, militer Turki melakukan pembantaian & pengusiran terhadap etnis Yunani Siprus.

PERKEMBANGAN TERAKHIR

Hingga sekarang, Turki masih menempatkan sekitar 40.000 personil militernya di Siprus Utara & keberadaan Siprus Utara masih belum diakui sebagai negara berdaulat oleh dunia internasional, kecuali oleh Turki sendiri. Di sisi lain, sejak pembentukan Siprus Utara & zona penyangga, aksi-aksi kekerasan dalam skala besar tidak pernah terjadi lagi selain aksi-aksi demonstrasi & insiden kecil antar tentara di perbatasan. Upaya-upaya pembicaraan belakangan terus dilakukan untuk memperbaiki relasi antara etnis Turki Siprus dengan Yunani Siprus yang meregang sejak konflik meletus & mengupayakan penyatuan kembali Siprus karena meskipun keberadaan Siprus Utara tidak diakui dunia internasional, pemerintah de jure Siprus tetap tidak mampu mengontrol wilayah Siprus Utara.

Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Suasana di batas zona penyangga kota Nikosia.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk penyatuan Siprus adalah proposal "Rencana Annan" yang diajukan oleh PBB tahun 2004. Inti dari proposal ini adalah pembentukan pemerintahan federal gabungan antara komunitas Turki Siprus dengan Yunani Siprus dengan komposisi masing-masing etnis dalam badan pemerintahan sebesar 50:50. Proposal tersebut disetujui oleh mayoritas penduduk Turki Siprus dalam referendum, namun ditolak oleh komunitas Yunani Siprus. Sebagai akibatnya, proposal itu pun gagal diimplementasikan & nasib upaya rekonsiliasi Siprus kembali menjadi tanda tanya.

https://www.re-tawon.com/2010/07/sip...=1568134576364
profile-picture
profile-picture
profile-picture
becanda dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 5
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Lapor Hansip
23-09-2019 07:49
Balasan post sidewinder11
Quote:Original Posted By sidewinder11
ini semua akibat perbuatan invasi kerajjaan ottoman di masa lallu.

kalo menganut sistem zaman baheula....sudah pasti saat kesultanan ottoman runtuh....penduduk asli (KALO MASI MAYORITAS) akan berusaha memusnahkan yg pendatang dgn alasan mau kembali ke mother land. ini wajar....

keturunan dari invader juga berada dalam kondisi serba salah krn mereka lahir di siprus sbg wn siprus dan sama sekali ga ada afiliasi sama turki. mereka ada warga siprus. tapi ya suku yunani asli tetap tidak mau tahu krn ada sejarah pahit invasi.

gimana solusi TERRRRBAIK menurut saya???


keluarkan UU yang mewajibkan setidak nya 1 anak dari setiap keluarga yunani untuk MENIKAHI warga turki siprus. dan sebaliknya setidak nya 1 anak dari tiap keluarga turki siprus utk menikahi warga yunani. atau kalo perlu semua anak WAJIB menikahi wanita NON SUKU nya.

dengan UU tsb dalam waktu 10-20 tahun keturunan yg dilahirkan semua akan homogen campuran Yunani-turki siprus alias melebur menjadi 1 ETNIS BARU yang TUNGGAL dan ENDEMIK siprus



Sebelum siprus permusuhan Greek vs Turk udah duluan terjadi di Anatolia Barat tahun 1921-1922.
Yunani ingin mencaplok anatolia barat disamping karena mayoritas penduduknya etnis Greek (Megali Idea) juga kesempatan Ottoman kalah perang di PD 1.
motifnya sama mempersenjatai etnis Greek dan mengusir etnis Turk dari anatolia. Tp kaum nasionalis Turki yg dipimpin Mustafa Kemal balik melawan dan merebut pusat Anatolia barat di Smyrna (Izmir).
lebih katastropik lg 1 juta etnis Greek yg gantian diusir dari anatolia utk ditukar dg 500 ribu etnis Turk di semenanjung Yunani.
padahal etnis Greek udah mendiami Anatolia sejak ribuan tahun emoticon-Frown
jd dari era jatuhnya Ottoman , Republik Turki udah 2 kali berurusan dg konflik etnis Greek Turk dan dua2 nya dimenangkan Turki.
jika saja operasi Attila tahun 1974 tidak dihentikan dunia internasional bisa2 invasi turki bisa mencaplok seluruh Siprus dan kejadian di Anatolia bisa terulang.
Tp ane stuju dg pembagian 2 wilayah itu karena konflik antar etnis bisa2 terjadi lagi jika kedua etnis tersebut disatukan.
ane bukan fans erdogan ataupun turki tp cuman kasih info aja.
Diubah oleh mamorukun
profile-picture
giacartone memberi reputasi
1 0
1
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 07:59
Quote:Original Posted By PneumonoCyclone
Yep Austria-Jerman mirip2 Inggris-Irlan lah krn Agama, sgt disayangkan aja Eropa terpecah belah beda sama Asia yg cenderung heterogen itu aja sih padahal dlu rata2 mereka kerajaan besar


Inggris-Irlandia mah juga beda suku gan, gak cuma beda agama.
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 08:01
Quote:Original Posted By mamorukun
Sebelum siprus permusuhan Greek vs Turk udah duluan terjadi di Anatolia Barat tahun 1921-1922.
Yunani ingin mencaplok anatolia barat disamping karena mayoritas penduduknya etnis Greek (Megali Idea) juga kesempatan Ottoman kalah perang di PD 1.
motifnya sama mempersenjatai etnis Greek dan mengusir etnis Turk dari anatolia. Tp kaum nasionalis Turki yg dipimpin Mustafa Kemal balik melawan dan merebut pusat Anatolia barat di Smyrna (Izmir).
lebih katastropik lg 1 juta etnis Greek yg gantian diusir dari anatolia utk ditukar dg 500 ribu etnis Turk di semenanjung Yunani.
padahal etnis Greek udah mendiami Anatolia sejak ribuan tahun emoticon-Frown
jd dari era jatuhnya Ottoman , Republik Turki udah 2 kali berurusan dg konflik etnis Greek Turk dan dua2 nya dimenangkan Turki.
jika saja operasi Attila tahun 1974 tidak dihentikan dunia internasional bisa2 invasi turki bisa mencaplok seluruh Siprus dan kejadian di Anatolia bisa terulang.
Tp ane stuju dg pembagian 2 wilayah itu karena konflik antar etnis bisa2 terjadi lagi jika kedua etnis tersebut disatukan.
ane bukan fans erdogan ataupun turki tp cuman kasih info aja.


OOT gan, kondisi maayarakat Yunani saat berada di bawah kekuasaan Ottoman dulu seperti apa? Apakah ada tekanan juga dari pihak penguasa?
0 0
0
Lihat 2 balasan
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 08:45
Gitu aja terus sampe ego nya habis.
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 09:28
letak nya itu lho, dekat timteng daerah konflik, dekat afrika utata rawan imigran. mau ke eropa juga agak jauh.

bisa dibilang di tengah2.
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 09:29
Quote:Original Posted By Arzal
Apakah kasar kalau gw bilang Turki itu bangsa penjajah?


Kalo yg punya mindset "yg penting seiman" akan nganggap mereka menyebarkan dakwah emoticon-Ngakak (S) rata² daerah bekas jajahan turki ottoman itu jadi sengketa mulu, contoh paling utama ya palestina-israel itu
profile-picture
jokerandbane memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 10:18
Ane dulu cuma tahu nama Siprus sama benderanya yang dominasi warna putih sama bunga apa gitu sama tangkainya, warna bunganya kuning (cmiiw)

Tapi setelah baca sekilas tritnya ane merasa ini nggak jauh beda dengan peristiwa di negeri ini yg pernah terjadi meski masalahnya ane masih bingung apakah karena etnis atau perbedaan agama. Semoga terwujud kedamaian buat kedua pihak.
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 10:47
sorry oot, pengalaman kerja bareng org greek dan turki di kapal berbeda
org greek bau bgt...
mandi cuma sekali seminggu..
kasar dan temperamen
makanannya lumayan enak lahh
perawakannya kayak org rusia

kalo orang turki makanannya rasanya anehhh
kebabnya ukuran raksasa, beda bgt ama yg dijual di jakarta
orangnya lebih kayak arab + eropa
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 11:20
bertambah wawasan neh emoticon-Jempol









konveksi tas
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 11:41
dari sejarah udah keliatan bukan? ketika birokrasi negara baru diberlakukan, yg ad rebutan kekuasaan lagi.

yg bilang referendum solusi, kepikiran apa yg mungkin terjadi waktu pemerintahan yg baru mau dibentuk.

liat timor-timur, butuh berapa lama damai setelah referendum? sumber dayanya apa semua masih dikuasai timor-timur? in case papua, seberapa yakin sumber daya papua bakal dikuasai orang papua sendiri. akan selalu ada balas budi atas jasa negara penyokong kemerdekaan.

solusinya..gw jg g tau
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Lapor Hansip
23-09-2019 11:43
Balasan post Gailham
Jadi 2nd class citizen gan. Jadi mereka gak boleh kerja di area pemerintahan baik sipil maupun militer. Dan parahnya kadang mereka gak boleh masuk ke universitas pemerintah atau sekolah pemerintah. Puncaknya sih pada waktu 1915 Turki udah melakukan Genocide sama kaum2 non-turki atau non-muslim. Contohnya orang Yunani sama orang Armenia.
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 11:45
ane pengen ke cyprus emoticon-Matabelo
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 11:46
manstap infonya Gaaaan

sayang kurang gambar Siprus sebagai pulau indah, ga kebayang indahnya gimana, nih ane tambahin Gan gambarnya, Cyprus yang indah emoticon-Malu (S)
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara


emoticon-Kiss
Senam tuh jangan disitu-situ aja, sama yang itu-itu aja.
Yuk Sehat dan Ceria Bersama Berbagai Komunitas Joged!
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 11:53
Tipsnya oke dah mantul konthal kanhtul emoticon-Leh Uga
hanya buat kamu
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 12:24
H KIPROS EINAI ELLADA, OKHI TURKIA
Diubah oleh doombringer2211
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 12:40
Quote:Original Posted By ibianconeri404
Jadi 2nd class citizen gan. Jadi mereka gak boleh kerja di area pemerintahan baik sipil maupun militer. Dan parahnya kadang mereka gak boleh masuk ke universitas pemerintah atau sekolah pemerintah. Puncaknya sih pada waktu 1915 Turki udah melakukan Genocide sama kaum2 non-turki atau non-muslim. Contohnya orang Yunani sama orang Armenia.


Tapi secara keamanan bisa disimpulkan gak kalo wilayah taklukan Ottoman itu gak banyak konflik? Timbulnya konflik lebih ke dorongan negara lain macam Rusia yang menyokong Balkan atau Inggris yang menyokong Arab?

Genosida Armenia itu bukannya karena mereka memberontak ke pemerintahan Ottoman ya, akibat dorongan Rusia sewaktu PD 1? Atau ada kasus-kasus kecil yang akhirnya memuncak di tahun 1915 itu?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 13:27
bisa gitu ye gan
ckckck emoticon-Big Grin
0 0
0
Siprus, Pulau Indah yang Penuh Prahara
23-09-2019 14:23
Wah ane baru tau kalo siprus ada sejarahnya kaya begini. Ane dulu pernah festival budaya wakilin indonesia di siprus tahun 2013. Kotanya tuh sepi banget gitu pas dulu ane kesana dijalan aja masih jarang kendaraan lewat terus lampu merah aja masih jarang. Tapi kotanya enak sihh pantainya bagus2 tp panas buangettt
0 0
0
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.