alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8615bb337f936a4f1faadf/sri-mulyani-soroti-anggaran-daerah-habis-untuk-gaji-dan-operasional
Lapor Hansip
21-09-2019 19:21
Sri Mulyani Soroti Anggaran Daerah Habis untuk Gaji dan Operasional
Penulis: Agatha Olivia Victoria
Editor: Martha Ruth Thertina
19/9/2019, 02.05 WIB

"APBD itu lebih dari 75% habis untuk belanja gaji dan operasional sehingga ini menyebabkan pembangunan daerah kurang," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani Soroti Anggaran Daerah Habis untuk Gaji dan Operasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih belum efisien. Sebagian besar anggaran daerah habis untuk gaji pegawai dan operasional. Alhasil, tak banyak tersisa anggaran untuk pembangunan daerah.

"APBD itu lebih dari 75% habis untuk belanja gaji dan operasional sehingga ini menyebabkan pembangunan daerah kurang," ujar Sri Mulyani dalam Orientasi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (18/9).

Ia memaparkan, belanja pegawai di 542 daerah mencapai Rp 410,57 triliun atau 36% dari total anggaran belanja yang mencapai Rp 1.153,9 triliun. Kemudian, porsi belanja barang dan jasa sebesar 23% atau Rp 270,6 triliun.

Sri Mulyani menguraikan, terdapat lima jenis belanja barang dan jasa terbesar dalam APBD 2018. Kelima jenis belanja tersebut yakni belanja jasa dan kantor, belanja perjalanan dinas, belanja barang dan jasa BLUD, belanja barang pakai habis dan belanja pemeliharaan.

Selanjutnya, belanja daerah lainnya memiliki porsi 22% atau Rp 249,12 triliun. Sedangkan belanja modal memiliki porsi paling sedikit yakni 19% atau Rp 223,55 triliun.

Ia mengatakan, pemerintah pusat akan mendorong perbaikan tata kelola APBD, di antaranya melalui penetapan standar biaya. Langkah ini diharapkan bisa mendukung efisiensi APBD. "Jangan sampai ada satu provinsi atau kota yang standar biayanya bisa 20 kali lipat dibandingkan kota yang lain," ucap dia.

Berdasarkan PP Nomor 12/2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, standar biaya satuan akan diterapkan pada lima jenis pengeluaran daerah, yaitu honorarium, biaya perjalanan dinas, biaya paket meeting, biaya pengadaan kendaraan dinas, serta biaya pemeliharaan.

Sri Mulyani menambahkan pihaknya juga akan membuat Bagan Akun Standar (BAS). Bagan ini akan menjadi pedoman dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan pelaporan keuangan pemerintah daerah.

Dengan BAS, seluruh APBD dapat dibandingkan. Sehingga akan terlihat daerah mana yang mampu mengelola keuangannya secara efisien dan produktif. "Ini tujuannya juga untuk memperkuat akuntabilitas dari APBD. Kami berharap DPRD bisa menjadi partner dalam memperbaiki kualitas pengelolaan APBD," ujarnya.

https://katadata.co.id/berita/2019/0...an-operasional
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
21-09-2019 19:28
Jangan gitu lah Bu, Khan kasian pendukung kepala daerah gak bisa jadi pegawai honor di pemda lagi
0
21-09-2019 19:29
makanya bayar pajak woi, banyak yang mesti dikasih tunjangan dan penghidupan layak, liburan, biaya sekolah, buat bikin usaha mandiri, bayar utang, dana pensiun dan lain2....emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh hhendryz
0
21-09-2019 19:31
Kan gw dah bilang, deletin aja 80% populasi ternak unfaedah yg dipelihara di Setda, kecamatan dan kelurahan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 4 lainnya memberi reputasi
5
21-09-2019 19:37
Anggaran pembangunan palingan juga tinggal sisa2 yg turun kebawah....

Wes biasa inih... emoticon-Cool
0
21-09-2019 19:42
daridulu cuma disorot2 saja emoticon-Big Grin
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
21-09-2019 19:43
Balasan post Sinkhole
Quote:Original Posted By Sinkhole
daridulu cuma disorot2 saja emoticon-Big Grin


iyalah kan bukan negara komunis cem vietnam dan china yg bs langsung intervensi emoticon-Big Grin
0
21-09-2019 19:47
Quote:Original Posted By hhendryz
makanya bayar pajak woi, banyak yang mesti dikasih tunjangan dan penghidupan layak, liburan, biaya sekolah, buat bikin usaha mandiri, bayar utang, dana pensiun dan lain2....emoticon-Angkat Beer


apakah yg dikasih kerja nya bener? korupsi masih dimana2, etos kerja rendah, harusnya gaji disesuaikan dengan prestasi nih
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
21-09-2019 19:53
Balasan post rizkyren2
kayak mereka peduli aja...yang penting liburan, bayar sekolah anak, bayar utang, bayar cicilan, bayar apa aja lah, selain kelompok mereka semua boleh dicuekin emoticon-Angkat Beer
0
21-09-2019 19:53
dikasih yang bersih malah pengen ditendang gara2 salah ngomong doank.

sekarang diksh yg jelek kerjanya tp ngomongnya santun malah ngomel jga.

makanya coba pakai logika dulu jangan pakai hati.
0
21-09-2019 19:54
Itu kebodohan kepala daerah nya sj. Klo pintar mereka ajak investor masuk ke daerahnya, pasti apbd jadi naik. Masuk saja 1 mall, sudah serap ratusan tenaga kerja, dan pajak. Semakin banyak investor masuk, semakin banyak karyawan, semakin banyak pendapatan, ekonomi naik.

Simpel sj masalah apbd ya itu investasi. Tp skrg kebanyakan kepala daerah itu tdk pintar alias ....., mereka taunya hanya bagaimana membangun alias hambur2kan uang untuk pembangunan, belanja dll. Tp tidak tau cara mendatangkan uang.

Ibaratnya mental anak manja, hanya tau beli ini itu tanpa tau menghasilkan uang.
profile-picture
profile-picture
kempez dan x_tra memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
21-09-2019 19:55
kok gua gak percaya ya ?
0
21-09-2019 20:07
Bullshit
0
21-09-2019 20:09
Emang bener sih
0
21-09-2019 20:12
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
Kan gw dah bilang, deletin aja 80% populasi ternak unfaedah yg dipelihara di Setda, kecamatan dan kelurahan


Ternak unfaedah itu apaan oom?
0
Lihat 1 balasan
21-09-2019 20:13
Quote:Original Posted By ovo.strike
kok gua gak percaya ya ?


Lo hidup dmn bre?emoticon-Cape d...
0
21-09-2019 20:17
Bukan DKI kayaknya

APBD DKI malah sisa banyak bgt tiap tahun
0
21-09-2019 20:32
Sudah rahasia umum.

Kalau ada acara, LPJ-nya dimarkup.
Pakai kuitansi rekaan.
Duit fisiknya diembat rame-rame, lumayan buat bekal ke neraka kan.. emoticon-Wkwkwk
0
Lihat 1 balasan
21-09-2019 20:36
Semoga biaya perjalanan dinas pejabat daerah bisa ditekan.
0
21-09-2019 20:38
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

Yang penting pegawainya sejahtera..
urusan rakyat daerah no 2
0
Lapor Hansip
21-09-2019 20:55
Balasan post sfast
Quote:Original Posted By sfast
Itu kebodohan kepala daerah nya sj. Klo pintar mereka ajak investor masuk ke daerahnya, pasti apbd jadi naik. Masuk saja 1 mall, sudah serap ratusan tenaga kerja, dan pajak. Semakin banyak investor masuk, semakin banyak karyawan, semakin banyak pendapatan, ekonomi naik.

Simpel sj masalah apbd ya itu investasi. Tp skrg kebanyakan kepala daerah itu tdk pintar alias ....., mereka taunya hanya bagaimana membangun alias hambur2kan uang untuk pembangunan, belanja dll. Tp tidak tau cara mendatangkan uang.

Ibaratnya mental anak manja, hanya tau beli ini itu tanpa tau menghasilkan uang.


Ngarepin kepala daerah susah, ngarepin rakyat milih yang waras juga susah, akhir kata, kepala daerah cerminan masyarakat setempat gimana emoticon-Leh Uga
profile-picture
kempez memberi reputasi
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.