alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8434f94601cf70bc506e38/soal-film-the-santri-uas-gak-bisa-bedakan-mana-toleransi-mana-telor-asin
Lapor Hansip
20-09-2019 09:10
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin


Film The Santri yang mengambil kisah kehidupan para santri di pondok pesantren, belakangan menuai kontroversi dari berbagai pihak. Bahkan, Ustaz Abdul Somad (UAS) juga ikut angkat bicara soal pro dan kontra terkait film garapan Livi Zheng ini.

Mengutip Jitunews.com, UAS yang diminta tanggapan mengenai film tersebut menjawab bahwa haram hukumnya untuk masuk ke rumah ibadah orang lain.

"Karena Nabi SAW tak mau masuk ke dalam tempat kalau di dalam itu ada patung berhala. Maka dalam Islam, mazhab Syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah (yang) di dalamnya ada berhala," imbuh UAS.

"Sekarang banyak yang tak bisa membedakan, kebablasan. Tidak bisa membedakan mana toleransi, mana telor asin. Harus bisa dibedakan. Jangan karena toleransi mengorbankan keyakinan, akidah, anak-anak kita. Naudzubillah," sambungnya.

"Dan orang-orang yang pernah di pesantren pun, ketika menonton itu mengatakan ini bukan anak pesantren. Anak pesantren tak begitu," tandasnya.

ketakutan amat loh mad masuk gerejaemoticon-Traveller
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin
Diubah oleh cukur.rambu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
karikai04 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 15
20-09-2019 09:59
Quote:Original Posted By cepute
baru aja emoticon-Malu (S)


Hina amat lu tonk, emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan ekaputra19 memberi reputasi
2
20-09-2019 10:00
kakbah itu sebelum futhul makkah, isinya berhala2, mad

Sebelum hijrah, muhammad dan muslim awal2, ibadah di kakbah itu sampai dilempari kotoran

Somad ini gak belajar islam dengan benar, asal njeplak aja

Malu gua, agama dirusak sama ustad2 model begini

Ijasah sarjana doktor nya jadi percuma emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tamadate6 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Lapor Hansip
20-09-2019 10:00
Balasan post mudah dihafal
ketika karya seni ada konten agama, karya seni tersebut harus mengikuti peraturan agama tersebut.
coba deh kalian ubah perspektif ke umat muslim, gmn rasanya ketika agama islam dibawa2 untuk dijadikan karya seni trus nilai2 agamanya terdapat banyak perbedaan dengan ajarannya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manthug.thok dan 2 lainnya memberi reputasi
-3
Lapor Hansip
20-09-2019 10:01
Balasan post cepute
@ustad.syam apakah ini yang dimaksud dengan bursa transfer?
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan I.Just.Run memberi reputasi
2
20-09-2019 10:01
Quote:Original Posted By iseng2019
Itulah yang membelenggu Ustadz Abdul somad mencapai Tahap berikutnya,ilmu ustadz sudah mantap, tapi penyatuan Shahadat kedalam jiwa lahir batin ustad masih terbelenggu, Walaupun kita masuk gereja atau dimanapun asalkan kita masih bershadat tidak masalah, bahkan di beberapa tempat kadang kita harus berbagi tempat untuk beribadah dengan non muslim


Kok jd pengen ngetes ya misalnya masing2 ulama/uztadz yg NU dan yg model UAS ini, diculik trus dimasukan ke dalam rumah ibadat agama lain.. mau liat reaksi masing-masing emoticon-Big Grin mana yg selow mana yg menggigil sambil baca bacaan macem2.. emoticon-Big Grin
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
1
20-09-2019 10:04
baru masuk saja sudah dibilang dosa. trus bagaimana dengan tukang batunya?
0
20-09-2019 10:07
Ini dia ustadz spesialis kekapiran emoticon-Hammer2
0
Lapor Hansip
20-09-2019 10:07
Balasan post dhickkrist
Quote:Original Posted By dhickkrist
Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin

Soal Film The Santri, UAS: Gak Bisa Bedakan Mana Toleransi, Mana Telor Asin

sekali-kali si somad suruh maen2 ke sampokong semarang. Tiap hari banyak wrga trutama muslim main kesana.


Kalau mau menilai muslim lihat lah ajaran agamanya om, Jangan melihat individunya. Memang didalam islam melarang untuk memasuki tempat peribadatan non muslim, kecuali untuk mendakwahkan mereka.
Jangan mentang mentang ada seorang muslim yang pergi ketempat peribadatan non muslim, ente jadi berfikiran bahwa itu dibolehkan.
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan ekaputra19 memberi reputasi
-2
20-09-2019 10:10
lah UAS terus pak Anies dan putra mahkota arab dan masih banyak lagi, yang ente pun tidak akan mungkin bisa menghitung jumlahnya ente mau sebut mereka haram, oo suci hanya untuk ente yah, sorry sepertinya anda sudah terlalu sombong didewakan para pengikutmu, sehingga hilang semua ilmu dan akalmu ketika berdakwah sudah, ente berdakwah bukan untuk kebaikan lagi ini ane liat, memancing konflik terus dan selalu merasa diri Tuhan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 3 lainnya memberi reputasi
4
20-09-2019 10:11
Quote:Original Posted By Semfirdaus
Kalau mau menilai muslim lihat lah ajaran agamanya om, Jangan melihat individunya. Memang didalam islam melarang untuk memasuki tempat peribadatan non muslim, kecuali untuk mendakwahkan mereka.
Jangan mentang mentang ada seorang muslim yang pergi ketempat peribadatan non muslim, ente jadi berfikiran bahwa itu dibolehkan.

JAKARTA, iNews.id – Kontroversi dan kritikan membanjiri trailer Film The Santri garapan Livi Zheng hasil kerja sama dengan PBNU.

Film itu dinilai tidak mencerminkan santri, terlebih ada adegan muslim masuk gereja yang bisa dianggap murtad.

Menanggapi kontroversi itu, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlaltul Ulama (PCINU) Australia, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) angkat bicara.

Dikutip dari nadirshah.net, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan Dr KH M Luqman Hakim ini menuturkan awalnya diminta Ustaz Yusuf Mansur untuk menjelaskan bagaimana hukumnya seorang Muslim memasuki gereja.

Sebab, belakangan ini ada tokoh yang mengatakan, murtad bagi Muslim yang masuk gereja.

Ada lagi yang mengatakan, haram menurut mazhab Syafi’i. Bagaimana status hukumnya yang sebenarnya? Ada baiknya penjelasan ini saya tuliskan dan bagikan untuk yang lain.

Menurut Gus Nadir, sebenarnya tidak ada larangan dalam nash Alquran dan Hadits yang secara tegas melarang Muslim masuk gereja atau rumah ibadah lain. Karena itu, perkara ini masuk ke wilayah interpretasi, atau penafsiran para ulama. Itulah sebabnya para ulama berbeda pandangan mengenai status hukumnya.

Saya kutip keterangan dari kitab Mausu’ah Fiqh Kuwait. Kitab ini ensiklopedia persoalan fikih dari berbagai mazhab. Begini penjelasannya:

1. Ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa makruh bagi seorang Muslim memasuki sinagog dan gereja.

2. Sebagian ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa tidak boleh bagi orang Muslim memasuki tempat ibadah non-Muslim kecuali ada izin dari mereka. Sebagian ulama mazhab Syafi’i yang lain berpendapat bahwa tidak haram memasuki tempat ibadah non-Muslim meski tanpa ada izin dari mereka.

3. Ulama mazhab Hanbali berpendapat boleh bahwa memasuki sinagog dan gereja, dan rumah ibadah lainnya, serta melalukan shalat di dalamnya, tapi hukumnya makruh menurut Imam Ahmad, jika di dalamnya ada gambar.

4. Ibn Tamim berpendapat tidak mengapa masuk sinagog dan gereja jika tidak ada gambar di dalamnya, begitu juga shalat di dalamnya. Ibn Aqil berpendapat makruh karena ada gambar.



Masalah ini ada dua pendapat: ada yang bilang tidak mengapa shalat di dalam gereja berdasarkan riwayat dari sahabat Nabi, Ibnu Umar dan Abu Musa, sebagaimana dikisahkan oleh banyak ulama, dan ada juga riwayat dari Ibn Abbas dan Malikbahwa salat di gereja makruh karena ada gambarnya.

Penjelasan di atas terdapat dalam juz 20, halaman 245.

Adapun dalam juz 38, halaman 155, masih di kitab yang sama, ada tambahan keterangan:

“Ulama mazhab Maliki, Hanbali, dan sebagian ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa BOLEH bagi orang Muslim memasuki sinagog, gereja dan rumah ibadah lainnya.”

Bayangkan, kita masih berdebat soal boleh memasuki gereja atau tidak, para ulama bahkan sudah membahas bolehkah shalat di dalam gereja.

Seperti tercantum di atas, mereka mengatakan sholatnya sah, dan ada yang membolehkan secara mutlak, namun ada yang memgatakan sah, namun makruh karena ada gambar di dalam gereja.

Kita tambahkan dengan mengutip satu kitab fiqh perbandingan mazhab lainnya, yaitu kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah.

Dalam juz 2, halaman 57:

Ibn Qudamah menjelaskanal-Hasan, Umar bin Abdul Azis, Sya’bi, Awza’idan Sa’id bin Abdul Azis, serta riwayat dari Umar bin Khattab dan Abu Musa, mengatakan tidak mengapa salat di dalam gereja yang bersih.

Namun Ibn Abbas dan Malikmemakruhkannya karena ada gambar di dalam gereja. Namun bagi kami (Ibn Qudamah dan ulama yang sepaham dengannya) Nabi Saw pernah salat di dalam Ka’bah dan di dalamnya ada gambar. Ini juga termasuk dalam sabda Nabi: “jika waktu shalat telah tiba, kerjakan shalat di manapun, karena di manapun bumi Allah adalah masjid (tempat sujud).”

Ibn Qudamah juga mengutip kisah menarik dalam juz 7, halaman 283:

Ketika Umar bin Khattab memasuki negeri Syam dan itu diketahui oleh kaum Nasrani negeri tersebut, mereka berinisiatif untuk menyambut Umardengan menyajikannya makanan. Namun jamuannya itu disajikan di dalam gereja mereka.

Lalu Umar menolak hadir dan memerintahkan Ali untuk menggantikannya. Datanglah Ali ke undangan tersebut lalu masuk ke dalamnya dan menyantap hidangan yang disediakan. Kemudian Ali berkata: “aku tidak tahu kenapa Umar menolak datang?” Kata Ibn Qudamah, ini bukti kesepakatan mereka para sahabat bahwa memasuki gereja/sinagog tidaklah haram.

Nah, mungkin ada yang bertanya: mengapa Umarmenolak datang? Kalau haram, mengapa Umar mengutus Ali? Kelihatannya alasan Umar tidak mau masuk dan menghadiri jamuan di gereja adalah karena khawatir umat Islam akan memahami bahwa boleh merebut gereja itu dan mengubahnya dijadikan masjid. Ini juga yang dilakukan Umarsaat menolak masuk ke gereja di Palestina.

Umar menghindari kerusakan dan kekerasan. Namun, jelas bahwa Imam Alidan para sahabat memasuki gereja dan menghadiri jamuan di dalamnya.

Demikianlah penjelasan dari kitab klasik yang otoritatif agar kita tidak memahami persoalan ini dengan emosi dan mudah mengkafirkan atau memurtadkan suadara kita yang masuk ke dalam gereja.

Ini bukan jawaban orang liberal, syi’ah, orientalis, sekuler atau sebagainya. Ini murni jawaban dari kitab fikih berdasarkan pendapat para ulama, dan praktik Nabi Saw dan para sahabat. Mari kita hormati keragaman pendapat ulama.

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.
profile-picture
profile-picture
mrokeoceh dan ekaputra19 memberi reputasi
2
Lihat 7 balasan
20-09-2019 10:22

"Karena Nabi SAW tak mau masuk ke dalam tempat kalau di dalam itu ada patung berhala. Maka dalam Islam, mazhab Syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah (yang) di dalamnya ada berhala," imbuh UAS.

batu hitam sendiri itu apa ? emoticon-Busa
profile-picture
gojira48 memberi reputasi
1
20-09-2019 10:27
Dulu Nabi Muhammad dengan susah payah bikin kafir jadi muslim .
Eh jaman sekarang umatnya malah dengan gampangnya kafir2in semua orang emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan ekaputra19 memberi reputasi
2
20-09-2019 10:29
Heran nih orng masih aja jadi PNS
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
1
20-09-2019 10:30
Makanya jadi umat jangan bodoh gak bisa bedakan mana ustad abal2 dengan yang asli emoticon-Big Grin
profile-picture
oke.oce memberi reputasi
1
20-09-2019 10:30
Quote:Original Posted By Edex
Yg penting konsisten kalau pakai mahzab, giliran tata cara wudhu ikut syafii, giliran puasa ikut hanafi, cari yg ringan2 aja..ini mah oportunis namanya


mereka cari enak nya aja gan.. hadduuuhh
0
20-09-2019 10:30
keyakinannya si UAS cetek tuh emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
20-09-2019 10:32
Balasan post cepute
krn kita itu ga bisa hidup sendiri, lu pasti pakai buatan kafir

di bali banyak muslim masuk temple, bahkan borobudur diklaim sbg bagian mereka

kl lu pny prinsip agamaku agamaku, lalu mengapa ada muslim yg ngebom gereja bakar wihara?
Diubah oleh neptunium
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bikerok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lapor Hansip
20-09-2019 10:33
Balasan post Edex
Quote:Original Posted By Edex
Yg penting konsisten kalau pakai mahzab, giliran tata cara wudhu ikut syafii, giliran puasa ikut hanafi, cari yg ringan2 aja..ini mah oportunis namanya


@Edex

yg penting penting klo mo ngebacot ada dasar hukum beserta kutipan2 kitabnya.....emoticon-Embarrassment

ga asal mbacot.

mau ikutan mana itu urusan masing2 pribadi,
buwang waktu urusin pribadi masing orang....


emoticon-Imlek







emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
1
20-09-2019 10:34
Quote:Original Posted By neptunium
krn kita itu ga bisa hidup sendiri, lu pasti pakai buatan kafir

di bali banyak muslim masuk temple, bahkan borobudur diklaim sbg bagian mereka


bukannya borobudur peninggalan nabi sulaiman?
bukan klaim tp fakta
0
Lihat 3 balasan
20-09-2019 10:35
Baru sekarang ane denger (baca) kalo masuk tempat ibadah agama lain bisa auto murtad (merusak akidah)..emoticon-Hammer2
Bbrp waktu yg lalu baca ungkapan dari gus muwafiq, yg kira2 begini "kalo HP kita kartunya Telkomsel walaupun dibawah tower XL emang nya otomatis berubah?"

Ane yg awam sih lebih setuju dg pendapatnya gus muwafiqemoticon-I Love Kaskus
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan gojira48 memberi reputasi
2
Halaman 3 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.