alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d838f9988b3cb25b572b75f/kontroversi-cover-tempo-saat-kritik-lewat-karya-dinilai-menghina
Lapor Hansip
19-09-2019 21:24
Kontroversi Cover Tempo: Saat Kritik Lewat Karya Dinilai Menghina
Kontroversi Cover Tempo: Saat Kritik Lewat Karya Dinilai Menghina


Kontroversi Cover Tempo: Saat Kritik Lewat Karya Dinilai Menghina

Sejumlah orang yang mengatasnamakan Jokowi Mania untuk melaporkan Majalah TEMPO edisi terbaru, pada Senin (16/9/2019) siang

Baca selengkapnya di artikel "Kontroversi Cover Tempo: Saat Kritik Lewat Karya Dinilai Menghina", https://tirto.id/eifq

Quote:
tirto.id - Sejumlah orang mengatasnamakan Jokowi Mania mendatangi Dewan Pers melaporkan Majalah Tempo edisi terbaru, Senin (16/9/2019) siang. Mereka berjumlah kurang lebih 20 orang dan mengenakan pakaian berwarna putih.

Ketua Umum Jokowi Mania, Imannuel Ebenezer mengatakan sampul Majalah Tempo diduga telah menghina Presiden RI karena memuat gambar Joko Widodo dengan bayangan hidung panjang seperti tokoh Pinokio.

Ia menuding sampul Majalah Tempo edisi 16-22 September tak lagi menganut kaidah jurnalistik, melainkan cenderung menjadi alat propaganda. Ia menuding sampul majalah seperti itu tidak mendidik bagi masyarakat.

Kuasa hukum Jokowi Mania, Reinhard Taki, menambahkan sampul Majalah Tempo dinilai tidak etis dan tidak mendidik.

“Kami enggak mempersoalkan soal simbol negara. Enggak. Kami membicarakan soal gambar ini menurut saya enggak mendidik. Kalau memang Tempo enggak setuju revisi [UU KPK], buat saja gambar yang baik ya. Berikan pendidikan hukum yang baik kepada masyarakat,” kata dia.

Namun, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin, merasa hal itu tidak salah sama sekali. Ade bilang, kritik semacam itu "sangat lumrah dalam praktik demokrasi".

"Apalagi Jokowi sebagai Presiden dipilih oleh rakyat. Jadi kedaulatan mutlak milik rakyat. Sehingga kritik adalah hal yang wajar dan bagian dari kebebasan berekspresi," kata dia.

Semiotika Kritik Sosial

Dosen semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB), Acep Iwan Saidi, mengatakan gambar sampul Majalah Tempo yang dilaporkan ke Dewan Pers perlu memisahkan dua hal secara jernih, yaitu antara gambar wajah Jokowi dengan gambar bayangan wajah Jokowi dengan hidung panjang.

Jadi, kata Acep, yang berhidung panjang bukan gambar wajah Jokowi, melainkan gambar bayangan wajah Jokowi.

"Dengan demikian, jika gambar Jokowi sendiri merupakan imej yang dipantulkan media [Tempo] sebagai cermin, gambar bayangan itu harus dibaca sebagai cermin di atas cermin atau cermin berlapis. Secara semiotika, saya ingin menyebutnya 'tanda di atas tanda,' sebuah konotasi berlapis," kata Acep saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (17/9/2019).

Itu artinya, lanjut Acep, gambar tersebut harus dibaca sebagai cara bagaimana Majalah Tempo menggambarkan situasi sosial yang berkembang, yakni berbagai tanggapan publik luas terhadap sikap Jokowi terkait tema pemberantasan korupsi yang menjadi konten liputannya. "Tempo tampaknya menganggap bahwa tanggapan dan sikap yang dominan di masyarakat adalah ketidaksetujuan. Ketidaksetujuan tersebut, pada tingkat yang paling ekstrem, mengingatkan publik pada imej tentang presiden Jokowi sebagai petugas partai—ingat pernyataan Megawati yang terus-menerus menjadi perbincangan itu,” kata Acep.

Gambar di sampul Majalah Tempo, menurut Acep, bukan kritik yang langsung terhadap Presiden Jokowi, melainkan sebuah mekanisme bagaimana Majalah Tempo mendeskripsikan wacana yang berkembang di masyarakat mengenai sikap presiden tersebut.

"Pada titik ini, Majalah Tempo sedang coba menyuarakan suara publik melalui bahasa metaforik gambar cover. Dalam perspektif semiotika sedemikian, hemat saya gambar itu tidak perlu dilaporkan. Tindakan mudah melaporkan adalah representasi dari masyarakat yang cengeng dan antipemikiran," kata dia.

Acep sendiri mengaku tidak menangkap adanya penghinaan maupun bermuatan politis dalam sampul Majalah Tempo. Menurut dia, dalam ranah intelektual, gambar itu menjadi salah satu bagian menarik untuk diperbincangkan, diperdebatkan, baik secara akademik maupun dalam arena publik populer yang lebih terbuka.

"Dan dengan gambar ini, Presiden Jokowi juga memiliki peluang untuk berbicara lebih luas, terlibat dalam wacana yang justeru dapat menyebabkannya terus-menerus berada di tengah-tengah warganya," katanya.

Seniman Boleh Kritis

Sampul Majalah Tempo pun dibela oleh sesama seniman. Riyan Riyadi, orang di balik tokoh ilustrasi ThePopoh, salah satu yang membela. Ia mengaku sepakat dan setuju dengan ilustrasi yang ada di sampul Majalah Tempo.

"Gue setuju cover-nya. Gue suka banget. Lucu. Gue suka banget cover Tempo Pinokio itu. Walau ada yang bilang, 'wah, ini ngejelek-jelekkin Presiden atau pejabat' lah, ya bukan ngejelek-jelekin tapi memang kondisinya seperti itu. Itu cara seniman berbicara lewat visual,” kata Riyan saat dihubungi reporter Tirto, Selasa sore.

Mengkritik lewat ilustrasi oleh para seniman, kata Riyan, menjadi hal yang lumrah. Ia bahkan mengaku dirinya sudah mengkritik asap dan karhutla lewat ilustrasi sejak beberapa tahun terakhir dan di-publish di akun Twitter-nya.

"Kalau dipermasalahin, ya semua juga bisa dipermasalahin. Gue juga agak menyayangkan Jokowi dan orang-orangnya tuh anti-kritik. Apa-apa dipermasalahkan. Apa-apa ditangkap. Kayak Orde Baru," kata Riyan.

Riyan mempertanyakan, jika ilustrasi seperti itu dianggap menghina presiden atau pejabat, bagaimana dengan pejabat yang selama ini justru “menghina rakyatnya:" tak cepat selesaikan masalah karhutla, korupsi merajalela, hingga janji-janji sejak masa kampanye yang tak kunjung terealisasi.

“Itu, kan, sama saja penghinaan terhadap masyarakat. Kayak pejabat dulu janji ketika kampanye, tapi sekarang enggak ada. Gimana itu enggak dalam bentuk penghinaan masyarakat? Kalau dibalikin mereka juga sudah dari kapan tahun ngerendahin masyarakat. Dengan cara nipu, dengan cara nanti-nanti akan janjinya," kata dia.

Ia menambahkan “sangat menyayangkan banget itu ada yang protes karena pejabat ngerasa dihina, ya Majalah Tempo gue pikir enggak sembarangan bikin visual. Mereka berpendidikan, basic jurnalis yang pintar-pintar dan kompeten, enggak ngasal hina. Enggak asal beropini. Gue kurang setuju jika disebut menghina Presiden, karena itu kan cuma bayangan saja, kan. Bayangan Jokowi, bukan Jokowi Pinokio.”

Reporter: Haris Prabowo Penulis: Haris Prabowo Editor: Abdul Aziz




https://tirto.id/kontroversi-cover-t...menghina-eifq





dah dibilang suci, malah brani mengkritak kritik, mamfus dah lu tempo


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Diubah oleh b7u3f7ag88
profile-picture
profile-picture
profile-picture
isengajah02 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 6
Lapor Hansip
20-09-2019 00:25
Balasan post Momokdud
Quote:Original Posted By Momokdud


Sy yakin akhir2 ini org yg kritis thd jkw saat ini sebetulnya jg sebagian pendukung jkw yg kecewa atas keputusannya..
tapi biar gak maluu.. maka diseret pula lah nasbung kampret fpi onta taliban bla bla bla..
panic detected



Memang banyak pendukung Jkw yg kecewa dg keputusan kepret KPK.
And yesss, gw cuma ngakak doang ga mau ikutan setuju/share penggiringan opini kpktaliban or teori cocokmologi bawa2 ustad dengkul.

Di KPK banyak nasrani, termasuk sepupu gw.
No hoax. Sepupu gw tertutup, sepertinya memang sop terkait pekerjaan.
Gw maklum.

Jauh sebelum kepemimpinan Jkw, KPK sdh rusak.
Dan ga ada pendukung SBY yg maksa teori cocokmologi kpktaliban.

Tbh, gw support Jkw terkait uu baru KPK.
Memang perlu pembenahan, klo memang masih ga tega utk bubarin
emoticon-Ngakak

Oke lahh, gw maklum klo panik.
Tapi jgn bikin teori aneh2.
Urusan ada anggota/pejabat kpk aliran taliban, itu lebih ke personalnya.
Yang wajib diserbu adalah kinerja kpk yg jeblok, bukan personalnya.

Sdh pecah suara gini, kenapa sih pake nambah masalah tuntut2 tempo?
Tambah runyam.
Cengeng bgt.

Klo sdh terbiasa dituding pki, hrsnya kebal urusan cover majalah tok.
0
20-09-2019 00:30
hmmm ane ngeliat di masa pemerintahan baru jokowi nanti banyak diserang habis habisan dibanding periode sebelumnya

abis main di fb, pendukungnya jadi kalap nyalah nyalahin tempo emoticon-Cape d...

ane bukan pendukung siapa siapa dan bukan orang tempo tapi mbok ya mikir jernih aja. kalau ga semua rakyat bakal puja puji tiap hari. dan pendukung jokowi ga terima akan hal itu emoticon-Cape d...

tapi ya ntahlah mungkin para pemuja ini bakal kena getahnya nanti pas ada keputusan dari jokowi yang bakal berimpact sama kehidupan mereka
0
20-09-2019 00:32
aneh tempo dulunya pro ke jokowi, ada apa geranganemoticon-Hammer (S)
0
20-09-2019 00:38
Quote:Original Posted By l.kripac98
sejak terbit lagi tahun 1998 tempo emang selalu cari sensasi lewat kulit mukanya


Quote:Original Posted By sibuk.nyaleg
kl lu boleh demo membela imam besar (kontooolnye) ampe bersilit2, knpe org ga boleh bela presiden? imam lu ud bikin ape emang? bikin rusuh iye..


Quote:Original Posted By sibuk.nyaleg
Tempo dulu raja majalah... sekarang kan dah banyak kesaing ma majalah2/koran2 online.. jadi perlu caper lah.. Mosok kalah sama yg ecek2 dan anak baru.. kangen dibredel.. krn jadi tambah dicari..


Quote:Original Posted By tanah.liat
emoticon-Bingung

Kan udah bener lewat prosedur... lapor,ntar di liat ada unsur penghinaan ndak...


Ahhh nasbungtaik asu mana bisa bedakan menghina dan kritik..... emoticon-Angkat Beer


Quote:Original Posted By tukangkredit
@sibuk.nyaleg
imamnya nasbung udah bikin utang emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By kbeniadip
Nah itu dia, gue bingung tokoh yang ngasih sumbangsih baik ke negara dihina, sementara yang ngacau negara dipuja-puja..
Sudah pada mabuk mungkin gan..
emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By tanah.liat
GOBLOK nyolot emoticon-Ngakak (S)

Napa lari ke KPK??

Udahlah.... otak ente belum sampai ngomong ama ane emoticon-Big Grin


hiya hiya hiya
emoticon-Ngakak
0
20-09-2019 01:10
Elah tirto. emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
20-09-2019 01:17
Balasan post whellere
Hi Om Whellere!!
Sebulan ini terpaksa tidur jam 2 an, krn teman gw meleknya justru pas disini tengah malam wkkkkk
Ada urusan, jadi kudu komunikasi intens. Hehe

Gw malah baru ngeh cendol apaan.
Parah dahh gw klo soal yg satu ini wkkkkkk

Ketika kita berusaha objektif, artinya siapapun yg keluar jalur, wajib dikritik, persetan itu pro atau kontra pemerintah.. ehhh tiba2 ada aja yg aneh2.

Betul Om.
Gw juga perhatikan yg kontra Jkw sdh ga keras gaungnya.
Diberitakan media pun terkesan cuma mau narik atensi publik.
Biasalahhh, strategi jualannya media ga jauh2 dr orang2 yg penuh kontroversi.
Tapi ga ada efeknya. Biasa2 aja.

Malah justru cebongers yg mulai cari gara2 duluan.
Contoh : Tiba2 ada yg nanya kemana Neno Warisman.
Otomatis heboh, jadi ada bahan nyinyir massal cem pelampiasan stres. Wkkkkk
Yg nanya jg cem banci medsos gila atensi emoticon-Ngakak (S)

Orangnya sdh ga tau kemana, ngapain dibahas?
Kek cari gara2 doang gitu lohh.

Urusan karhutla, seolah2 Pak Sandi satu2nya penyebab karhutla.
Gw ga belain, cuma kocak aja, Pak Sandi mulu yg diangkat.
Efek karhutla sdh dari dulu.
Tapi cebongs baperan mulu, gara2 seuprit kamprets di medsos kritik Jkw yg dianggap ga becus urus karhutla, digeret2 lahhh pak Sandi tiap hari wkkkkkkkk
Pdhl gw yakin, masih jauh lebih banyak warga yg ga salahkan Jkw terkait karhutla.

Belum lagi kpk, segala cocokmologi tali ama ban dibawa2.
Keknya susah bgt sekedar lapang dada ketika orang yg kita hormati dikritik.
Mosok kalah kuat mental ama gw yg lapang dada terima kalah, berani kritik keras orang yg gw pilih ketika pilpres dan tunjukkan bhw gw sadar dimana kesalahan gw/orang yg gw dukung.
Gw ga peduli dimaki/ditinggal pendukung 02 saat itu.
Wkkkkkkk

Hrsnya rangkul lahh mrk yg dulu kontra Jkw.
Jkw aja akhirnya bisa 'tos2an' bareng PS.
Kok yaa fansboy nya malah yg bikin rusak lagi suasana yg sdh mulai stabil??
Segala cover doang dipermasalahkan.

Nahh iya, klo salah ya salah.
Benar, ayo kita bela.

Iyaa Om, ini mau ngorok bentar lagi emoticon-Ngakak
profile-picture
belial memberi reputasi
1
20-09-2019 01:45
Gw dukung tempo deh..
Ngga tau deh begimana kelojotannya para penghamba jokowi kalo jokowi diperlakukan macem trump dicak-cakin sama orang² demokrat amerika sono. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
zeledi memberi reputasi
1
20-09-2019 02:01
Kalo mau disebut negara sosialis tapi kebutuhan dasar tidak dijatah negara, kalo mau disebut negara kapitalis tapi mengkritik presiden ditangkap. Jadinya apa dong... negara koruptor palingan yang paling cocok
profile-picture
zeledi memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
20-09-2019 02:12
Quote:Original Posted By seigneur.
wainiii, soeharto mania, habibie mania, ama sby mania kaga ada maen lapor2 tuh
emoticon-Wakaka

komen palingg top di trit ini adlh, nulis ‘nastaik’ auto jadi nasbungtod..
sumpeh makin kemari nastaik makin kentara pamer kegoblokan
emoticon-Leh Uga


Emang nastaik gobloknya gak ketulungan untung ane tobat dah emoticon-Leh Uga
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
1
Lapor Hansip
20-09-2019 02:15
Balasan post seigneur.
TEMPO dah 2 kali dibredel loh di jaman Soeharto

Tahun 1982, mengenai Soeharto dan Golkar

Tahun 1994, mengenai Habibie (yang cover Habibie dan Kapal itu)

kalo jaman orba mah, ngga perlu lapor-lapor....ntar "hilang" sendiri

:d
0
20-09-2019 02:18
Quote:Original Posted By kosofyu
Hi Om Whellere!!
Sebulan ini terpaksa tidur jam 2 an, krn teman gw meleknya justru pas disini tengah malam wkkkkk
Ada urusan, jadi kudu komunikasi intens. Hehe

Gw malah baru ngeh cendol apaan.
Parah dahh gw klo soal yg satu ini wkkkkkk

Ketika kita berusaha objektif, artinya siapapun yg keluar jalur, wajib dikritik, persetan itu pro atau kontra pemerintah.. ehhh tiba2 ada aja yg aneh2.

Betul Om.
Gw juga perhatikan yg kontra Jkw sdh ga keras gaungnya.
Diberitakan media pun terkesan cuma mau narik atensi publik.
Biasalahhh, strategi jualannya media ga jauh2 dr orang2 yg penuh kontroversi.
Tapi ga ada efeknya. Biasa2 aja.

Malah justru cebongers yg mulai cari gara2 duluan.
Contoh : Tiba2 ada yg nanya kemana Neno Warisman.
Otomatis heboh, jadi ada bahan nyinyir massal cem pelampiasan stres. Wkkkkk
Yg nanya jg cem banci medsos gila atensi emoticon-Ngakak (S)

Orangnya sdh ga tau kemana, ngapain dibahas?
Kek cari gara2 doang gitu lohh.

Urusan karhutla, seolah2 Pak Sandi satu2nya penyebab karhutla.
Gw ga belain, cuma kocak aja, Pak Sandi mulu yg diangkat.
Efek karhutla sdh dari dulu.
Tapi cebongs baperan mulu, gara2 seuprit kamprets di medsos kritik Jkw yg dianggap ga becus urus karhutla, digeret2 lahhh pak Sandi tiap hari wkkkkkkkk
Pdhl gw yakin, masih jauh lebih banyak warga yg ga salahkan Jkw terkait karhutla.

Belum lagi kpk, segala cocokmologi tali ama ban dibawa2.
Keknya susah bgt sekedar lapang dada ketika orang yg kita hormati dikritik.
Mosok kalah kuat mental ama gw yg lapang dada terima kalah, berani kritik keras orang yg gw pilih ketika pilpres dan tunjukkan bhw gw sadar dimana kesalahan gw/orang yg gw dukung.
Gw ga peduli dimaki/ditinggal pendukung 02 saat itu.
Wkkkkkkk

Hrsnya rangkul lahh mrk yg dulu kontra Jkw.
Jkw aja akhirnya bisa 'tos2an' bareng PS.
Kok yaa fansboy nya malah yg bikin rusak lagi suasana yg sdh mulai stabil??
Segala cover doang dipermasalahkan.

Nahh iya, klo salah ya salah.
Benar, ayo kita bela.

Iyaa Om, ini mau ngorok bentar lagi emoticon-Ngakak


Tempo media gk ky bikinan paloh ama Aburizal brey, yg keduanya freming media menggiring opini, terus dua duanya punya misi beda, kalo punya paloh kelihatan banget gak pernah kritik pusat, malahan aneh kalo lu baca karya2 Chomsky *kebebasan pers, dan pers dan media digunakan fungsi kekuasaan* pada akhirnya sasar kritik itu malah dimintai tanggung jawab sm die hard si pendukung wiwi, beda cerita jaman SBY yg pernah didemo bahkan dibikin lawakannya Di Metro TV setiap malam Minggu, tapi apakah pendukung SBY baper? Lucu emang untuk kasus cebong ini emoticon-Shakehand2
profile-picture
makeiteasy69 memberi reputasi
1
20-09-2019 02:56
spt nya bakal ada front baru setelah nasbung nastak kampret cebong yg sedang mencari jatidiri, mencari2 posisi, kawan & siap meramaiken.

isinya ya tetep aja dr orang2 alumnus nastak nasbung kampret cebong itu sendiri
emoticon-Wakaka

*namanya jg politik
0
Lihat 1 balasan
20-09-2019 03:09
Dalam negara yg katanya menganut demokrasi, presiden dipilih langsung oleh rakyat utk melaksanakan amanat rakyat, jadi dia itu pekerja/pegawai, rakyat bosnya, kenapa malah diperlakukan seperti nabi.
profile-picture
profile-picture
makeiteasy69 dan mansion_999 memberi reputasi
2
20-09-2019 03:17
Quote:Original Posted By suryahendro
Lucunya Faham kebencian.
Padahal sdh sesuai jalur hukum dgn melapor ke dewan pers..


apa lu udah survei bahwa yg kontra dgn pelaporan itu adalah penganut faham kebencian??
mana bukti otentiknya utk mendukung statement lu itu yg gw merahin?

bukan soal prosedurnya apakah sudah sesuai atau tidak, tp soal betapa sangat jijik liat prilaku para fansboi itu yg melapor ketika junjungannya dijadikan bahan kritikan, serasa sangat antipati terhadap org yg tidak suka dgn kebijakan junjungan nya.
itu sama aja menuhankan seseorang.

dikritik karna yg disorot adalah brita hangat yaitu soal kpk.

pernah nonton metrotipu waktu jaman rejim sby yg acara nya berupa parodi yg dibawakan si butet dan si jarot?
acaranya selalu memparodikan sby dan hampir smua mantan presiden.

tau gak waktu pdipret demo di rejim sby yg bawa2 kerbau utk mensimbolkan kerbau itu adalah sby??


gw jd mikir fansboi2 itu sengaja diplihara atau diadakan seperti massa akar rumput di partai atau di ormas, supaya punya massa militan atau dpt sebagai tameng utk membentengi junjungannya dlm meminimalkan hawa negatif junjungannya emoticon-Big Grin


jd berdiskusi dgn fansboi diehard kayak ente sangat useless karna udah jelas dogma yg di input ke otak fansboi itu isinya apa emoticon-Big Grin



Quote:Original Posted By kosofyu


Memang banyak pendukung Jkw yg kecewa dg keputusan kepret KPK.
And yesss, gw cuma ngakak doang ga mau ikutan setuju/share penggiringan opini kpktaliban or teori cocokmologi bawa2 ustad dengkul.

Di KPK banyak nasrani, termasuk sepupu gw.
No hoax. Sepupu gw tertutup, sepertinya memang sop terkait pekerjaan.
Gw maklum.

Jauh sebelum kepemimpinan Jkw, KPK sdh rusak.
Dan ga ada pendukung SBY yg maksa teori cocokmologi kpktaliban.

Tbh, gw support Jkw terkait uu baru KPK.
Memang perlu pembenahan, klo memang masih ga tega utk bubarin
emoticon-Ngakak

Oke lahh, gw maklum klo panik.
Tapi jgn bikin teori aneh2.
Urusan ada anggota/pejabat kpk aliran taliban, itu lebih ke personalnya.
Yang wajib diserbu adalah kinerja kpk yg jeblok, bukan personalnya.

Sdh pecah suara gini, kenapa sih pake nambah masalah tuntut2 tempo?
Tambah runyam.
Cengeng bgt.

Klo sdh terbiasa dituding pki, hrsnya kebal urusan cover majalah tok.



typical pendukung itu macam2, ada die hard, medium, biasa2 aja dan ada yg realistis.
die hard itu udah kagak ada obatnya, pokoknya udah menuhankan, militan, mirip kayak massa akar rumput di partai dan ormas
koordinator atau bos nya die hard buzzer ini selalu cari umat sbg calon militan dgn brain wash dan selalu tampil di depan buat mengkoordinir rencannya buat ngebela junjungannya

sedangkan pendukung realistis, konsisten ame idealisme, gitu benar pasti dibela, gitu ada yg salah kebijaknnya pasti menyalahkan

typical yg lainnya, selalu membuyarkan konsentrasi debat dgn mengalihkan topik atau penggiringan opini supaya org yg di debat gak sadar udah lari dari fokus utama isi debatnya, itulah sbg trik utk membela junjungannya emoticon-Big Grin

contohnya gitu ada yg komeng menyalahkan junjungannya langsung dicap nasbungtaik, radikalis, bla.. bla.. bla
padahal pelabelan nasbungtaik itu udah abis ketika junjungannya kalah pilpres
sedangkan pelabelan nastaik akan selalu ada karna junjungannya jd presiden
so, yg menyalahkan si kowik jelas berbagai kalangan karna yg menang pilpres adalah kowik, ntah itu nasbungtaik, realistis, golput, atau bahkan alien dan mahluk dari planet namec
sekian bahas soal topik pendukung.
itu opini subjectif ane soal pendukung emoticon-Big Grin


bahas topik lain, soal kpk.
gw gak setuju dgn argumen lu yg bilang kinerja kpk yg jeblok.
menurut gw, jangan nyalahkan kpk nya, salahkan pemerintah dan dpr.
soal kualitas pekerjaan kpk itu ditentukan oleh produk hukum nya yg nyata2 produk hukum itu dibuat oleh pemerintah dan dpr. jadi kpk bekerja berdasarkan UU kpk
benar gak, klo dulu kpk dibentuk itu esensinya karna 2 institusi (polisi dan jaksa) tidak efektif membrantas korupsi??
jadi logikanya, klo esensinya begitu, kpk yg merupakan lembaga ad hoc harusnya diisi oleh non polisi dan jaksa,
harusnya isi UU kpk itu menyesuaikan esensi nya napa dibentuk kpk supaya kpk kerja lebih sangat garang utk membasmi koruptor.
bukan menyalahkan kpk
lah ini, di jaman junjungan nastaik ini malah makin suram dan lebih parah, pimpinan kpk yg terpilih dari polisi.
aplg liat rekam jejaknya pernah dikeluarkan secara kode etik dr kpk, trus soal transparansi harta kekayaanya jg msh dipertanyakan.
gak kebayang ane yg mimpin kpk dr polisi, padahal dulu kpk dibentuk karna polisi dan jaksa tidak efektif.
klo gitu mending kpk dibubarkan sekalian, toh juga yg mimpin polisi emoticon-Big Grin




Quote:Original Posted By dsturridge15


Tempo media gk ky bikinan paloh ama Aburizal brey, yg keduanya freming media menggiring opini, terus dua duanya punya misi beda, kalo punya paloh kelihatan banget gak pernah kritik pusat, malahan aneh kalo lu baca karya2 Chomsky *kebebasan pers, dan pers dan media digunakan fungsi kekuasaan* pada akhirnya sasar kritik itu malah dimintai tanggung jawab sm die hard si pendukung wiwi, beda cerita jaman SBY yg pernah didemo bahkan dibikin lawakannya Di Metro TV setiap malam Minggu, tapi apakah pendukung SBY baper? Lucu emang untuk kasus cebong ini emoticon-Shakehand2



beda kasus breh.. beda kasus yg ane maksud ituh ke persoalan typical pendukung
sebelum kowik, kagak ada yg namanya pendukung2 presiden kayak ala fansboi artis atau model2 militan kayak massa akar rumput partai atau ormas.

model pendukung ebrubah total secara era digital kayak medsos booming sehingga menghasilkan metoda baru utk menciptakan pendukung dgn membentuk fansboi militan dan dukungan media buat propaganda utk menaikkan elektabilitas si target utk dicalonkan sbg capres emoticon-Big Grin


emoticon-Ngacir2
profile-picture
zeledi memberi reputasi
1
20-09-2019 03:50
SJW berikut medianya ingin bebas tapi melanggar hak2 orang lain. tempo itu jurnalisme, harusnya sampaikan fakta bukan opini, apalagi sok2an bawa2 seni. kritik jurnalistik harus berdasar fakta, cover both sides, bukan karya seni.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makeiteasy69 dan 2 lainnya memberi reputasi
-1
20-09-2019 04:17
coba lu yg bukan wartawan bikin Meme tagline nya "W*rt*w*n Tukang Palak", klo trus viral pasti digugat pencemaran nama baek 😂😂😂 gak pake bak bik buk dewan pers dewan pers-an 😂😂😂
0
Lapor Hansip
20-09-2019 04:24
Balasan post kretekkretek
justru nasbung makin solid sambil teriak "benar kan apa kata gue"
justru nastak yang pecah ada yang tetap membabi buta memuja idolanya dan ada yang kehilangan kepercayaan dan harapan pada idolanya dan auto dicap nasbung dari nastak yang lain
profile-picture
profile-picture
makeiteasy69 dan pemburu.kobokan memberi reputasi
2
20-09-2019 04:30


Quote:Original Posted By billyns
SJW berikut medianya ingin bebas tapi melanggar hak2 orang lain. tempo itu jurnalisme, harusnya sampaikan fakta bukan opini, apalagi sok2an bawa2 seni. kritik jurnalistik harus berdasar fakta, cover both sides, bukan karya seni.


Lu goblok ya? Dulu bawa2 taliban, sekarang sjw, terus ini taliban, radikal plus sjw sekarang njing?
profile-picture
billyns memberi reputasi
-1
Lihat 1 balasan
20-09-2019 04:30
Kebijakan yg dirasa gak sesuai ya kudu dikritik donkk bukan ngedukung mbabibuta guoblokkemoticon-Blue Guy Bata (L)
0
20-09-2019 04:39
YANG KEBAKARAN JENGGOT PENDUKUNGNYA, YANG DI DUKUNG LAGI PHOTOSHOT DI LOKASI KEBAKARAN HUTAN.
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Diubah oleh prayogibambang
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
1
Halaman 4 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.