alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8358b7a72768429a189bfe/viral-video-seruan-tentara-aceh-darussalam-usir-semua-orang-non-aceh
Lapor Hansip
19-09-2019 17:30
Viral Video Seruan Tentara Aceh Darussalam, Usir Semua Orang Non Aceh
Quote:Viral Video Seruan Tentara Aceh Darussalam, Usir Semua Orang Non Aceh

Suara.com - Penduduk Aceh yang berasal dari luar daerah diminta untuk segera meninggalkan provinsi di ujung utara pula Sumatra itu.

Perintah tersebut disampaikan seorang pria yang menamakan kelompoknya Pembebasan Kemerdekaan Atjeh Darussalam/Atjeh Merdeka (PKAD/AM) dan (Teuntra Islam Atjeh Darussalam (TIAD).

Melalui sebuah video yang diunggah akun Facebook Yahdi Ilar Rusydi Smh, Selasa (17/9/2019), pria itu berbicara di depan kamera, mengungkapkan perintahnya.

Di samping kiri dan kanannya, berdiri lima pria yang menutupi wajahnya menggunakan kain serban dan kacamata hitam.

Hanya satu pria di tengah yang menampakkan parasnya. Namun, mereka semua sama-sama mengenakan seragam hijau loreng-loreng.

Viral Video Seruan Tentara Aceh Darussalam, Usir Semua Orang Non Aceh

Pria tersebut memerintahkan warga dari luar Aceh untuk segera pergi untuk sementara waktu, tetapi diberi kesempatan bersiap-siap sampai tenggat waktu 4 Desember 2019.

Alasannya, mereka ingin menyelesaikan permasalahan di Aceh tanpa campur tangan penduduk dari luar Aceh.

PKAD/AM dan TIAD bahkan mengancam orang-orang yang tidak menuruti perintahnya. Berikut transkrip lengkap ucapan dari perwakilan kelompok tersebut di video:

"Hari ini bertepatan dengan 18 Muharram, sebagai bangsa yang mempunyai adat budaya dan etika di dalam bernegara, maka kami bangsa Aceh Darussalam menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa yang ada di Aceh Darussalam saat ini untuk keluar dari Aceh Darussalam selain daripada bangsa Aceh Darussalam.

Yang merasa diri bukan bangsa Aceh Darussalam kami persilakan untuk sementara waktu untuk keluar dari negeri kami karena kami ingin menyelesaikan persoalan bangsa kami untuk mendirikan hukum Allah di bumi Aceh Serambi Mekah.


Maka dari itu kami atas anama PKAD/AM Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam/Aceh Merdeka dan TIAD, Tentara Islam Aceh Darussalam, menyerukan kepada seluruh bangsa selain bangsa Aceh Darussalam untuk keluar dari Aceh Darussalam sementara waktu.

Kami berikan masa tenggang waktu paling lama 4 Desember 2019, dan bila pada tanggal tersebut orang-orang yang tidak berkepentingan dan berkenaan dengan Aceh Darussalam tidak keluar, maka jangan salahkan kami untuk mengambil satu tindakan terhadap orang-orang yang memang tidak berkepentingan di Aceh Darussalam.

Bila perkara menyangkut Aceh Darussalam sudah selesai, kami persilakan kepada bangsa-bangsa yang lain untuk masuk lagi kembali ke negeri Aceh Darussalam, mengingat hal tersebut adalah menentukan dari segala hal, terutama menyangkut kedaulatan Aceh Darussalam. Kami tidak mau bangsa lain ikut campur dalam penyelesaikan hak kedaulatan kami bangsa Aceh Darussalam."

Belum ada keterangan dari pihak berwajib tentang viral-nya video ini.

https://m.suara.com/news/2019/09/19/...orang-non-aceh


Klo abis tsunami dulu aja diem.. Sekarang dah lupa.. Ah elah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 12
Lapor Hansip
19-09-2019 20:59
Balasan post kampret.stres
Quote:Original Posted By kampret.stres
Mungkin Aceh ingin lepas dari Indonesia karena tidak menerapkan hukum syariah. Maling tidak dipotong tangannya, wanita boleh berboncengan dengan tukang ojek online pria, artis televisi tidak berjilbab, dll.


mo nanya
ud dikasih otonomi khusus
dpt puluhan trilyun

tp kok masuk provinsi termiskin tergembel se sumatra? emoticon-Ngakak

ga malu sama sumut provinsi gotham ?
0
Lapor Hansip
19-09-2019 21:01
Balasan post suromenggolo
Quote:Original Posted By suromenggolo
Makanya, dikasih hak istimewa make hukum syariah bikin nglunjak

Siapapun atau apapun di luar syariah pasti dianggap musuh

Makanya gwa tuh paling aneh ada undang undang, perda yang pake dasar ajaran agama. Ini negara majemuk, banyak agama, suku dan budaya


di bali yg pake hukum adat no 1 drpd hukum nasional ga se sinting aceh mbah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
deferclown dan apollion memberi reputasi
2
19-09-2019 21:03
orang Aceh memang terkenal rasis-nya, terutama terhadap orang Jawa. Dianggap musuh nomor 1. Gw pernah di Aceh sekitar tahun 2000-2001, sebelum tsunami dan sebelum darurat militer. Tapi keadaan sedang gawat-gawatnya saat itu, gw orang Jawa tapi ngaku orang Bugis (Kebetulan pernah tinggal di Sulawesi, jadi sedikit-sedikit pake logat Bugis).

Pernah suatu ketika makan di warung makan di dekat Universitas Syiah Kuala, banyak orang makan dan ngopi, gw makan sama temen, orang suku Gayo dari Takengon, Aceh Tengah. Orang yang ngopi ngobrol keras-keras pake bahasa Aceh yang gw gak ngerti, tapi ada yang sedikit gw ngerti yakni kata-kata "Jawa Kapee, Jawa Kapee". Atau Jawa kafir, Jawa kafir. Meskipun sama-sama Islamnya orang Aceh menganggap orang Jawa sebagai kafir, karena dianggap jarang Sholat.

Sampe di mobil, tak tanyain temenku yang orang suku Gayo itu apa yang mereka bicarakan tadi. Temenku itu senyum sinis sambil bilang, biasa orang pesisir ya kebiasaannya ya seperti itu (Orang suku Gayo menyebut orang suku Aceh sebagai orang pesisir), kawanku itu nyerocos panjang lebar terus bilang, "mereka itu sok hebat, sok paling alim, sok superior padahal gak bisa apa-apa, mereka mencaci maki orang Jawa setiap hari, padahal sayur mayur yang tadi mereka makan, buah-buahan yang mereka makan juga itu yang mengusahakan ya para petani Jawa dan Gayo di pedalaman Aceh Tengah sana, Tanah Gayo. Mereka bahkan tidak bisa bertani. Kopi Aceh yang terkenal itu, mereka cuma dapat ketenaran dari itu, padahal para petani kopi-nya adalah kami orang Gayo dan juga Transmigran Jawa di Tanah Gayo, kopinya tumbuh di tanah gayo, dan setelah itu orang lebih mengenal sebagai Kopi Aceh, kenapa tidak Kopi Gayo, padahal bukan orang pesisir (suku Aceh) petani-nya." gw agak kaget dengan sentimen negatif kawanku itu yang orang Gayo pada orang suku Aceh.

Kawanku ngomong lagi, mereka selalu bilang usir orang Jawa pendatang dari tanah Aceh, apakah mereka tidak sadar mereka itu juga pendatang. Kami orang Gayo-lah penduduk asli daerah ini, mereka orang pesisir itu juga pendatang, makanya ada plesetan ACEH (Arab Cina Eropa Hindustan), campuran dari berbagai bangsa-bangsa luar jadilah orang suku Aceh, dan kini mereka mengaku sebagai orang asli. Terus terang kami orang Gayo sudah hidup berdampingan dengan baik dengan orang-orang Jawa (transmigran) di Tanah Gayo sana, mereka datang dari jauh dan saling menghormati dengan kami, sedangkan dengan orang pesisir (suku Aceh), meskipun satu pulau, satu provinsi, tapi kami saling tidak menyukai, itu karena tingkah laku mereka. Orang Jawa yang tinggal di Tanah Gayo sana, semuanya bisa Bahasa Gayo, dan kami pun orang Gayo sedikit-sedikit ngerti bahasa Jawa. Sedangkan orang pesisir di Tanah Gayo sana hampir semuanya gak bisa bahasa Gayo, dan tidak penting juga bagi kami orang Gayo mempelajari bahasa mereka (Bahasa Aceh). Sudah kelihatan kan sifat mereka. GAM tidak ada pengaruhnya di Tanah Gayo, jika ada GAM di Tanah Gayo itu pasti orang-orang pesisir yang tinggal di Tanah Gayo atau pelarian dari pesisir. Kami tidak ada urusan dengan GAM. Demikian kata temanku itu panjang lebar.

Dan memang sepanjang perjalanan darat jalur Bireuen - Takengon, kelihatan jelas bedanya. (Bireuen adalah basis terkuat GAM saat itu, sedangkan Takengon, tanah Gayo adalah basis terkuat pendukung NKRI). Di Bireuen, waduh ngeri bener saat itu, banyak tentara di jalanan, banyak pos-pos tentara dan pemeriksaan. Sampe temenku bilang, jangan bicara apa-apa sepatah kata pun, takut ketahuan sebagai orang Jawa. Jika aku ajak omong cukup manggut-manggut saja, waspada jika disweeping GAM. Bireuen memang menakutkan, di tembok-tembok ada grafiti atau tulisan yang mendukung GAM. Seperti "Usir penjajah Indonesia-Jawa dari Aceh", contohnya. masih inget betul aku. Ketika sudah masuk wilayah Aceh Tengah baru temenku agak lega, setidaknya lebih aman sekarang, Mungkin tidak ada GAM di sini. Suasana mulai lain, tampak 1-2 bendera Merah Putih berkibar di rumah penduduk. Ketika masuk Kota Takengon, full Merah Putih di mana-mana, di rumah-rumah penduduk. Grafiti dan tulisannya di tembok lain lagi, kali ini tulisannya "Tetap Setia Bersama NKRI". Ada lomba pacuan kuda dengan Merah Putih berkibar di mana-mana, seperti tidak terjadi konflik apa-apa. Aman terkendali.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Lihat 2 balasan
19-09-2019 21:12
wuihhh... 🤔
0
19-09-2019 21:13
Quote:Original Posted By akumidtorc
Indahnya islam....

Subhanallah...


Islam emang indah bro. Makasih ya emoticon-Blue Guy Cendol (L)
0
Lapor Hansip
19-09-2019 21:16
Balasan post markjankulovski
Quote:Original Posted By markjankulovski
orang Aceh memang terkenal rasis-nya, terutama terhadap orang Jawa. Dianggap musuh nomor 1. Gw pernah di Aceh sekitar tahun 2000-2001, sebelum tsunami dan sebelum darurat militer. Tapi keadaan sedang gawat-gawatnya saat itu, gw orang Jawa tapi ngaku orang Bugis (Kebetulan pernah tinggal di Sulawesi, jadi sedikit-sedikit pake logat Bugis).

Pernah suatu ketika makan di warung makan di dekat Universitas Syiah Kuala, banyak orang makan dan ngopi, gw makan sama temen, orang suku Gayo dari Takengon, Aceh Tengah. Orang yang ngopi ngobrol keras-keras pake bahasa Aceh yang gw gak ngerti, tapi ada yang sedikit gw ngerti yakni kata-kata "Jawa Kapee, Jawa Kapee". Atau Jawa kafir, Jawa kafir. Meskipun sama-sama Islamnya orang Aceh menganggap orang Jawa sebagai kafir, karena dianggap jarang Sholat.

Sampe di mobil, tak tanyain temenku yang orang suku Gayo itu apa yang mereka bicarakan tadi. Temenku itu senyum sinis sambil bilang, biasa orang pesisir ya kebiasaannya ya seperti itu (Orang suku Gayo menyebut orang suku Aceh sebagai orang pesisir), kawanku itu nyerocos panjang lebar terus bilang, "mereka itu sok hebat, sok paling alim, sok superior padahal gak bisa apa-apa, mereka mencaci maki orang Jawa setiap hari, padahal sayur mayur yang tadi mereka makan, buah-buahan yang mereka makan juga itu yang mengusahakan ya para petani Jawa dan Gayo di pedalaman Aceh Tengah sana, Tanah Gayo. Mereka bahkan tidak bisa bertani. Kopi Aceh yang terkenal itu, mereka cuma dapat ketenaran dari itu, padahal para petani kopi-nya adalah kami orang Gayo dan juga Transmigran Jawa di Tanah Gayo, kopinya tumbuh di tanah gayo, dan setelah itu orang lebih mengenal sebagai Kopi Aceh, kenapa tidak Kopi Gayo, padahal bukan orang pesisir (suku Aceh) petani-nya." gw agak kaget dengan sentimen negatif kawanku itu yang orang Gayo pada orang suku Aceh.

Kawanku ngomong lagi, mereka selalu bilang usir orang Jawa pendatang dari tanah Aceh, apakah mereka tidak sadar mereka itu juga pendatang. Kami orang Gayo-lah penduduk asli daerah ini, mereka orang pesisir itu juga pendatang, makanya ada plesetan ACEH (Arab Cina Eropa Hindustan), campuran dari berbagai bangsa-bangsa luar jadilah orang suku Aceh, dan kini mereka mengaku sebagai orang asli. Terus terang kami orang Gayo sudah hidup berdampingan dengan baik dengan orang-orang Jawa (transmigran) di Tanah Gayo sana, mereka datang dari jauh dan saling menghormati dengan kami, sedangkan dengan orang pesisir (suku Aceh), meskipun satu pulau, satu provinsi, tapi kami saling tidak menyukai, itu karena tingkah laku mereka. Orang Jawa yang tinggal di Tanah Gayo sana, semuanya bisa Bahasa Gayo, dan kami pun orang Gayo sedikit-sedikit ngerti bahasa Jawa. Sedangkan orang pesisir di Tanah Gayo sana hampir semuanya gak bisa bahasa Gayo, dan tidak penting juga bagi kami orang Gayo mempelajari bahasa mereka (Bahasa Aceh). Sudah kelihatan kan sifat mereka. GAM tidak ada pengaruhnya di Tanah Gayo, jika ada GAM di Tanah Gayo itu pasti orang-orang pesisir yang tinggal di Tanah Gayo atau pelarian dari pesisir. Kami tidak ada urusan dengan GAM. Demikian kata temanku itu panjang lebar.

Dan memang sepanjang perjalanan darat jalur Bireuen - Takengon, kelihatan jelas bedanya. (Bireuen adalah basis terkuat GAM saat itu, sedangkan Takengon, tanah Gayo adalah basis terkuat pendukung NKRI). Di Bireuen, waduh ngeri bener saat itu, banyak tentara di jalanan, banyak pos-pos tentara dan pemeriksaan. Sampe temenku bilang, jangan bicara apa-apa sepatah kata pun, takut ketahuan sebagai orang Jawa. Jika aku ajak omong cukup manggut-manggut saja, waspada jika disweeping GAM. Bireuen memang menakutkan, di tembok-tembok ada grafiti atau tulisan yang mendukung GAM. Seperti "Usir penjajah Indonesia-Jawa dari Aceh", contohnya. masih inget betul aku. Ketika sudah masuk wilayah Aceh Tengah baru temenku agak lega, setidaknya lebih aman sekarang, Mungkin tidak ada GAM di sini. Suasana mulai lain, tampak 1-2 bendera Merah Putih berkibar di rumah penduduk. Ketika masuk Kota Takengon, full Merah Putih di mana-mana, di rumah-rumah penduduk. Grafiti dan tulisannya di tembok lain lagi, kali ini tulisannya "Tetap Setia Bersama NKRI". Ada lomba pacuan kuda dengan Merah Putih berkibar di mana-mana, seperti tidak terjadi konflik apa-apa. Aman terkendali.


waktu darmil juga tanah Gayo yg jadi basis TNI kan? Kalau misal Aceh merdeka, ini tanah Gayo nya gimana?? O iya, wilayah2x Gayo itu yg mana aja ya?? Trus soal hukum syariah, apa skrg tanah Gayo termasuk wilayah yg diterapkan hukum Syariah ala Aceh?

itu GAM mau Aceh merdeka, tapi Gayo ga mau. Kalau beneran merdeka, itu tanah Gayo mesti diadakan refrendum juga, gabung NKRI atau gabung Aceh
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
1
19-09-2019 21:26
Njirr.. maksudnya keluar sementara dlu dr negara Acehnistan.. emoticon-Leh Uga yg ad warga asli sono yg mau kabur dr itu provinsi
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
0
19-09-2019 21:28
dah dikasih tsunami ama nota damai malah makin ga beres
0
Lapor Hansip
19-09-2019 21:35
Balasan post markjankulovski
untung ente ga diteriakin PAI ya ( penjahat/pengkhianat agama islam ) pdhl sm2 muslim
rasisnya emang kebangeten, mereka termasuk kampungan bin tengil, ketika dom aceh ad tentara dr jawa, madura, sunda manado bugis makassar, semua disama ratakan tentara jawa semua emoticon-Ngakak
0
19-09-2019 21:48
Bru tahu ane di aceh ada ormas yg pkai nama tentara, kerjanya buat provokasi lgi emoticon-Cape d... (S)
0
Lihat 1 balasan
19-09-2019 22:01
ummm engga ngerti yang di maksud dengan non aceh emoticon-Frown siapa ya? pendatang???
kalo udh netap di situ dari jaman kakeknya kecil gimana?
trus kan mau ngambil tindakan yang kayaknya tegas dan serem nih kalo bukan orang aceh...nah gimana tuh bedainnyeu tuhemoticon-Mewekemoticon-Matabelo
0
19-09-2019 22:07
provinsi miskin yg hidup dr dana otsus belagunya bukan main.... emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
19-09-2019 22:07
Butuh Tsunami lagi kayaknya.

emoticon-Cool
0
Lapor Hansip
19-09-2019 22:07
Balasan post xiaoxiao20
Quote:Original Posted By xiaoxiao20
Bru tahu ane di aceh ada ormas yg pkai nama tentara, kerjanya buat provokasi lgi emoticon-Cape d... (S)


ente lahir di jaman megawati / gusdur?
0
19-09-2019 22:13
Katanya sih kalo orang udah kebanyakan giting sampe 60 kali per jam, orang tsb akan masuk ke tahap halusinasi akut dimana dia merasa paling hebat dan orang lain cuma pecundang. Solusi orang kayak gini sih masukin ke karung trus lempar ke laut emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan kapyong memberi reputasi
2
19-09-2019 22:16
Brarti dl pas tsunami itu azab ya. Brarti bentar lg ni azab nongol lg emoticon-Ngakak
0
19-09-2019 22:21
Sekalian aj minta merdeka. Toh klo masuk berita ga pernah ada yg positif
0
19-09-2019 22:36
Ntar kalo pendatang pergi roda perekonomian ngadat, orang aceh mau gerakin? Ya kalo kerjaanya konkow diwarkop dari pagi sampe sore bisa ngehasilin duit si ga masalah emoticon-Big Grin
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
1
Lapor Hansip
19-09-2019 22:49
Balasan post lupis.manis
Quote:Original Posted By lupis.manis
Penuh kesejukan.

Inikah yang laksana embun di pagi hari itu? emoticon-Matabelo


Sungguh damai ya akhi emoticon-Matabelo
0
19-09-2019 22:50
Quote:Original Posted By akumidtorc
Indahnya islam....

Subhanallah...


Viral Video Seruan Tentara Aceh Darussalam, Usir Semua Orang Non Aceh
profile-picture
sukakuda memberi reputasi
1
Halaman 6 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.