Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4603
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a062830dac13e9f048b4567/roman-sejarah-sinar-jingga-ditanah-blambangan
Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa di sana.
Lapor Hansip
11-11-2017 05:29

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN

Past Hot Thread
"Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa disana. Majapahit menempatkan Keturunan Empu Kepakisan, yaitu Dalem Kepakisan dari Kediri pada tahun 1265 Caka untuk memerintah Blambangan.
Pembentukan Istana Utara di Panarukan untuk menjaga Bandar pelabuhan Panarukan yang dekat Pelabuhan pelabuhan utama Majapahit. Apalagi sejak Keraton dikuasai Orang orang Majapahit sebagai taklukan, yaitu dari Keluarga Empu Kepakisan. Semakin berkembang saja Keraton Utara itu. Sementara keraton timur berada di Kutalateng, semenanjung Banyuwangi. Disana tinggal keluarga taklukan dari dinasti Blambangan terdahulu.
"





Quote:
ini kisah tentang anak jaman dahulu yang hidup di era
Kerajaan Majapahit.
Jelas ini bukan kisah nyata, ini 100% fiksi!
meski begitu, yang merasa tahu, kenal akan tokoh yang diceritakan. Mohon dengan amat sangat tidak membocorkannya, agar tidak merusak alur cerita.

Bila ada kesamaan kisah hidupnya dengan salah satu tokoh di cerita ini, saya mohon maaf, tidak ada maksud untuk membuka kisah lama Anda.
Saya hanya iseng nulis cerita.

Jadi.. Selamat membaca!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gimi96 dan 107 lainnya memberi reputasi
102
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 203 dari 219
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 10:50
Kita tunggu plot twist apa lagi yang akan diberikan oleh Ki Curah.
Jingga baru dijatuhi hukuman mati, belum sampe mati dihukum.
Hehehe...
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 11:15
Sabar bre ini bakal ada kejutan di kisah selanjutntya lihat saja. itu pas mau habisnya masih ngegantung banget apa aja bisa terjadi di detik2 terakhir. Kita tunggu sajaemoticon-Toast
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 14:04
tunggu...
Nana datang.. !!
biarkan Jingga menjadi abdi dalem pribadi saya. !!

emoticon-Malu (S)
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 18:15
Quote:Original Posted By shafanya
tunggu...
Nana datang.. !!
biarkan Jingga menjadi abdi dalem pribadi saya. !!

emoticon-Malu (S)




Widihhh abdi dalem neng nana, raja ngga mungkin ikhlas bre....ngga nyenyak tidurnya emoticon-Shakehand2
profile-picture
shafanya memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 18:22
Quote:jingga ga mungkin mati kok.
ini side story dari masa muda prabu minak jinggo.
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 18:38
Quote:Original Posted By putrobajang
Widihhh abdi dalem neng nana, raja ngga mungkin ikhlas bre....ngga nyenyak tidurnya emoticon-Shakehand2


Kenapa tuh bray?
Main gaple semalaman?
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 18:59
jingga g peduli jadi apapun bre, yg penting rakyat blambangan damai, majapahit damai tidak ada peperangan, versi paman curah mahh bisa diluar dugaan kita breeemoticon-Cendol Gan
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 19:01
Quote:Original Posted By shafanya
Kenapa tuh bray?
Main gaple semalaman?




Iya bre maen gaple sma mantengin UU KPK yg aahhh syudahhlahhemoticon-Takut
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
16-09-2019 19:10
Quote:Original Posted By putrobajang
Iya bre maen gaple sma mantengin UU KPK yg aahhh syudahhlahhemoticon-Takut


Jangan3 DutaMandala bereinkarnasi ganemoticon-Takut
Kita butuh Jingga2 baru di zaman ini
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
17-09-2019 13:33
selamat siang paman curah
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
17-09-2019 13:49
Mantaaaaaabbbbbbbb...
Aku sukak trit berbau sejarah
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
17-09-2019 15:02
Lanjut ki curah..
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 08:43
Quote:Original Posted By Aanaja
curhat lagi donk mami


Curhat apalagi?
emoticon-Bingung
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 13:49
Quote:Original Posted By indahmami
Curhat apalagi?
emoticon-Bingung


Curhat kenapa Nana kok cuma dapet om-om tajir...
Sedangkan Lencari cintanya abadi terbawa mati bersama dengan kekasih yg dicintainya.
Sedangkan mami merasa dirinya seperti Nana. Unrequited Love
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 13:51
AKSI RANGGAPANE



Semua orang tegang mendengarkan putusan itu. Tatapan mereka diarahkan ke Jingga. Berharap Jingga tidak mengamuk setelah mendengar putusan itu.

Tak ada respon dari Jingga. Ia hanya menatap sekeliling lekat lekat. Ia melihat Ki Gembong dan pasukannya, dengan bisikan jarak jauh, meminta Ki Gembong jangan menolong dirinya, Ia memerintahkan Ki Gembong meninggalkan dirinya. Kembali hidup normal atau meneruskan cita citanya sendiri. Ini jalan yang harus ditempuh bersama Lencari yang sudah lebih dahulu pergi. Semoga pengorbanannya ini tidak sia sia.
Mendapat pesan langsung, Ki Gembong jatuh berlutut ditanah. Ia menangis tertahan. Orang orang tidak memperhatikannya karena semua sibuk dengan pikiran dan perasaan masing masing.

Putusan Mati telah diambil. Sekarang tinggal pelaksanaannya. Suasana begitu mencekam. Para eksekutor yang mengenakan pakaian tertutup dengan wajah mengenakan topeng perlahan bergerak mendekati gerobak tempat Jingga dibelenggu. Tak ada lagi hinaan dan makian seperti saat awal sidang. Pembelaannya tadi membuka mata banyak pihak yang hadir di persidangan bahwa sejatinya Jingga adalah korban sistem didalam Majapahit sendiri. Dan Kini Ia mengorbankan diri demi memperbaiki sistem itu.

Para prajurit yang berjaga banyak yang menitikkan airmata. Nasib seperti Jingga bisa saja terjadi kepada mereka.

Pimpinan eksekutor memerintahkan pasukannya membawa Jingga keluar area persidangan. Jingga dibawa kembali ke tahanan. Mereka menunggu perintah langsung Raja untuk pelaksanaan eksekusi.
Sepeninggal Jingga, Balairung yang digunakan untuk sidang mulai ditinggalkan. Orang orang itu berjalan pergi dengan pikiran kacau balau. Mereka seolah disadarkan realita masalah yang ada di Majapahit. Dan mulai menduga duga apa yang terjadi pada Jingga, terjadi pula pada Bhree Wirabhumi yang tewas di penggal baru baru ini.

Ki Gembong kembali ke penginapan dengan wajah sendu. Semua pasukannya bersikap sama. Mata mata mereka merah terkena air mata. Sebagian dari mereka yang tadinya tidak setuju menyelamatkan Jingga, menyesal punya pikiran jelek tentang Jingga. Mereka lantas minta ampun kepada Ki Gembong atas sikapnya itu. Ki Gembong hanya mengangguk tidak mempermasalahkan. Karena sikap mereka didasari analisa dan data, bukan fitnah.
"Bagaimana langkah kita selanjutnya?"
"Dari pesannya, Pangeran tidak mau kita ikut campur."
"Apakah berarti kita membiarkan Pangeran dihukum mati?"
"Batin saya ingin menyelamatkan Pangeran. Tapi Pangeran sendiri tidak menghendaki. Tadi saat hendak dibawa pergi, Pangeran berpesan kepadaku untuk meninggalkannya. Ia ingin menyusul Lencari."
Semua terdiam. Kalau sudah begitu keinginannya, ditolong juga tak akan mau.
"Sebaiknya kita melanjutkan perjuangan yang dicita citakan Pangeran."
"Ya, kita kembali kepada cita cita kita bersama Pangeran dahulu. Mengembalikan kejayaan Majapahit dengan membersihkan para perongrong Majapahit. Namun kenyataannya, terlalu banyak yang berada di sisi perongrong. Membuat kita yang melawan perongrong, malah menjadi musuh Majapahit. Seperti yang terjadi pada diri Pangeran.
Dari Ki Osok, saya mendapat penjelasan mengapa Pangeran mengutus kita ke timur dan mengutus Ki Genter ke barat. Pangeran ingin tetap pada cita cita Kita. Bila terlalu lama di Blambangan, bisa bisa Kita menjadi pemberontak Majapahit karena terseret situasi."
"Kita disini sampai selesai,"
Semua mengangguk setuju. Situasi bisa berubah cepat di istana. Banyak kekuatan dan kepentingan yang saling tarik ulur disana.

***

Lalu dimana Wredamentri Ranggapane. Bukankah Ia otak operasi di Pamotan. Seharusnya Ia hadir dalam acara Parade kemenangan itu.
Wredamentri Ranggapane memang tidak muncul secara terbuka. Ia muncul diam diam menyamar menjadi prajurit biasa diantara ribuan prajurit yang hadir dalam acara tersebut.
Saat kemunculan Jingga yang menawan Dutamandala. Awalnya Ranggapane hendak menyelamatkan Dutamandala. Namun setelah Jingga berteriak teriak mengumbar dosa Dutamandala dihadapan Raja. Ranggapane menilai bahwa Dutamandala sudah tidak bisa dipertahankan. Kalau Ia disidang, bisa bisa Ia akan menyebut namanya. Dutamandala tidak boleh berbicara di persidangan. Ia terlalu banyak tahu sisi gelap Majapahit.
Dengan dalih menyelamatkan Raja dari Jingga. Ranggapane mengijinkan pasukannya untuk menyerang Jingga tanpa memperdulikan keselamatan Dutamandala. Bahkan Ia diam diam masuk menyerang Dutamandala langsung dengan senjata rahasia beracun. Serangan mematikan, membuat Dutamandala yang menjadi samsak hidup langsung tewas.

Kejutan terjadi saat Pangeran Mahesa berteriak teriak seperti orang gila menuju Lencari. Ranggapane cepat menghilang mencari ruang aman. Ia memerintahkan pasukan yang mengurung memberi ruang ke Pangeran Mahesa untuk mendekati Jingga. Ia ingin melihat apa yang bisa dilakukan anak manja itu.

Ranggapane tersenyum sinis, anak muda itu bisa dipakainya menjadi martir untuk membalikkan situasi. Ia ingin melihat sikap Raja setelah ini. Ranggapane memerintahkan pasukan tombak merapat di sekeliling arena dengan tombak mengarah ke Jingga. Formasi ini membuat Jingga dan Lencari seolah olah sedang berada di tengah tengah belantara senjata.

Pangeran Mahesa terus menyerang membabi buta. Mau tidak mau Jingga harus menendangnya agar tidak membahayakan Lencari. Tendangan Jingga terlalu keras untuk Pangeran Mahesa. Ia terlempar keatas dan jatuh mengenai tombak prajurit yang mengepung. Jiwanya tidak tertolong lagi.
Ranggapane tetap tersenyum sinis dari balik belebat kain di wajahnya. Menunggu drama kelanjutannya.
Kematian Pangeran Mahesa memancing seorang pendekar yang tersembunyi selama ini. Awalnya Ranggapane tidak memperhatikan gerak gerik Ki Halimun. Ia hanya mengenalnya sebagai kerabat dari salah satu selir Raja. Orangnya diam tidak banyak unjuk diri. Sehingga luput dari perhatian.
Ranggapane baru peduli ketika serangannya bisa menembus pertahanan Jingga yang kuat. Serangan belati terbang tepat menghunjam Lencari di punggung dibalik jantungnya. Seketika Lencari lunglai.
Jingga panik lantas kabur memanjat kepucuk pohon beringin raksasa di pinggir alun alun.

Ranggapane ikut kerumunan prajurit mengepung pohon beringin raksasa itu.
Beberapa saat kemudian terdengar erangan mirip auman harimau dari atas pohon. Tenaga auman begitu kuat, membuat banyak prajurit terjatuh dengan kaki gemetar tidak kuat menahan getaran di jantungnya.
Ranggapane diam diam kagum dengan Jingga. Anak muda ini sungguh sangat berbakat, kalau tidak disebut sebagai pemuda super ajaib. Diusianya yang masih sangat muda, sudah menguasai berbagai kesaktian. Seorang diri bisa melawan sebegini banyak prajurit pilihan Majapahit.
Ranggapane semakin kagum dan tergetar begitu melihat kemunculan Jingga yang mengerikan. Wujud yang dilihatnya kini lebih mirip raksasa. Kekuatan berlipat lipat. Kini tidak menghindari setiap senjata yang menyerangnya. Anehnya senjata senjata itu seperti daun ilalang saja. Tak menggores sedikitpun kulitnya.
Jingga terus bergerak mendekati Ki Halimun. Terjadi pertempuran dahsyat keduanya. Jingga yang kuat melawan Ki Halimun yang cepat.
Pertempuran itu seperti membuka mata Ranggapane, bahwa diatas langit masih ada langit. Dalam serangan sebelumnya, Ki Halimun terlihat kedalaman ilmunya. Kalau tadi diteruskan serangannya, Ia berhitung dalam duapuluh serangan. Jingga akan tumbang. Tapi itu sebelum Jingga melarikan diri keatas pohon.
Situasi kini berbeda saat Jingga muncul kembali dengan ajian yang mengerikan. Tak ada senjata yang bisa melukai tubuhnya. Bahkan sebelum menyentuhnya, senjata itu terpental membuat yang memegangnya terluka atau senjata itu patah, bagai ranting mangga yang kering.
Ranggapane melihat pertempuran tingkat tinggi. Gerakan keduanya cepat dan kuat sampai mempengaruhi keadaan sekitar. Pertempuran itu terlihat seperti angin punyuh ditengah alun alun.
Ketika Jingga berhasil mengalahkan Ki Halimun. Ranggapane mencari jarak aman. Ia tidak mungkin melawan Jingga. Otaknya berpikir keras untuk mengambil manfaat dari situasi saat ini. Karena tidak punya solusi, Ia memilih diam menyembunyikan diri. Membiarkan pasukannya jadi sasaran Jingga.
Tiba tiba Jingga meloncat ke tempat Paduka Raja. Semua terkejut. Ranggapane tetap diam membaca situasi. Ia pandangi Mahapatih dan para pejabat di sekitar raja. Mereka terlihat jeri melihat Jingga. Mereka kalah sebelum bertanding.

Hal yang tidak terduga terjadi. Ratna yang dianggap paling lemah, malah maju menghadang gerak Jingga mendekati Raja. Ratna mengajak bicara Jingga dengan kalimat akrab. Berarti desas desus selama ini benar, Jingga dan Ratna ada hubungan dekat, tebak Ranggapane.

Sikap nekad Ratna membuahkan hasil. Jingga menghentikan aksinya, Ia seperti tersadar. Bahkan Jingga menyerah.

Semua kejadian itu terus diolah oleh otak Ranggapane. Ia terus mengamati Jingga dari balik tabir.
Hatinya semakin penasaran dengan kekuatan Jingga setelah ditemui Ratna, gedung penjara seperti dikuasai mahluk gaib. Hanya Ratna yang berani masuk menemui Jingga. Dan sekali lagi kekuatan Ratna mengendalikan Jingga membuatnya salut dan berhati hati. Ratna bisa meyakinkan Jingga untuk menjaladi sidang. Padahal sidang itu sudah jelas hasilnya, putusan Mati.

Ranggapane bersama pasukannya yang menjadi eksekutor Jingga. Membawa Jingga masuk ke dalam tahanan lagi. Agak ngeri juga Ranggapane mengawal Jingga. Mengingat kekuatan Jingga saat bertempur kemarin. Kalau Jingga mau, Ia bisa saja mengambil alih kerajaan Majapahit seorang diri. Kini Ranggapane menggunakan kekuatan otaknya untuk menghadapi Jingga.
Didalam Penjara, Ranggapane memerintahkan pasukannya menunggu diluar. Ia mengambil keputusan berani. Menurutnya, kalau Jingga marah, ada pengawal tidak ada pengawal sama saja. Ia akan dibantai Jingga.

"Terima salam hormat dari hamba Pangeran. Kenalkan hamba adalah Ranggapane," kata Ranggapane membuka pembicaraan. Sikapnyapun berubah, dari berjalan tegap kini melangkah kecil kecil seperti anjing mengikuti tuannya jalan jalan.
Jingga terkejut mendengar ucapan eksekutor bertopeng itu, yang tak lain Ranggapane yang sedang menyusup. Namun Jingga cukup malas menanggapi penghormatan Ranggapane. Pikirannya hanya dipenuhi dengan kerinduannya ke Lencari.
"Maaf Pangeran, sebetulnya hamba ini diam diam berada di pihak Pangeran."
Akhirnya Jingga penasaran dengan isi pikiran Ranggapane yang selama ini cukup misterius.
"Maksudmu?"
Ranggapane tersenyum, merasa pancingannya berhasil.
"Terus terang hamba memberanikan diri mendekati Pangeran."
"Bukankah anda orang berpengaruh di Majapahit saat ini, buat apa merendahkan diri dihadapanku?"
"Itu dikarenakan situasi darurat kerajaan Majapahit. Hamba yang tidak bisa menerima Majapahit semakin hari semakin lemah karena dipimpin orang lemah. Sebagai Prajurit, hamba menginginkan Majapahit yang kuat, yang digjaya, setidaknya seperti dijaman Prabu Hayam Wuruk."
Ranggapane terus mengamati perubahan perubahan sikap Jingga di setiap kalimat yang Ia sampaikan. Jingga hanya diam mendengarkan tak bereaksi berlebihan. Karena tidak ada reaksi penolakan, Ranggapane meneruskan ucapannya.
"Hamba sudah berusaha mendidik anak anakku menjadi prajurit tangguh. Ternyata tidak semudah mendidik orang lain. Mereka hanya mewarisi sebagian dariku. Hamba hampir putus asa mencari orang yang pantas diajak bersama memajukan Majapahit.
Hamba sudah tertarik menarik Pangeran saat aktif di Pasus Jalayudha. Anakku bercerita kalau Pangeran telah menolongnya. Anakku yang satu, Arya juga bercerita bagaimana hebatnya Pangeran mengalahkannya di peperangan Blambangan tanpa harus mengorbankan banyak prajurit.
Meski posisi hamba saat ini berada diseberang Pangeran, namun Jiwa prajurit tidak bisa tidak menghormati dan mengagumi prajurit musuh yang tangguh.
Hamba memahami perasaan Pangeran. Dan menyayangkan seseorang yang sangat berbakat, bahkan menjadi Raja sekalipun pangeran pantas. Harus difonis mati. Padahal hamba yakin, Pangeran tidak bersalah, dalam darah Pangeran tidak ada jiwa pemberontak. Hamba yakin seyakin yakinnya.
Tapi, yah beginilah sistem yang rusak di Majapahit membuat orang berbakat seperti Pangeran harus menderita. Yang benar dan salah sulit dibedakan.
Saat mendengar pembelaan Pangeran. Diam diam hamba terasuki keinginan gila." Ranggapane berhenti bercerita, menunggu reaksi Jingga. Ternyata Jingga mendengarkan semua penuturan Ranggapane.
"Keinginan gila apa?" Tanya Jingga.
"Sebetulnya ini amat berbahaya, tapi demi kejayaan Majapahit. Hamba memberanikan diri. Meski resikonya kepala ini." Ranggapane memeriksa sekeliling kalau ada yang menguping. Sepi tidak ada orang lain di sekitar ruangan Jingga.
"Hamba menginginkan Pangeran mengambil alih kekuasaan Majapahit. Untuk prajurit Majapahit, biar hamba yang mengurus. Pangeran hanya mengatasi Raja. Lalu menikahi kekasih Pangeran, Bhree Matahun. Menyelamatkan seluruh keluarganya. Pangeran bisa membantu Bhree Matahun menjadi Ratu Majapahit. Sama seperti Raja sekarang.
Dengan begitu Pangeran bisa mencegah perang di Blambangan, bahkan mendamaikan seluruh Majapahit. Menumpas pejabat pejabat korup yang merongrong kerajaan yang selama ini dibiarkan Raja sekarang."
Jingga tersenyum, "Bagaimana bisa, sedang saat ini aku sedang menunggu dihukum mati?"
"Bisa Pangeran, karena yang ditugaskan mengeksekusi Pangeran adalah pasukanku. Kalau Pangeran mau, Pangeran akan aku loloskan dan menyusup istana, membunuh Raja tidak becus itu. Selesai."
Jingga mengangguk angguk.
"Baik, aku setuju."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
donix91 dan 35 lainnya memberi reputasi
36 0
36
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 14:00
wawww....
Seru banget ki!
Menunggu pergerakan.
Yihaaaa....
emoticon-Goyangemoticon-Goyangemoticon-Goyang
profile-picture
profile-picture
muntarzoon dan ipunk3133 memberi reputasi
2 0
2
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 14:07
Benar2 sulit ditebak ki curah ini
Nunggu update selanjutnya ..👍
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 14:43
mantab.... semakin semakin menarik... ki curah terimakasih
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 15:15
mantep mantep coba baca pikiran ki curah ternyaya susah.. mikir sudah selesai ehhh.. ada aja bahan cerita yg bikin penasaran, maaf ki tidak becus aku baca pikiran aki.. huft.. harus belajar dari nol lagi nih.. salam hormat buat ki curah
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
18-09-2019 15:30
Ternyata paman curah terpengaruh mendapat tekanan dari kubu pembela KPK sehingga tidak jadi mematikan jingga 😁😁😁

Atau gara gara ancaman Anggota dewan yg tdk akan memyimak sinar jingga jika jingga pensiun 😁😁😁

Ampun ki.......
0 0
0
Halaman 203 dari 219
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pesta-bunuh-diri
Stories from the Heart
tanda-cinra-dari-muntaha
Stories from the Heart
misteri-goa-bawah-tanah
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
horror---quotcampingquot
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia