alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8017184601cf6f801382ac/inspirasi-dari-papua-nugini-bagaimana-cara-merdeka-secara-damai
Lapor Hansip
17-09-2019 06:13
Inspirasi dari Papua Nugini: Bagaimana Cara Merdeka Secara Damai?
tirto.id - Pada 16 September 1975, tepat hari ini 44 tahun lalu, Papua Nugini mendapatkan kemerdekaannya. Negara pencetus Melanesia Spearhead Group (kelompok masyarakat Melanesia) ini berhasil merdeka dari pendudukan Australia. Kemerdekaan tersebut didapat dari hasil pertempuran tiga negara besar dalam Perang Dunia II: Jepang, Amerika, dan Australia.

Ibu kota Papua Nugini, Port Moresby, menjadi saksi bisu peristiwa bebasnya negara dengan lebih dari 850 bahasa itu. Di sebuah tempat yang kemudian dinamakan Bukit Kemerdekaan, upacara berlangsung mewah.

Sebagai perbandingan, Indonesia menyatakan proklamasi kemerdekaan di rumah Sukarno dengan orang terbatas dan terburu-buru. Sementara di Papua Nugini, perencanaan kemerdekaan telah berlangsung sejak 1973. Australia saat itu sudah menyerahkan seluruh kekuasaan kepada pemerintahan Papua Nugini. Lambang cenderawasih (Raggiana) di bendera Papua Nugini bahkan ditentukan melalui sayembara.

Enam tentara membawa bendera kebanggaan negara itu dan menaikkannya ke tiang bendera dengan iringan lagu nasional mereka. Orang-orang datang dengan berjalan kaki, menaiki mobil, dan menggunakan pesawat terbang. Pemerintah Australia diwakili Perdana Menteri Gough Whitlam.

Papua Nugini menyatakan diri sebagai monarki konstitusional dan masuk ke dalam negara-negara persemakmuran Britania. Perwakilan Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles dari Wales, juga datang di perayaan tersebut.

Ratusan suku yang berbeda datang dalam perayaan itu. Ada yang memakai baju resmi seperti kemeja dan celana drill panjang, ada juga yang memakai baju adat masing-masing. Puluhan ribu orang Port Moresby kala itu khidmat menyambut kemerdekaan yang sudah lama diidamkan.

Dalam sebuah tayangan dokumenter yang dibuat Sid Perou, sutradara Inggris, terlihat bagaimana warga Papua Nugini di kawasan Telefomin berpesta. Di daerah perbatasan dengan Indonesia itu, yang bahkan tak bisa ditempuh melalui jalan darat dari Port Moresby, orang-orang menyorakkan lagu adat mereka dan menyembelih babi untuk disantap.

“Saya tidak menyangka Papua Nugini bisa mencapai kemerdekaan setelah membentuk partai politik pertama. Tapi dengan dukungan orang-orang muda, saya melihat kami mampu merealisasikannya,” kata Perdana Menteri pertama Papua Nugini, Michael Somare, dalam sebuah wawancara dengan EMTV.

Michael memang mendirikan partai politik paling awal di Papua Nugini, Partai Pangu (1967). Dua partai lain baru menyusul di tahun 1969.

Baca juga: Siapa Kawan dan Lawan Indonesia di Melanesia Soal Papua Merdeka?

Politik tanpa Pertumpahan Darah
Penulis sejarah Papua Nugini dari Australia, Ann Turner, mencatat invasi orang Eropa ke Papua Nugini terjadi sekitar abad ke-15 sampai abad ke-17. Dalam Historical Dicitionary of Papua New Guinea (2011), Ann menulis bahwa Portugis, Belanda, dan Spanyol datang mencari rempah-rempah.

Namun mereka tidak berhasil menjadikan Papua Nugini sebagai koloni mereka. Britania Raya kemudian masuk pada abad ke-19. Mereka merekrut, terkadang secara paksa, orang Melanesia untuk menjadi awak kapal dan pekerja di Samoa dan Australia.

Di pengujung abad ke-19, Britania Raya, Jerman, Perancis, dan Australia mulai menjadikan Papua Nugini sebagai pos perdagangan. Mereka menanam tanaman-tanaman yang memiliki nilai jual tinggi seperti cokelat dan kelapa dengan sistem kontrak yang bayarannya rendah. Britania kemudian bergabung dengan Australia untuk menjadikan negeri cincin api ini sebagai koloni.

Britania menyerahkan urusan Papua Nugini kepada Australia. Di sana, para misionaris menyebarkan agama dengan mendirikan gereja dan sekolah. Ini juga salah satu sebab mengapa agama mayoritas di Papua Nugini adalah Kristen dan Katolik.

Di tahun 1942, Jepang yang menginvasi Papua Nugini. Rabaul, salah satu teritori Papua Nugini, berhasil dikuasai Jepang dan perang pun berkecamuk di sana.

Australia, dengan dibantu Amerika, menerjunkan 1,5 juta tentara untuk mengusir Jepang. Tidak hanya itu, Australia juga melatih warga setempat dalam hal perlindungan diri dan aksi militer. Tiga tahun berikutnya, Jepang bertekuk lutut dan Papua Nugini kembali dikuasai sepenuhnya oleh Australia.

“Bagi orang Papua Nugini, tindakan Jepang lebih aneh daripada orang Barat,” tulis Ann.

Itulah momen perubahan paling penting dalam sejarah Papua Nugini.

Australia kemudian membuat Papua New Guinea Provisional Administration Act untuk menentukan batasan daerah Papua dan Nugini, yang kemudian direvisi pada 1949 menjadi Papua Nugini. Penduduk lokal mulai mendapat tempat di pemerintahan ketika tiga orang terpilih menjadi Dewan Legislatif Papua dan Nugini.

Ketika PBB mengeluarkan aturan menghapus kolonialisasi tahun 1960, Australia yang menjadi bagian dari Dewan Perwalian PBB mau tak mau mesti mematuhinya. Meski ditentang sebagian ekspatriat, Australia harus memberikan kemerdekaan bagi negara koloninya.

“Pemerintah Australia akan secepatnya membantu kemerdekaan Papua Nugini. Dewan Legislatif Papua Nugini akan segera disahkan untuk membentuk pemerintahan sendiri 1 Desember tahun 1973,” kata Paul Hasluck seperti ditulis Donald Denoon dalam A Trial Separation: Australia and the Decolonisation of Papua New Guinea (2005).

Janji Paul juga didukung oleh Gough Whitlam. Sejak 1969, Whitlam memang sudah mendukung agar Papua Nugini punya pemerintahan sendiri dan merdeka di tahun 1976.

Whitlam sebenarnya ingin deklarasi dilakukan tahun 1974 ketika pemerintahan Papua Nugini terbentuk pada 1973. Namun Michael Somare, yang menjadi pemenang pemilu di tahun 1972, memutuskan untuk tidak terburu-buru.

Ketika Papua Nugini meraih kemerdekaan, Whitlam duduk di samping Michael. Mereka tampak bercakap-cakap dan bersenda gurau. Hubungan Australia dan Papua Nugini pun masih baik hingga kini.

Meski ada perlawanan dari pemimpin partai oposisi, Josephine Abaijah, dengan membuat gerakan Papua Besena, konflik berdarah tetap bisa dihindari. Papua Besena hanya merusak barang-barang saat melakukan demonstrasi. Para aktivis Papua Besena sempat menyatakan kemerdekaan sepihak, tapi Michael tidak melakukan langkah represif apapun. Gerakan Josephine akhirnya berhenti pada 1974.

Jurnalis Australia, Sean Dorney mencatat: Papua Nugini mencapai kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.

Baca juga: Sejarah Kemerdekaan Vanuatu & Dukungan Papua Merdeka



Cegah Kemerdekaan Pihak Lain
Awal yang baik belum tentu memuluskan jalan pemerintahan Papua Nugini. Setelah merdeka, Papua Nugini justru melarang daerah otonom Bougainville untuk merdeka. Bougainville terkenal karena tambang tembaga dan emas.

Sejak ada tambang Panguna yang beroperasi sejak 1961, beberapa masalah timbul di Bougainville, terutama kerusakan lingkungan akibat penambangan. Sementara 45 persen pendapatan nasional Papua Nugini bergantung kepada tambang di Bougainville.

Perang sudah terjadi sejak 1988 hingga 1998. Pertempuran besar pecah pada 1989 ketika juru kampanye gerakan kemerdekaan Bougainville, Francis Ona, mulai mengganggu aktivitas penambangan. Ribuan orang meninggal dalam pertempuran ini.

Papua Nugini baru mau melepaskan Bougainville ketika ada campur tangan Selandia Baru di tahun 1997. Pada November 2019 mendatang, Bougainville diagendakan melakukan deklarasi kemerdekaan.

Papua Nugini secara resmi juga tidak mendukung keinginan Papua Barat untuk merdeka dari Indonesia. Salah satu sebabnya, Papua Nugini punya kerja sama dengan Indonesia.

"Setiap tindakan untuk mendukung akan menjadi pelanggaran hukum internasional, Anda tahu Papua Barat atau Papua masih bagian dan merupakan bagian integral dari Republik Indonesia dan kami memiliki hubungan bilateral dengan Republik Indonesia, jadi kami tidak akan mendukung itu," kata Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Papua Nugini Rimbink Pato pada Agustus 2018.

Baca juga: Papua di Bawah Tujuh Presiden Indonesia

Belakangan, masyarakat Papua Nugini menggelar aksi solidaritas untuk Papua Barat. Mereka mengecam tindakan rasis dan represif aparat keamanan Indonesia terhadap orang-orang Papua.

Menteri Luar Negeri Papua Nugini yang baru, Soroi Eoe, menyatakan bahwa apa yang terjadi di Papua Barat sangat menyedihkan. Sampai sekarang, Papua Nugini memang belum bisa mendukung pembebasan Papua Barat dan masih mengakui kedaulatan Indonensia. Namun, Soroi mendesak PBB agar segera menyelidiki kekerasan di Papua.

“Papua Nugini harus sangat hati-hati merespon isu ini karena faktanya kita bersebelahan dengan Indonesia,” kata Soroi (4/9/2019).




sumber:https://tirto.id/inspirasi-dari-papua-nugini-bagaimana-cara-merdeka-secara-damai-ehUC
Tetangga yang jarang kedengaran ...
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
17-09-2019 08:10
negara kanibal,pemerkosa dan rampok banyak bacod
ekspats yg kerja disana dikawal sama triple canopy kalo keluar gedung.
fucking ni**er
profile-picture
profile-picture
reita96 dan frozzfrozz memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
17-09-2019 08:17
Inspirasi dari mana!
Negaranya aja cuma persemakmuran inggris alias kemerdekaannya cuma dikasih bersyarat. Itu tanah Papua Nugini masih milik ratu inggris sebagaimana negara-negara persemakmuran lainnya macam Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dll.
Diubah oleh pungcray
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan 2 lainnya memberi reputasi
1
Lihat 4 balasan
Lapor Hansip
17-09-2019 10:29
Balasan post pungcray
Quote:Original Posted By pungcray
Inspirasi dari mana!
Negaranya aja cuma persemakmuran inggris alias kemerdekaannya cuma dikasih bersyarat. Itu tanah Papua Nugini masih milik ratu inggris sebagaimana negara-negara persemakmuran lainnya macam Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dll.


memangnya ratu inggris bisa apa kalo negara persemakmuran gak nurut? mewek?
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
Lapor Hansip
17-09-2019 11:44
Balasan post peyotpetot
@peyotpetot

ratu inggris kepala negara

sedangkan kepala pemerintahannya perdana menteri

mangkanye di negara-negara persemakmuran inggris ga punya presiden, karena dipimpin di bawah ratu inggris
0
17-09-2019 12:49

Inspirasi dari Papua Nugini: Bagaimana Cara Merdeka Secara Damai?

Berani kabur dari slangkangannya UK? Hihiemoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
17-09-2019 13:09
Balasan post Rasuna
banyak rascol
konon polisi juga banyak yang nyambi jadi rascol

bisa dibayangkan betapa 'aman'nya papua nugini ini emoticon-Big Grin
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
17-09-2019 13:49
bajingan ratu lonte bule inggris itu memang suka menjajah di dunia ini
https://internasional.kompas.com/rea...ampaign.Kpopwp

emoticon-Najis ratu lonte inggris itu paling suka sok suci ..
Diubah oleh Kakek.Sugiono69
0
17-09-2019 14:20
itu juga PNG bisa dikasih kemerdekaan ya karena andil indo juga.

indonesia itu negara pertama yg merdeka dari kolonilaisme pasca PD 2 dan indonesia juga yg mempelopori penghapusan praktik kolonial di dunia dengan soekarno sebagai ujung tombaknya. klo bukan karena lobi" kuat soekarno dan orang" indonesia saat itu ga akan mungkin PBB mau hapus kolonialisme tahun 1960.

kemerdekaan itu diraih bukan dikasih. meskipun nyawa taruhannya emoticon-Traveller
0
Lapor Hansip
17-09-2019 14:33
Balasan post neptunium
@neptunium Singapura punya presiden. India punya presiden. Pakistan punya presiden. Malaysia punya raja. emoticon-Entahlah

setahu gw negara persemakmuran yang ga punya presiden atau raja cuma Ostrali dan Kanada ..................................... emoticon-Ngacir
Diubah oleh peyotpetot
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
17-09-2019 15:42
Quote:Original Posted By peyotpetot
@neptunium Singapura punya presiden. India punya presiden. Pakistan punya presiden. Malaysia punya raja. emoticon-Entahlah

setahu gw negara persemakmuran yang ga punya presiden atau raja cuma Ostrali dan Kanada ..................................... emoticon-Ngacir


selandia baru lo kemanain ???
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
17-09-2019 15:43
Balasan post matthysse67
gak hafal semuanya emoticon-Entahlah
0
17-09-2019 16:06
merdeka secara damai...
PNG?
profile-picture
beyoungcarerock memberi reputasi
1
Lapor Hansip
17-09-2019 19:18
Balasan post peyotpetot
Quote:Original Posted By peyotpetot
@neptunium Singapura punya presiden. India punya presiden. Pakistan punya presiden. Malaysia punya raja. emoticon-Entahlah

setahu gw negara persemakmuran yang ga punya presiden atau raja cuma Ostrali dan Kanada ..................................... emoticon-Ngacir


@peyotpetot iya beberapa negara federasi

terpentingnya tetep penguasanya ratu inggris

new zealand ga punya presiden
0
17-09-2019 21:37
Quote:Original Posted By Rasuna
negara kanibal,pemerkosa dan rampok banyak bacod
ekspats yg kerja disana dikawal sama triple canopy kalo keluar gedung.
fucking ni**er


Boleh percaya atau kagak,di tahun 2019 ini,jauh di pedalaman hutan papua nugini,masih ada suku primitif yg punya praktek kanibalisme buat orang asing yg tertangkap/dicurigai mau menganggu wilayah mereka.
0
17-09-2019 22:04
Papua Nugini merdeka ?. Masih mengakui Ratu Inggris sebagai Kepala Negara kok. Merdeka macam apa itu.

Negara-negara macam Australia, Kanada, Selandia Baru itu tidak bisa disebut negara yang merdeka 100 %. Masih bisa disebut negara jajahan karena Kepala Negaranya masih Ratu Inggris dan ada yang namanya Gubernur Jenderal sebagai wakil Ratu Inggris. Mirip Indonesia waktu dijajah Belanda, ada Gubernur Jenderal macam Van Den Bosch, Van Mook dll.

Kalo yang bekas jahahan Inggris yang bisa dibilang benar-benar merdeka itu macam India, Pakistan, Malaysia, Singapura dll karena Kepala Negaranya bukan lagi Ratu Inggris tapi punya Presiden dan Raja sendiri, meskipun masih ikut organisasi negara-negara persemakuran tapi tidak di bawah Ratu Inggris.

Kalo negara bekas koloni Inggris yang sekarang justru ngecengin Inggris ya US of A. Boro-boro tunduk pada Ratu, gak ada dalam kamus mereka feodal-feodalan Raja-Raja, Ratu-Ratu, bangsawan, lord, sir bla bla bla, yang bagi orang Amerika adalah konyol nan menggelikan, Tradisi USA adalah tradisi Republikan.

Mana mau mereka tunduk pada Ratu, justru sekarang Inggris yang jadi anjing pudelnya Amerika. Bahkan di awal-awal berdirinya orang Amerika dan para founding fathernya sangat membenci Inggris dan justru lebih dekat dengan Perancis yang tradisi Republikanismenya lebih kental.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reita96 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
18-09-2019 09:17
Balasan post markjankulovski
kalo perdana menteri kanada gak nurut sama ratu inggris, memang bisa apa ratu inggris?
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
18-09-2019 19:45
Quote:Original Posted By markjankulovski
Papua Nugini merdeka ?. Masih mengakui Ratu Inggris sebagai Kepala Negara kok. Merdeka macam apa itu.

Negara-negara macam Australia, Kanada, Selandia Baru itu tidak bisa disebut negara yang merdeka 100 %. Masih bisa disebut negara jajahan karena Kepala Negaranya masih Ratu Inggris dan ada yang namanya Gubernur Jenderal sebagai wakil Ratu Inggris. Mirip Indonesia waktu dijajah Belanda, ada Gubernur Jenderal macam Van Den Bosch, Van Mook dll.

Kalo yang bekas jahahan Inggris yang bisa dibilang benar-benar merdeka itu macam India, Pakistan, Malaysia, Singapura dll karena Kepala Negaranya bukan lagi Ratu Inggris tapi punya Presiden dan Raja sendiri, meskipun masih ikut organisasi negara-negara persemakuran tapi tidak di bawah Ratu Inggris.

Kalo negara bekas koloni Inggris yang sekarang justru ngecengin Inggris ya US of A. Boro-boro tunduk pada Ratu, gak ada dalam kamus mereka feodal-feodalan Raja-Raja, Ratu-Ratu, bangsawan, lord, sir bla bla bla, yang bagi orang Amerika adalah konyol nan menggelikan, Tradisi USA adalah tradisi Republikan.

Mana mau mereka tunduk pada Ratu, justru sekarang Inggris yang jadi anjing pudelnya Amerika. Bahkan di awal-awal berdirinya orang Amerika dan para founding fathernya sangat membenci Inggris dan justru lebih dekat dengan Perancis yang tradisi Republikanismenya lebih kental.


Coba lihat dulu Statuta Westminster tahun 1931 ya
0
18-09-2019 20:55
Quote:Original Posted By lyndonbaines


Coba lihat dulu Statuta Westminster tahun 1931 ya


ya bagaimana ?. Mau ada Statuta Westminster atau apa. Tetap tidak bisa dibilang merdeka 100 % selama Kepala Negaranya tetap Ratu Inggris. Ya anggap saja negara merdeka tapi ya masih terikat dalam persemakmuran. Selama masih ada yang namanya Gubernur Jenderal, anggap aja mirip Indonesia waktu masih dijajah Belanda. Dipimpin Gubernur Jenderal.

Dilihat dari namanya saja sudah kelihatan "Gubernur" Jenderal. Ini beda sama Amerika Serikat misalnya yang sama-sama bekas Koloni Inggris, Mereka memang independen 100 %, karena Kepala Negaranya orang Amerika Sendiri, POTUS. Bahkan gak mau ikut organisasi persemakmuran yang bagi orang Amerika, Inggris tidak lebih hebat dari Amerika, Amerika sekarang jauh lebih kuat daripada Inggris, tidak ada pentingnya ikut organisasi Commonwealth.
0
18-09-2019 20:56
Quote:Original Posted By markjankulovski
ya bagaimana ?. Mau ada Statuta Westminster atau apa. Tetap tidak bisa dibilang merdeka 100 % selama Kepala Negaranya tetap Ratu Inggris. Ya anggap saja negara merdeka tapi ya masih terikat dalam persemakmuran. Selama masih ada yang namanya Gubernur Jenderal, anggap aja mirip Indonesia waktu masih dijajah Belanda. Dipimpin Gubernur Jenderal.

Dilihat dari namanya saja sudah kelihatan "Gubernur" Jenderal. Ini beda sama Amerika Serikat misalnya yang sama-sama bekas Koloni Inggris, Mereka memang independen 100 %, karena Kepala Negaranya orang Amerika Sendiri, POTUS. Bahkan gak mau ikut organisasi persemakmuran yang bagi orang Amerika, Inggris tidak lebih hebat dari Amerika, Amerika sekarang jauh lebih kuat daripada Inggris, tidak ada pentingnya ikut organisasi Commonwealth.


Lha udah dibaca belum?
0
18-09-2019 20:57
Quote:Original Posted By lyndonbaines


Lha udah dibaca belum?


udah
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.