alexa-tracking
Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7e221e337f93585f46f4b6/hati-hati-sikap-ini-membuat-psikis-anak-terganggu
Lapor Hansip
15-09-2019 18:35

Hati-Hati! Sikap ini Membuat Psikis Anak Terganggu!

Past Hot Thread
Orangtua adalah tokoh utama dalam merawat maupun mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Perilaku anak tergantung dengan didikan orangtuanya. Jika didikan yang diperoleh baik dan selalu membiasakan anak untuk disiplin, mencotohkan hal yang baik, berperilaku sopan santun, patuh pada ajaran agama, pasti hasilnya akan baik pula. Walau lingkungan pergaulan disekitarnya berbanding terbalik dengan yang diajarkan orangtuanya, maka dia akan tetap teguh dengan apa yang diajarkan kedua orangtuanya. Namun, terkadang banyak psikis anak terganggu akibat dari orangtuanya sendiri. Yang membuat anak menjadi pemberontak, membangkang, bahkan seakan omongan orangtua diabaikan atau dianggap angin lalu. Para orang tua harus tahu hal ini, Gan. Dalam berucap maupun melakukan tindakan apapun itu harus berfikir matang-matang dan logis. Karena akibatnya berdampak pada sang anak.

Hati-Hati! Sikap ini Membuat Psikis Anak Terganggu!



Ada beberapa perilaku orangtua yang terkadang melukai perasaan anaknya tanpa disadari dan justru membuat psikisnya tergoncang, yaitu:

1. Membandingkan anak dengan orang lain

Sebagai orangtua memang seharusnya mendukung anak agar semangatnya tak putus dalam meraih impian. Namun terkadang ada orangtua yang justru membuat sang anak tak memiliki semangat atau semangatnya menjadi redup. Misalnya dalam sebuah perkataan seperti terlihat membanggakan anak orang lain, membandingkan dengan saudaranya, menegurnya dengan langsung dengan perkataan yang keras, "Makan-makan yang banyak gitu, lho. Ibu sudah kerja capek-capek tapi kamu kurus begitu.", "Wajahmu kok kusam gitu, tho. Rias biar cantik. Lihat dia, cantik begitu sekarang.", "Lihat adikmu, dapat juara 2. Kamu harus bisa seperti adikmu!", "Anak itu pintar banget ya, kamu harus bisa seperti dia!", "Badanmu gemuk banget, kurusin dikit! Jaga pola makan!"

2. Berbicara keras terhadap anak

Banyak kasus terjadi di masyarakat, dimana anak menjadi berani kepada orangtuanya. Bahkan membentak pun dilakukan Faktor utamanya adalah orangtuanya sendiri, pengaruh ponsel yang seperti ketergantungan, lingkungan sekitar ataupun pergaulannya. Contohnya: "Belajar sana! Jangan main HP terus! Mau jadi apa kamu nanti!" ujar Ibu dengan suara penuh penekanan., "Jam segini baru pulang? Darimana saja?" bentak Ayah dengan nada keras yang terdengar oleh tetangga." Padahal perkataan tersebut membuat jiwa anak menjadi tergoncang, hatinya merasa sakit, merasa malu, walaupun kesalahannya sendiri.

3. Sibuk bekerja

Kesibukan orangtua dalam mengais rezeki juga menimbulkan perilaku anak yang menjadi lebih bebas. Maksudnya, sikapnya diluar kendali harapan orangtua. Sibuk bekerja sampai lupa memperhatikan anak. Anak akan merasa bahwa kedua orangtuanya tak menyanyanginya. Ia juga akan merasa bebas dan tak dikekang.

4. Terlalu mengekang anak

Memang, orangtua tak bermaksud mengekang sang anak. Hanya sedikit membatasi geraknya. Takut anaknya berpengaruh pada pergaulan bebas di luar sana. Anak dilarang ini itu. Contohnya: "Jangan ikut basket, ntar kamu capek!", "Jangan keluar rumah, biar Ayah saja yang membelikan!", "Mau kemana? Keluar sama temen? Enggak boleh. Dirumah saja!" Tetapi, hal tersebut justru membuat anak menjadi kurang nyaman, dan sensitif. Anak akan merasa tertekan.

5. Menyepelekan anak

Tanpa sadar, orang tua berkata sesuatu yang melukai perasaan anak. Seperti perkataan, "Kenapa ikut? Gak bisa gitu. Gak usah gaya.", "Gambarmu jelek gitu mau kamu ikutin lomba?", "Sudahlah, di rumah saja, kerja gini kerja gitu masih gak benar.". Mungkin bagi orang tua itu hanya sebagai candaan atau tanpa sengaja terucap. Namun siapa sangka, bahwa ucapan tersebut membekas di hati anak. Membuat anak menjadi tak percaya diri, cenderung psimis.


Berikut ada beberapa cara untuk mendidik anak agar tidak membangkang:

1. Berbicara dengan nada lembut, berusaha menghindari nada membentak atau keras.
2. Memberikan contoh yang baik
3. Mengawasi pergaulan anak
4. Tidak terlalu memanjakan anak
5. Tidak terlalu mengekang anak, namun juga tidak terlalu memberikan kebebasan.
6. Memberikan motivasi dan dukungan kepada anak
7. Menasehati anak dengan lembut jika anak melakukan kesalahan
8. Mendo'akan anak agar menjadi anak yang sholeh sholehah
9. Membiasakan anak bertanggungjawab, amanah
10. Membiasakan anak untuk mengucapkan maaf ketika salah, dan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu

Quote:"Namun, memang ada dimana orangtua sudah melakukan dengan baik, tetapi anaknya justru sebaliknya. Dalam hal ini, orangtua perlu bersabar dan berdo'a agar anak kembali sadar bahwa apa yang dilakukannya salah."



Sumber: opini pribadi @ilafit
Diubah oleh ilafit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 59 lainnya memberi reputasi
60
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 15
17-09-2019 14:53
Membanding bandingkan sih kerasa banget, ok kalau awal awal bisa mikir bodo amat buat sekedar pembicaraan tapi kalau lama lama anak juga kepikiran dan anak jadi males buat berkembang
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 14:54


Quote:Original Posted By renzaki
Zaman skrng susah nentuin cara yg tepat buat mendidik anak, kecuali si anak punya kesadaran sendiri dan mau di tuntun ke hal yang baik.
Misal kebiasaan orangtua zaman dahulu yg suka main fisik, kalo menurut ane udh gak bias dipakai karena anak skrng bisa menyalurkan sendiri depresinya ke hal negatif dgn sangat mudah (Pergaulan tidak sehat, Narkoba, Pornografi, Dll). Tapi Dilema juga, Anak kalo gak dikasarin malah ngelunjak dan tumbuh menjadi sosok yang mentalnya lemah (Manja, cengeng, dll). Jadi Bagi yang sudah memiliki anak, Mungkin ada yang bisa memberi kiat2 cara mendidik anak tanpa ada Efek samping apapun pada si anak? emoticon-Malu emoticon-Malu

Wah iya bener banget, sekarang makin banyak pelampiasannya ke hal negatif, tetep menyesuaikan si anak sih kayanya, sebagai orang tua ya harus mengerti tipe anaknya seperti apa
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 14:56


Quote:Original Posted By aquanus98
menurut ane ni post penting buat bahan pertimbangan mendidik anak kaya gimana. kadang banyak org tua yg tidak tau dampak2nya spt apa ke anak. nice info gan!

Yap bener bener... Ya walaupun kenyataannya kadang jauh dari teori, tapi bisa dibuat pertimbangan, dan menurut ane sih setiap orang tua juga menyesuaikan sih cara mendidiknya dg si anak, ga bisa disamain ke semua anak
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 15:01
smw teori parenting yg agan tulis betul n bagus,, tapi klw bs harus diimbangi dgn spiritual juga, dgn cara rutin mendoakan mereka setiap saat agar selalu dilindungi dari perbuatan yg tdk baik/menentang agama dsb..
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 15:02
Duluu banget saya pernah denger ibu ngomong gini, pas saya lagi maen sm sepupu cowok.
"Enak kali yah kalo anakku cowok." Mungkin kalo ada konteksnya saya gabakal salah paham, tapi namanya anak tk.... Saya nangis2 sampe ibu saya panik dan langsung dibawa pulang.

Terus kalo lagi marahin saya, nada bicaranya tinggi banget. Saya sampe ga berani gerak. Kalo saya lagi berdiri, ya berdiri aja terus sampe ibu saya beres marah2nya. Padahal ibu saya ga nyuruh saya diem, tapi itu refleks badan.

Selain itu karena saya anak tunggal, saya kesannya gaboleh main kemana2. Kalo pulang maen kesorean, saya diteriakin pulang kalo engga disusulin. Dalih ibu saya, "kamu kan cewe, anak mamah satu2nya, kalo ada apa2 gimana gaada penggantinya? Orang lain mah punya banyak anak, yg satu ilang masih ada yg lain."

Mungkinkah hal2 diatas ditambah rasa percaya diri yg kurang (dan kalo saya cerita masalah di sekolah karna sy sering di bully scr lisan, satu-satunya tanggapan yg saya terima adalah "ngapain nangis?? Udah pede aja, lawan!!") memperparah trauma2 lain dan bikin saya punya social anxiety? Atau saya cuma nyari pembenaran? :Ngakaks

Tapi yah memang kata-kata lebih sedep daripada perbuatan, apalagi dari orang terdekat. Semoga kita, secara sadar atau engga, menghindari hal2 yang membuat kondisi mental anak kita buruk.
profile-picture
profile-picture
ryanhasiano dan ilafit memberi reputasi
2 0
2
17-09-2019 15:20


Quote:Original Posted By AguzeWah
Yg paling banyak ditemui mah ngebentak atau bicara keras ke anak, pengennya si bikin anak nurut ama omongan orang tua, tapi ya itu kaya pisau bernata dua, anak bisa nurut tapi efeknya anak jadi penakut, takut salah apa apa salah kenat bentak, engga PD. atau anak jadi rebel, pembangkang.


iya gan, klo menurut ane cara embuat anak nurut yaitu dengan tegas. tegas bukan berarti galak. namun menerapkan setiap perbuatan dengan suatu konsekuensi apa bila melanggar. ane yakin anak lebih tanggung jawab dan tidak merasa terkekang atau terbebani emoticon-Jempol
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 15:23


Quote:Original Posted By GroupTercela
satu kesalahan fatal yang dipercaya dan coba dilakukan oleh manusia2 dimuka bumi ini adalah menerapkan satu pola yang sama dalam mendidik anak seperti halnya semua manusia menggunakan pola / resep yang sama dalam membuat roti bolu...??
manusia itu makhluk yang unik, bahkan kembar siam sekalipun tidak akan memiliki pola pikir dan sifat yang sama.
saran ane, percaya dirilah wahai para orangtua dalam mendidik anak anda masing masing sesuai dengan cara anda sendiri. satu pola pengajaran yang berhasil mendidik anak si A , tidak akan bisa diterapkan pada anak si B!
so jangan terlalu banyak kemakan teori muluk muluk. prinsip dasar yg universal dalam pendidikan anak adalah terapkan Reward or Punishment sejak dini pada anak kita atas semua prilakunya. bentuknya silahkan dikreasi sendiri. jika itu reward maka sesuaikan dengan umur dan kemampuan bertanggungjawab masing2 anak yang tentu kita sendirilah yang paling tau sebagai orantuanya. jika itu punishment (hukuman), maka pastikan punishment itu tetap berada dalan koridor yaakk..jangan sampe lu siksa sampe mati!!


yup setuju gan, setiap anak beda beda sifat, watak, serta kemampuannya. jngan samakan dengan anak lain atau dengan mencetak sikap sesuai apa yang kita inginkan. biarkan mereka berkembang dengan sendirinya dan kita sebagai ortu akan selalu mendampingi emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
id.mahlukplanet dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
17-09-2019 16:15
Doa Ibu adalah yang paling mustajab..
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 16:26
elah lempar aja ke jurang, idup berarti takdir, mati berarti takdir juga......emoticon-Ngacir
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 16:50


Quote:Original Posted By RetnoQr3n
terus menerus belajar dan memperbaiki diri. perlahan tapi pasti


iya gan bnar, semua butuh proses untuk menjadi diri yang lebih baik lagi emoticon-Jempol
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 17:12
paling sering membanding bandingkan anak emoticon-Embarrassment

#bata
profile-picture
profile-picture
ryanhasiano dan ilafit memberi reputasi
2 0
2
17-09-2019 18:43
Quote:Original Posted By mbakendut
Mantap, HTemoticon-Shakehand2


Hehe, thanks, Kak

Quote:Original Posted By 7vhia
hhhhmmmm

bgtu kah breeee

nice info yah emoticon-Jempol


Sama2, semoga bermanfaat

Quote:Original Posted By h.ariel
semoga bermanfaat bagi yg sdh punya buah hati


Aamiin. Iyap betul
0 0
0
17-09-2019 18:44
walah bgtu yah

nice info emoticon-Wagelaseh
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 18:45
Quote:Original Posted By Mooneigzh
Ane yg kena ama poin yg ke 3 gan. Emak nya pagi jam 8 dah kerja pulang sore. Ane kerja agak lama sih tp plgnya malam.
Minggu doank kesempatan main full seharian. Tp apa daya harus kerja gan 😭😭


Sabar, Kak.. yang penting pergaulan anaknya tetap terpantau

Quote:Original Posted By njir
Kalo gw suka ngeplak anak brayemoticon-Cool









Anakinemoticon-Ngakak


Kagak boleh, Kak. Perlakuan kakak terhadap anaknya nanti akan membekas di hati, bisa jadi dipraktikkan anaknya ketika dewasa

Quote:Original Posted By nini.ngatiyem
"dasar anak setan kamu!"

emoticon-Leh Uga


Gak boleh tau😂
0 0
0
17-09-2019 18:48
Quote:Original Posted By khambing34
betul gan, yang seharusnya itu orang tua memahami anak bukan anak memahami orang tua karena anak belum pernah menjadi orang tua!


Iya, karena apa yang didapat pertama kali dari kedua orang tuanya.

Quote:Original Posted By feryherle
dijaman aku kecil langsng di pecut pakai rotan emoticon-Mewek


Sabar, Kak. Cara mendidik orang tua berbeda-beda. Yang pasti kedua orang tua kakak sayang banget sama kakak. Ingin yang terbaik untuk anaknya.

Quote:Original Posted By a6oesdj4rsy
Nice share infonya gan.. emoticon-2 Jempol


Iya, semoga berkah
0 0
0
17-09-2019 18:53
Quote:Original Posted By erwin102361
didik ala militer aja gan,


Iya, dengan ketegasan namun juga tidak dengan kekerasan. Karena anak membutuhkan kasih sayang dengan hati yang tulus dan lembut.

Quote:Original Posted By id.mahlukplanet
Kalau pendapat saya, sebelum memutuskan punya anak ada baiknya memeriksakan kesiapan mental kedua orang tua. Anak yg tumbuh dan dibesarkan oleh kedua orang tua yg benar2 dewasa pasti beda hasilnya dgn yg masih separo dewasa. Dewasa ini dlm artian mental bukan umur.

Kalo ada yg bilang, lo sih ga tau rasanya jadi ortu. Ya, siapa yg suruh jd orang tua kalo ga siap mental dan ga siap nanggung resikonya?

Anda membawa anak ini hadir ke dunia tanpa persetujuannya. Apa yg bisa anda tawarkan untuk dia supaya bisa survive di dunia yg penuh dgn masalah ini? Bukan malah menuntut apa2 yg bisa dia berikan untuk anda. Yg mnta anak itu ortu. Bukan anak duluan yg lahir ke dunia terus ortu nya jatoh dr langit.


Anak adalah anugerah dari-Nya. Harus dijaga sebaik mungkin. Anak nantinya yang akan menentukan kita juga di akhirat. Seperti umpamanya, "ibu dan ayah saya dulu selalu mengajari saya tentang pendidikan agama yang kental. Bawalah mereka ke surga bersama saya."

Quote:Original Posted By mionggarong
ini diskusi serius ya? Ga boleh ngelawak ya? Ane kemarin pernah ngelawak di suatu diskusi yg kelewat serius pdhl harusnya sih biasa aja keleus ga usah baperan..

Okey jadi gini, tiap anak (atau pun manusia) itu sudah membawa sifatnya sendiri2 sejak lahir dan semuanya unik serta berbeda2, maka perlakuan kepada setiap anak juga harus berbeda2, akan tetapi ada hal2 yg bisa diberikan dalam bentuk sama, misalnya barang yg sama, klo kakaknya dibeliin sandal ya adiknya dibeliin juga yg sama, dengan begitu si anak tidak akan merasa diperlakukan berbeda2, akan tetapi anak2 harus di didik dengan tegas (bukan keras) karena jaman sudah berubah, ada 2 anak yg sudah dibelikan bola yg sama tapi 1 anak selalu merebut bola lainnya, anak seperti ini yg harus ditegaskan, jangan sampai dua2nya "dihukum" misalnya, harus yg suka merebut saja yg ditegaskan.

Ada juga anak yg "aneh", misalnya ada boneka, anak A tidak mau bermain dengan boneka itu, tapi ketika ada anak B yg mengambil boneka itu maka si A langsung merebutnya, namanya anak2 tentu saja si B tidak akan memberikan, lalu si A menangis meraung2 mengadu pada ortunya, untuk kasus seperti ini ane akan membela si B supaya si A sadar bahwa tangisan dan sifat manja tidak akan memenangkan dia dalam segala hal


Betul, mantap ilmunya, Kak. Semoga berkah☺

Quote:Original Posted By id.mahlukplanet
Wkwkwkwk.. bapak/ibu kok nyadar sih?


Kok gitu sih😂
profile-picture
erwin102361 memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 19:36
setujuu gaaann

intinya selalu luangkan waktu untuk berkumpul dan dekat dengan keluarga, berbicara kepada anak, tanyakan hal2 yang dialaminya hari ini, dan yaaa selalu suport dan beri semangat kepadanya

emoticon-2 Jempol
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 19:39
Quote:Original Posted By aquanus98
menurut ane ni post penting buat bahan pertimbangan mendidik anak kaya gimana. kadang banyak org tua yg tidak tau dampak2nya spt apa ke anak. nice info gan!


Semoga ilmunya bermanfaat

Quote:Original Posted By totoughtodie
Realita nya tak semudah teori yg diatasi.
Tetap semangat dan bersabar serta mencoba lebih baik lagi dalam mendidik.
Semangat para orang tua.


Iya, jangan lupa berdo'a

Quote:Original Posted By perdana.editya
anak sy yg besar br umur 2th+ bandelnya minta ampun tp sangat lincah, cepat bicara, cepat belajar, mudah meniru dan mudah hafal orang dan namanya. tp ya itu bandelnya ampun emoticon-Big Grin


Masih kecil gak apa2, Kak. Masih penyesuaian dengan lingkungan sekitar. Dia bisa dibelajari dengan sebuah perkataan "Le, gak boleh nakal ya. Nanti Allah marah, lho."

Seketika anak akan mengingat perkataan ibunya sampai dewasa jika selalu ditanamkan perkataan yang baik.
0 0
0
17-09-2019 19:43
Quote:Original Posted By indahmami
Berusaha menjadi ortu yg baik.
emoticon-Cool


Betul, Kak.

Quote:Original Posted By id.mahlukplanet
Tipikal anak jaman skrg, gan. Kalau ada anak yg diem malah perlu dicurigai. Bukan nakal sbnrnya tapi aktif. Daripada dihardik lebih baik didoakan saja. "Kamu kok ga bisa diem sih? Mau jadi atlet sprinter ya?" Atau apalah yg bagus2. Yg bikin kita seneng kalo memikirkannya.


Iya, anak yang terlalu diam juga bahaya. Dido'akan saja. Dan memberikan pengertian kepada sang anak dengan perkataan yang baik.

Quote:Original Posted By pemburukodok
Semoga ane bisa menjadi teladan buat anak ane emoticon-Cool


Aamiin.. semangat kak..
0 0
0
17-09-2019 19:46
langsung ane bookmark, siapa tau ntar pas ane punya anak bisa inget ini

thanks ts
profile-picture
ilafit memberi reputasi
1 0
1
Halaman 7 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.