alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a0495431a99757a2b8b4568/bunga-bangkai-di-sudut-pelaminan
Lapor Hansip
10-11-2017 00:49
Bunga Bangkai di Sudut Pelaminan

Bunga Bangkai di Sudut Pelaminan

Quote:
Hai GanSis! Ini adalah Novelet karya Ane, bercerita tentang perselingkuhan kakak dan adik ipar yang tragis romantis.

Dikemas dalam latar kehidupan malam, dan berakhir dengan sad ending. Baca ya sampai tuntas! emoticon-Big Grin


INDEX NOVELET:

Part 2 Part 3 Part 4 Part 5

Part 6 Part 7 Part 8 Part 9

Part 10 Part 11 Part 12 Part 13

Part 14 Part 15 Part 16 Part 17

Part 18 Part 19 (Tamat)

********

PART #1:
Jalan Berliku Menuju Hatimu



Suatu malam di tempat kerjaku.

“Seven up!” perempuan itu mengacungkan dua jari di depan loket.

“Habis! Tinggal Merlot,” sahutku. Ia menggeleng dan terus lenyap dari kerumuman pengunjung yang antre.

Di sini minuman keras golongan B yang berkadar alkohol 5-20% seperti merek Merlot dijual bebas dengan izin resmi. Syaratnya asal minuman itu barang legal dan orisinil. Untuk golongan C yang mengandung etanol lebih dari 20% seperti Vodka, hanya dijual terbatas secara rahasia kepada tamu yang sudah dikenal. Untuk mengelabui aparat, biasanya cairan itu dimasukkan ke dalam botol bekas minuman yang legal.

Aku mengenal hampir semua ladies yang biasa menghibur tamu di tempat ini. Tiga tahun kerja, membuatku hafal nama-nama dan wajah mereka. Bagaimana tidak, mereka adalah pengunjung tetap dan gratis masuk ke sini. Kehadiran mereka membuat tempat ini menjadi ramai. Pesona wajah dan tubuh mereka adalah magnet yang mengundang para lelaki yang haus sentuhan wanita untuk datang.

Hampir setiap malam mereka bertemu denganku. Dari balik kaca, di bawah cahaya temaram lampu, dapat kulihat gaya make up dan dandanan mereka yang terkesan monoton itu. Hanya warna dan bentuknya yang berganti-ganti. Modelnya tetap sama. Bawahan setengah paha. Atasan kaos ketat yang terbuka pundak dan sebagian dada, terkadang tanpa lengan, dengan warna lipstik agak menyolok memoles bibir. Namun kesibukan kerja membuatku tak sempat mengenal mereka lebih dekat. Tak seorang yang menjadi teman akrabku. Kami hanya saling kenal sebatas nama.

Wanita itu, dialah yang lebih menarik perhatianku. Seorang gadis berkulit putih bersih, berambut pirang sebahu, berwajah oval, dan berperawakan agak mungil. Sifatnya agak pendiam. Tak pernah kulihat ia mendekati tamu. Ia terkesan menunggu untuk dirayu. Jaim alias jaga image, itulah istilah yang populer di kalangan mereka.

Dia bukanlah yang tercantik. Dibanding teman-temannya, rasanya tiada yang lebih pada lady itu. Hanya saja, dialah satu-satunya yang kuketahui tak pernah memesan minuman beralkohol. Biasanya ia cuma membeli pelepas dahaga yang berkarbonasi.
Setiap pria yang bersamanya, umumnya terlihat dari kalangan orang yang berkantong tebal dan berwajah ganteng. Barangkali ia memasang tarif tinggi untuk satu jam bersamanya, atau sangat selektif memilih pasangan. Dugaan itu membuatku ragu untuk mendekatinya. Namun aku tetap berharap suatu saat langit membukakan jalan bagiku untuk mengenalnya lebih akrab.
****
Langit terlihat gelap. Hanya dua-tiga buah bintang saja yang tampak. Awan hitam yang menggumpal menutupi cahayanya. Pengunjung agak sepi. Yah, mungkin hanya sekitar tiga perempat dari biasanya.

Hiburan baru saja dimulai. Dari tirai jendela kaca kulihat gerimis mulai turun. Dalam kondisi seperti ini, biasanya minuman yang menghangatkan tubuh seperti Shiraz dan Merlot lebih banyak terjual.

Disco lamp terus berjoget mengiringi irama lagu, dan menghipnotis para pengunjung yang mulai ekstase untuk mengikutinya. Mereka hanyut dalam hentakan musik dangdut koplo yang semakin menggila. Tiba-tiba sound system dimatikan. Lampu-lampu utama dinyalakan. Spontan gerakan tubuh mereka terhenti. Wajah-wajah yang semula hanya kulihat samar di bawah temaram kilat cahaya warna-warni, tampak terlihat kaget.

Bunga Bangkai di Sudut Pelaminan

“Perhatian, perhatian! Semua pengunjung harap tenang dan tetap di tempat. Kami dari kepolisian akan mengadakan pemeriksaan,” terdengar pengumuman dari pengeras suara yang dipegang oleh seorang yang berpakaian dinas.

Sebagian tamu tetap diam. Namun beberapa orang mulai panik saat petugas mulai menyebar dan memeriksa kartu tanda pengenal diri. Saku baju dan celana, isi dompet dan sepatu tak luput dari razia itu. Kecemasan membuat mereka berusaha menghindar. Ada yang bersembunyi di belakang sofa, di dalam WC, bahkan ada yang mencoba keluar ruangan, namun segera dicegat oleh aparat yang berjaga di depan pintu. Temanku sendiri tergesa-gesa mengamankan minuman kelas C yang belum sempat dikamuflase.
Bersambung>>>

Ref
Diubah oleh Aboeyy
profile-picture
profile-picture
mainida dan dhinie08 memberi reputasi
2
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 2
06-01-2018 15:21
PART #17

Saat memikirkan jalan keluarnya, tiba-tiba aku teringat dengan cerita kematian misterius seorang karyawan diskotek tempatku bekerja dulu. Ceritanya begini:

Gelap masih menyelimuti pagi. Hanya sebuah lampu di muara gang, menerangi jalan becek yang baru diguyur hujan itu. Seorang lelaki berusia 32 tahunan berjalan terhuyung-huyung menuju rumahnya.

Ia mengetuk dan menggedor-gedor pintu dengan keras untuk membangunkan penghuni rumah. Wanita yang membukakan pintu menatapnya dengan pandangan heran. Jarum jam dinding menunjukkan pukul 3.34 pagi.
“Ada apa, Pah?” selidiknya. Lelaki itu tak menjawab. Ia terus masuk dan membaringkan tubuhnya di sofa panjang. Istrinya melepaskan sepatu yang penuh lumpur itu.

“Papah sakit?” tanyanya khawatir sambil memijit-mijit kaki suaminya. Lelaki itu hanya menggeleng. Matanya terus terpejam. Tiba-tiba ia muntah. Mulutnya mengeluarkan busa. Mukanya seketika pucat. Tubuhnya gemetar, lalu kejang-kejang. Matanya melotot tajam ke langit-langit rumah. Sesaat kemudian, pandangan meredup seperti tidur.

Wanita itu terlihat panik. Dirabanya nadi suaminya. Ketika dirasakannya tak ada tanda-tanda kehidupan, spontan ia menjerit histeris, “Papaaah!” Teraiakan itu membuat putri sulungnya yang berusia 5 tahun terbangun. Sementara adiknya yang masih berumur 1 tahun masih tidur.

Gadis kecil yang belum mengerti tentang kematian itu ikut menangis di samping ibunya yang telungkup di atas dada suaminya. Ia memeluk kaki ayahnya yang sudah terbujur kaku itu. Air mata ibunya perlahan berhenti. Dibelainya kepala putrinya itu hingga ia tertidur.

Ketika matahari baru sedikit menampakkan wajahnya, wanita itu memberitahukan warga sekitar tentang kematian suaminya. Sementara perempuan cilik itu menggoyang-goyangkan kepala ayahnya.

“Papa! Bangun Pa! Hari sudah siang. Hari ini kan Papa janji mau ngajak aku ke taman?” rengeknya manja berulang-ulang.
“Papa kamu baru tidur, Sayang! Jangan ganggu dulu!” bujuk ibunya hingga ia diam menunggu ayahnya bangun.

Gadis itu baru mengerti bahwa ayahnya tak mungkin bisa bangkit dari tidurnya panjangnya ketika tubuh yang telah kaku itu dimandikan lalu dibungkus dengan kain putih. Ia menangis dan menjerit-jerit memanggilnya. Terlebih saat ia melihat jasad bapaknya dimasukkan ke dalam liang lahad.

Duka wanita itu semakin dalam karena jeritan anaknya itu. Berbulan-bulan putrinya terus memanggil-manggil ayahnya. Bagaimana tidak, ia begitu akrab dengan bapaknya ketimbang ibunya. Selama ini, ayahnya yang melayani keperluannya, seperti mandi, makan, dan sebagainya.

Sejak kematian ayahnya, gadis itu menjadi pemurung. Ia jadi penakut, dan tidak berani tidur dan tinggal sendirian di rumah. Ke manapun ibunya pergi, ia selalu ikut. Sampai tamat SD, ia tetap tidur bersama ibunya.

Kematian yang mendadak itu, terus mengganjal perasaan wanita itu. Sepengetahuannya, suaminya bekerja di sebuah diskotik, dan tak pernah mengkonsumsi barang yang memabukkan. Tapi dari indikasi yang yang ada, ia menduga suaminya wafat karena overdosis. Namun ia hanya pasrah, tanpa pernah berusaha untuk menyelidiki penyebab datangnya ajal itu.

Itulah cerita yang pernah kudengar saat aku mulai bekerja di diskotik itu.

To be continue>>>>

Diubah oleh Aboeyy
0
07-01-2018 00:08
PART #18


Aku berpikir, apakah Shanty dan Bella adalah putri dari bapak yang malang itu. Aku ingin menyelidiki lebih jauh tentang latar belakang kehidupan keluarga Shanty, terutama tentang ayahnya.

Secara empat mata, aku bicara dengan Mama. Namun informasi yang kudapat sama dengan jawaban Shanty, bahwa ayahnya dulu bekerja di restoran. Tak ada sedikitpun indikasi yang mengarah bahwa karyawan yang wafat itu adalah ayah Shanty. Namun aku masih penasaran. Jawaban Mama seperti ada yang ditutup-tutupi. Sikapnya agak grogi. Karena itu, aku akan menemui pemilik hotel itu. Aku kenal baik dengannya. Darinya akan kugali lebih dalam tentang identitas karyawan itu, hingga aku mengambil sebuah keputusan yang bulat.

Pagi itu, musyawarah keluarga kembali digelar. Kali ini Aku yang menjadi moderator. Mama di sampingku. Bella dan Shanty di seberangku. Keduanya duduk agak berjauhan.

“Andaikan boleh, pastilah kurawat dan kujaga sepenuh hati kedua taman hati Mama ini. Namun seperti yang pernah Mama katakan bahwa hukum tidak mengizinkan seseorang mengelola dua lahan yang berdampingan dari pemilik asal yang sama,” ucapku sambil menatap Shanty dan Bella.

“Apa yang akan kau lakukan, Fen?” tanya Mama serius.

“Jika Mama menganggap tanaman itu sebagai bunga bangkai yang tumbuh di taman Bella, maka sayalah bibit kembang yang berbau busuk itu. Sayalah yang seharusnya dipetik atau dicabut dari taman itu. Namun menurut saya, bukan bunga itu yang jadi masalah. Aroma tak sedapnya hanya sebentar, dan sekarang ia telah lenyap ditiup angin.”

“Jadi, letak persoalannya di mana?” Shanty seperti merasa tersindir.

“Yah, aroma itu memang telah hilang dari hidung tetangga. Namun tidakkah kalian menyadari bahwa bau busuk itu sekarang mengendap di dalam rumah ini?”

“Maksud kamu apa?” Mama seperti tersinggung.

“Tidakkah Mama lihat hampir setiap hari Bella dan Shanty perang saudara hanya karena memperebutkan bunga bangkai itu?” sahutku tegas. Semua terdiam.

“Jadi, bagaimana?” tanya Mama.

“Saya harus pergi dari rumah ini,” ucapku tegas. Semua kembali terdiam. Sesaat kemudian, Shanty berdiri. Ditatapnya Bella dengan pandangan lembut.

“Maafkan Shanty, Bel! Biar Shanty saja yang pergi dari rumah ini,” ucapnya sambil terisak.

“Bella juga minta maaf, Kak! Tapi Kakak jangan pergi.” Bella berdiri menyambut Shanty. Keduanya berpelukan sambil mencucurkan airmata. Sementara aku sudah melangkah pasti meninggalkan pagar kedua taman itu untuk sementara waktu.

Diubah oleh Aboeyy
0
12-01-2018 01:20
PART #19 (TAMAT)

Dalam kesendirian, aku merenung. Mengingat kembali masa-masa indah awal mengenal Shanty di diskotik itu. Dialah yang telah menghiburku di saat aku begitu putus asa akibat judul skripsi yang selalu ditolak. Yah, saat bekerja di diskotik itu, aku duduk di semester 8, Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Pidana. Kalau siang jadi mahasiswa, dan saat malam menjadi waiter.

Namun berkat Shanty, akhirnya aku menemukan ide. Saat kuketahui dia membeli obat terlarang, aku terpikir untuk mengangkat masalah peredaran narkoba di tempat hiburan malam sebagai judul penelitian. Di samping itu, aku sendiri baru sadar, bahwa ternyata selama bekerja di sana, aku juga secara tidak langsung telah terlibat dalam penjualan miras, dan mengetahui seluk beluk “lubang tikus” sebagai keluar masuknya barang haram itu. Ide itu langsung kukonsultasikan dengan dosen penasehat.

“Wah, sangat bagus itu. Saya siap jadi pembimbing jika kau sanggup menggarap tema ini. Dan saya yakin judul penelitian ini pasti diterima, sebab masalahnya cukup aktual dan sepengetahuan saya hal ini belum ada yang meneliti,” sambut Dosen Penasehat ketika saya mengonsultasikan Desain Proposal Penelitian yang berjudul “Modus Operansi Penyebaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam di Kota Banjarmasin.”

Akhirnya aku bisa lulus kuliah, dan tak lama kemudian aku dan Shanty menikah. Tapi pada akhirnya kami harus berpisah akibat "kecelakaan" itu.

***********
TAMAT
Diubah oleh Aboeyy
0
12-01-2018 03:09
udah selesai gan?
0
13-01-2018 20:11
Yap, udah selesai.
Quote:Original Posted By pandoe29
udah selesai gan?


0
13-01-2018 20:11
0
13-01-2018 22:08
Lelaki biadab, ipar sendiri di...
0
24-01-2018 20:24
lanjut gan kerennn ...ijin nenda...
0
25-01-2018 22:30
Udah tamat gan film-nya! emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By c4punk1950...
lanjut gan kerennn ...ijin nenda...


0
25-01-2018 22:42
Quote:Original Posted By Aboeyy
Udah tamat gan film-nya! emoticon-Big Grin


walah iya...pas bca ampe akhir the end...bgus om...filmnya
0
09-06-2018 20:13
Kereeen ceritanya gan. Super sekali
0
11-06-2018 21:59
Quote:Original Posted By c4punk1950...
walah iya...pas bca ampe akhir the end...bgus om...filmnya


Quote:Original Posted By pencari.rizki
Kereeen ceritanya gan. Super sekali


yup, tq. masih belajar mulis novel.
0
12-06-2018 02:26
Quote:Original Posted By Aboeyy




yup, tq. masih belajar mulis novel.


Penuh dengan tikungan yang tajam

Boleh juga nih alur ceritanya
emoticon-Leh Uga
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
23-06-2018 05:49
Penghargaan tertinggi utk sampeyan. Seppp !!
1
15-09-2019 13:56
tragis, dramatis, romantis
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
1
16-09-2019 20:54
bagaimanapun rapinya membungkus aib, akhirnya tercium juga.
0
Halaman 2 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dua
Stories from the Heart
dibatasi-jendela-kamar
Stories from the Heart
let-me-tell-you-a-story
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.