alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7caa23a7276848e1026e09/coc-thread-event-hari-tani---komunitas-belajar-bersama-bisa
Lapor Hansip
14-09-2019 15:51

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Nyesek itu, diputusin pacar karena tidak pandai merangkai kata? Tak perlu GUNDAHLAH

"Negeri ini memanggilmu."

Yuk buat para mantan menyesal! Ikuti Kompeteni menulis online di TS ini. Event berlangsung selama 15 September-15 Okober 2019. Dukung petani dengan literasi, Gan! 


Adalah tempatnya para peserta menulis event komunitas belajar bersama bisa- Hari Tani 24 September 2019. Seperti Gansis lihat saat ini, nasip para petani kita masih seolah terabaikan. Gema 74 tahun Indonesia merdeka, rakyat adil dan makmur yang didengungkan selama ini, nyatanya seolah hanya sekedar narasi saja. 

Belum lagi arus digitalisai yang kemajuanya semakin pesat, itu bisa menjadi berkah untuk para petani karena mudahnya mengakses informasi. Sekaligus juga musibah karena kemajuan teknologi, memaksa minat pertanian semakin tergerus. 

Petani adalah Mutiara yang Hilang? 

Begitulah ane menyebutnya, terlahir dari keresahan-keresahan yang merupakan pengalaman keliling negeri ini. Sekitar empat tahun lalu, ane pergi kewilayah Indonesia bagian Timur. Coba lihat nasib para petani mete, mulai dari Bali, Lombok, Sumbawa, Dompue, Bima, Bajawa, Manggarai hingga ke Flores. 

Harga mete cukup murah di wilayah terserbut, berbalik diwilayah jawa yang mahal dan juga langka. Terutama saat menjelang hari raya. Wilayah Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima dan seterusnya, subur akan bawang merah, bawang putih dan juga jagung. Kenyatanya, nasib para petani juga masih sering hidup segan mati tak mau. 

Saat tengah perjalanan dari Padang Bai-Gilimanuk, ane coba bertanya sama sopir ekspedisi yang membawa hasil bumi dan harga dari petani, menurutnya juga sangat murah, tidak seimbang dengan biaya selama penanaman.  Padahal, hasil bumi dari Timur tersebut, jika pemanfaatanya bisa maksimal, mungkin lebih dari cukup untuk kebutuhan di wilayah jawa. 

Begitu juga saat ane di Manado, mencoba bertanya pada para etani sagu, hampir jawabanya juga serupa. Bahkan isu sagu juga sering didengungkan untuk kepentingan menjelang pemilihan. Katanya, sagu dari wilayah sulawesi bisa mencukupi, nyatanya apa?

Apalagi petani di jawa, harga pupuk selalu menjadi permasalahan klasik. Di tambah serangan hama seperti tikus dan wereng. Semakin menjeritlah nasib para petani. Jabodetabek, pemasok pisang dari Lampung, saat ane di Tanggamus hingga Palembang, di ajak "ngumbul" atau ke ladang. Nasib para petaninya juga selalu mengeluhkan hal yang sama.  

Sebenarnya masih banyak yang ingin ane ceritakan, sekiranya itu sudah cukup memberikan gambaran pertanian kita saat ini. Tentu saja, tidak semuanya, sebagian petani juga banyak yang sukses. 

Sahabat bbb dan kaskuser di manapun Gansis berada? Tuliskan cerita, pengalaman, tips atau apapun seputar pertanian di wilayah masing-masing pada thraed perlombaan ini. Baik itu yang gagal dan juga yang sukses, agar bisa diambil manfaatnya untuk banyak khalayak. 

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:
Pengumuman! 

Terimakasih untuk semua yang telah ikut berpartisipasi pada event Komik Belajar Bersama Bisa - Hari Tani.

Jujur tulisannya pada keren-keren, semoga para juri bisa memberikan nilai sesuai waktu yang di tentukan.

Di luar ekspektasi, ternyata masih banyak yang peduli tentang Petani dan sekali lagi terimakasih.


Pengumuman Event nanti DISINI

Sekian dan terimakasih!


Belajar Bersama Bisa 

Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fandyr.fr dan 35 lainnya memberi reputasi
36
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 8
15-09-2019 12:37
KBH siap meramaikan

emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 2 lainnya memberi reputasi
0 3
-3
16-09-2019 16:26

Faktor Penting Memajukan Pertanian Indonesia

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Sebagai negara agraris, dengan tanah yang subur. Sudah sepatutnya bahwa hasil tani Indonesia seharusnya tergolong Grade A+ kalau tidak S (super), lebih baik ketimbang hasil tani negeri lain. Lantas apa sih yang menjadi kendala pertanian Indonesia?


A. Faktor Pendidikan Petani

Ironis, di negeri tercinta ini, jangankan didukung yang ada malah diledek. Jika seseorang mengambil jurusan pertanian. "Ngapain tinggi-tinggi kuliah, jika pada akhirnya menjadi petani?", kira-kira seperti itu kritik absurd dan tak berdasar dari orang-orang IQ rendah di negeri ini. Betapa mereka tidak sadar, bahwa pendidikan bagi petani amatlah penting. Dengan pendidikan yang lebih baik, tentu hasil tani akan lebih optimal. Contoh saja negera Jepang. Di negara yang bercita-cita menjadi negara adi daya Asia pada 2040 itu, begitu fokus mengembangkan taraf pendidikan para petani.

Disisi lain, di negeri tercinta kita. Masih banyak orang yang gengsi jika anaknya menjadi petani. Anehnya, mereka bangga jika sang anak jadi budak korporat, dan mewujudkan cita-cita manusia lain. Dengan pola pikir begini, benarlah bahwa kapitalis takkan pernah mati. Bodo amat dengan gaji Rp 4juta sebulan, yang penting anakku tercinta, pakai seragam ketat, dan akan lebih bagus lagi jika berdasi. Meski cuma sekedar memakai jas dan berdiri menawarkan jasa kartu kredit di Mall-Mall.

b. Faktor Kualitas

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa jika suatu produk ingin laku dan bertahan dalam jangka yang panjang. Maka kualitas harus ditingkatkan, harga tentu juga akan mengikuti. Sayangnya, di negeri kita tercinta ini, Indonesia. Masih banyak petani yang mengandalkan "naluri", ketimbang melakukan riset. Perihal tanaman apa yang bagus ditanam untuk musim ini, melihat dari kondisi tanah, dan harga pasar. Ironisnya, jika kakek, dari kakeknya si Petani adalah Petani Cabai, maka sang anak dari cucunya juga akan menjadi petani cabai. Pemerintah dan kedinasan mungkin sudah melakukan banyak sosialisasi dan bantuan pupuk. Namun, mari kita bicara jujur, sudah sejauh dan sekeras apa usahanya?

c. Faktor Dukungan Eksternal

Di Amerika, Petani mendapatkan begitu banyak kemudahan informasi dari Universitas dan Pemerintah. Arahan perihal, bibit unggul, prakiraan cuaca, dan teknologi. Diyakini dengan bantuan-bantuan informasi canggih tersebut, kemungkinan gagal panen akan semakin kecil, nyaris tidak ada, kecuali bencana alam.

Jika benar, bahwa kita peduli terhadap hidup para petani.
Jangan sungkan untuk memberikan berbagai masukan, meski pedas.
Dukungan berbagai pihak amatlah dibutuhkan.
Tidak bisa mendukung, cukuplah diam.
Tidak usah berkomentar lagi, komentar yang membuat calon petani menjadi minder, dan gengsi menjadi petani.
Seharusnya petani menjadi lahan bisnis paling menjanjikan di Indonesia.
Tanah kita begitu subur, bahkan bambu di tanam, akan jadi tanaman saking suburnya.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa








Sumber foto : Google

Referensi : Opini Pribadi
Diubah oleh agungdar2494
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qoni77 dan 23 lainnya memberi reputasi
24 0
24
16-09-2019 16:51

Tantangan Bidang Pertanian Indonesia Mendatang

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Dunia pertanian di Indonesia dari waktu ke waktu seakan terus mengalami kemunduran, baik secara kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkannya.
Jika di era Orde Baru kita mampu mencapai taraf Swasembada Pangan, di perjalanan era Reformasi saat ini rasanya cukup sulit bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan pangsa pasar pertanian domestik.
Dalam fenomena ini, beberapa hal yang menjadi tantangan, jika tidak bisa disebut sebagai hambatan, bagi pertanian nasional mendatang dalam benak ane setidaknya ada 3 masalah krusial gan/sist, yaitu

Delegitimasi Perspektif Dalam Memandang Profesi Mulia Pertanian

sekedar untuk ilustrasi


Secara filosofis, profesi di bidang pertanian pada dasarnya merupakan sebuah profesi yang bersifat amat sangat mulai karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar umat manusia. Akan tetapi, perkembangan yang makin mengarah ke zaman milenial justru tampaknya makin memunculkan fenomena delegitimasi sosial terhadap dunia keprofesian ini yang dipersepsikan sebagai profesi yang ketinggalan zaman bagi orang-orang kampung, profesi yang serba kotor, profesi yang tidak cocok bagi generasi milenial, dan berbagai anggapan serba negatif lainnya. Untuk mengatasi hal ini, segenap pihak seyogyanya kembali mensosialisasikan dunia pertanian dalam konteks kekinian yang digemari oleh kaum muda, karena pada dasarnya kemuliaan profesi di bidang pertanian tidak pernah tergeser oleh zaman dalam fungsinya sebagai penyuplai kebutuhan dasar.

Semakin Berkurangnya Lahan Akibat Pembukaan Permukiman

sekedar untuk ilustrasi


Tidak dapat dipungkiri dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, tingkat kebutuhan manusia akan tempat tinggal juga turut meningkat. Imbasnya, pembukaan lahan-lahan permukiman yang baru banyak yang mengikis lahan pertanian dengan jumlah akumulatif yang semakin meningkat pula setiap tahunnya. Untuk mengatasi persoalan ini, mau tidak mau kita harus mulai bertradisi inovatif di sektor pertanian maupun pemukiman, salah satu contohnya pembukaan pemukiman yang bersifat vertikal sehingga tidak terlalu banyak memakan luasan tanah, sementara di sisi pertanian mutlak diperlukan penerapan teknologi tepat guna yang mampu mengoptimalkan produk-produk pertanian meskipun dengan luas lahan yang relatif semakin sempit.

Relatif Rendahnya Daya Saing Produk Pertanian Nasional

sekedar untuk ilustrasi


Kalo soal ini sebenarnya masih bersifat debatable terkait penilaian tinggi-rendahnya daya saing produk pertanian lokal, dimana di satu sisi sebenarnya terdapat cukup banyak temuan oleh ilmuan di produk pertanian yang kualitas hasilnya diakui hingga tingkat dunia, namun di sisi lain secara umum memang kita tidak dapat memungkiri bahwa sebagian besar lahan pertanian masih dikelola secara tradisional. Permasalahan ini semakin berkelindan dengan masuknya produk-produk pertanian asing yang dinilai selalu bertepatan dengan masa panen, sehingga akibatnya mengarah pada menurunnya tingkat daya jual petani dalam negeri. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah, petani, dan segenap stakeholder yang berkecimpung di bidang pertanian perlu memikirkan pola ekspor-impor yang ideal untuk ketangguhan pertanian dalam negeri, pengeliminasian peran tengkulak secara bertahap yang keberadaannya sering merugikan petani, dukungan riset-riset di bidang pertanian untuk penemuan metode intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang semakin baik, dan berbagai upaya positif lainnya yang tidak mungkin ane sebutkan semuanya melalui tulisan singkat ini.

Demikian sekelumit pandangan ane terkait tantangan masa depan dunia pertanian di Indonesia, disertai harapan semoga swasembada pangan dapat tercapai kembali dan mohon maaf jika ada salah-salah kata.

Sumber :
Narasi : pemikiran pribadi.
Ilustrasi : dokumentasi pribadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adnanami dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
16-09-2019 17:16

Jangan Takut Untuk Jadi Petani

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


emoticon-UltahSELAMAT HARI TANI emoticon-Ultah


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Ada yang mengatakan bahwa nenek moyang kita adalah seorang pelaut. Lalu, mungkin perlu dibuat lirik dengan judul "Kakekku Seorang Petani". Indonesia adalah negara besar, dengan segala kekayaan alamnya seharusnya bisa membuat negara ini sejahtera dan terpandang. Agraris, begitulah julukannya. Sebuah mata pencaharian tekun yang berusaha membuat kalian-kalian di rumah merasa tenang dengan hidup ini. Jika sudah kenyang, tenang kan?

Pertanian adalah bidang yang sangat strategis di negeri tropis seperti tempat tinggal kita. Tanahnya yang subur, curah hujan yang teratur, atau iklim yang membuatmu merasa nyaman dengan semua ini. Tempat sudah menjamin semuanya, lantas bagaimana dengan pengolahnya?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Tidak dipungkiri, banyak sekali jumlah petani yang dimiliki negeri ini. Beragam jenis kebutuhan dasar berupa makanan mereka tanam dengan setiap tetes keringat yang melambangkan perjuangan. Akan tetapi, apakah perjuangan mereka akan dapat dilanjutkan oleh generasi setelahnya?

Penulis pernah memikirkan hal tersebut beberapa waktu yang lalu. Penulis memiliki kakek seorang petani. Sehari-harinya waktunya dihabiskan untuk merawat tanaman yang diharapkan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Jika suatu hari nanti tidak ada lagi yang akan membasahi keringat bumi itu, penulis merasa sedih, siapa yang akan meneruskannya?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Dua atau tiga generasi setelah ini, masyarakat akan sangat disibukkan dengan urusan teknologi dan industri. Sehingga mungkin hal sederhana seperti bertani akan sedikit tergeser eksistensinya. Banyak alasan mengapa penerus bangsa ini lebih memilih terjun ke beberapa aspek daripada berkecimpung ke dalam pertanian.

Jika sawah sudah tergantikan oleh beton-beton kuat dan semen, harus ke siapa lagi kita meminta sepiring makanan untuk mengisi nafsu ini?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Indonesia sedang dihantui oleh krisis regenerasi petani. Hal tersebut tentunya akan memaksa pemerintah untuk melakukan impor. Regenerasi hanyalah satu permasalahan dari berbagai permasalahan lainnya.

Apa yang salah sebenarnya dengan pertanian. Tidak sedikit orang mungkin akan berpikir jika hal-hal kuno harus ditinggalkan. Sungguh, seharusnya pemikiran seperti itulah yang harus ditinggalkan. Menjadi petani tidak harus berpanas-panasan, kotor, atau yang lainnya. Akan tetapi, terkadang jika tidak melakukan hal-hal tersebut rasanya ada yang kurang dengan sesuatu yang dirawat.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Di masa depan nanti, mungkin kita tidak harus pergi ke sawah setiap hari, mencangkul, atau mengerjakan semuanya dengan sederhana. Kita sebagai generasi setelahnya bisa mengembangkan inovasi dan teknologi untuk diaplikasikan dalam bidang pertanian. Lihatlah negara-negara maju di luar sana, petani tidaklah dipandang sebagai seorang yang berbeda. Tetapi mereka setara dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Mengapa? Karena mereka tahu, bahwa hal pertama yang harus diubah untuk menjadikan negaranya maju adalah pola pikir.

Lalu, apakah metode konvensional akan ditinggalkan? Tidak. Penulis pernah mendengar ini dari seseorang, bahwa terkadang jika kita tidak menyentuh sesuatu langsung dengan tangan kita, merasakan nikmatnya menjalaninya, sesuatu tersebut akan terasa berbeda. Menggunakan cara lama malah akan lebih ramah dan hasilnya mungkin akan lebih baik.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Mungkin suatu hari nanti kita akan melihat alat-alat hebat di sawah yang dulu tempat kakek nenek kita menanam sebuah harapan di sana. Ketika kita bisa memanen lebih cepat, melakukan perawatan dengan inovasi yang hebat, atau menggabungkan sains di sawah untuk keperluan mulia umat manusia.

Jadi, tidak perlu takut suatu hari nanti untuk terjun ke sana. Menjadi petani bukanlah kemunduran peradaban, tetapi karena petani itulah peradaban bisa terus terangkat.


- Terima Kasih Petani -


Source : Tulisan Sendiri
Gambar : Dokpri
Diubah oleh futurehuman001
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
16-09-2019 18:11

Komplek Perumahan Berdiri di Area Pesawahan

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sebuah Desa dimana saya dilahirkan yang tepatnya di Daerah Tasikmalaya Utara dulu masih sangat asri, masyarakat sekitar melakukan aktivitaas sehari hari seperti bertani dan beternak, adapun pertaniaan yang digarap seperti mengolah sawah, bercocok tanam lainnya seperti jagung, kacang tanah, sayuran lainnya seperti cabai, buncis dan sebagainya, sedangkan peternakan seperti sapi perah dan ayam pedaging, namun kebanyaakan masyarakat mengandalkan mataa pencahariannya sebagai petani di sawah dengan mengolah sawah dan hasilnya aakan dijual untuk kebutuhan sehari hari, hal ini tentunya karena memang daerah kami masih sangat terjaga kelestarian airnya yaang masih seimbang untuk kebutuhan pengairan sawah waktu itu.

Masih ingat ketika masih duduk di bangku sekolah Dasar dan jika waktunyaa libur sering pergi ke sawah membawa urek (kail husus untuk mancing belut) dan seingat saya jika sekali pergi ngurek biasanya mendapat banyak belut dengan ukuran lumayan besar, namun beberapa waktu lalu (setelah beberapa tahun lamanya) sempat mengenang masa masa indah tersebut dengan pergi kesawah membawa bekal urek, dengan harapan akan memancing belut dan mendapatkannya dengan jumlah sangat banyak, namun yang terjadi adalah rasa heran campur bengong karena area pesawahan yang dulu sering menjadi tempat mancing belut, kini sudah menjadi sebuah komplek perumahan yang berjejer dengan megah, ya tidak semuanya karena masih ada beberapa area sawah yang masih tersisa, meskipun sedikit langsung di coba mancing dan hasilnya zonk tak dapat satupun belut.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sempat merasa menyesal karena sebelum pergi ke sawah tak bertanya dulu kepada orang rumah terkait kondisi pesawahan saat ini, namun ya karena sudah terlanjur berada di lokasi bekas pesawahan akhirnyaa terus melanjutkan mencari sawah yang tersisa untuk maancing belut, yang menjadi pertanyaan waktu itu adalah bagaimana bisa lokasi yang dulunya banyaak terdapat belut kini mendapatkan satu pun tidak, sempat berfikir mungkin karena sudah lama taak mancing jadi lupa mencari lubang belutnya, lupa bentuk dan cara mancingnya, namun ya masa lupa sih?? karenaa jelas jelas dulu agk jago juga dalam hal mancing belut, yaa sudahlah kesimpulan dalam otak ane mungkin sudah habis belutnya jadi gak ada stupun yang mau makan umpan. Mungkin 4-6 tahun gak pergi kesawah di Desa karena memang kini tinggal di Luar kota.

Kejadian tersebut sempat menjadikan ane bengong, namun tak lama karena rasa jenuh tak dapat satu ekor belutpun maka ane putuskan untuk pulang saja ke rumah Orang Tua, sesampainya di rumah ane di tanyaa habis dari mana, habis ngaapain? ya jawab saja seadanya bahwa ane habis ngurek belut di sawaah namun ko sawahnya sudah jarang kebanyakan bangunan perumahan, jawaban tersebut membuat orang rumah tertawa terbahak bahak dengan nada sambil mengejek dan berkata : Ngapain ngurek di perumahan, emang ada belut di perumahan?? wkwkwk, ane terdiam dan sedikit kesal, kenapa ya mereka gak ngasih tau, tapi ane sadar karena emang pergiya gak bilang bilang sih jadi mereka gak tau apa yang akan dilakukan ane seharian.

Setelah kejadian tersebut maka tak disangka pengalaman ngurek zong tadi menjadi sebuah topik perbincangan antar keluarga, yang intinya kini kebanyakan masyarakat sekitar lebih mengandalkan mata pencahariannya sebagai pedagang dan peternak, hanya sedikit saja yang masih bertahan bertani dan punya kesempatan mengolah ladang dan sawah, hal ini menjadikan ane kebanyaakan bengong mendengarkaan cerita cerita tersebut, alasan kenapa lebih memilih beralih profesi dan menjual lahan garapan tani diantaranya adalah harga pupuk yang mahal, sulitnya mendapatkan harga hasil tani tinggi yang tak sebanding dengan biaya pengolahan lahan, kemudian ahir ahir ini katanya sebelum berhenti mengolah sawah, sempat mengalami kekeringan di sawah padahal dulu gak pernah tuh namana kering meskipun kemarau panjang, aneh ya, mungkin karena beberapa perubahan struktur alam dengan banyaknya bangunan atau hutan tidak bayak lagi ya.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Beberapa permasalahan di ataslah yang menurut ane merupakan awal mula perubahan area pesawahan menjadi komplek perumahan, dari hasil obrolan ane menyimpulkan bahwa mungkin karena awalnya ada satu dua pemilik sawah yang menjualnya untuk dijadikan area perumahan umum, yang akhirnya petani yang sedang dilanda kesulitan air dan permasalahan sulitnya menjual haasil panen dengan harga tinggi ditambah biaya pengolahan lahan yang mahal menjadi sebuah celah baru untuk lbih memilih menjual lahan dan sawah daripada harus melanjutkan mengolahnya, meskipun sempat ada beberapa orang yang bertahan tidak menjualnya, namun karena posisi tanah sudah terhimpit dikelilingi oleh lahan yang akan dibangun komplek maka aakhirnya mau tidak mau haarus menjualnya, karena jika dipertahankan sekalipun akan kesulitan akses ke lokasi sawah.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Masalah adanya kekurangan air untuk irigasi sawah ane rasa itu dakibaatkan karena sudah mulai dibangunnya beberapa bagunan komplek sehingga pasokan air yang bisanya lancar langsung ke sawah harus di bagi dengan resapan sumur di komlplek, masuk akal juga ya dan pemikiran lainnya mungkin saja kaarena banyak hutaan dan pohon yang dulu berjejer mengelilingi pesawahan kini sudah hampir punah, mungkin saja inilah salahsatu penyebabnya, namun apakaah ada penyebab lainnya ?? ah ane tak tau yang jelas mungkin hanya itu pendapat berdasarkan pemikiran ane yang serba tidak bisa ini.

Saat ini keadaan masyarakat di daerah ane sudah jarang yang masih melakukan penggarapan sawah dan ladang dan memilih mengambil profesi lain, ya wajar sih jika mengambil keputusan demikian karena memang sulit menjual hasil panen denggan haga mahal hanya akan menimbulkan kerugian di setiap musim panen, belum lagi ditambah mahalnya harga pupuk, kesulitan air dan sebagainya. Dari sini mungkin pemerintah harus memperhatikan kondisi ini karena jika semuanya tidak melakukan pertanian lalu dari siapa kita akan mendapat hasil tani, masa semuanya harus mendatangkan dari Negara lain, ironi sungguh nasib ini jika dulu bisa menjual beras dan padi dengan harga murah kini haarus membeli beras dengan harga mahal untuk makan.

Beberapa alasan di atas tak membuat ane merasa puas, kaarena yang di alami ketikaa maancin belut bukan haanya sudah berubah area saah menjadi komplek, tapi juga ko gak dapat satu ekorpun belut, padahal jika banyak belutnya atau populasi kehidupan di sawah menandakan bahwa air di pesawahan masih belum tercemar, namun dengan kejadian tersebut membuat ane berpikir apa mungkin banyak yang mengambil belut dengan cara meracunnyaa?? atau sungai yang mengairi sawah sudah banyak tercemar sehingga sulit untuk belut bertahan hidup disana, ah sudahlah.

Sekian, mohon maaf jika ada salah kata dan penulisan.
Link Gambar DISINI
Diubah oleh desoel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 2 balasan
Lapor Hansip
16-09-2019 18:18
profile-picture
profile-picture
alizazet dan iissuwandi memberi reputasi
2 0
2
Lapor Hansip
16-09-2019 18:19
Balasan post desoel
Quote:Original Posted By desoel
Komplek Perumahan Berdiri di Area Pesawahan


Judul Karya : Komplek Perumahan Berdiri di Area Pesawahan
Link Postingan ; https://www.kaskus.co.id/show_post/5...area-pesawahan

Begini bukan min?

profile-picture
profile-picture
mbakendut dan iissuwandi memberi reputasi
2 0
2
16-09-2019 19:33
Wah, izin tinggalin jejak gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
16-09-2019 20:08

Buat yang Selalu Makan Enak, Pernahkah Kalian Berpikir?


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Buat yang selalu makan enak, di restoran mewah sejuk ber-AC, pernahkah kalian berpikir, bahwa setiap butir nasi yang kalian nikmati, adalah hasil butiran keringat para petani, di bawah panas terik matahari?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Buat para undangan yang selalu makan dengan menyisakan banyak makanan di piring hidangan, pernahkah kalian membayangkan, bahwa setiap butir nasi yang akan terbuang itu, telah dikumpulkan oleh para petani dengan penuh perjuangan?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Buat mereka yang selalu membuang sisa makanan yang masih layak makan, pernahkah kalian berpikir, bahwa tak jarang para petani tak sempat menikmati hasil tanamannya sendiri? Dan masih banyak di luar sana, orang yang meringkuk kelaparan karena tak memiliki sesuap nasi?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Buat kalian yang selalu merasa superior karena kekayaan yang dimiliki, pernahkah kalian berpikir, bahwa kalian takkan bisa hidup andai tak ada para petani?

*****

Sungguh, setiap kita harusnya berterima kasih kepada para petani. Dengan sebab mereka, kita bisa menikmati hidup ini. Semua kekayaan yang dimiliki, tak ada gunanya andai tak ada para petani, sebab bagaimana kita bisa makan, andai tak ada yang mau menanam padi?


Para petani adalah pahlawan. Setiap tetes keringatnya adalah ibadah. Setiap bulir padinya yang dimakan tikus adalah sedekah. Dan setiap butir nasi yang kalian makan enak, adalah hutang budi yang harus kau bayar kepada mereka, meski beras itu telah kalian bayar dengan uang.

*****

Selamat Hari Tani Nasional 2019. Semoga para petani selalu berjaya demi kemakmuran negeri. Dan semoga alam selalu bersabat dengan mereka, sehingga hasil pertanian mereka bisa mencukupi kita semua.(*) Foto dokpri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
l13ska dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
16-09-2019 23:33

Mau Sayuran Sehat? Mau Bertani Tapi Gak Punya Lahan? Coba Cara Ini!

Bertani Tidak Perlu Banyak Biaya dan Lahan luas


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Kesulitan petani dalam bercocok tanam sayuran adalah saat musim kemarau. Kenapa? Karena sumber air untuk menyiram tanaman sangat terbatas. Bahkan, tidak ada sumber air sama sekali. Lalu bagaimana cara menanggulanginya? Adalah dengan cara polybag.
Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Documen Pribadi

Caranya: Campurkan tanah dan pupuk organik, siram dengan air sampai benar-benar tercampur rata. Masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk organik ke dalam kantong kresek atau kantong plastik. Biarkan dulu selama dua hari. Siap ditanami sayuran atau buah-buahan dan tanaman lainnya. Jangan lupa, setelah ditanami kasih pupuk lagi di atasnya.

Manfaat menggunakan polybag; Utamanya adalah irit air. Karena kalau pakai polybag, tanah akan selalu basah, tidak mudah menyerap. Jika, biasanya harus menyiram tanaman sehari dua kali, kalau menggunakan polybag sehari sekali disiram sudah cukup. Juga sebagai salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik.
Seperti yang Ane pakai di depan rumah, yang digunakan benar-benar dari sampah plastik. Ada kantong kresek dan kantong plastik dari kondangan.
Ane tanam sayuran seperti bayam, daun bawang, daun kemangi dan daun seledri. Juga ada buah-buahan; Melon, strawberry dan tomat. Ada juga cabe rawit.

Selain itu, menggunakan pupuk organik juga akan mengurangi biaya para petani. Selain terjangkau, menggunakan pupuk organik juga lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia.
Pupuk organik yang digunakan biasanya dari kotoran kambing, sapi, kerbau, kelinci, marmut dan semacamnya. Ada juga dari dedaunan kering yang diolah kembali dan dicampur dengan jerami kering.

Tips: Supaya daun bawang tumbuh subur dan montok, pakai dedek padi yang kasar dicampur abu dan kotoran kambing.

Untuk menanam padi di musim kemarau panjang seperti sekarang ini, di pedesaan Ane benar-benar tidak memungkinkan. Semua sawah kekeringan saat padi mulai ditandur dan akhirnya tidak bisa dipanen. Tapi, selain bertani padi, sayuran dan umbi-umbian, di pedesaan Ane biasanya menanam tembakau. Tetapi, karena tembakaunya udah dipanen, jadinya gak ada foto documen pribadi.

Mari kita lestarikan bertani, supaya kita bisa tau seperti apa yang dialami para petani. Mereka susah payah untuk kita.
Diubah oleh sitinur200
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 17 lainnya memberi reputasi
18 0
18
17-09-2019 08:41
nitip sendal 😅
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan Surobledhek746 memberi reputasi
2 0
2
17-09-2019 09:08

Harga Jual, Hasil Pertanian di Indonesia Murah? Ini Sebabnya!

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
sumber : di sini


Indonesia, selain di kenal sebagai negara maritim, juga di kenal sebagai negara agraris.

Apa itu negara agraris?

Menurut brainly.co.id, negara agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani.


Sayangnya sebagai negara agraris, tingkat ekonomi para petani di Indonesia masih jauh dari kata makmur--petani-petani di daerah saya contohnya. Hal itu di karenakan harga jual hasil pertanian yang murah, sehingga sering kali pendapatan dari penjualan hasil panen hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
sumber : dokpri

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan harga jual hasil pertanian, terutama padi di Indonesia murah? Padahal harga jual beras di pasar relatif mahal.

Menurut saya beberapa faktor di bawah ini adalah penyebabnya :

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
sumber : dokpri

1. Terlalu banyak mata rantai dalam proses penjualan

Seperti kita tahu, kebanyakan para petani tidak langsung menjual hasil panen ke konsumen, melainkan melalui tengkulak. Tengkulak tentu akan membayar dengan harga murah agar mendapat keuntungan besar karena tengkulak akan menjualnya kembali. Dari tengkulak gabah di jual kembali ke penggilingan padi untuk di giling menjadi beras. Setelah menjadi beras, baru di distribusikan ke pedagang grosir kemudian di jual kembali ke pedagang eceran.

Lihatlah, sudah berapa pihak yang terlibat dalam proses jual beli di atas. Tak heran meski harga padi dari petani murah, setelah menjadi beras dan mencapai pasar harga menjadi mahal.

2. Tingginya impor beras dari negara lain

Meski sebagai negara agraris, nyatanya pemerintah Indonesia masih mengimpor beras dan beberapa bahan pangan lain. Hal ini tentu juga berimbas pada murahnya harga jual hasil pertanian di Indonesia, karena banyaknya persaingan dalam perdagangan.

Alasan pemerintah mengimpor beras dari negara lain karena pasokan beras dari para petani di Indonesia tidak mencukupi. Namun menurut saya daripada mencukupi kebutuhan beras dalam negeri dengan mengimpor, akan lebih baik jika pemerintah melakukan pembinaan terhadap para petani agar hasil panen meningkat. Caranya dengan datang ke desa-desa dan mengadakan seminar seputar pertanian.

3. Kualitas hasil pertanian di Indonesia yang kurang baik

Kebanyakan para petani di Indonesia adalah masyarakat biasa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian. Oleh karena itu, para petani kurang memahami teknik-teknik bercocok tanam agar menghasilkan hasil panen yang berkualitas.

Tidak heran kualitas dari para petani di Indonesia masih di bawah rata-rata jika di bandingkan dengan negara-negara penghasil padi lainnya seperti Vietnam dan Thailand. Kualitas yang kurang baik ini tentu berdampak pada murahnya harga jual.

Itu dia tiga faktor penyebab, murahnya harga jual hasil pertanian di Indonesia menurut saya.



Cilacap, 19 September 2019
Diubah oleh TaraAnggara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
17-09-2019 15:24

Stop Memandang Rendah Petani!

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Quote:Berbicara tentang pertanian, kiranya saya tidak bisa dipisahkan darinya. Ibu dan Bapak saya petani, begitu pun Kakek dan Nenek. Bahkan, saya sendiri juga bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan bidang pertanian, yaitu bidang kejuruan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura).



Besar di lingkungan pertanian, di sini saya tidak akan menuturkan penjelasan-penjelasan tentang cara bercocok tanam ataupun sejenisnya—orang-orang akan bosan pastinya. Akan tetapi, lebih menyorot kepada bagaimana stereotip sebagian orang terhadap petani dan pertanian. Saya yakin, sedikit banyak orang di luar sana menganggap bahwa petani itu low class people atau pertanian itu kerjanya orang-orang rendahan.

Petani Padi


Saya benar-benar bingung bagaimana jalan pikiran orang-orang yang mengatakan hal itu. Jika bahwasanya saya mengatakan, “Kita hidup karena adanya petani,” pikirnya sama sekali tidak berlebihan. Nasi—atau makanan pokok lainnya, seperti kentang, gandum, dan lain-lain—itu adalah produk yang dihasilkan para petani. Kita bertahan hidup karena mengonsumsi produk-produk itu. Berlaku juga untuk sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain.



Menimbang hal di atas, bukannya terima kasih adalah kata yang lebih tepat, dibanding mengolok bahwa petani itu orang-orang rendahan. Berterima kasih di sini tak harus dengan uang atau pun benda-benda lain, cukup dengan menghargai jerih payah mereka. Saya pikir itu lebih baik daripada merendahkan mereka.

“Kita besar karena petani ada ... yang mencurahkan butir-butir peluhnya, menguras tenaga, demi butir-butir nasi yang mengenyangkan dan membahagiakan kita.” – Win

Referensi Tulisan: Pemikiran Pribadi
Ilustrasi atau Gambar: Doc. Pribadi dan Google

#BBB

Diubah oleh noenlim
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mbakendut dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
17-09-2019 15:34
niggalin jjk dlu yah breee :tepuktangan
profile-picture
desoel memberi reputasi
1 0
1
17-09-2019 19:12

Pertanian Indonesia Maju di Masa Mendatang? Yakin?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Salam sejahtera bagi para kaskuser dimanapun berada. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara agraris serta maritim memiliki sumber daya alam yang amat besar. Potensi ini sangat menguntungkan bagi negara kita karena mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Amat disayangkan jika sektor ini tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Meskipun banyak permasalahan di lapangan yang tidak terpecahkan hingga membuat para rakyatnya tak bisa turut serta menikmati kekayaan hasil dari alam kita. Miris memang, tapi itulah faktanya. Sebagai negara yang kaya akan hasil bumi, terutama di bidang pertanian tentu menjadi suatu kebanggan bagi bangsa itu sendiri.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Dokumen pribadi


Namun apakah rasa bangga itu sudah mampu disandang oleh bangsa kita? Terutama di bidang pertanian. Faktanya belum sepenuhnya. Berbagai macam permasalahan mencuat di rana publik seperti kredit usaha kecil menengah yang mencekik, daya beli para masyarakat yang rendah terhadap hasil bumi, modal usaha yang terbatas, penggunaan teknologi masih sederhana, cara bercocok tanam yang dipengaruhi oleh musim, wilayah pemasaran hasil bumi masih lokal, banyaknya pengangguran tersembunyi, maraknya eksploitasi harga merugikan kaum tani yang dilakukan oleh pedagang-pedagang nakal.

Selain itu, masih ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pembaruan agraria (konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian), minimnya saluran irigasi, kurangnya penyediaan benih bermutu, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam datang, swasembada beras yang tidak meningkatkan kesejahteraan petani, hingga kebijakan lain, tidak satupun yang menguntungkan bagi sektor ini. Bahkan banyak program pembangunan pertanian tidak terarah tujuannya, malah semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. 

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Google.com


Jika dilihat dari sistem perjalanan pembangunan pertanian Indonesia sampai sekarang masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal. Terutama pada tingkat kesejahteraan petani juga kontribusi pendapatan nasional. Perkembangan teknologi pun seolah belum mampu meningkatkan hasil alamnya baik di sektor bumi maupun sumber daya manusianya. Padahal sektor pertanian Indonesia melimpah dan beragam, memiliki pangsa pendapatan nasional yang besar, juga nilai ekspor tinggi. Selain itu sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor ini, sayangnya banyak dari para petani kita masih tergolong miskin.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Google.com


Lalu, apa yang harus dilakukan agar sektor pertanian kita maju? Untuk memajukan pertanian di negara kita tentu harus ada sistem kerja sama untuk memajukannya. Baik dari para petani itu sendiri, pemimpin daerah serta pemerintahan dari pusat seperti;

1. Mencari tahu permasalahan yang ada di lapangan dan mencari solusinya bersama.

2. Membangan infastruktur yang memadai guna membantu para petani untuk menggarap ladangnya.

3. Menyediakan bibit berkualitas unggul untuk meningkatkan kualitas panen.

4. Mendistribusikan pupuk agar tepat mengenai sasaran.

5. Menyediakan pembinaan cara bertanam yang baik dan benar serta efisien bagi kaum petani.

6. Memperkenalkan tata cara bertanam di lahan yang sempit guna mengurangi jumlah pengangguran yang ada.

7. Pembinaan bagi kaum buruh agar turut serta bertanam di rumah masing-masing supaya tidak terlalu menggantungkan diri dari si pemilik lahan.

8. Menghimbau kawula muda agar mau ikut serta terjung di dunia pertanian serta memberikan arahan dan bimbingan secara langsung di lapangan. 

9. Meningkatkan minat beli masyarakat pada produk lokal hasil bumi.

Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan sebagai sarana pra sarana guna memajukan dunia tani. Untuk itu mari kita mulai dari sekarang. Awali dengan hal-hal kecil di sekitar kita, seperti menanam berbagai jenis tanaman pertanian di sekitar rumah, memanfaatkan tanah mati untuk difungsikan kembali untuk bercocok tanam dan sebagainya. Saya yakin jika kita bekerja sama, pemerintah ikut turun tangan membantu para pertanian untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusianya di masa mendatang sistem pertanian Indonesia akan maju. Semoga para petani hidup sejahtera dan negara bisa makmur sentosa. 


Sumber: Opini Pribadi.
Diubah oleh sriwijayapuisis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafetri dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
17-09-2019 20:28

Keadaan Petani Di Daerah Ane

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


"Suburnya Negeri ini apapun yang kita tanam bisa tumbuh"
Itulah sedikit istilah yang menggambarkan suburnya tanah di Negeri tercinta ini
Berikut Keadaan Petani Daerah Sekitar Desa ane pribadi
Quote:
Pertama Petani Garam
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Garam hanya bisa diproduksi setahun sekali itupun jika musim kemarau. Meski dipandang sebagai hal yang tidak rumit bagi sebagian petani yang lain tapi perlu kita ketahui bahwa untuk menjadikan air laut ini menjadi kristal garam membutuhkan waktu 3 sampai 7 hari, dengan berpanas panas dibawah teriknya matahari para petani garam ini berusaha mengumpulkan, mengangkutnya ke tepi jalan agar mudah saat penjualannya. Meski pada kenyataannya harga garam tahun ini begitu anjlok sehingga para petani geram dan resah sampai sampai berinisiatif untuk berorasi agar pemerintah memperhatikan harga garam dari petani. Fenomena anjloknya harga garam disebabkan karena Impor garam Indonesia menggila saat musim panen rakyat tiba


Quote:
Kedua Petani Tembakau [COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Petani musiman ini mencari secercah penghidupan yang lebih baik dengan menanami ladang atau sawah mereka dengan Tembakau, untuk harga tembakau sendiri didaerah ane masih terbilang lumayan baik karena stok masih terbilang relatif normal dan banyaknya petani tembakau yang mulai beralih ke tanaman lain karena kesulitan air di musim kemarau panjang ini.


Quote:
Ketiga Petani Padi
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sulitnya air didaerah ane dan tidak adanya waduk penampungan air membuat sawah sawah terbengkalai menunggu datangnya musim penghujan untuk sekedar ditanami sebagai bahan makanan pokok sendiri jika sudah menua. Sumber air yang sulit serta mahalnya air membuat petani padi enggan menanaminya karena bisa terjadi gagal panen dan merugikan. Pernah suatu saat ada seorang petani karena keinginanya menanam padi saat musim penghujan yang masih tidak menentu, beliau menanam padinya saat hujan pertama kali datang akan tetapi alangkah sedihnya saat hujan itu tidak kembali datang sehingga membuat beliau mencoba membeli air tangki yang harganya Rp. 150.000 hanya sekedar mengairi sawahnya, tapi merasa air untuk sawahnya tidak cukup akhirnya beliau pasrah meski padinya terancam mati


Demikian Post Thread yang dapat ane sampaikan
emoticon-Request
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mbakendut dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
18-09-2019 09:31

Petani Modern Bisakah Menanam Tanpa Sawah?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Salam tani
Beberapa waktu yang lalu ane bertemu seorang teman, saat itu dia sibuk dengan pipa-pipa paralonnya. Awalnya Ane pikir dia mau membuat saluran air tapi kok pipa paralon tersebut di buat lubang- lubang seperti seruling raksasa.

Setelah berbincang agak lama ternyata dia sedang mengawali membuat pertanian hidroponik. Salutlah ane, dari pekerjaannya di luar negeri dia kembali ke kampung dengan tujuan membangun desa. Salah satunya dengan memperkenalkan metode tanam Hidroponik.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Dok.pri


Metode Hidroponik ini mungkin agak jarang terdengar, selama ini tanaman identik dengan tanah, kecuali untuk tanaman air. Untuk menanam pasti dibutuhkan lahan atau tanah sebagai media tanam. Bagaimana dengan metode hidroponik, apakah gansis pernah melihat atau bahkan membuatnya?

Metode hidroponik merupakan salah satu cara menanam tanpa menggunakan media tanah. Pengertiannya hidroponik merupakan cara budidaya tanaman menggunakan air yang diperkaya oleh berbagai nutrisi.

Namun meski menggunakan air sebagai media, kebutuhan air pada budidaya hidroponik justru lebih sedikit dari kebutuhan air pada budidaya tanah. Penyiraman pada tanamanpun tidak perlu dilakukan Jadi metode ini justru cocok diterapkan pada daerah dengan pasokan air terbatas atau daerah dengan lahan yang kurang subur.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Dok.pri

Sebagian orang mungkin masih ragu, bagaimana mungkin tanaman bisa berkembang baik bila tidak ditanam kedalam tanah, bagaimana dengan kualitasnya? Pemikiran konvensional seperti inilah yang menghambat perkembangan dari metode hidroponik.

Tanah sebenarnya merupakan penyangga dari tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi yang kemudian bisa diserap tanaman, jadi sebenarnya selama nutrisi ( unsur hara) yang dibutuhkan tercukupi, niscaya tanaman dapat tumbuh baik dimana saja.

Dalam metode Hidroponik, meskipun tanah tidak digunakan tapi nutrisinya dapat terpenuhi dengan pemberian larutan unsur hara secara teratur, larutan pengganti unsur hara yang diberikan adalah nutrisi AB mix khusus untuk tanaman hidroponik.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Dok.pri


Selain tidak membutuhkan banyak air dan lahan, metode ini juga mempermudah dalam pengendalian hama (biasanya asal usul hama berasal dari tanah), sehingga ramah lingkungan karena tidak memerlukan pestisida atau herbisida yang beracun sehingga sayuran lebih aman dan sehat.

Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik juga cenderung lebih cepat, meskipun tidak semua tanaman bisa menggunakan metode ini.

Beberapa tanaman yang cocok dengan budidaya secara hidroponik diantaranya adalah :
Untuk buah-buahan : melon, tomat, cabe, timun
Untuk sayuran hijau : selada, sawi, brokoli, daun bawang, bayam, kangkung
Untuk bunga : mawar, anggrek, petunia


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Meskipun awalnya membutuhkan alat-alat khusus dan biaya yang lebih terutama untuk skala besar, tapi selanjutnyapun akan lebih murah karena tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, kerusakan tanaman dapat diminimalkan, secara bentuk lebih baik dan nampak lebih bersih jadi lebih menarik minat konsumen.

Secara ekonomi budidaya dengan hidroponik bisa jadi menguntungkan. Selain karena pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat, pemeliharaan yang mudah, nilai jual dari tanaman hidroponik juga lebih tinggi.

Dengan metode hidroponik ini tidak ada lagi alasan tidak punya lahan untuk menjadi petani, tidak pula sungkan harus bergumul dengan tanah, di perkotaan pun dapat bertanam dengan mudah.

Saatnya orang muda meningkatkan pertanian di negara kita, jangan sampai untuk seikat bayam kita harus membeli dari negara lain.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Majulah pertanian Indonesia


Terimakasih kunjungannya
emoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss


Reverensi :

hidroponik

budidaya
Diubah oleh Indriaandrian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tinwin.f7 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
18-09-2019 18:25
mantappppp bisa dicoba
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan desoel memberi reputasi
2 0
2
19-09-2019 06:01
tinggal kaplingan buat nenda emoticon-Bola
profile-picture
iissuwandi memberi reputasi
1 0
1
19-09-2019 11:29
petani adalah bagian dari mata rantai perekonomian
profile-picture
profile-picture
alizazet dan iissuwandi memberi reputasi
2 0
2
Halaman 3 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.