alexa-tracking
Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7326a4e83c7256e919336c/konsep-penerbangan-murah-southwest-yang-menyebar-ke-seluruh-dunia
Lapor Hansip
07-09-2019 10:40
Konsep Penerbangan Murah Southwest yang Menyebar ke Seluruh Dunia
Past Hot Thread
Saat ini maskapai penerbangan murah memang bukan barang aneh. Hampir di seluruh dunia ada perusahaan penerbangan murah yang beroperasi. Di Asia Tenggara, ada Lion Air, yang posisinya menempel ketat AirAsia. Di Eropa, ada RyanAir dan bertempur dengan EasyJet. Pelopornya bisa dibilang adalah Southwest Airlines, yang berdiri pada 1971 di Amerika Serikat.

Konsep Penerbangan Murah Southwest yang Menyebar ke Seluruh Dunia

Southwest sekarang menjadi maskapai besar dengan hampir 650 pesawat dan lebih 45 ribu karyawan. Bahkan jumlah penumpang yang diangkut maskapai ini merupakan yang terbanyak di dunia. Maskapai ini terus tumbuh dan untung dengan sejumlah penghematan yang menjadi acuan maskapai penerbangan murah lain di seluruh dunia. Tapi apakah penghematan berpengaruh terhadap keselamatan Southwest? Jawabannya: tidak.

Selama 48 tahun beroperasi, maskapai ini belum pernah mengalami kecelakaan yang menewaskan penumpang. Ada satu kecelakaan yang menewaskan satu orang, saat pesawat terpeleset di landasan bersalju dan menubruk mobil yang ada penumpang di dalamnya. Ada pula kasus penumpang yang berulah di dalam pesawat sehingga dikeroyok penumpang lain sampai tewas karena dipikir akan membajak. Tapi tak pernah ada kejadian yang menewaskan penumpang, apalagi jatuh. Dan 48 tahun bukan waktu yang pendek bagi sebuah perusahaan penerbangan.Southwest dibentuk pada 1967 dengan modal US$ 500 ribu di Negara Bagian Texas untuk menghubungkan tiga kota besar di sana, yakni Dallas, Houston, dan San Antonio. Modalnya adalah tiga pesawat Boeing 727.

“Teori” penerbangan murah ini tidak muncul satu per satu. Soal pesawat jangan lama-lama di bandara, harus cepat-cepat terbang lagi, misalnya. Awalnya, setahun setelah berdiri, Southwest memiliki empat pesawat. Tapi, karena alasan legal, salah satunya mesti dilepas. Maka maskapai itu kembali dengan tiga pesawat tapi memiliki jadwal untuk empat pesawat.

Konsep Penerbangan Murah Southwest yang Menyebar ke Seluruh Dunia

Bukannya mengurangi jadwal, para bos Southwest melihat bahwa sebenarnya tiga pesawat itu bisa digunakan untuk melayani penumpang yang semula menggunakan empat pesawat. Caranya satu: pesawat hanya berada di gate penumpang selama 10 menit, bukan 1 jam seperti sebelumnya.

Begitu penumpang mulai turun, bagian lain sudah mulai membersihkan pesawat. Bill Franklin, yang memimpin awak darat Southwest, memaksa hal yang sebelumnya tak pernah terdengar ini. “Ia memukul meja dan berteriak: kalau kamu tidak bisa melakukannya, aku pecat,” katanya seperti dikutip Dan Johnson, agen operasi di Houston. Seperti dituturkan via situs CNBC, ia mengancam akan terus mengangkat dan memecat orang. “Sampai ketemu orang yang bisa melakukannya.”

Taktik ini rupanya tak cuma berhasil dilakukan, tapi juga berhasil membuat maskapai ini menjadi sangat untung karena pesawat lebih banyak terbang. Resep ini pulalah yang menjadi salah satu kunci maskapai penerbangan murah agar bisa untung.

Saat Southwest mulai melayani penumpang di pantai timur Amerika Serikat, seperti Baltimore, maskapai yang lama, seperti U.S. Air, pun terpukul karena harga tiketnya mahal. U.S. Air—seperti ditulis dalam buku pemasaran tulisan Philip Kotler yang menjadi panduan mahasiswa bisnis seluruh dunia, termasuk Indonesia—memotong harga tiket sampai separuh. Mereka meniru pola Southwest yang mengurangi waktu di bandara.

Konsep Penerbangan Murah Southwest yang Menyebar ke Seluruh Dunia

Konsep penerbangan murah Southwest ini kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, maskapai penerbangan murah muncul sekitar 10 tahun silam. Saat itu standar keselamatan penerbangan sangat buruk. Berita pesawat jatuh sering terdengar, dengan korban ratusan jiwa. Mestinya maskapai penerbangan murah seluruh dunia juga belajar bahwa penerbangan murah tidak berarti standar keselamatan berkurang.


Quote:Resep agar bisa menjual tiket murah

1. Pesawat sesebentar mungkin di bandara. Semakin banyak pesawat terbang, semakin menguntungkan. Sebelum penumpang turun semua, petugas kebersihan sudah datang.
2. Maskapai menggunakan satu jenis pesawat. Umumnya Airbus 320 atau Boeing 737 untuk menghemat pelatihan awak dan perawatan.
3. Penumpang didorong membeli tiket via Internet agar tidak perlu memberi persenan pada biro perjalanan. Selain itu, tiket via Internet menghemat biaya cetak tiket yang dulu dari kertas luks.
4. Kursi sangat kecil dan tidak lega. Ini agar jumlah penumpang yang diangkut semakin banyak.
5. Penumpang tidak mendapat nomor kursi agar lebih mudah saat melakukan boarding.
6. Jumlah pramugari dikurangi untuk menghemat biaya.
7. Maskapai tidak memberi makanan gratis kepada penumpang.
8. Penumpang yang membeli tiket jauh-jauh hari akan mendapat harga sangat murah. Sedangkan untuk yang membeli mendadak, harganya sangat mahal. Ini taktik pesawat murah agar kabin pesawat selalu penuh.





profile-picture
SAMLIKE.ID memberi reputasi
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
13-09-2019 20:44
terbang tinggi
0
13-09-2019 22:05
mntppp
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
14-09-2019 05:43
Mudah2an bisa konsisten
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
14-09-2019 23:59
pernah liat sih
0
15-09-2019 09:48
Ada harga ada rupa gan wkwk
Untuk pesawat yg tiketnya murah gt emang menjadi dilema bagi penumpang.
Mereka butuh karena harganya murah tp pelayanannya buruk.
sedangkan yang pelayanannya baik harga tiket mahal.

0
15-09-2019 22:59
bagus nih southwest, bukan cuma murah tapi merhatiin keselamatan penggunanya juga. tapi ane kurang tau sih, pesawat southwest suka delau juga ga ya? kalo sampe ngga, keren sih padahal harganya murah dibandingkan maskapai lain
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Selera Nusantara (Indonesian Food)
jenang-dawet-makanan-khas-dari-gunungkidul
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.