alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7caa23a7276848e1026e09/coc-thread-event-hari-tani---komunitas-belajar-bersama-bisa
Lapor Hansip
14-09-2019 15:51
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Nyesek itu, diputusin pacar karena tidak pandai merangkai kata? Tak perlu GUNDAHLAH

"Negeri ini memanggilmu."

Yuk buat para mantan menyesal! Ikuti Kompeteni menulis online di TS ini. Event berlangsung selama 15 September-15 Okober 2019. Dukung petani dengan literasi, Gan! 


Adalah tempatnya para peserta menulis event komunitas belajar bersama bisa- Hari Tani 24 September 2019. Seperti Gansis lihat saat ini, nasip para petani kita masih seolah terabaikan. Gema 74 tahun Indonesia merdeka, rakyat adil dan makmur yang didengungkan selama ini, nyatanya seolah hanya sekedar narasi saja. 

Belum lagi arus digitalisai yang kemajuanya semakin pesat, itu bisa menjadi berkah untuk para petani karena mudahnya mengakses informasi. Sekaligus juga musibah karena kemajuan teknologi, memaksa minat pertanian semakin tergerus. 

Petani adalah Mutiara yang Hilang? 

Begitulah ane menyebutnya, terlahir dari keresahan-keresahan yang merupakan pengalaman keliling negeri ini. Sekitar empat tahun lalu, ane pergi kewilayah Indonesia bagian Timur. Coba lihat nasib para petani mete, mulai dari Bali, Lombok, Sumbawa, Dompue, Bima, Bajawa, Manggarai hingga ke Flores. 

Harga mete cukup murah di wilayah terserbut, berbalik diwilayah jawa yang mahal dan juga langka. Terutama saat menjelang hari raya. Wilayah Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima dan seterusnya, subur akan bawang merah, bawang putih dan juga jagung. Kenyatanya, nasib para petani juga masih sering hidup segan mati tak mau. 

Saat tengah perjalanan dari Padang Bai-Gilimanuk, ane coba bertanya sama sopir ekspedisi yang membawa hasil bumi dan harga dari petani, menurutnya juga sangat murah, tidak seimbang dengan biaya selama penanaman.  Padahal, hasil bumi dari Timur tersebut, jika pemanfaatanya bisa maksimal, mungkin lebih dari cukup untuk kebutuhan di wilayah jawa. 

Begitu juga saat ane di Manado, mencoba bertanya pada para etani sagu, hampir jawabanya juga serupa. Bahkan isu sagu juga sering didengungkan untuk kepentingan menjelang pemilihan. Katanya, sagu dari wilayah sulawesi bisa mencukupi, nyatanya apa?

Apalagi petani di jawa, harga pupuk selalu menjadi permasalahan klasik. Di tambah serangan hama seperti tikus dan wereng. Semakin menjeritlah nasib para petani. Jabodetabek, pemasok pisang dari Lampung, saat ane di Tanggamus hingga Palembang, di ajak "ngumbul" atau ke ladang. Nasib para petaninya juga selalu mengeluhkan hal yang sama.  

Sebenarnya masih banyak yang ingin ane ceritakan, sekiranya itu sudah cukup memberikan gambaran pertanian kita saat ini. Tentu saja, tidak semuanya, sebagian petani juga banyak yang sukses. 

Sahabat bbb dan kaskuser di manapun Gansis berada? Tuliskan cerita, pengalaman, tips atau apapun seputar pertanian di wilayah masing-masing pada thraed perlombaan ini. Baik itu yang gagal dan juga yang sukses, agar bisa diambil manfaatnya untuk banyak khalayak. 

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:
Pengumuman! 

Terimakasih untuk semua yang telah ikut berpartisipasi pada event Komik Belajar Bersama Bisa - Hari Tani.

Jujur tulisannya pada keren-keren, semoga para juri bisa memberikan nilai sesuai waktu yang di tentukan.

Di luar ekspektasi, ternyata masih banyak yang peduli tentang Petani dan sekali lagi terimakasih.


Pengumuman Event nanti DISINI

Sekian dan terimakasih!


Belajar Bersama Bisa 

Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 34 lainnya memberi reputasi
35
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
14-09-2019 15:52
Indeks Link [COC] Belajar Bersama Bisa - Hari Tani
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Quote:
Indek Link Peserta Even Hari Tani


1. Keran Import Dibuka, Petani Bisa Apa? LINK DISINI
@iissuwandi
2. Ketika Kesejahteraan Kami Tidak Lagi Digaungkan, Tangisan Petani Karet! Link Disini
@masnukho
3. Hujan, Musuh Abadi Para Petani Tembakau Link Disini
@YenieSue0101
4. Deretan Masalah Pertanian yang Tidak Akan Pernah Habis di Negara +62
Link Disini
@mamaproduktif
5. Petani Tebu Tak Semanis Gula Link Disini
@indahmami


6. Nenek Petani Sejati Untuk Bertani LINK DISINI
@erina79purba
7. Cerita Bapak Yang Mantan Petani LINK DISINI
@I.W.a.K
8. Budidaya Bibit Tanaman, Cara Bertani yang Efisien Link Disini
@idaalfaqieh
9. Kenapa Anak Muda Tak Ada Yang Mau Jadi Petani? Link Disini
@powerpunk
10. Industri 4.0 Pada Sektor Pertanian, Ah Masa? Link Disini
@mengeja


11. Menelusuri Penyebab Rendahnya Kesejahteraan Petani Link Disini
@adnanami
12. Pertanian dan Permasalahannya Link Disini
@alizazet
13. Jangan Hanya Fokus Pada Mantan, Fokuslah Pada Pertanian di Daerah Terpencil! Link Disini
Username: @linalusiana
14. Petani, Pahlawan yang Terabaikan Link Disini
@Surobledhek746
15. Petani, Kapan Makmur? Link Disini
@cattleyaonly


16. Hilangnya Menjadi Petani dari List Cita-cita Anak Kekinian
Link Disini
@eghy
17. Faktor Penting Memajukan Pertanian Indonesia
Link Disini
@agungdar2494
18. Tantangan Bidang Pertanian Indonesia Mendatang Link Disini
@solehikhsanudin
19. Jangan Takut Untuk Menjadi Petani
Link Disini
@futurehuman001
20. Komplek Perumahan Berdiri di Area Pesawahan Link Disini
@desoel

21. Buat yang Selalu Makan Enak, Pernahkah Kalian Berpikir? Link Disini
@Aboeyy
22, Mau Sayuran Sehat? Mau Bertani Tapi Gak Punya Lahan? Coba Cara Ini! Link Disini
@sitinur200
23. Harga Jual Hasil Pertanian Indonesia Murah? Ini Sebabnya! Link Disini
@TaraAnggara
24. Stop Memandang Rendah, Tetapi Katakan Terima Kasih Link Disini
@noenlim
25. Pertanian Indonesia Maju di Masa Mendatang? Yakin? Link Disini
@sriwijayapuisis


26. Keadaan Petani Di Daerah Ane Link Disini
@fandyr.fr
27. Petani Modern Bisakah Menanam Tanpa Sawah? LINK DISINI
@Indriaandrian
28. Petani, Dengan Segala Permasalahan Dan Solusinya Link Disini
@betiatina
29. Bertani Ala Perkotaan LINK DISINI
@nofivinovie
30. Potret Pertanian Kita
DISINI
@ymulyanig3

31. Sandang Pangan dan Papan Semuanya Dari Petani DISINI
@Ipeyvariasi
32. Mesinisasi di Bidang Pertanian, Betulkah Petani yang Meraup Keuntungan? DISINI
@dalledalminto
32. Berkelas Pasti! Sukses Tak Harus Bersepatu dan Berdasi DISINI
@abellacitra
33. Habiskan! Nasinya Nanti Nangis, Benarkah? LINK DISINI
@RetnoQr3n
34. Regenerasi Petani Harus Dimulai Sejak Dini LINK DISINI
@berbagi274
35. Kontribusi Pelajar di Bidang Pertanian pada Era Milenial LINK DISINI
@srirahayu14


36. Bersama Pekerja Migran, Pihak KDEI Ajarkan Cara Sukses Setelah Pulang Nanti LINK DI SINI
@yuni.wahyuni114
37. Sekarang, Bertani Tak Perlu Lahan Luas. LINK DI SINI
@pakolihakbar
38. Ketika Lahan Pertanian Berubah Jadi Pemukiman LINK DI SINI
@l13ska
39. Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau di Tekan! Siapa yang Untung Gan! LINK DI SINI
@Cahayahalimah

40. Sang Pahlawan Penggiat Anti Kelaparan LINK DI SINI
@Rain171
41 Nasib Petani Diwilayahku.LINK DI SINI
@indradianti
42. Sawah habis panen jadi tempat bibit ikan mas LINK DI SINI
@yenyoktafia
43. Nasib Pertanian di Tangan Generasi Penerus LINK DI SINI
@Laditachuda
44.Membangun Prestige Profesi Petani LINK DI SINI
@frontalbaby
45. Petani Adalah Profesiku !! LINK DI SINI
@sinsin2806


46. Raih Kembali Tonggak Kejayaan Tani Indonesia Bersama Anak Muda LINK DI SINI
@rulfhi
47. Lembayung Senja di Ujung Sawah LINK DI SINI
@pesurathati
48. Metode Hidroponik Untuk Petani Modern LINK DI SINI
@benzia
49. Makanan Lezat Ini Akan Enyah Jika Lahan Pertanian Telah Punah LINK DI SINI
@999999999
50. Cerita Petani Tanpa Memiliki Lahan Pertanian LINK DI SINI
@uliyatis



51. Suka Duka Petani, Suka Duka Kita JugaLINK DI SINI
@syafetri
52 . Budidaya Tomat Di Polybag, Solusi Bagi Lahan Minim LINK DI SINI
@Richy211
53. Kesejahteraan Petani & Potensi Besar Kakao Butuh Dorongan Pemerintah
LINK DI SINI
@aldysadi
54. Harapan Ane untuk Kang Tani LINK DI SINI
@syafira87
56. Bagaimana Pertanian Zaman Dahulu dan Sekarang? LINK DI SINI
@ilafit


57. Petani Negeri Agraris Di Bumi Pertiwi Yang Terabaikan LINK DI SINI
@erpryd95
58. Mari Belajar Sambung Pucuk Alpukat LINK DI SINI
@servesiwi
59. Dari Tangki Ikan Ke Meja Pertanian LINK DI SINI
@jonesforyou
60. Ketika Pembangunan Dimana - Mana, Masih Pantaskah Indonesia Disebut Negara Agraris ? LINK DI SINI
@rizalshinoda



61. Festival Kampung Tani, Sebuah Apresiasi Indah Untuk Para Petani LINK DI SINI
@triwinarti
62.Hidupku Tergantung PadamuLINK DI SINI
@janeeta97
63.Petani Sang Pejuang LINK DI SINI
@ejawahyuni90
64. Jangan Jadi Petani. Susah! LINK DI SINI
@telah.ditipu
65. Aturan Pertanian, Menguntungkan atau Merugikan? LINK DI SINI
@inase301



66. Masih Adakah Milenial yang Berminat Jadi Petani? LINK DI SINI
@shandians
67. Kekeringan Melanda, Apa Upaya yang Dilakukan? LINK DI SINI
@anna1812
68. Indonesia Butuh Seriusi Asuransi Pertanian LINK DI SINI
@Abrakada.Blaze
69. Nicotine War VS Petani Tembakau LINK DI SINI
@JUTAEK
70. Jangan Jual Lahan Sawahmu Pak! atau Kita Akan Terus Menjadi Tamu di Rumah Sendiri? LINK DI SINI
@rojabmaulana



71. Pertanian di Kuningan Jawa Barat LINK DI SINI
@khodijahsiti92
72. Budikdamber, Solusi atas permasalahan Pertanian di Indonesia LINK DI SINI
@alfandayt
73. Petani Yang Sabar LINK DI SINI
@falin182
74. Petani adalah Profesi Paling Mulia. Ini Alasannya! LINK DI SINI
Username : @mbak.far
75. Kemarau Adalah Berkah Bagi Para Petani Tembakau LINK DI SINI
@istijabah



76. Solusi Bertani Di Indonesia, Laiknya Bangun Hubungan Baik Dengan Sang Maestro
LINK DI SINI
@qoni77
77. Kekeringan Petani Tidak Bisa Garap Sawah LINK DI SINI
@nenk.fau
78.Jeritan Hati Petani Tembakau LINK DI SINI
@revadhana
78.Jeritan Hati Petani Tembakau LINK DI SINI
@revadhana
79. Pengaruh Liberalisasi Pertanian Terhadap Kondisi Kesejahteraan Petani Indonesia LINK DI SINI
@yunda.me
80. Petani dan Kearifan Lokal LINK DI SINI
@YumnaAzalea


81. Tani, Sektor Kreatif Dan Produktif Sebagai Penopang Kehidupan Manusia LINK DI SINI
@nohopemiracle
82. Hargai Petani, Jangan Buang-Buang Makanan LINK DI SINI
@rizapadlevi
83. Belasan Ribu Hektare Sawah Di Cikarang Beralih Fungsi LINK DI SINI
@dhittoarief
84. Hubungan Kemiskinan Dengan Berkurangnya Para Pejuang BerasLINK DI SINI
Username : @pannotia.server
85. Pak Tani Urban LINK DI SINI
@Papa.T.Bob


86.Pertanian ... Pekerjaan Orang Miskin? LINK DI SINI
@amdar07
87. Problem Petani Yang Butuh Solusi, Bukan Sekedar JanjiLINK DI SINI
@annaharry
88. Ternyata, Masih Ada Pemuda Yang Tak Malu Bertani LINK DI SINI
@mayyarossa
88. Keluarkan Indonesia dari Kapatalisme Pertanian LINK DI SINI
@dandyy07
89. Grow Your Own : Hidroponik Skala Rumahan LINK DI SINI
Username : @thinkpadder
90. Petani adalah KITA LINK DI SINI
@thinkpadder



91.Hewan Predator Bagi Petani LINK DI SINI
@Eto243
92. Stop Buang Makanan Sisa, Bantulah Petani Kita Dan Indonesia LINK DI SINI
@hawk
93. Peningkatan Hasil Pertanian Dengan Dukungan Pemerintah LINK DI SINI
@ewaneyla99
94. Muliakanlah Petani... LINK DI SINI
@amakzone
95. Potret Pertanian Di JayapuraLINK DI SINI
@p4ngeran8
Diubah oleh bekticahyopurno
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafira87 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
14-09-2019 16:15
Keran Import Dibuka, Petani Bisa Apa?
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Apa yang terlintas di dalam benak kalian setelah melihat foto di bawah ini? Foto diambil pada saat matahari belum terbit sempurna, ya.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Kalo ane pribadi, ane merasa damai, tenang, adem, segar, pikiran juga jadi plong. Tapi keadaan itu berbanding terbalik dengan kondisi para petani. Mereka selalu harap-harap cemas hingga saat panen tiba. Apakah hasil panen kali ini akan mendapat keuntungan atau malah buntung?

Mulai dari tahap pembajakan tanah hingga menjadi nasi di piring yang kita santap, semuanya itu melalui proses yang panjang. Setelah panen raya tiba, bahkan petani belum bisa tersenyum lega, karena harga jual hasil panen kadang tidak sesuai harapan petani. Dengan dibukanya keran import, harga padi menjadi anjlok, dan harus bersaing dengan harga beras import. Petani bisa apa? Mau tidak mau, suka atau tidak suka, petani harus menjual hasil panennya untuk dijadikan modal tanam selanjutnya.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Dalam penantian menunggu padi siap dipanen, para petani kadang memanfaatkan pematang sawah untuk ditanami tanaman kacang panjang. Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasilnya bisa untuk menyambung hidup.
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Seharusnya pemerintah lebih fokus memberikan perhatiannya kepada nasib para petani dalam negeri, bukannya membuka keran import yang jelas-jelas merugikan petani.

Harapan ane, semoga kesejahteraan petani Indonesia segera tercapai. Jangan hanya menjadi senjata ampuh pada masa kampanye saja, tapi bisa dibuktikan dalam kerja nyata.

Sumber gambar dokpri

Opini pribadi
Diubah oleh iissuwandi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 19 lainnya memberi reputasi
20
14-09-2019 16:17
Ketika Kesejahteraan Tidak Lagi Digaungkan, Dengarlah Tangisan Kami Petani Karet!
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Derita kami tidak lagi disuarakan!
Harga karet turun, harga bahan pangan naik! Kami makan apa?


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Di balik majunya Indonesia bidang infrastruktur jalan, menyimpan sejuta kenangan dengan pertanian.

Indonesia dapat dibilang Negara agraria atau pertanian, itu semua dapat dilihat dari sejarah masa lalu, di mana Indonesia sempat menjadi Negara pemasok beras dan bahan pangan era 80an.
Sejarah berkisah lebih jauh perihal datangnya Belanda dan Jepang, mereka datang ke Negara kita tercinta juga mempunyai alasan, karena tergiur akan hasil bumi Indonesia!

Bagaimana keadaan pertanian kita sekarang?
Sungguh miris, pertanian Indonesia mengalami kemunduran pesat.
Lahan-lahan pertanian semakin berkurang dari tahun ke tahun, termakan pembangunan infrastruktur, baik jalan mau pun bangunan.
Kita bangga dengan semua kemajuan, namun kita tidak menyadari ada beberapa hal yang mengalami kemunduran, salah satunya pertanian.

Ini semua salah siapa?
Tidak ada yang dapat disalahkan atas kejadian ini, pemerintah mempunyai wewenang, sedangkan masyarakat tergiur akan kehidupan yang lebih maju, jadi ini semua adalah takdir Tuhan yang menjalankan peradaban.

Di atas merupakan cerita singkat pertanian kita, namun kali ini keluh kesah akan saya ceritakan lebih panjang, mengenai pertanian di daerah saya, yaitu Lampung.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Lampung adalah salah satu daerah, dari puluhan daerah di Indonesia yang mengandalkan karet sebagai komoditas utamanya.

Agan tahu seperti apa perjuangan petani karet?
Perjuangan petani karet sangat lah keras, harus rela bekerja berangkat pagi pulang sore setiap hari, untuk melakukan rutinitas harian petani, mulai dari proses penyadapan pohon karet, mencuka getah karet cair dan memulung setiap tiga hari sekali, itu semua dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan kami.

Namun bukan keluh kesah kerja keras ini yang kami protes, tapi tentang kesejahteraan petani karet yang terkatung-katung sedari 2010 sampai sekarang.
Kami dijanjikan harga karet mahal, tapi tidak ada pembuktian.
Harga karet bukan semakin membaik, namun semakin menurun drastis.
Saat ini getah karet hanya dihargai
Rp.5000/kg - Rp.6000/kg dari sebelumnya di tahun 2010 masih mendapatkan harga Rp.11.000/kg

Apakah itu wajar?
1kg beras harus kami beli dengan 2-3kg uang getah karet, harga itu sangat tidak seimbang dengan kerja keras memeras keringat dalam tahap pengerjaannya.

Fakta terbaru di Lampung, banyak petani karet yang geram akan keadaan ini, mereka membakar semua lahan pohon karet dan beralih bertani singkong.
Jika hal ini terus dibiarkan, mungkin juga akan ada dampak negative lainnya, saya yakin beberapa tahun kedepan tidak akan ada lagi petani karet.


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Harapan kami pada pemerintah hanya satu, tolong perduli dengan kesejahteraan petani karet untuk daerah Lampung khususnya.
Izinkan kami mendapatkan upah yang selayaknya dari pekerjaan kami, usahakan harga karet kembali seimbang dengan kebutuhan kami.

Bukan kami tidak bersyukur, ini bukan perihal syukur atau kufur, ini perihal makmur atau ajur.

Gemakan lagi pertanian kita, ini Indonesia Negara agraria, bukan Negara kaya dengan keluh kesah serta tangisan iba!


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Penulis: Masnukho
Sumber gambar: Dokumen pribadi
Diubah oleh masnukho
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 28 lainnya memberi reputasi
29
14-09-2019 16:18
Hujan, Musuh Abadi Para Petani Tembakau

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Melihat betapa berat perjuangan para petani tembakau, sungguh membuat miris. Mulai dari musim tanam hingga musim panen, para petani seolah telah menjadikan sawah sebagai hunian mereka, nyaris tak pernah pulang.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Pada masa-masa awal pertumbuhan, para petani biasanya saban hari ke sawah untuk sekedar mengecek, apakah ada tembakau yang gagal hidup saat ditanam dan perlu disulam. Di waktu-waktu berikutnya mereka akan disibukan dengan kegiatan menyiram tanaman. Para petani biasanya datang dengan memikul dua kaleng dan menimba air dari sumur di sekitar sawah. Bayangkan saja, berapa kali mereka bolak-balik dari sumur untuk menyiram semua tembakau seluruh area sawah. Meski begitu, mereka tetap mewaspadai datangnya hujan. Kenapa? Karena mereka tak bisa memperkirakan intensitas hujan, jika terlalu lebat justeru akan mematikan tembakau yang baru saja membentuk akar dan daun.


Ketika daun sudah mulai kuncup dan melebat, jangan harap bisa bersantai di rumah. Justeru tiap pagi para petani semakin sering datang mengecek apakah ada ulat yang mengganggu atau tidak. Mereka akan mengecek tiap-tiap daunnya pada masing-masing pohon dan membunuh ulat yang menempel. Cukup ribet kan, gansis. Betapa luar biasa perjuangan mereka.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Akhir september biasanya sudah memasuki panen. Di sini, para petani kembali disulitkan masalah waktu. Masa panen mereka harus diselesaikan sesegera mungkin karena pada bulan-bulan ini, apalagi memasuki oktober biasanya hujan mulai turun. Ini merupakan ancaman yang besar bagi para petani. Daun-daun tembakau yang sudah tua, akan kembali muda dan gagal matang saat diperam jika terkena air hujan. Jadi, jika rencana tiga hari ke depan bisa panen, tapi esok turun hujan, gagal sudah daun tak bisa dipetik dan harus menunggu beberapa hari lagi.


Ancaman paling fatal dari datangnya hujan pada masa panen adalah kerusakan dan kematian pohon tembakau. Saat daun-daun mulai tua dan siap dipetik, begitu terguyur hujan, mereka semua akan layu, mengering dan akhirnya mati. Para petani pun tak mendapat hasil apa-apa. Bahkan, di daerah saya, pernah ada seorang petani yang gantung diri karena depresi atas peristiwa ini. Cukup miris, ya!


Apakah setelah berhasil menyelamatkan daun-daun tembakau yang ibarat emas ini dari hujan dan menyimpannya di dalam rumah, lantas perjuangan mereka berakhir? Tidak. Ancaman hujan masih mengintai, bahkan sampai titik akhir! Bahkan setetes air hujan pun bisa mengacaukan segalanya!


Para petani di daerah saya biasanya memeram sendiri daun-daun tembakau yang telah dipetik, di dalam rumah. Masa peram hingga daun menguning keemasan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga malam. Di sinilah kualitas pematangan warna daun terlihat. Daun tembakau yang pernah terguyur hujan saat masih di pohon biasanya tidak bisa matang dengan sempurna. Jika pun bisa matang, warnanya akan kemerahan seperti mengering bahkan membusuk. Berbeda dengan daun yang tak pernah terkena hujan, yang biasanya akan matang dengan warna kuning cerah dan dalam membutuhkan waktu yang cukup singkat dalam proses pemeraman.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Dalam dunia pertanian tembakau, kualitas warna adalah yang paling utama, setelah aroma dan juga rendemen. Begitu tembakau dirajang (diiris tipis memanjang), kemudian diratakan dalam sebuah tatakan dari bambu, tembakau kemudian dijemur di bawah terik matahari selama dua hari penuh. Nah, di sini para tengkulak atau kami biasa menyebutnya bos tembakau akan datang dan melihat sendiri tembakau-tembakau saat dijemur. Jika dirasa memiliki kualitas warna yang baik, daun yang tebal dan aroma segar, mereka akan menawar dengan harga tinggi.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Namun, jangan salah, gansis. Meski sudah menjalin kesepakatan harga dengan tengkulak saat tembakau masih dijemur, para petani masih belum aman. Panas matahari yang tak sempurna atau datangnya hujan walaupun cuma gerimis kecil bisa membuyarkan angan mereka. Warna daun akan berubah dan harga pun akan anjlok, mengabaikan kesepakatan awal dengan tengkulak. Cukup miris ya!


Proses selanjutnya yang tak kalah penting adalah saat pengebalan tembakau. Hal ini baru bisa dilakukan ketika tembakau sudah kering sempurna setelah dua hari dijemur, kemudian diangin-anginkan selama beberapa jam di udara terbuka pada malam ketiga. Tujuannya adalah, agar tembakau tidak terlalu keras karena bisa hancur saat proses pengebalan. Namun, jangan salah, jika tembakau terlalu lembab atau melempem justeru akan membuat warna menjadi jelek dan tampak bantat. Tentu ini memengaruhi harga jual. Oleh karena itu, selama proses pengeringan dan diangin-anginkan, usahakan jangan sampai terkena hujan barang setitik pun karena bisa merusak semuanya.



[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa



Ibarat karena nila setitik rusak susu sebelanga, seperti itulah ancaman hujan bagi para petani tembakau. Mereka seolah berkompetisi, bermain petak umpet dengan hujan. Demikianlah perjuangan mereka, sungguh tak sebanding dengan koar-koar larangan terhadap rokok!


Tulisan ini dibuat berdasarkan fakta di lapangan dan pengalaman TS sendiri selama bertahun menjadi anak petani tembakau.


Penulis : Tikus Kecil, Member of BBB

Ilustrasi : 1, 2, 3, 4, dan 5
Diubah oleh YenieSue0101
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 6 lainnya memberi reputasi
7
14-09-2019 16:24
Kelima😚😚
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
14-09-2019 16:25
Ayo kita dukung petani Indonesiaemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
14-09-2019 16:32
Deretan Masalah Pertanian yang Tidak Akan Pernah Habis di Negara +62
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Pada tanggal 24 September 2019 merupakan hari tani nasional, hal itu mengingatkan bahwa mereka adalah pejuang pangan di negara ini.

Tidak hanya saat ini, sejak dari zaman era Soekarno petani mendapat perhatian lebih dari beliau.

kita tahu bahwa pertanian merupakan salah satu sektor penting bagi ekonomi Indonesia.

Ada 3 permasalahan penting yang dihadapi para petani dan tidak akan pernah ada habisnya dari dulu hingga sekarang diantaranya adalah:

tanam padi


1. Produksi
Terkait produktivitas petani, insentif para petani dan data produksi yang tidak akurat sehingga dapat menimbulkan kesalahan pengambilan kebijakan.

Contoh: kebijakan impor

Dalam hal kebijakan impor saja terjadi pada tahun 2017 waktu panen raya sebentar lagi sedangkan pemerintah malah impor beras dari Vietnam dan Thailand.

Hal tersebut bisa membuat petani merasa tidak semangat dan tidak hargai. Kalau kata ane sih sakitnya tuh disini (sambil ngelus dada). Oleh karena itu ane sangat mempunyai harapan besar pada pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, Kementrian Perdagangan, Bulog juga BPS bisa memberikan data yang akurat sehingga bisa membantu presiden dalam hal pengambilan keputusan.

2. Distribusi
Panjangnya tata niaga pertanian, pelaku yang dominan di pasar, pembentukan harga oleh pelaku pasar utama.
Tak bisa dipungkiri bahwa pelaku pasar sangat didominasi oleh orang yang 'itu-itu' saja sehingga menyebabkan pasar seperti di monopoli oleh pihak-pihak tertentu.

3. Keterjangkauan Harga
Dalam mekanisme pembentukan harga perlu adanya koordinasi dari atas sampai bawah dalam hal ini pemerintah hingga ke tingkat desa.
panen padi


Apabila kebijakan impor dalam hal ini dilakukan saat panen raya padi di berbagai daerah maka beras impor akan sangat menggangu beras lokal dipasaran.

Dimana ketiga masalah tersebut menyebabkan semakin menurunnya masyarakat berminat menjadi petani padahal apabila petani diperhatikan akan tercipta swasembada pangan yang mengarah pada ketahanan nasional.


Sekian thread ane kali ini, semoga bermanfaat untuk kaskuser semua. Jangan lupa tinggalkan jejak cendol, komentar dan ratenya. Karena kaskuser bijak selalu ninggalin jejak.

Penulis: mamaproduktif
Sumber: opini pribadi serta dari berbagai referensi
Referensi ilustrasi google.com
Diubah oleh mamaproduktif
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 7 lainnya memberi reputasi
8
14-09-2019 16:35
Petani Tebu Tak Semanis Gula
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa




Quote:
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.






Indonesia paling terkenal dengan negara maritim, luas wilayah dengan hasil alam yang melimpah, tanah subur menciptakan banyak tanaman.


Namun apa yang terjadi kini? Semua hanyalah tinggal ilusi. Banyak lahan terbengkalai, petani menangis merugi, kesejahteraan tinggalah mimpi.



Biaya produksi tak sebanding dengan pendapatan penjualan, bukannya untung malah buntung. Belum lagi biaya operasional yang mencekik hingga membuat petani meringis menjerit. Contoh saja petani tebu Lamongan yang gundah galau merana karena selama dua tahun terakhir ini tidak meraih untung. Meskipun harga tebu naik, tapi tidak sesuai ekspektasi.


Ibarat kata harga tebu dari pabrik gula untuk rendemen 7,5 sekitar Rp 60.500 per kwintal. Sebenernya harga udah naik dari tahun sebelumnya, tapi tetap saja masih rendah. Karena biaya produksi dan operasional semakin tinggi.


Sebagai petani tentu tidak banyak berharap selain kepada pemerintah agar menaikan nilai jual dan beli. Apalagi jika suatu kejadian tak terduga, misalkan lahan diserang hama atau kebakaran lahan. Walaupun semua minim tapi mempengaruhi hasil panen, belum lagi ada impor gula. Meskipun impor bertujuan untuk mencukupi kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi oleh negara sendiri. Namun sebagai petani tetaplah berpengaruh besar pada nilai jual.


Petani tetaplah rakyat kecil bagian dari Indonesia yang terkenal tanah surga. Apalah gunanya manshur sampai ke negara cina jika kesejahteraam saja bagaikan mimpi.



Foto Kami



Sumber artikel: di sini
Sumber gambar: Instagram
Diubah oleh indahmami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 7 lainnya memberi reputasi
8
14-09-2019 16:48
Nenek Petani Sejati Motivasi untuk Bertani
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Nenek Petani Sejati

Petani merupakan salah satu kelangsungan hidup, menjadi anak petani merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Nenek moyang kami petani sejati. Apalagi Oppung dia selalu memberikan motivasi.

Terlahir sebagai petani
Hidup hasil dari tani
Sekolah hasil dari tani
Tanpa kecuali menikah juga dari tani.

Sejak dulu perhatian pemerintah terhadap petani sudah ada.
Pengalaman saya nih sebagai cucu petani.
Oppung kami seorang petani sejati, dia berhasil meraih penghargaan dari pemerintah. Beliau menanam kopi dan jeruk serta tanaman palawija.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Dari dulu permasalahannya hanya di pupuk sangat mahal apalagi berbahan kimia.

Oppung tercinta tidak habis pikir untuk mencari jalan keluarnya.

Beberapa cara bercocok tanam yang telah dilakukan beliau antara lain :
Salah satu yang saya kupas yaitu proses menanam kopi Robusta

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


sumber gambar

Proses menanam Kopi Robusta
⭐ Menanam Kopi tidak terlalu sulit, jarak tanaman yang pohon satu kepohon lainnya dibuat 2 m menjaga jika tumbuh besar, akar-akarnya tidak berebutan makanan atau biasa disebut pupuk.
⭐ Setelah kopi tumbuh sekitar 150 cm, pucuknya dipotong agar pohon kopi tidak tumbuh menjulang tinggi ke atas, biar panen nanti mudah untuk memetik buahnya.
⭐Sekali sebulan disemprot racun hama, hama yang sering ulat bulu memakan daun-daun kopi, kadang sampai botak.
⭐ Setelah tiga bulan area pohon kopi dicangkul dan digemburkan serta ditaburi pupuk buah.
⭐ Tunas-tunas liar yang selalu tumbuh, segera dibersihkan agar tidak menggangu pertumbuhan kopi.
⭐ Kopi berumur dua tahun sudah mulai berbuah tapi belum banyak.
⭐ Selain itu keseimbangan tanah juga perlu diperhatikan, pohon- pohon besar, seperti pohon Dadap. Pohon Dadap sampai besar sekali, daunnya yang berjatuhan dikumpulkan menjadi pupuk kompos. Setelah Pohon Dadap ditanam lagi, sudah berumur setahun lumayan tinggi. Pohon Dadap yang sudah tua diracun agar mati untuk dijadikan kayu bakar. Beliau menanam pohon Dadap untuk menahan erosi jika turun hujan.

Rata-rata ladang kopi beliau bersih, rapi berjejer dan berbuah lebat. Tak heran jika saat itu beliau dapat penghargaan dari pemerintah berupa pupuk satu truk dan gilingan kopi. Panen kopi hal yang ditunggu-tunggu, tapi yang membuat kecewa harga anjlok.

Jika harga anjlok kopi yang sudah dikeringkan, disimpan di lumbung, menunggu harga kopi naik. Kopi yang telah kering tahan bertahun- tahun. Pernah kopi tidak dijual karena hasil panen tanaman yang lain masih banyak, seperi jahe, cabe, jagung dan jeruk.
Beliau memiliki lahan pertanian lumayan luas, jadi banyak yang bisa ditanam.

Selain jahe, cabe jagung dan jeruk sangat membutuhkan modal yang cukup besar. Tanaman ini butuh perawatan maksimal terutama penyemprotan hama dan pupuk buah.
Tanaman Oppung yang tidak perlu perhatian khusus adalah lengkuas, serai, singkong, daun singkong sebagai pagar pembatas ladang, sayuran sawi takokan, combrang, durian, jengkol.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Sumber gambar dokri

Beliau memiliki penyakit rematik jadi sawahnya tidak sanggup dikelola akhirnya disewakan bagi hasil.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Sumber gambar dokri

Sekian pengalaman saya mengenai pertanian.
Terima kasih semuanya atas kunjungannya. Jangan lupa like dan cendolnya ya

Oppung panggilan untuk nenek.
Diubah oleh erina79purba
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 18 lainnya memberi reputasi
19
14-09-2019 16:53
Kutandai kau kutandai emoticon-Big Grin aku anaknya armin depari emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
14-09-2019 16:53
ninggalin jejak dulu.
emoticon-Paw

ntr ane balik lagi om.
emoticon-Traveller



----

lupa ane kalo sudah pesen tempat


link post


emoticon-Traveller
Diubah oleh yunda.me
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mbakendut dan 4 lainnya memberi reputasi
5
14-09-2019 16:59
Pesen ki jagat
Nitip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 4 lainnya memberi reputasi
5
14-09-2019 17:07
Cerita Bapak Yang Mantan Petani
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Petani adalah mantan pekerjaan dari bapak. Pada tahun 2000 beliau berhenti menjadi petani karena melihat peluang yang ada. Semakin ramainya arus pendatang yang merantau ke Denpasar membuat bapak memutuskan untuk "menitipkan" sertifikat tanah sawahnya di Bank. Uangnya beliau pakai untuk membangun kos - kosan.

Tahun 2008, kurang dari 2 tahun waktu yang seharusnya sertifikat tersebut telah berhasil beliau bawa pulang kembali. Bukan hanya bapak sebenarnya yang mengambil keputusan seperti itu karena sebagian besar teman beliau sesama petani juga melakukan hal yang sama. Hanya sedikit yang masih bertahan menjadi petani pada waktu itu, dan sekarang ini bisa dikatakan nyaris tidak ada.

Pantas saja data di BPS menyatakan bahwa petani miskin jumlahnya berkurang karena memang ternyata orang yang menjadi petani sudah semakin berkurang. Bertani semakin sepi peminat, alasannya apa lagi kalau bukan soal penghasilan yang kurang. Tapi menurut bapak ada alasan yang lebih tepat lagi. Kata beliau menjadi petani itu capek di mata orang, sekalipun jadi petani sukses belum tentu anak-anaknya mau meneruskan.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Menjadi petani itu sama saja dengan profesi lainnya. Ada yang kaya dan ada juga yang miskin. Kalau orang sudah memutuskan menjadi petani berarti orang itu pastinya sudah paham bagaimana bertani itu beserta kendala apa saja yang nantinya akan terjadi. Tengkulak contohnya, tawaran mereka begitu menggoda di tengah jalan. Tidak sedikit para petani yang tergoda demi untuk bisa menyelesaikan masalah hidup yang sedang mereka alami saat itu meski harus menjual padi mereke sebelum waktunya dengan harga yang sangat murah.

Petani idealnya harus punya bekal uang lebih untuk menghadapi kemungkinan masalah hidup yang dialami sebelum masa panen tiba agar tidak selalu tergantung kepada tengkulak. Uang lebih ini tentu dari tabungan hasil panen sebelumnya. Tahan dulu kebutuhan yang bisa ditunda seperti contoh saya dulu yang harus menunda setahun masuk ke SMP karena masalah ekonomi. Bapak "mengorbankan" saya demi untuk tidak ke tengkulak. 

Dari situ bapak bisa menjual hasil panennya secara utuh dan menabung untuk menghadapi musim berikutnya dengan lebih tenang. Setahun kemudian saya bisa melanjutkan sekolah dan 3 tahun setelahnya tanah sawah bapak sudah berubah menjadi kos-kosan. Seperti di awal tadi bapak berhenti menjadi petani bukan karena tidak menghasilkan tapi karena melihat peluang dan tahu anak - anaknya tidak ada yang akan meneruskan.

Quote:Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban. (Ebiet G Ade)


Tiada yang salah menjadi petani bahkan bagi kami kalian yang menjadi petani adalah penyelamat kami. Tiada kalian kami tak akan bisa makan, setidaknya begitu pemikiran kami di masa kecil.

Selamat Hari Tani.
Semoga selalu yang terbaik buat kalian para petani.

Terimakasih.


Tulisan dan gambar : iwak.
Diubah oleh I.W.a.K
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 6 lainnya memberi reputasi
7
14-09-2019 17:13
ayo ikutan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
14-09-2019 17:17
semoga bisa ikut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
14-09-2019 17:32
Budidaya Bibit Tanaman, Cara Bertani yang Efisien

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.


Cuplikan lagu Kolam Susu by Koesploes, menggambarkan betapa subur tanah kita. Hingga diibaratkan seperti surga. Hampir semua jenis tanaman bisa tumbuh di Indonesia. Sebutan negara agraris pun disematkan untuk Indonesia.

Setiap daerah memiliki hasil bumi yang berbeda. Salah satunya tempat kelahiran ane, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Mendapat julukan "sentra bibit" karena begitu banyak bibit tanaman yang dihasilkan dari kabupaten kecil ini. Mulai dari bibit kayu-kayuan seperti albasia, akasia, jati, jabon dll. Sampai berbagai bibit buah pun dibudidayakan di sini.

Dari beberapa daerah di Purworejo, kecamatan Kemiri menjadi ikon penting dunia perbibitan Purworejo. Di mana sebagian pasokan bibit berasal dari sini. Setiap tahun jutaan pohon bibit tanaman dikirim ke seluruh Indonesia.

Terlahir menjadi anak seorang petani, tentu TS pernah merasakan serunya bertani. Belum lama, beberapa tahun lalu kebetulan orangtua TS mengubah sawah penghasil padi dijelma menjadi lahan budidaya bibit albasia. Sudah menjadi hal wajar, sawah bukan lagi ditanami padi melainkan diganti dengan berbagai bibit tanaman. Dengan iming-iming hasil lebih besar tentunya.

Musim kemarau bukan lagi musibah buat masyarakat desa. Justru dimusim inilah, kita bisa mulai mengolah lahan untuk bisa ditanami berbagai bibit tanaman. Untuk air, alhamdulillah daerah kami hampir tak pernah kekurangan. Area sawah bisa dibuat sumur, atau ada juga yang mendapat pasokan air dari irigasi bendungan Wadaslintang.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Proses pembibitan diawali dengan memasukkan tanah ke dalam polibag. Seperti yang terlihat pada gambar di atas. Kalau lahannya luas, pekerjaan ini tak akan selesai dikerjakan sendiri. Makanya ada buruh yang diupah berdasar banyaknya bungkusan tanah yang diperoleh. Kalau jaman TS dulu, 10.000/1000 polibag. Kalau sekarang mungkin berkisar antara 15.000-20.0000.

Setelah polibag terisi tanah, proses selanjutnya adalah memasukkan biji albasia. Biasanya biji direndam dulu dan disimpan di tempat lembab beberapa hari supaya tumbuh kecambahnya. Setelah berkecambah, baru ditanam ke potnya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Proses penanaman telah usai, tahap selanjutnya adalah perawatan. Tidak susah, cukup disiram pagi dan sore. Sesekali disemprot dengan obat penyubur tanaman plus pupuk. Butuh waktu kurang lebih tiga bulan, benih albasia akan tumbuh menjadi bibit yang siap dijual.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Setelah bibit setinggi 50-100 cm, artinya bibit sudah siap dijual. Harga jualnya pun beragam, mulai dari Rp 500-1000/batang. Tergantung kualitas dan tinggi bibit tersebut.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa


Awal musim penghujan, waktu yang ditunggu para petani bibit. Karena diwaktu inilah mereka akan panen. Untuk pemasaran, biasanya para pembeli memilih sendiri ke lokasi. Setelah puas memilih, para pembeli meminta diangkutkan ke kendaraan mereka. Jasa angkutnya pun tidak geratis. Kita biasa menamainya tukang langsir. Untuk jasa ini dipatok harga kira-kira 50.000-70.000/1000 batang menyesuaikan jauh dekatnya lokasi.

Selain bibit albasia, kecamatan Kemiri juga punya banyak bibit lainnya. Diantaranya bibit pohon cengkeh, buah manggis, rambutan, mangga, jeruk, durian, jambu. Bahkan hampir semua jenis buah dan tanaman ada di sini dengan harga yang bervariasi. Sesuai dengan kualitas dan varietasnya.

bibit lainnya


Seiring berkembangnya jaman, budidaya bibit mengalami banyak kemajuan. Bahkan mulai dilirik dari pihak kementan Indonesia. Berbagai inovasi pun dilakukan. Diantaranya adanya sertifikat resmi dari pemerintah dan peningkatan kualitas produksi bibit kabupaten Purworejo.

Pembudidayaan bibit di tempat kelahiran TS membawa banyak manfaat. Selain pemanfaatan lahan, juga banyaknya lapangan kerja yang tercipta. Sehingga keberhasilan secara finansial pun tercapai. Anak muda tidak lagi gengsi untuk bertani. Justru mereka gencar melakukan inovasi.

IAf, 18 September 2019

Sumber: opri dan dokpri
Diubah oleh idaalfaqieh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 16 lainnya memberi reputasi
17
14-09-2019 17:46
Kenapa Anak Muda Tak Ada Yang Mau Jadi Petani?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

Siapa sih anak muda jaman sekarang yang punya cita - cita menjadi petani? Kok rasa - rasanya hampir tak ada. Kenapa? Karena banyak faktor yang melingkupinya. Salah satu yang paling kentara adalah gaya hidup. Jaman sekarang siapa sih anak muda yang tak bermain sosmed? Bisa disebut manusia gua kalau era modern seperti sekarang nggak kenal dengan Instagram atau Facebook. Dari sinilah salah satu penyebab anak muda tak mau menjadi petani muncul. Disaat teman - temannya yang lain update status nongkrong di kafe, masak mau update status ditengah sawah sembari bawa cangkul, atau selfie bareng kebo?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Image Source

Bagi anak muda, merantau ke kota lebih keren ketimbang harus menjadi petani dikampung. Meski di kota harus bekerja keras sebagai buruh bangunan sekalipun, toh hasilnya lebih jelas ketimbang menjadi petani. Menjadi buruh bangunan penghasilan tetap setiap minggunya. Belum lagi bisa mengenal kota besar juga jadi keuntungan. Ketimbang jadi petani yang baru bisa dapat hasil kalau panen, itupun kalau panennya tidak gagal. Kalau panen gagal ya hanya bisa gigit jari. Apalagi sekarang ini musim sudah sulit di prediksi. Harusnya sudah musim hujan, tapi ternyata kemarau berkepanjangan, dan juga sebaliknya.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa Image Source

Ini sebenarnya yang belum mendapat perhatian dari kita sebagai masyarakat maupun juga dari pemerintah. Disatu sisi kebutuhan akan pangan akan terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Disisi lain, minat anak muda kita untuk menjadi petani semakin menurun. Hanya tinggal tersisa generasi tua yang masih mau menjadi petani. Entah bagaimana pertanian Indonesia 25 tahun ke depan seandainya para petani generasi tua tersebut sudah tak mampu bertani sedang tak ada lagi regenerasi petani?

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Image Source
Belum lagi hal ini diperparah dengan kondisi lahan pertanian yang makin menyempit akibat alih fungsi lahan pertanian, misalnya untuk proyek perumahan. Bisa - bisa tiga dekade ke depan Indonesia akan krisis pangan jika hal ini tidak bisa dicarikan jalan keluarnya. Pemerintah pun harus turut aktif membantu para petani agar bisa selalu mendapat keuntugan dari pertaniannya. Bantuan pupuk, benih, dan air penting bagi masa depan pertanian kita. Gerakan penyuluhan dan edukasi pertanian modern juga diperlukan. Agar para petani kita terbuka wawasannya. Pemerintah juga harus ikut membantu distribusi hasil pertanian agar tak dirugikan tengkulak. Dengan cara - cara tersebut diharapkan regenerasi petani bisa berjalan. Dan bayang - bayang krisis pangan yang ada dihadapan kita musnah.

Diubah oleh powerpunk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Lihat 1 balasan
14-09-2019 17:58
Industri 4.0 Pada Sektor Pertanian, Ah Masa?
[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Gambar: dokumen pribadi

Indonesia terkenal sebagai negara agraris. Doktrin yang melekat sejak zaman Sekolah Dasar, meskipun saat ini sektor pertanian hanya memberikan sumbangsih PDB sebesar 13,53%. Berada di posisi kedua di bawah sektor industri dengan sumbangsih PDB sampai 19,66%.

Walaupun begitu, sektor ini masih menjadi sandaran bagi 28,79% penduduk Indonesia. Bukti jika pertanian menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan tentu saja ketahanan pangan menjadi hal yang sangat serius karena manusia butuh makan.

Pemerintah harus mengambil peran penting agar tidak tertinggal di era globalisasi. Hal utama yaitu mengembangkan teknologi pertanian dari yang sekadar pertanian konvensional menuju pertanian modern.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Gambar: dokumen pribadi

Banyak hal positif untuk pelaku usaha jika menerapkan pertanian modern. Proses bertani tentu semakin mudah dengan bantuan mesin-mesin canggih. Dengan begitu peningkatan hasil produksi akan tercapai. Selain itu, beberapa jenis hama juga bisa tertanggulangi dengan teknologi yang melahirkan bibit unggul dengan varietas-varietas tangguh yang tidak cengeng dengan hama atau anomali cuaca.

Kebetulan sekarang dunia mulai memasuki tahapan Industri 4.0, lanjutan dari era revolusi industri sebelumnya. Industri 4.0 menawarkan sistem yang mengintegrasikan pekerjaan dengan internet.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Ilustrasi smart farming.
Gambar: jawapos.com

Istilah kerennya smart farming. Digitalisasi yang memaksimalkan penggunaan ponsel pintar, komputer, dan gadget. Jadi nanti petani bisa memperoleh beragam data secara mudah, seperti cuaca, suhu, invasi hama, kandungan unsur tanah, hingga hasil panen.

Terlihat wah dan menakjubkan. Masalahnya adalah yakin untuk mengimplementasikan Industri 4.0 pada sektor pertanian? Mungkin terlalu jauh menuju ke sana sebab bangsa ini masih berkutat pada banyak hal fundamental yang terus berulang sepanjang tahun. Kelangkaan pupuk, obat hama yang mahal, sampai harga panen yang tidak menentu.

Jika hal dasar saja tidak beres, bagaimana dengan masalah yang lebih kompleks? Jujur saja sekalipun masalah fundamental teratasi, kita masih harus modernisasi segala hal. Seperti penjabaran di atas bahwa pertanian konvensional harus beralih menjadi pertanian modern.

Saat ini pertanian modern Indonesia hanya seputar industri pupuk dan traktor. Hal ini bukan berarti semua sawah telah menggunakan traktor, petani yang menggunakan hewan pun masih dominan.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Transplanter (mesin penanam padi).
Gambar: fajar.co.id

Pada beberapa kasus, petani juga sudah ada yang menggunakan transplanter (mesin penanam padi) dan quick harvester (mesin pemanen padi). Namun, rasio sangat kecil karena teknologi memang mahal. Tidak semua pelaku usaha pertanian sanggup membeli mesin-mesin canggih itu.

[COC] Thread Event Hari Tani - Komunitas Belajar Bersama Bisa
Quick harvester (mesin pemanen padi).
Gambar: gosumut.com

Lalu anggaplah modernisasi berhasil dan Indonesia siap menyongsong Industri 4.0, umpama pisau bermata dua, akan ada sisi negatif dari setiap inovasi. Industri 4.0 pada sektor pertanian seperti buah simalakama yang jelas mengancam lapangan pekerjaan. Berkat bantuan mesin-mesin dan penyediaan alat canggih secara otomatis meminimalisasi tenaga manusia. Akan banyak manusia yang tersingkir oleh kemajuan teknologi.

Sumber daya manusia kita sangat belum siap. Kalau tidak percaya, lihatlah petani-petani di ladang. Mayoritas berusia di atas 40 tahun karena pemuda usia produktif lebih senang bekerja kantoran daripada kotoran di pematang sawah. Petani-petani tua mungkin masih bisa memegang transplanter (mesin penanam padi), traktor, atau quick harvester (mesin pemanen padi). Bagaimana dengan ponsel pintar, komputer, dan gadget?

Kesimpulannya adalah Industri 4.0 belum cocok untuk Indonesia yang saat ini sedang mengalami bonus demografi, keberlimpahan penduduk usia kerja. Masih ada banyak waktu untuk berbenah yang menjadi PR kita bersama. Sebab bonus demografi hanya bertahan 35 tahun dan pada waktunya Indonesia akan seperti Eropa. Sehingga mau tidak mau Industri 4.0 adalah sebuah keharusan.

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sumber Referensi:
1 2

Gambar:
Dokumen Pribadi
Google Images

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh mengeja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 5 lainnya memberi reputasi
6
14-09-2019 18:15
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
14-09-2019 18:24
ninggalin jejak dulu ya Ganemoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan Surobledhek746 memberi reputasi
2
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.