alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7b758ef0bdb255fe4bb02c/jokowi-kerek-cukai-harga-rokok-naik-35-persen-tahun-depan
Lapor Hansip
13-09-2019 17:55
Jokowi Kerek Cukai, Harga Rokok Naik 35 Persen Tahun Depan
Past Hot Thread

Quote:
Jokowi Kerek Cukai, Harga Rokok Naik 35 Persen Tahun Depan

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 16:18 WIB

Jokowi Kerek Cukai, Harga Rokok Naik 35 Persen Tahun Depan


Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen tahun depan. Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen dari harga jual saat ini.



Hal ini diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat terbatas bersama Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) serta para menteri Kabinet Kerja lain. Rapat terbatas dilangsungkan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (13/9).

"Kami memutuskan bahwa kenaikan ditetapkan sebesar 23 persen untuk tarif cukainya dan 35 persen untuk harga jualnya. Ini akan disampaikan di PMK untuk average-nya 23 persen tarif cukai dan 35 persen untuk harga jual," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan keputusan kenaikan tarif cukai dan harga rata-rata rokok eceran sudah final dan akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK). Kendati begitu, pelaku industri bisa mulai memesan pita cukai kepada pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dalam waktu dekat, tepatnya pada masa transisi pemberlakuan aturan baru.

"PMK akan kami berlakukan sesuai dengan keputusan Bapak Presiden mulai 1 Januari 2020. Pemesanan pita cukai bisa dilakukan di masa transisi," ungkapnya.

Bendahara Negara mengatakan keputusan tarif final cukai dan harga jual eceran sudah mempertimbangkan banyak hal. Pertama, dari sisi peningkatan jumlah perokok di Indonesia.

Data Kementerian Keuangan mencatat jumlah perokok meningkat di kalangan perempuan dari 2,5 persen menjadi 4,8 persen pada akhir tahun lalu. Begitu pula dengan perokok kalangan anak, naik dari 7 persen menjadi 9 persen.

"Kami perlu perhatikan penggunaan cukai untuk mengurangi tren kenaikan konsumsi rokok," katanya.

Jokowi Kerek Cukai, Harga Rokok Naik 35 Persen Tahun Depan


Kedua, dari sisi keberadaan industri rokok ilegal. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan kenaikan tarif cukai yang terlalu tinggi bisa memicu kesuburan industri rokok ilegal.

Sebab, rokok berpita cukai yang cenderung meningkat harganya akan membuat perokok mencari rokok yang lebih murah. Salah satunya rokok ilegal yang tidak berpita cukai alias tidak menyetor pungutan kepada negara.

"DJBC sudah menurunkan rokok ilegal menjadi hanya 3 persen. Tapi kalau (cukai dan harga rokok) naik tinggi, ini akan membuat insentif bagi para pelaku rokok ilegal untuk meningkatkan produksinya," jelasnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengklaim keputusan pemerintah sudah mempertimbangkan berbagai implikasi di sektor-sektor lain, misalnya perkebunan tembakau, industri, kesehatan, ketenagakerjaan, dan lainnya.

"Penetapan ini kami perhatikan tiga hal, yaitu bisa mengurangi konsumsi rokok, mengatur industri, dan tetap menjaga penerimaan negara," pungkasnya.





Quote:Lumayan nambah pemasukan buat menambal defisit BPJS..
Marlboro 25rb berarti naik jadi 32rb-35rb


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Fey1985 dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 17
13-09-2019 22:55
emoticon-Ngakak pemerintah untuk penyeimbang turunkan harga sinteemoticon-Ngakak
0
13-09-2019 22:56
Seberapapun naeknya bakalan dibeli bre. Kebutuhan pokok dah itu. Ngalahin buah sama susu.


emoticon-Ngakak
0
13-09-2019 23:03
konsep nya bagus, untuk menurunkan pembelian rokok, terutama anak kecil, kalo bisa diperketat lagi. biar kaya Singapore. 👍
0
13-09-2019 23:04
Jokowi Kerek Cukai, Harga Rokok Naik 35 Persen Tahun Depan

Indonesia masih termurah kok..diluar harga $48 alias 600rb an, gak tau ad yg mau beli apa kagak..emoticon-Wakaka
0
13-09-2019 23:11
ubah aja roko macam aturan miras. pajak tinggi dan hanya bisa dipakai di tempat tertentu biar berkurang penggunanya
0
13-09-2019 23:13
Kagak ngaruh bosku,yang penting ngebul wahaha
0
13-09-2019 23:14
mamam tuh rokok
0
13-09-2019 23:15
tar orang orang pada beralih ke vape dah wkwk
0
13-09-2019 23:15
mantap. duwitnya buat bikin ibu kota emoticon-Leh Uga
0
13-09-2019 23:17
jadi buah simalakama

tinggi = org pada ke rokok murah yg cenderung banyak illegal

rendah = org lebih seneng beli legal lagi apalagi rokok bergengsi
0
13-09-2019 23:20
dan ane yakin perusahaan rokok bakal bikin produk rokok yang murah..
0
13-09-2019 23:21
perokok : kami tak peduli...... masih bs isep kan..... emoticon-Ngacir
0
13-09-2019 23:26
Waw waw ... nice info boskuh, semoga yang baca ini semua sehat selalu emoticon-Salaman
jangan dibuka
0
13-09-2019 23:28
Waw waw ... nice info boskuh, semoga yang baca ini semua sehat selalu emoticon-Salaman
yakin gak mau buka?
0
13-09-2019 23:29
Alhamdulillah mantap pak..biar pada cepet mampoes & negara makin kaya
0
13-09-2019 23:30
Quote:Original Posted By botolchivas
Toket doang yg tambah tahun tambah turun


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0
13-09-2019 23:33
masih fine fine aja keknya harga rokok naik segitu, paling ngedumelnya cuma seminggu abis itu yaudah tetep beli heheheh
kalo berat bisa beli permen aja kali ya, biar gak asem asem mulutnya. semoga naiknya harga rokok bisa buat subsidi biaya pendidikan sama kesehatan juga. aminnnnnnnn
0
13-09-2019 23:42
nyesel dah ane dukung jokowi
profile-picture
profile-picture
sayaplalat dan kristalbiru memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
13-09-2019 23:45
bagus dah dinaekin cmn kecil amat naek nya
0
13-09-2019 23:45
waaaahhh
naik yaaa ?

hmmmm
buat yang ngerokok mulai di rem deh ya, yang biasanya sebungkus sehari jadi sebungkus 2 hari gitu atau ya kalau bisa berhenti,

semangat gan 😂
semoga gajadi naik aja tapi

emoticon-Malu
0
Halaman 5 dari 17
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.