alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
44
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d77a76df231166a34d024/teka-teki-kematian-erna
Perempuan itu berjalan semakin dekat ke arahku, aku tidak percaya bahwa itu adalah dia. Rambutnya berubah menjadi lebih lurus dan pendek sebahu. Wajahnya menjadi lebih putih dari yang dulu. Lantas apakah aku bahagia bertemu dengan dia? Jawabannya adalah tidak. Aku berusaha menghindari perempuan itu, namun kakiku berlari di tempat. Aku tidak beranjak satu centimeter pun dari posisiku berpijak. Mata
Lapor Hansip
09-08-2019 20:39

Teka Teki Kematian Erna

Past Hot Thread
Update seminggu sekali, pentengin ae ya Gan. Hehe.

Daftar Isi :

Bagian Satu

Bagian Dua

Bagian Tiga

Bagian Empat




12 Agustus 2003

Perempuan itu berjalan semakin dekat ke arahku, aku tidak percaya bahwa itu adalah dia. Rambutnya berubah menjadi lebih lurus dan pendek sebahu. Wajahnya menjadi lebih putih dari yang dulu. Lantas apakah aku bahagia bertemu dengan dia? Jawabannya adalah tidak. Aku berusaha menghindari perempuan itu, namun kakiku berlari di tempat. Aku tidak beranjak satu centimeter pun dari posisiku berpijak. Matanya semakin menatapku, namun tidak sinis. Tapi aku semakin takut, bahkan hampir menangis.
Dia sudah ada di hadapanku, aku tetap diam di tempat. Aku mematung, berkeringat dan gemetaran.

"Ikut aku Pi? Tanyanya, sambil senyum ramah.

"Tidak."

"Ayolah, enak disana."

"Tii..dak," aku terbata-bata.

"Kenapa?"

"Bukankannya kau sudah meninggal?"

"Siapa bilang? Aku masih hidup."

"Pembohong, lantas di mana kau selama ini?

"Aku hanya pindah tempat tinggal."

"Pembohong!

"Jadi kau tidak mau ikut?

"Tidak, kau pergilah!

"Yasudah aku duluan ya."

Kemudian perempun itu hilang, seiring dengan bangkitnya aku dari tidur malam. Aku berkeringat sekaligus ketakutan. Nafasku sesak, jantungku berdetak tak beraturan. Kulirik jam dinding, pukul 01.00 dini hari. Suasana kamar kosku sangat lengang. Aku semakin takut. Kesunyian seolah mengolok-ngolokku dengan bayangan ketakutan. Kuambil earphone, kucolokkan ke ponselku, kupasang earphone ketelingaku dan ku putar lagu hip hop dengan volume sangat kencang. Aku berusaha menenangkan diriku, hingga aku tidak ingat jam berapa aku mulai bisa terlelap kembali.


Ps : Ayo tinggalkan jejak ya, 20 komentar langsung update part selanjutnya ya. Hehehe. Terimakasih banyak.

Salam misteri emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh delviharahap20
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liaaa376 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 3
Teka Teki Kematian Erna
21-08-2019 09:32
Quote:Original Posted By cilaleksingo
cerita real or ? mulai ikut membaca


Terimakasih sudah beri komentar dan mampir. Real or no nya, persepsi agan aja. Hehehe.

Quote:Original Posted By pink.duck
Rame 😂😂
Udah komen rame.tuh gan, lanjut lah hehe


Wah ditunggu ya malam jumat. Kembali lagi kesini. Terimakasih sudah mampir dan gak sinder. Hehe

Quote:Original Posted By Queenlyn16
mana lanjutannya gan? erna jd tumbal pesugihan ya?


Malam jumat ya gan. Erna tumbal cinta mue gan. Hehee
Terimakasih sudah mampir.
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
21-08-2019 09:33
Quote:Original Posted By ariefdias
muantabbbb..ditunggu next updatenya ya..josss


Terimakasih sudah mampir dan menunggu. Hehe

Quote:Original Posted By tomie210586
keren langsung 3 chapter
titip sendal di malam jumat dulu


Malam jumat besok ambil sendalnya ya. Hehe
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
22-08-2019 08:53
nenda ga
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
22-08-2019 11:59
Quote:Original Posted By kageyama09
nenda ga


Wah terimakasih.
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
22-08-2019 19:53

Bagian Empat

Ps : ini sesi mimpi terakhir ya, biar pada ga emosi jiwa. Eheheu.

Suatu ketika aku berada di gedung kegiatan Mahasiswa bersama teman-temanku. Kami hanya duduk-duduk dan berbincang sejenak. Awalnya kami berada di sana karena ada kegiatan seminar yang aku juga sudah lupa apa temanya. Kami mendatangi seminar itu hanya untuk menerima sertifikat semata.

Setelah semua orang berpulangan, kami duduk bergunjing di tangga depan gedung tersebut. Kulihat dari jauh Meli temanku menggandeng seorang perempuan. Perempuan itu mengenakan baju terusan berwarna hijau, sedikit kontras dengan warna jilbab kuningnya. Matahari seolah menyoroti perempuan itu. Dia terlihat sangat bersinar dan sedikit silau, mungkin akibat pakaiannya yang terlalu mencolok itu.

Dia berjalan tegak lurus, menampakkan raut wajah kepercayaan dirinya. Lamat-lamat kuperhatikan raut wajah perempuan itu dari kejauhan, wajah itu seolah tidak asing lagi bagiku. Semakin mereka mendekat semakin aku yakin itu dia. Bagaimana bisa dia bersama Meli. Dia sudah pergi ke tempat yang tidak terjangkau setahun yang lalu. Atau dia hanya mirip saja dengan perempuan yang kukenal itu. Tapi ini terlalu mirip, bahkan serupa.

"Erna? Panggilku ketika mereka berdua telah berada di depanku.

"Iya, Kuliah disini Pi? Jawabnya.

Aneh kurasakan, biasanya aku akan panik dan ketakutan jika bertemu dengannya. Tapi kali ini aku seolah tidak takut melainkan geram. Dia terus muncul dimana aku berada.

"Kau kenapa bisa disini? Kau sudah meninggal Erna!

"Sudah kukatakan aku belum meninggal. Aku juga berkuliah disini. Kita saja yang tidak pernah bertemu."

"Tidak Erna. Kau sudah meninggal."

"Belum! Aku masih hidup. Kau sudah tidak waras!

Kembali sebuah energi besar berhasil membangunkanku dari alam tidak nyata itu. Aku kembali berkeringat dengan degup jantung berdetak tak beraturan. Aku gugup walaupun tidak setakut biasanya.


_______


Aku dan Ratih berada di Universitas yang berbeda namun masih satu kota. Aku Negeri, dia Swasta. Di hari Kamis pagi kami sepakat tak masuk kuliah. Pergi ke SMA mengambil ijazah yang telah lama tak kami jemput. Kami bertemu di salah satu Pertamina, lalu mengendarai motor sendiri-sendiri menuju SMA. Sekitar dua jam perlajanan. Sesampainya di SMA, kami bertemu wali kelas setahun yang lalu. Menyalami lantas meminta ijazah dan lembaran lapor terakhir kami.

"Cari sendiri ya," ucapnya sambil menyerahkan sebongkah map biru berisi ijazah dan rapor.

Aku dan Ratih mulai mencari, membuka lembaran-lembaran dengan sedikit asal. Kertas laporku berada di bawah lembar kertas rapor Erna. Kutarik dari sana, kulihat peringkat Erna.

"10."

Aku ingat sekali dia pernah mengatkan jika ingin sekali berada di peringkat 10 besar. Karena semenjak kelas satu ia tak pernah mendapatkannya.

Namun janggal kurasakan ketika lembar rapor yang ia punya terdapat setetes air yang sudah mengering. Melunturkan sedikit tinta print.

"Buk ini kena air ya? Tanyaku.

"Enggak ah, soalnya di map terus tidak pernah ibu keluarkan."

Ratih mengambil kertas itu, lantas terdiam sejenak.

"Ibuk udah tau kan Erna sudah meninggal? Tanya Ratih.

"Tau, semua guru juga sudah tau."

"Tapi buk kok tidak ada penggalangan dana, biasanya kalau ada yang meninggal galang dana buk. Jangankan muridnya, orang tua murid meninggal aja galang dana."

"Rumahnya jauh di luar kota, tidak ada yang bisa kesana."

"Kan bisa ditransfer buk. Lagian kata adik kelasku, tidak di umumkan juga ya ketika ceramah jumat di lapangan," tambahku.

"Karena kaliankan sudah lulus juga waktu itu."

"Tapi kurang adil rasanya buk."

"Soalnya keluarga dari Erna gak ada yang hubungi pihak sekolah secara langsung," tandas wali kelasku.

Aku mengembalikan lembar kertas rapor Erna. Aku ketika itu berada di peringkat 7. Setelah urusan selesai, aku dan Ratih menuju salah satu tempat makan. Ketika menunggu ayam bakar di bakar dan disajikan. Aku memulai percakapan.

"Tih apa Erna nangis terharu ya karena dapat peringkat 10?

"Aku juga mikir kaya gitu sih tadi," Ratih terdiam sejenak, lantas melanjutkan perkataan.

"Tapi udahlah, jangan bahas dia terus Pi, aku merinding."

"Aku juga si."


Jangan lupa tebarkan komentar, vote dan cendolnya ya.
Terimakasih sudah baca dan mampir emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
liaaa376 memberi reputasi
1 0
1
Teka Teki Kematian Erna
22-08-2019 19:54
Jangan lupa komentar yaaaaa
Diubah oleh delviharahap20
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
26-08-2019 09:52
singkattt...padatttt..lanjutttkann
0 0
0
Teka Teki Kematian Erna
13-09-2019 04:54
Quote:Original Posted By delviharahap20
Terimakasih sudah beri komentar dan mampir. Real or no nya, persepsi agan aja. Hehehe.



Wah ditunggu ya malam jumat. Kembali lagi kesini. Terimakasih sudah mampir dan gak sinder. Hehe



Malam jumat ya gan. Erna tumbal cinta mue gan. Hehee
Terimakasih sudah mampir.


Sa ae agan ini.. Masa jeruk makan jeruk emoticon-Wowemoticon-Cape d...emoticon-Wakaka
0 0
0
Halaman 3 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-marionette
Stories from the Heart
my-fucking-romance
Stories from the Heart
hi-dee
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.