Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
4603
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a062830dac13e9f048b4567/roman-sejarah-sinar-jingga-ditanah-blambangan
Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa di sana.
Lapor Hansip
11-11-2017 05:29

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN

Past Hot Thread
"Dahulu Blambangan adalah sebuah kerajaan berdaulat. sebelum ditaklukkan Majapahit atau mungkin Singasari semasa Ken Arok dan keturunannya berkuasa disana. Majapahit menempatkan Keturunan Empu Kepakisan, yaitu Dalem Kepakisan dari Kediri pada tahun 1265 Caka untuk memerintah Blambangan.
Pembentukan Istana Utara di Panarukan untuk menjaga Bandar pelabuhan Panarukan yang dekat Pelabuhan pelabuhan utama Majapahit. Apalagi sejak Keraton dikuasai Orang orang Majapahit sebagai taklukan, yaitu dari Keluarga Empu Kepakisan. Semakin berkembang saja Keraton Utara itu. Sementara keraton timur berada di Kutalateng, semenanjung Banyuwangi. Disana tinggal keluarga taklukan dari dinasti Blambangan terdahulu.
"





Quote:
ini kisah tentang anak jaman dahulu yang hidup di era
Kerajaan Majapahit.
Jelas ini bukan kisah nyata, ini 100% fiksi!
meski begitu, yang merasa tahu, kenal akan tokoh yang diceritakan. Mohon dengan amat sangat tidak membocorkannya, agar tidak merusak alur cerita.

Bila ada kesamaan kisah hidupnya dengan salah satu tokoh di cerita ini, saya mohon maaf, tidak ada maksud untuk membuka kisah lama Anda.
Saya hanya iseng nulis cerita.

Jadi.. Selamat membaca!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gimi96 dan 107 lainnya memberi reputasi
102
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 197 dari 219
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 05:49
emoticon-DP ga.. Jangaan...Lencari ga boleh mati..emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka...agan ki curah jahat... Tunjukan ki..dimana kuburnya cari
...kan kubangun monumen termegah diatas pusaranya
.
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 05:59
Ditunggu kelanjutannya ki
Diubah oleh nursinali
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 06:34
walah malah piye to iki?
lencari kok harus mati ki?
jangan2 jingga diikutkan mati juga.

Sekian lama baca, inginnya sih jingga bisa bahagia di desa atas bersama lencari sang pujaan, serta ratna dan untari adiknya.

Lha malah butone di gawe ngamuk.
Malah gregetan sekaligus penasaran.

Emang ki curah tu paling bisa bikin emosiku jadi luluh lantak dengan alur ceritane.
Diubah oleh Arikempling78
profile-picture
irwrkgrge memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 06:49
Quote:Original Posted By K3MPROS
Judul nya apa gan ?
Coba saya pantau ke sana dulu


Waduh saya juga lupa gan.
Tapi ki @curahtangis dah ngasih tahu ke kita2
Kalo cerita tentang singosari dah di bikin sama maestronya cerita sejarah.
Coba balik mundur ke page setelah ada permintaan tuk bikin tentang singosari.
Disitu agan bisa cari itu cerita.

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
Diubah oleh Arikempling78
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 08:26
Quote:Original Posted By indahmami


Gpp, readers juga tau nie versi dirimu ki.
Jadi ya sellow ajalah..
:nyantai


Yang jelas, Nanaku tak sekejam ntuh.
Yang lain boleh, tapi Nanaku tak boleh.
emoticon-Cool

Haha Nana garis keras nih. Jangan jangan mbak indah ini kisahnya mirip nana ya
Hihihi

Quote:Original Posted By dodyrestgoth
buruan diproduksi kaosnya ki.

Lha kok malah kaos? Hahaha

Quote:Original Posted By pasukanmalam11
serius om ane sampe diem bacanya, sambil deg2an,
ngerasain apa yang dirasakan jingga, benar2 kasihan dengan jingga, semuanya telah direnggut. kalo pun ane jadi jingga, ane dah gatau bakalan mau gimana lagi emoticon-Turut Berduka

Berarti saya yang sadis ya gan. Bikin jingga sengsara seumur hidupnya

Quote:Original Posted By Arikempling78


Sudah ada yang bercerita tentang singosari.
Saya pernah baca bersamaan baca karya dari ki @curahtangis ini.
Meski tidak saya lanjut.

Kalau mau kisah kisah Singosari. Ada tuh cerita dari SH Mintaraga. Kalau gak salah Pelangi di langit Singosari

Quote:Original Posted By kardison
emoticon-DP ga.. Jangaan...Lencari ga boleh mati..emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka...agan ki curah jahat... Tunjukan ki..dimana kuburnya cari
...kan kubangun monumen termegah diatas pusaranya
.

Tunggu saja kisahnya sampai selesai gan. Moga bisa memuaskan semua.

Quote:Original Posted By nursinali
Ditunggu kelanjutannya ki

Masih nerawang ini gan hehehehe

Quote:Original Posted By Arikempling78
walah malah piye to iki?
lencari kok harus mati ki?
jangan2 jingga diikutkan mati juga.

Sekian lama baca, inginnya sih jingga bisa bahagia di desa atas bersama lencari sang pujaan, serta ratna dan untari adiknya.

Lha malah butone di gawe ngamuk.
Malah gregetan sekaligus penasaran.

Emang ki curah tu paling bisa bikin emosiku jadi luluh lantak dengan alur ceritane.

Hahaha emang semua orang yang hidup akan mati gan.
Jingga maunya begitu. Mengasingkan diri. Tapi dia merasa bertanggung jawab atas segala yang terjadi di Blambangan.

Quote:Original Posted By K3MPROS
Judul nya apa gan ?
Coba saya pantau ke sana dulu


Quote:Original Posted By Arikempling78


Waduh saya juga lupa gan.
Tapi ki @curahtangis dah ngasih tahu ke kita2
Kalo cerita tentang singosari dah di bikin sama maestronya cerita sejarah.
Coba balik mundur ke page setelah ada permintaan tuk bikin tentang singosari.
Disitu agan bisa cari itu cerita.

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN


Karya Pramudya judulnya Arok Dedes.
Pdfnya banyak.
Baca juga karys yb mangun Wijaya seperti
Lusi lindri. Roro mendut.
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 09:14
Quote:Original Posted By curahtangis
Haha Nana garis keras nih. Jangan jangan mbak indah ini kisahnya mirip nana ya
Hihihi


Wkwkwk...
Hanya sedikit saja yg mirip, kehidupan kan emang gtu ki..
Suatu kejadian menuntut seseorang untuk tegar dan kuat.
Seperti Nana...
Kalau kejam, mungkin bisa saja membunuh Raja sebagai balas dendam.
Nyata'y tidak, tetap dalam kodrat bahwa sebagai putri sekaligus bree metahun harus tegar agar rakyat'y juga kuat.
Dalam keadaan apapun ya harus dihadapi.
emoticon-Cool


Bahkan Nana tau kalau cinta'y tak pernah dianggap saja masih sanggup memikirkan keadaan jingga-lencari.
Meski bukan tokoh utama, i love Nana.
emoticon-Peluk
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 09:25
Quote:Original Posted By indahmami
Wkwkwk...
Hanya sedikit saja yg mirip, kehidupan kan emang gtu ki..
Suatu kejadian menuntut seseorang untuk tegar dan kuat.
Seperti Nana...
Kalau kejam, mungkin bisa saja membunuh Raja sebagai balas dendam.
Nyata'y tidak, tetap dalam kodrat bahwa sebagai putri sekaligus bree metahun harus tegar agar rakyat'y juga kuat.
Dalam keadaan apapun ya harus dihadapi.
emoticon-Cool


Bahkan Nana tau kalau cinta'y tak pernah dianggap saja masih sanggup memikirkan keadaan jingga-lencari.
Meski bukan tokoh utama, i love Nana.
emoticon-Peluk


Nana garis keras mbak indah ini ya
Haahha

Seseorangvyg tetap berdiri tegar dalam keadaan yang seperti itu
Walau kenyataannya emang sangat pesih untuknya

Mari
Kta tunggu mbak gimana alur selanjutny
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 09:26
Baru selesai baca ceritanya ki,.
.satu kata LUAR BIASA..bisa banget dah Ki curah mengaduk-aduk perasaan pembacanya,tapi g nyangka jadi bakal banyak kaitan dengan tokoh pangeran Mahesa hingga akhir endingnya Cari meninggal,akhir yang menyedihkan untuk Cari, tinggal ending Ratna ma Jingga nih,
makin seru makin penasaran...
Kami setia menunggu cerita nya Ki...
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 09:29
Quote:Original Posted By wongzelek
Nana garis keras mbak indah ini ya
Haahha

Seseorangvyg tetap berdiri tegar dalam keadaan yang seperti itu
Walau kenyataannya emang sangat pesih untuknya

Mari
Kta tunggu mbak gimana alur selanjutny


Wkwkwk...
Iya dong, habis'y g' ada yg dukung Nana.
Jadi biarkan aku yg memahami Nana.
emoticon-Leh Uga


Okelah, keadaan sedang kacau balau.
Entah Nana atau Jingga sama saja..
emoticon-Hammer2
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 11:56
Lanjutin ki emoticon-Angkat Beer
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 16:26
sampekkk bingung mo nulis gimana ..

dari seneng baca Lencari yg akhirnya nikah dgn pujaan hatinya sampai meninggal disamping Jingga ... emoticon-Frown

Jadi ini rencana yg mereka bikin berdua , duhhh sepertinya sembrono bgt ya ... emoticon-Gila

biar gimana membunuh bangsawan didepan raja pasti hukumannya mati ..

begini ini nihh yg kenak Jingga effect.. susah mbedain mana crita fiktif mana beneran emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
indahmami dan shafanya memberi reputasi
2 0
2
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 17:29
Quote:Original Posted By spyderblueone
sampekkk bingung mo nulis gimana ..

dari seneng baca Lencari yg akhirnya nikah dgn pujaan hatinya sampai meninggal disamping Jingga ... emoticon-Frown

Jadi ini rencana yg mereka bikin berdua , duhhh sepertinya sembrono bgt ya ... emoticon-Gila

biar gimana membunuh bangsawan didepan raja pasti hukumannya mati ..

begini ini nihh yg kenak Jingga effect.. susah mbedain mana crita fiktif mana beneran emoticon-Big Grin


Itu dia gan,
Karena Jingga sudah membunuh anak raja dari selir, ga ada tempat lain selain mati. Prefer mati di tangan Nana daripada orang lain...emoticon-breakheart
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 17:59
Quote:Original Posted By shafanya
Itu dia gan,
Karena Jingga sudah membunuh anak raja dari selir, ga ada tempat lain selain mati. Prefer mati di tangan Nana daripada orang lain...emoticon-breakheart


Aku jadi syedih oms..
emoticon-Mewek
profile-picture
shafanya memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:25
Quote:Original Posted By indahmami
Aku jadi syedih oms..
emoticon-Mewek


Lebih sedih mana,
Belum sempet nikah sm Lencari trus wikwik...
Atau kondisi sekarang? Meski Cari tetap harus meninggalkan kita...emoticon-Frown

Sedihnya karena Cari meninggal dalam keadaan lemah... Belum sempet ngebully mantan suaminya di hadapan raja..
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:27
Quote:Original Posted By shafanya
Lebih sedih mana,
Belum sempet nikah sm Lencari trus wikwik...
Atau kondisi sekarang? Meski Cari tetap harus meninggalkan kita...emoticon-Frown

Sedihnya karena Cari meninggal dalam keadaan lemah... Belum sempet ngebully mantan suaminya di hadapan raja..


Entahlah oms..
Lebih sedih belum nikah juga belum wikwik..
emoticon-Mewek
profile-picture
shafanya memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:42
Quote:Original Posted By indahmami
Entahlah oms..
Lebih sedih belum nikah juga belum wikwik..
emoticon-Mewek


Curcol sis... Ky Nana...emoticon-Ngakak
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:43
Quote:Original Posted By shafanya
Curcol sis... Ky Nana...emoticon-Ngakak


Wkwkwk..
Nana lebih ngenes oms.
emoticon-Mewek
Diubah oleh indahmami
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:50
Quote:Original Posted By indahmami
Wkwkwk..
Nana lebih ngenes oms.
emoticon-Mewek


Dijodohin sama om-om penguasa kerajaan yahemoticon-Big Grin
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 18:51
Quote:Original Posted By shafanya
Dijodohin sama om-om penguasa kerajaan yahemoticon-Big Grin


Bukan oms2 lagi, tapi pakde2..
emoticon-Mewek
0 0
0
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
04-09-2019 21:20
MENYERAHKAN DIRI


Setelah tumbangnya Ki Halimun. Jingga semakin merangsek mendekati tempat Raja. Barisan pendekar yang tadi memberi ruang kepada Ki Halimun untuk bertempur, kembali mengurung Jingga. Menyerang Jingga dari segala sisi. Beberapa kali tusukan dan serangan mereka mengenai Jingga. Namun tidak menimbulkan luka atau cedera. Jingga seolah olah hanya ditepuk saja. Sementara setiap ayunannya memakan korban. Satu persatu para pendekar itu terkapar terkena hantam.

Sepasukan prajurit berkuda datang. Mereka mengambil alih pengepungan. Mereka menggunakan tali panjang dengan ujungnya diberi pemberat seperti jangkar. Serempak mereka menyerang dari jarak aman. Sambil berputar mengelilingi, mereka menjerat Jingga dengan tali itu. Beberapa Jangkar mengait tubuh Jingga. Terjadi tarik menarik dari segala penjuru. Para prajurit berkuda itu menggunakan kekuatan kuda untuk menarik. Kalau orang biasa, tubuh Jingga dipastikan tercabik tercerai berai akibat ditarik kuda ke segala arah.
Mengatasi itu, Jingga menjatuhkan diri, bergulung gulung ditanah. Sehingga tali yang awalnya tercerai berai menariknya ke semua penjuru. Kini terikat dan terpilin menjadi satu. Jingga hanya menahan titik simpulnya sambil melepas lilitan di tubuhnya. Semua itu dilakukan Jingga seolah tidak mengeluarkan tenaga sama sekali. Padahal Kuda kuda itu sampai berdiri menarik tali tali itu.
Setelah terlepas dari belenggu. Jingga berlari diatas tali yang ditarik kesegala arah. Sekali pantul sudah mencapai penunggang kuda yang ketakutan. Prajurit penunggang kuda itu memilih meloncat meninggalkan kudanya daripada harus mendapat serangan Jingga.

Sekejap saja formasi kuda bertali itu bubar. Kuda kuda itu berlarian kesana kemari ditinggalkan penunggangnya.

Pasukan Bayangkari mengambil alih. Menahan gerak Jingga yang terus mendekat ke arah Raja. Mereka membentuk barisan berlapis lapis menghadang gerak Jingga mendekati Raja. Sebetulnya mereka ketakutan dan kehabisan akal untuk menghadapi Jingga yang kuat dan kebal semua senjata. Pendekar pendekar andalan mereka sudah bertumbangan. Tinggal para pembesar yang entah masih bisa bertempur atau tidak karena sudah terlalu lama hidup enak membesarkan perut.

Raja dan Mahapatih semakin khawatir. Prajurit sebanyak ini tidak ada yang bisa mengalahkan Jingga yang hanya seorang diri. Dengan jarak yang semakin dekat. Bukan hal yang sulit bila Jingga hendak menyerangnya.
Para Bhayangkari yang di ring 1 sudah meminta Raja untuk mau di evakuasi. Namun Raja tidak mau, Ia malu bila harus kabur didepan prajuritnya yang gagah berani mengorbankan nyawanya demi menjaga Majapahit. Kalau Ia kabur, akan ditaruh dimana kehormatan kerajaan. Akan tersebar dan menjadi bahan ejekan bangsa bangsa bila itu Ia lakukan.
Raja juga malu bila harus pergi, sementara Ratna terlihat lebih tegar. Dari matanya mengalir air mata. Tapi tidak terlihat ketakutan melihat Jingga semakin dekat.
"Ratna, sebaiknya kamu bergabung dengan adik adikmu, tinggalkan tempat ini," kata Raja meminta Ratna pergi.
Kembali Ratna menolak. Tidak menjelaskan alasannya. Ia hanya terus mengamati pertempuran yang mengerikan itu. Ratna hatinya hancur, kacau balau. Ia mengenal Jingga tidak seperti ini. Jangankan membunuh, berkata jelek yang menyakiti orang lain saja Ia tidak mau. Selalu mencari jalan yang paling aman meski kadang harus mengalah. Ia tidak punya ambisi menjadi Raja, tidak gila harta. Ia lebih pantas jadi pertapa. Karena dalam dirinya yang dipikirkan adalah berkorban, berkorban dan berkorban untuk orang orang disekitarnya.

Sementara yang dilihatnya saat ini, sungguh diluar apa yang Ia bayangkan.
"Kakang, sebenarnya Kakang ini siapa? Apakah seperti yang selama ini aku kenal, atau yang ada dihadapanku saat ini?"
"Apakah karena kematian Lencari yang sangat Kakang cintai, sehingga Kakang jadi lepas kendali?"
Pertanyaan itu terus berkecamuk di benak Ratna seolah terus meminta jawaban.
Tiba tiba Jingga mengeluarkan eraman keras. Ia melenting tinggi dan turun keatas panggung, tepat di hadapan Raja. Para Bhayangkari terpelanting terkena tebasan cetbang.
Kini Jingga sudah berdiri berhadap hadapan dengan Raja. Para Bhayangkari kembali berusaha menutup membuat jarak dengan Raja. Kembali Para Bhayangkari kocar kacir terkena serangan Jingga. Jingga seperti menebas batang ilalang dengan tongkat penggiring kambing anak anak kampung.

Ratna terkejut. Berkali kali Ia terjatuh tertabrak prajurit yang terlempar dari pertempuran. Dengan sekuat tenaga Ratna merangsek maju. Berkali kali Ia harus mengindari tubuh dan senjata yang berterbangan.
Crep!
Achh!
Patahan pedang mengenai lengannya. Darah mengalir keluar. Ratna cepat cepat mengikat lukanya dengan selendang sutra yang dikenakan. Setelah mampat, Ia kembali merangsek mendekati tempat Raja dan Jingga.
"Kakaaaang Jingga!"
"Kakaaaang Jingga! Hentikaaaaan!"
Ratna berteriak sekuat kuatnya sambil terus mendekati Jingga.
Jingga tersentak seperti mendengar suara memanggilnya. Kenangan damai saat bersama pemilik suara, sedikit meredakan. Jingga kemudian menoleh ke arah Ratna. Ia tertegun melihat Ratna yang berlumuran darah. Beberapa senjata yang mengerangnya tak dihiraukan. Tubuhnya bagai baja keras nan licin.
"Hentikan Semuaaaa!" Teriak Ratna. Kharisma sebagai anak keturunan Raden Wijaya cukup membuat semua orang berhenti menuruti perintahnya.
"Mundur Semuaaa!" Ratna memerintahkan mundur para prajurit yang berusaha menjaganya dari Jingga. Walau agak ragu, mereka akhirnya menurut. Mundur memberi ruang kepada Ratna untuk mendekati Jingga.
Diam diam, Raja dievakuasi menjauh dari Jingga. Meski Raja awalnya menolak. Ia khawatir dengan keselamatan Ratna yang pemberani. Ratna telah menyelamatkan dirinya dengan berani maju menghalangi Jingga. Disamping rasa terimakasih dan kagum, Raja mulai terusik dengan panggilan Ratna kepada Jingga, Ratna memanggil Jingga dengan sebutan Kakang. Sebutan yang sangat akrab antara laki laki dan perempuan. Dan dari reaksi Jingga saat mendengar panggilan Ratna, menunjukkan keduanya ada kedekatan.
Raja kini benar benar merasakan berbagai perasaan yang tidak biasa Ia rasakan. Marah, malu, bersyukur, sedih, gengsi, cemburu, kagum juga benci. Sehingga kini Ia hanya bisa mematung, berusaha mengendalikan gejolak di dalam dadanya.

Karena serangan berhenti dan dihadapannya ada Ratna yang terluka penuh darah. Kesadaran Jingga perlahan pulih. Ia berusaha menyentuh Ratna seperti hendak memastikan apakah ini nyata. Ratna memejamkan mata tak menghindar. Namun belum setengah jalan, Jingga menarik tangannya. Ia meraba mayat Lencari di punggungnya. Airmatanya kembali mengalir deras.
Ratna membuka mata saat menyadari Jingga membatalkan mendekatinya.
"Kakang, apa yang terjadi denganmu? Mengapa Kakang berubah seperti ini?" Ratna tanpa takut menanyakan kepada Jingga. Tak peduli pandangan orang sekitar yang seperti kebingungan.

Seperti tersadar, Jingga memeriksa tangannya, orang orang yang mengepung disekitarnya. Mayat mayat yang mulai dievakuasi.
"Apakah kekacauan ini karena ulahku?" Tanya Jingga seperti tidak ingat perbuatannya.
"Iya Kakang," Jawab Ratna Jujur. Ia masih yakin Jingga adalah orang baik. Yang bisa diajak bicara baik baik.
Jingga langsung jatuh berlutut. Menangis tanpa suara, hanya punggungnya bergerak gerak. Sementara jasad Lencari menempel erat di punggungnya, seperti tertidur. Cantik sekali.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Jingga, baru kali ini Ia tidak ingat rencana dan akalnya seolah buntu.
Ratna tersenyum, hatinya lega, Jingga masih mempercayainya.
"Kembalilah seperti Kakang yang Ratna kenal,"
Jingga terdiam, menarik nafas menenangkan diri. Menata kembali rencanya semula yang Ia buat bersama Lencari.
"Aku menyerahkan diri, asal Blambangan jangan diserang lagi," kata Jingga.
Ratna terhenyak mendengar keinginan Jingga.
"Janji tidak marah marah lagi?"
Jingga mengangguk. "Asal mereka tidak menyerangku dulu," jawab Jingga memberi syarat.
"Dengar! Jingga menyerah, asal kalian tidak menyerangnya!" Kata Ratna lantang agar didengar orang orang disekitarnya.

Raja meski agak jauh, mengikuti pembicaraan Ratna dan Jingga. Ia lantas menyerahkan urusan Jingga kepada Mahapatih. Ia sendiri undur diri dengan dikawal prajurit Bhayangkari.
Mahapatih hati hati berjalan mendekati Ratna dan menyampaikan titah Raja sebelum meninggalkan lokasi.
"Aku mau mengubur istriku dulu, baru aku ikut kalian," pinta Jingga. Ia kasihan Lencari yang harus Ia bawa kesana kemari.
"Baik, akan saya siapkan," kata Mahapatih. Lantas memerintahkan sepasukan untuk mempersiapkan pemakaman Lencari. Tempatnya di timur alun alun. Sebuah bulak kosong yang biasa dijadikan tempat parkir kereta.

Jingga berjalan mengikuti pasukan itu, berdiri menyaksikan penggalian. Para prajurit yang lain terus mengepung dengan senjata terhunus. Ratna dan Mahapatih mengikuti dari belakang. Diluar itu, Ribuan Prajurit terus mengamati gerak Jingga. Takut tiba tiba berubah sikap.
Sambil menunggu Jingga mengubur Lencari. Ratna mendapat perawatan tim kesehatan mengobati luka di lengannya. Untunglah lukanya tidak begitu berbahaya. Sehingga usai dibersihkan dan diberi ramuan penyambung kulit. Ratna sudah bisa bersikap biasa lagi.

Setelah lobang yang digali cukup dalam. Mereka mundur, memberi ruang Jingga untuk mengubur jasad Lencari sendiri. Mahapatih tidak dihiraukan saat menawarkan membantu. Dengan gerak linglung, Jingga menurunkan Lencari perlahan lahan ke liang lahat. Sejenak dipeluk cium erat sekali. Tubuhnya tergetar oleh tangis tertahan. Orang orang hanya melihat dengan berbagai macam perasaan. Seandainya mereka tidak melihat dengan mata sendiri sepak terjang Jingga memporak-porandakan pasukan Majapahit beserta para senopatinya. Mereka sudah menyerang dan mengubur Jingga hidup hidup bersama Lencari.
Tak ada ritual apapun. Jingga menutup sendiri liang lahat Lencari. Merapikan, memberi tanda diatasnya. Ia lantas berdoa khidmad sekali.
JIngga bangkit menghampiri Ratna. "Saya siap menyerahkan diri," ucap Jingga sambil menjulurkan kedua tangannya ke depan. Ratna memerintahkan ke pengawal belakangnya. Sigap seorang Bekel merantai tangan dan kaki Jingga.
Mereka berjalan mengiringi Jingga menuju penjara. Tak ada perlawanan sedikitpun dari Jingga. Ia menurut saat dijebloskan ke dalam penjara. Penjara khusus yang dibuat untuk orang orang digjaya, orang orang penting yang terlibat kasus berat.
Jingga tidak sedikitpun melihat kearah orang orang sekitarnya. Ia lebih sibuk dengan pikirannya sendiri. Seolah sedang berada di dunia lain.
Ratna tidak mengiringi sampai kedalam Penjara. Ia tidak tega melihat Jingga berada dalam penjara. Sekuat tenaga Ia berjalan menuju biliknya di dalam komplek istana. Ketika sudah didalam bilik, menutup pintu. Ratna menangis sepuasnya sambil menutup wajahnya dengan bantal. Semua beban dan tekanan batin selama di alun alun, Ia tumpahkan saat itu.

Di dalam penjara, Jingga diberi pakaian ganti dan satu gentong air untuk membersihkan diri. Semua kegiatan itu dilakukan didalam selnya. Sel dengan dinding batu yang tebal dengan pintu jeruji besi besar besar. Diluar sel, puluhan prajurit pasus Wilwatikta berjaga dengan sikap siaga.
Usai membersihkan diri. Jingga duduk bersemedi dilantai. Merenung semua kejadian hari ini yang tidak terkendali. Jingga kembali mengenang saat saat dirinya menyampaikan beban batin yang selama ini Ia tanggung kepada Lencari.

--------------

"Cari, beberapa hari ini aku banyak berpikir, apakah harus kusimpan sendiri atau kubicarakan kepadamu. Aku bukannya tak mau terbuka terhadap masalah yang sedang aku hadapi. Tapi sebagai lelaki yang harus menjaga yang dikasihinya, termasuk menjaga kekasihnya dari menanggung beban hidup. Tapi bila tidak bercerita kepadamu, aku merasa seolah meninggalkanmu sendiri tanpa tahu apa yang terjadi.
Jadi, menurutmu apakah aku cerita apa tidak?"
Lencari tajam menatap Jingga. Sambil tersenyum Ia menjawab, "Terserah Kakang yang menurut Kakang baik, Aku tidak menuntut untuk tahu, karena aku yakin Kakang sayang padaku. Dan semua itu dilakukan untuk kebaikanku juga."

Jingga lantas menceritakan perkembangan situasi diluar sana. Bahwa Majapahit sedang menyiapkan penyerangan yang lebih besar dan lebih mematikan ke Blambangan.
"Semua itu salahku, seandainya dahulu cepat aku selesaikan, pasti tidak berlarut seperti ini. Keluargaku, rekan rekanku, Rakyat Blambangan akan tetap hidup normal seperti dulu."
Jingga menangis menyesali kesalahannya.
"Banyak orang mati karena membelaku, atau mati oleh tanganku dan para pembelaku. Dan sepertinya ini tidak akan berhenti, bahkan semakin lama semakin besar. Cari, aku tak kuat menanggung semua dosa ini,"
Lencari maju menggenggam tangan Jingga, menguatkan dan memberi dukungan.
"Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri Kakang," kata Lencari berusaha menghibur.
Jingga mengeleng. Mengusap airmata sejenak.
"Ini tanggung jawabku,"
Lencari memandang mata Jingga. Ada sebuah tekad yang kuat. Lencari terkejut menangkap pesan yang terpancar dimata Jingga. Hening, cukup lama mereka diam dengan pikiran masing masing.
"Coba katakan yang Kakang rencanakan," kata Lencari berusaha memastikan pesan yang ditangkapnya.
Jingga lantas membisiki Lencari, namun karena terlalu panjang yang harus diceritakan. Akhirnya Jingga bercerita pelan agar tidak terdengar orang sekitar.
"Aku sekarang dalam dilema. Satu sisi diriku ingin selalu bersamamu sampai akhir hayatku. Sementara disatu sisi aku punya banyak dosa kepada keluargaku, rakyat Blambangan dan Majapahit. Sudah aku coba selesaikan semuanya. Tapi bukan membaik malah semakin membesar dan tak terkendali.
Sejak dari Blambangan aku terus merenung, mencari akar semua masalah ini. Ternyata semua berakar dari diriku dan Dutamandala. Diriku seperti terkutuk menjadi mahluk mengerikan dan haus darah. Sementara Dutamandala seperti tak puas puasnya menghancurkan Blambangan.

Aku datang ke rumahmu, awalnya tujuanku menitipkan Untari kepada keluargamu. Karena dari cerita Untari saat bersamamu, Ia bahagia disana. Orang tuamu sangat sayang kepadanya.
Aku juga ingin tahu kabarmu, sekaligus hendak pamit untuk melaksanakan misi terakhirku ini.
Namun hatiku tidak sekuat tekadku. Aku takut kehilanganmu saat melihatmu menderita tak bisa melupakanku, sampai sakit seperti itu.
Aku bimbang, saat bahagia bersamamu, telingaku seperti mendengar jeritan penderitaan rakyatku.

Saat itu aku asal menjalani saja, bahkan ketika kamu bersikeras hendak menemui Pangeran Mahesa, aku terus bimbang.
Ternyata tekadmu membuatku kembali menemukan semangat itu."
Lencari mendengarkan penuturan Jingga dengan serius, Ia tidak bertanya dulu. Membiarkan Jingga menyusun dengan kata kata yang tepat.

"Rencana itu tidak ada yang tahu. Untari saja tidak. Aku takut hidupnya hancur. Biarlah Ia hidup dalam dunianya sendiri.
Cerita kepadamu juga aku harus berpikir lama. Bukan karena tidak menghargaimu, tapi aku takut menyakitimu,"
"Bukankah Kita sudah sepakat sehidup semati, dan tak akan berpisah lagi, apapun yang terjadi. Aku tidak peduli apapun asal tetap bersama Kakang."
"Ya maafkan aku,"
"Aku mengerti, sekarang ceritakan apa rencana Kakang ke Wilwatikta?"
"Aku akan memaksa Dutamandala mengaku di depan Raja saat perayaan pawai kemenangan. Lalu menyerahkan diri, asal Majapahit tidak kembali menyerang Blambangan. Aku lelah dengan peperangan yang tak berkesudahan ini.

Mungkin kamu bertanya tanya, mengapa aku lakukan ini. Bukankah aku selalu menang dalam peperangan?
Ya aku selalu menang dalam peperangan. Musuh musuhku mudah aku hancurkan. Tapi batinku menentang ini semua. Batinku tersiksa dengan peperangan ini. Peperangan yang saling balas entah sampai kapan. Peperangan yang hanya menyengsarakan rakyat tak berdosa, baik Rakyat Blambangan maupun Majapahit.
Untuk itu maka biarkan aku sendiri yang berkorban. Memutus rantai api dan menanggung semua dosa ini."

Lencari terhenyak. Memandang mata Jingga memastikan yang diucapkannya itu benar benar kehendak Jingga.
Jingga balas menatap, menarik nafas panjang lalu mengangguk, memastikan yang dikatakan adalah benar.
Mendapat kepastian rencana itu, airmata Lencari mengalir deras. Tapi Ia tidak menunduk, tatapannya masih menatap Jingga. Menunjukkan dirinya adalah perempuan yang kuat, perempuan yang bisa diandalkan Jingga. Yang siap mendampingi Jingga dalam kondisi apapun.

Lencari hanya terkejut. Angannya untuk hidup bahagia bersama Jingga dengan memastikan statusnya. Lalu menikah dengan Jingga. Meninggalkan dunia ramai, menyepi di tengah hutan atau ke sebuah pulau tak berpenghuni. Hanya mereka berdua. Angan yang sangat indah, angan yang memberikan dirinya tenaga untuk segera sembuh menentang analisa tabib tabib tentang kesehatan dirinya.
Kini Ia harus kembali memijak bumi. Menghadapi kenyataan, bahwa kekasihnya bukan sepenuhnya milik dirinya. Diujung timur pulau Jawa. Ribuan rakyat Blambangan menanti tindakan Jingga untuk menyelamatkan mereka dari kejamnya peperangan.
"Aku tidak boleh egois. Aku harus mendampinginya dalam setiap langkah pengabdiannya," kata Lencari dalam hati.

"Apapun yang Kakang putuskan, aku ikut. Aku tidak mau terpisah lagi," kata Lencari memberi jaminan kepada Jingga.
Jingga meminta Lencari tidak usah ikut dalam misi ini. Namun Lencari bersikukuh ikut.
"Sebelumnya aku harus menegaskan statusku Kakang, biar tidak menjadi kisah buruk yang dibebankan ke Kakang Nantinya,"
"Ya, besok malam kita menghadap Pangeran Mahesa,"
"Benar Kakang? Terimakasih," Lencari gembira akhirnya akan menemui Pangeran Mahesa, calon mantan suaminya.
"Tapi biar aku sendiri yang menyelesaikan, Kakang tidak usah ikut ikut,"
"Iya, aku hanya mengantar saja, sebagai kusir,"
Lencari mencubit pipi Jingga karena gak enak menyebut dirinya sebagai kusir.
"Ya bukan kusirlah,"
Jingga tersenyum, mengiyakan saja. Ia salut dengan sikap yang ditunjukkan Lencari. Setelah mendengar semua misi yang akan dilakukan Jingga. Lencari masih bisa bersikap biasa. Bahkan semakin bahagia.
Jingga tidak tahu, kalau orang yang saling cinta, situasi apapun tetaplah indah, asal dilakukan bersama.

"Adik Untari perlu tahu?"
"Tidak perlu, malah nanti aku minta mereka untuk pergi ke Sunda, menemui kedua orang tuamu, aku akan menulis surat meminta tolong Ayahandamu untuk menikahkan mereka. Bagaimana?"
"Setuju,"
--------------------
profile-picture
profile-picture
profile-picture
donix91 dan 31 lainnya memberi reputasi
32 0
32
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Halaman 197 dari 219
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bully-crime---thriller
Stories from the Heart
hello-good-bye-bae
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
kumpulan-cerita-seram
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia