alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d673f7daf7e934aa449d621/geger-narasi-sriwijaya-kerajaan-fiktif-ala-ridwan-saidi
Lapor Hansip
29-08-2019 09:59
Geger Narasi 'Sriwijaya Kerajaan Fiktif' Ala Ridwan Saidi
Past Hot Thread
Kamis 29 Agustus 2019, 06:41 WIB

Tim detikcom - detikNews

Quote:Geger Narasi 'Sriwijaya Kerajaan Fiktif' Ala Ridwan Saidi

Foto: Budayawan asal Betawi, Ridwan Saidi. (Agung Pambudhy-detikcom)

Quote:Ucapan Budayawan asal Betawi, Ridwan Saidi soal 'Sriwijaya Kerajaan Fiktif' menjadi sorotan. Pemkot Palembang menyesalkan pernyataan itu dan mempertimbangkan akan melaporkan ke polisi.

Penyebutan kerajaan Sriwijaya fiktif disampaikan Ridwan Saidi dalam suatu dialog lewat Youtube 'Macan Idealis'. Video pernyataan Sriwijaya fiktif itu viral di media sosial.



"Ya kita kecewa dengan kalimat seperti yang menyebut kerajaan Sriwijaya fiktif. Apalagi beliau (Ridwan Saidi) itu adalah budayawan," ujar Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin saat dihubungi, Rabu (28/8/2019).

Menurut Amir, pihak Pemkot Palembang sedang melakukan pembahasan untuk menindaklanjuti pernyataan Ridwan Saidi tersebut. Pembahasan ini juga untuk menentukan dilakukan-tidaknya upaya hukum terhadap Ridwan Saidi.

"Kita bahas dulu pernyataan itu, tentu penetapan kerajaan Sriwijaya itu tidak ditetapkan orang per orang. Tetapi ada data yang menyebut, ada prasati atau bukti sejarah dan itu semua ada" kata Amir.

"Masih dibahas apakah nanti ada upaya hukum atau tidak. Makanya kalau mau bicara ya harus pakai data, jangan asal-asal, tidak sembarangan. Bilang fiktif ya harus ada data," tegas Amir.

Amir juga meminta Ridwan Saidi tidak melontarkan kalimat kontroversial yang akan memicu kegaduhan. Pernyataan tanpa data akurat disebut dapat membuat masyarakat marah.

"Janganlah sembarangan mengucapkan seperti itu, dasarnya apa pun harus jelas juga. Jangan nanti jadi gaduh karena ada ucapan seperti itu," ujarnya.

Ridwan memberi penjelasan dasar pernyataannya itu. Ridwan menegaskan hanya menambahkan argumen.

"Saya hanya menambahkan argumen," kata Ridwan kepada detikcom, Rabu (28/8/2019).

Ridwan kemudian berbicara soal awal mula 'Kerajaan Sriwijaya fiktif'. Dia menyebut ada kekeliruan dalam menerjemahkan Sriwijaya pada Prasasti Kedukan Bukit abad ke-7.

"Mereka menyangka itu bahasa Sanskerta, lalu terjemahannya jadi kacau balau, lalu mereka simpulkan kalau prasasti itu menyatakan seorang bernama Dapunta Hyang bawa 20 ribu tentara bikin kerjaan, itu yang dia salah. Itu nggak ada urusannya dengan tentara, itu adalah teologi Kaum Saba, Kaum Saba itu kaum dari Queen of Sheba yang menganut monoteisme Musa," jelasnya.

"Kaum Saba ini bergerak dari sekujur tubuh Sumatera dari utara sampai ke selatan, kemudian pada abad ke-7 Queen of Shebanya udah nggak ada, abad ke-7 mereka bikin prasasti, kaum Saba ini, yang di Sumatera Selatan disebut Sabo. Dan itu ada situsnya Sabokingking, kingking itu artinya pengikut, pengikut Saba," lanjut Ridwan.

Ridwan lalu mengatakan ada kekeliruan juga mengenai Dapunta Hyang. Arkeolog di zaman itu, kata Ridwan, mengartikan bahwa Dapunta Hyang adalah nama Prabu.

"Arkeolog mengartikan Dapunta Hyang nama Prabu, kacau. Itu dikatakan kalau engkau menjauh dari image Tuhan maka ibadat kamu akan teriris, lalu kita harus hormat kepada Sriwijaya, artinya Sriwijaya di situ adalah sang ruang, the space, kan kita ada ruang dan waktu, dia menghormati ruang, harus hormat kepada the space, itu intinya. Jadi Sriwijaya bukan nama kerajaan kalau mengikuti Prasasti Kedukan Bukit, Sriwijaya artinya the space, ruang," katanya.

Dia mengatakan soal Sriwijaya banyak dijabarkan dalam buku sejarah. Hanya saja, menurut dia, untuk menelusuri sejarah tidak cukup sekadar membaca, melainkan harus melakukan penelitian langsung.

"Terutama kalau ada prasasti lihat nih aksara apa bahasanya apa. Mereka salah. Itu bukan bahasa sansekerta, itu bahasa Armenia. Itu kesalahan mereka. Mereka ini adalah pertama kaum sejarawan dan ahli purbakala dari 1882 sampai 1918 itu kebanyakan orang Eropa," paparnya.

Sementara itu, dia tak menyoal jika ada pihak yang ingin melaporkannya terkait 'Kerajaan Sriwijaya Fiktif' itu. Dia mengatakan hal tersebut adalah hak setiap warga negara.

"Saya hanya menambahkan argumen saya. Kalau orang mau berbuat apa pun terhadap diri saya, saya nggak hirau, saya nggak mau berpolemik soal hak orang, biarin aja. Hak orang masing-masing, saya kan punya hak untuk menyatakan apa yang saya anggap benar dan tidak menyinggung suku bangsa, agama perorangan, kan nggak ada yang saya singgung, jadi saya hanya menambahkan argumentasi," jelas Ridwan. (idh/idh)
Sumber


Komen TS
Ditunggu tindakan selanjutnya sajaemoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nyoblong dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 5
29-08-2019 21:59
wkwkkwk...omongan nya ridwan saidi di percaya...sama aja kaya omongan candi borobudur buatan Nabi Ibrahim wkwkwk...
0
29-08-2019 22:02
Anak betawi... Ketinggalan jaman katenye.... Anak betawi... Tak berbudaye... Katenye... Ohhh aduh sialan... Saidi... Anak betawi asli... Kerjaannye... ... ...
0
29-08-2019 22:07
lama2 di klaim juga majapahit dan sriwijaya itu kerajaan uclimemoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka
profile-picture
washoi48 memberi reputasi
-1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
29-08-2019 22:11
Balasan post soljin7
Bisa aje lu... Kutil chow yun fat...
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
-1
30-08-2019 03:18
betawi emg punya apa ?
makannya nyinyir ... udh diJakarta keusir , peninggalan cuman "lo, gue" ... wkkwkwkwk emoticon-Big Grin LUCU !
0
30-08-2019 04:31
apanya yg bikin geger? prasaan ga ada yg nanggepin... selain wartawan yg kejar judul aja... goblog!
0
30-08-2019 06:27
Quote:Original Posted By ZnyX
beginilah saya dari dulu kurang setuju dengan penyematan titel "Budayawan" karena sejauh pengamatan saya Budayawan di Indonesia seperti ridwan saidi, sudjiwo tedjo dll bukanlah orang yang mempelajari kebudayaan itu sendiri secara kerangka keilmuan, mereka hanya kebetulan orang-orang yang bersentuhan dengan budaya tradisional dan berusaha mengangkatnya dan menjadikan identitasnya

mereka tidak melakukan perekaman, pengamatan terstruktur dan terkontrol, perbandingan, penjajakan, menulis artikel ilmiah terkait, mempublikasikannya secara Internasional di depan dewan keilmuan berkaitan, tidak mengupayakan eksperimen, pengayaan, dan pengembangan secara terstruktur dan sistematis, yang mereka lakukan hanya mengumpulkan informasi-informasi terkait yang mereka gemari, menceritakannya dan mengkampanyekannya

mereka bukanlah orang-orang yang kredibel yang bisa menyatakan pernyataan dan pengungkapan fakta, karena fakta bagi mereka hanya berasal dari informasi mulut ke mulut (oral tradition) yang mereka dapatkan atau kumpulkan, tanpa konfirmasi dan verifikasi data terhadap fakta dan temuan kebudayaan.

ridwan saidi adalah lulusan FISIP
sudjiwo tedjo adalah lulusan teknik sipil

mereka bukan antropolog, etnolog, arkeolog, epigraf, linguis, paleograf, sejarawan. jadi soal fakta heboh yang selalu mereka koar-koar-kan jangan pernah percaya, mereka bahkan tidak pernah melakukan penelitian itu sendiri


Nah ini koment termantulemoticon-Cendol Gan
0
30-08-2019 07:07
armeniakan jauh di Eropa kog bisa bahasanya nyasar ke palembang ?
0
Lapor Hansip
30-08-2019 09:21
Balasan post khalerina27
Tergantung kalo pendatang macam2 bisa2 nyawa melayang, asal jaga sikap aja
0
30-08-2019 09:31
mabok dia... bandingkan aja prasastinya dengan huruf armenia https://en.m.wikipedia.org/wiki/Armenian_alphabet
lagi sriwijaya itu buddha, sementara armenia sejak abad ke 4 adalah kerajaan kristen.
0
Lapor Hansip
30-08-2019 09:41
Balasan post 54m5u4d183
Setuju, harusnya dibuatin forum debat hostnya najwa, tempatnya di kampus, ga usah disiarin di tv, cukup di youtube, biar masy bisa menilai, mana yang bener mana yang salah..
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
1
30-08-2019 10:07
mending di bahas abis gan. dipertemukan segala pihak jd bisa ktmu titik terangnya
0
30-08-2019 11:21
siapa sih Saidi ini cuma Budayawan picisan nmnya juga baru denger ini..oh kalo bgtu pitung,jampang,itu fiktif,mitos,gk jelas juga..nama
Sebutan Sriwijaya di Palembang dari instasi,perusahaan bumn,sampe klub bola pake nama Sriwijaya...
Jgn sembarang buat argumen
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh seringboering
0
30-08-2019 16:44
pengen di undang di tv..
0
31-08-2019 07:05
keknya orang ini gak perlu diketemuin sama para ahli sejarah dll, cukup diketemukan aja ma fahmi basya yang juga bilang queen of seba itu asalnya dari wonosobo (wana saba) di jawa sonoh, trus yang bilang borobudur peninggalan candi borobudur itu nabi sulaiman, makanya ada daerah namanya sleman heueheuheu....

berantem dah dua orang dua tuh.. tinggal diketawain aja..

hahahaha...
0
01-09-2019 15:30
Quote:"Mereka menyangka itu bahasa Sanskerta, lalu terjemahannya jadi kacau balau, lalu mereka simpulkan kalau prasasti itu menyatakan seorang bernama Dapunta Hyang bawa 20 ribu tentara bikin kerjaan, itu yang dia salah. Itu nggak ada urusannya dengan tentara, itu adalah teologi Kaum Saba, Kaum Saba itu kaum dari Queen of Sheba yang menganut monoteisme Musa," jelasnya.

masalahnya adalah di terjemahan kata si babeh harus di datengin orang Armenia asli yang bisa bahasa armenia kuno nih.
biar seru bahasannya.

0
27-09-2019 22:24
Selaigi yang ngomong bukan budayawan asli Palembang, gue anggap cuma orang mabuk
0
Halaman 5 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.