alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5f6f4faf7e9343f21a83c0/3-anak-perempuan-bunuh-ayah-mereka-karena-bertahun-tahun-disiksa
Lapor Hansip
23-08-2019 11:45
3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka karena Bertahun-tahun Disiksa
Past Hot Thread
3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka karena Bertahun-tahun Disiksa
Pada saat pembunuhan terhadap ayah mereka, Angelina (kiri) berumur 18 tahun, Maria (tengah) 17 tahun, dan Krestina (kanan) berumur 19 tahun. (Getty Images)


Moskow - Pada saat pembunuhan terhadap ayah mereka, Angelina (kiri) berumur 18 tahun, Maria (tengah) 17 tahun, dan Krestina (kanan) berumur 19 tahun.
Tiga saudari kandung menikam dan menghantam ayah mereka yang sedang tidur hingga meninggal dunia di apartemen mereka di Moskow, pada Juli 2018.

Penyelidik memastikan bahwa sang ayah selama bertahun-tahun menyiksa ketiga remaja putri itu secara fisik maupun psikologis.

Ketiganya didakwa melakukan pembunuhan, dan kini menjadi perdebatan besar di Rusia. Lebih dari 300.000 tanda tangan dikumpulkan dalam sebuah petisi guna meminta agar mereka dibebaskan.

Apa yang terjadi?
27 Juli 2018 malam, Mikhail Khachaturyan memanggil ketiga putrinya, yakni Krestina, Angelina, dan Maria secara bergantian ke kamarnya. Pria berusia 57 tahun itu memarahi mereka karena tidak membersihkan apartemen dengan benar. Ia juga menyemprotkan gas merica ke wajah mereka.

Tak lama sesudahnya, ketika Mikhail tidur, ketiga remaja putri itu menyerangnya dengan pisau, martil, dan semprotan merica. Sang ayah meninggal dunia akibat luka di kepala, leher, dan dada. Ia ditemukan tak bernyawa dengan 30 luka tusuk.

Ketiga remaja ini kemudian memanggil polisi dan mereka ditangkap di lokasi.

Penyelidikan kemudian menemukan adanya sejarah panjang kekerasan dalam keluarga itu. Mikhail secara rutin memukuli dan menyiksa anak-anaknya dalam tiga tahun terakhir. Ia juga memenjara mereka dan menyiksa mereka secara seksual.

Bukti mengenai perihal ini dikutip dalam surat dakwaan.

Kekerasan domestik
Kasus ini segera menjadi bahan kontroversi di Rusia. Pegiat hak asasi manusia berpendapat ketiga remaja putri ini bukan penjahat, melainkan korban. Terutama karena tak ada cara lain bagi mereka untuk minta tolong dan melindungi diri dari ayah mereka yang kejam.

Namun di Rusia tak ada hukum yang melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka karena Bertahun-tahun Disiksa
Unjuk rasa solidaritas di St. Petersburg, dengan spanduk berbunyi: "Kebebasan untuk Khachaturyan Bersaudari". (Getty Images)


Melalui perubahan hukum tahun 2017, seorang individu yang memukul anggota keluarganya - tapi tak sampai membuat korban masuk rumah sakit - akan kena denda atau kurungan selama dua minggu.

Polisi di Rusia umumnya memperlakukan KDRT sebagai "masalah keluarga" dan hampir tak menyediakan bantuan sama sekali soal ini.

Ibu dari tiga remaja putri ini juga mengalami pemukulan oleh Mikhail, dan pernah minta tolong ke polisi beberapa tahun sebelumnya.

Para tetangga juga pernah mengadu ke polisi karena takut pada Mikhail, tapi tak ada tanda bahwa polisi melakukan tindakan apa-apa.

3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka karena Bertahun-tahun Disiksa
Ibu dari ketiga remaja putri ini, Aurelia Dunduk, mengatakan Mikhail mengusirnya dari apartemen mereka pada tahun 2015. (Getty Images)


Saat pembunuhan terjadi, ibu ketiga remaja itu tak tinggal bersama mereka. Mikhail melarang ketiganya untuk mengontak ibu mereka.

Menurut penilaian psikiatris, ketiga perempuan muda ini hidup dalam isolasi dan mengalami post-traumatic stress (PTSD).

Apa yang terjadi selama penyelidikan?
Kasus ketiga remaja ini berjalan lambat. Mereka tidak lagi dalam tahanan, tapi dikenai rangkaian batasan: mereka tak boleh bicara satu sama lain dan tak boleh bicara kepada wartawan.

Kejaksaan berkeras bahwa pembunuhan ini direncanakan. Ketika sang ayah tidur, ketiga remaja ini merancang aksi mereka, mengambil pisau sejak paginya. Menurut jaksa, motif mereka adalah balas dendam.

3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka karena Bertahun-tahun Disiksa
Angelina Khachaturyan menghadiri sidang pada bulan Juni 2019. (Getty Images)


Jika terbukti bersalah, ketiganya bisa dihukum hingga 20 tahun penjara. Tuduhan kepada mereka: Angelina memegang martil, Maria membawa pisau, dan Krestina dengan semprotan merica.

Namun pihak pengacara mengatakan pembunuhan itu adalah tindakan bela diri.

Hukum kriminal Rusia membolehkan bela diri tidak hanya dalam kasus serangan langsung, tetapi juga dalam kasus "kejahatan berkepanjangan" seperti misalnya penyanderaan yang diiringi penyiksaan.

Pengacara berkeras bahwa ketiganya adalah korban dari "kejahatan berkepanjangan" dan harus segera dibebaskan.

Mereka berharap kasus ini dihentikan karena penyelidikan menemukan bukti kekerasan yang dilakukan Mikhail terhadap anak-anaknya sudah terjadi sejak tahun 2014.

Pegiat hak asasi manusia dan berbagai pihak di Rusia kini ingin ada perubahan hukum, termasuk mewajibkan pemerintah menyediakan penampungan, perintah penahanan dan kursus untuk menangani perilaku agresif.

Seberapa luas penyebaran kekerasan domestik?
Tak ada data berapa banyak perempuan yang mengalami kekerasan domestik di Rusia. Yang ada hanya perkiraan, dan pegiat hak asasi menyatakan itu bisa terjadi pada satu dari empat keluarga.

Beberapa kasus menjadi pemberitaan, termasuk kasus Margarita Gracheva, yang dipotong tangannya oleh suaminya lantaran cemburu.

Beberapa ahli menyatakan sekitar 80% perempuan di penjara Rusia karena kasus pembunuhan terkait kekerasan domestik atau pembelaan diri.

Namun ada tekanan balik terhadap tiga remaja ini yang berasal dari kalangan konservatif Rusia.

Sebuah kelompok yang menamakan diri Men's State mengutip "patriarki" dan "nasionalisme" sebagai nilai utama mereka, dan punya 150.000 anggota di media sosial.

Mereka berkampanye dengan tema "Pembunuh harus dipenjara" dan berkeras tiga remaja putri ini tidak boleh dibebaskan.

Selain petisi di change.org yang meminta agar kasus dihentikan, ada rangkaian pembacaan puisi, unjuk rasa dan pertunjukan teater.


SUMBER BERITA

Cukup rumit juga nih kasus. Harusnya sih mereka kena dakwaan pembunuhan berencana, karena dilakukan saat gak ada ancaman (bapaknya lagi tidur). Tapi ane baru tau juga hukum disana ada "kejahatan berkepanjangan" yang membuat mereka bisa dianggap sebagai korban dari ayahnya.

Kalau kayak gini sih, tinggal nunggu kebijaksanaan hakim aja dalam memutus perkara.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lailnur dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
23-08-2019 12:03
Kalau pake logika ts, kalau ts diculik, lalu berhasil membunuh si penculik saat tidur, berarti ts melakukan pembunuhan berencana. karena melakukan pembunuhan saat tidak ada ancaman.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
exoar dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Lihat 4 balasan
23-08-2019 12:17
Anaknya cantik cantik padahal
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
23-08-2019 12:22
Rapet amat ya jarak anak2 nya
sini neng jd anak angkat om aja
pasti om sayang bgt deh
emoticon-Malu

Btw bus sinar jaya yg ke rusia naek dr terminal mn ya?
Diubah oleh pembela.tuhan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MarchelinaElin dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Lihat 2 balasan
Lapor Hansip
23-08-2019 12:28
Balasan post pembela.tuhan
Terminal moskow bang. Belok kanan abis dari terminal beijing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MarchelinaElin dan 2 lainnya memberi reputasi
3
23-08-2019 12:31


Quote:Original Posted By Moster Gorgom
Kalau pake logika ts, kalau ts diculik, lalu berhasil membunuh si penculik saat tidur, berarti ts melakukan pembunuhan berencana. karena melakukan pembunuhan saat tidak ada ancaman.


Masuk akal.

Menurut berita juga mereka hidup dalam isolasi. Jadi ini menguatkan bukti kalau mereka (mungkin) gak bisa kabur dari rumah dan minta pertolongan.

Btw, kasian juga ya mereka udah sempat minta tolong ke polisi sana tapi gak ditanggapin emoticon-Frown
profile-picture
jagotorpedo memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
23-08-2019 12:43
Kompak yak
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1
23-08-2019 12:43
Ibukota akhirnya pindab ke Moskow emoticon-Big Grin
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1
23-08-2019 12:45
Mudahnya gini coba jaksa da hakim alami seperti yg mereka alami, dan tidak boleh lapor polisi. Apa yg akan dilakukan oleh si jaksa dan hakim?

Apa ngak akan membunuh dan tetap menerima disiksa seumur hidup? Atau gue yakin membunuh terus kabur.

Tuh gadis2 lsg telepon polisi karena mereka sadar pebuatan mereka salah tapi tdk ada jalan lain. Setidaknya bwgi mereka penjara lebih baik drpd disiksa di rumah.

Kurasa itu perasa pars wanita itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yueda dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Lihat 1 balasan
23-08-2019 13:07
I follow the Moskva..
Down to Gorky Park..
Listening to the wind of change..



emoticon-Kaskus Radio


🎵🎶🎵🎶🎵
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan adolfsbasthian memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
23-08-2019 13:50
kasian kalo kaya gitu
0
23-08-2019 14:00
Russia keras juga ya emoticon-Takut
0
23-08-2019 14:40
Quote:Original Posted By omcons
Masuk akal.

Menurut berita juga mereka hidup dalam isolasi. Jadi ini menguatkan bukti kalau mereka (mungkin) gak bisa kabur dari rumah dan minta pertolongan.

Btw, kasian juga ya mereka udah sempat minta tolong ke polisi sana tapi gak ditanggapin emoticon-Frown


udah minta tolong tp diabaikan polkis sana.bukti istri tetangga dll takut sama bapaknya trs dah lapor polisi cuma mgkn hanya nasehatin doank kali
profile-picture
esaka.kedua memberi reputasi
1
23-08-2019 15:15
tjakep bener anaknya breee emoticon-Maluemoticon-Matabelo
0
Lihat 1 balasan
23-08-2019 15:23
sedih ane kok mereka dipenjara harusnya dpt amnesti
0
23-08-2019 15:33
kasian ya nasib mereka
emoticon-Berduka (S)
0
Lihat 1 balasan
23-08-2019 15:34
bingung juga yak menyikapinya....
ane komen ini aja deh...
krestina cakep beud euy
emoticon-Big Kiss
0
23-08-2019 15:39
Owh ini masih dalam INTERNAL keluarga.
gak perlu ditahan apalagi minta maaf
0
23-08-2019 15:40
waduh.... parah ngikemoticon-Big Grin
0
23-08-2019 15:41
Hukum mereka keras banget dong sampe nggak ada hukum utk kdrt.
Padahal itu bukan hanya masalah keluarga tp ranahnya lebih banyak lagi..

perlu revisi uu tuh pak putin
0
23-08-2019 15:42
Kasihan .. emoticon-Mewek
0
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.