alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5ea88e65b24d5272366f5b/kekeringan-ekspor-produk-pertanian-semester-ii-2019-diprediksi-turun
Lapor Hansip
22-08-2019 21:37
Kekeringan, Ekspor Produk Pertanian Semester II 2019 Diprediksi Turun

kekeringan



Kekeringan yang melanda Indonesia diproyeksikan akan berlangsung lebih lama dari waktu yang biasanya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan yang biasanya berlangsung mulai awal bulan Oktober akan mengalami pemunduran selama beberapa minggu.

Kekeringan ini diprediksi akan berimbas pada produksi daerah penghasil pangan di banyak wilayah di Indonesia. Kemarau panjang yang berlangsung di berbagai daerah sudah menunjukkan ancaman yang nyata pada areal pertanian.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat total luas kekeringan pada MK-2019 mencapai 102.746 hektar dan 9.358 hektar di antaranya mengalami gagal panen alias puso.

Kementan mencatat terdapat sekitar 100 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan pada musim kemarau (MK) 2019 yang tersebar di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB dan NTT.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan wilayah paling luas terdampak kekeringan mencapai 34.006 hektar dengan puso 5.069 hektar. Berikutnya diikuti Provinsi Jawa Tengah dengan luas kekeringan mencapai 32.809 hektar dengan puso 1.893 hektar, Jawa Barat 25.416 hektar dan puso 624 hektar.

Selanjutnya, luas kekeringan di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta mencapai 6.139 hektar dengan puso 1.757 hektar, Banten kekeringan 3.464 hektar, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kekeringan sebesar 857 hektar dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak kekeringan sebesar 55 hektar dengan puso 15 hektar.

Pengurangan produksi, khususnya dalam hal pangan, akan mempengaruhi terganggunya kegiatan ekspor Indonesia, utamanya di semester II 2019. Hal ini harus diantisipasi agar ekspor Indonesia tidak kembali mengalami penurunan, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya di mana ekspor Indonesia turun dari US$3,17 milliar di tahun 2017 menjadi US$2,98 miliar di tahun 2018 pada semester kedua berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perdagangan.

Kinerja ekspor produk pertanian pada periode enam bulan kedua tahun 2019 berpeluang terkoreksi atau lebih rendah dari capaian pada tahun lalu lantaran adanya tekanan dari cuaca kemarau kering yang panjang.

Ketua Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) yang juga merupakan guru besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santosa memperkirakan, produk pertanian seperti karet, buah, kopi dan teh dan rempah-rempah cukup rawan terkoreksi produksinya akibat kemarau kering yang melanda Indonesia.

“Semester II 2019 hampir selalu terjadi penurunan produksi sebab pada periode ini biasanya terjadi puncak musim kemarau sekaligus pancaroba. Namun dengan karakter kemarau yang kering tahun ini dan ditambah pula oleh periode kemarau yang diperkirakan lebih panjang, produksi bisa turun dan porsi untuk ekspor juga bisa turun,” jelasnya.

Selain terpapar oleh kekeringan, sejumlah komoditas pertanian juga terganggu oleh adanya penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca. Dia mencontohkan produk karet alam dan kakao yang produksinya terganggu lantaran adanya gangguan dari sisi penyakit tanaman.

Alhasil, volume dan nilai ekspor produk pertanian Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan pada semester II 2019 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kendati demikian penurunan ekspor produk tersebut tidak akan terlalu dalam, lantaran sejumlah sentra produksi pertanian, seperti di kawasan Indonesia Timur tidak terlalu terpapar oleh kekeringan yang parah.

“Tahun lalu nilai ekspor semester kedua 2019 turun dari tahun sebelumnya karena adanya kemarau yang panjang. Namun tahun lalu kemaraunya tidak sekering saat ini, sehingga kalau dilihat dampaknya tentu akan lebih besar tahun ini,” terang Dwi.

Ketua Umum Dewan Rempah Indonesia Gamal Nasser mengatakan, mengakui terdapat potensi penurunan nilai dan volume ekspor pada semester II 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dia mengatakan, selain karena gangguan kekeringan di beberapa daerah sentra produksi di Indonesia bagian barat, volume produksi juga terganggu oleh proses peremajaan tanaman yang dilakukan oleh para petani.

“Bisa jadi turun ekspornya di paruh kedua tahun ini. Beruntungnya penurunan secara nilai tidak akan terlalu dalam karena harga komoditas rempah seperti lada dan pala di pasar global masih cukup stabil dan di posisi yang baik,” jelasnya.

Dia mengatakan, Indonesia cukup beruntung lantaran sentra produksi rempah-rempah di Indonesia bagian timur tidak terganggu. Akibatnya, gangguan masa tanam tidak terjadi secara merata.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane mengatakan, volume ekspor karet alam pada semester II 2019 akan turun sebanyak 200.000--250.000 ton dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Dewan Teh Indonesia Suharyo Husein, gangguan berupa cuaca ekstrem telah mengganggu produksi teh nasional pada tahun ini. Dia khawatir, dengan adanya kemarau yang berlangsung lebih panjang, volume produksi dan ekspor teh akan turun. Cuaca ekstrem yang terjadi di Dieng dan beberapa sentra produksi teh, membuat produksi komoditas ini tidak maksimal.

Menurutnya, produksi teh nasional tahun ini hanya akan mencapai sekitar 130.000 ton di mana 60% dari volume produksi itu diekspor. Dia memperkirakan produksi pada tahun ini turun dari capaian tahun lalu yang sempat mencapai 140.000 ton.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, kekeringan ini akan berimbas pada produksi daerah penghasil pangan di banyak wilayah di Indonesia. Untuk mengatasi kekeringan dalam jangka waktu dekat, perlu ada langkah yang konkrit, seperti misalnya mengalirkan sumber air buatan ke wilayah-wilayah yang terkena dampak kekeringan paling parah dan berpotensi gagal panen.

 Rujukan



pusing


0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
22-08-2019 22:44
embung yg di bangun jokowi apa kabar ?
waduk dll ?
0
23-08-2019 01:21
mari kita tingkatkan impor..



kampret mana faham
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.