alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5b48eb4601cf3cb275cfaf/buat-muslim-abdul-somad-dan-problem-dakwah-apologetik
Lapor Hansip
20-08-2019 08:12
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

Jakarta - Persis pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia tahun ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) dipolisikan oleh ormas Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) atas tuduhan penistaan simbol agama. Dalam video yang dijadikan barang bukti --yang kini tersebar di pelbagai platform sosial media-- UAS menyebutkan bahwa di dalam salib ada setan dan jin kafir. Ujaran itu dianggap tidak menghargai kemajemukan keagamaan di Indonesia. Selain mengingatkan kita atas problematisnya pasal karet penistaan agama, situasi ini juga menyadarkan kita atas bom waktu persoalan dakwah dan pengajaran serta pembelajaran agama berfondasi narasi apologetik.

Apologetik sebetulnya mulanya muncul dalam tradisi Kristen dengan concern utama dalam hal pembelaan iman melalui rasionalisasi sebagai upaya membantah kritik atau klaim kebenaran lain. Sayangnya, upaya tersebut kadang ditempuh dengan jalan menjelek-jelekkan agama lain. Pendekatan serupa lazim juga, saya kira, di dalam komunitas Muslim, di institusi pendidikan Islam. Termasuk, tentu saja, dalam hal mencemooh agama lain walaupun secara terang al-Quran memberikan larangan.

Kita mengenal Ahmad Deedat dan Zakir Naik. Dua pesohor yang metode dakwahnya adalah dengan, salah satunya, menantang non-Muslim untuk berdebat mengenai kebenaran agama. Ending dari video-video tentang mereka yang tersebar adalah "hidayah" yang diberikan kepada non-Muslim yang diajak debat. Pendekatan ini problematis, sebetulnya, karena menghadap-hadapkan pluralitas kebenaran agama dalam situasi dualistik yang saling bertentangan: hitam versus putih; benar versus salah. Yang memberi ruang pada rasa-diri lebih benar dan lebih-lurus dibanding yang lain, pada sikap mengolok-olok yang berbeda dengan keyakinan agama kita.

Pendekatan itu yang terekam dilakukan pula oleh UAS, dan dulu pernah pula oleh Habib Rizieq Shihab. Pendekatan yang menurut saya sebetulnya cukup "lazim" ditemukan di dalam dakwah keagamaan di kampung-kampung, di tataran grassroot. Bahwa dalam upaya merasionalisasi dan menjustifikasi kebenaran sekaligus memperkuat keyakinan iman umat Islam, serta untuk menunjukkan betapa salahnya keyakinan agama lain, para pemuka agama atau pengajar "mencemooh" simbol agama lain --biasanya bahkan tanpa didasari pengetahuan yang memadai, dan semata-tama berbasis pada prasangka.


Saya kira, persoalan tersebut dapat terjadi pada banyak agama. Bukan karena kesalahan agamanya, tetapi karena kebelumdewasaan kita dalam beragama dan menyebarkan kebajikan agama kita. Dalam konteks masyarakat Muslim dan dakwah Islam di Indonesia, situasi ini menjadi lebih kompleks karena dominasi jumlah Muslim yang banyak. Dengan jumlah yang dominan, komunitas Muslim secara langsung dan tidak langsung ikut andil dalam mengkonstruksi tatanan kemasyarakatan. Pada akhirnya, jika kita menggunakan pendekatan sosiologis Pierre Bourdieu, situasi tersebut telah melahirkan privilege bagi masyarakat Muslim.

Muslim bisa menikmati azan dengan pengeras suara setiap waktu, bahkan tarhiman pada jam-jam non-Muslim beristirahat tanpa merasa hal tersebut "mengganggu" sama sekali karena "Islam adalah agama yang benar" sehingga orang lain harus "patuh" dan menerima. Persepsi tersebut tidak pernah terkontestasi, dan jika dikontestasi sebagian Muslim menganggap itu sebagai "serangan", sebagai penistaan. Ambil contoh apa yang terjadi pada Meiliana yang "protes" ihwal pengeras suara di masjid.

Kenapa kok bisa ketika dikontestasi dalam rangka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagian dari kita, umat Muslim, langsung muntab? Karena, sebagian dari kita hidup, belajar, dan bergaul di lingkungan yang homogen, sehingga rendah kadar pertemuan lintas-komunitas apalagi lintas-iman. Alhasil, yang terbentuk dan terbangun adalah prasangka, yang salah satunya disebabkan oleh cemoohan-cemoohan terhadap agama lain ketika mereka belajar.

Saya pernah dekat dengan lingkungan pendidikan Islam model demikian sehingga ada masa dalam kehidupan saya ketika secara subtle saya merasa lebih baik daripada non-Muslim, merasa mereka warga negara kelas dua --sehingga kadar dan kualitas keadilan bagi mereka lebih rendah daripada kita-- serta merasa jijik, atau tidak nyaman, terhadap simbol agama lain.

Untunglah persepsi itu terklarifikasi dan terbantahkan seiring pertemuan dengan lingkungan pendidikan dan pertemanan yang heterogen. Tetapi kita tahu bahwa yang tidak berkesempatan untuk itu jumlahnya masih banyak. Maka jangan heran apabila tuntutan terhadap UAS "tidak bisa dipahami" oleh mereka secara nalar dan jangan-jangan malah dikategorikan sebagai bukti adanya sekularisasi (jika yang mengkritik UAS dari kalangan Muslim) atau pelemahan Islam (jika yang mengkritik berasal dari kalangan non-Muslim).

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Salah satunya karena persoalan single-narrative dalam pendekatan pendidikan Islam bagi sebagian kalangan. Yang membuat sebagian Muslim kesulitan untuk mengakui suara-suara dari kalangan non-Muslim. Jangankan mengakui, melihat mereka saja mungkin tidak mampu --seolah-olah mereka "non-eksisten". Alhasil, apapun dilihat hanya dari satu kacamata saja, diputuskan berdasarkan satu suara saja. Dan ketika suara lain lamat-lamat terdengar, suara itu dianggap sebagai kegaduhan.

Itu sebabnya, PR dari kasus UAS ini mestinya tidak boleh berhenti pada tataran kasuistis. Tetapi harus menjadi titik balik kita untuk mulai mendekonstruksi pendidikan dan pengajaran keagamaan agar tidak lagi apologetik dan serba berfondasi prasangka, tetapi menjadi lebih inklusif dan berorientasi empati. Apalagi pada era ketika apa yang semestinya ada di ruang privat kadang bisa menjadi konsumsi publik sehingga apa yang semestinya biasa-biasa saja justru menimbulkan polemik.

Irfan L. Sarhindi pengasuh Salamul Falah, lulusan University College London



BACA




pembela ustad somad memang hidup di lingkungan dgn dakwah seperti ini.

sejak kecil mereka sudah disugguhkan dakwah model penanaman kebencian2 seperti ini,
sehingga mereka mereka tidak bisa tahu, apa yg ustad somad lakukan adalah salah,
bahkan dianggap hal yg lumrah.



dan tidak heran banyak dari kalangan ulama2 MUI dan ulama partai2 islam membela ustad somad,
bukan karena mereka perduli ustad somad,
tapi karena hal yg sama juga mereka lakukan tiap dalam ceramah dan tausiyah2 mereka,
sehingga mereka takut, ancaman terhadap ustad somad, juga akan mengancam mereka kedepannya.







Diubah oleh iluma.sata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nevorom dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5
20-08-2019 11:08
somad itu orang kita (pribumi) pada umumnya , ngikutin trend karena kuatir dianggep aneh sendiri. trend islam di indonesia itu sekarang arahnya ke radikal . kita jujur aja akuin kagak usah malu atau marah. dia kuatir ditinggal jemaah en balik lagi jadi guru ngaji doang.
profile-picture
profile-picture
kaiserwalzer dan TheTrueMayhem memberi reputasi
2
20-08-2019 11:13
yg terbaik buat negeri ini
0
20-08-2019 11:18
Quote:Original Posted By berylucu
Emang somad udah bukan offside lagi, ibarat maen bola dia udah di luar stadion posisinya emoticon-Ngakak (S)

Kalau intelektualitas tinggi memang seharusnya aman aman aja.. macam Zakir Naik, Ahmed Deedat bahkan Felix Siaw pun tidak pernah menghina tuhan agama lain.. tapi mereka tetep bilang agamanya paling benar dan tuhan lain salah, tanpa insult tetep.. emoticon-Bingung (S)

sekarang problemnya bisa ga masyarakat kita menerima itu ? anak kecil ada temennya beragama lain tiba2 njeplak "hei, nanti masuk neraka lu"
liat aja sumbu pendek kesenggol dikit demo berjilid2..
aliran beda dikit kaya ahmadiyah dipersekusi jemaatnya bahkan ada yang mau dibunuh.. emoticon-Takut (S)
emang kedewasaan masyarakat yang kurang sih menurut gua..
di US mah mau senggol santai2 aja, asal jangan insult.. mirip Zakir atau Felix lah..

dan gua dukung somad masuk penjara, karena dia tidak berbicara berdasarkan fakta emoticon-Big Grin
cara insult yang kampungan dan tidak berdasar fakta sama sekali..


Kata siapa itu yang gue bold gak pernah hina agama lain? Coba googling ahmad deedat dan zakir naik. Atau lihat youtube mereka. Terutama ahmad deedat almarhum. Dan lihat cara meninggalnya dia. Ente blom pernah liat keliatannya. emoticon-Big Grin
0
20-08-2019 11:22
Kira in tulisan agan. Ternyata saduran. Pantes bagus bgt. Tp untuk ketemu tulisan bagus usaha anda luar biasa. Banyak yg belum siap dengan era keterbukaan dan kesetaraan. Tapi perlu di ingant yg mengelu2kan globalisasi kalo berlebihan akan mengakibatkan resistensi. Makanya perubahan itu harus disadari dgn sendirinya.
0
20-08-2019 11:25
Best trit I've read today. Thanks gan.
emoticon-Cendol Gan
0
20-08-2019 11:40
Ini adalah hari-hari dimana gw sangat merindukan alm. Ustad Jeffry
0
20-08-2019 11:42
Quote:Original Posted By berylucu
Jadi gimana solusinya ?
bagaimana mungkin menghentikan apologetik sementara hal tersebut tercantum dalam kitab suci masing-masing..

naah, bagaimana kalau kitabnya direvisi ? semuanya lo ya.. emoticon-Wowcantik:


Tercantum di kitab masing2?

Dilihat dari timeline waktu lahirnya saja tdk mungkin agama2 seperti hindu, budha, kristen kitabnya menghina islam, lah islamnya belom ada wktu itu.
0
20-08-2019 11:43
Quote:Original Posted By monyet2012

[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
0
Lapor Hansip
20-08-2019 11:50
Balasan post berylucu
@berylucu UAS memang benar offside harusnya dalam Islam gak boleh menghina atau memperolok keyakinan agama lain, benar bila bicara beradasarkan Kitab dan hadist yang shohih maka seharusnya saling berlapang dada tapi kadang orang semacam UAS berbicara dari teori konspirasi atau sumber yang dikalangan Islam sendiri tidak masyhur..

Ahmadiyah dan Syiah tidak beda dikit gan, Ahmadiyah menyatakan dirinya Islam tapi menolak bahwa nabi muhammad adalah nabi terakhir padahal prinsip dasar islam adalah mengEsakan Allah dan mengakui Kerasulan muhammad sebagai nabi terakhir. maka bisa membuat orang awam keluar dari Islam tanpa ia sadari...
sedangkan Syiah ia mengkafirkan orang yang tidak mengimani 12 imam dan menghalalkan darah non-syiah, mereka juga mengkafirkan sahabat utama seperti abu bakr, umar dan utsman. jadi masalah dengan 2 golongan itu tak sekecil masalah qunut tak qunut, atau tahlilan tak tahlilan... meski ane kurang setuju ada presekusi bahkan sampai dibunuh karena bisa jadi pengikutnya tidak tahu dang menganggap dirinya islam.
0
20-08-2019 11:51
Yah mau gmn
Mohon maaf banyak diantara muslim didikan agama islamnya dgn cara spt itu
Di doktrin bahwa agamanya benar tapi gk dididik cara menyampaikan dgn kebaikan dan keindahan
Sy pun ngerasain pendidikan islam kaya gitu dr para pendidik tp drmh orgtua selalu ngajarin toleransi
0
20-08-2019 12:13
Anak2 yg belajar ngaji taun 80-90an pasti kenyang dijejelin ama hal2 beginian.
Dibuat antikristen. Diajak secara halus biar benci ama kristen (dan yahudi tentunya). Apapun masalahnya, salah yahudi. Itu pasti.

Ada orang kaya tp kristen, duh ileh itu disumpahin macem2.
0
20-08-2019 12:17
Generasi nunduk dan budeg ketutup earphone yang volumenya disetel maksimal... yang dipercaya cuma yang ada di layar HP

emoticon-Cape d...
0
20-08-2019 12:17
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

relevan kah ?
profile-picture
carulux memberi reputasi
1
20-08-2019 13:19
Quote:Original Posted By greengeckoijo1
Kata siapa itu yang gue bold gak pernah hina agama lain? Coba googling ahmad deedat dan zakir naik. Atau lihat youtube mereka. Terutama ahmad deedat almarhum. Dan lihat cara meninggalnya dia. Ente blom pernah liat keliatannya. emoticon-Big Grin


Yang gua maksud menghina itu macam "tiang jemuran, penyembah kolor, bidannya siapa, atau ini nih yang terbaru emoticon-Big Grin

Kalau agama lain dibilang ga bener ya udah kodrat nya semua agama yang mengklaim sebagai satu2nya kebenaran/satu2nya jalan emoticon-Stick Out Tongue
0
20-08-2019 13:56
Quote:Original Posted By angopmaksimal
Tercantum di kitab masing2?

Dilihat dari timeline waktu lahirnya saja tdk mungkin agama2 seperti hindu, budha, kristen kitabnya menghina islam, lah islamnya belom ada wktu itu.


Tentu saja tidak sebut merk, tapi yang muda sekalipun terusik oleh seniornya..
Syiah/ahmadiyah diganggu islam..
Protestant/jehovah witness keganggu juga sama katolik..

Bukan masalah timeline, tapi selama ada agama yang mengaku sebagai kebenaran, maka yang "merasa benar" lain akan terusik.. sudah kodrat agama begitu emoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By Aragons
@berylucu UAS memang benar offside harusnya dalam Islam gak boleh menghina atau memperolok keyakinan agama lain, benar bila bicara beradasarkan Kitab dan hadist yang shohih maka seharusnya saling berlapang dada tapi kadang orang semacam UAS berbicara dari teori konspirasi atau sumber yang dikalangan Islam sendiri tidak masyhur..

Ahmadiyah dan Syiah tidak beda dikit gan, Ahmadiyah menyatakan dirinya Islam tapi menolak bahwa nabi muhammad adalah nabi terakhir padahal prinsip dasar islam adalah mengEsakan Allah dan mengakui Kerasulan muhammad sebagai nabi terakhir. maka bisa membuat orang awam keluar dari Islam tanpa ia sadari...
sedangkan Syiah ia mengkafirkan orang yang tidak mengimani 12 imam dan menghalalkan darah non-syiah, mereka juga mengkafirkan sahabat utama seperti abu bakr, umar dan utsman. jadi masalah dengan 2 golongan itu tak sekecil masalah qunut tak qunut, atau tahlilan tak tahlilan... meski ane kurang setuju ada presekusi bahkan sampai dibunuh karena bisa jadi pengikutnya tidak tahu dang menganggap dirinya islam.


Beda prinsip dasar, tapi ajarannya kan tetap sama..
Andai kamu dari kecil di brainwash Umar sama Abu Bakr itu jahat ya pasti sampai sekarang pun kamu pikir mereka jahat..
atau kamu di doktrin bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi/utusan Tuhan dari kecil..

Bisa di konfirm ke Tuhan ga mana yang bener mana yang salah ? emoticon-Smilie
Jelas ga bisa kan,, oleh sebab itulah agama adalah sumber konflik kalau penganut nya ga dikontrol kelakuannya..

bagaimana kalau aturannya diperjelas, dilarang persekusi umat agama/aliran manapun sampe Tuhan yang bener udah nongol disini.. emoticon-Bingung (S)
0
Lihat 1 balasan
20-08-2019 14:01
Quote:Original Posted By s0ul3ater
Saya pribadi menyukai ceramah dari beliau, yg baik saya ambil, yg buruk saya tolak. jujur saya tidak suka beliau menghina kepercayaan agama lain. karena yg saya tahu Nabi Muahammad SAW tidak pernah begitu dalam menyiarkan agama.
semoga cepat diselesaikan masalah ini secara hukum agar negara kita yg memiliki keberagaman menjadi lebih damai lagi.

emoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Up
0
20-08-2019 14:12
Hey brother... brother....
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik [Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik [Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik

[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik [Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik [Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik
0
20-08-2019 14:32
[Buat Muslim] Abdul Somad dan Problem Dakwah Apologetik
0
Lapor Hansip
20-08-2019 14:32
Balasan post berylucu
Quote:Original Posted By berylucu


Tentu saja tidak sebut merk, tapi yang muda sekalipun terusik oleh seniornya..
Syiah/ahmadiyah diganggu islam..
Protestant/jehovah witness keganggu juga sama katolik..

Bukan masalah timeline, tapi selama ada agama yang mengaku sebagai kebenaran, maka yang "merasa benar" lain akan terusik.. sudah kodrat agama begitu emoticon-Malu (S)



Beda prinsip dasar, tapi ajarannya kan tetap sama..
Andai kamu dari kecil di brainwash Umar sama Abu Bakr itu jahat ya pasti sampai sekarang pun kamu pikir mereka jahat..
atau kamu di doktrin bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi/utusan Tuhan dari kecil..

Bisa di konfirm ke Tuhan ga mana yang bener mana yang salah ? emoticon-Smilie
Jelas ga bisa kan,, oleh sebab itulah agama adalah sumber konflik kalau penganut nya ga dikontrol kelakuannya..

bagaimana kalau aturannya diperjelas, dilarang persekusi umat agama/aliran manapun sampe Tuhan yang bener udah nongol disini.. emoticon-Bingung (S)


Itu kaya di amrik ya ? bahkan org2 non-agama spt atheis / agnostik dibolehkan utk menerbitkan buku, mengadakan seminar2 n mengkritik agama dgn sangat keras. Kalo agama anda memang benar berikan sanggahan dgn argumen2, bukan dgn ancaman n persekusi.

0
20-08-2019 14:40
ngatain orang jelek ngga bikin anda tambah ganteng,

begitupun ngatain agama orang lain, ngga bikin anda jadi tambah suci

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
carulux dan scorpiolama memberi reputasi
2
Halaman 3 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.