Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
2564
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
a Road to be Me Hai, perkenalkan nama gw Ryan J K dan biasa dipanggil Ryan, dan ini cerita gw. Biar gak ribet biarlah cerita ini kita anggap fiksi dan khayalan semata, Mohon maaf jika tulisan gw amburadul, harap dimaklumi saya masih sangat hijau di dunia tulis menulis. Rate 5 dan komentarnya secara signifikan membantu saya lebih semangat dalam menulis :D. Cerita ini sedikit mengandung konten dewas
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

Past Hot Thread
a Road to be Me



a Road to be Me





mohon dibaca



Manado, di pertengahan tahun 2004,


Road to J*****
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ElviHusna dan 33 lainnya memberi reputasi
34
Tampilkan isi Thread
Halaman 92 dari 129
a Road to be Me
17-08-2019 22:57
Quote:Original Posted By zpy
Kalo secara kasat mata memang seperti itu mbak, tapi gimana ya sama kayak kopi gak pake gula, tegukan pertama dicoba pasti ngerasa gak suka karena pahit, tapi terus dicoba nanti akan beda rasanya,

Kalo efeknya ya gimana ya, pinter2 aja disikapi 🤣,



Kok jadi lebih serem ya hahaha


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Pasrah wae lah yan
Ben ra mumet mikirne
Dripda mikirne "opo ape dikongkon nikah karo luna yo? Mergo dijak dugem lan muleh subuh"
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
17-08-2019 23:26
Quote:Original Posted By hengkyyy13
wkwkwkwk lagu nya jd mengenang masa kecil nih..

jgn2 dipanggil bang togar disuruh nikahin luna gan emoticon-Betty


Masa kecil? Ok fix selamat bergabung dengan geng BTN Bocah Tua Nackal bareng yang lain disini hahaha

Aminnnnn gan, amiiiinnnnnnnnn 🤣🤣🤣🤣

Quote:Original Posted By wongzelek
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Pasrah wae lah yan
Ben ra mumet mikirne
Dripda mikirne "opo ape dikongkon nikah karo luna yo? Mergo dijak dugem lan muleh subuh"


Pasrah ndas ku digetok karo botol jack daniels hahaha 😂
Harus e luna sing dikonkon tanggung jawab hahaha
0 0
0
a Road to be Me
18-08-2019 05:41
Bab 3 - 9,

Quote:
"Sini yan" Ujar bang togar setelah mengambil sebotol vodka dari bar,


Cafe sudah sunyi mengingat ini sudah jam 1an, cafe bang togar memang gak pernah buka sampai larut-larut banget kayak cafe-cafe yang ada di daerah legian yang semakin malam ke subuh semakin ramai,

Gw mengikuti bang togar berjalan kearah panggung, bang togar duduk di balik keyboard dan gw duduk di kursi di depan bang togar,

Quote:
"..." Bang togar membuka botol vodka tadi lalu menuangkannya ke sloki kecil yang dia bawa tadi,

"..." kali ini bang togar kembali menyodorkan sloki yang sudah terisi penuh tanpa bertanya gw mau atau enggak

"..." tentu saja gw ambil dan langsung meminumnya untuk menenangkan kebingungan di pikiran gw,


Kami sama-sama menyalakan rokok, dan untuk sesaat sunyinya cafe yang sudah kosong ini menjadi penengah diantara kami, gw masih belum ada ide apa yang mau di bicarakan bang togar, gw tau pasti ini soal luna, tapi tentang apa?

Quote:
"Yan" akhirnya bang togar lebih dulu membuka suara sambil mematikan rokoknya di asbak,

"..." gw terlalu deg-degkan untuk sekedar menjawab "ya?"

"aku sebelum ke bali aku kerja di jakarta" kata bang togar,memulai ceritanya

"aku lama kerja di salah satu label musik, banyak aku ketemu orang dan disana aku bertemu Luna" bang togar kembali mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya lalu membakarnya,

"..." gw dalam mode semakin menyimak saat mendengar tentang luna.


Bang togar mulai bercerita bagaimana dia bertemu luna hingga dia "pensiun" dari kerjaannya dan datang membuka cafe ini, semakin larut semakin panjang cerita bang togar dan semakin menipis isi botol vodka tadi bukan hanya dihabiskan bang togar tapi gw juga turut andil karena obrolan kami ini benar-benar butuh alkohol untuk membuat pikiran santai, gw sudah lupa seberapa merananya tadi pagi gw bangun. Tapi gw jadi tau beberapa hal tentang luna, tentang bagaimana mereka bertemu, bagaimana akhirnya luna bisa sampai di bali, dan kenapa luna mendapat image seperti itu.

Quote:
"Bang aku boleh ngomong gak?" gw beranikan diri untuk bicara lebih tepatnya bertanya sih mumpung pengaruh alkohol masih membuat gw berani,

"ngomong lah" obrolan diantara dua laki-laki pun dimulai,

"maaf nih bang, jujur saja aku sempat berpikir kalau luna itu...." gw agak sedikit ragu melanjutkan kata-kata gw mencoba mencari kalimat yang pas,

"..." bang togar kembali menyodorkan sloki vodka yang baru dia isi, seakan ngomong "minum dulu, biar berani",

dan tentu saja petarung itu haram hukumnya membiarkan ada gelas menggantung emoticon-Big Grin,

"aku pikir luna itu simpanan abang" dengan kekuatan vodka gw berhasil mengutarakan maksud gw,

"..." bang togar mengambil gelas kosong dari tangan gw sambil tertawa sinis, mengisi lagi slokinya kemudian menenggaknya,


Bang togar kembali menyalakan sebatang rokok, padahal rokoknya tadi masih menyala di asbak,

Quote:
"Gak salah kau berpikir seperti itu" bang togarl mengebulkan asap rokoknya,

"Laki-laki mana yang gak akan tergila-gila kalau melihat luna?"

gw tersandar di sandaran kursi sambil membatin "jadi benar?",

"Sudah berapa lama kau kenal aku?" tanya bang togar

"sekitar 2 bulanan bang" gw masih agak shock,

"kau gak lihat ada yang aneh?" tanya bang togar

"..." gw sedikit berpikir dan mengingat-ingat, tapi bahkan alkohol gak bisa membantu gw memahami maksud bang togar

"..." gw menggeleng,

"umurku sudah sekitar 2x umurmu yan, apa selama ini kau lihat ada anak kecil disini?" kata bang togar setelah kembali meneguk sloki terakhir dari botol vodka yang kini telah kosong

"aku gak punya dan gak bisa punya anak" laki-laki ini mencoba tegar,

"kalau aku selingkuh, binatang macam apa aku ini yang tega menghianati wanita yang sudah rela melepas kesempatannya untuk menjadi ibu dan masih mau metetap disisiku?" bang togar terlihat emosional,


Gw kaget bukan kepalang, gw ini tipe pemikir, tapi hal itu benar-benar luput dari penglihatan gw, gw gak pernah melihat ataupun mendengar bang togar dan istrinya ngomong tentang anak.

Quote:
"Luna itu sudah kuanggap anak sendiri yan" lanjut bang togar membuat gw semakin merasa bersalah,

"maaf ya bang"

"ah sudah-sudah, ini kenapa jadi ngomongin itu" bang togar mengubah posisi duduknya

"sudah jam 3 ini, kau mau tidur disini?" tanya bang togar,

"eh aku balik aja bang, besok kan senin, aku kerja"

"oh iya" kata bang togar, "mau balik sekarang kau? biar nanti aku antar pake mobil"

"gak usah bang, aku bisa naik ojek kok di depan, ya mentok-mentok naik taksi"

"ngomong apa kau, aku yang bikin kau balik jam begini, sudah biar aku antar, aku juga mau cari angin, gerah" kata bang togar

"hahaha ok bang" gimana gak gerah minumnya sebanyak itu

"oh iya kau bawalah ini" bang togar menyodorkan sesuatu

"ASPIRIN" Gw membaca tulisan yang tercantum di kotaknya sambil tertawa


Tentu saja gw akan butuh ini besok pagi hahaha.
Bang togar gak menyinggung soal gw dan luna, mungkin saja dia lupa, gw pun gak mau mengungkit, takut emoticon-Big Grin

*****


Quote:
"WOI DIEM-DIEM BAE" mas joni merusak keheningan sore gw dan mas sapto diatas rooftop kantor sambil menikmati sebatang rokok juga cuci mata melihat teller bening bank di depan yang baru pulang kerja,

"serius amat" mas joni mendekati kami di tepian setelah rencana dia ngagetin kami gak kami pedulikan,

"bajingannnnn, cuci mata gak ngajak-ngajak" kali ini mas toni berhasil membuat kami tertawa,

"ahh masih tapi kalah sama pacarnya ryan" celetuk mas joni

"eh siapa itu namanya? luna ya? iya luna"

"pacar? mana ada, itu temen ngamen aja" gw coba mengkonfirmasi karena sudah beredar desas desus di kantor kalau karyawan termuda di kantor sudah punya pacar, siapa lagi kalau bukan ulahnya mas joni

"temen ngamen?, duet di dalam kamar kost gitu? hahahaha" mas joni berhasil membuat gw tersipu,

"cantik mas?" tanya mas sapto

"beuuuhhhhhh!" dua jempol mas joni terangkat seperti lagi dangdutan

"temen mas temen" gw memperjelas, takutnya gw iyain ehhh kenyataan gak sejalan, makin malu.


"tung.. tung.. tung..." maafkan ketidak konsistenan nada dering hp gw ini emoticon-Big Grin

Quote:
"luna?" gw kaget melihat di layar hp gw tertera nama luna

"Halo?"

"yan, kantor mu itu di depan Bank Wakanda di jalan diponegoro kan?" semoga kalian sudah terbiasa dengan to the poinnya luna,

"hah?"

"hah hoh hah hoh, bener gak?"

"i, iya, ta tapiiii..." gw gelagapan, "darimana luna tau?" gw membatin,

"yang mana sih?, yang ruko tiga tingkat ini ya?"

"apa jangan-jangan?" gw membatin sambil mendongak kebawah, gila aja kalau luna tiba-tiba udah disini

"ohh iya bener, aku udah liat kamu, turun yan" dan gw harap kalian sudah terbiasa dengan kalimat perintah dari luna yang langsung menutup telponnya.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
a Road to be Me
18-08-2019 05:49
Bab 3 - 10,

Gw celingak-celinguk melihat kebawah apa benar luna ada dibawah, dan gw curiga dengan sebuah mobil yaris putih yang baru saja berbelok berhenti di depan kantor.


"Koe kenapa cuk? kesambet? apa liat setan?" tanya mas joni melihat tingkah gw yang kebingungan

"lu, luna" gw terbata-bata

"hah? ndi cuk?" mas joni dan mas sapto ikut-ikutan mendongak kebawah,

gw yang masih kaget, pun buru-buru turun kebawah,

"darimana luna tau kantor gw?" gw membatin

"kok tiba-tiba dia muncul begitu aja?" lagi gw membatin sambil berlari turun kebawah,
[/QUOTE]

Gw keluar dari pintu kantor sambil masih celingak-celinguk memastikan dimana luna, benar saja dugaan gw, mobil putih tadi lalu mengklakson beberapa kali sambil menurunkan kaca depannya, "beneran luna" gw membatin lalu mendekat ke mobil tadi,

Quote:
"Kamu masih kerja?" tanya luna,

"u, udah pulang sih" gw masih antara percaya gak percaya itu luna pengen rasanya gw mencubit pipi luna memastikan itu benar dia,

"oh yaudah aku anter kamu pulang, kamu siap-siap terus temenin aku" ini bukan pilihan ganda yan, ini soal esay yang jawabannya cuma satu "ok"

"aku tinggal di kantor lun, di lantai 3"

"ohh, yaudah kamu siap-siap gih" luna mematikan mesin mobilnya lalu keluar dari mobil,

"ayo" ujar luna menyuruh gw masuk kedalam kantor dan mengikuti gw,


Jam kantor sudah selesai, tersisa gw, mas sapto dan mas joni di kantor seperti biasa,

Quote:
"Kamu tunggu disini gak apa-apa ya" kata gw menyuruh luna menunggu di lantai 1, gw gak enak kalau ngajak luna keatas dan dilihat....

"mbak luna kan?" ujar mas joni yang muncul dari tangga,

"ehhhh" luna berguman seperti mencoba mengingat,

"waktu itu ketemu pas aku nganter ryan" berbeda dari waktu itu mas joni kini lancar bicaranya, mungkin karena luna lagi gak pake celana super pendek dan kimono tidur hahahaha.

"ohhhh" luna akhirnya terlihat ingat, entahlah kalau ternyata pura-pura ingat,

"aku joni, mas nya ryan" mas joni mulai memperkenalkan dirinya

"iya aku ingat mas" jawab luna lalu melirik gw dengan lirikan penuh arti, "cepetan siap-siap",

"..." gw nyengir kuda melihat ekspresi luna yang bersikap manis, gw yakin luna gak nyaman dengan cowok agresive yang dia baru kenal,


Gw naik keatas, mengambil handuk dan perlengkapan mandi dan langsung menuju toilet, gw masih penasaran darimana luna tau kantor gw.

Quote:
"nih" luna memberikan kunci mobil begitu kami sudah dekat dengan mobil,

"ehhh, aku gak punya sim" gw masih gengsi mau bilang gak bisa nyetir,

"ahhh deket ini gak apa yan" jawab luna, dan gw pun harus jujur

"aku gak bisa nyetir" jujur itu memalukan emoticon-Big Grin

"ohhhhhh, yaudah naik" luna tertawa kecil dan masuk kedalam mobil,

"Kamu lama banget tadi mandinya yan, takut aku tadi dibawah sama mas mu" luna mulai menjalankan mobil keluar dari parkiran kantor

"hahaha, mas joni emang agak eksentrik orangnya, tapi orangnya baik kok 'mbak'", gw memberikan penekanan di akhir kalimat ku berusaha meledek luna

"mbak mbak, kapan aku nikah sama mas mu?" ketus luna, wajah luna yang antagonis semakin cantik kalo ketus seperti ini

"hahaha"

"lun, tau darimana tempat kerja ku?" pertanyaan yang sedari tadi gw simpan gw tanyakan juga

"aku nanya ke tommy tadi, kebetulan pas aku deket sini tadi yaudah sekalian aja aku datengin"

"lah kok gak nanya langsung?"

"tadi aku sekalian ada keperluan lain ke tommy"

"ohh, tapi ini mau kemana?" meski gw belum hafal banyak jalan tapi gw yakin ini bukan kearah kuta dan nusa dua(dulu belum ada jalan tol mandara, jadi kalau mau ke nusa dua harus ikut bypass lewat kuta)

"aku mau nyalon" kata luna

"ohh" jawab gw singkat meski pertanyaan gw sebenarnya belum terjawab, "nyalon ngapain ngajak gw coba"


Sudah pernah gw singgung sebelumya, gw pernah tinggal di bali setahun waktu SD kelas 6, jadi gw tau saat mobil luna melewati lapangan renon yang iconic itu, dan berhenti di debuah tempat yang terlihat jelas ini salon,

Quote:
"Aduh cinta yey makin cantika deh" ujar seorang cowok, eh cewek, eh bukan, ah itulah.

"ih bisa aja, kalau udah cantik mana mungkin aku kesini" kata luna

"cin, sapose?" dia melihat gw dengan tatapan nakal, "baharudin?" (baharudin = baru),

"mau tau aja"

"cakrabirawa ih" (cakrabirawa = cakep)

"yan, kamu tunggu bentar ya" kata luna sambil menarik dia "ayo, lambreta ih" ujar luna, (lambreta = lama)

"iya" jawab gw singkat


gw pun duduk di sofa sambil melihat-lihat majalah kecantikan, tak berapa lama luna menghampiri gw dengan rambut basah sehabis dicuci,

Quote:
"Yan segini kependekan gak?" luna sambil memberi batas di rambut diatas pundaknya, luna mau potong rambut.

"kayaknya kependekan" jawab gw sambil berimajinasi rambut luna yang sekarang sepunggung berubah menjadi pendek,

"segini?" tanya luna lagi menurunkan tangannya kini sampai di pundaknya,

"nah pas"

"oke" lunapun kembali kedalam


Gw senyum-senyum sendiri sambil kembali melihat-lihat majalah tadi, entahlah gw merasa menjadi bagian dari luna lewat pertanyaan luna tadi, gw merasa "penting", ya mungkin gw aja yang ke GRan dan baper, Karena begitu luna selesai panjang rambutnya masih dibawah pundak, mungkin hanya dikurangi 3-5cm dari panjang awal, gak usah heran cewek mah gitu.

Quote:
"Yan kita makan di mall ya, bosen aku suasana cafe terus" ujar luna sambil menyetir

"oke" jawab gw singkat sambil menatap luna dari samping

"cantik" gw membatin,
mulustrasi biar semangat



gw cukup pendiam di depan luna, ya selain karena umurnya luna lebih tua sekitar 5 tahun, agresivitas luna gw imbagi dengan lebih banyak diam. Dan kamipun sampai di sebuah mall yang belum lama buka mal bali galeria kami kakan di food court lantai 2 karena mencari tempat terbuka biar bisa merokok,

Quote:
"kamu tinggal di kantor mu tadi?" setelah makanan kami habis luna membuka obrolan tak lupa menyalakan sebatang rokok dunhill

"iya di lantai 3" jawab gw juga tak ketinggalan menyalakan sebatang rokok sampoerna gw, gw orangnya gak pilih-pilih rokok, kretek ayo, rokok putih ayo kecuali marlboro kalau terpaksa maklum ndeso,

"ada mess ya?, mas toni tinggal disitu juga?"

"tadi katanya takut, sekarang nanya-nanya" gw menggoda luna

"apa sih yan, kan nanya aja"

"hahaha, mas toni itu teknisi, aku OB disana, aku tinggal sendiri di kantor" gw pengen liat reaksi luna kalau tau gw itu OB,

"oh gak capek apa? siangnya kerja, malamnya kamu partime?"

"kan gak tiap malam juga, masih bisa ngatur waktu kok"


Gw lebih pasif kalau soal bahan obrolan, gw masih trauma waktu itu kayaknya sempat salah ngasih pertanyaan mengenai kapan luna mulai kerja di bali, ya karena gw sekarang udah tau juga sedikit tentang luna dari obrolan waktu itu dengan bang togar, jadi gw lebih berhati-hati kalau mau nanya.

Matahari sudah berganti bulan sejak tadi, sebelum pulang gw menemani luna belanja beberapa keperluan dia di Supermarket biasalah cewek. Gak sampai setengah jam kami sudah sampai ke depan kantor gw, luna meminggirkan mobil naik ke trotoar lalu mematikan mesin mobil,

Quote:
"Loh kok dimatiin?"

"ya mau turun lah yan, gak ada mas joni kan?" luna sedikit mengintip kantor gw yang tertutup rapat karena gak ada orang,

"iya gak ada" gw sedikit menahan senyum gw, mas jon oh mas jon, apa yang sudah kamu lakukan sampai luna trauma kepadamu hahaha


Gw membuka rolling door sedikit agar kami bisa masuk, luna mengikutiku dari belakang,

Quote:
"Diatas aja boleh gak yan?" luna memperlihatkan sebatang rokok yang belum dia bakar,

"oh boleh, tapi rolling doornya aku tutup ya, banyak komputer disini" gw gak mau luna berpikir gw mengunci pintu karena mau macam-macam, komputer ilang mampus gw.

"ayo" ajak gw setelah mengunci rolling door,

"he ehm" guman luna mengikuti gw dari belakang menaiki tangga"


Sebenarnya gak boleh ngajak tamu atau orang selain orang kantor untuk naik keatas, tapi gak ada orang dan gak ada CCTV juga, gak apa-apalah pikir gw.

Quote:
"Hmmmmmmmmmm" desah luna begitu kami sampai di rooftop,

Tangan luna terangkat dan mengepal merenggangkan tubuhnya, rambutnya terbang kesana kemari karena hembusan angin yang lumayan kuat, pemandangan yang indah meski gelap dan hanya di temani cahaya bulan dan lampu lima watt.

[QUOTE]
"mau minum apa lun?" gw mencoba menjadi tuan rumah eh tuan kantor yang baik,

"..." luna hanya menggeleng sambil kedua tangannya bersandar di pinggiran coran semen

"..." gw pun mendekat ke tepian berdiri disampingnya dan melakukan hal yang sama,

"kamu adiknya mas joni yan?" luna membuka obrolan sambil menyulut rokoknya dengan api,

"bukan" jawab gw, make pelet apa mas joni sampe di bahas mulu sama luna hahaha

"iya sih gak mirip, habis dia bilang dia itu mas mu" kata luna

"ya mereka semua disini mas ku, mereka banyak bantu aku"

"..." luna gak merespon,

"kenapa? mau jadi mbak ku?" gw menggoda luna maksudnya mau tak jodohin sama mas toni

"apa sih" luna mendorong gw lembut sambil tertawa, sepertinya luna menangkapnya lain

"orang tua kamu dimana yan?" dan luna pun mulai bertanya hal personal, jujur saja ini merubah mood gw tiba-tiba

"di jayapura" jawab gw singkat karena gw gak nyaman dengan pertanyaan luna ini, problem gw dengan keluarga gw belum ada perubahan signifikan, gw masihlah anak yang terbuang,

"kamu gak kangen mereka apa?" tanya luna lagi semakin merendam perasaan gw,

"enggak" jawab gw dengan nada datar berharap luna mengerti gw merasa gak nyaman,

"oh, sorry" ujar luna sambil menatap gw sambil tersenyum sadar kalau gw gak merasa nyaman,

"gak perlu minta maaf juga kali" gw balas menatap sambil tersenyum kecil,

"terus, kenapa luna? luna artinya bulan kan?" gw berbalik bersandar di pinggiran coran semen menghadap kedalam,

"karena bulan itu meski sendirian dia bisa bersinar untuk menerangi malam" ucap luna

"tapi kamu tau kan bulan butuh matahari agar dapat bercahaya?" gw menyela,


Luna menatap gw, sepertinya kalimat gw barusan tertangkap sempurna olehnya. luna berjalan mendekat membuat gw juga jadi menatapnya dan tak butuh waktu lama bibir kami pun bersua diikuti mata gw yang tertutup rapat memperkuat indra perasa yang dengan jelas bisa merasakan bibir lembut itu, bibir luna yang menuntunku lembut dengan iramanya, saking lembutnya waktu terasa berjalan lambat bahkan gw berharap waktu berhenti saja.

Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
a Road to be Me
Lapor Hansip
18-08-2019 06:00
Balasan post zpy
Ngga sia sia emang bangun subuh

Lanjutkeun gan

Luna acikiwir aku padamu
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
Lapor Hansip
18-08-2019 06:00
Balasan post zpy
Kentang
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 06:04
rayuanmu berhasil. wkwkwkwk emoticon-Leh Ugaemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 06:08
pagi pagi dikasih jatahhh kentang emoticon-Ngakak
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 06:09
Quote:Original Posted By bukan.senja
Ngga sia sia emang bangun subuh

Lanjutkeun gan

Luna acikiwir aku padamu


Iya gan, gak sia2 juga ane belum tidur ini 😴,

Luna punya ane gan, tuh si agung aja gan sikat :maho hahaha

Quote:Original Posted By newbieundetect1
Kentang


Kemaren total up 3 part masak masih kentang aja gan hahaga,

btw di edit gan, kena rules ntar oneliner,

Quote:Original Posted By Alea2212
rayuanmu berhasil. wkwkwkwk emoticon-Leh Ugaemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Dilan mah lewat kan mbak 😎😎😎

Quote:Original Posted By hengkyyy13
pagi pagi dikasih jatahhh kentang emoticon-Ngakak


Kentang kaya akan karbohidrat, jadi cocok untuk sarapan gan 🤣
Diubah oleh zpy
profile-picture
g.gowang memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 07:04
hoaaahh, apdetannya jadi mood booster pagi ini gan, thx 🙏
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 08:18
Quote:Original Posted By zpy
Masa kecil? Ok fix selamat bergabung dengan geng BTN Bocah Tua Nackal bareng yang lain disini hahaha

Aminnnnn gan, amiiiinnnnnnnnn 🤣🤣🤣🤣



Pasrah ndas ku digetok karo botol jack daniels hahaha 😂
Harus e luna sing dikonkon tanggung jawab hahaha


Eleh
Ngongkon luna tanggung jawab??
Sampean ae tresno karo luna
:Ngakak

Nek mulus trasi ne wae ayu ngono, piye asline yan???
Widodari dadi medon kayangan yo
:Lehuga
Diubah oleh wongzelek
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 09:29
cipok terus gan. tiap cewe ada udah pasti kesentuh tuh ama bibir ryan emoticon-Ngakak
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 11:20
Lanjut mas rian. Mantap
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 11:54
Quote:Original Posted By magogeh
hoaaahh, apdetannya jadi mood booster pagi ini gan, thx 🙏


Sama2 gan, secepatnya di update ya,,,

Quote:Original Posted By wongzelek
Eleh
Ngongkon luna tanggung jawab??
Sampean ae tresno karo luna
:Ngakak

Nek mulus trasi ne wae ayu ngono, piye asline yan???
Widodari dadi medon kayangan yo
:Lehuga


Yo kan ryan masih dibawah umur, masih dibawah perlindungan kak seto 🤣,

Asline yo ora koyo agung mas 🤣🤣🤣🤣

Quote:Original Posted By alvien70
cipok terus gan. tiap cewe ada udah pasti kesentuh tuh ama bibir ryan emoticon-Ngakak


Ajian pelet berguru di hutan papua ternyata berfungsi dengan baik gan 🤣

Quote:Original Posted By dany.agus
Lanjut mas rian. Mantap


Sek yo mas, tadi pagi aku baru tidur jam 6, ini baru bangun, tapi pasti update kok kebetulan lagi lowong,
profile-picture
dany.agus memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
18-08-2019 12:41
Quote:Original Posted By g.gowang

Wah.. fitnah itu Dan, jgn percaya.emoticon-No Hope


Wahahaha ah masyak ? emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By zpy

Yap, tapi jangan juga bilang ke istri "mah aku suka loh sama dia" hahHaha


Ya kalo dibilang juga gpp Yan, palingan suruh tidur ruang tamu malemnya haha emoticon-Ngakak (S)

ini juga kek Vino trit sebelah, bening dikit langsung sosor bae,,podo yo Gow ? emoticon-Ngakak (S) @g.gowang
Diubah oleh DanyMartadinata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adityasatriaji dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
a Road to be Me
18-08-2019 13:10
Quote:Original Posted By DanyMartadinata
Wahahaha ah masyak ? emoticon-Big Grin



Ya kalo dibilang juga gpp Yan, palingan suruh tidur ruang tamu malemnya haha emoticon-Ngakak (S)

ini juga kek Vino trit sebelah, bening dikit langsung sosor bae,,podo yo Gow ? emoticon-Ngakak (S) @g.gowang


Aku hanyalah korban, sebut saja mas "mawar" 😭, korban wanita yang lebih tua 🤣
0 0
0
Lihat 1 balasan
a Road to be Me
Lapor Hansip
18-08-2019 13:23
Balasan post zpy
Eh iya, cocok keknya..kan kebayakan si "Mawar" ini pertama kerja juga di calo'in trus trus trus jadi dah..cocok sama Lu Yan emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
widi0407 dan zpy memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
18-08-2019 14:23
Quote:Original Posted By DanyMartadinata
Eh iya, cocok keknya..kan kebayakan si "Mawar" ini pertama kerja juga di calo'in trus trus trus jadi dah..cocok sama Lu Yan emoticon-Ngakak (S)


Yaudah nnti tak bikinin video muka di blur terus suara di filter ngomong

"Eh, saya khilaf pak"
0 0
0
a Road to be Me
18-08-2019 19:05
Bab 3 - 11a,

Gw menggigit-gigit bibir gw sendiri sambil sesekali tersenyum tersipu, padahal sudah lewat 2 hari sejak bibir gw dan luna saling memagut mesra dan maaf jika membuat anda-anda sekalian kecewa, gak ada episode tambahan apalagi adegan panas malam itu, "yang sabar ya franky", bahkan kami berdua gak ngomong apa-apa lagi sampai luna pulang, ciuman itu seakan sudah mengatakan segalanya.


*****

Quote:
"Thank you, and having a good night everybody"


Ujar rizal lead vocal kami malam ini di sebuah cafe di daerah legian

Quote:
"nyantai dulu yuk yan" tanya tommy sembari kami membereskan peralatan

"boleh, dimana?" gw tau maksud tommy ini mau mabok,

"udah ikut aja, cari suasana baru kita" kata tommy

"suasana baru? namanya cafe sih sama aja"

"wah anda sepertinya meragukan ku anak muda" kata tommy sok bijak

"yaudah ayo"


Kami berjalan sedikit dari cafe tempat kami ngamen, ada lorong yang cukup kecil yang hanya bisa dilalui 1 mobil, ada semacam janur-janur saat kami memasuki lorong itu, gak sampai beberapa meter kami menemukan pintu yang adalah pintu cafe itu, "bener juga kata tommy, suasana baru" gw membatin,

Begitu masuk kedalam gw paham apa maksud tommy dengan suasana baru, dari musik yang sedang dimainkan cafe ini bertema reggae.

Quote:
"Bener kan beda" kata tommy


Tommy memesan beberapa botol bir dan fruit mix, dari pesanan minumannya tommy sepertinya lagi benar-benar hanya pengen nyantai. sambil menikmati lagu gw membakar rokok biar keren eh biar nyantai.

Quote:
"Kenapa gak cocok ya?" tanya tommy melihat gw yang biasa aja menikmati musik reggae ini, bukan gak suka, kurang bisa menikmati aja,

"belum terbiasa aja" jawab gw,

"hahaha, tunggu aja" kata tommy


Tommy berdiri dari sofa kami di pojokan lalu berjalan kearah bar dan kembali dengan beberapa botol lagi, Tommy membakar sebatang rokok lalu lalu menyesapnya dalam-dalam, tapi ada satu hal yang gw sadari,ukuran rokok tommy itu lebih kecil dari rokok biasanya, bahkan lebih kecil dari rokok evolution.

Tommy menyodorkan rokoknya itu ke gw sambil tertawa kecil,
Gw tau apa yang dipegang tommy ini, ada sedikit rasa ragu, tapi ada pepatah yang bilang :


...


Selain rasa penasaran gw, muka tommy yang tersenyum jelek seakan meledek ini membuat gw rada emosi hahaha, gw pun memberanikan diri gw.




Suara betotan bass, renyahnya suara snare drum, dan garingnya melodi gitar perlahan terasa melambat beberapa bpm dan masuk ke frekuensi rendah otak gw sensasinya seperti melayang, gw yang introvert rasanya berubah menjadi extrovert secara tiba-tiba, rasanya semua orang yang ada disini itu temen gw, mungkin ini yang dimaksud steven and coconut treez, "Welcome to my paradise", rasanya hanya damai.


Brrrrrr... brrrrrr... brrrrr...

HP gw terasa bergetar di kantong celana, tapi belum terlalu gw perdulikan,

Brrrrrr... brrrrrr... brrrrr...

Lagi hp bergetar, tapi kali ini gw ambil hp gw,

Quote:
"LUNA?" guman gw membaca nama yang tertera di layar hp gw,

"hah, jam 2 subuh? ngapain luna nelpon" gw membatin,


Gw buru-buru keluar dari cafe mencari titik sunyi, didalam mungkin lagi ada paradise tapi yang nelpon ini masa depan hahaha

Quote:
"Halo?" gw menjawab telpon,

"Haloooooo" terdengar suara perempuan dibalik telpon, tapi gw tau jelas ini bukan suara luna

"ya halo? luna?" gw mengecek lagi layak hp memastikan siapa yang menelpon tapi memang benar ini nomor luna

"Ryan? ini nita temannya luna, inget?" ujar cewek itu dengan suara latar yang agak ribut, ribut dengan music EDM,

"Iya, kenapa nit?" gw ingat nita yang waktu itu satu table bareng pas dugem dengan luna, tapi kenapa nita nelpon dari hp luna? gw jadi khawatir,

"kamu dimana yan? bisa kesini gak di *********** "

"oke"


Gw gak tau apa yang terjadi, tapi jam segini nita nelpon gw dari hp luna? pastinya ada sesuatu yang terjadi.

Tempat yang dimaksud nita ini club yang masih di daerah legian, jadi gw pun berjalan cepat menuju tempat yang dibilang nita meski gw sedikit agak sempoyongan akibat efek rokok tommy tadi kaki gw masih belum menapak bumi sempurna, masih ketinggalan di paradise hahaha.

Gw langsung masuk kedalam cafe dan mulai celingak celinguk ke kiri dan kanan, terlalu ramai gw gak bisa fokus nyarinya,

Quote:
"Yan" nita menepuk pundak gw,

"luna?" tanya gw singkat karena disini berisik banget


Nita membawa gw kesebuah table yang diisi sekitaran 8-10 orang, disana gw melihat luna sedang menopang kepalanya dengan tangan di tepian kursi, jelas luna antara sadar gak sadar sekarang.

Quote:
"Yan kamu antar pulang aja luna" kata nita

"..." gw cuma mengangguk setuju,


Gw menghampiri luna,

Quote:
"Lun, luna" gw coba menggoyang tubuh luna perlahan, tapi gak ada respon

"lunaaa" gw coba lebih kuat,

"hmmmm" luna merespon tapi luna terlihat seperti masih sadar tapi enggak sadar,

orang yang pernah mabuk berat atau liat orang mabuk berat pasti ngerti yang seperti ini, saat kita sudah sampai di puncak kita masih setengah sadar tapi udah lemes gak bisa banyak bergerak, semakin banyak bergerak biasanya bikin lebih cepat muntah.

"SITU SIAPA BRO?" Seorang laki-laki menarik pundak kemeja gw hingga gw dan dia kini berhadapan,

"..." gw gak menjawab, kami berdua hampir sama tinggi, gw memasang tampang garang, begitu juga cowok tadi yang diikuti teman-teman lainnya di table yang sama,

Kalau berantem sama dia sih bisalah gw menang, tapi kalo temennya bantuin ya bisalah gw masuk UGD.

"Ini adiknya, aku yang nyuruh dia datang" nita melerai kami berdua, coba aja nita bilang pacarnya, kan bisa lebih keren kedengarannya emoticon-Stick Out Tongue

"yan, sudah kamu bawa kakak mu pulang" ujar nita sambil mendorong gw menjauh dari laki-laki tadi,

"yan cepet yan cepet" bisik nita


Gw mengambil tas yang gw tau punya luna, dan memapah luna berdiri lalu berjalan perlahan diikuti oleh nita, sepertinya mereka percaya gw adiknya luna, cowok-cowok tadi masih ngeliatin gw, gw juga masih sempat-sempatnya berjalan sambil menatap mereka, "not this girl motherfather" gw membatin.

kami menunggu taksi di depan jalan, sambil berdiri luna masih bersandar alias tiduran di punggung gw,

Quote:
"untung kamu ngangkat telpon tadi yan" kata nita saat kami sedang menunggu taksi lewat, luna gak bawa motor ataupun mobil

"luna kenapa tadi nit?" gw bertanya karena dari tadi gw cuma menerka-nerka,

"biasa tadi lagi berempat, terus tiba-tiba ada satu cowok datang gabung, gak kenal sih, cuma hafal muka aja sering ngeliat atau papasan" nita mulai bercerita,

"terus satu temenku pulang, naldy tepar, tersisalah aku sama luna dan cowok itu, terus dia ngajak kami gabung ke tablenya, ya kami iyain aja"

"tapi lama-lama kok cuma aku sama luna yang minum, aku pas beberapa kali, tapi luna enggak, dia hajar terus"

"aku khawatir, jadi aku nelpon kamu, kalo gak bingung gimana caranya aku ngurusin si banci(fyi naldy ngondek) sama anak satu itu" nita menunjuk-nunjuk kepala luna,

reaksi luna? "Hmmmmmmmm" kayak orang yang di gangguin tidurnya,

"kalo kamu gak datang udah dibungkus kali ini anak" nita mendengus kesal sambil menoyor kembali kepala luna,


reaksi luna? "Uhhhhhmmmmmmm" luna berguman kesal padahal lagi gak sadar,

Quote:
"Terus kamu sama naldy pulangnya gimana?" tanya gw

"ihhh perhatiannya" nita mentoel-toel lengan gw dengan telunjuknya, "aku sama naldy gampang,

"eh iya itu naldy sendirian diatas gpp?" tanya gw

"ahh dia juga kalau dibungkus malah seneng" ujar nita membuat kami berdua tertawa


Sebuah taksi kosong berhenti di depan kami, gw dan luna naik, sedangkan nita kembali keatas.
Disepanjang perjalanan luna bersandar di pundak kanan gw, dan tangan kanan gw menahan kepalanya agak gak jatuh karena getaran mobil,

Luna yang gak sadar karena kebanyakan minum dan gw yang masih nge-fly karena rokok bajingan tommy tadi, "what a perfect couple" gw membatin sambil tertawa kecil, maklum masih heppi gara-gara paradise tadi hahaha

Gw menggendong luna turun dari taksi lalu naik ke kamarnya, seperti dejavu rasanya.

Gw baringkan luna di tempat tidurnya, luna menggeliat manja saat merasakan empuk kasurnya, gw menatap luna yang tertidur dari ujung rambut sampai ujung kaki,

Quote:
"Hampir aja dibungkus orang lu" batin gw yang lalu menutup dengan selimut tubuh luna yang agak terekspose di beberapa titik, sebelum gw tergoda untuk ngebungkus sendiri hahaha,


Kamar mandi luna berukuran cukup kecil dengan hanya dibatasi dengan kaca yang dibalur stiker blur, gw masuk ke kamar mandi luna untuk cuci muka menghilangkan kantuk sebelum gw pulang,

Quote:
"HMMMPPPP, HMMMPPPP" terdengar luna seperti menahan muntahnya,

"..." gw keluar kamar mandi takut luna malah jackpot diatas tempat tidur

"HUEKKKKK" gw terlambat, tapi setidaknya luna muntahnya di lantai bukan di tempat tidurnya


Cairan berwarna coklat berserakan di lantai, Gw pun sadar ini akan jadi malam yang panjang.

Quote:
"Luna, luna" gw membatin sambil menggeleng
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
a Road to be Me
18-08-2019 19:53
makin deket aja nih, sama luna. Felly makin tersingkir nih..... wkwkwkwk emoticon-Malu
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Halaman 92 dari 129
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bunga-di-pinggir-jalan
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia