alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5748cb68cc9556d6409d1f/polisi-bebaskan-66-pendukung-referendum-papua
Lapor Hansip
17-08-2019 07:22
Polisi Bebaskan 66 Pendukung Referendum Papua
Polisi Bebaskan 66 Pendukung Referendum Papua

Indonesiainside.id, Jayapura – Sebanyak 66 simpatisan dan pendukung referendum Papua dibebaskan oleh Kepolisian Resor Jayapura Kota, Jumat (16/8). Mereka dibebaskan setelah diamankan pada Kamis (15/8).

Awalnya mereka diciduk di empat titik karena menggelar demontrasi dengan tuntutan empat poin, salah satunya menolak Pepera (penentu pendapat rakyat) tahun 1969. Kelompok ini menamakan diri United Liberation Moverment for West Papua (ULMWP) atau Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat.

Mereka diamankan dengan alasan menggelar demontrasi tanpa izin. Mereka terdiri dari 18 simpatisan merupakan kelompok Trikora, 9 simpatisan kelompok Uncen Bawah, 21 simpatisan kelompok Dok V Yapis, dan 18 simpatisan kelompok Expo Waena.


“Kami sudah melarang mereka dengan memberikan pemberitahuan secara tertulis, karena setelah kita telaah tidak sesuai dengan hal-hal yang dipersyaratkan dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum,” terang Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas dalam keterangan persnya di Mapolresta, Jumat (16/8).

Untuk diketahui, pendukung referendum Papua yang tergabung dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) ini menyatukan tiga gerakan kemerdekaan politik utama. Mereka memperjuangkan kemerdekaan Nugini Barat (Papua Barat) di bawah organisasi payung tunggal.

ULMWP dibentuk pada 7 Desember 2014 di Vanuatu dengan menyatukan Republik Federal Papua Barat (Federal Republic of West Papua, NRFPB), Koalisi Pembebasan Nasional Papua Barat (West Papua National Coalition for Liberation, WPNCL), dan Parlemen Nasional Papua Barat (National Parliament of West Papua, NPWP).

Terkait aksi penolakan mereka terhadap Pepera 1969, Kamis (15/8), sejauh ini Polres Jayapura Kota belum menemukan cukup bukti perbuatan pidana. Mereka juga belum dikenakan pasal makar. Meski demikan, polisi masih melakukan pengkajian.

“Apabila dikemudian hari ditemukan bukti yang cukup, maka kami lanjutkan proses hukum, apakah Pasal Makar dalam KUHP maupun UU lain, baik secara kelompok atau perorangan,” katanya.

Dia mengklaim telah melakukan identifikasi terhadap setiap simpatisan ULMWP sebagai pegangan. Sejumlah alat peraga yang digunakan berdemontrasi juga turut diamankan sebagai barang bukti, seperti bercorak bintang kejora, pamflet, atau spanduk.

“Ada empat poin yang mereka bawa dalam aspirasi meliputi penolakan Pepera, penolakan New York agreement, aksi mendukung Pasifik Forum dan persoalan Nduga, termasuk tulisan penentuan nasib sendiri West Papua,” terangnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Imanuel Gobay mempertanyakan tindakan kepolisian terhadap para pendemo tersebut.

“Sebelum tanggal 15 Agustus, mereka sudah memberikan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polda Papua dan Polresta. Langkah ini sudah sesuai mekanisme demokrasi yang dijamin UU Nomor 9 Tahun 1998,” katanya.

Dari 66 orang yang diamankan, Imanuel menyebutkan, 65 orang telah ditahan sejak Kamis hingga Jumat di Mapolresta. 42 orang diantaranya telah dimintai klarifikasi terkait aksi unjuk rasa di Kota Jayapura.


sumur

mungkin pak polisi teringat kembali dengan apa itu isi pembukaan UUD 1945
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
17-08-2019 08:00
Mungkin polisi lagi nyari bukti kerterlibatan mereka di soal makar..

Kalo terbukti ya dtangkep..

Kalau mau ditangkep trus ngeyel sama ngelawan ya di tembak..

Setelah ditembak ya modar terus jadi bangke..

Mungkin loh ini.. emoticon-Big Grin

Polisi Bebaskan 66 Pendukung Referendum Papua
Diubah oleh khayalan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novembermann dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Lihat 1 balasan
17-08-2019 08:42
Kalau mau gelar demo harus ada izin dulu ya
Diubah oleh 54m5u4d183
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1
17-08-2019 09:00
bukan makar soalnya badannya item semua
kecuali kalo itemnya dikit misal di jidat doang
profile-picture
novembermann memberi reputasi
1
17-08-2019 09:45
Ya kalo lupa dengan isi UUD buat apa ada Indonesia? emoticon-Leh Uga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1
17-08-2019 09:47
Kera dikasi baju ya kayak gitu.
Harusnyabdibantai aja emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
novembermann dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
2
Lapor Hansip
17-08-2019 09:48
Balasan post khayalan
Harusnya sih monyet macam mereka dibasmi aja om emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
novembermann dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
2
17-08-2019 10:29
Polisi sadar kalo Rezim ini mmg belum adil ke masy papua
profile-picture
novembermann memberi reputasi
-1
17-08-2019 11:23
Sudah seharusnya mereka dilepas liarkan di suaka alam
0
17-08-2019 11:41
krnapa tidak di umpankan saj ke buaya muara brew
0
17-08-2019 12:00
rise of the planet of the apesemoticon-Big Grin
0
17-08-2019 12:06
Quote:Original Posted By GayusTambunan.
Harusnya sih monyet macam mereka dibasmi aja om emoticon-Embarrassment


Hus.
Gk boleh kasar gt...
0
Lihat 1 balasan
17-08-2019 12:37
kalau ada perjalanan luarnegeri harusnya ke korut saja contoh pks atau semacamnya biar merasakan enaknya hudup di negeri ini
0
17-08-2019 13:48
Ckp dicubiti sj kl takut ujung"nya HAM
0
17-08-2019 15:46
yg terbaik saja
0
Lapor Hansip
17-08-2019 17:24
Balasan post hainserr
Ya sudah, kera
0
17-08-2019 23:37
balikin ke jaman batu aja.. cem ginian gak punya hak apapun di tanah jawa, udah numpang sekolah, gratis, kerjaan mabok bikin onar, udah lulus belagu teriak² HAM segala, otak sampah semua lah... racun aja ampe modyaar
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.