alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.92 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019
Lapor Hansip
08-08-2019 14:35
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019
√ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ;

ID :
Judul Karya : (Maksimal 3 karya)
Link Postingan :

√ 1 id - 1 person, maksimal 3 karya dalam satu postingan. (Ingat ya, 1 id HANYA BOLEH 1 POSTINGAN)
√ Tidak boleh chit-chat alias kwot-kwotan emoticon-Mad

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:
Pengumpulan : 8 - 21 Agustus 2019

Penjurian : 22 - 28 Agustus 2019

Pengumuman : 29 Agustus 2019

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
Diubah oleh stef.mjz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 7
16-08-2019 18:20
MENGEJA MERDEKA

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

/1/

Di usia tujuh setengah dasawarsa kita pahami bahwasanya merdeka tidak semata lepas dari penjajah yang di tubuhnya menderas sifat-sifat Rahwana. Merdeka adalah tentang menunaikan ibadah luhur memanusiakan manusia di sepenjuru Nusantara. Merdeka adalah tentang bersaudara bukan saling menumpah darah. Merdeka adalah mengayomi bukan meninggi dan menguasai, mengeka bukan saling menghina, berbeda bukan saling bersela.


/2/

Kita hayati merdeka bukan sebatas terbebas dari penjajah-penjajah yang tak berwelas. Merdeka bukan hanya mengangkat senjata mengusir Belanda selepas Perang Dunia Kedua. Merdeka adalah perihal suci peperangan memerangi kebodohan. Merdeka adalah tentang menerjang ketidakadilan dan sosial yang senjang, adalah luhur aksi meniadakan kemiskinan. Merdeka adalah tentang saling menyambut bukan khusyuk saling melempar hasut, bermadaniah bukan saling menetas fitnah, menyingsing lengan baju untuk maju bukan mengasing-asing suku untuk saling beradu.


/3/

Esensi merdeka kita khidmati bukan semata-mata mengganti pemerintah koloni menjadi pemerintah yang berhulu dari bangsa sendiri. Bukan sebatas mengganti Londo menjadi wong kito. Ia adalah tentang berdikari dalam ayoman wakil sendiri yang tak hobi mengisap upeti dari kaum sendiri untuk riang-riang melakukan safari. Merdeka adalah sebenar-benarnya menjadi manusia Indonesia yang bebas tidak menghamba atau diperhamba dunia.


/4/

Indonesiaku yang raya, selamat menunaikan kemerdekaan yang seutuh-utuhnya.







_________________________________





KREDO PERLAWANAN

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


I

Teruntuk,
manusia-manusia yang menuhankan uang dan menggadai tempat kelahirannya sendiri.

Teruntuk,
kapitalis-kapitalis dan aparat desa yang menuhankan tambang-tambang pasir.

Teruntuk,
mereka yang menjadikan pengebumian kepada manusia yang mencintai bumi sebagai ibadah.

Teruntuk,
perampok kebebasan.

Saya Salim Kancil, saya melawan karena saya benar. Saya berdiri atas nama manusia Indonesia yang bebas dan merdeka.



II

Dan sungguhlah tambang-tambang pasir menyihir kami menjadi akar rumput yang mati dibunuh rasa lapar di bumi sendiri.

Oleh tambang-tambang pasir petak sawah kami yang kecil dengan hasil yang mungil akhirnya menemui ajalnya, begitu juga dengan alam yang sering berdema, begitu juga dengan kami.



III

Mati, mati, kami mati dibunuh kapitalis dan kongsinya si abdi negeri di tanah leluhur sendiri.

Luluh lantak bumi kami, luluh lantak. Tambang, tambang, tambang mengharuskan kami tumbang.

Mencintai bumi, bumi, bumi, dan kapitalis membumikan kami di bumi sendiri.



IV

Saya Salim Kancil dibunuh karena benar. Dikebumikan karena mencintai tanah pertiwi. Sungguh saya hanya berupaya menjelma manusia Indonesia yang bebas dan merdeka.
Diubah oleh calasstafhia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 6 lainnya memberi reputasi
7
17-08-2019 06:08
Parade Waktu

Pukul satu lebih dua, waktu cinta bagian duka. Suasana hati masih sama, terbayang - bayang ranum matamu yang sudah tiada.

Tepat jam tiga lebih satu, parade waktu urutan rindu. Kumpulan kesenangan yang sudah menjadi kenangan, setia mendiami jiwaku yang abu - abu tanpa harapan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 6 lainnya memberi reputasi
7
17-08-2019 09:14
SOSIAL MEDIA


facebook awalnya kita bisa mencari pertemananan
Kini berubah menjadi ajang konflik dan drama
Banyak halaman yang memberikan berita
Tapi selalu dibanjiri komentar pedas oleh para netizen

Twitter awalnya seperti facebook tapi simpel
Kini dipenuhi dengan dongeng-dongeng bagai sinetron yang dibuat oleh nitizen demi mendapatakan perhatian

Instagram awalnya untuk membagikan momen lewat foto
Kini hanya jadi ajang panjat sosial
Dimana orang kaya memamerkan kekayaan mereka
Dimana orang miskin tidak mau terlihat susah
Selfie mereka juga penuh dengan kesusahan dibelakangnya

Ah Indonesia
Kapan kah kalian bisa beretika saat disosial media
Banyak orang-orang yang dirugikan akibatnya
Banyak orang yang ditangkap polisi karena nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17-08-2019 11:22
janeeta97

Derita yang Berbuah Manis


Mulut berteriak
Kaki berlari
Tangan mengepal
Mata memandang tajam
Otak memikul keras beban kehidupan.

Permata kau tinggalkan
Gemerlap dunia tak kau pedulikan.

Indahnya pelangi tak lagi menghiasi matamu
Hanya sebuah mendung yang menyapa
Lautan biru tak kau temui
Warna biru telah menyulap menjadi merah
Senyum tak lagi menyapamu
Tetesan air mata selalu di depan matamu.

Rumput kau jadikan kasur
Daun kering kau jadikan selimut
Tanah kau jadikan ranjang
Bintang kau jadikan hiasan dinding
Bulan kau jadikan lampu
Suara hewan kau jadikan penghibur
Hutan kau jadikan rumah
Itulah yang menemanimu saat tidur
Tidur-tidur ayam yang kau jalani.

Sungai kau jadikan sumber kehidupan
Kau gunakan untuk bersuci
Kau gunakan untuk melangsungkan kehidupan.

Satu teriakan yang membasahi mulut mereka.

MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA ....

Kau melakukan semuanya tanpa dibayar
Namun, ikhlasmu luar biasa
Semua demi cinta
Cinta yang tak pernah diduakan
Cinta tanah air menjadi wujud imanmu kepada-Nya
Walau, kau tak dibayar dengan recehan
Bayaranmu akan melebihi recehan
Yang membayarmu langsung dari-Nya
Insyaallah ... Surga berada dipihakmu
Aamiin ... Aamiin ... Aamiin ....

Perjuanganmu tak sia-sia
Tirakatmu luar biasa
Doamu diijabah
Penderitaanmu membuahkan hasil
Bertahun-tahun perjuangan itu berlangsung
Hasil pengorbananmu berujung manis.

Bersyukur atas kemenangan
Kami tak bisa berkata apa-apa selain bersujud pada-Mu
Mendoakan para pahlawan adalah kewajiban kami.



Jogjakarta, 17082019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 8 lainnya memberi reputasi
9
17-08-2019 11:36
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Bendera


Gemuruh sorak-sorai menggetarkan awan
Memujaku yang tegak menjulang
Lihatlah semua mata memandang
Hormat dan salut penuh kebanggaan

Aku lah sang merah putih
Simbol keberanian dan kesucian
Keberanian tiada tara dan kesucian untuk merdeka

Bertahun- tahun yang lalu
Tumpahan darah dan airmata mengiringi tiap kibaranku di angkasa

Tak ada ragu dan ketakutan
Demi tegak dan berkibarku di tiang

Tiap benang tiap jahitan adalah doa yang teranyam
Jadikanku helai yang rupawan

Akulah sang merah putih
Lambang keberanian dan kesucian

Berani melawan penjajahan
Dengan tekad suci untuk kemerdekaan

Akulah sang merah putih
Tegakku adalah untukmu
Dirgahayu negeriku

***

Merah Putih Si Tua


Merah putihku berkibar lagi hari ini
Tegak berdiri seperti 74 tahun yang lalu saat sang proklamator lantang berseru "merdeka!"

Sorak sorai waktu itu masih mendengung jelas ditelingaku
Menggema keras menggetarkan sanubariku

Wajah-wajah sumringah dengan tetes airmata dan kebanggaan terlihat nyata
Hari itu kami merdeka

Hari ini untuk sekian kali ku tatap angkasa
Merah putihku yang berkibar perkasa
Namun sorak sorai tak lagi menggema
Wajah-wajah muda tak lagi berbangga
Hanya airmataku yang mengalir nelangsa

Apakah arti hari ini bagimu orang muda?

Apakah kau tak merasa merdeka?

Ataukah aku yang sudah terlalu tua?
***

Purwokerto, 17.8.2019

link pict
Diubah oleh Indriaandrian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 8 lainnya memberi reputasi
9
17-08-2019 12:22
Merdeka?
Merdeka?
Apakah kita sudah merdeka?
Ketika kata-kata dianggap durjana
Hanya karena tidak sesuai pendapatnya

Merdeka?
Benarkah kita sudah merdeka?
Ketika buah pikiran dinista
Sebab dianggap menyindir kelompoknya
Menyudutkan kaumnya
Padahal tidak ada yang salah dengan isinya

Jika kamu takut dengan kata-kata
Tanyakan pada diri mu, apakah kamu sudah merdeka?
Soekarno, Hatta dan semua pejuang bangsa
Adalah orang yang terbiasa berbeda
Dalam kata-kata, dalam isi kepala

Perbedaan itu tak lantas membuat Bapak-Bapak bangsa saling menista
Saling menghina
Apalagi memberedel karya rekannya

Perbedaan itu justru menjadi asa
Akan hari esok yang berwarna
Bukankah kita punya Bhineka Tunggal Ika
Yang dalam maknanya lekat dengan hal yang berbeda?
Namun kemudian disatukan oleh tujuan yang sama
Persatuan Indonesia!

Kawan, janganlah menjadi seperti Belanda
Yang takut dengan kata-kata
Takut dengan retorika
Takut dengan dialektika
Kenapa?
Karena mereka sang durjana!

Kawan, marilah biasakan berbeda
Karena berbeda adalah sumber kehidupan dan cinta
Bukankah Adam dan Hawa juga berbeda?
Bukankah dari perbedaan itu lahirlah kita, anak-anak mereka?
Lalu apa alasan pembenar untuk memberedel mereka yang berbeda?

Memancing api keriuhan, memancing nestapa?
Bagi siapa?
Itu hanya ilusi saja
Itu hanya ketakutan mu saja

Tidak ada kata-kata yang nista
Selama kita menggunakan hati dan jiwa
Untuk melogika maknanya

Merdeka?
Tidak ada!
Selama jiwa-jiwa sok kuasa masih bertahta
Merdeka?
Bisa!
Ketika kita mau menjadi manusia
Yang sadar akan tugas dan fungsinya
Di dunia yang akan selalu berbeda
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 12 lainnya memberi reputasi
13
17-08-2019 13:14
negeri dalam ironi

banyak kubaca dalam buku, negeriku adalah idola
atlantis yang hilang, diberkati ribuan anugerah
meringis sedih, negeriku buta
keluarga kaya, bermain layak tuhan
bangun dinasti, wariskan 7 generasi
miskin? tidak ada tempat bagimu kawan
berteriak di jalan tidak memberi jalan
bergeram dalam hati tak memberi solusi
sudahkah kau makan obatmu teman
negeri ini sakit, entah kapan akan mati
kau mungkin ingin pergi dari sini
ku tahu, aku juga ingin
tapi biarkan ku lakukan yang kubisa
meskipun hanya dalam kekata
bahwa suatu hari, negeri ini bisa merdeka

tidak ada yang sempurna
bukan masalah menjadi digdaya
atau bisa berswasembada
cukup tentram hati melewati hari
saling meyakini untuk bersama berjuang
harmoni layaknya sapu lidi
tetap kuat dalam satu
ucapan santun saling menyapa
sebarkan cinta, senyum di muka
tak butuh sebongkah emas untuk diperebut
atau berjaya dalam liga antar bangsa
cukup kesempatan terbuka untuk semua
bisa tunjukan potensi yang dipunya
dan bahagia? bagaimana aku bisa bahagia?
kalau negeri ini belum sepenuhnya bangun dari tidurnya
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Merak Pertiwi


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Elok nian merak di pelupuk mata
Manis wajahnya kembang bulunya
Bermacam warna halus merona
Jatuh hati aku terpana

Semua janji tuk melindungi
Dari serangan para pemati
Tapi sayang, sayang sekali
Terlalu indah, terpaksa digunduli

Merakku sayang merakku malang
Ragam corak padu gemilang
Mematung hati saat terbentang
Satukan beda dalam seimbang

Rindu sayap merak terkembang
Pamerkan juta warna terbilang
Boleh aku tersenyum senang
Merak yang baru esok kan datang

Satu doaku pada Ilahi
Di hari perayaan suci
Selalu dijaga bumi pertiwi
Agar seperti terlahir kembali
Diubah oleh gebolextreme
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 7 lainnya memberi reputasi
8
17-08-2019 15:18
Bawalah Perubahan
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Rudira bergejolak, napas terpacu
Tersingkap gelora kian membara napsu
Semangat generasi muda yang satu
Ciptakan karya, terus bergerak maju!

Singsingkan lengan baju!
Ayo bekerja! jangan pernah lesu
Patriot bangsa merasa terpanggil selalu
Membawa perubahan Indonesia, negeri tercintaku

Jangan pernah malu!
Apalagi enggan dan malas berguru
Menuntut ilmu tiada batasan usia dan waktu
Sukses, inovatif itu nyata, bukan semu

Padamu Indonesia penuh harap, generasi handal yang terus melaju
Di tanganmu kejayaan Indonesia tercipta selalu
Bawa bangga Indonesiaku
Berkaryalah, ayo terus maju!

Surakarta, 17 Agustus 2019
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hati Merenjana

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Setangkup hati merenjana
Kepingan rindu menangis terluka
Tersayat, tercabik atma namun, tak berudira
Kepedihan terasa memeluk daksa

Melas, pilu jiwa terasa hampa
Melihat kekerasan anak dan wanita
Merasakan muda mudi berpesta narkoba
Perilaku yang menyimpang dari norma

Anak muda, engkaulah generasi bangsa!
Engkaulah pewaris tahta negara
Pemegang cambuk estafet kepemimpinan nantinya
Siapkan mental, ilmu untuk menjemputnya

Bawalah maju Indonesia Raya!
Dari tanganmulah bawa bangsamu bangga!
Pikiranmu dibutuhkan untuk kemajuan bangsa
Etos kerjamu dituntut jadi nyata

Surakarta,17 Agustus 2019
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ciptakan Percaya Diri

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Kikis, buang rasa tak percaya diri!
Tepis keraguan yang menghiasi
Jangan pernah malu aktif dan berinovasi
Generasi muda teruslah berprestasi!

Banggalah jadi putra putri Pertiwi!
Bangsa besar dengan keanekaragaman budaya dan hayati
Negara adidaya, bereluk adat dan kerukunan antar umati
Tersenyumlah! Negeri ini akan tercipta nyata dari sebuah mimpi

Bertanyalah jika kegalauan menyelimuti hati
Lesapkan kerasnya hati yang terjeruji
Kalahkan ego, kita harus berani
Belajar, berkarya dari usia dini sampai nanti

Jangan pernah lelah dan berhenti!
Sematkan dalam dada sebuah janji
Cita-cita untuk bunda Pertiwi
Belajar, berkarya sekarang, besok, dan nanti

Surakarta, 17 Agustus 2019
Diubah oleh abellacitra
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 9 lainnya memberi reputasi
10
17-08-2019 21:03
servesiwi -- kewajiban bukan pengorbanan


Kau coba beri artiKu pada mereka saat malam tiba
Walaupun kau harus menerima panas dan terik
Engkaulah alasan mengapa Aku sampai saat ini bertahan
Bertahan bersinar dari timur sampai ke barat

Walaupun saat sinarKu mulai terik, tak jarang mereka berkata
"Hari begitu panas dan menyengat kulit"
Dan saat hujan badai datang menerpa, mereka dengan berkeluh kesah akan merindu sinar terang di langit

Aku tersenyum bahagia saat malam tiba
karena mereka sangat menikmati keindahan dan kehangatanMu

TeruntukMu Bulan penyemangat hidupKu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 4 lainnya memberi reputasi
5
18-08-2019 01:43
Merdeka? Maaf Saja

Merdeka? Haha (aku tertawa saja). Dari sisi kehidupan mana kamu lantang bersuara merdeka?

Maaf saja… Untukku, kata merdeka tidak pantas disandingkan untuk sebuah negara yang kutang warganya dipatri kalimat: "Buatan tetangga".

Maaf saja… Untukku, kata merdeka terlalu dini digunakan sebuah negara yang menegakan diri saat menerima hiba tetangga untuk mengalirkan tinja; jika untuk mengolah kotoran sendiri saja dibantu, merdeka adalah tabu.

Maaf saja… Untukku, kata merdeka terlalu munafik diucap suatu bangsa yang tidak panjang sumbu pantik, yang saling memangsa satu bangsa, yang memberi batas bangsa sehimpun nusa saja.

Merdeka adalah kidung para pahlawan yang telah gugur. Berlarik darah yang bercucur, peluh yang melebur, sahabat yang terkubur, dan cinta yang hancur. Bernada gelegar semangat yang tak kenal patah, gemuruh doa yang tak kunjung lelah, rintihan air mata pilu, riakan gelak tawa sendu.

Lalu, hari ini?; kamu menyanyikan kidung kebanggaanku dengan mengaduh-aduh di hatimu. Sayu-sayu di matamu, dan menumpul sudut lenganmu menghormati Sangsaka yang hanya kamu usahakan milikmu hanya jika diinjak-injak kaki kotor tetangga.

Luar biasa, merdekamu milikmu anak muda.
Pantas saja Ibu pertiwi selalu kulihat sendu rautNya kecewa.


Jakarta, 17 Agustus 2019
Nyunwie



----


Zona Merdeka


Aku ingin mencintaimu dengan merdeka.
Seperti sepasang merpati pengembara; tak tersekat balok-balok kayu; tak terikat simpul-simpul lucu; tak merindu dibalik sangkar-sangkar bambu.

Aku ingin mencintaimu dalam merdeka.
Seperti lensa; kamu cahaya; menjadikan objek jadi nyata dan aku bisa merekam gerakmu kapan saja tanpa perlu sembunyi-sembunyi; cahaya bukan milik satu pribadi.

Merdekalah dia: yang membuatku seperti pesakitan di tanah merdeka; yang tak berdaya terkekang derita bahwa kamu dimiliki dia.
Dan merdekalah aku yang mencintaimu diam-diam; yang memimpikanmu sembunyi-sembunyi. Karena aku tak ingin menjadi kelam diantara cintamu dan dia yang begitu suci.


Jakarta, 17 Agustus 2019
Nyunwie


----


Orang Merdeka


Kini aku tiba pada suatu masa di mana mencintaimu adalah sebuah kemerdekaan; Kita merdeka dalam keabaadian.
Tiada lagi ada letupan-letupan permasalahan, tiada lagi terdengar teriakan-teriakan derita, tiada lagi terngiang rintihan pilu dari jarak yang  membelenggu di antara ruang-ruang kosong bait sajak perjuanganmu.
Senyuman indah yang terkandung derita, gelak tawa dari topeng bahagia; di baliknya tersimpan kelam dalam kulitmu yang perlahan memudar; meredup pendar.  Dan semua itu kini hanya gambaran semu dalam dimensi heningku.
Di akhir jalan aku tiba di suatu masa di mana aku menyanyikan lagu perjuangmu melawan derita, di depan namamu yang terukir indah dalam mahoni wewangi yang menacap di atas tanah merah. Hujan menyapu segala; bunga-bunga, stanggi menyatu jelaga. Dan kamu memisah dunia; kembali meyatu dengan semesta, selamanya…
Kamu orang merdeka dari segala usang dunia…
Aku pecinta yang berdialog dalam raga wadah Semesta, kelak nanti aku mengecap jejak aroma nafasmu; aku menyelamimu kedalam ruang rindu.
Hingga pujangga selanjutnya mengkidungkan kisah dua orang merdeka; kita yang menyatu dengan Semesta.


Jakarta, 17 Agustus 2019
Nyiunwie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 8 lainnya memberi reputasi
9
18-08-2019 07:41
Kibar Bendera


Tujuh puluh empat tahun lalu
Kita semua masih terbelenggu dalam pasungan yang membentuk kubu - kubu
Lelehan air mata mengguyur wajah - wajah pilu bangsaku
Dijerat aturan - aturan baku yang merampas kebebasan kalbu

Tanah ini milik kita
Bangsa Indonesia yang sudah selayaknya merdeka
Menyetir sendiri roda kehidupan negaranya
Bukan hak mereka
Bukan tugas mereka
Tapi kita, sang penggerak peradaban bangsa

Kain merah putih ini dikibarkan
Pertanda kebebasan jiwa yang muak akan keserakahan
Kibar bendera yang menari - nari
Merupakan asa baru bagi kami

Sejarah panjang terukir dalam jahitan bendera itu
Keringat, tenaga, darah dan perjuangan para pahlawanku
Terbayar dengan kemajuan dan kemerdekaan negeriku
Jayalah Indonesiaku, Tetap berkibar gagahlah benderaku

Bangsa ini akan tetap kokoh berdiri
Sebab banyak yang mempertahankan kesatuan dan persatuan negeri
Keutuhan nusantara tak akan mudah dilucuti
Akibat kaum - kaum nasionalis yang saling bersinergi

Berkibarlah dengan keanggunanmu wahai sang Saka
Diubah oleh adnanami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 6 lainnya memberi reputasi
7
18-08-2019 16:47
carrpirates

Quote:
Biarlah

Senyumku mengembang mengingat saat kita duduk di pinggir jalan.
Ditemani raut tatap mereka yang seolah enggan mengiyakan.
Memanglah garis wajahmu elok bak khayalan akan surga.
Mungkinkah lewat dirimu Sang Pencipta hendak menunjukkan indah yang sempurna ?

Ingatanku kembali menjulur merambati setiap kenangan bersamamu.
Semesta seakan setuju saat kau telah memilihku dan aku telah memilikimu.
Masih ingatkah kau ketika jari - jemari kita berpadu dan mata kita saling menatap ?
Langit bercahaya hijau saat aku berikrar dalam hatimu aku kan menetap.

Sampailah ingatanku pada ujungnya di tempat sepi ini.
Ditemani sendu daun kering yang berguguran selaras.
Mereka berkata untuk merelakan tanpa tahu sedalam apa aku mencintai.
Mereka yang berbaju serba hitam mengira aku sedang tidak waras.

Biarlah mereka berkata aku terpenjara dalam rasa yang hampa.
Biarlah, nyatanya aku tetap bebas memilikimu walau tanpa raga.
Biarlah mereka berkata aku terjebak dalam halusinasi semu semata.
Biarlah, aku lebih menyukai bila bisa bersamamu selamanya.

Teruntuk engkau kekasih hati pujaan yang sudah dikangeni oleh Tuhan.
Jika harus hidup mencintai orang lain, lebih baik aku hidup dalam pertapaan.
Jangan kau khawatir di sana karena aku akan menjaga hati hanya untukmu seorang.
Ku ikrarkan janjiku di depan gundukan tanah basah ini, cintaku tak kan bercabang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 6 lainnya memberi reputasi
7
18-08-2019 18:14
Quote:
Tapak Jejak Para Pejuang

Sepenggal kisah tentang perjuangan
Berbagai cara merebut kemerdekaan
Dari lisan-lisan para veteran perang
Setelah Indonesia Raya berkumandang

Kerja rodi romusha serta tanam paksa
Mengakibatkan insan meregang nyawa
Itu mereka, para pahlawan bangsa kita
Yang membuat negeri ini merdeka

Seketika tubuhnya bergetar
Terdengar suara pilu disertai isakan
Layaknya membuka luka yang teramat dalam
Hatiku teriris seolah ingin balas dendam

Semuanya tlah kau korbankan
Sampai pada titik darah penghabisan
Kepada para bedebah yang gila kekuasaan
Sungguh, sejarah ini takkan kami lupakan


profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Post ini telah dihapus oleh radheka
18-08-2019 19:17
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Sumber Gambar: Doc. Pribadi

Bebas Merdeka, Katanya

Di sini,
Di sudut desa tempat kami berdiri
Ada banyak kisah tersembunyi di masing-masing relung hati
Tentang mimpi dan cita-cita
Tentang rindu jua hidangan yang tak menghilangkan dahaga

Di sana,
Di tiap-tiap jantung kota,
penguasa sibuk tertawa
Menumpuk harta sembari bermain drama
Ada yang menangkap dan ditangkap
Menuduh dan dituduh
Membuat gaduh seluruh penjuru

Siapa benar?
Siapa salah?
Keduanya tiada beda
Dan kami masih bertanya
Benarkah negeri ini telah bebas dari penjajah?

Imagi terus berkelana
Mencari jawaban untuk ribuan tanya
Baik perihal tanah surga, juga arti kata merdeka

Merdeka!
Begitu kata mereka
Lalu kami pun tertawa
Ikut bersorak riang gembira
Mengibarkan merah putih setinggi-tingginya
Merdeka!

Kami percara negeri ini telah merdeka
Dari jajahan Jepang pun Belanda
Tak terdengar lagi suara senjata
Juga letusan bom yang melenyapkan segala

Tetapi,
Mengapa di sini masih ada airmata?
Ia menghiasi pipi para bocah yang ingin mengenal bangku sekolah
Juga mengalir dari netra para pejuang kehidupan yang hanya bergelar orangtua

Sedari pagi hingga petang,
Begitu banyak kepala bersahabat dengan tumpukkan sampah
Tak terkecuali usia senja
Mencari yang dapat ditukar rupiah
Berharap esok dunianya berubah indah

Kami kembali bertanya
Pada segala yang ada
Kepada hamparan sawah
Gudung-gunung dan yang menaungi kami di atas sana

Apakah angin hanya membawa kabar gembira kepada jantung penguasa?
Atau memang perihal duka rakyat jelata tak menarik untuk dicari penyelesaiannya?

Angin ...
Angin ...
Kabarkan segera
Tentang jawaban mereka
Jangan biarkan merdeka hanya tentang lenyapnya penjajah
Tetapi juga soal jiwa yang sungguh hidup sejahtera


Bima, 18 Agustus 2019

Oleh: Darmawati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Handikaweh dan 15 lainnya memberi reputasi
16
18-08-2019 19:25
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019



Ryken pb~💙~Suara untuk Bumi



Pada dada retak masih tersimpan dua mata ditelanjangi kutukan
Di kota yang masih basah oleh darah dan air mata
Mayat-mayat kesedihan terkapar tak bertuan

Suara-suara bukan lagi jeritan; diam tak terkata
Napas yang kehilangan asa
Adalah huruf-huruf pucat di atas lembaran kesepian
Tentang di mana lagi bocah-bocah harus memanggil ayah, ibu
Kemana lagi jemari kelaparan yang haus mengais sampah

Belumlah merdeka ...!
Dari tanda dada pengepul debu sisa-sisa kemewahan
Sedangkan tawa-tawa arogansi menggelegar di langit-langit Tuan dan Nyonya
Di antara wisky bercandu pada aroma tubuh pelacur

Bau anyir berserak di tepi jalan sunyi
Lahir dari kepuasan jiwa
Haus perak dan emas
Atau tubuh yang menjerit sangsai
Menusuk jiwa teduh, membakar tubuh api

Wahai!
Apa kita telah Merdeka?


Sultra, 18819~17:27



~~~~~~~~



Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019





Ryken pb~💓~Pelacur di Kota Tua



Hatinya terbaring telanjang di atas trotoar kerikil
Menatap langit tua renta dengan mata dada yang hampir buta
Tentang wangi tubuh perawan
Kesucian silam sebelum pucat dan buram

Di sudut kota tua
Pada dada telanjang
Masih menyimpan sisa-sisa malam
Aroma tubuh yang meminang, dipinang birahi

Dari percakapan-percakapan rindu
Saling mengejar puncak
Desah, kemiskinan dan keterpaksaan

Kesepian malam adalah hujan pada relung
Ditikam sesal dan pertobatan
Atas mata-mata langit yang mengintai

Dan perempuan aroma malam
Hendak benar-benar telanjang
Meraibkan jejak di dinding malam
Di kota tua
Selepas perkataan kitab putih

Pelacur kota tua
Sungguh ingin pergi menjauh



Sultra, 188'19~~18:06



~~~~~~~~


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019




Ryken pb~💚~Puisi Separuh Purnama yang Lepas


Terkadang kau dan aku adalah batu yang bertingkah atau meningkahi hujan sebagai aroma tubuh kita.

Ketika kesepian adalah suku kata paling abadi tentang jarak dan waktu, tentang detak rindu dan detik rintih.

Di antara kesunyian paling rindu yang mengentah. Adalah percakapan huru hara wajah lain yang memunguti mimpi. Berpura-pura atau disengajakan olehmu meminjam teduh pada rumah kita.

Kau sebut aku kunang-kunang. Namun, di sisi tepi gelap kaupinjamkan mataku pada ia; mawar yang kautumbuhkan pada batu.

Pada satu puisi. Huruf-huruf kaukabarkan sebagai surat. Tentang lidah api yang menjilatimu serupa lelehan. Di mana kaurupakan aku seibarat bibir pantai dan dirimu adalah lautan yang menangisi pedih, menungguku mengecup rindu yang bergelantungan.

Namun aku telah gerimis, terbawa mendung, membebaskan diri sebagai karang, peraduanku adalah puisi separuh purnama yang lepas.



Sultra, 188'19 ~💛~ 19:34
Diubah oleh rykenpb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 16 lainnya memberi reputasi
17
18-08-2019 20:02
kemerdekaan cintaku
Kemerdekaan Cintaku

Di hari kemerdekaan
17 Agustus 2019 ini
Ingin rasanya aku terbang
Bersama dengan rasa sayang

Namun, semua terkekang
Yang ada hanya bayang
Diriku yang memar terjelengkang
Tanpa pernah tahu arti menang

Kini aku tahu kemerdekaan cintaku bukan sekarang
Mungkin di masa mendatang, dimana rasa sayang
Hinggap pada diriku, menerkam dan menerjang
Hingga semua rasa sedihku bungkam bersama rasa senang

Lamongan, 18 Agustus 2019

Lara hati

Hatiku terbuai rasa sesal yang mendalam
Bersama kebahagiaan yang mendadak bungkam
Sang bidadari hilang dalam bayang kelam
Di kala mentari mulai terbenam

Hati kini telah lara
Tiada lagi yang tersisa
Semua kini hampa
Tinggal seonggok duka

Bersama laki-laki yang terjerembab pilu
Kini hanya ada penyesalan syahdu
Ku harap semua rasa sakit akan segera berlalu
Sungguh malam nasibku

Lamongan, 18 Agustus 2019
Diubah oleh good200
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 5 lainnya memberi reputasi
6
18-08-2019 20:39
Sabda Goa Hantu

Pagi matahari benderang
Sajak nyiyir si buta mengarang
Kisah ashabul kahfi merentang
Dalam goa hantu yang nyaring mengekang

Semua penghuni terlelap api
Seperti para paman yang melahirkan utopia kanan kiri
Hingga satu yang bangkit dari mimpi
Menengok angin yang berhembus dari luar goa menuju pipi

Sembahku padamu matahari
Manunggaling kawula Gusti

Kala pamer gigi
Kala surga hati
Dan ia kembali pada mereka yang terjerat api
Memberi kabar duka bagi yang menghamba pada mimpi

Lihatlah kawan
Semua hanyalah kepalsuan
Di balik api hanyalah bayang
Bersama tinggalkan yang mengawang

Lidahmu hanyalah selokan
Tiada manis yang menekan
Bayang adalah kebenaran
Dan kau hanyalah cecungukan

Tiada pantas kalian menolak
Goa ini telah merusak
Tiada lagi tempat yang menjadi pasak
Hanya berkah batara surya yang telah masak

Ohh mereka jelmaan tragedi
Sumbat telinga menolak terisi
Dan ia meninggalkan sarang para basi
Menuju birahi langit dan bumi


----


Apel

Wahai apel yang merahnya terpendam
Apakah kau adalah pemberian nenek sihir kejam?
Ataukah kau adalah pemberian istri Adam?

Apa yang disebut racun
Adalah obat ingatan
Mereka sebut buah terlarang
Kami sebut buah pengetahuan

Wahai apel yang merahnya jatuh menimpa ahli mekanika
Apakah kau melahirkan neraka?
Ataukah kau mengakibatkan surga?

Apa yang dianggap bintang fajar
Adalah sesosok pembawa kabar
Mereka anggap subversif
Kami sebut progresif

Lihatlah Alexadria
Lihatlah Bait Al-Hikma
Tanda kebodohan para jumawa
Lihatlah Hume
Lihatlah Heidegger
Bukti intelektualitas tak mampu menghapus jumawa

Kala tanah mereka hamba
Tak menahu para bintang hidup di angkasa
Puja segala akar – akar
Delusi dalam segala makar – makar

Amuk domba fasis
Amarah para iblis
Semua tentang Adam dibakar hangus
Semua tentang Adam hilang harus

Mereka takut akan kebenaran
Mereka takut akan perbedaan
Mereka merasa diri mereka bintang
Tak sadar mereka hanyalah cacing cincang

Dan sejarah hanyalah pengulangan tragedi
Mencatat drama jumawa menjelma Ilahi
Jika api yang menjadi ritual genosida bertebaran
Teriakan pada mereka, kita lawan!


----


Geger di Kepulauan

Bukan hadiah dari kincir
Darinya bambu membuat ngacir
Bukan hibah dari surya
Darinya jahanam menjadi surga

Dari Anyer hingga Panarukan
Drama tragedi Yunani di kepulauan
Dari Tirto hingga Bung Karno
Dan lapangan Ikada yang menjadi parno

Dari keris hingga pena
Dari pena hingga garuda
Jika madilog saja belum cukup
Geng pegangsaan mampu menutup

Sajak penghapus duka
Takdir digenggaman bumiputera

Sejak merah mendamba
Kala kuning yang dihamba
Dan hitam yang kini mencoba meraja
Mohon sangat untuk tidak memampang gempa

Jangan picik kincir kalian ikuti
Ingat beringas matahari yang kala itu ditakuti
Sambutlah epik yang manis – manis
Jangan membuka kepada yang fasis – fasis

Tiada boleh Gandring yang berambisi
Katakan tidak pada bisikan Sengkuni
Senjakala pelangi merintih
Manunggaling merah putih
Diubah oleh javarevolution
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 5 lainnya memberi reputasi
6
18-08-2019 21:42
Menulis

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Source Picture : https://unsplash.com/photos/CKlHKtCJZKk

Quote:
Menulis nampaknya telah menjadi terapi untuk memulihkan kerusakan-kerusakan yang ada dalam diri, membuang racun-racun korosif yang berbahaya dan menyakitkan.

Menulis, hanyalah monolog diri dengan keadaan yang terjadi, menulis adalah bentuk perdamaian antara dua zat yang selalu berselisih, menulis menyatukan dua jiwa yang berbeda untuk berdamai kembali.

Menulis, mengajariku banyak hal, tentang ratusan butir kepahitan yang bisa dibungkus manis, tentang sejuta kecewa yang bisa dimodifikasi, tentang bertahan walau hanya sendiri.

Menulis, adalah terapi kedua setelah menangis.

Suatu hari, akan kutuliskan tentang duniaku, yang kurasa berbeda...

Tentang bagaimana aku memandang dunia itu.

Menulis, membuatku merelakan yang pergi dan menerima yang kembali.

Menulis membuatku memaafkan apapun yang terjadi, menulis membuatku merasa, jika aku masihlah ‘Aku’.

Menulis, adalah sisa-sisa kata yang tak terbuang air mata.

Aku rasa ada begitu banyak keajaiban menulis, dan yang paling nyata adalah membuatku masih tetap menjadi ‘Aku’.

Menulis, mengajariku untuk selalu berdamai dengan segala kerumitan yang ada, tentang segala jejaring kusut yang bahkan aku sendiri tak pernah memahaminya.

Menulis adalah satu-satunya kebebasan yang kupunya seutuhnya. Menulis membuatku ada.

__________________________________________________________________________________________

Jarak dan Kamu

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Source Picture : https://www.pexels.com/photo/gray-pa...tains-2044443/

Quote:
Antara jarak yang membentang begitu panjang, seiring berjalannya waktu kini aku sadari bahwa nyatanya jarak kita akan semakin nyata.

Ada banyak cerita yang mengisi ruang bernama jarak itu, cerita tentang rindumu, rinduku yang bertemu di batas angan.

Tentang ragam gelombang yang terjadi, bahkan nyaris menepis asa yang tengah menjulang.

Ku tahu kau hanya akan semakin menjauh, mencipta jarak yang bahkan tak pernah ku bayangkan.

Kau pun begitu padaku, saat kali pertama rindu itu bersua..

Kali ini, aku hanya harus membuka mata dengan senyum dan tetap bisa tertawa bahagia
Aku hanya perlu yakin, bahwa apapun, siapapun yang kini datang hanya untuk pergi suatu waktu nanti, entah pada akhirnya akan kembali bertemu atau bahkan berpisah sama sekali.

Hanya waktu yang tahu bagaimana menjawabnya
Aku?

Hanya bisa percaya, jika hidup ini betapapun menyakitkannya, aku harus tetap tangguh bersanding seorang diri.

Sebab, hanya diri sendiri yang sesungguhnya paling mampu menyemangati hari-hari yang bahkan nyaris runtuh.

“Love isn’t only about you and me, but it is about how far we can come along together in our differents way”


Diubah oleh jatimanggala
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amikurnia dan 4 lainnya memberi reputasi
5
19-08-2019 14:09
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Aku Denganmu dan Tanpamu


Langit sore ditemani hamparan padi menguning,
Itulah aku pertama mengenalmu
Hembusan asap untuk pertama kalinya,
Serasa sempurna untukku seorang remaja saat itu

Engkau layaknya teman sejati,
Menemani hari-hariku hingga dewasa
Berganti seragam engkau selalu disisiku
Putih biru, putih abu-abu, hingga menjadi orang kantoran,
Engkau selalu terselip diantara sakuku

Taukah engkau,,
Bersamamu, teguran orang lain akan asapmu aku hiraukan
Denganmu, aku percaya diri sewaktu berjalan
Disampingmu, akulah gambaran seorang lelaki keren itu
Dihadapanmu, masalahku tidak ada.

Tapi, itu dulu masa tujuh tahun lalu terakhir aku bertemu denganmu

Perjuanganku sungguh sangat berat untuk membuatmu tak berbekas dalam diriku.

Dan

Taukah kamu, jeruk nipislah yang membantuku menghilangkan jejakmu dalam diriku.

Kini, aku tau betapa jengkelnya orang terkena asapmu
Kini, aku sungguh percaya diri akan setiap langkahku
Kini, aku sudah cukup keren didepan istriku
Kini, aku dapat menuntaskan masalahku

Terima kasih atas cerita aku dengamu, sekarang aku akan menulis cerita aku tanpamu dengan episode yang sangat panjang.


pannotia.server
Riau
19 Agustus 2019

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bungatepijalan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Halaman 5 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
my-secret-story
Stories from the Heart
gadis-berkerudung-senja
Stories from the Heart
milk--mocha
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.