Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
121
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019
Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini :  Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019 √ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ; ID : Judul Karya : (Maksimal 3 karya) Link Postin
Lapor Hansip
08-08-2019 14:35

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:√ Mengikuti ketentuan umum COC SF Poetry 2019
√ Mendaftar di thread induk terlebih dahulu dengan format ;

ID :
Judul Karya : (Maksimal 3 karya)
Link Postingan :

√ 1 id - 1 person, maksimal 3 karya dalam satu postingan. (Ingat ya, 1 id HANYA BOLEH 1 POSTINGAN)
√ Tidak boleh chit-chat alias kwot-kwotan emoticon-Mad

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:
Pengumpulan : 8 - 21 Agustus 2019

Penjurian : 22 - 28 Agustus 2019

Pengumuman : 29 Agustus 2019

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
Diubah oleh stef.mjz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Tampilkan isi Thread
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 4 dari 7
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
13-08-2019 20:19
Quote:
Vestycide -- Seonggok Prosa Dari Otak Yang Belum Merdeka


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019



Tujuh belas.
Di tanggal ini, katanya kita merdeka.
Benarkah ini, wahai pemuda?

Agustus.
Di bulan ini, katanya kita merdeka.
Betulkah ini, wahai penguasa?

Seribu sembilan ratus empat puluh lima.
Di tahun ini, katanya kita merdeka.
Tepatkah ini, wahai kalian seantero nusantara?

Oh ayolah. Ini hampir menjadi seonggok dusta!
Sebelum nantinya bertransformasi serupa sampah!


Jauh di masa lampau,
Sang Penguasa Durjana membalikkan semua fakta.
Gores sejarah menjadi serba nisbi dan tersalut retorika.
Semakin mengendap untuk kemudian menggumpal dalam nafas Sang Garuda.




Merdeka.
Sebuah kata yang terlalu agung, sakral, dan mewah.
Namun masih ada saja esensi yang belum terjamah.
Hanya serupa gundukan debu yang menutupi tanah.
Tertancap tiang dengan sehelai kain berwarna putih dan merah.


Mari berkaca sejenak saja, di ujung Sang Pertiwi nan jauh di sana, masih banyak sudut-sudut negeri ini yang belum tergigit tepiannya. Belum mencumbu mesra rasa merdeka yang sesungguhnya. Manusia-manusia penuh damba kini ditelanjangi. Satu-persatu mulai roboh dan tergolek di atas ranjang duka. Saling bertindih di atas seribu nyawa para ksatria bangsa.

Buka matamu!
Pasang telingamu!
Mohon rasakan dengan hatimu!

Masihkah saya harus mengurutkan satu-persatu bongkahan peristiwa? Untuk kita bisa membuka mata, bersama mengoreksi jiwa. Bergumul dengan berjuta kontemplasi yang fana.



Persetan dengan penguasa yang ricuh berebut tahta!

Persetan dengan birokrat yang hina berebut muka!

Persetan dengan kaum tertentu beserta arogansinya!

Pembodohan dan pencitraan melenggang mesra!

Ini sama saja mereka meludahi bhinneka !!!

Oh, semoga saja para pendosa itu menginjak neraka...




Dalam rengkuh semesta negeri ini. Dalam sirkus kekuasaan republik ini. Ketika agama menjadi medium indoktrinasi. Ketika dogma mulai mengebiri.

Demokrasi bak sebentuk luka yang tersayat perih. Garam-garam masih saja berhambur dan membuatnya terus merintih. Luka itu belum sempat sembuh apalagi benar-benar bersih. Seharusnya mereka enyah saja. Karena hanya semakin membuat Sang Republik terus tertatih. Sebelum Sang Bumi gemah ripah loh jinawi ini menjadi semakin ringkih.




Sadari saja, sejarah dan ideologi berbicara melalui banyak peristiwa, jawablah ini hai kawan sebangsa.


Maka, masihkah kita dengan bangga menggaungkan pekik,
bahwa kita sepenuhnya telah merdeka?











Asgard, 13 Agustus 2019
emoticon-Goyang
Hokya hokyaaaaaaa


Diubah oleh vestycide
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
13-08-2019 21:54


Memori


Aku kira ini hanyalah sebuah mimpi,
Aku kira ini bukan suatu kenyataan,
Tapi ... Tapi rasa sakit itu kembali datang.

HUHUHU

Kenangan lama yang sudah terkubur dalam-dalam kembali muncul layaknya zombie.
Tiba-tiba aku masih teringat suaramu dengan disertai senyum indahmu.
Aku tak tahu apa yang terjadi, aku tak tahu mengapa kau meninggalkanku kala itu.

HOHOHO

Kamu bilang, kamu tak akan pergi meninggalkan aku,
itu hal yang ga aku paham.
banyak sekali janji kamu buat dan kamu sendiri yang memecahkannya.

HAHAHA

aku tuh kaya boomerang bagi kamu.
kamu bebas melempar aku kapanpun kamu mau, tapi aku tetap berusaha bersikeras kembali.
kembali pada kamu, kembali merasakan rasa sakit itu.
tidak ada yang berubah ketika aku kembali, kamu tetap kamu dengan segala egomu.

HEHEHE

aku gak bisa memulai kembali karena aku gak tahu cara memulai kembali dari awal dengan yang lainnya.
ya, mungkin itu karena kamu yang terlalu sering menyakiti aku.

HIHIHI

Jika aku harus mengikuti mimpimu, maaf aku tak bisa.
karena aku mudah tersesat,
Ya setidaknya meskipun aku tersesat sendirian, aku bisa merdeka dari hati yang patah.
meskipun jauh di lubuk hati, aku hanya berharap kamu tersesat bersamaku.

Sebab kau tak terganti, aku tetap setia merayakan patah hati.




Serang - 13 Agustus 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 11:11
Quote:telah.ditipu -- Lihat Tanganmu (prosa)

Lihat tanganmu. Tanganmu punya lima jari. Ibu jari, telunjuk, jari tengah, manis dan kelingking. Aku akan mengajakmu kenal dengan mereka.
Lihat ibu jarimu. Tahukah kau ibu jari dibuat untuk apa? Untuk menyatakan sesuatu yang bagus, memperlihatkan hal yang baik, mengatakan segalanya berjalan sesuai rencana. Pendeknya, ibu jari adalah kebaikan.
Lihat telunjukmu. Tahukah kau fungsi dari telunjuk? Telunjuk dipakai untuk menunjuk kepada sesuatu yang kau mau, dan untuk mengingatkanmu agar selalu berhati - hati dalam melakukan sesuatu. Telunjuk merupakan kebijaksanaan.
Lihat jari tengahmu. Jari tengah terletak di antara kanan kiri, tanpa jari tengah, maka kedua belah pihak tak bisa bersatu. Jari tengah tampil sebagai penjaga keutuhan.
Lihat jari manismu. Jari manis sebagai tempatnya cincin. Tempat sesuatu yang indah. Jari manis adalah cikal bakal dari imajinasi, daya cipta dan kreativitas.
Lihat jari kelingkingmu. Jari kelingking digunakan ketika mengikat janji, juga simbol kepercayaan. Bisa dibilang bahwa jari kelingking adalah tanda loyalitas dan solidaritas.
Sekarang, coba buka telapak tanganmu. Maka kamu tidak akan bisa meraih apa - apa.
Tapi coba tangkupkan kelima jarimu sampai menggenggam, maka kamu akan merasa lebih berdaya, siap untuk MEREBUT APAPUN DARI SIAPAPUN.
Karena, untuk mencapai kemerdekaan, kita tidak mungkin lepas tangan dan membiarkan tangan kita terkulai lemas. Untuk merdeka, kita harus menyatukan ibu jari kebaikan, telunjuk kebijaksanaan, penyambung keutuhan, kreativitas ditambah solidaritas, lalu mengumpulkannya dalam satu genggaman kuat, dan kita berlari menuju medan perang, kemudian kita acungkan genggaman tangan kita ke atas langit setinggi-tingginya, lalu kita songsong ketidakpastian masa depan dengan berjuang sampai titik darah penghabisan, sembari berteriak lantang penuh semangat dan keyakinan...
MERDEKA!!!




Quote:telah.ditipu -- Maafkan Kelancangan Hamba (puisi)

Mendekatimu
Bagai bertandang ke rumah si kaya
Mau masuk tapi ada yang jaga
Ah lagu lama

Inginku seperti kisah Lancelot bersanding Odette
Apa daya, aku hanya mampu bermain kata
Tak sanggup mengubah fakta

Andai kubisa menjelajah waktu
Kan kubawa diriku sebelum mengenalmu
Hilang bahagia, namun juga tak menyiksa

Menggapaimu
Bagai memotong tali dengan lidi
Kapan putusya?
Ah menderitanya

Kadang ingin saja kuakhiri
Perjuangan melelahkan ini
Tapi hendak kemana kau, manusia bumi?

Wahai pangeran yang terluka
Tampaknya jiwamu belum merdeka
Diperbudak wanita?
Bukan!
Dijajah asing?
Tidak!
Hatimu dikangkangi ketidakpastian, paduka

Hidup ibarat telur Kinder Joy
Ingin tahu nanti seperti apa, belilah satu dan pecahlah

Keberuntungan memang jadi raja
Tapi setidaknya kelegaan di depan mata

Jangan menunggu lagi
Bergeraklah




Quote:telah.ditipu -- Jon, Jon (prosa)

Di suatu desa, hiduplah seorang pria bernama Jon. Ia dari dulu mencintai seorang gadis bernama Mimi. Namun karena Mimi sudah punya kekasih, maka Jon hanya bisa memendam perasaannya. Jon berusaha meyakinkan dirinya agar terus berusaha, dimulai dari kirim sms, telepon, hingga kirim wa dan video call namun dia masih belum mampu untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Mimi. Dia juga sempat beberapa kali jalan dan makan berdua bersama Mimi, namun tetap saja mulutnya terkunci rapat tak berani mengutarakan perasaannya yang telah lama ia pendam. Hingga akhirnya, Mimi bekerja dan harus pindah ke luar kota sehingga mereka berdua semakin jauh. Setelah itu hubungan mereka mulai renggang. Suatu hari ketika Jon melakukan kunjungan kerja ke kota itu, secara kebetulan ia bertemu dengan Mimi. Jon pikir, ini mungkin tanda jodoh, sehingga setelah urusan pekerjaannya selesai ia mengajak Mimi untuk jalan berdua sambil menikmati jajanan khas di kota itu. Namun Mimi meminta maaf kepada Jon karena ia tak bisa menemaninya jalan karena sepulang kerja ia sudah ditunggu calon suaminya. Mimi juga memberitahu bahwa ia akan menikah dengan calonnya itu minggu depan. Jon sangat terkejut dan terpukul setelah mendengar kisah itu dari mulut seorang yang amat dicintainya. Karena demikian, ia akhirnya memberanikan diri untuk mengutarakan rasa cintanya kepada Mimi. Ia bilang bahwa ia sudah dari pertama kenal ia sayang kepada Mimi, dan segala keluh kesah, rasa kangen, yang memenuhi pikirannya ia tumpahkan semua dengan nada penyesalan dan kekecewaan. Mimi tidak menyangka atas perasaan Jon, karena sebenarnya Mimi pun dari dulu menunggu Jon walau saat itu ia sudah punya kekasih. Mimi juga menyesal dan kecewa kenapa Jon tidak memberitahunya dari awal. Jon tak bisa menjawab. Namun baik Jon dan Mimi sama - sama berpikir, mungkin begitulah jalan cerita yang mereka lalui. Lalu Mimi melihat kedatangan calon suaminya, lantas pamit kepada Jon dengan isak tangis kesedihan. Jon pun kembali ke desanya dengan pikiran yang campur aduk antara sedih, menyesal, kecewa karena tidak mendapatkan Mimi namun di sisi lain Jon juga sedikit lega karena sudah mengeluarkan perasaan yang telah ia tahan selama ini. Jon memang tidak berhasil dalam urusan cintanya, tapi dia telah merdeka dari belenggu takut yang menghantuinya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 1 balasan
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 14:05
UNTUK HATALLA

Di sepertiga malam itu
Tuhan menunjukan cahaya yang indah lewat pesonamu
Menyapa dunia yang asing yang kau tapaki beberapa menit yang lalu
Sungguh Tuhan buktikan keajaiban padaku

Berganti hari dan hari,duniamu semakin rumit
Dan kita harus berpisah...

Untuk mu seorang Hatalla
Percayalah,kecil,remaja,dewasa dan renta,bukan penghalang cinta ku
Jarak dan waktu tak membendung rasa hatiku
Kau sang terkasih kedua setelah Tuhan ku
Percayalah ini hanya sementara
Dan kita akan bertemu lagi,begitupun engkau..
Berjanjilah padaku jika aku telah menghilang,temui aku di arah jalan kehidupan mu selanjutnya
Cinta dan kasih untuk mu
Hatalla Kaharingan
Diubah oleh daenk17
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 15:48
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Quote:
Bumi Pertiwiku

Alam telah berbagi kisah pada kita
Memberikan arti dari setiap cerita
Usiamu sudah semakin dewasa
Begitu juga dengan kisah yang semakin bertambah

Sedikit coretan memberikan lukisan
Mengajari lisan untuk menjaga pesan
Tak banyak janji yang bisa terucapkan
Cukup do'a yang memperkuatkan tuk mempersatukan

Penuh hati sederet luka yang terselip
Memaksa rasa melampaui jarak
Hati sembari rindu menguasai
Menggigilkan perasaan yang sunyi

Karna cinta tak bisa terbilang
Sabarlah sedikit lagi aku akan pulang
Walau kau jauh aku takkan bercabang
Karna ku tak mau kau terjajah ulang

Sebab ku janji kan menjagamu
Hingga ragaku rapuh, ku takkan mengeluh
Harapku mengalir dan membasahi
Syairku tercipta karna rindu melampaui hati

Besar harapku, juga besar malasku
Namun tetapku besarkan hati
Walau kadang ku tak mampu
Senyum dan pastikan persatuan

Tak terhitung jiwa telah gugur
Darah segar merasuk ke dalam sela tanah air
Dengan bangga jenazah mereka tersenyum
Menyaksikan kemenangan itu

Merah putih benderaku
Pancasila ideologiku
Garuda lambangku
Bumi pertiwiku


Mojokerto, 14 Agustus 2019
(13 Dzulhijjah 1440 H)
Diubah oleh tuffinks
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
Lapor Hansip
14-08-2019 16:29
Balasan post telah.ditipu
ID Kaskus: hohohe
Judul: Terlampir dibawah emoticon-Embarrassment

Quote:
Goresan Tangan Tunawisma


Aku memutar kepingan memori lama di kepala
Seonggok kenangan yang tak kunjung mereda
Hujan ini melemparku kembali ke jaman dahulu kala
Di rumah itu, tempat dimana kita menghabiskan usia muda
Gubuk renyah yang didalamnya kita berdosa


Kenangan ini membelenggu kalbuku
Bibir manismu saja masih kurasa
Hangat tubuhmu menyelimutiku
Aku terpenjara, tak pernah benar-benar merdeka


Namun aku tahu
Aku harus bangun dari tidurku
Bangun dari mimpiku
dan sadar
Strata kita berbeda


Mana mungkin motor tuaku singgah dalam istana mewah orangtuamu
Mana mungkin ada kata manis dari ayahmu untuk gembel sepertiku
Cinta katamu?
Cinta tak pernah begini
Cinta tak harus sesakit ini


Aku ingin merdeka
Merdeka dari mimpi seorang gembel tak berharta
Merdeka dari cibiran orang tuamu yang tak pernah menerima
Kamu jaga saja hatimu
Simpan itu untuk lelaki kaya





Diubah oleh hohohe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 16:33
solehikhsanudin -- Apakah Engkau Sudah Merdeka?

Oh, Negeriku, 74 tahun sudah Engkau merdeka.
74 tahun sudah Engkau terbebas dari belenggu penjajahan.
74 tahun sudah Engkau dapat menentukan sendiri arah kebijakan negara.

Tapi, apakah Engkau sudah merdeka (sepenuhnya) dari kebodohan, kemiskinan, dan ketergantungan?

Kini, 74 tahun sudah Engkau membangun dunia pendidikan dalam negeri.
Pendidikan yang inklusif bercita rasa Timur namun mampu bersaing secara global.
Tapi, melihat perkembangan dunia pendidikan saat ini, apakah Engkau sudah merdeka (sepenuhnya) dari kebodohan?

Kini, 72 tahun sudah Engkau memeratakan pembangunan.
Pembangunan yang (katanya) tidak hanya berpusat di Jawa saja, namun merata ke seluruh pelosok negeri tercinta.
Tapi, melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi saat ini, apakah Engkau sudah merdeka (sepenuhnya) dari kemiskinan?

Kini, 72 tahun sudah Engkau mampu berdiri sendiri sebagai suatu bangsa yang berdaulat.
Slogan berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, telah mala dikumandangkan sejak proklamasi hingga kini.
Tapi, melihat kenyataan hubungan antar sesama negara di dunia saat ini, apakah Engkau sudah merdeka (sepenuhnya) dari ketergantungan?

Apakah Engkau sudah merdeka (sepenuhnya) dari kebodohan, kemiskinan, dan ketergantungan?
Sebagian mungkin sudah, tapi sisanya yang akan dijawab oleh generasi penerus mendatang.
Apa pun itu, semoga Indonesia terus maju dan berkembang ke arah yang lebih baik!

Jakarta, 14 Agustus 2019

profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 19:21

zafinsyurga -- Peluru Ini Untuk Siapa?

Kepada debu-debu suci yang menjadi saksi
Kepada darah-darah yang menggenang menjadi sejarah

Lihatlah, Kawan!
Lukamu untuk siapa?
Perih dan nyeri kau rasa sendiri
Dalam malam kelam tenggelam
Terbaring pada dinding hati yang rapuh
Kepada langit kamu mengaduh

Kepada rindu-rindu yang kian menderu
Kepada asa-asa yang melangit menjadi doa

Saksikanlah, Kawan!
Jiwamu untuk siapa?
Sepi dan sunyi kau ajak bernyanyi
Mengalun bening di subuh hening
Rebah pada tanah yang basah
Kepada bumi kamu bersimpuh

Lukamu abadi
Jiwamu mengabdi

Dan air mata luruh
Jatuh dalam genggaman jemari yang kaku
Satu peluru terkepal ragu

“Peluru ini untuk siapa?” Katamu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 21:31
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Setetes Rindu Berwarna Merah



Quote:Bila masa itu ada..
Dan sekarang bisa kembali ku rasa..
Tentang sebuah cerita yang dibalut dengan tawa..
Tentang sebuah cerita membahas masa depan kita..
Dimana sore saat bersama melukis cinta..
Dimana malam saat melihat bintang..Dan ku lihat kamu ikhlas tertawa..
Dimana hari saat melihatmu melengkungkan bibir itu..Aku bahagia..Aku..Bahagia..Puja..

Bolehkah aku mencoba apa yang kamu rasa..
Bolehkah aku lebih lama menangis dari mu puja..
Bolehkah aku menggenggam kuat harapan kita bersama..

Namun mengapa engkau lebih cepat mengembun dari pagi tanpa mentari ini..
Mengapa engkau memberi senyum layaknya pelangi yang indah di saat badai yang ku lihat..
Taukah kamu di hari saat mentari menutup matanya..
Di langit itu..
Ku lihat wajahmu memerah..
Ku rasa gelap mulai menarik mu..

Kamu tahu puja..Aku rindu..
Dalam pilu bayangmu..Aku rindu..
Senyum manismu..Aku rindu..
Canda tawamu..Aku rindu..

Aku..rindu..kamu..
Aku..rindu..kamu..
Aku..rindu..kamu..

Bolehkah aku sembuh Tuhan..
Bolehkah aku merdeka Tuhan..
Bolehkah aku bebas Tuhan..

Bebaskan belenggu bayang ini..
Bebaskan belenggu rindu ini..
Lupakan Ia untukku Tuhan..

Ku tak mau Ia menangis di dekat Mu..
Ku tak mau rindu ini merusak senyum indahnya di dekat Mu..
Biarlah aku yang tertancap tombak pilu ini..
Biarlah aku yang dijajah rindu ini..
Biarlah aku merasa satu dari seribu rasa sakit yang Ia rasa..

Aku hanya bisa berdoa dalam tangis ini Tuhan..
Aku hanya bisa mengadu pada-Mu Tuhan..
Tempatkan Ia di surga-Mu Tuhan..
Di..
Surga-Mu..
Tuhan..

Tapi ku mohon..
Merdekakan lah aku dari rindu ini..
Bebaskan pilu dari hati ini..

Biarkan Ia tenang..
Biarlah hanya terkenang..

Dan biarlah tangis ini menghapus jejaknya..
Dan biarlah tangan ini mengangkat bendera tawa dan menancapkan kembali canda..

Dan biarlah aku merdeka dari rindu berwarna merah..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
14-08-2019 23:34
DIRGAHAYU NEGERIKU INDONESIA

Dalam riak gelombang waktu yang mencekam
Ia kobarkan semangat membakar dada
Ragu dan takut tak pernah singgah dalam dirinya
Gagah hadapi para perampas kebebasan
Angin pun terbangkan doa-doanya sampai ke langit
Hingga seruan takbir kemenangan berkilatan hapuskan kegelapan
Akhir dari sebuah perjuangan panjang, dia para pahlawan
Yang dengan berani dan tangguh menyongsong sebuah harapan
Untuk satu kesatuan, yaitu Indonesia Raya


Nyalang bersitatap dengan masa depan
Erangan gagal, pergilah selekasnya
Gaungkan segala mimpi
Enyahkan ketakutan
Rancang dan siasati dalam wujud nyata
Inilah aku, sang pemimpi!
Kelak kubawa kejayaan
Untuk negeriku, Indonesia


Inang, duhai si maha elok
Negeri penuh rupa-rupa
Darat, ataupun
Objek wisata alamnya memukau
Nian oh seribu keindahan
Etika, ramah tamah
Simbol identitas
Inilah, INDONESIA
Aku bangga bersetubuh Indonesia


Ketapang, 15 Agustus 2019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 18 lainnya memberi reputasi
19 0
19
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
15-08-2019 07:14
vertuil -- Kenyang

Lewat matahari pujangga menyair
Lewat kanan jauh di kanan Bendera Sangsaka
Lewat yang deru dan senangnya menderaikan cinta
Besar namamu tak tergantikan

Merdeka


Cobaan remahan harus mau berlinang durga
Canda dan belenggu ntahlah dengan dahaga
Derita tak laku...
Geraknya gaung langitnya

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Ceriakan dengan nama benderanya
Cerianya dengan harga menangnya
Ceritamu kan bahagia
Wahai Merdeka Kami

Kamis, 15 Agustus 2019
Diubah oleh vertuil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
15-08-2019 09:16

Untuk Bahagia

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


emoticon-rose emoticon-rose emoticon-rose


Ayu nikah umur 22 diberi keturunan 10 tahun setelahnya
Nina mengikat janji saat 32 langsung dapat anak pertama

Agnes menempuh hingga S2 jadi ibu rumah tangga
Neni tak selesai kuliah malah berkarir keliling dunia

Menginjak 40 Arum jadi CEO dan menikah setelahnya
Saat Nora teman sebangku melahirkan buah hati keempatnya

Ajeng sanggup memberi ASI eksklusif 3 bulan saja
Nia berlimpah hingga mampu mendonorkan stoknya

Britney Spears memulai debut pada 18 dan mendunia
J.K. Rowling bangkit di 39 jadi jutawan dari karyanya

Dunia berlari sesuai dengan ritmenya
Ingatlah kita tidak saling berlomba

Mereka menikmati fasenya begitu juga seharusnya kita
Tak usahlah terbelenggu hujat nyinyiran di luar sana

Merdekakan hati dan pikiran anda
Nikmati setiap momen berharga

Santai dan jadilah bahagia


emoticon-rose emoticon-rose emoticon-rose




*gambar dari sini
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
15-08-2019 15:35


Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
pic: dream.co.id


PERTIWI MENANTI SENJA

Pertiwi, yang terduduk dikelamnya sunyi
Lelahmu di penantian panjang akan berlalu
Cakrawalamu semakin pekat dan bernoda
Dan bumi semakin marah atas sabarmu..

Pertiwi, geliatmu kian berat
Nafasmu terengah walau kau tetap bertahan
Pertiwi, biarkan anakmu yang menjagamu
Membanggakanmu dan berjuang membawa harum wangimu..


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~











.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
15-08-2019 16:38

Rapsodi, Kartini Muda

Rapsodi

Kaubilang ingin terbang di antara rumah-rumah
Namun sayang, niatmu lekang tak lama
Seirama senandung kakatua
Bara itu, kini tinggal jelaga.

Kau tak kenal kau lagi
Kau lupa siapa kau dulu
Demi kakatua yang kaucintai
Kaulupa cara mencintai dirimu.

Kakatua akhirnya bosan bernyanyi
Kau juga bosan mengurung diri
Kini engkau punya satu kesempatan lagi
Kaulah pegas demi kebebasanmu yang sejati.


Kartini Muda


Kau yang mengagumi ibu kita Kartini
Sang putri sejati pembela bangsa
Kata orang kau dulu bebas, namun tidak kini
Orang bilang mimpimu berakhir, sejak engkau berkeluarga

Sejatinya mereka saja yang tak tau, kau tetap berkelana
Melalui aksara, dan nama pena
Kau menari-nari keliling dunia
Lebih bebas, dari mereka, para pekerja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 28 lainnya memberi reputasi
29 0
29
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
15-08-2019 21:46

SYAHIDA

Sore itu, wajahku terpaku menatap langit. Gelap dan semu. Sesekali mencekam saat halilintar menghantam awan hitam. Seketika hati ini pun bergetar. Bibir tak berhenti berdzikir. Tak terasa air mata ikut berderai

Kupeluk erat sejenak, sebelum akhirnya kutinggalkan. Batu nisan bertuliskan Syahida. Perempuan saksi sejarah kehidupan. Paling tidak untukku, gadis remaja yang sedang beranjak dewasa.

Syahida, perempuan yang kini tenang di sana adalah pejuang. Pahlawan demi nafas yang kini sedang kuhirup. Demi kaki yang kini sedang beranjak berdiri. Demi perempuan kecil yang dulu nyaman dalam pelukannya.

Syahida dulu tak pernah lelah berjibaku. Pergi dari rumah sejak shubuh, dan pulang tak kenal waktu. Peluh demi peluh membasahi tubuh dan pakaiannya. Namun, tak membuatnya bersimbah keluh. Semangatnya tak pernah pudar. Saat Matahari mulai bersinar, hingga petang berganti malam.

Aku dulu, nyaris tak pernah tahu. Perempuan yang kusebut ibu, hanya sebentar saja ada untukku. Saat ia pulang, aku sudah tak terjaga. Ketika bangun di pagi hari, hanya hidangan yang kutemukan di atas meja. Syahida, perempuan yang tak kenal waktu itu, berlalu sejak bumi masih berselimut gelap.

Aku yang dulu, nyaris tak pernah tahu. Setiap peluh yang menetes dari tubuhnya, adalah cinta yang tak mungkin terbalas. Setiap nafas yang dihembusnya adalah doa untukku, permata hatinya. Setiap senyuman yang tersungging dari bibirnya, adalah sebuah harapan kebahagiaan.

Syahida kini sudah merdeka di alam baka. Aku berharap ia bahagia di sana.

Tak ada lagi kaki yang berlari setiap pagi, mengejar rezeki. Tak ada lagi tangan yang tak pernah berhenti mengusap dahi, karena keringat yang tak kunjung kering. Dan tak ada lagi peluk hangat di malam hari, saat aku tidur tak menyadari.

Syahida kini telah merdeka di alam baka. Aku berharap ia bahagia di sana.



Cirebon, 15082019

WK. Gemilang
Diubah oleh berbagi274
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
16-08-2019 07:43

Pembela Tanah Air

Terik durjana, siang bergelora
Melecut tulang belulang pejuang bangsa

Darah mengalir mengiringi laju arus kali brantas
Tulang bagai dilapisi kapas
Meradang dalam lapar
Berpasrah dalam kapar

Jangan lupakan kala itu
Pasukan pembela tanah air berjuang tanpa ragu

14 Februari yang paling mulia
Bagi pejuang yang ditakdirkan dalam syuhada

Ah, ya. Aku tak pernah tahu jika itu adalah hari kasih sayang
Yang kutahu, sejarah selalu harus dikenang

Terimakasih para pejuang
Jasamu luhur bukan kepalang

--------------------

Apa Salahku?

Mengapa aku terjebak dalam pusaran badai yang membawa jiwaku terbang tak tentu arah?

Apa salahku?

Mengapa hujan enggan membasuh air mataku?

Apa salahku?

Belum cukupkah luka yang kau tabur dalam dinding hati?

Apa salahku?

Tidak bisakah sekali saja kau mengatakan, "maaf" padaku?

Apa salahku?

Untuk masa lalu yang suram itu

--------------------

Inshaallah

Inshaalloh, aku akan tetap mendukungmu
Inshaalloh, aku akan tetap di sampingmu
Inshaalloh, aku akan tetap mencintamu
Inshaalloh, akan tetap kurapalkan doa untukmu.
Inshaalloh, akan tetap kuhaturkan namamu kepada Tuhanku

Terimakasih telah mengajarkan komitmen dan kesetiaan.

Moga besok, jarak dan waktu yang telah kita lalui dengan penuh kesabaran, berbuah pelaminan

Bucinisme


Diubah oleh radheka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Post ini telah dihapus oleh radheka
Post ini telah dihapus oleh radheka
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
16-08-2019 14:52
ID kaskus : 10474841

BAHAGIA DI DALAM SANGKAR

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Nasib ku yang ku pilih,

Begini lah…

Terkurung dalam sebuah kebahagiaan mereka.
Tertahan dengan senyumnya mereka.

25 tahun sudah aku berada di sini,
Tak mampu aku pergi.

Senyumnya, tawanya, marahnya. Membuat aku berfikir aku mencintainya.
Pelukannya, ciumannya, belaiannya. Membuat ku nyaman berada di sisinya.

Ayah, ibu,

Aku rela menjaga mu di rumah itu,

Aku rela membuang masa remaja ku untuk mu.

Menemani mu,
Memenuhi kebutuhan mu,
Mendengarkan mu,

Semua akan aku lakukan.
Untuk kalian…

Karena….

Aku tidak butuh merdeka. Aku hanya butuh melihat kalian bahagia.




emoticon-floweremoticon-flower emoticon-flower


KALIAN YANG TAK PANTAS MERDEKA.

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Banyak insan berpasangan,
lalu lalang menyusuri jalan,
Berpelukan di atas angin,
Seolah - olah meminta izin,

Wahai kaum ku, pergilah kamu,

Ini dunia hanya milik kita,
Si penikmat cinta…

Kalian yang sendiri.
tidak pantas di sini.

Aku mencoba menahan diri, untuk menjadi suci.
Apakah mereka tau? Merekalah yang seharusnya pergi.

Tuhan benci kalian.
Aku pun demikian.

Tak rela negeri ku kau racuni,
Wahai cinta si pembuta diri.

Bangkitlah kalian, untuk masa depan.
Bukan untuk cinta tanpa harapan.


-salam si pembenci BUCIN-


emoticon-floweremoticon-flower emoticon-flower


TIDAKLAH BERARTI

Haha… benarkah???

Benarkah kalian pantas merdeka???
Kalian mencaci maki saudara sendiri.
Bahkan memiskinkan darah daging sendiri.

apa arti merdeka untuk nya?
Apakah bisa di bilang bertahan hidup selama - lamanya di sebut merdeka?

Dunia keras. Banyak orang bilang bertahan hidup adalah untuk orang - orang yang kuat.

Benarkah???

Bagaimana kalau seseorang telah di takdirkan dan di lahirkan sebagai orang yang lemah atas kehendak tuhan.

Tidak bisakah kalian yang kuat membantu? Tidak bisakah kalian yang berkuasa melemah sedikit?
Setidaknya berpura - puralah.

Mengapa kami si kaum lemah merasa ingin mati di tempat kelahiran kami sendiri.
Mengapa kalian si kaum hebat merasa tidak pernah bersahabat.

Jadilah kami, rasakanlah kelaparan.
Kami ingin merdeka di tanah ini.
Tapi tidak bisa,

Kenapa?

Karena kami lemah.

Karena yang kuat terus berusaha dan berlomba menjaadi yang terkuat.

Sedangkan kami. Kami si kaum lemah hanya ingin berusaha menghilangkan rasa ingin mati di negeri sendiri.









Diubah oleh melmel02
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
16-08-2019 15:08

Puisi Agus

Agus namanya, pemuda pendiam dan merdeka. Kadang jadi tempat curhat teman-teman sekolahnya saat sedang putus cinta, tapi mulai hari ini agus putus sekolah. Orangtuanya berhenti menulis puisi dan fokus pada yang semestinya.

Agus mulai menulis sendiri puisinya, masih tema yang sama seperti tulisan orangtuanya dulu; Romusha, dan krisis identitas. Puisinya tak laku, karena orang-orang ingin membaca dan mendengarkan tentang cinta. “Apa cinta memberi kemerdakaan ?”.

Agus, pemuda pendiam yang terseok-seok tapi merdeka. Tanggal 17 kemarin agus berulangtahun. Banyak yang hadir memberikan lilin dan tepuk tangan. Agus tersenyum kesipuan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Halaman 4 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia