Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
328
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c601ab9dbf764210678704b/pengalam-mistis-yang-tak-terlupakan
Aku terlelap hingga bermimpi. Dalam mimpi aku seperti didatangi oleh seseorang yang aku kenal,almarhum. Samr-samar kulihat dia menatap aku dan tersenyum.
Lapor Hansip
10-02-2019 19:36

Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan

Past Hot Thread
Assalamualaikum wr.wb.
Sebelumnya aku hanya ingin berbagi cerita tentang pengalaman spiritual aku dan untuk kebaikan ke depannya aku menyamarkan nama-nama mereka yang terlibat dalam petualangan ini.

20 Oktober 2015.
Aku lupa hari itu hari apa yang aku inget Mama memutuskan untuk meninggalkan kota Bandung dan lebih memilih menetap di Kota Palembang.Sedih rasanya karena orang tua aku cerai dari semenjak tahun 1997.Itu berarti selama 18 tahun tinggal bersama Mama dan saat itu harus berpisah.

Di Bandung,tersisa kakak aku yang pertama.Agak cukup jauh tempat tinggalnya dengan rumah yang aku tempatin.Karena aku pemberani dan bukan penakut jd biasa saja tanpa ada Mama di rumah.

21 oktober 2015.
Siang itu aku siap2 untuk berangkat kerja.Aku bekerja disalah satu apotik terkenal di Bandung.Tiba-tiba seorang teman mengabarkan aku bahwa salah seorang teman kami yang saat itu sudah lama terbaring sakit sedang sakaratul maut.

Aku dan almarhum cukup dekat.Akupun sebelum bekerja menyempatkan mampir ke rumahnya yang tak jauh dr apotik itu.Sudah banyak orang berkerumun.Akupun memasuki ruangan dan menemuinya.Aku tidak ingin menceritakan seperti apa detailnya yang pasti sampai jam 1 siang almarhum masih minta minum.Karena aku masuk shift jam 2 siang akhirnya pamitan : " Aku pergi dulu ya..nanti aku balik lagi kesini.."

Ga berselang lama jam 4 sore aku mendapatkan kabar temanku sudah meninggal.Ditemani yang lain aku datang kembali kermhnya.Aku dapati almarhum sedang dimandikan.Tanpa pikir panjang aku mendekatinya dan melihat almarhum dari celah penutup pemandian.Sampai akhirnya aku duduk disebelahnya dan memanjatkan doa.Aku tdk mengerti tentang doa apa yang pasti aku berdoa semoga Allah menerima iman islamnya,mengampuni segala kesalahannya,juga mendapatkan jalan terang.Akupun memeluknya untuk terakhir kali."Selamat jalan teman...maaf aku telat datang.."

Hari itu aku merasakan sedih tapi tidak terlalu karena aku sdh ikhlas dan mengerti Allah lebih sayang kepada temanku itu.Akupun pulang kerumah seperti biasa.Karena aku bosan diam,aku ga berlama-lama santai.Akupun langsung ke kamar mandi dan mencuci baju2 kotor yang sudah cukup lumayan menumpuk.Akupun menjemur baju yg sdh bersih itu ke lantai 3,lantai khusus buat menjemur pakaian.

Lampunya mati.Akupun kembali mengambil lampu penerang.Jd aku masih bisa menjemur baju tanpa harus takut salah menjemur bukan karena takut akan sesuatu.Aku bukan penakut.Tak cukup lama akupun turun memasuki kamar.Lalu ke dapur ambil makan dan kembali ke kamar sambil terus mengutak-ngatik hapeku.Sambil bersandar aku makan.Entah kenapa aku merasa aku ga sendirian.Didepan aku sebuah kaca jendela yang besar .Kamarku dulu itu sebuah plafon dengan pemandangan rumah penduduk.Karena didepan plafon itu dibangun rumah jdnya seperti kaca jendela dengan pemandangan tembok rapat.Tertutup rapat.Biasanya aku bersantai sambil duduk dan menyeruput secangkir kopi hangat.Menikmati keriuhan di gank rumahku.

Aku menatap jendela itu.Reflek dalam hati aku berkata: "Kamu mau makan?sok aja sama aku berdua.."Aku menyadari itu dan sepersekian detik kemudian aku teriak pada diriku sendiri "Apaan si aku makan dulu yaaa..."Aku menanggapi hal itu sesuatu yang biasa saja.Sampai waktu isya akupun ambil air wudhu dan sholat menghadap ke kaca jendela besar itu.

Aku mengaji dan mengirim doa buat almarhum.Aku baca surat yasin.Lalu setelah selesai akupun tidur.Awalnya aku tidur dengan posisi menghadap le kaca jendela besar itu.Tapi ko perasaan seperti ada yang memperhatikan.Ga tenang akupun mengubah posisi tidur menjadi kepala yang didekat kaca jendela.Disebelahku ada kursi besar dan aku menyimpan al-quran disitu.Akupun tertidur.

Tak berapa lama tiba2 aku mendengar suara benda seperti gayung jatuh dr arah dapur.Cukup keras.Akupun terbangun.Kemudian keluar kamar menuju dapur untuk mengecek apakah ada kucing karena aku tadi makan ayam goreng.Lalu ke kamar mandi tapi tak menemukan apa2 dan semua rapih seperti disaat aku tinggalkan tadi.Akupun kembali ke kamar.Menarik selimut dan berusaha tertidur kembali.Sampai akhirnya aku mendengar kembali suara.Kali ini suara seperti orang mengetuk kaca jendela.Awalnya samar aku dengar makanya aku tak hiraukan dan akupun tidur kembali.Tapi lama kelamaan semakin keras ketukannya.Iramanya pendek pendek tapi ketukannya kuat.Aku membuka selimut dan menoleh ke arah kaca yang sudah tertutup rapat dengan gorden.Masa harus aku cek juga kan itu depannya tembok.Mana ada orang diem disana,pikirku.

Aku membalikkan bantal dan berusaha tertidur kembali.Aku terlelap.Hingga aku bermimpi.Dalam mimpi aku seperti di datangi oleh seseorang yang aku kenal,almarhum.Kudengar samar-samar entah dalam mimpiku atau nyata suara deru hujan.Dia menatap aku dan tersenyum.

Akupun tanpa rasa takut bertanya : "Kamu ngapain kesini..kamu datang sama siapa?"Karena aku pikir itukan cuman mimpi.Dia lagi2 hanya tersenyum dan mulai duduk didkt ujung kakiku.Sehingga aku hanya bisa melihat rambutnya yang panjang juga bajunya yg lusuh seperti kena kotoran tanah."Sama hujan....aku pengen nemenin kamu..."jawabnya datar.Aku mulai merasakan hal yang menakutkan.Krn tiba2 kulihat wajahnya seperti mulai menatapku dengan mengerikan.Wah ini setan,dalam hatiku berkata.Akupun membaca ayat kursi dan surat yasin seingat aku saja.Sambil teriak2 dlm mimpiku berharap itu benar2 mimpi.Keringat mulai membasahi badanku.Pdhl diluar hujan deras."Jangan...jangan baca itu aku mohon...aku ga mau pergi aku cmn pgn nemenin kamu ko..."Akupun semakin berteriak "Allahu Akhbar!!!" dan akupun terbangun dengan kondisi tak menentu.Aku lihat jam 2 pagi.Aku baru merasakan malam itu aku sangat takut.Aku langsung membuka hapeku dan membuat status semoga ada yang masih melek belum tertidur dan membaca status aku.

"Astagfirullah..astagfirullah..astagfirullah..." dengan emo gambar hantu.Ga berapa lama akhirnya ada temanku yang masih online.Aku langsung menelponnya dan menceritakan semuanya.Akhirnya dia menyuruhku tidur dirumahnya saja.Aku langsung mencari kunci motorku lalu turun ke parkiran.Hujan malah semakin deras.Aku memakai jas hujan langsung tancap gas.Temanku akan menjemputku di apotik aku bekerja.

Aku sudah sampai di apotik tsb.Aku tak begitu takut dengan suasana di sekitar apotik karena apotik itu bersebelahan dengan tempat dugem.Justru aku masih terbayang dengan kejadian dirumahku tadi."Neng,ngapain pagi-pagi buta kesini lagi?ada yang ketinggalan?"tiba-tiba tanya satpam apotik,Mang Ujang.Aku hanya diam.Dia menggerak-gerakkan tangannya didepan wajahku."Neng,kamu kenapa meuni pucet gitu..sakit?"tanyanya lagi.Aku mau menjawab tapi bibir ini rasanya bergetar.Entah karena aku kehujanan basah kuyup atau masih shock.Lalu 20 menit kemudian temanku datang ditemani suaminya."Kamu bawa motor duluan ke rmhku ya..aku ikutin kamu dari belakang"katanya.Aku hanya mengangguk.

Sesampainya dirumah temanku,sebut saja Wawa,akupun disuruh mandi dan diberi baju ganti.Dibikinkannya kopi hangat."Kamu tidur sendiri berani?"tanyanya sesaat sesudah dia menyiapkan ruang tidur untukku.Aku menggelengkan kepala."Masa takut?kamukan pemberani..ga ada apa2 ko disini...aku sama suami ada didlm..jd kalo ada apa2 tinggal panggil aja.Yah?".Aku tetap menggelengkan kepala.Akhirnya suami Wawa mengalah." Gpp biar aku yang disini kasian dia kayaknya trauma banget".

Aku bisa tertidur pulas.Keesokan harinya aku bingung mau berangkat kerja karena baju seragam dan yang lainnya tertinggal dirumah.Teh Wawa menghubungi temanku yang lain,Teh Rini untuk mengantarku ambil perlengkapan seperlunya."Rin,anterin ya kermhnya ambil baju kayaknya Imoe tinggal disini dulu sementara ini".

Rinipun akhirnya mengetahui asal muasal mengapa aku takut pulang kermh."Tumben kamu penakut kan biasanya juga ngga.."ledek Rini sesampainya dikamarku."Ayo masuk..ambil barang2 kamu kita langsung berangkat kerja aja dari sini".Aku hanya mematung didepan pintu kamar."Sama..teteh aja...ambilnya ya..kalo ga..teteh deket aku ya jangan jauh-jauh..."pintaku pelan.Teh Rini mengangguk.Aku menyeret tangannya masuk dan terus memegangnya.Akupun mengambil seperlunya barang2ku."Kamu ko gemeteran gitu,Moe..."katanya.

Sesaat aku lihat Teh Rini memperhatikan kaca jendela besar yang tertutup tembok."Kenapa teh..ada disitu ya...dia ada disitu ya..."kataku.Teh Rini cuman senyum tipis."Ngga ada apa-apa ko..yu cepetan...ntr kita kelamaan disini..".Akupun bergegas menuju motorku.Lalu bersama Teh Rini meninggalkan rumahku itu.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
someshitness dan 20 lainnya memberi reputasi
21
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 15
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
07-07-2019 15:43
macana mani ratug tutunggulan Teh, diantosan pisan lanjutanya
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
11-08-2019 12:20

Pencarian yang tak kunjung usai

Kang Dani hanya memberikan aku wejangan.Bahwa sugesti tentang hal yang gaib itu yang membuat aku seperti ini.Tapi aku masih merasakan yang aneh.Akupun belajar untuk membuang jauh hal2 yang negatif.Aku menganggap mungkin aku depresi karena ditinggal mama ke Palembang.

Tidak ada yg berubah.Akupun masih penasaran.Lalu aku bertemu dengan teman lama yang mengundang aku kermhnya untuk mengajak berobat.Saat itu sehabis pulang kerja akupun datang kermhnya di Cihideung.Ada yg berbeda.Aku merasa rumahnya tidak senyaman yang dulu.Aku merasa begitu banyak energi yang mengelilingiku.Temankupun aneh melihat kelakuan aku yg seperti tidak nyaman."Teh imoe,mau sekarang ke rumah ibu?"tanyanya.Sebut saja namanya Winni."iya Win..aku merasa ga nyaman disini..seperti byk yang memperhatikan aku".

Tak berapa lama Winni mengeluarkan motor Honda beatnya."Motor teh imoe dirumah aja,biar kita satu motor.Aku bonceng teteh ya...".Aku hanya mengangguk.

Selama perjalanan kami tak banyak bicara.Winni pun hanya diam seribu bahasa.Ku perhatikan arah jalan yg ditempuh cukup jauh dan tidak menyenangkan pemandangannya.Awalnya melewati sebuah komplek perumahan mewah Clutser.Tapi lalu masuk ke jalan kecil melewati jembatan yang penuh kanan kiri dengan pohon bambu.

Tenyata disebelahan perumahan itu terdapat jalan menuju sebuah kampung.Tak berapa lama akupun tiba didepan sebuah rumah.Rumah yang sangat sederhana.Tak lama keluar seorang ibu yang sebaya dengan ibuku."Masuk neng..."katanya.

Ibu itu betanya ada apa tujuan dtg kermhnya.Winni menceritakan semua yg ku alami.Lalu dia mengambil segelas air putih.Mulutnya mulai berdoa,awalnya.Tapi lama kelamaan kudengar bukan doa seperti kebykan yang aku dengar dari seorg ustad atau tokoh agama.Seperti sedang berdialog dlm bahasa arab."Ibu lagi ngobrol..sama jin.."bisik Winni.Aku baru tau ada yg bisa bahasa itu.

Setelah lama berkomat-kamit ibupun menatapku "Neng..emg almarhum katanya..yang ikut sama Neng,udah disuruh pergi tapi ga mau...krn sayang sama Neng..mgk Neng kirim doa aja...buat almarhumah"bgitu katanya.Tapi aku masih beranggapan bukan itu.Ada makhluk lain dlm diri aku.

Tak berapa lama ibu meminta uang sebesar 250 perak dan dia masukkan kedalam gelas.Lalu dia mendoakan air minum yang lain untuk ku bawa pulang."Tenang aja Neng..dia ga ganggu ko..".Aku masih tidak mempercayainya.Ini bukan DIA.

Akupun pulang dengan hampa.Tidak sesuai dengan apa yang aku ingin dengar.Tapi sebelum itu Winni bercerita pada ibu "Tapi bu..tadi dijalan..aku bonceng teh imoe kayak yang beraaaat banget bu...".Ibu itu hanya tersenyum."Ya..karena almarhum juga berat ya badannya Neng?"tanyanya ke arahku.Aku hy mengangguk."Udah..gpp ko..mdh2an cepet sembuh ya.."

Selang waktu berlalu.Akupun masih seperti orang gila.Aku mulai tak berani keluar malam.Tak berani keluar kalo udah jam 5 sore.Ditempat2 tertentu aku masih tidak merasa nyaman.Aku lebih sensitif.Itu membuat aku menderita.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinknam00 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
11-08-2019 12:25
dukomsel aa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
takayuki98 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
11-08-2019 13:14
Akupun masih diganggu.Akupun mulai mencari tempat tinggal yang aman,menurutku.Dari Cijambe akhirnya aku memutuskan pergi ke daerah tamim,pasar baru.Aku mempunyai seorang teman yang sudah aku anggap kakak sendiri.Teh Luna namanya.

Sedikit bercerita tentang Teh Luna,dia sdh lama tidak bekerja lagi seperti aku.Karena sering sakit2an yang katanya diguna2.Memang percaya ga percaya,kondisinya berubah.Badan yang semakin kurus dan selalu mengalami gangguan.Tadinya aku tidak yakin.Tapi begitulah dia sll support dan bantu aku.Padahal aku takut gara2 aku nanti dia makin merasa tidak "sehat".

Malam itu aku datang.Teh Luna menyuruhku masuk.Tapi ada yang aneh.Ketika aku masuk tiba2 burung2 dirmhnya berkicau riuh.Suaminya penyuka burung,saat itu sangkarnya sdh ditutupi kain.Sangkar burung itu goyang2 ga karuan.Sedangkan kulihat Teh Luna mulai duduk jauh dariku."Imoe sehat?"tanyanya.Aku hanya menggelangkan kepala.Lalu kulihat dia mengusap2 tangannya seperti merinding ketakutan.Yang akhirnya aku tau kenapa,karena yang dia liat saat itu bukan aku.Tapi perempuan dengan wajah suram.Badannya aku,tapi tidak dengan raut wajah dan cara aku berbicara.

Setelah aku bercerita panjang kali lebar teh Luna memperbolehkan aku tinggal dirmhnya.Dilantai atas sekamar dengan anaknya yang baru SD kelas 6.Akupun bergegas pamit untuk membawa semua barang2ku di Cijambe esok sore.

Singkat cerita,aku sdh brada dikamar.Aku bertanya arah kiblat solat kemana.Teh Luna hanya menjawab searah pintu masuk aja.Lalu aku ambil air wudhu dan solat isya.Badanku mulai gemetar.Seperti ada yg menolak aku melakukan itu.Saat rakaat terakhir sehabis sujud,aku bangun dan....aku melihat..sosok entah perempuan atau lelaki..berjubah coklat..rambut panjang tengah berjongkok dihadapanku.Aku hanya terdiam dan membaca lanjutan solatku.Tapi aku bisa liat,tatapannya tidak suka.Setelah salam akhir..sosok itu hilang.

Aku tak bercerita pada Teh Luna.Semenjak disitu aku sedikit mulai tenang.Hampir beberapa hari aku disana,mulai merasa ga enak karena menumpang.sblm aku memutuskan pergi dari rumah Teh Luna,kakakku tiba2 menghubungiku.Aku merasa harus menceritakan semua.Setelah bercerita,esok harinya kakak aku dtg bersama istrinya.Kakak menganjurkan aku untuk ruqiyah.Akhirnya akupun dibawa menuju tempat ruqiyah yang katanya bagus didaerah cikutra.

Disana aku bertemu dgn seorang ustad muda dan cakep,menurut aku si.Dia menyuruh kami semua ambil air wudhu sebelum dimulai mediasi.Setelah berwudhu,kami masuk dlm ruangan kosong.Hanya ada karpet terlentang.Kami pun duduk melingkar.Ustad muda itu bertanya mengapa ingin diruqiyah.Akupun menceritakan semuanya.Diluar ekspektasiku,Ustad itu ternyata sombong.Dia seperti meremehkan apa yang aku alami.Apalagi dia menanyakan hal2 yang menurutku tidak ada kaitanya dengan yang aku alami.

"Jin itu hadir dlm tubuh kita ketika kita tidak berdoa dlm melakukan sesuatu.Banyak jin di setiap gerak gerik kita.Coba saya tanya kalo kamu masuk kamar mandi doanya apa dan kaki mana dulu yang masuk dan kaki mana yang nanti harus terlebih dahulu keluar melangkah?".Aku jawab sebisa aku dan rata2 jawabanku salah."Mengapa seorang wanita wajib memakai jilbab?krn untuk menutup aurat.Nah gimana jin ga ganggu kamu aja ga menutup aurat,pdhl itu wajib hukumnya".Telingaku saat itu mulai panas.Entah mengapa mgk aku tidak suka kata2nya."Apalagi kerjaan kamu skr..ga jarang yg kesurupan itu sama kerjaan kayak kmu..krn seharusnya bekerja dengan yang baik dan dijalan Allah..tutup auratnya....".

Tiba2 telingaku berdengung dan seakan tertutup rapat.Aku tak dpt mendengar lagi apa yg Ustad cakep itu bilang.Aku hanya bisa melihat gerakan bibirnya untuk dpt mengerti apa yg dibicarakan.Hingga akhirnya dia bertanya "Ngerti ga apa yg saya bilang barusan?".Aku hanya menggelengkan kepala dan jujur berkata "Ngga.Bahkan Ustad ngomong aja aku ga denger".Dia hanya tersenyum sinis."Jadi kapan mau di ruqiyah?krn klo skr ga memungkinkan,kamu sdh menolaknya".

Kakak aku akhirnya meminta waktu dan nanti menghubungi via selular.Kamipun pamit.Diperjalanan kakak aku menceramahiku.Aku berontak "Udah deh Mas,aku ga mau ruqiyah disitu..sombong banget ustadnya.Aku tu sakit,minta disembuhin bukan diceramahin apalagi masalah kerjaan aku.Jadi SPG itu emang haram ya??sampe bilang ga aneh sering anak SPG yg kesurupan.Kalo ga mau ruqiyah aku juga gpp.Aku mau cari org yang bener2 mau nolong bukan krn aku rendah dan ga berilmu.Tapi karena aku butuh pertolongan!"

Akhirnya kakak aku mengajak aku ke daerah kopo,di BRC: Bandung Ruqiyah Centre.Disana aku disuruh ambil wudhu dan dipakein mukena.Sehabis solat dhuhur,ustad itupun membaca surat2 ruqiyah.Seperti biasa aku menjerit2 dan menangis.Tapi tidak memuntahkan sesuatu.Lama berselang ustad mgk sdh lelah.Lalu dia menyuruh kakak iparku untuk menghapus make-up ku " Jin setan memyukai penampilan yang bukan kita.Kamu jangan pake bulu mata..jangan pake lipstik..jangan pake perona pipi..apalagi mata sampe ada yg item2nya..jin suka liatnya,berdandan natural saja.Itu juga gelang2 lepas.Ga ada bagusnya pake gelang2 ditangan.Seperti bukan seorang muslimah.Jin yang ada didlm diri kamu adalah jin ain,setiap orang punya.Dan ini diakibatkan dari kamu yg tidak bisa menerima sesuatu.Ikhlaskan.Ambeug ka pegung kalo orang sunda bilang.Jin ini hanya kamu sendiri yg bs sembuhin,dengan apa?kembali ke jalan Allah,pake jilbab jangan berdandan berlebihan,jangan memakai akseaoris berlebihan".

Bgitulah dan aku tidak merasa lebih baik.Kakakku akhirnya menyimpulkan aku kesurupan itu krn salah aku sendiri yang tdk mentaati aturan agama.Maklum kakakku itu Muhammadiyah dan fanatik.Berbeda dengan aku.Akupun mengucapkan terimakasih dan meminta kakakku tdk usah repot2 lagi.Aku akan berusaha membuang jauh sugesti dan pikiran2 yang menjdkan sesuatu yg ga ada jadi ada.

Setelah itu aku memutuskan pindah dari rumah teh lena,aku memberikan sebagian uang itung2 biaya sewa walopun Teh Luna ga minta dan menolaknya.Akhirnya aku mencari kosan di daerah Wastukencana.

Aku tak terbiasa dengan kamar kecil.Tapi mgk lebih baik.Kosan disana ramai.Hanya jalan menuju kekosan itu yang menurut aku ketika malam tiba cukup sepi.Sampai suatu hari,aku pulang malam,melewati jembatan kecil belokan rimbun dengan pohon,aku merasakan merinding berkali2 dari ubun2 kepala sampe kaki.

Karena didepan kamarku punya gitar,untuk melepas penat aku bermain gitar dikamar.Satu dua lagu sdh aku mainkan dan ketika aku hendak memetik gitar untuk lagu berikutnya ko perasaan pundak aku beraaaat banget.Aku sdh terbiasa dengan hal itu dan merasa memang ada yang hadir selain aku.Pas mau nyanyi,tiba2 aku mendengar ada yang cekikikan.Posisinya diluar jendela kamar yg setau aku itu gang.Aku langsung beranjak dan memberikan gitar itu ke depan kamarku.Ambil air wudhu dan solat isya.

Sengaja aku pasang murotalan alquran dari hapeku,lalu akupun tertidur.Dalam tidurku aku mengalami eureup-eureup.Sesaat aku bs buka mata tapi ga bs balik badan.Saat itulah aku melihat dan merasakan ada yang merangkul dr belakangku.Memakai baju putih.Seakan2 sedang meninabobokan aku.Dalam hati aku berdoa dan terus berdoa.Hingga tertidur kembali.Dalam tidurku aku bermimpi..atau bukan mungkin..krn seseorang memberikan salam."Assalamualaikum..." katanya.Kontan aku jawab."Waalaikumsalam..." dan aku melihat sosok itu perempuan.Dengan rambut panjang dan baju putih.Akupun terbangun dan melihat jam dihapeku.Pukul 03.00 dini hari.Alhasil aku ga bisa tidur sampe pagi menjelang.Tau ga?aku merasa tersiksa harus setiap hari bgitu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinknam00 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
11-08-2019 13:18
Waaah ada update ternyata, untung udah subscribe thread ini.

lanjutkan Sis
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
12-08-2019 18:13
iya akunya kerja jd kalo lagi enak badannya lanjut nulis lagi
profile-picture
profile-picture
kristina23 dan jenggalasunyi memberi reputasi
2 0
2
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
12-08-2019 18:46
Setelah kejadian itu tak berapa lama suami seorang temanku menghubungiku.Ternyata kejadian yang aku alami merebak luas.Intinya dia mau bantu aku bertemu dengan seorang yang katanya "pintar".Aku sebenarnya bukan orang yg mudah percaya apalagi sampe hal hal yang berbau sesajenpun aku ga pernah pakai.Tapi apa salahnya aku mencoba.

Berhubung temanku sedang hamil 7bln,akhirmya aku ijin kepadanya untuk pergi berdua dengan suaminya.Setau aku,tempat yang akan dituju kali ini jauh dari kota Bandung.Setelah berembug,temanku menyarankan bawa satu motor saja.Akhirnya motor aku dititipkan dirumahnya.Kamipun pergi setelah suaminya pulang kerja.Sekitar jam 8 malam.

Jauh sblmnya aku sdh membeli apa yg dibutuhkan: air kelapa,berbagai macam bunga,minyak wangi 1000 bunga,dan roko.Yah niat aku hanya ingin sembuh itu saja.Perjalanan dimulai dari arah Cicaheum karena rumahnya disana.Lalu melewati Kopo.Namun tiba2 hujan deras.Memang sedang musim hujan waktu itu.Kamipun berteduh.Tapi hujan tak kunjung reda.

"Kumaha teh,bade dilanjut?"tanyanya,apakah aku mau melanjutkan atau pulang.Tanggung,pikirku."Upami dilanjut,abi teu nyandak jas hujan..sawios huhujanan?"tanyanya lagi.Insyaallah aku kuat.Jadi kamipun hujan2an melawan derasnya hujan malam itu.

Kini kami sudah ada di Baleendah.Diapun menepikan motornya.Lalu menghubungi seseorang."Teh,katanya langsung disuruh kermhnya..nanggung dia lagi diluar katanya".Akupun mengiyakan.Motorpun masih melaju jauh entah ke mana,aku baca sepintas plang toko2 disekitar jalanan itu tertulis :Manggahang.

Jalanan sdh bukan suasana kota lagi.Banyak lahan luas dan jalanpun sedikit penerangan.Kami dari basah kuyup hingga memgering.Tiba akhirnya kami memasuki sebuah perkampungan.Lalu belok ke arah sawah yang gelap gulita."Seriusan aa rumahnya sekitar sini?"tanyaku khawatir ke sasar.Tapi si aa teh diem aja.Bulu kuduk merinding ketika melewati persawahan.Tanah basah semakin berat terbawa ban motor."Turun dulu teh..itu rumahnya..aku mau dorong motor..ga kuat ini..berat..".Aku tertegun.Aku melihat ada rumah yang sederhana dan lebih tepatnya si jauh dr peradaban..gubuk..gelap..hanya lampu dr dlm rumah yang bersinar itupun terhalang oleh bilik rumah.

Aku hanya menunggu.Aku merasakan,takut luar biasa.Karena badanku seperti bersentuhan dengan suhu panas yang membuat pundakku berat.Kulihat si aa memutari rumah itu sambil mengucapkan salam berkali2.Tapi tak ada jawaban."Kemana yah..katanya si istrinya dirumah...assalamualaikuuuuum" teriaknya lagi.Setelah satu jam menunggu akhirnya si aa menghubungi kembali si empunya rumah.Tak berapa lama pintupun terbuka.Rupanya dia menelpon sang istri yang tak sengaja ketiduran.

"Aduh hampura kasep..tadi teh ngaleunyap...ieu saha?"tanyanya menunjuk ke arahku."pasien teh..ari akangna kamana..ku abi ditlp teh meuni sesah..?" tanya si aa kemana yang mau nyembuhin aku."Muhun eta aya nu syukuran cariosna mah...kaleubeut atuh..mangga...punten bumina kieu neng...".Kamipun masuk.setelah dipersilahkan.

Rumah yang sangat2 sederhana.Kamar yang dipasang kelambu dan ruang berkumpul seadanya dengan sebuah tipi jadul disana.Si aa menceritakan maksud kedatangan kami berdua.Karena aku sdh tdk bisa diajak ngobrol.Aku hanya menahan kondisi dimana yang aku rasakan adalah berat kepala,pusing,mengantuk dan hawa badan yang panas bergantian dr ujung kaki ke ubun2.

sejam dua jam..kami menunggu,tak kunjung datang juga.Hingga pukul 2 dini hari tak datang.Ketika ditlp kembali oleh sang istri,dia hanya berkata : pulang lagi aja dulu soalnya nanggung ini lagi ada obrolan sama teman.Jelas aku emosi.Akupun beranjak dan mengajak si aa pulang,pamitan.Sebelum pulang aku memberi sekedarnya untuk jajan anaknya yg masih kecil.Karena aku tak habis pikir,laki2 macam apa meninggalkan istrinya sendirian ditengah sawah dengan keadaan rumah tidak ada apa2.Akupun berpikir,sungguh disayangkan.Kalo memang dia dikaruniai oleh Allah swt sebuah kebisaan,menyembuhkan orang yg bukan sakit biasa,tapi disepelekan.Mudharat jdnya.

Dipertengahan jalan pulang,si aa minta maaf.Lalu dia mulai bercerita.Kalo tadi itu berat bukan krn ban yang banyak membawa tanah leutak.Tapi karena dr awal pergi seperti membawa orang yang beratnya 75kg.Sedangkan aku hanya berkisar 4okg saat itu.Skr alhamdulillah si udah naik 2kg 😁.

Lalu dia bercerita,kenapa pengen bawa aku ketempat tadi.Karena dia bermimpi didatangi perempuan yang mengaku mengikuti aku.Setelah bercerita dgn temannya itu,katanya yang ikut denganku seorang perempuan.Mengapa dia peduli,karena katanya ga bagus bawaannya ingin mencelakakan aku.

Tiba dirmhnya subuh dan aku lihat istrinya menunggu kedtgan kami.Lalu bertanya,bagaimana hasilnya.Raut mukanya kecewa dan dia mengelus bahuku."Sabar ya teh...mdh2an Allah ngasih jalan buat kesembuhan teteh..mgk belum jodoh teh.."

Esok harinya,ada seseorang yang mengirim sms kepadaku.Lelaki yang mau mengobati aku."Teh,kalo ada waktu mangga mampir lagi kermh.ditunggu.Agus."Aku hanya mendengus kesal.Tak ingin lagi bertandang kermhnya.Untuk sedikit cerita ttg si aa..selang bbrp bulan kemudian,dia meninggal dunia setelah dirawat dirumah sakit karena maag kronis.Kata temenku awalnya minum kopi pahit,tapi tiba2 perutnya kram dibawa kermh sakit dan esoknya meninggal.Aku sedih banget.Si aa dah almarhum.Orang yang hanya kenal dr seorang teman tp dia peduli dgn keadaan aku.Al-fatihah untuknya 🙏.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinknam00 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
12-08-2019 19:22

Setahun berlalu dan aku masih "sakit"

Aku masih seperti awal diceritakan sblmnya.Hingga teh Rini tak tahan dan kasian melihat aku.Diapun membawa aku kermh temannya.Aku dikenalkan dengan ayahnya yg sdh berumur.Aku tak byk cerita.Teh Rini yang menceritakan semua.Lalu Beliau menyuruhku ambil air wudhu dan solat isya.Aku.disuruhnya solat di ruang tengah.Tak ada seorangpun,karena mereka di ruang depan mengobrol tentang ini itu.

Setelah solat.Aku duduk menghadap telivisi.Punggungku pegal.Akupun menegakkan posisi duduk.Tapi terus bgitu.Aku hanya menatap tv tanpa kedip.Lalu Ayah temanku,sebut saja Pak Haji menyapaku."Assalamualaikum".Aku tak bergeming.Hanya melirik dengan lirikan seperti seseorang yang tak ramah."Lalu Pak Haji berdoa komat kamit sambil menyentuh kakiku memberikan minyak wangi yang biasa bapak2 haji pake.Aku mulai berontak.Apalagi sewaktu beliau menekan jempolku.Kontan akupun berteriak..tertawa..menggeram..seakan marah..meronta..menantangnya..dengan omongan kasar."Saha ari maneh wani ka aing?!!!".Aku berteriak tak karuan hingga semua berkumpul memegangku.Tenagaku kuat seperti 10x lipat dari biasanya.Mataku membelalak.Gigiku berbunyi.Hampir 4 org memegangku.Setelah doa ini itu dari Pak Haji ditelingaku akupun melemas.Aku tak pingsan.Hanya lunglai.

"Neng..jangan ngekos sendirian.Kalo bisa jangan kos di wastu ya..kosan tempat Neng itu bekas kuburan.Neng itu sensitif.Wangi tulang.Jadi gampang nempel dr yang lain.Tu makhluknya udah ada diluar.Ga mau pergi.Sok kalo bisa pindah kosnya.Biar Neng juga tenang..."bgitu kata Pak Haji.Dia memberikan air doa.Tak berapa lama setelah aku pulih aku pamit pulang.Bersama Teh Rini merencanakan pindahan.

Sehabis gajian,karena pemasukan uangku hanya dari situ,akupun pindah.Disuruh Pak Haji di jln Suci karena ada sodara disana yang sedang dijodohkan dengan Teh Rini.Jadi katanya kalo aku ada apa2,tinggal minta tolong.Yah awalnya bgitu.Tapi nyatanya tidak.Aku merasa tak ada yg bisa aku andalkan.

Kosan itu berada di sebelah rumah sodaranya Pak Haji.Dilantai atas dengan tangga kayu.Ada 4 kamar.3 terisi termasuk aku,satu diujung kosong.Kamar mandi hanya satu dengan bak mandi dari drum plastik.Tapi tak apa.Aku suka karena terang dan sinar matahari masuk ke kamarku.Kamarnya luas walopun kosongan.Padahal aku ga bawa apa2.Jadi terpaksa aku tidur dilantai beralaskan karpet yang sengaja aku beli 30.000an.Sedih rasanya.Biasa hidup enak akhirnya hidup kayak gembel.Uangku habis tak tentu.Bayar kosan,berobat,makan sehari2,dan motor yang ga mgk kalo ga dirawat.Teman seperjuangan aku kala itu.

Aku betah,awalnya.Aku rajin solat malam.Meminta pertolongan Allah swt.Hingga suatu saat,air mati.Berhari2 ga ada air.Aku komplen.Aku cari2 masjid,jauh dr sana.Akupun jd malas solat.Aneh,sampe seminggu air ga ngalir.Baju kotor menumpuk.Dan ketika air nyala akupun mencuci pakaianku.Setelah bersih aku jemur aku tinggal untuk bekerja.Ketika pulang,Jemuran runtuh.Bajuku basah krn hujan.Airpun mati kembali.Kulihat kamarku banjir.Bajuku basah semua.

Aku mencoba bersabar.Setiap mau bertandang ke rumah sodaranya Pak Haji selalu ga ada.Aku malu kalo ke tetangga krn sdh trll sering.Usut punya usut,sodara Pak Haji itu malah sering keluar dengan Teh Rini.Aku kecewa.Jadi aku berpikir,aku hanya menjd alasan biar teh Rini bisa sering ketemu dengan sodaranya Pak Haji itu.

Kekesalanku memuncak.Ketika masuk kamar,lampu kamarku pecah.Kulihat jam dihapeku jam 11 mlm.Aku ga berani keluar kamar.Alhasil aku tidur dengan menyalakan hapeku semalaman.

Sial.Aku berpikirnya seperti itu.Esok harinya aku komplen sama ibu kosan soal lampu dan air.Ibu berjanji nanti bak kamar mandi dipenuhin dr bawah.Lalu diapun mengganti lampunya.

Esok harinya pulang kerja jam 9 mlm,aku masuk kamar dan...lampuku mati lagi.Aneh.Aku turun kebawah,bilang lagi sama ibunya.Merasa ada yg salah dengan kontak listriknya,ibu menyuruh anaknya benerin.Hari berikutnya lampu aman.Tapi ga lama.Saat aku pulang kerja malam lagi,lampu mati."Aneh da ibu mah,semua udah dibenerin..ko masih mati terus ya..".

Ga butuh waktu lama,menjelang gajian aku pindah kosan lagi.Ingat dengan ibu penjaga warung di depan cafe persib?dia menawari dirumahnya ada kamar kosong.Itung2 aku py keluarga baru.Daripada kesana sini bingung.Bayarnya seadanya aja,bgitu katanya.

Awalnya aku ragu,karena rumahnya disekitaran babakan siliwangi.Tapi aku posthik aja deh..siapa tau kalo aku berkumpul dgn sebuah keluarga aku bisa ceria kembali.Yah akhirnya aku mantap pindah kosan lagi.

Akses masuk ke rmhnya cukup dekat dr tempat kerjaku.Arah ke Sabuga,belakang ITB.Tapi kalo malam hari jangan ditanya.Serem.Apalagi setelah masuk ke area parkir sabuga dibelakang,aku masih hrs lewat jalan setapak yang pinggirnya ada sungai yang bernama sungai Citarum.Kalo sehabis hujan dimlm hari kabut turun.

Aku hrs melewati turunan tajam sebelum melewati jembatan.Tapi kalo pagi hari aku senang.Serasa ada dirmh nenek di jawa.Ibu ternyata punya anak 4.Satu cewe,3 cowo yang masih kecil2.Anak tertua kuliah.Mereka tinggal dirmh itu bersama kakek dan neneknya.Rumah disebelahnya ada adik ibu yang tinggal dgn suami dan 2 org anaknya.Ibu masih py suami ko cmn mereka jarang pulang lbh byk menginap di warung nasi sulanjana.

Besok aku lanjut ya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinknam00 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 18:58

Penampakan di Jalan Babakan Siliwangi

Malam itu aku packing2 barang untuk pindahan.Karena barang yang aku py hanya sedikit jadi dua balikan motorpun beres.Setelah merapikan barang2 di kamar,Tari mengajakku pergi ke warung.Katanya daripada bengong.Aku mengiyakan.

Aku terlebih dahulu melajukan motor.Agak susah karena jalan licin bekas hujan.Kutancap gas melalui tanjakan dan brenti sebentar menunggu Tari yg masih berada dibawah.Tiba-tiba aku merasakan ada yang memperhatikan aku.Arah mataku menuju jalan setapak yang menaiki lahan diatas jalan motor ini.Kulihat hanya undagan batu dan pohon2 rimbun.Aku sdh merasa seperti ...ketakutan.Saat Tari berada di belakangku "Teh,kenapa ko liat kesitu terus?"tanyanya.Aku hanya menoleh sebentar dan langsung tancap gas.Aku merasakan..aku bisa mendeskripsikan apa yang aku lihat.Seorang perempuan.Memandangiku.Tapi tidak ada penampakannya.Mana mgk aku bercerita pada Tari apa yg kurasakan.Pasti aku disangka gila.

Tak butuh waktu lama,aku sampai di warung ibu.Suasananya tdk seperti awal aku kesurupan disana.Semua biasa saja.Hanya aku lagi2 merasa dipojokan sudut ada yg tengah memperhatikan aku.Karena aku mengantuk aku mengajak Tari pulang."Yah Tari disuruh ibu jaga warung dulu sampe ibu pulang dari pengajian teh..gpp teteh pulang sendiri?".Jawabnya ketika aku bertanya mau pulang skr atau ga.

Perasaanku makin tak tentu.Kulihat jam sdh menunjukkan pukul 10 mlm.Tau gitu aku ga balik ke warung lagi deh,pikirku.Tapi ya mau gimana lagi.Mau ga mau aku harus berani.Membiasakan diri bahwa apa yg selama ini terjadi adalah sugesti.

Akupun pamit pulang.Malam itu udara dingin.Bulannya hujan membuat aku benci karena suasana seperti lebih sepi ketika malam datang.Hening.Akupun melewati Kebun Binatang Taman Sari yang gelap gulita.Lalu kulihat pohon2 yang berjajar hanya diselingi lampu2 temaram yang jaraknya berjauhan.Tumben ga ada motor yang lewat.Hanya sesekali mobil yg keberadaannya membuat aku sedikit tenang.Ketika sampai di belakang Sabuga,aku membelokkan motorku dan melaju ke arah bawah.Kanan-kiri pohon yang disiang hari sejuk namun tidak ketika malam.Hatiku tak enak.Aku berdoa dlm hati dan mulutku tak berhenti komat kamit.Saat melewati pos satpam,biasanya ada satpam disana.Mendadak malam itu tak ada siapapun.

mataku berputar2 mencari2 mgk ada satu dua makhluk hidup diparkiran Sabuga itu.Tapi nihil.Hingga aku hanya menatap lurus kedepan dan tiba-tiba aku mendengar sesuatu.Suara.Cekikikan.Dari sudut mata kananku..aku seperti melihat..sesuatu..yang terbang..seperti kain..putih..ikut terbang disampingku.Jantungku berdegup kencang.Aku tancap gas..tak peduli kalo saat itu aku harus jatuh kesungai.Tapi alhamdulillah masih terkendali.

Sampai aku turun kebawah dan memasukkan motor kermh.Aku langsung ke kamar.Pikiranku tak karuan.Aku bermaksud ambil air wudhu.Mau sholat.Badanku merinding tak berhenti."Neng imoe,udah makan blm...?"tanya nenek ketika aku keluar dr kamar mandi."Eee..udah nek...tidur duluan ya nek..".Nenek hanya tersenyum.

Aku tak bisa tidur.Badanku seperti panas tak henti.Pundakku berat.Aku balur dengan air doa dr Pak Haji yang masih kusimpan.Sampai...akupun tertidur.Dalam tidur aku bermimpi.Seorang wanita berkata :"Kamana oge maneh indit moal bisa ninggalkeun urang..."

Aku terbangun.Aku ga mau memejamkan mata lagi.Hingga kudengar Adzan awal subuh,baru aku terlelap.

Aku tak menceritakan kejadian semlm pada siapapun.Ditempat kerja aku sangat mengantuk.Karena aku tidak lapar aku akhirnya mengambil jam makan untuk tidur di mushola.Baru juga 10 menit tertidur,leader aku datang dan melihat aku tertidur.Dia berpikir aku tidur di jam kerja.Padahal wkt aku tau dia datang aku dengan santay bilang : aku ga ambil jam makan bu,krn aku ngantuk jd aku pake buat tidur,lumayan sejam.

Tapi ternyata itu menjd boomerang buat aku.Esok harinya aku dipanggil ke kantor dan disidang.Leader aku melaporkan aku kerjaannya tidur di jam kerja kepada Supervisor aku.Alhasil aku di SP dan langsung di pindah tugaskan ke KF sindanglaya.

Aku berani bersumpah,itu bukan tidur dijam kerja.Toh aku juga ijin sblmnya dengan teman2 sebagai saksi.Tapi mgk nasib sial.Kenapa setelah aku pindah agar lebih dekat ke tempat kerja jadi malah skr menjauh.

Tapi aku terima konsekuensinya.Aku jalani.Pulang pergi sindanglaya-babakan siliwangin sempat membuatku setress.Ada kabar aku mau diPHK krn kinerja aku mulai menurun makanya aku dibuang jauh ketempat yg sepi.Aku sdh pasrah aja sama Allah swt.Cuman Dia yang aku punya saat itu.

Akupun beradaptasi lagi ditempat baru.Tak aa kejadian yang berarti.Hanya saja suatu hari ketika pergantian shift,ada anak PKL perempuan rambut terurai panjang kehujanan.Dia terlambat masuk.Karena basah kuyup,rambutnya berantakan.Aku ingat waktu itu pukul 5 sore.Dia bergegas ke kamar mandi di belakang sendirian.

Dikamar mandi itu ada sebuah kaca.Ada pembatas yg terbuar dr rotan untuk memasuki tangga ke atas.Tiba2 terdengar suara sesuatu terbanting keras dan jeritan anak PKL itu.Sontak semua kaget dan kami melihat dia berlari kencang sambil memeluk temanku yg masih menunggu hujan reda.Dia terisak menangis."Ada apa...?"tanya kami semua.

Tangannya gemeteran."Itu....Anu...akukan tadi lagi nyisir rambut sambil ngaca dibelakang..tiba2 ada yang dorong pembatas rotan itu kenceng banget.Asli itu mah sengaja ada yg dorong.Aku takut...."katanya sesegukan.Teman2 yang lain berusaha menenangkannya."Ah ga ada apa2 ko...kamu jangan ngelamun..lain kali ngacanya disini aja..pake kaca kosmetik yah...".

Aku hanya mendengarkan.Ketika hujan brenti aku beranjak keluar.Tapi melihat keadaan lalu lintas di depan toko macet luar biasa membuat aku malas untuk pulang lebih awal."Moe,ngopi dulu aja kita..percuma ini sampe Cicaheum macetnya".ajak temenku.Yah semenjak kejadian itu aku doyan ngopi.Akupun meroko.Tapi bukan Garpit atau Garcok seperti ketika aku kumat.Kopinya pun sdh bukan kopi hitam.Karena aku parno.Aku benci kopi hitam.

Setelah ngobrol ngalor ngidul,tiba2 palaku pusing.Pundakku berat.Aku mulai seperti orang sakit,mual dan selalu bersendawa."Kamu kenapa?" tanya temanku.Dia menatapku dan melihat mataku."Mata kmu.....merah...itu bukan kamu deh...".Diapun berlari mencari satpam yang katanya bisa menyembuhkan orang kesurupan."Pak..ini temen aku kayaknya..kerasukan...krn aku tau...itu bukan dia...".katanya lagi.Akupun sdh menangis dipojokan.Menangis sedih.Bapak itu memmegang tanganku."Saha ieu?".Aku berhenti menangis.Menatap balik tatapannya.Lalu aku menguatkan jemari tanganku meremas tangannya dengan kuat."Eeeh ditanya baik-baik ko....".Mataku melotot menatap bapak satpam itu penuh kebencian.Akupun teriak2 sejadinya.Orang2 yg mendengar mengerubuniku."Aya naon aa....??" tanya mereka.

"Selonjorin..lepas sepatunya..pegang kakinya..sok aa..abi ceukeulan pananganana..."ujar salah satu lelaki yang mulai membantu bapak satpam.Mulutnya komat kamit membaca doa..lalu diusapkan ke wajahku.Tak berapa lama aku melemas.Terkulai.

"Kenapa ini teh...?" tanya bapak.Temanku menjawab tidak tau tp dia menceritakan kejadian anak PKL tadi."Tapi bapak juga wkt awal liat teteh ini ngopi sendirian disini..udah beda.Cmn bapak ga mau sok tau.Bapak pikir mgk khodamnya ga cocok sama bapak.Tapi ko auranya jelek yg bapak liat..suram..tertutup..ibaratin ubi ungu mah..mukanya si teteh ini kayak gitu.."

"Neng ada masalah apa?" tanya bapak itu padaku.Akupun menceritakan kejadian tahun lalu yg hingga kini masih ada."Kalo neng mau berobat bapak bs bantu.Tapi bapak minta diobatinnya bersama keluarga Neng krn ga mau jd fitnah".Aku bingung.Aku ga punya keluarga di Bandung.Kakak aku?dia sdh tidak percaya.Karena baginya aku hanya trll byk mikir dan melamun."Neng cari aja daun kelor ya..nanti klo ada waktunya kabari bapak."

Daun kelor?daun apa itu.Akupun searching di mbah gugel.Ternyata daun itu bisa buat ngilangin "pemake" dan "kiriman" dari org yg jail.Tapi dapetnya dimana.Sebelum menemukan daun itu,aku tidak pernah bertemu bapak satpam itu lagi.Katanya Bapak itu dirolling ke tempat lain.

Hanya beberapa bulan di Sindanglaya akupun dipindah lagi ke jln.purnawarman.Syukurlah jadi aku tak perlu berkutat dengan macet cicaheum -uber yang aduhai bikin panas rem motorku.Atau dengan banjir di cikadut yang bisa menenggelamkan motorku.Karena bulan itu masih musim penghujan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bolangtelmi dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 19:42

Satu per satu temanku pergi meninggalkan aku

Selama aku tidak di sulanjana lagi,aku masih sering mampir ke gardu listrik tukang batagor itu.Sekedar bertemu teman2 daripada dikosan bengong sendirian.Mereka teman2 yg asik,awalnya.Hingga entah mengapa antara teh Mirna dan teh Rika ada perseteruan.Ketika aku bersama teh Mirna,aku menjd pendengar curhatan dia ttg teh Rika.Ketika aku bersama teh Rika,aku mendengar kebalikannya.

Aku hanya mendengarkan dan sesekali sambil bermain game.Kadang tak habis pikir kenapa meributkan sesuatu yang biasa,disaat masih lebih banyak masalah2 yang penting untuk menguras tenaga dan pikiran.Lucunya,hingga teman2 yang lain ikut menjauhi Teh Mirna.Padahal hanya karena omongan racun dr seseorang yang mengadu-domba mereka.Tentunya bukan aku.

Hingga,suatu hari Teh Rika bersama teman2nya membahas teh Mirna kembali."ini pasti ada yg ngadu domba nih..ko bisa si Mirna tau kita karoekan tanpa dia?"katanya.Aku masih asik dengan hapeku."Yah..siapa lagi kalo bukan yang diem2 menghanyutkan..tiap ngobrolin Si Mirna orgnya diem..tp mainin hape..yah..siapa tau..ngerekam omongan kita..atau ga WAan laporan sama si Mirna."kata Eko,bencong top di gardu itu.

Deg!.Aku berhenti memainkan game.Lalu menatap ke arahnya dan kulihat dia sinis melihatku.Gerakan mimik mukanya seakan2 menunjuk aku adalah orangnya selama ini.Aku ga terima dong.Apalagi,teman yang dulu menolongku di Cijambepun ikut2an ngomong ketus "Nyaa moal jauhlah..cing wani teu jelema ngaku?".Astahfirullah.Padahal selama dia menolong aku,akupun tau diri.Setiap beli makanan atau minum atau sarapan atau kopi uangnya dari aku.Numpang di sana ga gratisan.Ga mgk aku makan sendiri atau ngeroko sendiri.Bahkan akupun memberikan uang yang katanya ga usah tapi diambil juga.Atau dia ga inget selama di Cijambe aku pulang pergi nganter dia kemanapun dia pergi tanpa minta dibayar atau minta ganti bensin?

Hatiku sakit."Maksud kalian...aku?Jujur...Teh Mirna dan Teh Rika adalah orang yg menemaniku disaat aku "sakit" trs knp aku harus adu domba kalian yang dulu kompak dan sdh aku anggap kakak2 ku sendiri?kalian pikir aku maen hape buat ngelaporin yang kalian gibahin ttg siapapun itu?liat hape aku!!!!boleh cek.Terakhir aku ketemu Teh Mirnapun minta salah satu kalian mengalah dan baikan lagi biar bs kayak dulu.Jujur aku sakit hati.Sakit hati ini ga akan terobati dan akan aku ingat selalu.Apalagi dengan orang2 yang pernah aku bantu..ingat!!aku tidak pamrih..tapi kemana kebaikan itu hingga mampu fitnah aku jd penyebab kalian berjauhan?bukannya kalian sendiri yang membuat masalah..kenapa jd aku kambing hitamnya?".

Aku tak kuasa menahan sakit hati dan tangis ini.Aku berlari ke arah parkiran dan mengambil motor lalu pulang.Sakit rasanya.Air mataku terus mengalir.Ada yang sakit.Dihatiku.Entah.Rasanya seperti ditusuk belati.Tidak!!Bahkan lebih dari itu.Sesampai di rmh ibu,aku masuk ke kamarku.Tari melihatku menangis.Dikejarnya aku."Teteh...teteh kenapa?"tanyanya.Dia melihatku dari pintu.Aku duduk dipipiran ranjang tempat tidur masih terisak tak karuan.Tiba2...Lampu kamarku pecah!!!"Pletaaakhhhh".Tari menjerit dan melihat lampu itu...keluar kupu2...biru...terbang..entah kemana."Apa itu teh imoe?"tanyanya.Aku menggeleng.Masih menatap lampu diatasku.

Kakek Tari menghampiriku sambil membawa sapu dan pengki.Dibersihkannya lampu itu."Udah Neng...jangan dipikirin.Hatinya ga tenang nanti....mendingan makan yu..tu tadi Nenek masak sayur lodeh kesukaan Neng.

Aku mengusap air mataku.Aku lapar.Aku beranjak ke dapur.Aku lihat ada sayur kesukaanku.Akupun melahapnya.Hatiku mulai tenang dengan keberadaan keluarga baru ini.Mereka baik banget sama aku.Tapi tidak dengan adik ibu.Sepertinya dia tidak suka dgn aku.

Esok harinya aku libur.Akupun ke warung sayuran aku mau masak buat kakek nenek sama Tari dan adik2nya.Disaat aku lagi masak,adik ibu duduk dikursi sambil nonton tipi."Gitu dong..masak..jangan cmn maunya dimasakin terus...kasian nenek udah tua jangan dibebanin lagi".

Aku tertegun.Pdhl selama ini aku sll rajin pel rumahnya,cuci piringnya,masak kalo waktu.Padahal aku bayar tinggal disitu seperti layaknya aku ngekos.Ga gratisan.Aku hanya diam.Langsung terbesit aku hrs pindah kosan lagi sepertinya.Tapi sblm itu aku ingin menghabiskan sisa2 waktuku bersama mereka."Teh imoe,dengerin nightmare said yuk...skr kan malam jumat...kita dgrinnya rame2..."ajak adik Tari,Rangga yang masih duduk dikelas dua SD.

Hah?Nightmaresaid?Noooooo!!!"Ah ngga mau,aku mau tidur aja..."aku menampik ajakan mereka."Ih gpp atuh..Rangga tau ko..ibu cerita klo teh imoe.....bisa liat...."katanya lagi."Liat apa?ngga ah..liat kamu sih iya..."ledekku."Berani ga?hayu da yg dgrnya bykan..ada nenek,kakek sama tteh..kalo si Bayu mah jangan diajakin,penakut dia mah!".Aku melihat jam dinding.Sebentar lagi.

Bayu yang diledekin Rangga cmn diam berselimut sarung di sofa.Rangga mengambil radio jadulnya kakek.Lalu dia putar2 mencari gelombang frekuensinya.Lalu terdengar.."Insan muda selamat datang kembali di Nightmaresaid Ardan radio 105.8 Fm...Kali ini...".Rasanya ingin menutup telingaku.Rangga hanya tertawa jail.Diperbesarlah volumenya.Sialan!!

Saat itu posisiku menghadap telivisi yang dibelakangnya terdapat kaca jendela besar.Kalo siang hari terlihat pemandang sungai yang tengah pasang air debitnya krn musim hujan dan rumpunan pohon bambu yang meliuk2 tertiup angin pelan.Namun krn sdh malam dan entah mengapa kaca itu tak pernah ditutup.Bagi mereka mgk biasa saja,tapi tdk buatku.Radio ada si tangan Rangga yang ada disebelahku hanya terhalang meja,diapun mendengarkan sambil menatap pemandangan gelap diluar kaca.Hingga tiba2...aku melihat..samar2..ada sebuah kepala..dikaca..terhalang tipi sedikit tengah mengintip.Ah perasaan aku saja.Aku tak ingin merusak suasana.Namun Rangga sontak berteriak "Eeh itu siapa tadi..teh liat ga tadi..asa ada yg no'ong dikaca..budak leutik...tapi kepalanya aja..".

Seketika aku mematung.Menoleh ke arah Rangga."Masa si?"tanyaku seolah2 aku ga liat.Padahal mah...."Iya teh imoeeeee..Bay...Bayuuu ningali teuuuu?"Rangga berlari ke arah kaca dan menutup semua dengan gorden."Tah ku pamolah sorangan..borangan tapi sok2an mau dgrin cerita hantu..."kata nenek yang gemas melihat tingkah Rangga."Aslina demi Allah abi mah..ga bo'ong!!".

Aku menghabiskan roko dan kopiku lalu beranjak ke kamar tidur."Aku tidur duluan ah..assalamualaikum.."pamitku."Geura sarareeelah...pareuman radiona...".kata kakek sambil nyubit manja cucunya.Hm..aku jd rindu mereka.Tapi aku bisa apa.Semoga mereka sekeluarga selalu dimudahkan rejekinya dan selalu dlm lindungan Allah swt.🤲🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinknam00 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 19:58
lanjut apa ga ya🙄
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 20:21
Lanjut dong neng, masih setia pastinya
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 20:42
lanjut teh. gpp curahin hatinya lewat tulisan. Mugia geura cageur .. amiin
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
13-08-2019 22:16
lanjut mbak, , , emoticon-Shakehand2
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
14-08-2019 11:54
update update !!


kutukan tidak bisa dibatalkan...
seseorang dengan kutukan selalu sendirian...
manusia hanya mencari sebab dan alasan akan kejadian....

0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
14-08-2019 23:20
aku baru pulang kerja uy..besok ya...insyaallah..
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
14-08-2019 23:21
Quote:Original Posted By eza.d.a ►
update update !!


kutukan tidak bisa dibatalkan...
seseorang dengan kutukan selalu sendirian...
manusia hanya mencari sebab dan alasan akan kejadian....


jadi menurut akang..saya dikutuk?
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
14-08-2019 23:22
sedih si dgrnya..tapi saya yakin..ada sesuatu hikmah yang bisa saya jdkan pelajaran..
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
15-08-2019 01:27
Quote:Original Posted By lovelyimoe ►


jadi menurut akang..saya dikutuk?


emoticon-Cool
Diubah oleh eza.d.a
0 0
0
Pengalam Mistis Yang Tak Terlupakan
15-08-2019 01:29
Quote:Original Posted By lovelyimoe ►


jadi menurut akang..saya dikutuk?


jangan dibahas, mending update...

lagipula yang terkutuk itu ane
0 0
0
Halaman 2 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
antara-impian-dan-cinta
Stories from the Heart
kami-ingin-normal-kembali
Stories from the Heart
dream-catcher
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
segelintir-kisah-putih-abu-abu
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia