alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d539c25e83c723c161fbafe/penipuan-cpns-pelaku-tipu-korban-hingga-kantongi-rp-57-miliar
Lapor Hansip
14-08-2019 12:29
Penipuan CPNS, Pelaku Tipu Korban Hingga Kantongi Rp 5,7 Miliar
Quote:Penipuan CPNS, Pelaku Tipu Korban Hingga Kantongi Rp 5,7 Miliar

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan terhadap pegawai honorer yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Satu tersangka penipuan CPNS berinisial HB alias Bima alias Pak Bos, 57 tahun, ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Lebak Para, Pulogadung, Jakarta Timur baru-baru ini.

"Penyelidikan ini berdasarkan empat laporan polisi dari tahun 2015, 2016 dan 2018," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Selasa, 13 Agustus 2019.

Argo menjelaskan modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan berpura-pura menjadi PNS. Dia memiliki kartu tanda pengenal palsu dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas namanya.

Selain itu, Pak Bos mempunyai kartu pengenal palsu dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). "Pelaku ini juga selalu berpakaian parlente, bajunya menggunakan jas safari yang bagus jadi orang percaya dia dari Kementerian," kata Argo.

Setelah itu, Argo menjelaskan tersangka menggunakan informasi yang disediakan BKN atau BKD untuk melihat data para pegawai honorer. Nama-nama itu dia hubungi untuk menawarkan jasa yang bisa membantu para pegawai honorer untuk lolos menjadi PNS.

Untuk menggaet korban, tersangka juga menggunakan sistem mulut ke mulut untuk menawarkan jasanya. "Tersangka sudah melakukan penipuan seperti itu dari tahun 2010 hingga tahun 2019," kata Argo.

Salah satu contohnya dialami korban berinisial EB yang ingin menjadi CPNS K2 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Juni 2010. Untuk menyakinkan korbannya, tersangka menyuruh HB untuk bertemu di Lantai 3 Gedung E Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna menandatangani surat sebagai pegawai honorer dengan nomor 290.

Tersangka juga mengajak korban bertemu di Kantor BKD Balai Kota DKI untuk diberikan Surat Keterangan (SK) palsu sebagai PNS di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Namun, SK itu belum diserahkan kepada korban dengan alasan belum mendapatkan stempel. "Ruangan yang digunakan tersangka itu merupakan ruangan untuk publik," kata Argo.

Argo mengatakan, para tersangka kemudian diminta untuk membayar sejumlah uang agar SK itu dapat diserahkan. Jumlahnya mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Total uang yang sudah dikumpulkan tersangka sejak pertama kali beroperasi mencapai Rp 5,7 miliar.

Uang tersebut diterima tersangka dari 99 korban penipuan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten dan yang paling banyak dari Jakarta. "Namun setelah uang ditransfer, ditunggu-tunggu, korban tidak diangkat-angkat menjadi PNS," kata Argo.

Adapun SK pengangkatan dan dokumen lain yang dibuat tersangka untuk menipu korban adalah palsu. Argo mengatakan surat-surat itu dibuat dan dicetak di rental komputer dengan melihat contoh dari internet.

"Tapi penyidik tidak akan percaya begitu saja. Nanti kita akan tanyakan kembali apakah hanya sendirian atau ada yang membantu, contohnya kartu pengenal itu," kata Argo.

Atas perbuatannya, Pak Bos dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan atau penggelapan. Tersangka terancam dihukum maksimal empat tahun kurungan penjara karena penipuan CPNS terhadap pegawai honorer itu.


https://metro.tempo.co/read/1235463/...r/full&view=ok
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
14-08-2019 12:35
hukuman maksimal 4 tahun.. dapetnya 5.7 Milyar..

sebulan dapet 112 jt..

cuan lah.. emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
falin182 dan scorpiolama memberi reputasi
2
Lihat 3 balasan
14-08-2019 12:45
Tikus menang banyak pokoknya emoticon-Angkat Beer
0
14-08-2019 12:46
emoticon-Leh Uga ngontrak di pulogadung dipercaya, klo yg punya ruma gedhe tu bru terpercaya


...emoticon-Ngacir
Diubah oleh mibmobz
0
Lapor Hansip
14-08-2019 12:51
Balasan post khayalan
Apalagi kalau didepositokan, taruhlah 4 tahun dipenjara kotornya dia menghabiskan 10jt/bln utk kebutuhannya, pake pengacara murah Aja, toh cuma 4 thn belum lg remisi.

Makanya kalau ada kasus yg melibatkan duit dlm jumlah besar, yakin aja kalau terdakwa itu uda dianggap ngekost atau ngontrak ruang penjara selama periode tertentu. Keluar msh tetap berduit.

0
14-08-2019 12:59
peminat banyak ya
makanya hasilnya banyak
0
14-08-2019 12:59
Quote:Original Posted By khayalan
hukuman maksimal 4 tahun.. dapetnya 5.7 Milyar..

sebulan dapet 112 jt..

cuan lah.. emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By F_U
Apalagi kalau didepositokan, taruhlah 4 tahun dipenjara kotornya dia menghabiskan 10jt/bln utk kebutuhannya, pake pengacara murah Aja, toh cuma 4 thn belum lg remisi.

Makanya kalau ada kasus yg melibatkan duit dlm jumlah besar, yakin aja kalau terdakwa itu uda dianggap ngekost atau ngontrak ruang penjara selama periode tertentu. Keluar msh tetap berduit.


Btw itu uang 5 milyar disita ga sih? emoticon-Bingung

Atau kalo si penipu pinter ngumpetin, diumpetin dulu sebagian besar, ngakunya udah tinggal dikit abis. Seperti di film2 emoticon-Ngakak
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
14-08-2019 13:06
Balasan post becakmini.v7
Penyidik juga butuh waktu dan tenaga utk menyelidiki aliran uangnya, boro2 kalau uangnya msh utuh, sempat sudah dibelanjakan utk investasi spt beli tanah atau properti dengan menggunakan nama fiktif, makin berat melacaknya. Gk pernah sejarahnya orang goblok bisa menipu seseorg dgn jumlah yg gitu besar kecuali spt kejadian Ponari dan batu petir-nya.
0
14-08-2019 13:08
kok bisa sih "korban" nya di treat as korban?

itu pelaku kkn juga toh emoticon-Nohope
profile-picture
ridonculous memberi reputasi
1
Lihat 2 balasan
14-08-2019 13:38
Ynag ketipu black list dari cpns
0
Lapor Hansip
14-08-2019 13:41
Balasan post malingtempur
bener banget, tapi...
kalo korban bakal kena, ga bakalan ada yg lapor dong emoticon-Ngakak
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
1
Lapor Hansip
14-08-2019 13:47
Balasan post F_U
Quote:Original Posted By F_U
Apalagi kalau didepositokan, taruhlah 4 tahun dipenjara kotornya dia menghabiskan 10jt/bln utk kebutuhannya, pake pengacara murah Aja, toh cuma 4 thn belum lg remisi.

Makanya kalau ada kasus yg melibatkan duit dlm jumlah besar, yakin aja kalau terdakwa itu uda dianggap ngekost atau ngontrak ruang penjara selama periode tertentu. Keluar msh tetap berduit.



[mention]F_U[/mention] tapi orang2 yg kek gini biasanya gak bijak kalo pegang uang om, paling buat foya2 main cewek, ujung2 nya habis, faktanya dia ngontrak kan emoticon-Smilie
profile-picture
khayalan memberi reputasi
1
14-08-2019 13:52
Quote:Original Posted By sudarmadji-oye
[mention]F_U[/mention] tapi orang2 yg kek gini biasanya gak bijak kalo pegang uang om, paling buat foya2 main cewek, ujung2 nya habis, faktanya dia ngontrak kan emoticon-Smilie


Fakta yg didapat sekarang dia ngontrak... entah kalo punyabrumah di mana2..

Kalau ketangkep di rumahnya.. kemungkinan rumahnya bakal di sita..

kalau ketangkep di kontrakan mah.. paling disuruh keluar doangan sama yg punya kontrakan..
profile-picture
sudarmadji-oye memberi reputasi
1
14-08-2019 13:55
Waduh, banyak juga ya orang yang ketipu? Sampe hampir 100 orang.
Dulu pas lulus stm, temen tongkrongan pernah cerita ke ane mau masuk pns lewat jalur emergency. Habis 190jt bulan depannya langsung dapet sk. Sekarang dah nikah dan punya rumah 2 biji emoticon-Mewek
Diubah oleh azidqi
0
Lapor Hansip
14-08-2019 14:23
Balasan post ridonculous
@ridonculous yes, justru si korban nya ini wajib diperiksa juga
0
Lapor Hansip
14-08-2019 18:11
Balasan post sudarmadji-oye
[mention]sudarmadji-oye[/mention]

Gk tau juga sob, kalau dia habiskan semua, berarti dia oon, soalnya duit yang "ditabung" jumlahnya lumayan
0
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.