alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.75 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d476130f0bdb243bd610d6d/orang-ke-3-dalam-rumah-tangga-tak-melulu-pelakor-dan-pelabor
Lapor Hansip
05-08-2019 05:50
Orang Ke-3 dalam Rumah Tangga Tak Melulu Pelakor Dan Pebinor
Past Hot Thread
Orang Ke-3 dalam Rumah Tangga Tak Melulu Pelakor Dan Pelabor
Picture: kincir.com

Mahligai rumah tangga hancur tak melulu disebabkan oleh Pelakor (Perebut Laki Orang) atau Pebinor (Perebut Bini Orang). Orang ketiga dalam rumah tangga bisa siapa saja. Jika sahabat/teman atau relasi kantor sering jadi orang ketiga maka dalam thread saya kali ini pihak ketiga tak lain adalah orangtua dan saudara.

Banyak rumah tangga yang tampak baik-baik saja justru hancur bukan karena pelabor atau pelakor lho Gan Sis. Namun disebabkan oleh orang terdekat salah satu pasangan yang suka ikut campur urusan rumah tangga. Orang terdekat bisa angota keluarga pasangan. Kebanykaan adalah orangtua pasangan. Meskipun tak jarang pelakor dan pelabor bisa juga saudara sendiri

Berita Viral Pelabor


Masalah finansial biasanya paling sering jadi perdebatan antara pasutri. Terlebih jika teman atau saudara sering meminta pertolongan finansial dan dirahasiakan kepada pasangan. Bisa jadi hal ini akan memicu pertengkaran-pertengkaran yang lain. Keterbukaan harusnya ada diantara suami dan istri sehingga

Tak hanya urusan finansial anak, sosok mertua khususnya ibu bahkan suka turut campur daalm rumah tangga pasutri. Di awal-awal pernikahan, masalah meladeni kebutuhan pasangan (suami atau istri) baik makanan yang disukai bisa jadi hal yang sangat ribet.

Masak ini dikomentari, cuci baju kurang bersih dikatain, dan paling sering anak atau pasangan sakit dimarah-marahi. Bahkan hal remeh seperti nyuapin anak bisa jadi perdebatan dengan orangtua
.

Pernah nggak Agan Sista ngalami hal diatas? Sabar ya, ini ujian yang pasti bakal segera berakhir... Yakin saja bahwa badai pasti berlalu.

Quote:Di daerah Pujon, Kab. Malang sempat ada kabar bahwa menantu membakar ibu mertuanya hidup-hidup. Usut punya usut, menantu yang notabene perempuan itu memendam rasa sakit hati selama 13 tahun berumah tangga. Alasannya, Si ibu mertuanya sering memarahi, menghina dan mengolok-oloknya.

Sakit hati selama 13 tahun pada akhirnya menimbulkan dendam dan terjdi aksi pembakaran tersebut. Miris ya??

Mungkin sebagian orang akan menyalahkan si menantu. Tapi, saya sebagai perempuan merasa iba dengan kondisi pelaku. Terlebih Saat melihat si menantu menangis meretapi kesedihannya ketika bercerita kepada psikolog yang mendampinginya. Meski melihat sekilas, saya bisa melihat penyesalan mungkin dirasakan kala itu.

Mulut usil sang ibu mertualah yang menjadi pemicu semua kejadian ini . Coba si mertua tak suka berkomentar negatif mungkin si pelaku takkan menaruh dendam. Terlebih meski berdekatan mereka tidak tinggal serumah.

Kenyataan bahwa pelaku sempat ingin bercerai dengan suami juga menunjukkan betapa besar rasa sakit hatinya akan perilaku korban semasa hidup. Tapi niatnya itu diurungkan karena dilarang oleh anaknya dengan alasan agama.

Suami pun berkali-kali diajak pelaku untuk pindah dan menjauh dari keluarganya. Namun keinginan si pelaku tak pernah digubrisnya. Malah sang istri sering dimarahi. Disinilah letak kesalahan suami. Seharusnya sebagai suami yang baik ia menjadi jembatan atau penengah antara istri dan ibunya.


Kejadian di atas cukup memilukan saya Gan Sis. Memang kenyataan di lapangan begitu adanya. Ketika berhadapan dengan keluarga asli seorang suami atau istri bisa sangat loyal namun jika dengan keluarga kecil bisa begitu banyak perhitungan.

Bahkan salah seorang kawan saya sempat bercerita betapa tega suaminya padanya. Saat ia sedang merintih kesakitan karena keguguran di kamar mandi, suaminya justru izin membantu ibunya membuat jemuran baju.

Pikir saya, segitu berharganya perintah ibu sampai istrinya tak dihiraukan. Coba jika pendarahan hebat yang dialami berakibat fatal. Apa gak nyesel kehilangan istri?

Atau bisa jadi tambah seneng bisa nikah lagi emoticon-Ngakak

emoticon-Ngacir2



Kisah Orang ketiga


Ada istilah darah lebih kental dari air. Dalam hal ini darah adalah keluarga dan sanak saudara. Sedangkan air adalah pasangan hidup. Tak bisa dipungkiri beberapa rumah tangga memang hancur justru karena sanak saudara atau keluarga terdekat. Disengaja atau tidak pertengkaran-pertengkaran justru bersumber dari beberapa anggota keluarga pasangan.

Orang Ke-3 dalam Rumah Tangga Tak Melulu Pelakor Dan Pelabor

Biasanya hal ini dipicu oleh pasangan yang tidak bisa bersikap adil terhadap keluarga kecil dan keluarga besarnya. Hingga perasaan dinomor sekiankan muncul dalam diri salah satu pasangan.
Akhirnya, timbulah perpecahan dan perceraian itu.

Beberapa pengantin baru bahkan memilih tinggal di kamar kos kecil atau kontrakan yang murah dibanding harus tinggal serumah dengan keluarga istri/suami. Saya rasa ini adaalh kwputusan yang tepat, demi mengurangi banyajnya gesekan dengan anggota keluarga yang lain.

Dari thread ini bisa disimpulkan bahwa menikah tak selamanya indah Gan Sis. Ibarat sebuah gim, sebuah pernikahan adalah level tersulit dari kehidupan. Banyak permasalahan yang harus kita selesaikan dan tentunya tiap rumah tangga punya cara sendiri menyelesaikan masalah khususnya terkait orang ketiga.

Berikut tips menghadapi orang ketiga (keluarga) dalam rumah tangga:
1. Sabar, stok kesabaran sebanyak mungkin dalam diri Agan Sista
2. Adanya keterbukaan masing-masing pasangan terlebih mengenai urusan finansial.
3. Selalu positif thinking terhadap pasangan dan anggota keluarga pasangan.
4. Buat batasan antara urusan kelurga kecil dan urusan keluarga besar
5. Buat skala prioritas (kebutuhan anak dan pasangan adalah hal utama)


Demikian thread saya kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa lebih bijak menghadapi orang ketiga dalam rumah tangga.
Diubah oleh l13ska
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tahubulatgury12 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 8
13-08-2019 09:23
Na'udzubillahimindzalik.. semoga jangan sampai di keluarga kita ada pelakor maupun pebinor. aamiin..
Tapi ada benernya juga sih gan, soalnya di daerah ane ada istri yang harus rela dimadu oleh suaminya yang menikahi sepupu suaminya itu sendiri emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:23
komunikasi yg utama gan
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:24
betul. ane sendiri merasakan. berhubung tidak ada yg kenal ane disini jadi oke2 aja berbagi aib toh buat pelajaran kita semua.
ane tinggal dengan ortu ane sehabis menikah. banyak sekali cek cok hanya karena org ketiga.

ane serumah dgn ortu dan adik ane. hampir setiap hari istri ane marah2 aja kerjaannya. krn keponakan ane nangislah. adek ane malas lah. ortu komen ini itu.
semua itu biasa terjadi dan seharusnya kita sbg kepala keluarga langsung banting setir. ane secepatnya pindah. akhirnya skrng udah pindah aman gk separah sebelumnya.

tidak ada yg salah dalam urusan rumah tangga. kita sebagai kepala rumah tangga harus bisa pegang kendali. langsung ambil tindakan walaupun banyak pro dan kontra.
disitulah makna peran besar kepala keluarga. sebagai pemimpin dan sebagai penjebatan hubungan antara org tua, mertua, suami, adik/ kakak, anak, adik ipar, keponakan.

bagi para suami. lihat sikon dan ambil tindakan.
tindakan itu bisa berupa, misalnya seperti kasus diatas. langsung pindah... perkara gk punya uang. percayalah kalo Allah gak akan tinggal diam. Dia pasti mencukupi kehidupan kita
profile-picture
profile-picture
profile-picture
l13ska dan 2 lainnya memberi reputasi
3
13-08-2019 09:28
Emang lebih banyak permasalahan keluarga justru datang dari keluarga besar atau ortu pasangan. Bersyukurlah kalau punya mertua dan ortu yg memahami dan menyayangi seperti anak sendiri. Lah kalau ndak, alamat tiap hari berasa di 'neraka' kecil. Semua jd bahan omongan.
baca pengalaman TS jd inget temen yg punya pengalaman mirip...
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:38
The world has gone crazy...
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:40
Quote:Original Posted By gogorancak
ane bacanya malah inget PATLABOR emoticon-Wakaka


Ampuuuun, salah aku emoticon-Maaf Aganwati
0
13-08-2019 09:43
Nah inilah alasan kenapa saya masih senang sendiri meskipun orang tua dah ribut dan ngomong mulu tentang pernikahan anak perempuan satu2nya emoticon-Big Grin karena gw tahu menjalin ikatan dengan seseorang berarti akan menanggung beban bukan hanya dari suami tapi dari keluarga si suami jg. Mending kalau camernya pengertian sama kekurangan calon menantu, kalau ngomel mulu kayak kasus diatas sampe dibakar menantunya gimana. Stok kesabaran saya tipis, bisa2 baru nikah langsung minta cerai.

Pas baru nikah jg kalau emg belum mampu beli rumah mending jg kos/ngontrak yg penting hidup berdua. gak direcokin orang.
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:47
Orang Ke-3 dalam Rumah Tangga Tak Melulu Pelakor Dan Pelabor
0
13-08-2019 09:50
Makanya disarankan pisah rumah dengan mertua atau ortu setelah menikah untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:55
Quote:Original Posted By aaaa1
Kalo karena selingkuh, itu cheap people. Banyak cheap people di negara ini, yang beranggapan, bohong adalah hal yang biasa

Sudah kebiasaan boong kaoi gan... Mangkanya susah untuk jujur. Padahal jujur itu indah

Quote:Original Posted By amatir91
makanya di negara2 barat anak klo sdh selesai usia sekolah/kuliah pasti didorong utk angkat kaki dri rumah. setelah itu mmbentuk kluarga sendiri. baru kumpul2 pada saat tertentu aja. mengurangi kmungkinan saling usil antar kluarga

Tapi terlalu bebas juga kalo dunia barat. Aku lebih suka orang timur hanya saja sekarang kesantunan n ketamahn emang udah mulai pudar

Quote:Original Posted By I.W.a.K
jadi namanya pelabor toh..
btw rumit ya rumah tangga


Tergntung pelaku juga.. Kalo saya, enjoy aja. Namanya hidup gak jauh dari masalah
0
Lihat 1 balasan
13-08-2019 09:55
pantangan semua dilakuin sih
ane pantang seatap bareng mertua apapun alasannya
karena akan ada waktu dimana mertua bakalan cerewet

kedua masalah duit
ane sendiri udah tutup pintu rapat-rapat buat sodara ane yg mau ngutang
karena mereka masih bisa asyik posting kemewahan , ngapain juga diurusin

untungnya ane udah nikah lama sekali dengan 2 prinsip diatas ga ada kendala besar apapun
cekcok rumah tangga sih biasa
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
13-08-2019 09:57
Quote:Original Posted By Justika1118
Nah inilah alasan kenapa saya masih senang sendiri meskipun orang tua dah ribut dan ngomong mulu tentang pernikahan anak perempuan satu2nya emoticon-Big Grin karena gw tahu menjalin ikatan dengan seseorang berarti akan menanggung beban bukan hanya dari suami tapi dari keluarga si suami jg. Mending kalau camernya pengertian sama kekurangan calon menantu, kalau ngomel mulu kayak kasus diatas sampe dibakar menantunya gimana. Stok kesabaran saya tipis, bisa2 baru nikah langsung minta cerai.

Pas baru nikah jg kalau emg belum mampu beli rumah mending jg kos/ngontrak yg penting hidup berdua. gak direcokin orang.


Kita belum tau seberapa besar stok sabar jika belum nyemplung ke sebuah masalah... Semangat, semoga nemu jodoh terbaik emoticon-2 Jempol
profile-picture
Justika1118 memberi reputasi
1
13-08-2019 09:58
Quote:Original Posted By gembus.mlenuk
pantangan semua dilakuin sih
ane pantang seatap bareng mertua apapun alasannya
karena akan ada waktu dimana mertua bakalan cerewet

kedua masalah duit
ane sendiri udah tutup pintu rapat-rapat buat sodara ane yg mau ngutang
karena mereka masih bisa asyik posting kemewahan , ngapain juga diurusin

untungnya ane udah nikah lama sekali dengan 2 prinsip diatas ga ada kendala besar apapun
cekcok rumah tangga sih biasa


Alhmdulillah... Betul sekali langkah agan. Bijaksana dan tegas

Emnag kita ahrus tegas dan bijaksana dlm rumahtangga
0
13-08-2019 09:58
pacaran manis manis gandeng tangan unyu unyu

pas udh nikah sendok dan garpu tawuran emoticon-Goyang
0
13-08-2019 09:59
Quote:Original Posted By freedomjustice
Makanya disarankan pisah rumah dengan mertua atau ortu setelah menikah untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.


Betul... Dalam satu rumah jangan sampai ada dua kepala keluarga
0
13-08-2019 10:00
Quote:Original Posted By davecchio
The world has gone crazy...


Dunia apa manusianya yg Gila ya??
Diubah oleh l13ska
profile-picture
davecchio memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
13-08-2019 10:00
Quote:Original Posted By cheria021
Na'udzubillahimindzalik.. semoga jangan sampai di keluarga kita ada pelakor maupun pebinor. aamiin..
Tapi ada benernya juga sih gan, soalnya di daerah ane ada istri yang harus rela dimadu oleh suaminya yang menikahi sepupu suaminya itu sendiri emoticon-Cape d... (S)


Hmmm... Sakitnya pasti disini emoticon-breakheart
0
Lihat 1 balasan
13-08-2019 10:02
Quote:Original Posted By bintang.kupu
Katanya 2 dari 4 wanita karir lebih mudah terpengaruh untuk melakukan selingkuh. Kalo laki2nya mungkin 3 dari 4 yak, wkwkkwkw

Jangan Cuma Liatin Aja, Klik Dong


Jumlah lleaki itu lebih dikit dr wanita. Kalau 3 dari 4 selingkuh kasihan 2 dari 4 wanita yg gak selingkuh emoticon-Turut Berduka
0
13-08-2019 10:02
Quote:Original Posted By riikon94
Woww bermutu sekali, menambah peristilahan baru nih si agan, pelakor + pebinor = pelabor emoticon-Big Grin


Iya makasih emoticon-Ngakak
0
Lapor Hansip
13-08-2019 10:05
Balasan post gagalbunting
Gw malah mikir perharbor emoticon-Hammer2
profile-picture
l13ska memberi reputasi
1
Halaman 4 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.