Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
240
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b49dee95c7798d20b8b4568/wadal-aku-butuh-tumbal-anak-manusia
Keringat membasahi muka Hardy yang kini tertidur lelap. Ia terlihat begitu gelisah, posisi tidurnya sudah tak karuan sembari terlihat kepalanya mengeleng-geleng tak menentu tampaknya ia sedang bermimpi buruk malam ini.
Lapor Hansip
14-07-2018 18:30

WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
WADAL

WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)

Genre : Horor & Misteri.

Note :
Cerita ini fiksi, tidak perlu disambung-sambungkan dengan kehidupan siapapun atau realita manapun. Bila ada kesamaan nama, tokoh, alur itu hanyalah sebuah kebetulan belaka.
Selamat menikmati ceritanya.

Update : Kamis dan Sabtu.

DAFTAR ISI

Part 1 :Part 1 Awal Mula
Part 2 : Part 2 Keanehan Hari Pertama
Part 3 : Part 3 Akibat Membuang Sesajen
Part 4 : Part 4 Pesan Pak Jarwo
Part 5 :Part 5 Teror Mulai Terjadi
Part 6 :Part 6 Pesan Paman
Part 7 :Part 7 Calon Tumbal
Part 8 : Part 8 Fase Pencarian
Part 9 : Part 9 Bantuan Ki Sugoro

Blurb:
Bercerita mengenai kehidupan seorang pria yang berkerja di sebuah perkebunan sawit. Ia mendapati banyak kejadian ganjal nan aneh yang menyelimuti lingkungannya berkerja. Hal ini bermulai ketika ditemukannya banyak sesajen di daerah perkebunan, cerita mengenai mitos perkebunan tersebut ataupun larangan-larangan yang diperuntukkan kepada setiap karyawan. Adapun yang lebih membuatnya merasa takut adalah munculnya teror demi teror dari para makhluk halus yang akan menghantui setiap malamnya dan setiap 1 bulan sekali pasti akan ada orang yang mati secara tidak wajar di perusahaan tersebut.


      Perkenalkan namaku Hardy, seorang pemuda yang belum lama ini menyelesaikan studi S2-nya di salah satu kampus negeri di sebuah kota yang sedang sibuk dengan persiapan olimpiade olahraga yang menjadi event setiap beberapa tahun sekali. Aku masih sibuk memeriksa surel yang masuk ke akun gmail yang kupunya. Apa yang sebenarnya aku tunggu adalah beberapa email balasan dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya sudah aku kirimkan CV untuk melamar pekerjaan.


      Sebelumnya aku pernah berkerja di sebuah kantor hukum sebagai seorang assistant advocate dan junior advocate di kantor tersebut, prestasiku tidak buruk-buruk amat, pernah beberapa kali mendampingi BUMN seperti perusahaan pupuk, perusahaan semen, perkebunan sawit, bank ataupun klien-klien yang pernah menjadi klien bisnis dari bos-ku kala itu. Namun beberapa tahun terakhir aku memutuskan untuk resign, sembari menyelesaikan pendidikan S2-ku yang kala itu sedang sibuk-sibuknya dengan urusan tugas akhir yang disebut “tesis.”

      Aku masih larut memilah-milah satu persatu email yang masuk, email-email ini tercampur dengan email dari hobi, notifikasi facebook, instagram, twitter ataupun sosial media lainnya, hingga kemudian aku terhenti di salah satu email yang bertuliskan salah satu nama perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan. Aku ingat beberapa bulan yang lalu atas masukan dari bos-ku yang sebelumnya ia memberitahukan, bahwa perusahaan itu sedang membutuhkan beberapa lulusan Sarjana Hukum yang akan ditempatkan sebagai Staff Legal atau Staff bagian Hukum di perkebunan tersebut.

      Aku yang tertarik dengan tawaran itu dengan senang hati mengirimkan lamaran perkerjaan ke email yang telah diberikan oleh bos-ku tempo hari dan kemudian tampaknya email ini dibalas.
     
Quote:“Alhamdulillah! Akhirnya dibalas juga. Semoga aku diterima ya, Tuhan!”

ujarku sembari tersenyum dengan penuh harapan, bahwa email ini merupakan panggilan untuk melakukan interview atau sebaliknya merupakan email penolakan dari perusahaan tersebut.

      Aku merasakan tanganku terasa dingin, karena grogi. Aku benar-benar mengharapkan agar dapat berkerja di perusahaan tersebut, karena perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang cukup sukses di kota ini, rasanya menganggur beberapa bulan ke belakang tanpa penghasilan membuatku cukup gerah dengan keadaan tersebut.

      Ketika dibuka yang pertama kali aku baca adalah ucapan selamat, karena serangkaian test yang aku jalani pada waktu itu tampaknya berbuah manis dan isi dari surat ini adalah undangan untuk melakukan interview di kantor pusat mereka. Aku tersenyum sumringah sembari berkata,
Quote:“Alhamdulillah, next interview! Wish me luck!”


      Waktu dengan cepat berlalu, tidak terasa sudah tiga hari lamanya, setelah surel panggilan interview itu aku baca. Hari ini aku sedang berdiri di depan sebuah gedung bertingkat 6 yang merupakan bangunan dari perusahaan yang sebelumnya telah mengundangku untuk melakukan interview. Aku berpakaian rapih, mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana kain berwarna hitam dan sepasang sepatu pantofel yang kupakai sebagai alas kaki pada saat ini.

      Aku bertemu dengan beberapa orang yang tampaknya juga dipanggil untuk melakukan interview dan kini tengah menunggu antrian sebelum dipanggil ke dalam ruangan HRD. Tidak butuh waktu lama, akhirnya namaku dipanggil setelah menunggu sekitar 1 jam lamanya di ruang tunggu. Seperti biasanya pada interview banyak yang ditanyakan mulai dari menggapa melamar ke perusahaan ini, hinga kira-kira berapa besaran gaji yang aku minta, jika berhasil bergabung bersama dengan mereka. Setelah selesai dan berjabat tangan dengan HRD tersebut, aku menyelesaikan interviewku hari ini dan menunggu hasil selanjutnya.

      Sekitar 1 minggu kemudian aku mendapatkan telpon yang mengabarkan, bahwa aku dinyatakan lulus dan diterima di perusahaan tempatku melamar sebelumnya dan diminta konfirmasinya kira-kira kapan mulai bisa bergabung bersama mereka. Mungkin tidak usah aku ceritakan secara mendetail, mengenai proses selanjutnya yang akan aku hadapi, proses ini tidak lain adalah pendidikan ataupun pelatihan selama beberapa bulan sebelum akhirnya benar-benar terjun ke lapangan.

      Aku ditempatkan di perkebunan, karena posisi staff hukum untuk kantor pusat masih penuh dan pegawai seniornya baru akan penisun kurang lebih sekitar 1 tahun lagi. Aku menerima kesepakatan itu, karena kupikir ya untuk seorang yang masih muda, single dan mencoba untuk mencari perbaikan hidup hal-hal atau rintangan seperti ini pasti akan terjadi. Aku tidak masalah akan ditempatkan dimana atau di posisi apa yang paling penting adalah aku berkerja dan jerih payahku dihargai dengan sejumlah rupiah.

      Aku berangkat dengan diantar oleh salah satu supir perkebunan ke lokasi di mana aku berkerja, kabarnya aku juga mendapatkan sebuah mess atau tempat tinggal di dalam kebun, tugasku di perkebunan ini adalah melakukan pengecekan mengenai dokumen-dokumen perjanjian, kerjasama ataupun kontrak perusahaan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota akhirnya aku sampai di perkebunan yang dimaksud, suasana pedesaan begitu kental terasa setelah melewati beberapa desa, jalan yang berkerikil dan terakhir sebuah rel kereta api yang memanjang makin membuatku jauh dari unsur perkotaan.

      Mobil kemudian mulai memasuki pintu gapura perusahaan perkebunan tersebut. Aku merasa, bahwa tempat tujuan kami tidak akan jauh lagi, apalagi sekarang langit mulai terlihat sedikit mendung. Kami melewati beberapa pos penjagaan, perkebunan sawit yang berkelok-kelok dan terakhir adalah sebuah mess yang telah dijanjikan sebelumnya.

     
Quote:“Silahkan, Pak Hardy! Saya hanya mengantar sampai disini, nanti di dalam sudah ada yang menunggu!”ujar sang supir sopan.
      “Iya sama-sama, pak! Terima kasih!”balasku sembari tersenyum.


      Mobil itu kemudian beranjak pergi, tampaknya kembali ke kantor yang berada tidak jauh dari mess ini. Aku hanya tersenyum sembari melangkah ke dalam pintu masuk, dimana sudah terdapat seorang keamanan yang menyambutku sembari tersenyum.
     
Quote:“Benar dengan, Pak Hardy?”
      “Iya, benar sekali pak!” balasku ramah.
      “Oh kalau begitu ... mari silahkan masuk!”



      Aku diantarkan oleh keamanan yang bernama Pak Mukhlis ini ia adalah satpam perusahaan yang bertugas menjaga keamanan sekitar mess. Aku diberikan sebuah kunci dan menempati sebuah paviliun yang berada di sebelah utara.

      Aku menghidupkan lampu dan kemudian masuk ke dalam, segera menaruh tasku ke tempatnya dan berniat untuk beristirahat, kamar dari paviliun ini tidaklah buruk, malah terkesan cukup bagus dan terawat, memiliki satu buah kasur yang cukup besar, televisi, kulkas mini, dan toilet yang cukup bersih. Kesan pertama yang diberikan tempat ini adalah baik menurutku pribadi.

      Hari mulai menjelang petang, sebelumnya aku sudah diberitahu mengenai kapan aku akan mulai berkerja dan hari ini masih merupakan hari libur yang diberikan oleh perusahaan sekedar untuk beradaptasi dengan tempatku yang baru. Tidak lama kemudian pintu kamarku diketuk dari arah luar,
Quote:“Tok! Tok! Tok!”
      “Iya ... sebentar!” balasku cepat sembari bergegas membuka pintu.


      Apa yang aku lihat pertama kali pada saat itu adalah dua orang yang berpakaian rapi khas orang kantoran pada umumnya. “Kamu, Hardy? Salam kenal! Aku Jonathan dan ini Priska, kami berdua staff hukum juga di perkebunan ini!” sapa seorang pria yang kutaksir umurnya berada di sekitar 28-30 tahun pada saat ini. Ia memperkenalkan dirinya sebagai rekan kerjaku disertai seorang perempuan cantik yang kini tengah tersenyum ke arahku.

     
Quote:“Oh iya ... salam kenal, Pak Jonathan dan Bu Priska!” balasku ramah sembari menerima uluran tangan dari Jonathan.
      “Iya sama-sama! Aku tinggal di paviliun seberang dan Priska di sisi barat. Kalau perlu apa-apa atau mau tanya apa-apa jangan sungkan, ya! Kami siap membantu!” ujar Jonathan sembari tersenyum.



Quote:
      “Iya sama-sama, mohon bimbingan, Pak Jonathan dan Bu Priska!”
      “Panggil nama saja, paling umur kita hanya berbeda satu atau dua tahun!” balas Priska cepat.
      “Haha ... tampaknya hanya aku yang paling tua disini, ya tapi mau bagaimana lagi, setidaknya aku mendapatkan rekan baru di perusahaan ini!”ujar Jonathan sembari tertawa-tawa ringan.

      “Oh iya, Pris! Dan Mas Jonathan, kalau boleh!”
      “Ya tentu saja boleh dong! Jangan kaku seperti itu!”balas Jonathan. Kesan pertama yang kutangkap dari Jonathan adalah sosok yang periang dan juga mudah bergaul, sedangkan Priska adalah wanita yang sedikit ketus ketika berinteraksi, namun memiliki kesan memperhatikan orang lain secara mendalam.


      “
Quote:Ya sudah berhubung sebentar lagi malam, aku mau kembali ke paviliun! Kamu juga, Pris?” tanya Jonathan.
      “Iya ... aku mau istirahat sebentar kemudian menyelesaikan beberapa perkerjaan yang belum selesai, kontrak sudah ditagih oleh orang pusat untuk dikirim secepatnya!” ujar Priska sembari terlihat mulai lesu ketika membahas perkerjaan.

      “Oke nikmati waktu rehatmu, Hardy! Besok akan banyak tugas menantimu!” seloroh Jonathan sembari berlalu bersama Priska.


      Aku disambut oleh kedua rekan baruku ini, tampaknya aku tidak akan susah untuk beradaptasi dengan lingkungan perkerjaan yang seperti ini. Aku kemudian memutuskan untuk tidur, setelah menyelesaikan makan malamku dan bersiap untuk menatap hari esok.

      Malam mulai terasa begitu sunyi, lampu kamar sudah padam sedari tadi, bunyi jangkrik menemani malam ini serta lolongan suara anjing di sekitaran kebun yang menyalak beriringan menjadikan suatu pertanda, bahwa malam telah tiba dan apa alasan anjing-anjing itu menyalak adalah karena mereka melihat apa yang seharusnya tidak mereka lihat.

      Keringat membasahi muka Hardy yang kini tertidur lelap. Ia terlihat begitu gelisah, posisi tidurnya sudah tak karuan sembari terlihat kepalanya mengeleng-geleng tak menentu tampaknya ia sedang bermimpi buruk malam ini.

      Aku merasa seolah berada di suatu tempat yang asing. Aku belum pernah melihat tempat ini sebelumnya, terdapat sebuah rumah panggung dari kayu yang beratap rendah, hanya kurang lebih 1 meter tingginya, hanya ada tempat ini di depan mataku saat ini. Aku merasa mau tidak mau tempat yang harus aku datangi adalah rumah tersebut, rasa penasaran yang membuncah membuatku seolah bertingkah berani mendatangi tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.

      Langkah kakiku sempat berhenti beberapa saat, aku mencium bau busuk, bau ini bercampur antara bau kotoran dan juga bau dari bangkai hewan yang telah mati, bau-bau ini bercampur aduk hingga membuatku merasa ingin muntah, “Hoeks!!”aku kemudian muntah tepat di depan pintu rumah panggung ini, pintu rumah tersebut kemudian terbuka dengan sendirinya seolah menyuruhku untuk masuk ke dalam tempat tersebut.

      Aku kemudian berjalan pelan, masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat sesuatu yang ganjil. Aku melihat seorang perempuan yang telanjang tanpa mengenakan sehelai benang apapun, dan berambut panjang sepinggang, tengah duduk berjongkok membelakangi aku, dari suaranya terdengar suara merintih seperti menahan sakit serta tangisan yang menyayat hati.

     
Quote:“Hiks ... tolong!” ujarnya lirih.


      Aku yang penasaran dengan memberanikan diri mendekat ke arah perempuan tersebut, rasa ingin tahu dan iba membuatku mengesampingkan rasa takut yang aku miliki. Aku memegang pundak wanita tersebut, berharap ia akan menoleh ke arahku dengan cepat.

     
Quote:“Mbak? Apa yang sebenarnya terjadi?”ujarku pelan.


      Wanita ini kemudian menoleh ke arah belakang secara perlahan, ia membalikkan badannya dan kini menatap lurus kepadaku. Apa yang aku lihat benar-benar membuatku rasanya ingin muntah, wajah wanita ini rusak dengan luka sayatan yang membelah mukanya menjadi dua, bola matanya telah hilang sebelah dan yang paling menjijikkan adalah luka bolong yang telah memborok di pipinya yang sebelah kanan, pipi itu mengeluarkan belatung yang berjatuhan satu persatu ke tanah, tampaknya bau kotoran dan bau bangkai yang sebelumnya aku cium berasal dari wanita ini.

     
Quote:“Astaga!” ujarku cepat. Aku benar-benar terkejut dan spontan mundur ke belakang beberapa langkah.
      “Siapa kau?”bentakku keras.
      “Tolong ... tolong! Selamatkan aku dari tempat terkutuk ini!” balas perempuan tersebut sembari berjalan merangkak pelan layaknya seorang suster ngesot ke arahku.



      Aku yang ketakutan melihat kenyataan di depan mataku tidak bisa mengerakkan kedua kakiku, rasanya ketakutan ini begitu kental terasa dan membuatku tidak dapat bergerak atau beranjak dari tempat ini. Perempuan dengan muka rusak dan tubuh yang penuh luka itu mendekati aku secara perlahan, hingga kemudian aku tiba-tiba terbangun dari mimpi burukku.

      “
Quote:Astaghfirullah! Mimpi macam apa itu! Siapa wanita itu?” ujarku kaget ketika mendapati jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari.


      Tampaknya aku mulai bermimpi buruk di hari pertama aku tinggal di perkebunan ini. Aku kemudian berniat untuk kembali meneruskan tidur dan membaca doa agar terhindar dari mimpi buruk selanjutnya. Namun dibalik itu semua aku tidak pernah menyangka, bahwa di luar jendela kamar, kini tengah berdiri seorang perempuan yang sebelumnya telah masuk ke dalam mimpiku.

#Bersambung
Diubah oleh mayhard20
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Fadly85 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 9 dari 13
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
26-11-2018 13:52
Akhir nya tamat juga ini cerita, ntapzzz gan horrornya dapet banget
1 1
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-12-2018 19:29
lama ane tungguin blom update jua emoticon-Hammer2
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
14-12-2018 02:29
K.E.N.T.A.N.G
0 1
-1
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
22-12-2018 11:18
Quote:Original Posted By juliejumper2
Akhir nya tamat juga ini cerita, ntapzzz gan horrornya dapet banget


Quote:Original Posted By pecong3
lama ane tungguin blom update jua emoticon-Hammer2


Quote:Original Posted By al4m.sadar
K.E.N.T.A.N.G


Lagi banyak kerjaan gan mangap belum update.
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
08-02-2019 21:24
updatenya K A P A N ya
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
16-02-2019 19:25
mana updateeeeeeeee
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
17-02-2019 22:04
pesan paman...K E N T A N G...
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
20-03-2019 17:46
:'( :'(
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
11-04-2019 19:36
Hai, aku datang
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
11-04-2019 19:47
Quote:Original Posted By IztaLorie
Hai, aku datang


Haloo mbak
1 0
1
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
11-04-2019 20:00
Quote:Original Posted By herdimeidianto
Haloo mbak


Yuhuy. Udah bangun dari hiatusnya
Mampir ke ceritaku dong
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
11-04-2019 20:03
Quote:Original Posted By IztaLorie
Yuhuy. Udah bangun dari hiatusnya
Mampir ke ceritaku dong


Iyo ini udah baca" mbak
1 0
1
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-04-2019 18:34
adakah yang menunggu update?? reply quote ini yaa 😁
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan juthamarya memberi reputasi
1 1
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
03-08-2019 13:02
Part 7
Calon Tumbal


Kristanto segera bergegas meninggalkan kediaman Ki Sugoro yang berada jauh di tengah hutan larangan, tempat itu dinamakan hutan larangan karena dianggap sebagai tempat yang angker serta penuh nuansa mistis.

Kristanto berjalan goyah melewati lembah bukit, beberapa pematang sawah serta aliran air sungai terpaksa ia lewati dengan langkah gontai, isi kepalanya kini hanya penuh dengan kata-kata "Wadal-Wadal dan Wadal".

Kristanto benar-benar kesal dengan amanat dan beban yang diberikan secara turun-temurun kepada dirinya saat ini. Bukan merupakan rahasia umum lagi jikalau Kristanto menjabat sebagai Kepala Desa di tempat ini dikarenakan warisan dari orangtuanya.


Quote:"baik!!! Apa yang harus aku lakukan saat ini!" umpat Kristanto dengan raut muka kesal.


Ia masih tidak menyangka jikalau pemberian sesajen saja tidak cukup untuk memuaskan hasrat dan dahaga makhluk penunggu hutan larangan itu. Makhluk-makhluk di tempat itu tampaknya tidak memberikan segala sesuatunya sebagai hal yang cuma-cuma, bahwa akan ada selalu yang akan ditawarkan sebagai upah dari sebuah pencapaian.

Desa ini semenjak dipimpin oleh Kristanto sebagai Kepala Desanya memang banyak berubah. Kristanto selalu memenuhi apa saja yang disarankan oleh Ki Sugoro, walau sebenarnya ia sama sekali belum pernah berjumpa dengan sang Ratu.

Kristanto kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali tumbal darah ini diberikan. Hal yang ia ingat pertama kali ialah hilangnya salah satu warga desa yang sebenarnya wanita bernama Suci itu telah diculik dan dijadikan persembahan kepada sang Ratu oleh Ki Sugoro dan beberapa orang suruhan dari luar daerah yang didanai oleh Kristanto sendiri.

Selayaknya Kepala Desa yang amanah dan terpercaya Kristanto memakai topeng seolah menjadi pahlawan. Ia mengerahkan seluruh pemuda kampung untuk mencari keberadaan Suci. Namun sampai saat ini sudah 3 bulan lamanya pasca kejadian tersebut mayat Suci tidak pernah ditemukan.

Kristanto adalah orang yang paling tahu dan mengerti kalau Suci sekarang ini sudah mati dan mayatnya tertanam rapi di salah satu sudut hutan larangan tempat dimana kerajaan gaib sang Ratu berada. Imbalan yang diterima oleh Kristanto dan para warga desa adalah hasil panen dari setiap warga yang melonjak drastis. Kelapa, Padi, Kopi dan juga Getah Karet benar-benar melimpah hingga membuat perekonomian di desa tersebut kembali hidup. Namun sayangnya, hanya sebagian orang yang mengetahui , bahwa selalu ada harga yang dibalas setimpal terhadap semua keinginan yang dikabulkan oleh Setan.

Kristanto akhirnya sampai di depan rumahnya. Ia segera masuk dan terduduk lesu di kursi santai yang ada di ruang tamu. Lasmi yang merupakan istrinya kemudian keluar dari dalam kamar dan bertanya kepada Kristanto.

Quote:"Akang kenapa lesu begitu? Akang sakit? atau ada masalah?" tanya Lasmi dengan raut muka khawatir.

"Ini masalah gawat, Dek!" balas Kris dengan raut muka panik.

"Aku baru saja bertemu dengan Ki Sugoro, Dek!"

"Ya ... lalu?" balasnya cepat.

"Ratu kembali meminta tumbal, Dek!" ujar Kris pelan.

"Bukannya seharusnya masih ada 4 tahun setengah lagi barulah siklus tumbal itu harus segera dipenuhi seperti pesan mendiang ayah?" tanya Lasmi dengan raut muka terkejut.

"Ki Sugoro tidak mau menjelaskan hal tersebut kepadaku. Malah ia marah dan mengancamku kalau hal buruk akan terjadi di desa ini kalau tumbal tersebut tidak segera dipenuhi. Aku binggung, dek! Binggung!!!" ujar Kris lirih.

"Kalau begitu kita harus segera mencari tumbal darah yang diminta oleh Ratu, Akang! Aku takut kalau itu tidak dipenuhi malah nyawa kita yang akan terancam!" balas Lasmi sembari bergidik ngeri.

"Itu juga hal yang paling aku takutkan! Aku tentu tidak ingin kehilangan kau ataupun anak kita Dinda!"

"Lalu siapa yang akan kita jadikan tumbal Akang?" tanya Lasmi penasaran.

"Aku mungkin akan berkeliling desa untuk mencari orang yang pantas untuk dijadikan tumbal darah untuk sang Ratu."

"Tentu, Akang! Lebih cepat lebih baik malam bulan purnama sudah tidak lama lagi!"


Kristanto pun terdiam beberapa saat sembari memutar otak memenuhi apa yang diminta oleh Ki Sugoro dan sang Ratu.

#Bersambung


profile-picture
profile-picture
aan1984 dan Handikaweh memberi reputasi
2 0
2
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-08-2019 20:26
uwadow. Serem amat, yak. mimpi pas buka mata orangnya nongol beneran. 😱
profile-picture
Handikaweh memberi reputasi
1 0
1
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-08-2019 20:58
Nyimak dulu...
profile-picture
Handikaweh memberi reputasi
1 0
1
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-08-2019 21:33
Ih..seyem tau
0 0
0
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-08-2019 21:59
wa tu tri
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
12-08-2019 23:35
enjut lg gan
0 0
0
Halaman 9 dari 13
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
antara-rasa-dan-logika
Stories from the Heart
part-5-akdam-aku-dan-kamu
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
datang-yang-harus-pergi
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia