alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4e538c9a972e027d271f9e/sri-mulyani-jengkel-peserta-bpjs-kesehatan-tak-bayar-iuran
Lapor Hansip
10-08-2019 12:18
Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran
Past Hot Thread
Quote:
Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran
Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 10 Agu 2019 08:52 WIB 
Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran


Jakarta - Masalah BPJS Kesehatan tidak ada habisnya. Program asuransi kesehatan yang menaungi seluruh masyarakat Indonesia itu masih menderita defisit yang cukup besar.


Padahal, pemerintah telah menyuntikkan dana ke BPJS Kesehatan sebesar Rp 10,1 triliun. Penyuntikan tahap pertama sebesar Rp 4,9 triliun dan tahap kedua Rp 5,2 triliun.

Namun BPJS Kesehatan mengakui keuangannya masih berdarah-darah. Defisit hingga akhir tahun nanti diperkirakan mencapai Rp 28 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyindir peserta BPJS Kesehatan yang hanya mendaftar ketika sedang sakit. Namun setelah sehat mereka tak lagi mau membayar iuran.


"Banyak yang terjadi sekarang orang hanya beli kartu BPJS untuk jadi anggota pas mau masuk rumah sakit, habis itu dia nggak mau angsur lagi. Seolah itu sudah menjadi urusan Bu Menkeu deh kalau saya sakit tagihannya," ujar Sri Mulyani dalam acara Breakfast Forum yang diselenggarakan ILUNI FEB UI di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Oleh karena itu dirinya berharap masyarakat Indonesia yang sudah paham tentang pengelolaan keuangan termasuk ILUNI FEB UI ikut berpartisipasi dalam memberikan edukasi tentang pentingnya asuransi.

"Kita tetap berdoa, salat, puasa, kita tetap berharap. Tapi financial planning itu juga bentuk tanggung jawab kita untuk kepada diri sendiri maupun ke masyarkat apalagi ke anak cucu kita," tuturnya.

Kementerian Keuangan masih mengkaji usulan kenaikan iuran semua kelas BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran kepesertaan ini demi menutup defisit yang diperkirakan Rp 28 triliun hingga akhir 2019.


Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan pihaknya sudah menerima usulan kenaikan iuran dari DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional).

"Pak Moeldoko sudah menyampaikan akan dinaikkan semua kelas, DJSN juga sudah menyampaikan usulan, nah sekarang pemerintah sedang kaji semuanya," kata Mardiasmo di komplek Istana, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Kajian yang dilakukan, kata demi memberikan keadilan bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. "Jadi dikaji ulang semuanya," katanya.

Dalam kajian itu, Kementerian Keuangan menyiapkan beberapa opsi jangka menengah agar proyeksi defisit ke depannya tidak ada lagi. Opsi itu akan disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut Mardiasmo, kenaikan iuran BPJS Kesehatan pun nantinya tidak sama rata. Pasalnya, pemerintah harus melihat dampak dimasing-masing sektor pasca penyesuaian.

Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran


"Ya tidak, tergantung nanti kami lihat efeknya, PBI (Penerima Bantuan Iuran) seperti apa, non PBI seperti apa, termasuk yang umum, swasta, kami lihat kelas tiga-nya yang sekarang ini seperti apa," ungkap dia.

Selain itu, pemerintah juga sedang mempercepat penyelesaian rekomendasi BPKP terhadap keuangan BPJS Kesehatan. Target penyelesaiannya pada akhir Agustus tahun ini.

Penyelesaian hasil audit BPKP ini, lanjut Mardiasmo juga akan menjadi bekal pemerintah untuk mengetahui mana sektor mana saja yang bisa diefisienkan demi menekan defisit, di luar dari instrumen kenaikan iuran.

"Kami tidak lihat hanya 2019, kami lihat nanti 2020 bagaimana, 2021 bagaimana. Jangan sampai kami naikkan tapi masih defisit. Jangan sampai kenaikannya terlalu besar, tapi nanti tidak digunakan. Kami harus hati-hati, ke depan harus ada kenaikan kan," ujar Mardiasmo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, asuransi di Indonesia memang masih sangat dangkal. Masih banyak warga negara Indonesia yang menganggap asuransi bukan hal yang penting.


"Inssurance Indonesia itu masih sangat shallow. Kami punya UU asuransi, dan sekarang sedang bicara peraturan pemerintahnya, tapi kalau kita bicara tentang penetrasi dari asuransi di Indonesia sangat-sangat limited," ujarnya dalam acara Breakfast Forum yang diselenggarakan ILUNI FEB UI di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran


Sri Mulyani mencontohkan ibunya sendiri. Saat ibunya masih hidup dia menyarankan agar ikut program asuransi. Tapi justru sarannya ditolak.

"Dia bilang, ndo (nak) hidup saya sudah lama? anak saya 10. Selama ini kita selamat dan saya nggak pernah beli asuransi. Asuranya dari gusti Allah," ucapanya.

Point yang disampaikan Sri Mulyani bahwa kesadaran untuk ikut asuransi di Indonesia masih sangat rendah. Padahal Indonesia adalah negara ring of fire yang sangat rentan terjadi bencana alam. Dia menyindir bahwa orang Indonesia lebih memilih beli pulsa ketimbang bayar premi asuransi.

"Rumah nggak diasuransikan, mobil nggak, kesehatan enggak, kita lebih sering membeli pulsa dari pada beli BPJS Kesehatan," tambahnya.


Quote:Harus ubah paradigma masyarakat mengenai BPJS. Kebanyakan menganggap BPJS adalah bantuan pelayanan kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia yang "GRATIS". emoticon-Nohope

Pola pikir kaya gini masih banyak kok di masyarakat umum.emoticon-Thinking
Ga yang kaya ga yang miskin gitu kok..  emoticon-Malu

Kebanyakan menganggap.. BPJS membantu "GRATIS" meski ada Iuran sehingga Seharusnya biaya normal sakit yang butuh ratusan juta rupiah, tapi menjadi nol.
dan mereka menganggap tinggal membayar obat atau biaya penginapan saja dari kantong pribadi.

Padahal setelah sembuh "hutang" ratusan juta rupiah itulah yang harus mereka bayarkan lewat Iuran.emoticon-Ngacir


Diubah oleh anarchy0001
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arofi13 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
10-08-2019 12:20
Miris dgn pemahaman warga +62 seperti yg agan tuliskan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 2 lainnya memberi reputasi
3
10-08-2019 12:26
baru tau yah bu wong cilik itu licik?
dari mana aja bu?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eggnostick dan 5 lainnya memberi reputasi
6
10-08-2019 12:27
Yg sengaja gak mau byr iuran kasih sanksi yg tegas donk
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
10-08-2019 12:27
bayar pakai apa wong usahanya miris
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
Lihat 2 balasan
10-08-2019 12:29
kenapa jengkel? telat bayar kan langsung diblokir. nggak rugi dong. yang rugi yang bayar rajin pas sakit dapet pelayanan asal asalan bagus kagak modar juga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yunda.me dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Lihat 8 balasan
10-08-2019 12:30



...
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
Lapor Hansip
10-08-2019 12:32
Balasan post iseng2019
Nah ini dia..

disatu sisi UU mewajibkan WN jadi peserta (dimana sebagai peserta juga harus bayar iuran).

disisi lain banyak WN yang jadi peserta malah ga bayar iuran karena memang faktor ekonomi sebagai WN kurang mampu.

disisi lain lain WN yang jadi peserta golongan menengah keatas juga byk yg tidak bayar iuran karena hanya merasa dihisap "iuran"nya saja. Apalagi mereka yang usia muda produktif yang jarang sakit. lebih banyak memilih menggunakan asuransi sendiri saja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noisscat dan 2 lainnya memberi reputasi
3
10-08-2019 12:32
Aturannya sedikit dirubah Saja. Anggota BPJS mandiri yg menunggak 3 bulan otomatis di black list Saja. Gak bisa masuk lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kamublangsak21 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
10-08-2019 12:35
hmm,,,
emoticon-Big Grin
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
Lapor Hansip
10-08-2019 12:36
Balasan post zetu
diblokir itu BPJS juga dirugikan, karena estimasi pendapatan yang harusnya sudah di catat selalu berubah2 sedangkan outflownya buat bayar RS naik terus.

kalaupun ada pembukaan blokir, nilainya buat peserta pasti gede bisa jutaan, dan sekalinya bayar tetep ga nutup pada saat itu juga.

makanya konsep disiplin iuran itu hal yg penting buat BPJS, sm aja kek koperasi simpan pinjam, mau minjemnya doang rajin giliran iuran simpannya pada males, itulah kenapa koperasi ga pernah berkembang sempurna disini krn mental orangnya emg males
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 4 lainnya memberi reputasi
5
10-08-2019 12:36
wkwkwk makanan ane sehari hari yg kek gini. begitu ada karyawan baru minta bpjsnya ditanggung perusahaan eh malah pas mau diinput tunggakannya ampe jutaan. begitu disuruh lunasin tunggakan biar jadi peserta BPJS PPU (pegawai penerima upah) alias ditanggung kantor malah ngeles banyak alasan. begitu sakit misuh misuh pingin ditanggung pakai biaya operasional perusahaan dengan total biaya berobat LEBIH mahal dari tunggakannya.

mental inferior khas INDONsial emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akun.baru dan 11 lainnya memberi reputasi
12
10-08-2019 12:40
saya bayar buuuuuuu emoticon-Recommended Seller
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
10-08-2019 12:40
mental free rider

mau nya di serpis tapi ga mau bayar

emoticon-Cool
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
10-08-2019 12:42
Quote:Original Posted By anarchy0001
Nah ini dia..

disatu sisi UU mewajibkan WN jadi peserta (dimana sebagai peserta juga harus bayar iuran).

disisi lain banyak WN yang jadi peserta malah ga bayar iuran karena memang faktor ekonomi sebagai WN kurang mampu.

disisi lain lain WN yang jadi peserta golongan menengah keatas juga byk yg tidak bayar iuran karena hanya merasa dihisap "iuran"nya saja. Apalagi mereka yang usia muda produktif yang jarang sakit. lebih banyak memilih menggunakan asuransi sendiri saja.


klo ga salah ada program kluarga ga mampu bisa dibayarin sm pemda setempat
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
10-08-2019 12:43
Balasan post zetu
Oh ente kagak tau ya. Itu dia kalau dibayar blokirnya langsung dibuka. Jadi tinggal itung itungan aja. Kalau kiranya rugi ya ga usah dibayar dendanya. Kalau kira kira ongkos gede baru bayar denda.

Kalau masalah pelayanan. Bpjs tuh kelas 1 nya cuma 80 rb sebulan. Sebagai perbandingan. Asuransi pribadi tuh kalau untuk orang 50 tahun ke atas 500 rb sebulan itu aja udah asuransi yang cakupannya paling rendah. Terus harapannya emang dapet sebagus apa dengan 80 rb?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 4 lainnya memberi reputasi
5
10-08-2019 12:44
Ampun dah, gue pernah rajin bayar iuran BPJS selama kurang lebih hampir setahun 2 orang peserta sesuai KK, selama itu nggak pernah menggunakan BPJS buat berobat. Sekarang gue berhenti bayar iuran.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Lihat 1 balasan
10-08-2019 12:47
lah, lagian ngarepin duit dari orang sakit emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogeess dan 2 lainnya memberi reputasi
3
10-08-2019 12:47
Apus aja bepejees kesehatan, biarin kisminer pesakitan bermatian, seleksi alam vroh... Kalo ybs dari keluarga tidak mampu (ada surat keterangan tdk mmpu) baru dapet manfaat bpjs, yg wajib bayar preminya warga dgn penghasilan gross tahunan >200jt, horang berduit gini mah jarang pake manfaat bpjs kecuali utk operasi besar.
profile-picture
profile-picture
noisscat dan gabener.edan memberi reputasi
2
Lapor Hansip
10-08-2019 12:48
Balasan post zetu
@einizanagi jgn samain ky asuransi swasta, swasta itu profit BPJS itu sosial.

swasta itu pribadi yang datang ke asuransi, kalo BPJS itu semua warga negara
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan tonilinch memberi reputasi
2
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.