alexa-tracking
Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d45370a337f9322b873a58e/nasib-nissan-kini-penjualan-anjlok-kalah-saing-dari-merek-cina
Lapor Hansip
03-08-2019 14:26
Nasib Nissan Kini: Penjualan Anjlok, Kalah Saing dari Merek Cina
Past Hot Thread
Penulis: Dio Dananjaya
01 Agustus 2019

Quote:Nasib Nissan Kini: Penjualan Anjlok, Kalah Saing dari Merek Cina


Nissan bukanlah merek mobil sembarangan. Namun setelah salah satu petingginya dijerat kasus hukum, jalannya seperti tertatih-tatih. Ada apa dengan Nissan?


Quote:tirto.id - Tepat 1 Juni lalu Nissan merayakan hari jadi ke-85 tahun. Pada 1934, Nissan memulai debut di industri otomotif. Perusahaan ini mengembangkan berbagai inovasi mobil kepada masyarakat Jepang. Tak berhenti di situ, Nissan juga memasarkan produknya ke seluruh dunia.

Sejarah Nissan berawal dari Yoshisuke Aikawa, pendiri pabrik baja pertama Tobata Casting Co pada 1910, dan Masujiro Hashimoto pemilik Kwaishinsha Motor, pabrik kendaraan domestik pertama pada 1911, yang pada era Taisho telah berencana membuat mobil sendiri.

Pada tahun 1914 muncul DAT Motors. Nama DAT merupakan inisial dari nama-nama investor perusahaan: Kenjiro Den, Rokuro Aoyama, Meitaro Takeuchi. Perusahaan ini membuat truk dalam produksi massal, karena tak ada pasar mobil penumpang di Jepang kala itu.

Situs resmi Nissan Global menjelaskan, dengan bantuan fasilitas produksi milik Kwaishinsha, DAT menghadirkan mobil penumpang pertamanya, DAT-41 yang menggunakan mesin 4-silinder. Dirasa cocok untuk pasar Jepang, Kwaishinsha mendirikan DAT Jidosha & Co, yang kemudian hari berganti nama menjadi DAT Jidosha Seizo untuk memperkuat pemasaran mobil tersebut.

Tobata Casting yang telah memproduksi suku cadang mobil berencana maju ke industri otomotif dan menerima DAT Jidosha Seizo untuk berafiliasi di bawah mereka sebagai anak perusahaan. Tahun 1931, perusahaan ini mulai memproduksi mobil yang disebut Datsun Tipe 11.

Nama Datsun awalnya ditulis Datson yang memiliki arti “Son of DAT”. Akan tetapi kata 'Son' yang dalam Bahasa Jepang bermakna kekurangan, di kemudian hari diganti menjadi 'Sun'. Seketika nama Datsun lekat dengan sebuah mobil penumpang berukuran kompak dengan kapasitas 500 cc.

Tahun 1933, Tobata Casting pun mendirikan divisi otomotif dan mulai memproduksi mobil dengan sungguh-sungguh. Pada tahun yang sama perusahaan ini bahkan membeli lahan seluas 66.000 m2 di pantai kota Yokohama untuk menambah kapasitas produksi bisnisnya.

Akhirnya Yoshisuke Aikawa lewat perusahaan Nihon Sangyo, yang juga didirikannya, mengakuisisi 100 persen DAT Jidosha Seizo. Perusahaan berganti nama menjadi Nissan, sebuah nama yang diambil dari singkatan Nihon Sangyo, pada tahun 1934.

Nissan di Tengah Krisis

Selama 85 tahun eksis, Nissan telah merasakan asam garam dalam industri otomotif. Prestasi terakhirnya barangkali terjadi pada 2017. Waktu itu Nissan meraih pangsa pasar hingga 10,2 persen di Amerika Utara.

Hasil ini jadi yang paling besar dalam dekade terakhir, angkanya terus meningkat sejak 2012 yang tercatat hanya 7,9 persen. Nissan bahkan untuk pertama kalinya menyalip capaian Honda dan Toyota di AS.

Dilansir dari Automotive News, setahun sebelumnya Nissan disebut mendapat urutan teratas dalam J.D. Power Sales Satisfaction Index, sebuah tolak ukur industri yang mengukur kepuasan pelanggan. Hasil ini dinilai tak lepas berkat pendekatan Nissan yang berorientasi kepada pelanggan.

Dalam sebuah kasus, misalnya, Nissan menciptakan sistem analisis diler secara daring. Sistem ini dapat mengidentifikasi semua pelanggan dalam jarak 25 mil, khususnya mereka yang belum mendapat layanan selama enam bulan terakhir. Nissan juga menciptakan program insentif untuk memberi penghargaan kepada diler karena dapat memberikan pelayanan baik dan mempertahankan layanan pelanggan.

"Diler kami telah bekerja keras untuk berbuat lebih baik. Semua itu adalah soal bagaimana kita menangani pelanggan saat penjualan dan layanan purnajual," kata Senior Vice President for Nissan Sales, Marketing, and Operations Christian Meunier.

Namun, hasil berbeda terjadi pertengahan pada tahun 2019. Baru-baru ini Nissan disebut harus memangkas sekitar 12.500 pekerja sampai tahun 2023. Dikutip dari Asia Nikkei, perusahaan akan menghilangkan 1.700 pekerja di India, 1.420 pekerja di AS, 1.000 di Meksiko, 880 pekerja di Jepang, 830 pekerja di Indonesia, 470 di Spanyol dan 90 di Inggris. Totalnya sudah mencapai 6.390 pekerja.

CEO Nissan Hiroto Saikawa, mengatakan pemotongan produksi Nissan merupakan upaya untuk mengembalikan keadaan sebelum ekspansi yang dipimpin Carlos Ghosn beberapa waktu lalu. Pengurangan karyawan ini akan berdampak pada berkurangnya kapasitas produksi Nissan sebanyak 600.000 kendaraan dari 14 pabrik di seluruh dunia. Sebagian besar pabrik ini berada di negara berkembang.

"Kami sudah mulai menghentikan jalur produksi dan membuat PHK di delapan titik operasi kami. Kami sedang mencari enam lokasi tambahan," ucap Saikawa-san.

Di Indonesia, Nissan telah menjual 7.176 kendaraan selama paruh pertama 2019. Hasil ini sebetulnya naik 49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih jauh di belakang pemimpin pasar Toyota dengan 154.360 unit. Datsun malah lebih buruk. Merek yang dihidupkan kembali pada 2014 ini hanya terjual 3.844 unit pada semester I/2019.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo pun, angka distribusi mobil Nissan dari pabrik ke diler telah menurun drastis dalam lima tahun terakhir. Tercatat pada 2013, Nissan masih bisa meraih angka distribusi 61.113 unit. Namun, pada 2018 anjlok menjadi hanya 6.885 unit .

Merek-merek mobil Jepang memang memegang pangsa pasar gabungan terbesar di Indonesia. Porsinya mencapai 80 persen. Akan tetapi keberhasilan itu belum menguntungkan Nissan. Perusahaan itu bahkan harus mendekam di belakang pendatang baru asal Cina, Wuling, yang pada periode Januari sampai Juni 2019 berhasil menjual 7.767 kendaraan.

Strategi ke Depan

Hiroto Saikawa yang menjabat sebagai CEO Nissan ejak April 2017 telah memiliki rencana untuk membangkitkan keterpurukan Nissan di pasar AS, faktor yang secara tiba-tiba mendorong perusahaan mengalami kesulitan keuangan terburuk dalam dekade terakhir. Saikawa mengaku pemulihan tak bisa berlangsung cepat, ia meminta waktu paling tidak empat tahun lagi.

Bisnis Nissan di AS bahkan disebut tidak akan mencapai volume atau margin keuntungan yang sama seperti yang dirasakan pada 2017. Untuk diketahui, pada akhir tahun fiskal tersebut penjualan Nissan melonjak hingga 1,58 juta kendaraan di AS.

"Kita harus bersabar di sini, kinerja Nissan telah mencapai titik terendah. Butuh waktu untuk pulih,” katanya seperti dilansir dari Automotive News.

Road map menuju pemulihan telah disiapkan, di antaranya dengan serbuan produk-produk baru, peluncuran teknologi penggerak elektrifikasi dan otonom, pemutusan hubungan kerja, hingga pengeluaran insentif tambahan.

Nasib Nissan Kini: Penjualan Anjlok, Kalah Saing dari Merek Cina

Nissan juga ingin merampingkan pengembangan produk dengan lebih bersandar pada mitra aliansi Renault dan Mitsubishi untuk mobil kompak serta sub-kompak, juga kendaraan komersial ringan. Menurut Saikawa, langkah ini dapat membebaskan sumber daya Nissan untuk berinvestasi pada mobil-mobil besar, crossover, dan SUV dengan margin lebih tinggi.

Ia bahkan mengindikasikan bahwa model flagship Nissan ke depan bukan lagi sports car GT-R yang dibanderol sekitar 100.000 dolar AS, namun sebuah crossover elektrik yang datang dengan berbagai teknologi terkini. "Seperti itulah Nissan di masa depan," imbuh Saikawa.

Sejumlah analis mengatakan perubahan pandangan perusahaan mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama dengan berkurangnya pasar di Amerika Serikat. Christopher Richter, Senior Automotive Analyst di CLSA Asia-Pacific Markets, mengatakan jika menurunnya produksi Nissan akan berdampak besar pada menurunnya pendapatan.

Secara tak langsung, rencana-rencana Nissan akan lebih sulit dilakukan. Richter berujar kepada Automotive News, ia malah lebih suka jika Nissan mempertimbangkan rencana yang lebih berani. Misalnya, lewat kehadiran yang lebih masif di Asia Tenggara atau Eropa, yang dibantu oleh aliansi Renault dan Mitsubishi.

"Mereka mengatakan akan meluncurkan banyak model baru. Tapi itu adalah hal yang khas dikatakan produsen mobil ketika mereka mendapat banyak masalah," pungkasnya.

(tirto.id - ddj/ign)


Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
Sumber


Komen TS
Semua berubah semenjak negara api menyerang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Activate285 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 7
08-08-2019 14:28
Emang mobil china yamg banyak berkeliaran di jalanan indonesia apa sih?
Paling sering gw liat
Honda, toyota, mitsubishi, suzuki, daihatsu, bmw, mercedes

Mobil china yang mana nih maksud nya?
Wuling?

Serius nanya gw
0
Lihat 1 balasan
08-08-2019 15:44
mehong
0
08-08-2019 15:49
setelah HP jepang nyungsep ,. skrg mobil ,.
profile-picture
priamuda69 memberi reputasi
1
Lapor Hansip
08-08-2019 15:50
Balasan post Cikklancang
wuling sama GFK udh bertebaran gan ,. apalagi wuling almaz ,. banyak yang incer ,.
Diubah oleh abdoes
0
08-08-2019 15:55
Sebenarnya kurang tepat juga terpuruknya Nissan karena mobil cina. Mobil cina itu mengancam semua merk Jepang sebenarnya, khusus Nissan mobil cina makin memperburuk kinerjanya. Ingat di antara merk Jepang sendiri juga saling bersaing, sewaktu Nissan mengeluarkan livina awal (bukan xpanderlivina yang sekarang) sambutannya kan cukup baik, tapi 'dijegal' juga oleh sesama merk dengan cara dipersulit untuk memproduksi parts di dalam negeri, walhasil nissan terpaksa impor parts2 simpel macam kaca yang harusnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Kinerja merk Jepang (bukan hanya nissan) akhir2 ini juga dipersulit dengan fakta bahwa saham mayoritasnya rata2 sudah dipegang oleh prinsipal. Nah tidak seperti orang lokal yang daya juang dan pemahaman pasarnya tinggi, ada kultur dan perhitungan yang ditangan manajemen prinsipal berbeda. Misalnya soal produk yang diluncurkan sering kurang memenuhi selera dan kebutuhan pasar lokal sehingga kurang diterima pasar, nah kalau di tangan pemasar lokal produk yang ada tersebut akan disesuaikan agar cocok. Kalau ditangan prinsipal lebih memilih di stop dan mencari produk baru global atau regional yang kira2 cocok. Jadi mulai lagi dari nol akibatnya satu tipe volumenya tidak tinggi, sehingga secara kinerja jadi dirasakan kurang.
profile-picture
priamuda69 memberi reputasi
1
08-08-2019 16:48
Nissan goblok sih

yg bermasalah itu manajemennya

produknya bagus2 keren2 manajemennya yg goblok

11 12 dengan Suzuki

kalau Suzuki masih se goblok Nissan juga manajemen dan strateginya atau masih ga berubah juga ane yakin bentar lagi mereka akan ikut jejak Nissan
0
08-08-2019 18:19
Produk Nissan sebenarnya bagus tapi sayang kurang inovasi contohnya livina mulai ceprot sampek produk terakhir cuman minor change....
Diubah oleh aroesi
profile-picture
priamuda69 memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
08-08-2019 21:03
turunin harga gan,bnyak yg beli dah
heeh...emoticon-Big Grin
0
08-08-2019 21:09
serem beud pas mau belokan ketemu wuling, apanza di mana ya...emoticon-Takut
0
08-08-2019 21:36
Kalah bersaing nih
0
08-08-2019 22:40
Apakah ini akan berdampak kepada harga jual kembali mobil mobil bekas merk nissan ?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
0
08-08-2019 23:03
turun harga kek skyline GTR emoticon-Hammer2
0
08-08-2019 23:40
kalah bersaing. produk china bisa beraneka ragam model dan fiturnya tapi harga jualnya rendah. itu menjadi daya tersendiri di pasaran khususnya Indonesia.

emoticon-Traveller
0
09-08-2019 05:44
Udah lah gapapa. Daripada Asik bikin jalanan macet aja
0
09-08-2019 07:10
Harga mobilnya mahal, begitu juga dengan maintenance nya, selain itu after sale nya juga susah. Mungkin ini yang menjadi alasan orang berpaling ke merk lain. Padahal mahalnya itu juga diimbangi dengan fasilitas-fasilitas yang disematkan di mobilnya.
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
09-08-2019 10:49
skrngpun ane krja dinissan sdh ad penawaran pensiun dini... mw ambil tp msh ragu
0
09-08-2019 11:26
gw kirain mah Nissan tuh dari Korea gan
0
09-08-2019 13:18
Ssmoga nissan bisa bangkit lagi, cukup bagus mnrt ane produknya & layanan after sales servicenya
0
09-08-2019 16:19
Maintenance nissan mahal..
0
Halaman 6 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.