alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4653c909b5ca36a33a1606/fakta-stainless-straw-dan-tote-bag-yakin-kamu-cinta-lingkungan
Lapor Hansip
04-08-2019 10:40
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?
Past Hot Thread
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?

Samarinda, IDN Times-Tren diet plastik atau mengurangi pemakaian barang sekali pakai sedang ramai dikampanyekan oleh pemerintah daerah dengan melarang penggunaan plastik untuk membawa belanjaan serta penggunaan sedotan plastik di rumah makan.

Hal ini disambut baik terutama di kalangan anak muda. Kampanye cinta lingkungan digaungkan oleh para komunitas pencinta lingkungan, selebritas dan orang-orang berpengaruh lainnya.

Mereka mengenalkan sedotan berbahan dasar stainless steel straw, bambu, dan kaca. Sedotan ini dianggap bisa mengurangi penggunaan plastik karena dapat dipakai berkali-kali dengan cara dicuci.

Namun dari ketiga bahan penyedot tersebut yang paling laik pakai adalah  stainless steel straw karena tidak akan berkarat, pecah, ataupun lapuk.

Sementara, untuk plastik belanjaan diganti dengan tote bag atau tas jinjing trendi ragam warna dan desain.

Namun benarkah kedua benda ini aman bagi lingkungan?


1. Stainless straw dianggap tak ramah lingkungan
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?
"Sebenarnya sedotan stainless itu berasal dari proses yang tidak ramah lingkungan," ungkap Maulana Yudhistira aktivis lingkungan dari Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Kalimantan Timur.

Proses produksi yang kurang ramah lingkungan terutama dalam bahan dasar sedotan stainless yang melewati proses metal mining  (penambangan logam) membuat sedotan ini menuai pro dan kontra.

Berbeda halnya jika penyedot berbahan dasar bambu, karena ada proses menanam dan bertumbuh secara alami tanpa mesin dan limbah yang merusak lingkungan.

"Makanya saya lebih setuju bambu sebagai bahan dasarnya. Tetapi tidak awet kan, mudah rusak," lanjutnya.


2. Menggaungkan gerakan langsung seruput
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?
Sebab itu gerakan "langsung seruput" jauh lebih baik karena tidak membuat limbah apa pun. Apalagi jika membawa botol minuman sendiri, gerakan cinta lingkungan semakin nyata. Dia sangat mengapresiasi orang-orang yang lebih memilih menyeruput minumannya, karena akhirnya mereka punya tanggung jawab untuk kelestarian lingkungan hidup jangka panjang.

"Tetapi menurut saya dalam menentukan pilihan bagaimana kita menjalankan aktivitas ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari, yang terpenting adalah keberlanjutan dan jejak karbon yang dihasilkan rendah," ungkapnya.

Meskipun banyak orang yang sekadar ikut tren, pria yang akrab disapa Maulana ini juga mengapresiasi para pengguna penyedot tersebut karena setidaknya masyarakat mulai sadar untuk tidak memakai plastik lagi. Terutama sedotan plastik, karena benda ini tidak bisa didaur ulang seperti benda plastik lainnya. 


3. Limbah karbondioksida tas kain jauh lebih besar dari kantong plastik
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?
Kemudian terkait dengan pemakaian tote bag. Sejak berlakunya peraturan daerah tentang tidak boleh menggunakan plastik untuk bawa belanjaan, tas jinjing di pasar modern atau retail mulai dijual untuk mereka yang lupa bawa tote bag.

Setiap kali lupa, Anda tinggal mengeluarkan Rp3-10 ribu untuk sebuah tas belanjaan. Namun ternyata tote bag atau tas jinjing ini juga melalui proses pembuatan yang tidak ramah lingkungan. Sebelum menjadi kain sudah menghasilkan limbah dan energi yang banyak.

Proses dari kapas ke benang memerlukan banyak air untuk memproduksi kain yang berkualitas, limbah yang dibuang tentu bisa mencemari lingkungan sekitar. Tidak hanya limbah, pembuatan kain diperlukan energi yang banyak seperti tenaga kerja dan bahan bakar yang enggak sedikit.

Data dari Environment Agency of the United Kingdom, pembuatan tote bag meninggalkan limbah karbondioksida 600 pon atau setara 270 kilogram, lebih banyak dari proses pembuatan tas plastik yang hanya meninggalkan limbah sebanyak tiga pon saja.

"Sebab itu, jauh lebih baik jika tidak terus-menerus beli tas baru. Tetapi menggunakan tas yang sudah dibeli untuk bawa belanjaan berkali-kali hingga tas tersebut rusak," sarannya.


4. Diet kantong plastik perlu waktu
Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan?
Dia menambahkan, persoalannya ialah sebagian masyarakat terkadang lupa membawa tas jinjing kain saat berbelanja sehingga terus-menerus membeli dan akhirnya tote bag menumpuk di rumah.

"Menurut saya ini tahap dalam membiasakan diri saja demi diet kantong plastik, prosesnya lama karena mengubah kebiasaan yang sudah lama dilakukan," jelasnya.

Maulana tetap optimistis, seiring berjalannya waktu masyarakat akan terbiasa dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Bahkan, menurut dia, mungkin saja bukan hanya diet kantong plastik yang akan dilakukan tapi akhirnya akan memilih produk-produk yang biasa digunakan di rumah diganti yang lebih ramah lingkungan.

"Intinya selama aturan ini berjalan, pemerintah, LSM, penggiat lingkungan dan retail  harus tetap mengedukasi memberikan alasan serta mendukung mereka untuk terus melakukan hal ini," tutupnya.


Sumber : https://www.idntimes.com/life/inspir...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan? 10 Tips Liburan Ramah Lingkungan, Jadi Traveler yang Lebih Bijak Yuk!

- Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan? Bantuannya untuk Jakarta Dipermasalahkan, Risma: Aku Bukan Sok Jagoan

- Fakta Stainless Straw dan Tote Bag, Yakin Kamu Cinta Lingkungan? Pelayanan Rumit, Warga Keluhkan BPJS Kesehatan di Samarinda  

profile-picture
profile-picture
profile-picture
sendhaljepit dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5
07-08-2019 07:08
Quote:Original Posted By safirariandita
Susah juga, niat diet plastik .. ganti plastic straw pake stainless, juga belanja kemana-mana selalu bawa extra tote bag eh ternyata limbah nya juga merusak lingkungan

Terus apa dong alternatif ter-ramah lingkungan? emoticon-Nohope


Menurut ane g ada jalan ter-ramah lingkungan. Karna pada dasarnya setiap langkah manusia modern akan berkaitan dengan eksploitasi alam yang merusak alam itu sendiri. Jadi klo dibahas trus menerus ya akan ada habisnya. Misalnya gelas yang dipake juga salah satu penyumbang gas karbon dioksida yang besar.
Klo mau ramah lingkungan ya kembali ke zaman batu aja gan wkwkwk
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
r3tfl4g memberi reputasi
1
07-08-2019 07:12
lgs sruput aja gans lbihbnikmat
profile-picture
anita.sutanty memberi reputasi
1
07-08-2019 07:20
wah baru tau ini
padahal istri sempet beli yg stainles
0
07-08-2019 07:20
parah juga ya, kan jadi sama aja emoticon-Hammer (S)
0
07-08-2019 07:20
Terlepas dari proses pembuatannya, sedotan stainless steel udah terbukti lebih awet dan tahan lama. Dan lagi ketika rusak pun bakal jadi sampah logam yang bisa didaur ulang.

Gak ada salahnya make sedotan stainless steel buat diet produk plastik, praktis dan reusable juga.
profile-picture
Blind Sniper memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
07-08-2019 07:52
Quote:Original Posted By safirariandita
Susah juga, niat diet plastik .. ganti plastic straw pake stainless, juga belanja kemana-mana selalu bawa extra tote bag eh ternyata limbah nya juga merusak lingkungan

Terus apa dong alternatif ter-ramah lingkungan? emoticon-Nohope

Daun pisang.
Yg dimaksud itu jngn beli totebag mulu, kalau bawa extra (gk kelupaan), ya gk merusak lingkungan krn gk numpuk totebag d rumah.

Quote:Original Posted By louie16
yg penting konsisten buat diet plastik bukan ikut2 an mau apapun cara nya

Betul.

Quote:Original Posted By farinamany
sedotan bambu bisa jadi pilihan sih... atau kemaren ada thread yang bahas sedotan rumput laut. meskipun ga awet tapi kalo sumbernya tetep dijaga dan ditanam terus, ya ga masalah... terus kalo tas kain, di kita mau pake paper bag katanya masih mahal. semoga segera ketemu solusinya

Pohon makin habis tar kl murah.

Quote:Original Posted By yunda.me
mungkin bakal ada penelitian membuat plastik yg masa hancurnya hitungan bulan, kek alfa indomart sdh capnya go green.
emoticon-Hammer (S)

Hoax itu.
0
07-08-2019 07:53
Ane kemanapun pasti bawa tas jinjing dan bawa botol minum yang pasti ramah lingkubgan pembuatan nya
0
07-08-2019 08:04
Org indonesia sebenernya plg peduli lingkungan. Coba, minum langsung seruput, makan? Pake tangan. Sendok garpu mana butuh emoticon-2 Jempol
profile-picture
mingming memberi reputasi
1
07-08-2019 08:04
Jika mau fair, apabila sedotan stainless di salahkan maka seharusnya sendok, garpu dan pisau stainless juga di kategorikan hal yang sama. emoticon-Big Grin

Biar bagaimanapun alat bantu makan dari stainless bisa di gunakan berulang kali dan awet. Masih lebih baik daripada yang terbuat dari plastik.

Kalau terus menerus mencari kekurangannya tidak akan ada habisnya. Yang terpenting apa yang kita lakukan saat ini adalah hal yang lebih baik dari sebelumnya.
0
07-08-2019 08:05
Emang susah gan untuk move on dari kantong plastik, selain kita masih butuh untuk sampah rumah tangga. Yang paling penting sih muali aja dulu dikurangi pemakaian plastik, misal belanja barang yg kecil2 di warung atau mini market gak perlu pakai plastik ukuran kecil.
0
07-08-2019 08:05
Semua pasti ada pro dan kontra. Emang yang paling sederhana ya langsung sruput aja wkwkwkw. Btw, nice thread gan, cendol meluncur
Diubah oleh azid12353
0
07-08-2019 08:10
Di Bali dah gaboleh pake kantong plastik
Nice abis.. Jos

Semoga jawa dan lain mengikuti
0
07-08-2019 08:12
Quote:Original Posted By legor
Yang penting khan sudah terbiasa dulu, memang butuh proses sih. Gue dari kecil selalu bawa botol minum kalo bepergian. Makanya gue juga kemana-mana pasti bawa tas untuk nampung botol minum. Penggunaan sedotan juga gue kurangi. Memang gue lebih suka minum langsung sih sebenarnya emoticon-Ngakak (S).


Klo ane pake sedotan bikin kembung di perut bree.. emoticon-Malu
0
07-08-2019 08:15
kalau dipikir pikir yah semua berdampak buruk bagi lingkungan. Sekarang tinggal mencari dampak yang lebih kecil terhadap lingkungan. Sedotan bambu aja merusak lingkungan kok


0
07-08-2019 08:15
yah mudah2an bisa dikurangi limbah limbah tersebut, apalagi limbah plastik.
0
07-08-2019 08:26
solusi nya
ke rumah makan, bawa gelas sendiri (diterapkan, lama lama orng ga minat ke resto karena repot) emoticon-Hammer (S)

belanja, sediakan drive tru, bayar langsung angkut ke mobil... kalau motor, pake kerangjang besar atau ojol mobil

emoticon-Cool

problem solve
0
07-08-2019 08:35
totebag banyak di rumah gw selalu gw bawa kemana2.
tapi gw lebih menekankan penggunaan wadah plastik secara efektif, terutama kode PP atau kode 5 yg artinya bisa digunakan berulang kali bahkan foodgrade terutama yg transparan dan warna putih susu.
Diubah oleh daisukeasakura
0
07-08-2019 09:13
dari dulu ga suka sedotan
langsung aja
biar klimaks
0
07-08-2019 09:18
Quote:Original Posted By damhaiqbal
Sebenernya emang harus bawa totebag lama dari rumah, tp perbandingan limbah totebag sama kantong plastik agak kurang relevan, saya pernah lihat 1 totebag setara berapa ribu kantong plastik dalam perbedaan emisi karbon yang dihasilkan dari produksinya, tp yang perlu diingat, emisi karbon bisa didaur ulang pohon, nah kalo sampah plastik sampe beribu ribu siapa yang mendaur ulang. Jadi agak kurang relevan satu totebag dengan emisi karbon dibanding berapa ribu plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan emoticon-Jempol


Yup ane setuju...benar proses pembuatan, bahan totebag tdk ramah lingkungan tapi penggunaannya bisa berulang2, bahkan 1 totebag bisa dipake belanja setahun, kan bisa dibayangkan kita bisa berhenti pake kantong belanjaan berapa lembar?
0
Halaman 3 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.