alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1094
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7bbab9af7e93309a084c6e/rembulan-di-ujung-senja
Ah f*ck !! Umpat ane dalam hati sambil memukul meja. Dengan perasaan nggak karuan sekaligus kesal, ane bergegas keluar ruangan dan berjalan menuju tangga. Saat sampai lobby kantor, ane segera menuju ruang di pojokan yang selama ini berfungsi untuk menerima tamu dan dari jendela kaca, ane liat seorang wanita lagi duduk di sofa sendirian. Saat ane masuk, dia cuma menatap ane dengan tatapan sinis.
Lapor Hansip
03-03-2019 18:30

Rembulan Di Ujung Senja (Saat Senja Tiba episode 3)

Past Hot Thread
Rembulan Di Ujung Senja


Quote:
FAQ

Bikin cerita baru bang ?
nggak, ane bikin dadar gulung, bukan cerita (udah jelas ini cerita masih nanya aja !!)emoticon-Mad (S)

Lanjutan cerita yang kemaren bang ? Yang judulnya AMB ?
iya, ini tread lanjutan dari cerita tersebut emoticon-Smilie

AMB itu apa bang ? Air Mata Buaya ?
Bukan, tapi Air Mata Brad pitt ah elah !!! emoticon-Bata (S)

Pas part terakhir diceritain kalo ente udah nikah kan ?Terus ini bakal nyeritain kehidupan ente selanjutnya ?
Iyalah, masa cerita kuliah ga kelar, emang ane mahasiswa abadiemoticon-Busa:

Terus umur ente berapa bang ?
Sekitar 26 -27 tahunemoticon-Malu

Wuih ternyata ente udah tuwir ya bang
Kamvret, ente lama2 nyebelin yah !! Mau ane jedor pake AWM ??emoticon-Mad (S)


Quote:
Rembulan Di Ujung Senja


Quote:
thread ini adalah lanjutan dari thread sebelumnya:
Air Mata Bidadari


Quote:Rules:
1. Tetep mengacu pada aturan SFTH di trit sticky.
2. Silahkan ngejunk, tapi resiko tanggung sendiri
3. Hargai ane sebagai TS dan ane akan menghargai agan sebagai reader.
4. Kalo nggak suka trit ini silahkan tutup tab, nggak perlu ngetroll atau nge-flamming disini.
5. Tolong, sekali lagi tolong !! Hindari komen2 berbau homo, maho, gay atau yg menjurus kesitu. Ane masih normal dan suka cewek.
6. Ingat !! Cewek nggak pernah salah, yang ada hanyalah cowok yang nggak peka.
7. Jika cewek berbuat salah, silahkan lihat kembali ke nomor 5.
Polling

Poll ini sudah ditutup - 58 Suara

siapakah yang bakalan jadi nyonya Vino (TS) selanjutnya ? 
34.48%
Shela
27.59%
Nola
3.45%
Astrid
34.48%
tetep sama Wulan
Diubah oleh gridseeker
profile-picture
profile-picture
profile-picture
blackerror63 dan 40 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Halaman 42 dari 56
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 08:38
Nek wes longgar ae lagek update om, ojo kesikut mending kesusu
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 10:29

Part 41

"Masa kamu ga bisa maen cepet ? " tanya Nola.

"Ya bisa sih... tapi Dina udah ada di lobby kan ? " tanya ane balik.

"Dia bisa nunggu. " jawab Nola tersenyum penuh arti.

"Gimana ? " tanya Nola lagi dan kali ini senyumnya manis nan menggoda yang membuat ane langsung berkeringat dingin.

"Ngg.. ya.. yaaa terserah kamu deh. " jawab ane mengangguk, tapi setelah ane jawab gitu, Nola malah diem nggak bereaksi.

“Kenapa sih ? Jadi nggak ? “ tanya ane rada bingung.

"Ngarep !! Wuuu... !! " tiba-tiba aja Nola mendorong ane dengan keras sampai ane terduduk di springbed, lalu dia berjalan menuju pintu kamar. Ane pun cuma bengong sambil duduk di ranjang dan ane langsung sadar kalo ane udah kena kibul lagi. Yah elah ini cewek satu ini emang absurd abis..

"Aku kira beneran ngajak ternyata cuma bo’ongan, payah !! " jawab ane pura-pura marah, dan Nola langsung menoleh.

“Udah sana kamu sarapan sendiri, aku dikamar aja. “ timpal ane. Mendengar kata-kata ane Nola hanya terdiam sembari berkacak pinggang.

"Oh gitu, ceritanya kamu marah nih. " kata Nola lalu berjalan menghampiri ane.

"Iya, soalnya kamu udah dua kali bo'ongi aku. Yang pertama di mall, lalu sekarang. " jawab ane ketus, tapi pura-pura lagi tentunya.

Tapi Nola lagi-lagi gak menjawab dan membungkuk di depan ane, lalu dia memegang kedua pipi ane dan mendekatkan wajahnya. Ane yang langsung ngerti maksudnya ikut memegang pipi kanannya dan hot damn… !! Nggak sampai sedetik, bibir kami berdua udah kembali berkulum mesra, persis seperti tadi. Dan karena ini yang kali kedua, kami melakukannya lumayan lama, mungkin hampir 10 detik.

"Kalo yang ini gak bohong kan ? " tanya Nola tersenyum simpul setelah kami puas berkissing ria ronde dua.

"Ya nggak sih. " jawab ane.

"Yaaah gak papa lah daripada kena zonk. " timpal ane sembari nyengir, lalu bangkit berdiri. Mendengar jawaban ane Nola yang tadinya tersenyum tiba-tiba cemberut dan plekk... !! Sebuah cablekan agak keras mendarat di lengan ane.

"Apa sih ?! " tanya ane dengan nada sewot.

"Kamu tuh nyebelin banget Vin !! " jawab Nola dengan ketus sambil menuding ane. Lhaah ?

"Aku nyebelin kenapa ? " tanya ane makin bingung sama sikapnya cewek sultan ini.

"Ya pokoknya nyebelin !! Nyebelin nyebelin nyebelin !! " jawab Nola sembari mencablek lengan ane lagi berkali-kali, cuma kali ini gak keras. Dan diapun ngeloyor pergi menuju pintu kamar.

Sedangkan ane cuma bisa tersenyum kecut sambil garuk-garuk kepala lalu berjalan mengikuti Nola. Nggak sadar ane memegangi bibir ane, yang pagi ini udah melakukan kissing dua kali sama dia. Entah apa maksud Nola ngelakuinnya, apa jangan-jangan Nola mulai suka sama ane ? Nggak mungkin, karena ane tau betul dia itu cinta mati sama Yovie kampretos itu meski pernikahan mereka baru gonjang-ganjing. Tapi kok..? Aah… udahlah, mungkin itu cuma sekedar ucapan terima kasih karena ane udah ngajak dia kesini.

Saat sampai lobby kami berdua langsung menemui Dina yang lagi duduk di salah satu sofa sambil mainan HP. Dia pun menyambut kami dengan muka masam. Gak heran, dia pasti kesal karena kelamaan nunggu karena pastinya dia pengen buru-buru ketemu sama Shela, dan pastinya ane juga demikian.

"Kok lama banget sih, kalian ngapain aja ?! " tanya Dina dengan nada kesel.

"Sorry Din, kami tadi ngobrol bentar. " jawab ane ketawa, tapi Dina gak menjawab dan terus menatap ane dan Nola dengan tatapan penuh curiga. Ane sama yayang… eh Nola cuma saling berpandangan sembari senyam-senyum.

“Sarapan yuk. “ ajak ane.

"Eh kak, kakak tau nggak tadi aku sempet liat cewek yang semalem, yang psiko itu. Ternyata dia juga nginep disini. " kata Dina lagi dengan wajah cemas.

"Oh ya ? Terus dia kemana ? " tanya Nola.

"Tadi dia keluar kak, kayaknya sih udah check out. " jawab Dina.

"Emang Kak Nola sama Kak Vino gak ketemu ? "

"Nggak tuh. " jawab ane menggeleng, karena gak ada gunanya cerita keributan tadi ke Dina.

"Lagipula ngapain, biarin aja dia mau nginep dimana juga bodo amat. Dah sarapan yuk, habis ini kita segera ke rumah sakit. " ajak ane, dan Dina pun mengangguk lalu bangkit berdiri.

Kami lalu berjalan menuju ruang makan yang terletak di samping lobby. Nggak lupa ane mengecek HP, ternyata belum ada kabar apapun dari Tio. Sebetulnya nggak masalah sih, toh sebentar lagi kami juga bakal ke rumah sakit dan ketemu dia disana. Nggak pake lama, tiga porsi nasi goreng spesial udah terhidang di depan kami, lengkap dengan segelas es jeruk. Perut ane pun sontak menggelar konser akbar, mengingat semalem cuma keisi sandwich yang dibawa yayang... eh Nola.

Setelah sarapan, kami langsung menuju rumah sakit. Saat sampai bangsal ternyata cuma ada Tio seorang yang nungguin Shela. Dia langsung tersenyum ramah menyambut kami bertiga, meskipun keliatan banget kalo dia capek dan ngantuk.

Sedangkan Shela yang masih berbaring lemah di ranjang hanya menatap dengan tatapan nanar. Untungnya diwajahnya udah gak terpasang respirator lagi yang bikin ane agak lega. Sejenak kami saling bertatapan dan rasanya pengen banget ane menghampiri dan memeluk cewek yang sangat ane cintai ini, tapi ane rasa ada yang jauh lebih berkepentingan dibanding ane.

"Kak Shela. " ucap Dina, yang nggak bisa menahan tangisnya lalu berjalan menghampiri Shela.

"Maafkan aku kak, gara-gara aku kakak kayak gini. " timpal Dina sesenggukan.

Shela hanya tersenyum sembari mengelus rambut mantan murid kesayangannya itu. Ane sadar, untuk sekarang ini adalah masa-masa yang berat baginya, entah sampai kapan tapi pastinya mulai hari ini Shela akan menjalani hari-harinya dengan kesedihan. Apalagi dia juga bakal ngadepin adik iparnya yang psiko itu, pasti akan bikin penderitaannya makin berat.

"Gimana kondisinya Shela ? " tanya ane ke Tio, yang lagi berdiri di depan jendela.

"Yah, lumayan Vin, alat bantu pernafasannya udah boleh dilepas. Dan hari ini dia udah boleh makan. " jawab Tio.

"Semalem kamu jadinya nginep dimana ? Kok tadi aku gak ngeliat kalian. "

"Di hotel lain, hotel kamu udah full. " jawab ane tersenyum.

"Oh, sorry. " kata Tio.

"Santai aja, oh iya kok cuma kamu sendirian ? " tanya ane.

"Yah, semua udah berangkat ke rumahnya Fadli, bapak ibu sama Anita. Mereka berangkat bareng sama keluarganya Fadli setelah mengambil jenasahnya tadi. Sorry aku lupa ngabari kamu, tapi katanya pemakamannya jam dua-an. " jawab Tio.

"Gak papa, lagian aku udah tau kok dari Bu Mirna. Kebetulan malah kami nginep di hotel yang sama. " kata ane.

"Seriusan ?! " tanya Tio dan ane cuma mengangguk, dan ane lalu menghampiri Shela yang lagi sama Dina dan Nola. Syukurlah, Shela keliatan seneng dijenguk sama mantan murid dan rival beratnya itu.

"Shel... " panggil ane dan diapun menoleh.

"Aku ikut berduka ya atas apa yang terjadi sama suami kamu, dan aku harap kamu bisa tabah menerimanya. " timpal ane dengan nada pelan.

"Makasih. " jawab Shela dengan suara parau.

"Mbak Wulan dirumah Vin ? " tanya Shela.

"Iya iya, dia rumah soalnya tau sendiri kan anak kami gak bisa ditinggal, tapi dia titip salam dan minta maaf ga bisa ikut jenguk. Oh iya, tadi dia nelpon nanya kabar kamu gimana. " jawab ane, dan tentu aja bohong.

"Ohh... " kata Shela tersenyum, meski ane tau kalo sekedar senyum pasti sangatlah berat baginya.

"Lho Vin ? Mbak yang ini bukan istri kamu ? " tanya Tio tiba-tiba. Ane sama Nola pun sontak saling perpandangan.

"Bukan, dia temennya Shela. Tapi dia dulu pimpinan di kantornya istriku. " jawab ane.

"Emang kenapa mas, kami kayak suami istri yah ? " tanya Nola ketawa.

"Maaf ya mbak, soalnya aku belum pernah ketemu istrinya Vino. Dulu pernah sih Shela nunjukkin fotonya tapi aku gak begitu perhati'in. " jawab Tio.

"Nggak papa mas. " jawab Nola, lalu dia kembali menatap ane sembari tersenyum penuh arti.

"Tapi aku udah bilang sama Vino sih, kok kalo hari ini boleh nganggep aku sebagai istrinya. Gitu kan say ? " kata Nola lagi sembari ngelendotin ane. Lhaah ?!

"Eh, kamu ini ngomong apaan ? " jawab ane rada sewot sambil memegangi Nola yang terus ngelendotin ane.

"Napa sih, Mas Tio bilang gitu artinya kita ini emang cocok, iya nggak say ? Hmm... hmm... ? " jawab Nola kali ini sembari mentowel pipi ane, yang bikin ane makin salah tingkah.

"Ya iya, terserah kamu aja deh. " jawab ane sekenanya, soalnya selain Tio, sejak tadi Dina sama Shela juga terus ngeliatin tingkah ane sama Nola. Apalagi Shela, jangan sampai dia salah paham.

"Oh ya gini Tio, kamu ada rencana ke pemakamannya Fadli nggak ? " tanya ane ke Tio, biar Nola nggak aneh-aneh lagi.

"Yah aku sih pengennya dateng Vin karena gimanapun dia itu iparku, tapi ntar yang jaga Shela siapa ? " jawab Tio.

"Atau gini aja, kita berdua pergi kesana, soal Shela biar dijaga Dina sama Nola. Lagian aku juga gak tau dimana rumahnya Fadli, kamu tau kan ? " tanya ane.

"Kalo alamatnya sih aku ada, cuma aku gak tau persis lokasinya, tapi disana ada Anita ntar bisa minta dia buat share lokasi. " jawab Tio.

"Jauh gak sih ? " tanya ane lagi.

"Ya lumayan, mungkin dua... tiga jam dari sini. " jawab Tio.

"Gimana, Din, kamu disini sama Nola ya ? " tanya ane ke Dina.

"Gak papa kak, aku juga masih pengen sama Kak Shela. " jawab Dina dengan wajah riang tapi Nola langsung pasang muka bete.

"La, kamu nemeni Dina ya, aku ngelayat dulu sama Tio. " kata ane ke yayang... eh Nola yang masih cemberut.

"Ya udah sana, padahal aku udah bela-belain nanya alamatnya... " jawab Nola dengan nada ngedumel lalu membuang muka. Lha ??

"Lho nanya alamat ke siapa ? " tanya ane.

"Ya ke Bu Mirna sama Astrid, kan tadi aku sempet ngobrol sama mereka. Aku juga punya nomor WA-nya kok, ntar juga bisa minta share lokasi. " jawab Nola ketus.

"Oh ya udah, gini aja Vin, kamu aja sama Mbak Nola yang kesana, aku aja yang jagain Shela sama adik kamu. " kata Tio ke ane, yang sepertinya dia tanggap situasi. Astaga Nola ngapain sih, bikin malu aja, gerutu ane dalam hati.

"Maaf mbak, mungkin tadinya Vino nggak tau kalo mbak punya alamatnya, makanya dia tadi ngajak aku kesana. " jelas Tio ke Nola.

"Dia-nya nggak nanya sih mas, ya jelas gak tau. " jawab Nola dengan nada kesal.

Duh, gimana sih, bukannya semalem udah sepakat kalo Nola sama Dina nungguin Shela ? Tapi daripada makin ribut mau gak mau ane harus menuruti kemauan Nola, lagian sejak kemaren dia juga udah banyak membantu ane sama Dina, wajar aja kalo dia rada rewel minta ini itu. Padahal tadi dia sempet minta agar ane jangan malu-maluin di acara pemakamannya Fadli, eh malah sekarang dia sendiri yang bikin ane malu.

Ane lalu sempatkan menatap Shela, dan dia membalas dengan tatapan aneh, seolah-olah mau menghujani ane dengan ribuan pertanyaan. Oke, mungkin Shela udah punya pikiran macem-macem soal hubungan ane sama Nola, dan bisa aja (moga-moga nggak) dia bakalan nanya ke Dina, dan berhubung bocah tengil itu super ember, pastinya tau sendiri lah. Tapi mau gimana lagi, kalo ane gak ngajak Nola, bisa-bisa Nola-nya ngambek dan masalah makin runyam.

"Sorry ya La, soalnya aku bener-bener gak tau kalo kamu punya alamatnya Fadli. " kata ane ke Nola yang masih pasang tampang bete.

"Yuk, kita berangkat sekarang biar gak kesiangan. " ajak ane tapi Nola tetep diem aja.

"Kamu aja sana sama Mas Tio, aku disini aja. Kan kamu niatnya nggak ngajak aku. " jawab Nola dengan pelan namun ketus. Haduh, tobat, oke oke nggak ada pilihan lain...

"Mama, ayo dong. " panggil ane dengan nada mesra.

"Ntar keburu siang lho ma. " bujuk ane lagi setelah Nola cuma diem aja, tapi kemudian dia tersenyum senang.

"Iya papaaa... " jawab Nola dengan nada riang.

"Tio, aku berangkat dulu. " kata ane ke Tio yang sejak tadi cuma senyam senyum ngeliat drakor ane sama Nola.

"Titip adik aku ya ? " timpal ane.

"Oke, kalian hati-hati ya. " jawab Tio mengangguk.

"Dina, Shela, duluan ya. " kata Nola ke Dina sama Shela.

"Iya kak, hati-hati. " jawab Dina, sedangkan Shela hanya mengangguk pelan.
Diubah oleh gridseeker
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andri0511 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 1 balasan
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 10:48
wkwkwk mama papa, siap2 dapat bogem dari shela kalau dia dah sembuh, belum kalau dina ember ke wulanemoticon-Wakaka
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 11:02
Udah dapat sarapan 2 kiss habis pemakaman main takken
0 0
0
Lihat 1 balasan
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 11:21
uripmu sultan tenan
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
Lapor Hansip
06-08-2019 11:21
Balasan post devarendra
Quote:Original Posted By devarendra
Udah dapat sarapan 2 kiss habis pemakaman main takken


nah iya kesempatan ga ada dina, emang bulus akalnya si vino, ntar kalau ditanya kok lama pake alesan disesatkan gugel map, bannya meletus etc emoticon-Hammer2
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 12:07
cie, ada mama baru.... wkwkwkwk
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 12:23
Waw keren threadnya genk.
luar biasa genk.
Lanjutken, ane reader setia

emoticon-Salaman
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 12:45
kimpoi 3 aja udah
Diubah oleh alvien70
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 12:52
Quote:Original Posted By Alea2212
cie, ada mama baru.... wkwkwkwk


Cie cemburu cieee....
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 13:11
Tumben ini update lama amat..bysanya cepet..
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 17:02
Quote:Original Posted By andikcoleer
Tumben ini update lama amat..bysanya cepet..


Mungkin TS nya lagi sibuk di RL, om vino ini pasti update kok, jarang dia hiatus yang lama..
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh sella91
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 20:56
Mamaaaa barrruuu...
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
06-08-2019 21:34
Quote:Original Posted By gridseeker
"Masa kamu ga bisa maen cepet ? " tanya Nola.

"Ya bisa sih... tapi Dina udah ada di lobby kan ? " tanya ane balik.

"Dia bisa nunggu. " jawab Nola tersenyum penuh arti.

"Gimana ? " tanya Nola lagi dan kali ini senyumnya manis nan menggoda yang membuat ane langsung berkeringat dingin.

"Ngg.. ya.. yaaa terserah kamu deh. " jawab ane mengangguk, tapi setelah ane jawab gitu, Nola malah diem nggak bereaksi.

“Kenapa sih ? Jadi nggak ? “ tanya ane rada bingung.

"Ngarep !! Wuuu... !! " tiba-tiba aja Nola mendorong ane dengan keras sampai ane terduduk di springbed, lalu dia berjalan menuju pintu kamar. Ane pun cuma bengong sambil duduk di ranjang dan ane langsung sadar kalo ane udah kena kibul lagi. Yah elah ini cewek satu ini emang absurd abis..


Kena php yayang emoticon-Cape d...
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
07-08-2019 00:09
makin yakin pasca pulih nanti shela jadi menjauh dari vino deh.. firasat.. tapi menjauhkan shela yg jadi tokoh sentral di 2 cerita sebelumny juga bukan hal yg mudah.. yowislah, kita ikuti aja bagaimana cerita TS selanjutnya.. emoticon-Ngakak
Diubah oleh ms.valentino
profile-picture
illutionzboy memberi reputasi
1 0
1
Rembulan Di Ujung Senja
07-08-2019 08:25
kok koyok sultan men kowe Vin, gebet kiwo tengen emoticon-Mad
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
Lapor Hansip
07-08-2019 10:09
Balasan post gridseeker
Ini bisa jadi si nola mau balas demdam sama yovie atau si nola mau test kenapa si wulan mau samavino, jadi mau tahu apa kelebihan si vino, yang ketiga si nola beneran kepincut sama si vino ?
0 0
0
Rembulan Di Ujung Senja
07-08-2019 14:26
vino ngajak ribut sumpah
0 0
0
Halaman 42 dari 56
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
stories-re-imagined
Stories from the Heart
jaran-sungsang
Stories from the Heart
gelora-sma
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.