alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4574c0018e0d279c2bff9f/the-magic-eyes-18-based-on-true-story
Lapor Hansip
03-08-2019 18:49
The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Romance, Pshycological
Past Hot Thread
The Magic Eyes (18+) (Based On True Story)


Seorang bayi mungil terlahir dari keluarga yang boleh di bilang kalangan menengah ke atas, semua keinginan gue sejak kecil hampir semua bisa terpenuhi dan dari situlah karakter gue terbentuk menjadi pribadi yang agak egois dan ambisius untuk mendapatkan apa yang gue inginkan..

Sebagai anak semata wayang, kedua orang tua gue sangat memperhatikan setiap apa yang gue lakukan karena mungkin mereka masih trauma setelah kehilangan kakak gue, yappp gue adalah anak kedua yang bertransformasi menjadi anak tunggal setelah kakak gue tercinta meninggal di karenakan penyakit yang dia derita pada usia 8 tahun..setiap pulang sekolah kakak gue pasti selalu mengajakku bermain dan ketika dia sakit dan meninggalpun gue belum banyak mengerti apa arti kata meninggal itu sendiri.

well...Gue dan kakak hanya selisih 5 tahun yang berarti saat itu gue masih berusia sekitar 3 tahun. Semenjak sepeninggalan kakak gue, kedua orang tua gue sedikit frustasi dan semakin bertindak posesif terhadap anaknya.. saat anak-anak seusiaku lebih banyak bermain diluar tapi berbeda denganku, orang tua gue menyediakan segala fasilitas didalam rumah dimulai dari mainan anak-anak seperti puzzle, flash card, lego dll dengan keinginan agar gue lebih betah didalam rumah. saat anak-anak seusiaku diantarkan oleh kedua orang tuanya ke sekolah anak, beda lagi dengan apa yang gue rasakan, gue tidak sekolah PAUD dan TK namun kedua orang tua gue selalu mengajariku menulis dan membaca sejak kecil sehingga walaupun masih kecil gue sudah sangat lancar membaca dan menulis layaknya anak usia SD saat usia gue masih 4-5 tahun.

Gue tumbuh menjadi anak yang lebih mengandalkan logika dan sedikit menggunakan empati dan simpati pada orang lain dan gue sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan sesama homosapiens dan gue lebih nyaman ketika berada sendirian di tempat yang gelap dan sunyi..


ini kisah kehidupan gue..
Nama : Adrian Octaleza
TL : 6 Oktober 1993
Tinggi : 174 cm
BB : 66 kg
Warna mata : coklat
Warna rambut : hitam
Hobi : Membaca,bermain game
keturunan : Belanda (Kakek)+Indonesia (Nenek)

Q : Kak apakah cerita ini real ?
A : 88% Real..everyone has their own stories
Q : Kak kok ratingnya 18+ ada konten pornografinya ?
A : Tidak. konten 18+ tidak akan diceritakan secara fulgar hanya sebuah gambaran kecil namun mengandung banyak arti
Q : Kak kok ilustrasi ceweknya cantik-cantik?
A : emang aslinya cantik-cantik, ilustrasi gambar dengan kemiripan yang paling mendekati
Q : Kenapa gak pake foto asli para pemerannya?
A : Gak dapat izin oleh mereka, jadi terpaksa harus pakai nama dan gambar ilustrasi, FYI mereka real dan bisa saja baca story ini
So this is our story..

Ilustrasi pemeran

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Adrian Octaleza

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Prata (Teman)
Tinggi : 173 cm
TL : 13 Februari 1993
BB : 68 kg
Warna mata : Hitam
Warna rambut : Hitam
Hobi : Balap motor

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Taufik (Teman)
Tinggi : 168 cm
TL : 8 Maret 1993
BB : 56 kg
Warna mata : coklat
Warna rambut : hitam
Hobi : Graviti

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Redva
Tinggi : 165 cm
TL : 9 Oktober 1995
BB : 54 kg maybe
Warna mata : Coklat
Warna rambut : pirang kecoklatan
keturunan Indonesia+Yaman+Prancis


The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Avril
Tinggi : 162 cm
BB : 54 kg
Warna mata : Coklat
Warna rambut : Hitam


The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Ana
Tinggi : 165 cm
BB : 52 kg
Warna mata : Coklat
Warna rambut : Hitam

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Rina
Tinggi : 157 cm
BB : 49 kg
Warna mata : hitam
Warna rambut : Hitam
Keturunan Indonesia+Chinese

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story) Nella
Tinggi : 163cm
BB : 53 kg
Warna rambut : Hitam
Warna mata : Coklat

Buat para pemeran yang baca ini, sorry kalau tinggi dan berat badannya ada yang salah...hahaha

INDEX
My First Contact to Other Human
Tears#1
Tears#2
Tears#3
Nella#1
Nella#2
Nella#3
Specialtruth
Diubah oleh rijac
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bedypop dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
03-08-2019 20:33
siap lanjutkan bung
0
03-08-2019 23:29
nyimak sik karo ngopi
0
04-08-2019 07:23
My First Contact to Other Human


Pada tahun 1999, Adrian kecil mulai belajar untuk keluar dari istana kecilnya yang selama ini melindunginya, yaaapp gue mulai didaftarkan ke sekolah dasar yang tidak jauh dari istana kecil gue.

Hari Senin tahun 1999, Ibuku membawaku ke tempat dimana gue akan belajar memahami apa itu manusia walaupun saat itu gue tidak ada minat apapun untuk mengetahui apapun tentang manusia, gue akan lebih memilih hidup dengan kucing peliharaan yang sejak kecil menemaniku bermain daripada harus berurusan dengan makhluk yang bernama manusia.

Ketika tiba didepan gerbang sekolah, gue melihat sebuah gedung besar yang memiliki tingkat keramaian tinggi dan disambut oleh bapak penjaga sekolah..

Satpam : Mengantarkan anaknya ya bu?
Ibu : Iya pak ini hari pertama dia

Penjaga sekolah itu mendekat dan membungkukkan wajahnya ke arahku

Satpam : Halo namanya siapa
Adrian : (Mundur dan sembuyi dibalik tubuh penjaga setia yaitu sang ibu) Kamu siapa?
Satpam : Panggil paman Bapak Tono ya, bapak penjaga sekolah ini.
Adrian : (Mengacuhkan Bapak Tono dan malah menjatuhkan perhatian kepada anak-anak yang berlarian di halaman sekolah)
Ibu : Maaf ya Pak, anaknya memang pendiam dan jarang ngomong. mohon di jaga ya pak
(Ibuku berbisik kepada bapak penjaga ini, entah apa yang mereka bicarakan tentang gue)
Satpam : Baik bu siap, Percayakan saja sama saya..

Lalu Ibuku memegang tangan kecilku dan membawaku berjalan menyusuri lorong sekolah, gue melihat banyak anak-anak manusia melihatku yang membuatku gak nyaman dan ingin segera keluar dari tempat aneh ini..

Tok.Tok..

Suara dibalik pintu : Silahkan masuk

Ibu : Selamat pagi pak
Bapak T : Pagi bu, Silahkan duduk
Ibu : Saya ingin mendaftarkan anak saya untuk sekolah disini
Bapak T : Baik bu boleh saya melihat Ijazah TK, Akte Kelahiran dan berkas yang lain
Ibu : Maaf pak, anak saya tidak sekolah TK
Bapak T : Disini harus ada ijazah TK bu untuk mengetahui apakah anak-anak sudah diajarkan membaca dan menulis
Ibu : Silahkan di test pak, jika anak saya lulus bapak harus terima dia disini

Lalu bapak tersebut melihat wajahku lalu mengeluarkan sebuah bungkus rokok dan memintaku untuk membacanya..

Bapak T : Coba dibaca ya tulisan ini
Adrian : Gue mulai membaca (Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin)
Bapak T : Wah ibu, anaknya sudah sangat lancar membaca, sepertinya tes menulisnya tidak usah bu karena sudah pasti dia bisa menulis
Ibu : Terimakasih bapak
Bapak T : Mari bu saya antarkan ke kelas,

Saat itu gue mulai merasa takut entah tempat apa yang akan gue datangi, gue menggenggam tangan ibu dengan kuat dan sudah pasti ibuku tahu kalau anak semata wayangnya merasa tidak nyaman. Gue tiba di depan kelas dan dipersilahkan masuk dan gue melihat ibuku diluar kelas dan mulai menjauh.

Ibu guru : Tidak apa-apa sini sama ibu (dia memegang tanganku dan membawaku ketengah-tengah kelas)
Ibu guru : Anak-anak kita mendapat teman baru, lalu ibu guru itu memintaku untuk memperkenalkan diri
Adrian : (Sambil melihat ke arah jendela untuk mencari keberadaan malaikat penjagaku yaitu ibuku)
Adrian : "Nama saya Adrian Octaleza" lalu tidak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut gue waktu itu
Ibu Guru : Hobinya apa
Adrian : Membaca
Ibu Guru : Cita-citanya Adrian apa?
Adrian : Apa itu cita-cita?
Semua teman-temanku tertawa mendengar gue tidak tau apa itu cita-cita dan gue melihat wajah mengesalkan mereka ketika tertawa yang semakin membuat gue membenci manusia
Ibu Guru : Kalau besar Adrian ingin menjadi apa?
Adrian : Tidak ada

Gue melihat raut wajah beliau yang terlihat kebingungan mengatasi percapakan dengan manusia tak utuh ini..beliau mempersilahkan gue duduk dengan seorang anak laki-laki yang kelihatannya bersahabat dan didepan gue duduk sepasang anak perempuan, pelajaran dimulai dengan membaca sebuah cerita dongeng dan setiap anak harus membaca di depan kelas. Gue mengeluarkan sebuah buku cerita yang selalu gue bawa dari rumah dan mulai membaca di tempat duduk gue yang mulai terasa nyaman dan mengacuhkan segala bentuk aktivitas anak manusia lainnya, sampai akhirnya seorang anak perempuan yang duduk didepanku melihatku membaca sebuah buku dan secara tiba-tiba memutar buku tersebut kearahnya dan mulai membacanya.

Gue yang merasa tidak nyaman karena buku kesayanganku direbut oleh anak manusia yang tidak gue tahu namanya, Gue dorong kepalanya yang membuat dia hampir terjatuh dari tempat duduknya lalu segara gue ambil lagi buku itu dan melanjutkan membaca apa yang harus gue baca, gue mendengar suara anak perempuan itu menangis dan situasi didalam kelas terlihat lebih ramai dari biasanya. Sampai akhirnya gue didekati oleh ibu guru dan memegang tanganku dan mengajakku berjalan keluar menjauh dari keramaian (kenapa tidak begini dari awal).

Beliau berjalan sambil melihatku dan gue melihat beliau tersenyum kecil kepadaku, sampailah kita disebuah ruangan kecil dengan sebuah meja dan kursi lalu beliau memintaku untuk duduk dan mulai melakukan sejumlah pertanyaan kepadaku

Ibu Guru : Adrian, Ibu ingin tahu kenapa dia menangis?
Adrian : Dia mengambil buku saya
Ibu Guru : Itu namanya berbagi dan setiap manusia akan saling berbagi
Adrian : Ibuku mengajarkan untuk selalu izin
Ibu Guru : Beliau terdiam dan tersenyum lalu berkata "Adrian mau tidak kita sama-sama membaca bukumu di depan kelas bersama
teman-teman)

Adrian : (Gue terdiam dan takut buku kesayanganku di rusak oleh mereka yang gue yakin gak bakalan ngerti kalau buku ini yang selalu
menemani gue di istana kecil gue)
Ibu Guru : Tidak apa-apa, mereka bisa jadi teman kamu

Akhirnya beliau kembali memegang tangan kecilku dan mengajakku kembali kedalam kelas lalu meminta para anak manusia itu membaca buku kesayanganku secara bergantian dimulai dari anak perempuan yang duduk didepanku, yapp dia berhenti menangis dan kembali tertawa seperti tidak pernah terjadi apa-apa..

Begitulah contact pertama gue dengan manusia selain kedua orangtua gue, bibi dan paman penjaga rumah gue..

Part selanjutnya akan menceritakan bagaimana susahnya gue berinteraksi dengan manusia lainnya sampai akhirnya gue beranjak dewasa dan mulai belajar memahami manusia dari seseorang
Diubah oleh rijac
profile-picture
profile-picture
rafifdx dan yusufchauza memberi reputasi
2
05-08-2019 09:13
Tears #1
Hari-hariku di sekolah hanyalah belajar dan membaca buku di saat waktu luang, ketika anak-anak yang lain berlarian memenuhi ujung koridor gue hanya melihat dari kejauhan tanpa sedikitpun mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam keceriaan mereka. Sejak kecil Ayahku mengajarkan untuk selalu mencatat moment apa saja yang kamu lakukan agar kelak ketika sudah tua dan mulai kehilangan sejumlah besar ingatanmu, kamu akan kembali mengingat dimana kamu berdiri dan dengan siapa kamu berdiri.

Rabu, 20 Februari 2002

Saat itu hujan mulai turun membasahi daratan, gue lihat jendela kamar dan berharap agar hujan ini tidak pernah berhenti agar gue tidak perlu berangkat ke sekolah yang mulai membuatku merasa semakin terasingkan.

Ibu : Aza (nama panggilan gue) sarapan dulu, roti dan susunya ada dibawah (Ibu gue memanggil dari lantai bawah istana kecil gue)
Adrian : (Hanya melihat keluar jendela melihat air mengalir membasahi kaca jendela kamar) Eheeemmm...

Gue turun kebawah sambil menggendong tas kecilku, gue lihat bibi yaitu asisten rumah tangga di rumah gue menyapa gue sambil tersenyum dan menyapa gue dengan penuh kelembutan layaknya seorang ibu..

Bibi : dimakan ya entar bibi dimarahin ibu, kalau kamu gak sarapan
Adrian : ehemmm (hanya itu suara yang keluar dari mulut gue seolah menegaskan gue lagi tidak ingin melakukan percakapan)

Ibuku duduk di meja makan dan melihatku lalu tersenyum kepada bibi seolah menegaskan bahwa mereka berdua berhasil membujuk gue untuk memakan makanan yang saat ini tidak lagi diminati untuk gue lahap.

Ibu : Ayo habiskan habis ini berangkat sekolah
Adrian : Aku bisa berangkat sendiri
Ibu gue selalu posesif dan tidak pernah ingin melepaskan pandangannya kepada anak semata wayangnya ini
Ibu : (diam seolah tidak mau berdebat denganku dan sudah pasti keputusan mutlak ada ditangan ibu)
Adrian : Bu, Kakek jahat ? (gue mulai membuka pembicaraan yang membuat gue penasaran)
Ibu : Kenapa kamu bilang kakek jahat?
Adrian : Kata teman-teman disekolah, kakek orang jahat
Ibu : Kalo kakek jahat tidak bakalan kakek punya banyak teman
Adrian : (Gue diam dan berpikir gue tidak pernah jahat tapi kenapa tidak memiliki teman)

Pagi itu ibuku mengantarkanku ke sekolah dan melambaikan tangan tanda dia akan kembali melakukan aktivitasnya, membiarkan gue terjebak di antara kumpulan anak manusia yang bermacam-macam bentuknya. Saat itu gue masuk kedalam kelas dan menemukan sebuah foto yang berada di bawah kolong meja, gue melihat di foto tersebut ada seorang anak kecil yang di sampingnya berdiri seorang wanita paruh baya dan pria paruh baya. Gue memasukkan foto tersebut kedalam buku catatan gue dan berpikir bahwa foto tersebut tidaklah penting karena tidak akan mungkin foto penting akan berada dibawah kolong meja..

Gue pun kembali melakukan aktivitas seperti biasa layaknya seorang pelajar
profile-picture
profile-picture
rafifdx dan yusufchauza memberi reputasi
2
05-08-2019 10:06
Tears#2
Selasa, 04 Juni 2002

Pagi itu gue terbangun setelah mendengar suara dibalik selimut yang melindungi gue dari dinginnya malam, suaranya mulai terasa menggangu dan membuat gue terpaksa membuka mata dan menyingkap selimut gue. Gue melihat bibi tersenyum dan membawakan susu hangat kesukaanku..

Bibi : Ayo diminum terus mandi dan sarapan pagi.
Adrian : ehemmm
Bibi : Nanti bibi yang mengantarkan ke sekolah ya karena ibu daritadi sudah berangkat kerja.
Adrian : Aku bisa berangkat sendiri bi
Bibi : Kasihan bibi loh entar dimarahin sama bapak dan ibu kalau kamu berangkat sendiri
Adrian : Ehhemm (melanjutkan meminum susu hangat kesukaan gue)

Gue berangkat ke sekolah bersama bibi, beliau mengantarkanku sampai didepan gerbang sekolah dan melambaikan tangan padaku namun gue hanya melihatnya tanpa membalas senyum atau membalas lambaian tangannya.

Lonceng mulai terdengar suaranya menandakan bahwa tidak boleh ada siswa yang masih berada di lorong ataupun halaman sekolah.

Gue melihat temen-temen sekelasku mulai mengerubungi salah satu meja siswa layaknya lalat melihat makanan, Gue hanya duduk dan melihat mereka mengajukan sejumlah percakapan kepada anak perempuan itu (Gue lupa namanya siapa ya sebut saja Lina) namun tiba-tiba mereka berlari ketempat duduk mereka masing-masing menandakan bahwa guru mulai mendekati kelas kami.

Ibu Guru : Anak-anak hari ini kita mendapatkan kabar duka dari salah satu teman kalian, Ibu Lina meninggal dunia kemarin. Silahkan Lina kedepan berdiri disamping ibu dan teman-teman yang lain ikut berdiri dimulai dari paling depan untuk maju kedepan dan menyampaikan belasungkawa kepada Lina.

Gue membuka buku catatan gue untuk menulis moment ini dan tanpa sengaja gue melihat foto yang dulu pernah gue temukan dan lupa untuk gue kembalikan, ternyata foto tersebut adalah foto Lina bersama wanita serta laki-laki paruh baya adalah ibu dan ayahnya, itulah kesimpulan yang gue buat saat itu.

Tibalah saat giliran gue, Gue memberikan foto itu kepada siswa tersebut namun dia menangis setelah melihat foto tersebut yang membuat seisi kelas dan ibu guru heran, Ibu guru meraih tangan Lina dan mengambil foto tersebut lalu melihat kearahku. Beliau menenangkan Lina dan menyuruh teman-temanku yang lain untuk kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, Gue tetap diam tanpa sepatah kata apapun dan hanya melihat Ibu guru berusaha menenangkan dan menghentikan tangisan Lina, setelah berhasil menenangkan Lina lalu ibu guru menyampiriku memegang tanganku lalu berkata " Adrian ikut ibu ya sebentar"

Gue berjalan meninggalkan kelas, Gue melihat teman-teman sekelasku melihatku sambil berbisik dengan anak manusia lain disampingnya. Gue melihat Lina masih menundukkan kepalanya, Gue pun berjalan keluar kelas melalui koridor sekolah dan akhirnya sampai di ruang konseling.

Ibu Guru memintaku untuk duduk dan beliau duduk tepat didepanku, Beliau memulai percapakan dengan sejumlah pertanyaan

Ibu Guru : Kenapa Adrian melakukan itu?
Adrian : (Gue diam dan hanya melihat wajah heran ibu guru favoritku ini)
Ibu Guru : Adrian kenapa menyobek foto keluarga Lina ?

FYI : Yapp gue menyobek foto Lina beserta keluarganya, Gue menyobek sebagian sisi lainnya yaitu menghilangkan gambar Ibunya di foto tersebut sehingga hanya tersisa foto Lina dan ayahnya

Adrian : (Gue diam karena gue tidak tahu bagaimana cara menjelaskan apa yang ada didalam otakku kepada orang lain)
Ibu Guru : Ibu akan memanggil orang tua kamu ke sekolah !!!
Adrian : (Gue melihat wajah ibu guru dan menganggukkan kepala) IYA.. (hanya itu kata-kata yang gue keluarkan saat itu)

Di tunggu Nextpart..
Diubah oleh rijac
profile-picture
profile-picture
rafifdx dan yusufchauza memberi reputasi
2
Lihat 1 balasan
01-09-2019 00:01
di tunggu kakak.
0
01-09-2019 02:03
Jejak gan
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
01-09-2019 08:02
Threadnya bagus banget, auto HT nih.
saya jadikan HT ya gan.
thnx
0
01-09-2019 08:08
Kentang nih gan
0
01-09-2019 09:08
ditunggu updatenya
0
01-09-2019 10:20
wih, padahal baru,,langsung HT

nyimak dulu, baru mulai baca emoticon-Traveller
0
01-09-2019 10:32
Quote:Original Posted By MrZeee
ditunggu updatenya


Update sebentar lagi
0
01-09-2019 10:32
Quote:Original Posted By madai
Kentang nih gan


Update sebentar lagi
0
01-09-2019 10:33
Quote:Original Posted By f4kmal
di tunggu kakak.


Update sebentar lagi kak
0
01-09-2019 11:33
bagus nih cerita kayaknya, after reading from one story to another, this one seems like a good place to stop and rest. ditunggu lanjutannya gan emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Diubah oleh damn92
0
Lapor Hansip
01-09-2019 11:45
The Tears#3
Balasan post rijac
Lonceng berbunyi tanda para anak manusia harus kembali kepada induknya masing-masing, gue berjalan sendirian karena memang tidak ada yang mau berteman dengan manusia seperti gue yang pasif.

sesampainya dirumah gue melihat papa berdiri sambil mellihat halaman didepan rumah, melihat gue dia langsung masuk kedalam rumah. Gue berjalan seolah tidak pernah terjadi apa-apa karena memang aku tidak peduli dengan apa yang terjadi..

Papa : (mendekatiku yang baru saja melewati pintu) Adrian sini papa mau ngomong !!
Adrian : (tanpa berbicara langsung mendekati papa)
Papa : kamu kenapa disekolah, jawab papa!! (suaranya sedikit mengeras)
Adrian : Sekolah dan belajar (itu jawaban yang keluar dari mulut gue)
Papa : (menghela napas) Kamu bikin masalah lagi di sekolah, IYA?? gurumu kasih tahu papa..
Adrian : Bisakah papa besok kesekolah adrian !!
Papa : Kamu tau kan papa sibuk di kantor, kamu jangan bikin malu papa adrian..

Gue melihat ibu gue berjalan mendekati kami dan menyela perkataan papa gue waktu itu

Ibu : Pa, sudah biar mama yang bicara, adrian cepat ke kamarmu!!

sambil berjalan ke lantai atas gue sayup-sayup mendengar ibu berbicara dengan papa mengenai gue, gue menghentikan langkah dan berusaha mendengarkan percakapan mereka

Ibu : Pa, sudahlah tidak ada gunanya memarahi dia, kamu tau sendiri kan adrian seperti apa
Papa : Tapi ma, kalau kita tetap biarkan dia bertindak sesukanya..
Ibu gue memotong percakapan papa
Ibu : Pa, Adrian seperti sekarang juga karena kita, kita yang membentuk dan membesarkan adrian seperti sekarang..
Papa : besok bisakah mama menggantikan papa ke sekolah adrian, papa besok ada rapat
Ibu : Iya pa, aku mau ke atas lihat keadaan dia bagaimana

Gue pun melanjutkan langkah menuju kamar gue dan berpura-pura duduk melihat kearah luar jendela

Ibu : Adrian, mama boleh masuk??
Adrian : He'em

Ibu gue menghampiri gue dengan membawakan coklat seperti biasanya, menurut ibu gue, coklat bisa membuat orang bahagia..

Ibu : Boleh mama tanya, kenapa adrian melakukan itu sama temen kamu ?
Adrian : heeemmm iya
Ibu : Adrian (Ibu gue menekankan kalau dia butuh jawaban)
Adrian : Aku hanya melakukan apa yang papa lakukan..

Ibu gue diam berusaha mencerna apa yang gue katakan..

Adrian : Mama selalu menangis melihat foto kakak, aku melihat papa menyembunyikan foto kakak dan sejak itu mama tidak menangis..
(ibu gue terdiam, gue melihat dia menahan tangis)
Ibu : Kamu belajar dari papa ya? kalian itu mirip tapi buat mama kamu lebih istimewa daripada papamu

Ibu gue menyodorkan coklat yang dia bawa lalu tersenyum kepadaku dan beranjak pergi meninggalkan gue dikamar..

Keesokan harinya gue kesekolah di antar oleh ibu gue, beliau menyuruh gue untuk menunggu di lorong sekolah dan mengatakan kalau dia ingin berbicara dengan ibu guru..

setelah menunggu 15 menit, ibu gue keluar dan tersenyum ke arah ku lalu dia menhampiriku dan berkata " Suatu saat kamu akan mengerti "

Ibu guru berjalan mendekati kami dan menggandeng tanganku menuju kedalam kelas, gue menoleh kebelakang dan melihat ibu gue masih berdiri melihat gue pergi sambil tersenyum kearahku..

saat masuk kedalam kelas semua mata tertuju kearahku

Ibu guru : Lina maju kedepan sini

Lina pun maju kedepan kelas dan berdiri disebelah kiri ibu guru

Ibu guru : Adrian, minta maaflah sama lina ya, saling memafkan adalah keharusan bagi setiap manusia, kalian mengerti anak-anak (Ibu guru memberikan contoh kepada seluruh generasi muda ini)

Adrian : (gue berdiri dan mulai menghadap lina ) aku tidak akan mengulanginya lagi..
Ibu guru : kata maaf dulu adrian di depan..
Adrian : (mengulangi) Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi

Papa pernah berkata, jangan pakai kata maaf karena kata maaf biasa dipakai hanya karena sebuah keharusan sehingga kehilangan arti dan maknanya, cukup jangan melakukan hal yang sama..

Lina : Iya (dia tersenyum seolah melupakan segalanya)

Lesson 1 : jangan terlalu peduli dengan kebaikan atau kesalahan yang kamu lakukan kepada orang lain, karena mereka akan segera melupakannya..setiap hari kebaikanmu kepada orang lain akan digantikan oleh kebaikan yang lain begitupula kesalahanmu pada orang lain akan digantikan oleh kesalahan yang lain

Diubah oleh rijac
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rafifdx dan 2 lainnya memberi reputasi
3
01-09-2019 20:06
inilah romans terdahsyat

The Magic Eyes (18+) (Based On True Story)
0
02-09-2019 02:45
ijin nenda gan. cerita nya emoticon-2 Jempol
keep update ya ganemoticon-Jempol
0
02-09-2019 03:24
hahahaayy . mantapss gan...
ane syuka deh sama cast pilihan ente gan... hahahay



SemangART terus ya buat thread-threadnya yee...
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
celengan-bambu-bukan-rindu
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.