alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
190
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1d05416df2312b82115903/hari---hariku-ditemani-arwah-almarhum-bapakku
Tekanan batin dan mental yang down sempat menghiasi hari - hari gue sepeninggal kepergian Ayah. Tapi Ayah gue yang sudah almarhum, ternyata nggak membiarkan gue hancur semudah itu. Dia tetap ada meski kita berbeda dunia.
Lapor Hansip
04-07-2019 02:42

Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku (True Story)

Past Hot Thread
Prolog


Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku


Kisah gue bermula ketika Ayah tercinta gue meninggal. Hidup gue tiba - tiba berubah total. Kenyamanan hidup yang selama ini nggak pernah gue hargai mendadak pergi begitu saja. Tekanan batin dan mental yang down sempat menghiasi hari - hari gue. Tapi Ayah gue yang sudah almarhum, ternyata nggak membiarkan gue hancur semudah itu. Dia tetap ada meski kita berbeda dunia.

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Gue bukan indigo, hanya diberi kesempatan oleh Tuhan saja untuk merasakan pengalaman yang gue yakin nggak semua orang bisa dapatkan. Berkomunikasi dengan arwah orang tua gue hanya lewat mimpi tanpa gue bisa mengontrolnya. Bahkan kematian Ayah gue sudah pernah gue lihat empat tahun sebelum dia benar - benar tiada dan lagi - lagi hanya lewat mimpi. Potongan gambar seperti film, dimana gue sedang memandikan jenazah Ayah gue dengan keadaan hati yang sedih. Gue nggak pernah menganggap bahwa mimpi itu akan jadi kenyataan seperti hari ini.

Hari ini bulan Mei 2016, gue terperangah tak percaya menyaksikan jasad ayah gue yang sudah tak benyawa. Setelah ayah gue dibawa ke tempat pemandian jenazah, dan seorang modin di kampung gue menyuruh gue memandikannya barulah gue sadar bahwa kejadian persis seperti ini pernah gue mimpiin sebelumnya. Mimpi itu tak menjelaskan kapan hal ini akan terjadi, yang pasti dalam mimpi itu ada seseorang yang mengatakan bahwa gue masih duduk di bangku kuliah. Dan nyatanya memang benar, dia pergi saat gue masih semester 7.

Hari pertama kematiannya sungguh membuat gue terpukul, gue menangis semalaman. Seusai penguburan jenazah, di rumah diadakan acara pengajian hingga larut malam. Gue lupa nggak tidur sampai kelelahan dan tak sadar tertidur di dekat meja kecil yang dulu sering dipakai ayah mengerjakan laporan pekerjaannya.

Malam itu gue mimpi duduk di sebelah meja, ayah gue datang menghampiri gue dengan wajah teramat pucat dengan busana hanya sebuah celana pendek warna putih persis seperti yang dia kenakan di rumah sakit saat dokter memvonisnya telah tiada. Dia berdiri di dekat meja dengan menunjukkan ekspresi marah dan menyampaikan pesannya padaku :

"Bapak nggak mau diberikan itu!"

Dia hanya berkata satu kalimat itu, lalu berjalan keluar rumah dan menembus tembok kemudian menghilang. Gue terbangun dengan posisi yang sama seperti saat gue bermimpi. Gue bingung dengan maksud ayah gue.

Gue pun menceritakan hal itu pada Ibu gue. Dan ternyata ketemulah apa yang dimaksud Ayah gue tadi malam. Gue menemukan sesajen dari kembang kenanga yang dipersembahkan untuk dia, dan pelakunya adalah tante gue yang punya kepercayaan nyeleneh semacam itu. Akhirnya gue buang sesajen itu biar Ayah gue tenang.

Bersambung ...

Sumber gambar : suara.com

Quote:
Indeks Link Cerita


Bagian 1 : Ustadz Ghaib Guru Ngaji Ayahku

Bagian 2 : Bertemu Sosok Lelaki di Kuburan saat Tengah Malam

Bagian 3:Bukan Dia

Bagian 4 :Hari Ketujuh

Bagian 5 :Arwah 40 Hari

Bagian 6 :Hujan Mengguncang Jiwa

Bagian 7 :Kehidupan Ayah di Alam Lain

Bagian 8 :Bertemu Anak Indigo

Bagian 9 :Setan Pencuri Jantung

Bagian 10 :Suara - Suara Ghaib Yang Memanggilku

Bagian 11:Bayi Bajang

Bagian 12:Kiriman Bola Api Santet

Bagian 13:Melihat Jin Pelaris dengan Mata Telanjang

Bagian 14:Misteri Kucing Ghaib

Bagian 15:Perjodohan Terlarang

Bagian 16:Jabang Bayi

Bagian 17 : Bermain ke "Peristirahatan Ayah"

Bagian 18: Tangga Transisi Kehidupan

Bagian 19: Hijrah dari Ketidakwarasan

Bagian 20: Ternyata Ayah Masih Bersamaku

Bagian 21: Gue Bukan Sampah

Bagian 22: Ayah, Sebenarnya Anakmu Ini Adalah Pengangguran Bayangan

Bagian 23 : The Minggat Journey

Bagian 24: Almarhum Ayah Menemui Ibu

Bagian 25: Teguran dari Almarhum Ayah

Bagian 26: Banting Setir

Bagian 27: Keputusan Akhir

Bagian 28 : Jangan Meremehkan Elang!

Bagian 29: Baktiku pada Ayah

Bagian 30 : Dulu Dihina-hina Sekarang Dihutangin

Bagian 31 : Status
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bolangtelmi dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 10
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
15-07-2019 23:32

Bayi Bajang

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Quote:Entah kenapa semenjak gue mimpi tentang arwah Ayah gue, gue jadi semakin peka dengan keberadaan arwah - arwah yang lain. Sebenernya gue nggak pengen mimpi yang aneh - aneh kayak gini. Tapi ya nggak apa - apa lah, gue masih bersyukur setidaknya gue tidak melihat mereka secara langsung dengan mata telanjang. Karena gue jamin gue nggak bakal kuat, mungkin gue bisa gila kali liat barang -barang "halus" begitu tiap hari.

Jadi ceritanya gue tidur malem dan mimpi sedang masak di dapur, terus ada mbak - mbak baju putih, dia tinggi, rambutnya panjang, ya penampilannya mirip kuntilanak gitu sih. Dia ada di pintu samping rumah gue yang deket dapur.

"Mbak, bapak ibukku nandi? Mbiyen omahe ndek kene?"(Mbak, bapak ibuku kemana? Dulu rumahnya disini?) tanya arwah itu ke gue
Gue jawab, "Sudah pindah, mbak! Ke Malang Selatan"

Gue nggak tau sih itu arwah siapa, tapi dia selalu cari - cari keberadaan keluarganya. Dan gue nggak tau juga awalnya siapa bapak ibunya yang dia maksud, tapi di mimpi itu gue bisa jawab kayak gitu. Setelah gue telisik ternyata ada kenyataan yang mencengangkan setelah gue menceritakan mimpi itu ke kakak gue.

Kakak gue akhirnya cerita juga deh ke Ibu gue. Kata ibu gue, tetangga depan rumah gue dulu pernah keguguran. Anaknya cewek. Bukannya dikuburkan dengan layak, malah dipendam di tanah kosong sebelah rumah gue. Padahal posisi janinnya dulu sudah berbentuk bayi. Sedangkan tanah kosong itu sekarang udah dijadiin pintu samping sama keluarga gue. Alhasil dia menjadi bayi bajang dan tinggallah si mbak tadi disitu, yang hingga sekarang masih mencari orang tuanya.





Next episode
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bucuhilma02139 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
16-07-2019 14:42
nenda
profile-picture
profile-picture
adnanami dan Mata.Elang084 memberi reputasi
2 0
2
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
17-07-2019 01:39
lanjutkann
profile-picture
Mata.Elang084 memberi reputasi
1 0
1
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
17-07-2019 08:25
Quote:Original Posted By ekonurwonogiri
lanjutkann


Ok gan
0 0
0
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
17-07-2019 09:20

Kiriman Bola Api Santet

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Quote:-Flash back ke peristiwa sewaktu Ayah gue masih ada.-

Jam dinding berdetak menunjukkan pukul 11 malam. Gue sibuk bermain game di HP gue. Mendadak merasakan kantuk yang luar biasa. Dalam posisi duduk mata gue terpejam, kepala gue mulai lunglai. Tertidurlah gue di dekat jendela kamar gue sambil duduk di kursi yang gue letakkan di samping jendela.

Dua menit berlalu, belum lama gue tertidur mata gue seolah melihat sekeliling kamar gue. Tapi sebenarnya mata gue terpejam. Badan gue kaku tak bisa digerakkan. Mata gue menatap ke arah luar jendela. Gue melihat bola api yang terbang cepat menuju ke arah rumah gue. Begitu bola itu mengenai jendela rumah gue, bola itu meledak. Gue pun kaget dan membuka mata fisik gue. Suaranya terdengar seperti letusan senjata tentara yang tengah berlatih kemiliteran namun hanya sekali. Sangat nyaring suaranya.

Ibu, Ayah dan adik gue ikut terbangun. Mencari tahu apa yang baru saja meledak. Khawatir jika saja itu kompor gas di dapur. Namun nyatanya tak ada apapun. Jujur gue masih bingung dengan apa yang gue lihat tadi, apakah mata ketiga gue yang menangkap penampakan bola api misterius itu? Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya bola api yang terbang ke rumah seseorang adalah kiriman sihir dalam bentuk santet yang ditujukan untuk penghuni rumah yang dikirimi. Kesuksesan aksi santet bisa digagalkan apabila ada orang yang melihatnya. Gue beruntung, melihat bola api kiriman itu meskipun hanya dengan mata batin. Setidaknya niat busuk orang yang merencanakan kejahatan untuk keluargaku dapat gugur hari itu.

Gue tahu bahwa banyak orang yang nggak suka dengan keluarga gue. Kemungkinan pengirim santet itu adalah teman kerja Ayah gue atau saingan Ibu gue karena profesi mereka adalah profesi yang beresiko. Ayah gue saat itu masih hidup, dia memegang jabatan yang bisa dibilang penting di tempat kerjanya. Posisi vital dimana saat rekan kerjanya ingin berbuat curang atau korupsi, maka Ayah gue lah yang menjadi penghalangnya. Gue tahu jadi orang jujur itu susah, banyak musuhnya, banyak yang ingin menghancurkannya termasuk dengan cara - cara keji semacam santet agar tidak terdeteksi oleh hukum. Mereka main secara halus. Dengan resiko yang sebegitu besarnya, Ayah gue selalu mengajarkan gue untuk menjadi orang yang jujur lewat contoh perilakunya. Dia nggak pernah menasehati gue yang macam - macam, karena perilakunya sudah mengajarkan gue banyak hal baik.

Dulu, Ayah gue sempat dibujuk untuk korupsi tapi ditolak. Dan sejak saat itulah para pecundang itu berusaha menjegal Ayahku. Tapi Tuhan Maha Baik, usaha mereka untuk mencurangi negara dan mendzalimi Ayahku harus berakhir di jeruji besi yang menjerat mereka bertahun - tahun. Kejujuran memang pahit di awal, namun manis di akhir.
____________________________
Gue pun tidur di atas kasur dengan memohon perlindungan kepada Tuhan agar dilindungi dari kejahatan setan, sihir, maupun manusia. Belum menceritakan hal ini pada siapapun.

Barulah besok paginya saat kita sarapan bersama, gue menceritakan apa yang gue lihat tadi malam. Seketika Ayah gue berkata :

"Biar saja santet itu kembali kepada si pengirimnya. Kita nggak punya salah sama dia. Kita lihat saja nanti siapa yang mengirim santet itu pasti ketahuan"

Siang harinya, Ayah gue menerima kabar dari teman - temannya bahwa atasannya mendadak sakit dan sedang berada di rumah sakit. Bukannya kita berprasangka buruk, tapi orang ini memang orang yang "bermasalah" sama Ayah gue. Sejak lama bos Ayah gue ini menunjukkan tanda - tanda ketidaksukaannya pada Ayah gue. Berulangkali juga dia ingin mencurangi negara tapi nggak pernah berhasil karena ada Ayah gue. Dia pun meninggal setelah satu bulan sakit keras yang tak jelas apa penyakitnya.


next episode
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bucuhilma02139 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
17-07-2019 11:37
seru, ayo nulis terus gan
profile-picture
Mata.Elang084 memberi reputasi
1 0
1
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 04:50

Melihat Jin Pelaris Dengan Mata Telanjang

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Quote:Hari ini gue dan keluarga gue mau pergi keluar kota, tepatnya ke rumah kakek dan nenek gue di perbatasan Solo. Otomatis kita berangkat pagi sebelum shubuh.

Mobil sedang dihidupkan beberapa menit agar mesinnya panas. Keluarga gue masih sibuk di dalam rumah mengambil barang - barang yang akan mereka bawa, Ibu gue juga masih masak di dapur untuk bekal makan kita di perjalanan nanti, sedangkan gue keluar masuk rumah karena disuruh kakak gue mengambil air dari kamar mandi untuk jaga - jaga kalau mesin mobil tua kita nanti kepanasan.

Setelah itu gue cek bagasi di belakang mobil gue. Memastikan tidak ada yang tertinggal. Ketika gue menoleh ke arah kiri, ada tetangga gue yang berprofesi sebagai penjual makanan. Orang - orang sudah pada kenal dengan dia. Dagangannya selalu laris manis diserbu pembeli. Menurut orang - orang sih harga makanan yang dia jual murah jadi banyak yang berminat. Sebut saja namanya bapak Tri.

Pak Tri ini sedang memanasi sepeda motornya, entah mau kemana dia. Jarak rumah kami selisih dua rumah, kira - kira hanya 50 m. Tak berapa lama, ada anak kecil yang kurus, badannya hitam legam, tak pakai baju, naik ke atas motor maticnya. Rupanya Pak Tri bisa melihat "peliharaannya" ini, karena saat makhluk itu akan naik, Pak Tri mempersilahkannya naik di depan dengan melepas satu tangannya yang semula memegang stang motor. Setelah ingon-ingonnya naik barulah dia kembali memegang setir motor dengan kedua tangannya. Jadi posisinya setan tadi dipangku seperti saat orang tua mengajak anaknya naik motor.

Gue berpikir, itu tadi siapa ya? Apa gue salah lihat? Setau gue dia nggak punya cucu, nggak ada saudara yang masih anak - anak juga, karena anak- anaknya udah pada gede. Dan dia sekarang tinggal cuma berdua sama istrinya doang. Terus itu anak juga perawakannya aneh, hitam legam begitu.

Gue di perjalanan menuju Solo nanya ke Ibu gue :
"Bu, di rumahnya Pak Tri ada anak kecil kah?"
"Nggak ada tuh"
"Kok tadi aku lihat anak kecil aneh ya di rumahnya Pak Tri? Sebelum shubuh Pak Tri boncengin anak kecil hitam gitu nggak kayak anak manusia."

Ibu gue kaget, "Ohh berarti bener apa kata orang - orang kalau Pak Tri itu pakai jin pelaris! Kamu kok bisa kelihatan?"

"Nggak tau, Buk. Jelas banget tuh penampakannya. Dia diajak naik motor sama Pak Tri terus jalan ke arah Barat."



Next episode
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 05:11
Baru nemu thread bagus, ikutan ngerameinah
profile-picture
Mata.Elang084 memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 10:00
tunggu lanjutannya
profile-picture
Mata.Elang084 memberi reputasi
1 0
1
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 10:45
lanjut terusss emoticon-Recommended Seller
profile-picture
Mata.Elang084 memberi reputasi
1 0
1
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 12:05
Quote:Original Posted By sukhhoi
Baru nemu thread bagus, ikutan ngerameinah
makasih gan

Quote:Original Posted By arjunoje
tunggu lanjutannya

Ok gan
Quote:Original Posted By yanidareza
lanjut terusss emoticon-Recommended Seller

Ok gan
0 0
0
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 12:36
Ikut duduk bareng...
jd inget kebetulan baru setahun om ane meninggal, dan anak2nya waktu itu banyak banget masalah krn masih belum rela ditinggal mendadak.

jd ikut sedih emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
dupa.fair dan Mata.Elang084 memberi reputasi
2 0
2
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 17:27
Quote:Original Posted By prayformysky
Ikut duduk bareng...
jd inget kebetulan baru setahun om ane meninggal, dan anak2nya waktu itu banyak banget masalah krn masih belum rela ditinggal mendadak.

jd ikut sedih emoticon-Mewek


Masalah gimana sis?
0 0
0
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 18:48

Tangga Transisi Kehidupan

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Quote:Flash back ke waktu Ayah gue masih hidup

Setelah gue lihat jin pelaris yang dibawa tuannya tersebut, nggak terjadi apa - apa sama gue dan keluarga gue. Kita berangkat setelah sholat shubuh dari Malang ke perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ayah, Ibu, Kakak, dan Adik gue sudah siap menunggu gue di dalam mobil. Sedangkan gue masih ditugaskan mengunci semua jendela, pintu dan menggembok pagar. Kemudian barulah gue bergabung masuk ke mobil setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal dan rumah dalam kondisi aman.

Kita memulai perjalanan melewati daerah - daerah yang masih asri di Jawa Timur. Belum banyak tempat wisata yang membludak seperti sekarang. Pohon - pohon di kawasan Malang masih banyak dan suasana teduh masih terasa, berbeda dengan saat ini yang sudah gundul karena pelebaran jalan dan pembangunan gedung - gedung tinggi untuk apartemen serta bank. Jalanan masih lengang sebab jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.

Kendaraan kita melaju melintasi kawasan Batu, Kediri, Nganjuk, Madiun, Magetan dan Solo dengan waktu tempuh 8 jam. Sungguh perjalanan yang melelahkan. Waktu delapan jam itu terpotong waktu istirahat kami untuk makan pagi dan kasus ditangkapnya mobil kami ini oleh tiga orang Polisi akibat melanggar aturan lalu lintas. Kakak gue yang mengemudikan mobil terlalu cepat di jalur yang seharusnya berjalan lambat saat melewati wilayah Saradan, Madiun.

Perjalanan kami akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Pintu rumah kakekku telah dibuka lebar - lebar untuk menyambut kedatangan kami sekeluarga. Jam 1 siang kami masuk ke pelataran rumah kakek. Nenek telah menyediakan hidangan lezat di meja makan. Daging bumbu lapis, nasi panas, sayur sawi yang direbus tanpa bumbu, kerupuk dan sambal.

Kami pun makan dengan lahap di suasana yang dingin karena lokasi rumah kakek berada di puncak gunung. Suhu disini berkisar 18 C di siang hari dan akan semakin menurun di malam hari hingga paginya. Setelah itu kami memutuskan untuk menghabiskan hari ini di rumah kakek. Besoknya baru kita akan jalan - jalan.
_____________
Keesokan harinya pukul 06.30

Kami berkunjung ke rumah saudara - saudara kami untuk silaturahmi di kediaman mereka yang masih satu kampung. Kami tak lupa berkunjung ke makam mbahnya Ibu gue. Makamnya seperti rumah kecil di tengah ladang. Di dekat sana ada batu besar seperti batu runtuhan meteor yang konon telah ada sejak Ibu gue masih SD. Orang - orang daerah sini menyebutnya PUNDEN.

Ibu gue pernah cerita :
"Dulu waktu Ibu masih kecil, punden ini sudah ada. Di bawahnya banyak kucing cantik - cantik, tapi lama - lama kucing itu hilang. Pakdhemu dulu Ibu suruh lihat katanya nggak kelihatan. Mungkin dia ghaib. Orang - orang disini juga ada yang pernah lihat. Saat Ibu sudah beranjak remaja, Ibu sudah tidak pernah melihatnya lagi."

Punden ini disakralkan, karena dulu ada saudara gue yang berasal dari Lampung mencoba naik ke atas punden ini padahal sudah menjadi larangan keras di kampung ini untuk tidak melakukannya kecuali untuk orang yang darahnya asli dari Kampung ini. Dia menantang, katanya tidak akan terjadi apa - apa padahal dia bukan terlahir dari keturunan warga desa sini, akhirnya dia demam berhari - hari dan wajahnya bengkak tanpa diketahui sebabnya.
______
Selesai dari punden kami kembali ke mobil untuk melanjutkan kunjungan ke rumah saudara kami yang lain. Diparkirlah mobil kami di halaman rumah saudara gue. Saat gue masuk dan duduk di kursi, gue melihat makhluk tinggi besar dengan jubah hitam di belakang mobil gue. Tubuhnya agak transparan, gue menangkap penampakannya ketika melihat dari sudut mata gue. Ketika gue fokus melihatnya dengan mata lahiriah gue, dia berubah menjadi kucing hitam di dekat knalpot mobil gue. Sesaat setelah gue berkedip, kucing itu hilang entah kemana.



Next episode
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
apriezone dan dupa.fair memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
18-07-2019 19:18
Quote:Original Posted By Mata.Elang084
Masalah gimana sis?


Masalah biasa, masalah keluarga aja. Nggak sampe seperti sista emoticon-Big Grin
0 0
0
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
23-07-2019 09:20
jangan ada kentang diantara kita emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
Mata.Elang084 dan adnanami memberi reputasi
2 0
2
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
23-07-2019 13:06
naro sendal dulu ya gan
menarik nih
profile-picture
profile-picture
Mata.Elang084 dan adnanami memberi reputasi
2 0
2
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
24-07-2019 10:34
Quote:Original Posted By Bonapart3
jangan ada kentang diantara kita emoticon-Hammer (S)
sorry gan, ini kentangnya siap ane deep fry

Quote:Original Posted By jon.sansiro
naro sendal dulu ya gan
menarik nih
oke gan silahkan
0 0
0
Hari - Hariku Ditemani Arwah Almarhum Bapakku
24-07-2019 10:50

Perjodohan Terlarang

Cerita ini adalah kisah nyata gue yang gue tulis apa adanya. Tanpa bumbu yang lebay. Gue menulis kisah ini untuk kalian yang mungkin mengalami kejadian yang sama dengan gue, yaitu ditinggal mati orang tua tercinta kalian. Percayalah bahwa mereka tetap menyayangimu dan melihatmu dari jauh!

Quote:Tujuan gue ke rumah kakek adalah mengabarkan pada kerabat tentang pernikahan kakak pertama gue yang jarang pulang karena tinggal di luar kota. Pacar kakak gue ini lahir di tanggal yang menurut masyarakat Jawa nggak cocok jika dipasangkan dengan tanggal lahir kakak gue, kalau nggak salah sih namanya PASARAN/Weton gitu. Kata para sesepuh di kampung kakek gue, mereka ini bila bersatu akan menjadi pasangan TIBA PATHI yang artinya berujung pada kematian. Entah itu yang meninggal pengantin ceweknya atau cowoknya, bahkan anggota keluarganya juga bisa terkena balak dari perjodohan ini. Gue nggak paham sih sama tradisi orang jawa yang semacam itu, yang jelas Ayah dan Ibu gue menganggap itu hanyalah mitos.

Ayah dan Ibu gue memang awalnya percaya dengan kepercayaan itu, namun mereka berusaha untuk yakin pada Tuhan saja. Demi kebahagiaan kakak pertama gue, pernikahan pun dilangsungkan dan dihadiri oleh kerabat, saudara, tetangga dan kenalan-kenalan keluarga kami lainnya. Selang dua minggu setelah pernikahan itu digelar Ayah gue meninggal. Gue sebenernya nggak mau menghubung - hubungkan antara perjodohan terlarang ini dengan kematian Ayah gue, tapi sesuai dengan apa yang gue tulis di bagian Prolog cerita ini bahwa kisah ini adalah kisah nyata yang gue tulis apa adanya. Dan memang begitulah kenyataannya.

Ratusan pertanyaan bertengger di kepalaku.
Apakah memang ini efek dari perjodohan terlarang itu?

Apakah Ayah gue mati secara tidak wajar?

Apakah Ayah gue sebenarnya sudah waktunya meninggal atau belum?

Kenapa harus Ayah gue yang pergi?

Apa karena ini Ayah gue bisa datang sewaktu - waktu ke mimpi gue?


Gue takut jadi orang syirik yang percaya kepada selain Tuhan akibat kejadian ini. Berulangkali gue mencoba untuk percaya bahwa inilah Takdir yang telah digariskan Tuhan. Meskipun butuh waktu yang tidak sebentar. Gue benar - benar butuh waktu yang panjang untuk proses meyakinkan diri gue yaitu dua tahun.

Ayah gue juga nggak pernah bicara apapun tentang perjodohan ini di dalam mimpi gue.
Andai aku bisa bertanya pada Tuhan dan mendapatkan jawaban seketika itu juga, pasti aku akan bertanya serta memohon pada Tuhan untuk memutar waktu. Sayangnya semua itu TIDAK MUNGKIN!







Next episode
Diubah oleh Mata.Elang084
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apriezone dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Halaman 4 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
true-story-mengejar-marika
Stories from the Heart
stories-re-imagined
Stories from the Heart
jaran-sungsang
Stories from the Heart
gelora-sma
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.