alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2edd61af7e934c5f196814/sekjen-fpi-sebut-ijtima-ulama-keempat-tak-perlu-izin-polisi
Lapor Hansip
17-07-2019 15:33
Sekjen FPI Sebut Ijtima Ulama Keempat Tak Perlu Izin Polisi
Sekjen FPI Sebut Ijtima Ulama Keempat Tak Perlu Izin Polisi

Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam atau FPI, Munarman menegaskan bahwa pihaknya tak perlu mengajukan izin kepada aparat keamanan untuk menggelar Ijtima Ulama keempat.

Karena menurut dia perizinan hanya diterapkan pada negara otoriter.

“Saya tegaskan tak ada lembaga perizinan di Indonesia untuk acara politik dan keagamaan, izin untuk berkumpul, berserikat, dan berpendapat hanya diterapkan di negara otoriter,” ujarnya ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019) malam.

Menurutnya penggunaan kata izin untuk menyelenggarakan acara politik dan keagamaan sudah dihapus dalam beberapa peraturan seperti dalam UU Ormas maupun UU Kebebasan Berpendapat serta Pasal 28 E UUD 1945.

Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya perlu mengajukan pemberitahuan atas penyelenggaraan Ijtima Ulama keempat.

“Dalam UU Ormas dan UU Kebebasan Berpendapat kata izin sudah dihapus, kita cukup ajukan surat pemberitahuan. Seharusnya teman-teman wartawan jangan membelenggu diri sendiri dengan menggunakan kata izin karena kata izin untuk penyelenggaraan acara agama dan politik sudah dihapus,” terangnya.

Sebelumnya Munarman mengakui bahwa Ijima Ulama keempat digelar sebagai wadah konsolidasi antara ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menyikapi kondisi politik terbaru, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi dan KPU RI yang menetapkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

“Tentu Ijtima Ulama keempat digelar untuk mengevaluasi apa yang sudah diputuskan sebelumnya, tapi kami memperjuangkan tata nilai, bukan politik praktis kekuasaan. Kami memperjuangkan agar kecurangan dan ke-dzalim-an tidak menjadi kebiasaan di negeri ini,” ungkap Munarman.

Tak terkait pertemuan Jokowi-Prabowo

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama beserta Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar Ijtima Ulama keempat.

Hal itu diutarakan Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak, Sekretaris Umum FPI Munarman, dan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dalam konferensi pers di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Munarman mengakui bahwa Ijima Ulama keempat digelar sebagai wadah konsolidasi antara ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menyikapi kondisi politik terbaru.

Termasuk putusan Mahkamah Konstitusi dan KPU RI yang menetapkan pasangan Jokowi-Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

“Tentu Ijtima Ulama keempat digelar untuk mengevaluasi apa yang sudah diputuskan sebelumnya, tapi kami memperjuangkan tata nilai, bukan politik praktis kekuasaan. Kami memperjuangkan agar kecurangan dan kedzaliman tidak menjadi kebiasaan di negeri ini,” ungkap Munarman.

Sementara itu Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak menyebut Ijtima Ulama keempat tidak digelar untuk menanggapi pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi, Sabtu (13/7/2019).

“Jadi kami sudah merumuskan akan menggelar Ijtima Ulama keempat sudah dua hari sebelumnya, terlalu kecil kalau kita menggelar Ijtima Ulama hanya menanggapi pertemuan atau peristiwa, visi kita jauh ke depan,” tegas Yusuf Martak.

Sementara itu Sekjen Eddy Mulyadi mengatakan bahwa pelaksanaan Ijtima Ulama keempat baru akan ditentukan dalam rapat internal bersama ormas yang ikut serta malam ini.

Eddy juga menegaskan bahwa Ijtima Ulama keempat tak akan membahas lagi mengenai dukungan kepada Prabowo Subianto.

“Tak ada bahas dukungan-dukungan lagi, dengan putusan MK semua sudah selesai, seperti dijelaskan Munarman bahwa kami memperjuangkan nilai, bukan politik praktis,” katanya.

Sikap Kesatria

Banyak apresiasi datang terkait pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pada akhir pekan lalu.

Menurut pengamat politik Sebastian Salang, Jokowi dan Prabowo telah menunjukkan kelasnya dengan sikap kesatria dan berjiwa besar yang lebih mengendepankan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

"Saya apresiasi adanya pertemuan itu dan salut pada sikap kesatria dua anak bangsa yang berjiwa besar demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Pendiri lembaga Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) ini kepada Tribunnews.com, Senin (15/7/2019).

Pertemuan dua mantan rival di Pilpres itu juga merupakan simbol ketegangan politik yang telah berlangsung sekian lama telah berakhir.

Pertemuan itu juga imbuh dia, bentuk pengakuan Prabowo kepada Jokowi sebagai presiden yang sah, hasil pemilu 2019.

"Itu artinya, segala macam upaya upaya hukum menggugat atau menolak hasil Pilpres telah berakhir," jelasnya.

Selain itu Prabowo menunjukan sikapnya sebagai seorang negarawan untuk mengakhiri pertikaian politik demi bangsa dan tanah air.

"Ia menunjukan bahwa dirinya tidak egois dengan terus ngotot melawan hasil putusan MK. Ia melihat kepentingan yg lebih besar," ucapnya.

Pertemuan itu juga berarti bahwa, Jokowi dipersilahkan umtuk terus membangun bangsa ini.

Untuk itu diharapkan Jokowi tidak menyia-siakan dukungan dan harapan Rakyat.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menyambut positif pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto.

Ia menilai pertemuan tersebut memberikan gambaran kedewasaan demokrasi di Indonesia.

"Saya rasa buat generasi muda pertemuan dua pimpinan nasional, presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo dan tentu Pak Prabowo adalah hal yang posistif," katanya ditemui dalam acara 'Young Penting Indonesia', di Kemang Village, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

"Di mana bisa memberikan contoh yang baik tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara lain loh. Di mana demokrasi yang terjadi di Indonesia ini adalah demokrasi yang dewasa," imbuhnya.

Mantan Presiden Inter Milan itu menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo sangat istimewa.

Lantaran pertemuan tersebut terjadi di atas Moda Raya Terpadu (MRT).

"Pertemuannya pun sangat spesial kita lihat. Kalau orang-orang di gedung mewah, di tempat sesuatu yang tidak terjangkau, tapi ini ketemunya di MRT. Di mana itu juga merupakan simbol pembangunan Indonesia, walaupun masih Jakarta tapi saya rasa positif," tandasnya.



SUMBER



profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 5
17-07-2019 20:15
kayanya mau bikin partai ini kumpul2 lagii
0
17-07-2019 20:17
Gerombolan. Yang bener bener pingin indonesia. Hancur. Ya ini.nih..fpi keparat!
0
17-07-2019 20:35


Quote:Original Posted By delon87
Sekali kali pas sedang kumpul ijtima ulama abal - abal lemparin bom isi tai biar pada mikir lagi kalau mau bikin ijtima ngga jelas begini emoticon-Betty


Percuma, yg kyk gini ma kudu dihabisin, ga ada manfaatnya buat negara
0
17-07-2019 20:37
Quote:Original Posted By mimicat
Siapapun capresnya 2024 kelak klo di belakangnya ada salah seorang atau semua orang dari gerombolan ini, ga bakal ane pilih.


emoticon-Cool


Andaikata mereka sadar bahwa ada kalangan seperti anda (dan saya) yang berprinsip "Asal bukan FPI" lalu menyebar figur-figur pendompleng ke semua kandidat, apa yang akan anda lakukan?

Saya sih sudah siap golput.
0
17-07-2019 20:42
kebebasan boleh asal

jangan kebablasan....

kebebasan yang bertanggung jawab


emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
0
17-07-2019 20:46
Quote:Original Posted By harborharrier
Andaikata mereka sadar bahwa ada kalangan seperti anda (dan saya) yang berprinsip "Asal bukan FPI" lalu menyebar figur-figur pendompleng ke semua kandidat, apa yang akan anda lakukan?

Saya sih sudah siap golput.



Golputemoticon-Shakehand2
0
17-07-2019 21:27
sekarep elu dah
0
17-07-2019 22:28
udah kagak perlu krn fpi mulai tahap sebagai gerakan klandestin islam en munarwan bekas pejabat tinggi (staf ahli menteri) en bekas direktur LBH yg jadi teroris
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1
17-07-2019 22:31
Quote:Original Posted By samsol...
kapan sih nih gerombolan sundal di bredel emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)


Sekjen FPI Sebut Ijtima Ulama Keempat Tak Perlu Izin Polisi
profile-picture
samsol... memberi reputasi
1
17-07-2019 22:34

Hasrat berkuasa dinegara dgn dalih agama gagal total mereka ini, jadi istilahnya kayak mau ngecroot udh diujung eeh ga jadi, walhasil emosian dan ga pake akal sehat lagi semua aturan ditabrak

Inilah yg terjadi di banyak negara timur tengah, irak hancur gara-gara manusia model seperti ini awalnya, kriminalisasi, dizolimi dsb, iran juga sama aja

Mereka itu ga lain teroris yg hanya memafaatkan celah hukum disuatu negara, dgn selalu playing victim dimana mana.

Klo ga mau diatur, bakar aja itu sertifikat rumah, kartu keluarga dan ktp, beres kan? Jadi klo ada apa-apa negara juga masa bodo

0
17-07-2019 22:59
Roman-romannya sih kaya pengen "MINTA DIRANGKUL" atau "DIKASIH JATAH PREMAN" biar tenang gitu.
Kasihan lihat nih gembel-gembel arab wannabeemoticon-Ngacir Tubrukan
0
17-07-2019 23:16
Munarman yaa gan.
Yang pernah nyiram orang pake air minum itu kan emoticon-Cool

Dia pikir di hebat...
Gimana kalo kepala dia kita rendem pake resin biar goblok nya awet.
Dan biar jadi contoh pernah ada orang kaya gini di indonesia
0
17-07-2019 23:30
ormas pro kilafucckk anti demokrasi tapi berkembang di negara demokrasi
cabut ijinnya segera emoticon-Cool
0
17-07-2019 23:35
sikat pa aji
0
17-07-2019 23:49
memang minta dibredel
0
18-07-2019 04:34
Quote:Original Posted By firewallshop
“Dalam UU Ormas dan UU Kebebasan Berpendapat kata izin sudah dihapus, kita cukup ajukan surat pemberitahuan. Seharusnya teman-teman wartawan jangan membelenggu diri sendiri dengan menggunakan kata izin karena kata izin untuk penyelenggaraan acara agama dan politik sudah dihapus,” terangnya.



Massa FPI dan warga mulai mendatangi rumah tersebut sekitar pukul 20.00 WIB ketika sejumlah jemaat sedang menggelar peribadatan. FPI dan warga mengaku merasa keberatan karena rumah itu bukan tempat ibadah melainkan sebagai balai pertemuan.

Sumber SCTV menyebutkan, rumah mewah ini memang bukan untuk rumah ibadah. Tapi karena gereja di Jalan Jambu sedang dalam renovasi, sejumlah barang dipindahkan ke rumah tersebut. Hal inilah yang memicu kesalahpahaman bahwa rumah ini menjadi tempat ibadah tanpa izin.


dengan logika yg sama mestinya bikin acara agama ga mesti ijin dan bisa dimana aja dong?


Aturan dibuat hanya untuk yg minoritas,mereka mah bebas emoticon-Ngakak
0
18-07-2019 04:42
emoticon-Ngakak
Ga perlu izin kepolisian.
Sekalian aja jangan tanggung, ga perlu izin karena ga diselenggarakan di Indonesia.
emoticon-Ngakak
0
18-07-2019 05:40
Kira-kira tipi wan bakal siarin live lagi ngga...? emoticon-Big Grin
Kan mayan dapat duit hak siar
0
18-07-2019 06:17
terus lo nutupin jalan dengan bilang ini untuk agama, terus ekonomi mandek gara2 lo tutup2in jalan

ga perlu izin?
0
18-07-2019 06:33
Sekjen FPI Sebut Ijtima Ulama Keempat Tak Perlu Izin Polisi
0
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.