alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.63 stars - based on 108 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47
Catatan Yang Terbuka
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skrillers19 dan 173 lainnya memberi reputasi
170
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 257 dari 324
15-07-2019 16:43
Quote:Original Posted By shegate7
Main Rabu Om,tp ketoke jadwale yo ora pas meneh...hadeuh....bener omonganmu Om iki Persis meh di akuisisi juragan pisang he..he..

Sesuai bahasan kita, semua yang terbaik untuk sepakbola Indonesia mas... Sing iso mbantu lewat dana ya digass, sig iso mbantu lewat perumusan kebijakan yang pas ya digass... Jangan lupa aspek fundamental dalam sepakbola, yaitu pelaku nya... Misal jenengan lah sebagai coach... Itu juga harus turun dan serius membentuk pesepakbola hebat... Leg ora awake dewe sig enom-enom, mosok nunggu para Lord matek??? Lha mereka kan sukanya meregenerasi generasi sampah mas... emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By mrtrumpt
Ditinggu ngopi nek kopi ijo kota marmer mas ndo emoticon-2 Jempol

Siappp om, kalau sela tak PM... emoticon-Big Grin
profile-picture
mrtrumpt memberi reputasi
1
15-07-2019 16:48
[quote=londo.046;5d2c4ad07e3a7251e81a107d]Sesuai bahasan kita, semua yang terbaik untuk sepakbola Indonesia mas... Sing iso mbantu lewat dana ya digass, sig iso mbantu lewat perumusan kebijakan yang pas ya digass... Jangan lupa aspek fundamental dalam sepakbola, yaitu pelaku nya... Misal jenengan lah sebagai coach... Itu juga harus turun dan serius membentuk pesepakbola hebat... Leg ora awake dewe sig enom-enom, mosok nunggu para Lord matek??? Lha mereka kan sukanya meregenerasi generasi sampah mas... emoticon-Cape d...

Nah ini yg aku suka jane kari mlaku bareng sesuai kapasitasnya nko lak hasile iso optimal, cuma kadang orang punya Kompetensi yen ga duwe "jalur" kadang ra tekan2 dalane....mugo dalanku dibukake sik gawe urip...lewat wasilahe sopo wae manut he...he...
0
15-07-2019 16:49
Quote:Original Posted By londo.046

Perlu di-gass mrono meneh sambil jaluk kopi bali ne kih... emoticon-Big Grin Wkwkwkwkkk... Anak wedok pengen sekolah melihat Kaka-Kaka nya berangkat hari pertama sekolah tadi mba... Tapi, karena belum waktunya ya jangan dulu lah... emoticon-Big Grin


Siaaappp thok... pumpung bar entuk kopi meneh aku mas.. emoticon-Ngakak ojo kesusu sekolah mas... sekolah adalah candu... emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0
15-07-2019 17:07
Quote:Original Posted By rizkyl.e
Mas Londo, boleh minta index? aku nyari bolak balik gak nemu2emoticon-Frown


Sengaja om

Biar si "fans berat" kejang2 kalo mau kopas

emoticon-Ngakak
0
Lapor Hansip
15-07-2019 17:43
Balasan post londo.046
Menangi pak narto tok om.pak topo rak menangi.bu edy mlh menangi aq.pak radjab elektro menangi rak om? wingi jare butuh darah A+.tp sayange aq lg bar donor
0
15-07-2019 18:30
Quote:Original Posted By londo.046


Hallo pembaca, mohon maaf TS nya belum update, dari weekend kemarin sibuk mulu dari Solo-Jogja-Surabaya-Lumajang-Surabaya-Semarang-dan pagi ini Kudus buat ngantar anak sekolah di tahun ajaran baru, dan gass Semarang lagi... Harap maklum ya, TS nya mencoba jadi manusia normal lagi, meski masih mereng-mereng seh... Ngoahahahahaaa... Update??? Sabar, tak ambekan sekkk... emoticon-Big Grin


Wihhhhh TSnya jalan-jalan melulu.... tapi kebantu kan Mas dgn tol trans jawa..
0
15-07-2019 18:42


Quote:Original Posted By kimmot
Wihhhhh TSnya jalan-jalan melulu.... tapi kebantu kan Mas dgn tol trans jawa..


Jelass lahhh, siapa duluu pak dhee emoticon-Cool
0
15-07-2019 19:03
Walah walah dolan wae iki.
Penting ojok lali omah wes emoticon-Big Grin
0
15-07-2019 19:38
Quote:Original Posted By londo.046

--------
Hallo pembaca, mohon maaf TS nya belum update, dari weekend kemarin sibuk mulu dari Solo-Jogja-Surabaya-Lumajang-Surabaya-Semarang-dan pagi ini Kudus buat ngantar anak sekolah di tahun ajaran baru, dan gass Semarang lagi... Harap maklum ya, TS nya mencoba jadi manusia normal lagi, meski masih mereng-mereng seh... Ngoahahahahaaa... Update??? Sabar, tak ambekan sekkk... emoticon-Big Grin


bisa-bisa. rapopo penting fokus lek
profile-picture
profile-picture
boel19c dan 17062018 memberi reputasi
2
16-07-2019 07:11

Mas ndo kemana yaemoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
profile-picture
tandaseru dan yantha2 memberi reputasi
0
16-07-2019 11:02
Quote:Original Posted By maskd1420

Mas ndo kemana yaemoticon-I Love Indonesia (S)


Katanya sih lagi jdi "orang normal" mungkin artinya lagi kerja
profile-picture
nocturnal.1912 memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
16-07-2019 14:41
wkwkkw. jadi "orang normal" sehari to mass ndo 😂😂
profile-picture
NEXTkindaichi memberi reputasi
1
Lapor Hansip
16-07-2019 17:43
Balasan post deroe85
Emang dulu2 mas londo ga normal ya gan emoticon-Gila
profile-picture
yantha2 memberi reputasi
-1
16-07-2019 18:01
Quote:Original Posted By baron.zeppelin
Emang dulu2 mas londo ga normal ya gan emoticon-Gila


Kalo dulu, mas ndo ½ normal, ½ kagak bre .. emoticon-Hammer2
0
16-07-2019 18:19
Quote:Original Posted By baron.zeppelin
Emang dulu2 mas londo ga normal ya gan emoticon-Gila


Ga sama sekali mas emoticon-Hammer



Mlayu meneh emoticon-linux
Diubah oleh tandaseru
0
16-07-2019 19:41
Quote:Original Posted By baron.zeppelin
Emang dulu2 mas londo ga normal ya gan emoticon-Gila


Mas londo kan manusia setengah gila ✌✌
0
16-07-2019 21:24
Quote:Original Posted By londo.046

Masih om, dia punya komunitas juga kok... emoticon-Big Grin


mantaabb..btw buntute wes piro om mbk eka?hehe
0
16-07-2019 21:37
Innalillahi...
Quote:"Tokkk... Tokkkk..." Sial, lagi nyaman kek gini ada aja yang datang... Sedikit malas, namun tetap gw buka pintuk kamar gw...

"Hah!!! Lia???" Ternyata Lia yang datang, tapi nasib gw baik kali ini... Botoll bekas mabokk sempat gw amankan...

"Kok kayak panik gitu kenapa ndo???" Tanyaa Lia dengasn muka heran...

"Eh, gapapa sih... Tumben pagi-pagi main ke sini, aku aja belum mandi... Hehehe..." Ujar gw...

"Tumben ndo, biasanya kamu disiplin dehh, lha ini sampai jam segini kok masih belum mandi..."

"Habis beres-beres Liaaa... Kamar udah kotor banget tadi, hehe..."

"Ehm, pantesan kamar mu bersih mas..." Semoga ini bukan pujian...

"Heheheee... Kamu mau minum apa Lia???" Tanya gw menawari dia...

"Emm... Apa ya??? Kopi kayaknya enak deh, heheheheee..."

"OK, secangkir kopi buat kamu... Bentar ya..."

Gw siapkan dua gelas kopi untuk Lia dan gw sendiri... Untuk Lia, gw berikan gula... Untuk gw, tentu saja tanpa gula... Hidup ga melulu manis kan??? Ada pahit yang diwakili kopi, dan ada pusing juga yang diwakili vodka dan teman-temannya... Kalau hidup berwarna, lu pasti akan betah untuk hidup... Kalau lu betah hidup, lu akan banyak bersyukur... OK, gw tidak sedang berkampanye agar lu merasakan pusing dengan minum vodka ya... Saran gw, jangan minum alkohol kalau memang belum pernah minum...

Oh ya, Lia tahu kosan gw sejak semester 1... Dulu kan gw perrnah (mencoba) dekat sama dia... Sayang, dia termasuk tipe orang yang suka melihat dari cover saja... Gw dinilai??? Ya gw kasih seperti harapan dia apa... Dibuat simpel saja, orang menilai gw gembel, ya gw akan jadi gembel... Orang menilai gw jahat, gw tunjukkan saja kalau asumsinya benar... Menyenangkan orang, membuat orang lain terpenuhi ekspektasinya kan tidak salah... Biar saja dia bahagia dengan apa yang diyakininya, jangan merusaknya...

Itulah alasan, mengapa gw tidak lanjut untuk memburu Lia... Asumsi dia ke gw udah minus, ya gw bikin minus sekalian... Cantik itu penting, tapi kalau klowor pikiran-nya buat apa??? Apalagi jika sudah berani menyentuh ranahnya Tuhan sebagai hakim moral... Mending yang kayak gini gw abaikan saja sekalian...

Quote:"Ini Lia kopinya, jangan yang ini ya... Heheheheee..." Becandain dikit, biar cair deh suasananya...

"Makasih ndo, emang kalau yang ini kenapa ga boleh ndo???" Njir, berasa mau gw bius dan gw apa-apakan dia...

"Coba aja kalau mau Lia, tapi awas jangan marah kalau udah nyoba ya... Hehehe..."

"Boleh deh..." Tanpa basa-basi, dia seruput kopi punya gw, kebayang kan reaksi Lia kayak apa???

"Pffff... Pait ndo, pait..." Buru-buru dia minum kopinya...

"Kan aku udah bilang 'jangan', kamu sih maksa heheheheee..."

"Ga ada gulanya ya ndo???" Tanya Lia...

"Iya... Aku kalau ngopi, ga pernah pakai gula Li... Heheheheee..."

"Aneh kamu ndo, kalau pahit gini gimana bisa menikmati jal???" Tanya Lia...

"Justru di situlah seninya ngopi Lia... Di mana kita bisa merasakan, bahwa pahit itu ada... Dan kopi itu jujur, mau dikasih gula sebanyak apa, kepahitan nya akan terasa..."

"Sama kan dengan hidup??? Saat kita 'pahit' mau ditutupi kayak apa, tetap aja pahit... Kenapa kita tidak menikmatinya saja???" Sok banget ya kata-kata gw...

"Heheheheee... Boleh juga ndo pemikiran mu..."

"Biasa aja Li... Btw, tumben ke sini Liaaa, ada apa nih???" Tanya gw, karena ini tidak biasa...

"Gapapa ndo, main aja..." OK dia bohong... Gw kenal dan tahu cewe bukan satu-dua lho, jadi paham lah mereka itu gimana...

"Main??? Kayaknya ga cuma itu... Mending kamu jujur Lia, ada apa???" Tanya gw to the point...

"Heheheheee... Kelihatan ya ndo???"

"Ga juga... Cuma aneh aja, tiba-tiba kamu ke sini, padahal kamu ga pernah ke sini..."

"Aku baru aja putus..." What the...

"Kapan??? Dan kenapa juga kamu putus???" Tanya gw, lagi-lagi tanpa basa-basi...

"Coba kamu bayangin ndo, kalau kamu lagi mergokin pacar mu sama cewe lain di kamar kosnya..." Suaranya rada tercekat...

"Hm... Ga dicari tau dulu siapa cewe nya???"

"Ga perlu!!! Aku dah tau kalau itu ayam..."

"Ayam??? Ayam kampus???" Tanya gw...

"Iya!!! Ribut besar ndo, dan tau ga bagian paling menyakitkannya apa???"

"Ga tau Lia, kan aku ga ada di sana, heheheee..." Turunin dikit tensinya...

"Dia ngomong, kalau dia melakukan itu karena aku ga pernah mau diajak 'gituan' sama dia..." Jegerrr...!!! Bego juga nih si Ismet, ga pinter 'membakar' cewe...

"Heheheheee..." Gw cuma bisa senyum, lha ga tahu harus ngomong apaan...

"Emang semua cowo kalau pacaran itu yang dicari gituannya ya ndo???"

"Kamu mau jawaban jujur???" Tanya gw sambil melihat tajam ke matanya...

"Iya lah, masak jawaban abal... Buat apa???"

"OK... 'Gituan' itu emang kami inginkan... Tapi, buat gw juga lihat porsi dan posisi... Kalau udah cinta, cewe nya ga mau ya udah ga usah dipaksa..." Ujar gw...

"Terus nyari di luar???" Sergah Lia...

"Aku ga pernah nyari Liaaa..."

"Tapi pernah dapat???"

"Pernah..."

"Kamu sama aja ndo!!!"

"Beda dong Liii, kalau sama ayam itu niat nyari, bayar lagi heheheheee..."

"Iya, tapi ujungnya selingkuh juga kan???"

"Selingkuh kalau melibatkan hati... Kalau body???" Bantah gw...

"Semua laki-laki emang brengsek ya ndo???"

"Iya, ada dua tipe sih... Satu brengsek, satu nya lagi homo Lia..."

"Ahahahahhaaa..." Ketawa dia...

"Kenapa tertawa??? Fakta kok Lia, aku ga mau sok alim dan sok baik ya... Emang itu faktanya...

"Iya-iyaaa..."

Ketika lu bisa mengajak cewe ketawa bareng lu, maka lu sudah bisa mengambil sebagian hatinya... Kalau gw masih gila, dalam artian ga punya tanggung jawab apa-apa, mungkin Lia sudah gw mangsa... Apalagi hati-nya sedang terluka, sedikit speak jahat gw rasaa bisa kok meluluhkan hatinya... Tapi, jangan ah... Biar alami saja, kalau sudah rezeki gw, ga akan lari meski gw tinggal... Sebaliknya, kalau bukan rezeki gw, mau gw kejar sampai modar juga ga akan gw dapatkan...

Quote:"Kamu hari ini mau kemana ndo???" Gantian dia yang nanya soal agenda gw...

"Ga kemana-mana Lia, istiahat... Karena besok, ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan..."

"Hm... Kalau gitu aku balik dulu ya ndo??? Maaf nih, udah ganggu waktu istirahat mu..."

"Ah, gapapa Lia... Udah ga usah sedih, masih banyak cowo baik di luar sana..."

"Kata mu hanya ada dua tipe cowo tadi, heheheee..."

"Kan selalu ada jalan tengah di setiap pilihan Lia, heheheheee..."

"Pinter ngeles kamu ndo, duluan ya???"

"Iya, aku anterin deh sampai depan..."

Lia itu anak baik, anak lurus, anak yang tidak pernah neko-neko... Jadi peluang terjadinya hal-hal yang diinginkan itu kecil... Lagian, gw juga tahu diri lah... Meski kepala rada-radaa pusing karena alkohol, bukan berarti harus gw lampiaskan ke Lia... Peluang, ada... Liaaa lagi sakit hati kan ditinggal pacarnya having fun sama ayam... Lucu sih, cuma karena ga dapat jatah, pelampiasannya ke ayam... Jika ga ketahuan sih bagus... Lha kalau ke-gap kan malunya dobel-dobel... Kehidupan...

Lia pergi, gw balik bermalas-malasan lagi... Masih ditemani vodka yang tak menghianati tentu saja... Gw berbalas YM dengan Lina, ya tadi malam ada komunikasi yang tertunda gara-gara kesibukan masing-masing... Biasa lhah, kalau sudah komunikasi sama Lina, isi nya itu campur aduk... Antara lelah karena sudah lama terpisah, sampai semangat yang tak akan pernah padam untuk menjadi satu seperti dulu... Intinya, kita menolak apa itu menyerah, apapun resiko yang harus kita hadapi nanti...

Gw sempat tertidur setelah berkomunikasi dengan Lina... Terbangun, ketika sang surya menembus celah cendela dan membuat mata ini sedikit silau... Gw baru sadar, kalau dari pagi gw belum mandi... Bangun, mandi, selesai mandi sudah ada mba Fara dan Aldo yang nampaknya baru saja datang setelah seharian tadi berada di Solo... Kalau dilihat dari ekspresi, gerak dan sebagainya, tante-tante nampak bahagia... OK, sepertinya Aldo berhasil mencuri hatinya...

Quote:"Mas, aku bisa minta tolong ga???" Tanya Aldo... Dan mba Fara nampak sibuk menaruh sesuatu di sudut kamar gw, kayak nya sih oleh-oleh...

"Tolong apaan boss???" Tanya gw balik...

"Anterin ke Bandara, kasihan kalau mba mu yang nganter, capek dia hehehe..."

"Heleh, seharian duduk apa capeknya boss??? Manja tuh... Hahahaa..." Ledek gw...

"Berisik!!!" Sungut mba Fara...

"Heheheee... Anterin bentar ya mas, soale aku ngejar penerbangan ini... Mobil ku kamu bawa aja gapapa..."

"Ya udah boss, gass... Bentar tak ambil dompet dulu..."

"Siappp, makasih mas ya..."

"Santai..."

Gw kira mba Fara ikut nganter pacarnya ke Bandara, ternyata tidak... Sepertinya sudah ada kesepakatan sih... Biasa lah, Kaka gw kan anak manja, kalau udah pengen sesuatu, ya akan dia kejar... Kayaknya dia sudah kebelet mau mandi, lalu leyeh-leyeh deh... Makanya dia tidak bisa ikut... Lha Aldo juga diburu waktu agar ga ketinggalan pesawat... Jalan tengahnya, ya gw yang ditunjuk jadi supir untuk mereka...

Jarak kosan gw dengan bandara juga ga jauh kok... Kurang dari 10km kayaknya, apalagi minggu-minggu gini, jalanan sepi bisa lah gw gass rada gila... Dan harus gw akui sih, kalau kenyamanan mobil eropa itu emang juara... Meski kurang binal buat gw... Buat gw, American Muscle tetap yang terbaik... Bodo amat orang mau bilang mobil kuno lah, mobil bapak-bapak lah, yang penting kan lari dan akslerasinya bikin nagih...

Gw antar Aldo sampai di parkiran, setelah itu ya cabut... Masak gw mau temani dia di dalam sana, ya ogah... Sempat kepikiran mau nyai makan, tapi gw ingat kalau di kos ada mba Fara sendirian... Kasihan lah, udah dibawain oleh-oleh, ujungnya malah gw tinggal... Lagian, siapa tahu dia juga belum makan, kan bisa gw ajak sekalian...

Quote:"Mbaaa, hallo... Tokk... Tokkk..." Tumben pintunya dikunci, biasanya dia suka sembarangan...

"Bentar..." Teriaknya dari dalam...

"Udah mas???" Tanya dia dari balik pintu yang terbuka, selesai mandi nampaknya...

"Udah... Lha kamu kenapa jal ga ikut anterin Aldo???"

"Heheheee... Mau mandi, badan ku udah ga enak semua..."

"Rag beres!!! Lha terus, gimana seharian ini ketemu sama keluarganya Aldo???"

"Ih, pengen tahu ya??? Hahahahhaaa..."

"Kalau kamu ga mau ngasih tahu, gampang sih mba... Tinggal nanya sama Mama, kan nanti jadi tahu..." Ancam gw... Emak-Emak emang seng ada lawan lah...

"Heheheheee... Nganceman ih... Pokoknya, aku happy mas... Hihihhiii..."

"Oh, jadi udah cocok nih??? Terus, kapan mau dilamar mba??? Heheheee..."

"Sembarangan kalau ngomong, baru ketemu sekali, main lamar aja..." Sungut mba Fara...

"Lha kalau udah cocok, kenapa ga??? Hehe... Dari pada nyari-nyari yang belum tentu bener??? Hayooo..."

"Coas aja belum lulus lho ya... Nyali ku beda sama kamu lah mas, jangan disamain..."

"Bukannya bagus ya mba??? Kalau kamu coas dan ada yang mendampingi kan enak mba, hehe..."

"Enak gundul mu kui... Mas, traktir makan dong, heheheheee... Laper nih..."

"Ya udah, mau makan apa mba???"

"Biasa mas, telor bakar... Heheheheee..."

"Asikkk, heheheheee..."

Malam ini kayaknya akan gw tutup barengan mba Fara deh... Menemani dia makan lanjut dengerin cerita soal keluarganya Aldo... Yah, jarak rumah Aldo dengan rumahnya Eyang tidak terlalu jauh ternyata... Bagus, tinggal gw minta tolong Agus buat nyari informasi gimana sih keluarganya Aldo itu... Namanya mau kawin, kan semua harus jelas... Kok lu yakin mereka akan kawin??? Ya tahu lah, kode-kode ke arah sana jelas gw baca kok... Emang semua masih rahasia-Nya, tapi prediksi kan sah saja...

Lagian, gw juga merasa berdosa kalau melangkahi mba Fara... Dalam artian, yang kawin lebih dulu gw... Gimana pun dia itu kan anak sulung, cewe lagi... Kalau bisa ya biarkan dia yang menikah duluan... Hidup boleh saja di zaman yang dianggap modern, tapi yang namanya budaya, sampai kapan pun tidak akan, dan tidak boleh gw tinggal... Itu baru namanya manusia yang bener, ga sok-sokan mengabaikan budaya... Padahal, menghasilkan sesuatu yang berbudaya saja tidak bisa...

Selesai makan, gw antar mba Fara pulang ke kontrakannya... Gw??? Pulang dong, gw mau simpan energi untuk siang yang panjang esok hari... Gw bukan hanya ketemu Hasan, sang klien... Gw juga akan ketemu dengan Papa untuk membahas hal yang rumit, tapi sangat penting... Pada akhirnya gw emang munggunakan Papa sebagai pijakan kokoh untuk melompat lebih tinggi... Meski bukan dalam bentuk materi, sepertinya gw emang harus menekan ego merasa bisa...

Quote:emoticon-mail: "Jam 12 saya tunggu di kantor mas ya..." Sebuah pesan masuk ke HP gw...

emoticon-mail : "Siap boss, nanti sebelum jam 12 saya stand-by di kantornya jenengan..." Balas gw...


Waktu masih panjang, tapi itu bukan alasan gw untuk santai... Justru waktu menunggu ini yang bikin gw makin gelisah... Kok bisa??? Lha kepastian deal atau tidak deal nya mundur... Gw kira, hari ini pagi-pagi dia akan ketemu gw dulu... Tapi belakangan gw sadar kalau Hasan itu PNS... Tahu sendiri lah gimana PNS, jam kerja, hai senin lagi... Jika Hasan tidak ikut upacara, mungkin ada sanksi yang menunggu di depan sana...

Sambil menunggu jam 12, gw siap-siap apa saja yang nanti akan gw bawa... Rencana gw, setelah ini selesai gw akan pulang ke rumah di Kudus... Legalitas itu kunci, kalau 'kantor' yang nanti gw dirikan tidak punya legalitas, itu sama saja gw bikin sesuatu yang bodong... Padahal, hal tidak resmi semacam itu mempunyai resiko yang tidak kecil... Salah-salah, bisa lho membawa gw masuk ke dalam bui...

Quote:"Widih udah rapi aja lu ndo??? Mau kemana nih???" Lagi, dan lagi Arief muncul mendadak, entah ada perlu apa...

"Biasa Pret, mau ketemu orang... Ini soal 'hidup-mati' dalam tanda kutip..." Ujar gw...

"Gaya lu ndo-ndo... Yang menentukan hidup atau mati itu Tuhan, jadi kalem saja lah..."

"Anggap saja gw lagi bernegosiasi sama Tuhan Pret... OK amal ibadah gw, minus... Nahi munkar gw, juga minus... Tapi, paling ga gw masih punya kesungguhan untuk jadi manusia..."

"Apa itu??? Melakukan ikhtiar sampai titik paling tinggi yang bisa gw jangkau... Semoga aja Tuhan melihat itu..." Ujar gw panjang lebar, sok berfilosofi...

"Hahahahaaa... Sa ae lu ndo, tapi memang harus begitu sih... Kalau ngomong tenang saja, sabar, sudah ada yang ngatur, enak banget..."

"Tapi jika yang ngomong ada di posisi yang terjepit kayak lu misalnya, pengen lihat masih bisa ngomong gitu ga???" Ujar Arief...

"Biasanya sih ga bisa Pret... Apalagi, orang yang terbiasa ceramah, ngomong sana-sini, tapi ga pernah kerja..."

"Sialnya yang kayak gitu banyak banget ndo, ombyokan... Huahahahahahaaa..." Ngakak dia...

"Yang penting, gw ga kayak gitu... Btw, pagi-pagi udah nongkrong di sini, dari mana lu Pret???" Tanya gw...

"Biasa ndo, Salatiga... Lu ditanyain tuh sama guru, katanya ga pernah muncul lagi di sana, sehat ga... Makanya gw ke sini..."

"Hahahahahaaa... Sehat raganya Pret, mental nya rodo remuk kih..."

"Nopo ndo??? Bukannya urusan sama Lina udah jelas???"

"Jelas gundul mu kui!!! Komunikasi, tapi gw belum pasti bisa menemani dia ketika dia melahirkan apa gunanya Pret???"

"Hehehehheee... Untuk yang ini, kayaknya lu butuh Tuhan ndo... Gw rasa, ga ada usaha logis yang bisa membelokkan seperti apa yang lu minta..."

"Iya sih... Cokkk, jancokkk!!!"

"Hahahahaaa... Pada akhirnya Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun, terbukti... Meski dalam skala sempit..."

"Jangan ngomong filsafat yang aneh-aneh lagi sama gw Pret... Lu tau kan gw lagi puyeng???"

"Hey!!! Ini bukan aneh-aneh ndo, ini fakta... Kamu dari mana??? Ya sudah kembalikan saja pada yang punya..."

Kampret terus saja nyerocos, gw diam-diam mendengarkan dan menyimaknya sih... Apa ini menarik untuk dibabar??? Sebuah kalimat yang biasanya diucapkan saat kabar duka bergema lewat TOA Mushola??? Only time will tell...





Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
17062018 dan 28 lainnya memberi reputasi
29
16-07-2019 22:02
Quote:Original Posted By londo.046


Suwun om updatenya dikala kesibukan yg melanda haha
0
16-07-2019 22:04
selalu ada pembelajaran di setiap kejadian. emang bener tuh, kata mas Arief... emoticon-Peluk
0
Halaman 257 dari 324
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
unbreakable
Stories from the Heart
riding-to-jannah
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.