alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
77
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2b7b12b8408854405a512f/jokowi-tidak-ada-lagi-orang-indonesia-yang-tidak-toleran-perbedaan
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan Bogor (ANTARA) - Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo dalam acara Visi Indonesia, Minggu, berharap di masa depan tidak akan ada lagi orang Indonesia yang tidak mau Bhineka Tunggal Ika, termasuk yang tidak toleran terhadap perbedaan. "Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga su
Lapor Hansip
15-07-2019 01:57

Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan

Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan

Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan

Bogor (ANTARA) - Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo dalam acara Visi Indonesia, Minggu, berharap di masa depan tidak akan ada lagi orang Indonesia yang tidak mau Bhineka Tunggal Ika, termasuk yang tidak toleran terhadap perbedaan.

"Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain. Sekali lagi ideologi kita adalah Pancasila, kita ingin bersama dalam Bhineka Tunggal Ika dalam keberagaman, rukun itu indah, bersaudara itu indah, bersatu itu juga indah," ucap Jokowi pada pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan

Pada pidatonya tersebut Jokowi juga sempat menyinggung perihal pihak oposisi. Ia mengatakan, menjadi oposisi adalah hal yang mulia juga hak masing-masing, asalkan tidak menimbulkan dendam.

"Silahkan menjadi oposisi, asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan oposisi yang menimbulkan kebencian," kata Presiden Jokowi.

Menjadi oposisi benar-benar mengkritisi kebijakan pemerintah jika memang tidak sesuai dengan semestinya. Namun kata Jokowi, bukan oposisi yang menimbulkan kebencian disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Bangsa Indonesia, kata Presiden memiliki norma-norma yang perlu dijunjung tinggi, seperti norma agama, juga memiliki etika tata krama ketimuran dan budaya yang luhur.

Rakyat Indonesia menurut presiden, harus mengingat norma tersebut baik dalam merealisasikan kebijakan pembangunan maupun yang bertugas sebagai oposisi yang mengawal jalannya pemerintahan.

Presiden Joko Widodo pada Minggu malam menyampaikan lima janji atau visi nasionalnya di depan ribuan masyarakat yang hadir.

Lima visi dan misi itu menyangkut tentang pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), sistem birokrasi, dan juga perekonomian lima tahun ke depan. Ia memetakan atas dasar kesadarannya mengenai fenomena perkembangan jaman dunia global yang semakin dinamik, penuh perubahan, kecepatan, resiko, kompleksitas, juga penuh hal-hal tak terduga di luar perhitungan.

"Ini bukanlah tentang aku, atau kamu, juga bukan kami, atau mereka, bukan soal barat atau timur, bukan selatan atau utara, sekarang bukan saatnya memikirkan itu semuanya, tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju, karena kita mampu jika kita bersatu," ujar presiden menutup pidatonya.
sumber

===============

Dengan segala hormat, Bapak Presiden.

Indonesia bukan hanya terkenal dengan nama negara kepulauan dengan jumlah 17.504 pulau, tapi juga terkenal dengan nama negara sejuta Ormas. Bagaimana tidak? Di pusat saja, ormas yang terdaftar sudah mencapai 406.700. Belum lagi ditingkat wilayah propinsi dan kabupaten. Lalu apakah ormas-ormas ini selalu membawa manfaat kepada bangsa dan negara? Memberi manfaat kepada rakyat atau masyarakat? Tidak semua dan tidak selalu membawa manfaat. Ormas-ormas ini hanya bermanfaat kepada para pimpinan mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada ormas-ormas yang hanya membuat resah masyarakat. Mengutip pungli, membuka parkir liar, mengutip uang kerohiman dalam setiap kegiatan mereka, atau menyebar proposal disertai 'intimidasi' saat hari-hari besar. Dan sebagian membawa isu sektarian yang membuat panas suasana, merasa paling aku dibanding yang lainnya.

Jika ormas-ormas yang selalu membanggakan identitas kesukuan, keagamaan, ditolerir sedemian rupa, maka yang ada adalah arogansi. Konflik akan terus tercipta mengganggu kebhinnekaan. Sebab mereka bukan memajukan budaya, bukan memelihara adat istiadat. Mereka hanya memelihara keangkuhan dan kesombongan. Merasa sebagai putra daerah, sehingga setiap pendatang harus tunduk kepada mereka, padahal negara ini dibangun atas perjuangan semua putra-putri daerah, direbut dengan darah dan air mata setiap anak bangsa tanpa memandang keturunan dan agama.

Bagaimana mungkin bisa memelihara toleransi ditengah bangsa yang majemuk ini jika hal-hal seperti itu dibiarkan. Bagaimana mungkin jika para pemuka agama dibiarkan menyebar provokasi tanpa merasa bersalah. Bagaimana mungkin jika ada mantan perwira menjadi pelindung sebuah ormas yang jelas-jelas selalu membuat keonaran di wilayahnya.

Sebaiknya Bapak Presiden memanggil para petinggi wilayah di Republik ini. Memanggil seluruh pimpinan wilayah di Republik ini, lalu mereka wajib memaparkan kondisi wilayahnya dengan adanya ormas-ormas tersebut. Lalu buktikan pemaparan pemimpin wilayah tersebut dengan kondisi sebenarnya. Jujur atau bohong?

Selanjutnya Bapak Presiden.
Kami sebagai rakyat Indonesia yang menyadari bahwa negara ini adalah bangsa yang besar, yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa, meminta dengan sangat agar Bapak Presiden tak hanya bisa berbicara keras diatas podium. Kami tak meminta Bapak Presiden mencontoh Habib Rizieq yang jelas-jelas ulama tapi suka berkata kasar dan seenaknya memaki dan memghina pihak lain. Kami tak ingin Bapak Presiden seperti Ustadz Dzulkarnaen yang masih menjabat sebagai Wakil Sekretaris MUI tapi bertindak seolah oposisi kebablasan, menempatkan lembaganya sebagai oposan pemerintah tanpa disadarinya. Kami juga tak ingin Bapak Presiden mencontoh gaya pidato Pak Prabowo yang menggelegar tapi minim narasi. Kami hanya ingin, buktikan bahwa Bapak Presiden bisa bersikap tegas seperti Presiden Kedua Republik Indonesia, Suharto, dengan memghantam segala bentuk premanisme berkedok ormas, premanisme berkedok agama, serta anasir-anasir buruk yang timbul karena adanya bentuk premanisme ini. Gebuk! Jangan beri ampun, jangan beri toleransi!

Indonesia tidak kekurangan Ulama-Ulama bersahaja dan bijaksana, yang memberi contoh dan teladan yang baik sebagai manusia. Indonesia tidak kekurangan Pastur, Pendeta, Biksu, yang membawa kedamaian bagi ummatnya. Jadi jangan takut untuk menegakkan sesuatu yang sudah seharusnya. Menegakkan Pancasila setegak-tegaknya. Tak boleh ada lagi pemaksaan kehendak. Tak boleh ada lagi intimidasi. Tak boleh ada lagi pelarangan membuat tempat ibadah.

Keimanan adalah masalah pribadi. Aqidah adalah urusan pribadi. Alangkah tololnya manusia yang takut dengan orang makan, dengan rumah ibadah dibangun, dengan alasan takut mengganggu iman, takut melunturkan iman! Tolol!!!! Bahkan seorang pertapa saja harus kuat iman saat diganggu dengan dedemit cantik tanpa busana. Ups.... Maaf, Pak Presiden. Keceplosan.

Dimasa kepemimpinan Bapak Presiden yang kedua ini, buktikan bahwa ketegasan Bapak tidak berbanding lurus dengan gestur Bapak. Tempeleng jika ada yang harus ditempeleng. Gebuk jika ada yang harus digebuk. Selama itu demi bangsa dan negara, demi keutuhan bangsa ini, rakyat akan selalu mendukung! TNI adalah garda terdepan bangsa ini. Mereka tidak berpolitik praktis. Doktrin mereka adalah kebangsaan. Politik mereka adalah politik kebangsaan. TNI pasti akan mendukung jika ada kelompok-kelompok yang disinyalir akan memporakporandakan negara ini dengan ideologi-ideologi yang tidak sejalan dengan falsafah negara ini.

Biarkan yang oposan menjadi oposan. Biarkan yang berkoalisi tetap dalam koalisi. Sesuaikan pada porsinya. Yang jelas, pilih Menteri sesuai kapabilitas. Kami tak mementingkan tua atau muda, profesional atau dari partai. Yang kami butuhkan hanya seorang Menteri yang bisa bekerja sesuai fungsi dan tugasnya, bersinergi dengan Bapak Presiden untuk mempercepat kemajuan bangsa ini, serta menyentil siapapun juga pimpinan daerah yang cuma bisa bicara tanpa bekerja, yang membiarkan daerahnya auto pilot, menghambur-hamburkan APBD demi proyek ambisius yang unfaedah bagi rakyat wilayahnya.

Begitulah Bapak Presiden. Salam dari kami Kaskuser. Merdeka!


===========

Gw bikin ngetop dulu id yang gw quote dibawah ini :

Quote:Original Posted By zinaitudosa


tapi gak bisa jadi PM.. dinegara manapun.. presiden bahkan PM harus dari orang pribumi.. kecuali obama yg negro.. itupun jg gak bakal bisa lagi setelahnya negro jadi presiden AS emoticon-Leh Uga


Presiden Peru :
Alberto Fujimori, keturunan Jepang.

Presiden Guyana :
Arthur Chung, keturunan Tiongkok.

Presiden Suriname :
Henk Chin A Sen, keturunan Tiongkok.

Presiden Mikronesia :
Peter M Christian, keturunan Maluku.

Presiden Indonesia :
KH. Abdurrahman Wahid, keturunan Tionghoa.

Cukup?????????



Diubah oleh n4z1.v8
profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 31 lainnya memberi reputasi
28
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 14:34
Quote:Original Posted By kakakras
presiden petugas partai emg bisa gitu?emg salah yaa sistem khilafah dibanding demokrasi yg sejak awal sangat bobrok?pintar betul kalian ngebuat narasi bahwa demokrasi adalah segalanya!!!padahal kalian telah melihat sendiri korupsi tumbuh subur di masa demokrasi,sedangkan masa khilafah merupakan masa dimana hukum tajam keatas dan tajam kebawah

Another antonyus Neh emoticon-Leh Uga
Silahkan Cari Forum Lain Kalau Ente Setuju Dengan Khilafah. emoticon-shakehand
0 0
0
Lihat 1 balasan
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 14:44
Quote:Kami hanya ingin, buktikan bahwa Bapak Presiden bisa bersikap tegas seperti Presiden Kedua Republik Indonesia, Suharto, dengan memghantam segala bentuk premanisme berkedok ormas, premanisme berkedok agama, serta anasir-anasir buruk yang timbul karena adanya bentuk premanisme ini. Gebuk! Jangan beri ampun, jangan beri toleransi! 



Ga harus seperti second hokage, cukup main cantik aja
Diubah oleh ganha
profile-picture
amikurnia memberi reputasi
1 0
1
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 15:24
Quote:Original Posted By kakakras
presiden petugas partai emg bisa gitu?emg salah yaa sistem khilafah dibanding demokrasi yg sejak awal sangat bobrok?pintar betul kalian ngebuat narasi bahwa demokrasi adalah segalanya!!!padahal kalian telah melihat sendiri korupsi tumbuh subur di masa demokrasi,sedangkan masa khilafah merupakan masa dimana hukum tajam keatas dan tajam kebawah


Ente belajar sejarah islam dulu deh, di jaman nabi mana ada sistem khilafah, khilafah itu menganut sistem romawi (kerajaan) dari bapak ke anak,

Yang ada di jaman nabi itu itu sistem kekhalifahan, jadi dari rasul, abu bakar, umar, utsman, ali, (sahabat ke sahabat)

Jadi ga ada itu, sistem khilafah dari bapak ke anak di jaman nabi,
Yang ada itu, setelah jaman sahabat nabi, barulah ada sistem khilafah yg menganut faham romawi, contohnya (kerajaan turki ottoman)

Jadi sistem demokrasi udah bener asalkan, sang calon pemimpin sesuai aturan islam dan yg memilih orang2 yg paham agama (kalau di indonesia majemuk jadi gabisa dipaksa juga, yg milih boleh siapa saja, tanpa memandang ras, suku, agama)
0 0
0
Lihat 1 balasan
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
15-07-2019 15:34
Balasan post kakakras
Memastikan dulu kalau... ente tahu nggak kalau ente bisa ngusung khilafah itu karena Demokrasi? Kalau ente ngusung khilafah pada masa sebelumnya (seperti masa Pak Harto) atau sistem lain seperti fasisme, ente besok sudah masuk kamar mayat.
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 18:29
Pemberantasan Anti toleransi ini harus berlaku di seluruh wilayah dan masyarakat NKRI. Dari sumatra sampai papua. Ambon sampai jawa. Islam sampai buddha. Jangan ada yg dianaktirikan.
Diubah oleh novembermann
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 20:49
makin menipis toleransi rakyatnya loh pak, semenjak sobat gurun merajalela

emoticon-Leh Uga
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
15-07-2019 21:26
toleran terhadap perbedaan berarti harus toleran juga terhadap kelompok2 yg intoleran gitu kah?
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
16-07-2019 08:05
Quote:Original Posted By zinaitudosa


pembelaan mulu.. alasan babik sekolah disekolah swasta jg karena gak mau campur sama pribumi.. sampe bikin rumah temboknya pada tinggi2.. emoticon-Leh Uga


Onta bisanya nyinyir doang.

Sekolah swasta juga berarti SD IT (Islam Terpadu), SMP IT, SMA IT, artinya mereka nggak mau nyampur juga?

Temen2 ane yg Tionghoa juga pada bersekolah di sekolah negeri (favorit), karena dulu masih mending dan bisa tetap belajar agama non islam. Kalau sekarang siapa yg mau dipaksa dengerin ngaji tiap pagi sebelum masuk kelas, hanya ada pelajaran agama islam di sekolah itu (misalnya), dll.

Kalau ente mainnya lebih jauh, yg rumah tembok tinggi kayak di Pondok Indah dll juga banyak yg pribumi. Yang membuat mereka bikin tembok tinggi bukan ras melainkan status sosial. Mau pribumi atau non pri, secara otomatis akan terbentuk kelas sendiri yang setingkat status sosialnya sama mereka.

Orang Tionghoa yg rata2 (bukan kaya raya) banyak sekali yg bergaul di lingkungannya dengan pribumi. Bahkan bahasa yg mereka pakai juga bahasa daerah setempat. Lihat saja di Jawa (semarang, surabaya, jatim-jateng-jabar) dan luar jawa. Kaum Tionghoa ini malah medok Jawanya. emoticon-Big Grin

Teman ane yg Tionghoa rata2 bergaul baik dengan pribumi, tentu saja kecuali yg mengincar anak gadis Tionghoa mereka untuk dikaw1ni dan dimualafkan. Kalau itu mah amit2 dah. Sama kayak kalangan pribumi juga kan?
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:18
Balasan post kakakras
@steven.thereds makanya baca sejarah om, aceh hanya bersyariah belum khilafah
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:19
Balasan post lupineprince
@lupineprince gua gk peduli masa siapapun yg jelas namanya demokrasi itu sampah,sdh bobrok dari awal pembentukan
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:21
Balasan post nozomi.tojo
ente gk belajar sejarah pasti ini
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:24
Balasan post raisa06061990
baca sejarah khilafah abbasiah yg berhasil membuat maju ilmu pengetahuan ketika eropa hanya tau mitos dan malas mandi,mundur sedikit ke belakang ketika zaman umayyah ketika arsitektur islam begitu besar tumbuh di spanyol yg ketika itu eropa msh mengandalkan setan,dan 1 lagi isis emg bagian dari islam?kan sudah dinyatakan bukan bagian dari islam.ketahuan gk baca sejarah lgi
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:25
Balasan post cakepanmelody18
cebong mana ngerti
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 15:27
Balasan post ganha
demokrasi yg diusung demokrasi liberal yaa om?seliat gua uud 45 pasal 33 buktinya gk pernah dijalankan,hnya dikuasai kaum liberal
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
05-08-2019 20:33
Balasan post kakakras
@kakakras
K

Pendapatmu dilindungi oleh kebebasan berekspresi dan pendapat dalam demokrasi.
Likewise, kebebasan berpendapat juga melindungi pendapat ane kalau ane punya pandangan yang sama dengan kilafah: failure.

Also, ane bukan om emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
06-08-2019 07:15
Balasan post lupineprince
@lupineprince udh lahh khilafah di zaman dahulu telah terbukti berhasil mampu membuat terangnya dunia ketika eropa,amerika,cina msh percaya mitos tahayul dan orang kaya saja gk pernah mandi demi menyombongkan diri dan itu tidak terbantahkan masa dibilang gagal,yg gagal adalah orang yg memiliki kekuasaan bukan sistemnya,dasar om" cabul
0 0
0
Jokowi: Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran perbedaan
Lapor Hansip
06-08-2019 07:22
Balasan post kakakras
@lupineprince @kakakras masih aja ngidam sistem kuno masa lampau? Tunjukin aja 1 negara kilafah yg maju saat ini

Diubah oleh jd101
0 0
0
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.