Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
20
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d0428699a972e4cb218afd2/cermin-tanpa-kaca
Dani yang saat itu merasa tidak enak untuk menolak karena takut pak toro tersinggung dan membatalkan investasinya pada pembangunan proyek yang sedang dani buat pun langsung menyetujuinya.
Lapor Hansip
15-06-2019 06:06

Cermin Tanpa Kaca

Past Hot Thread
-CERMIN TANPA KACA-


Sebelum mulai perkenalkan, nama panggilan saya Mara, saya baru menulis cerita jadi sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, tempat dan alur cerita fiksi saya yang masih terdapat banyak kekurangan..

So.. Enjoooy..


Perkenalkan nama saya yoga, saya sebelumnya hanya orang susah yang tidak punya apa - apa, tetapi setelah kejadian hari itu saya bisa mendapatkan semuanya walaupun semua yang ada harus berbalas nyawa.


Chapter 1: Pindah

Dani: "Ga, ikut makan yuk."

Yoga: "nggak dan, nanti aja."

Dani: "alah santai aja, kayak baru kenal aja kita kan di panti ini udah sama - sama sejak kecil, ayolah aku yang traktir, pasti lagi ga punya doku ya." Canda dani sambil cengengesan

"Nggak, serius dan aku masih kenyang." Tak lama yoga selesai bicara "[Krrrruk krrruk]"suara perut yoga memecahkan suasana, sambil tertawa.

Dani: "bunyi apaan barusan, klakson kapal, nyaring banget hehee, udahlah ayo ikut."

Yoga: "hehee,ayolah kalau kamu maksa."

Begitu erat persahabatan yang di jalin oleh dani dan yoga. Dua sahabat ini memang seumuran dan tinggal di panti asuhan yang sama.

Masa - masa sulit pun berhasil mereka lalui dengan suka cita mulai dari sekolah sampai sekarang akhirnya mereka berdua berhasil lulus kuliah. Sampailah masa dimana mereka harus mencari pekerjaan dan meninggalkan panti asuhan tempat mereka dibesarkan serta menerima ilmu selama ini.

Kebetulan dani lah yang telah lebih dahulu mendapatkan pekerjaan, sehingga karena keterbatasan kamar di panti dani pun mengajak yoga untuk ikut tinggal di kost nya, yang lumayan lebih besar kalau di bandingkan dengan kamar tempatnya di panti dimana satu kamar berisi tujuh sampai delapan orang.

Yoga: "dan, kok aku susah banget dapat kerjaan ya, ga enak aku ngerepotin kamu terus."

Dani: "udah la gapapa mungkin belum ketemu aja rezekinya ga, nanti juga dapat kok." Seraya berdiri hendak berangkat ke kantornya. Sambil menepuk pundak sahabatnya tersebut iya pun keluar dari kamar dan meninggalkan yoga dalam lamunannya.

Dani bekerja di perusahaan pembangunan properti yang cukup besar, saat itu ketika sedang mendiskusikan rancangan dan konsep bangunan yang sedang ia bangun sang investor bernama Pak Toro mengalami serangan jantung mendadak sekujur tubuh pak toro keringat dingin dan sangat terasa sesak di dada pak toro.

Dengan sigap dan cepat dani memberikan pertolongan serta langsung membawa pak toro ke Rumah sakit terdekat, akhirnya pak toro pulih dengan cepat saat itu, karena segera di tangani oleh dokter dan perawat.

Pak toro: "terima kasih dan, berkat dani saya dapat segera tertolong."

Dani: "sama - sama pak, semoga bapak segera sembuh, kalau begitu saya pamit pulang dulu pak."

Pak toro: "sebentar dan, sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan dan."

Dani: "boleh pak, apa bapak ingin saya menghubungi keluaga bapak?"

Pak toro: "bukan dan, istri dan anak saya telah tiada, saya dengar dani masih tinggal di kost ya, kalau boleh selama masa pemulihan di rumah sakit ini tempatilah rumah saya."

Dani yang saat itu merasa tidak enak untuk menolak karena takut pak toro tersinggung dan membatalkan investasinya pada pembangunan proyek yang sedang dani buat pun langsung menyetujuinya.

Pak toro: "baiklah ini kuncinya, saat malam hari saya minta tolong buka jendela dan puntu kamar lantai 2 ya dan."

Dani: "baik pak, akan saya laksanakan." Sebelum pergi meninggalkan ruangan itu kembali pak toro berpesan.

Pak toro: "dan jangan tidur di lantai 2 ya, kamu boleh pakai semua fasilitas di lantai 1 dan, tapi untuk lantai 2 cukup buka pintu dan jendelanya saja."

Dani pun pulang seraya mengangguk meng iyakan pesan singkat penuh tanya dari pak toro, sampai si kosnya iya melihat yoga sedang menyapu kamar kosnya.

Dani: "ga, tumen rajin baget ini, abis kesambet apa tadi."

Yoga: "sialan, rajin salah malas lebih salah, bingung aku,harus gimana."

Dani: "buset baperan amat, ga malam ini aku ga nginap di kost, tapi disuruh pak toro jaga rumahnya, ikut yuk."

Yoga: "males ah, aku di kost aja."

Dani: "eits, tenang kata pak toro buat jaga rumahnya kita di bayar 50rb satu malam." Ujar dani berbohong.

Yoga: "waduh rejeki ga boleh ditolak ni. Oke lah aku ikut dan."

Dani: "nah gitu dong, ayolah kita siap - siap dan segera berangkat sebelum malam."


Mereka berdua pun akhirnya segera bersiap - siap untuk berangkat ke rumah pak toro.


-Bersambung-

profile-picture
profile-picture
profile-picture
noorman.arta.w dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Halaman 1 dari 2
Cermin Tanpa Kaca
15-06-2019 17:42
Chapter 2: Misteri


Pakaian segera kami kemas seperlunya dan segera kami berangkat, menggunakan sepeda motor kami menuju rumah pak toro lama perjalanan hampir sekitar 5 jam lebih kalau dari daerah kos - kosan kami, setelah perjalanan yang melelahkan itu, akhirnya sampailah kami di depan gerbang sebuah rumah megah yang terlihat seperti tanpa penghuni.

Dani pun menelfon pak toro untuk menghubungi penjaga rumah dan hal - hal lainnya, keluarlah bapak - bapak yang terlihat sudah tua menggunakan baju kaos lusuh dan celana pendek, "mas dani ya, silahkan masuk mas, saya pardi." Ujar bapak tua tadi "terima kasih pak pardi." Kami pun di temani masuk menuju pintu depan istana megah ini.

Sambil berjalan dani pun bercerita mengenai hubungannya dan pak toro pemilik rumah ini, sedang berbicara pak pardi membukakan pintu, dani dan yoga sempat terdiam sesaat di depan pintu masuk terkagum melihat betapa indah dan bagusnya isi, interior, arsitektur serta lain - lainnya dari rumah ini.

Dani dan yoga pun diantar berkeliling sekitar dalam rumah, sangat megah semua hal di jelaskan kecuali lantai 2, dani dan yoga pun di antar ke kamarnya masing - masing, dani di kamar tamu yang letaknya di ruang tengah sementara yoga kamarnya berada di arah kolam renang, saya pun sempat bercerita mengenai pesan pak toro untuk membuka puntu dan jendela setiap malam di lantai 2 tetapi pak pardi tidak memperdulikannya bahkan cenderung pura - pura mengalihkan pembicaraan.

Matahari pun terbenam, Pak pardi mohon izin untuk pulang dan besok pagi - pagi baru kembali untuk bersih - bersih rumah ini ujarnya dan malam ini tinggalah kami berdua di rumah megah bak istana ini.

Malam pertama kami menginap di rumah yang sangat mewah ini tentu merasa senang , berhubung kamar yoga juga di dekat dapur dan kamar ku di ruang tengah jadi malam itu yoga yang memasak makan malam sementara aku naik ke lantai 2 untuk melaksanakan perintah pak toro.

Dari bawah tangga Kulihat gelap sekali di lantai 2, akhirnya dengan senter di handphone ku beranikan menaiki satu persatu anak tangga, sesampainya di atas begitu terkejutnya ternyata di atas pengap sekali hawa debu menyelimuti seluruh ruangan "pantas saja jendela dan pintu harus dibuka." Begitu pikirku dalam hati. Aku pun mencari saklar listrik lampu lantai 2 setelah dapat begitu kuhidupkan lampu. Bulukuduk ku langsung merinding sejadi - jadinya saat kulihat.

Lukisan perempuan cantik, beberapa set meja dan kursi yang telah di bungkus kain putih dan cermin duduk yang telah rusak, mengapa kubilang rusak karena cermin itu tidak ada kacanya hanya bingkai kayu tua yang terlihat, akhirnya kubuka jendela dan pintu menuju balkon lantai 2, begitu balik badan betapa terkejutknya aku ternyata yoga sudah berdiri di belakang ku.

Dani: "Aaaaaa, sialan cok ampir mampus jantungan aku, ngapain si naik ga, bilang - bilang dong kalau mau naik."

Yoga: "hahaha, dengan senang dia tertawa, rasain, kan aku juga penasaran sama lantai 2 nya, ternyata cuman tempat gudang barang bekas."

Yoga: "makanan udah jadi tu, kita makan dulu lah."

Akhirnya kami pun turun dan makan di ruang tengah sambil menonton tv, malam pun mulai larut kami berdua tertidur di karpet ruang tengah depan tv, yoga terbangun ia melihat kearah jam dinding ternyata sudah jam setengah tiga pagi, ia berdiri hendak ke wc untuk buang air kecil ada satu kamar mandi di luar kamar letaknya di bawah tangga saat melawati tangga yoga langsung berbegas ke wc setelah selesai ia melewati kembali tangga tersebut dan ternyata lantai 2 telah gelap padahal tadi lampu sudah di hidupkan oleh temannya, dan di biarkan pada kondisi menyala.

Ia pun panik dan berlari menghampiri dani yang sedang tidur pulas.

Yoga: "dan, dan oiii dan sadaaar dan, daaan."

Dani: "paan si ga, mau ngerjain lagi. Udh ah aku capek ni mau tidur."

Yoga: "itu dan lantai 2 lampunya mati sendiri, sumpah mati lampunya."

Dani: "ah biarian ajalah, besok kita liat lagi sekarang kita tidur dulu." Dani berbicara tenang padahal jantungnya juga sudah ikut berdebar tak karuan.

Yoga pun langsung menarik selimutnya dan tidur mendekati temannya itu sampai pagi fajar kembali menjelang dan terdengar pak pardi sudah datang, Saat itupun mereka terbangun dan langsung melihat arah lampu lantai 2. Ternyata memang gelap tetapi anehnya dari teras belakang pak pardi berteriak "mas dani, mas yoga lampunya sudah saya matikan dan sudah saya tutup pintu dan jendelanya." Sambil terus menyapu lantai teras belakang.

Pagi itu kami pun saling tatap dan berbisik pelan "ada yang ga beres ni dengan rumah megah ini."


-bersambung-
Diubah oleh rama19dan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Raeinn dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Cermin Tanpa Kaca
15-06-2019 18:05
ijin diriin tenda dulu gan emoticon-Shakehand2
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
16-06-2019 07:28
Chapter 3: Rahasia


Setelah kejadian tadi yoga langsung mengajak dani keteras depan untuk berbicara.

Yoga: "dan ada yang ga beres di rumah pak toro ini aku yakin banget."

Dani: "ah penakut banget ga, yang tadi itukan pak pardi yang matiin lampunya."

Yoga: "buset dan, gimana caranya coba pak pardi udah naik keatas tanpa sepengetahuan kita."

Yoga: "kita pulang aja deh mendingan."

Dani: "yah cuk jangan dong, aku nggak enak ni sama pak toro soalnya dia bakal jadi investor terbesar di proyek pembangunan nanti, please dong ga, paling beberapa hari lagi dia udah keluar dari rumah sakit."

Yoga terdiam untuk berpikir sesaat, merasa iba dengan sahabatnya itu akhirnya yoga tetap bertahan, tetapi yoga memberi syarat apabila dalam dua hari pak toro belum keluar rumah sakit dia pulang dan disetujui oleh dani.

Matahari mulai meninggi, pancaran sinarnya mulai memasuki celah - celah jendela rumah, "mas sarapannya udah ada ini, mari makan dulu." Ujar pak pardi. Mereka berdua pun keluar dari kamarnya masing - masing yoga melihat dani sudah rapi.

Yoga: "weh udah ganteng mau kemana."

Dani: "aku mau ngawas proyek dulu bentar ya ga,nggak lama, janji."

Yoga: "kampret la cuk, masa aku di tinggalin sendiri."

Dani: "ya maap, mau gimana lagi bentar aja sumpah."

Yoga: "ah payah, awas lama dikit pergi aku dari rumah ini."

Dani pun mengangguk seraya duduk di atas meja makan, mereka pun berbincang sambil bercanda seperti biasa sampai akhirnya dani berpamitan untuk pergi maka tinggal yoga dan pak pardi di rumah megah ini.

Yoga berjalan kebelakang rumah ia melihat pak pardi sedang memotong beberapa pohon kecil, ia pun tak enak mengganggu dab kembali kedalam untuk mandi.

Didalam kamar yoga tidak ada kamar mandi jadi terpaksa ia mandi di wc bawah tangga.

Tengah mandi sambil bernyanyi pintu wc pun diketuk "tok tok tok", yoga pun sontak berhenti bernyanyi menjawab "bentar pak pardi saya lagi mandi suara ketokan pintu pun tak berulang kembali yoga melanjutkan lagunya baru beberapa saat ia mulai bernyanyi gagang pintu naik turun dengan cepat seperti hendak dipaksa untuk dibuka.

Yoga yang berfikiran positif dengan agak emosi membuka pintu dan ternyata tidak ada orang didepan pintu ia pun mulai merinding sendiri,dengan segera ia keluar dari kamar mandi, berpakaian dan menyusul pak pardi di halaman belakang terjadi la perbincangan mereka berdua.

Yoga: "pak pardi sudah lama kerja disini."

Pak pardi: "udah 20an tahun mas."

Yoga: "wah lama banget ya pak, udah hapal banget berarti dengan rumah ini, pak toro itu emang ga punya istri dan anak ya pak."

Mendadak Pak pardi terdiam sesaat, membatu dengan tatapan kosong lalu berkata ibu dan dewi telah tiada mas, mendengar itu jantung yoga serasa berhenti berdetak yoga pun dengan cepat bertanya "meninggalnya dimana pak dan kenapa."

Pak pardi: "saya juga tidak tau pastinya mas." Kata pak pardi singkat, sambil perlahan menjauh dari yoga seraya melanjutkan memotong tanaman - tanaman rimbun di sekitar halaman belakang.

Yoga pun tidak enak dan pamit kembali kedalam rumah sambil berguman sendiri "sialan si dani,aku disuruh jagain rumah angker, tau gini dibayar satu juta juga mikir - mikir."

Akhirnya ia habiskan waktu di ruang tengah sambil menonton tv, tak lama rasa kantuk pun datang hingga kembali yoga tertidur di ruang tengah.

Didalam mimpinya yoga bertemu wanita tua, wanita itu berkata "nama saya anjani" sekarang kamu berada di istana saya, aku akan menuruti semua keinginan mu asal kau bisa memberikan jiwa segar untukku, terkejut dan tersadar yoga terbangun penuh keringat padahal hawa dingin ac memenuhi seluruh ruangan rumah.

Hendak pergi dari ruang tengah ia pun melihat buku tua diatas meja yang sebelumnya tidak ada di meja itu dan membacanya dengan serius, seperti terhipnotis ia melakukan apa yang disuruh di dalam buku.

singkatnya isi buku ini adalah menyuruh yoga untuk membawakan darah segar dan menuangkannya kedalam cermin tanpa kaca di lantai2, yoga pun seperti boneka dan tak sadarkan diri seutuhnya diam - diam dia mencuri ayam di halaman belakang dan memotongnya, setelah itu darahnya di ambil dan ayamnya si kubur di halaman belakang rumah.

Ia pun menaiki tangga lantai 2 sambil membawa mangkok berisikan darah ayam sampai di lantai 2 hawa pengap menyelimuti seluruh ruangan sangat sesak, hingga menyadarkan yoga dari semua tindakannya.
"Waduh ngapain aku disini." Lebih terkejut ketika ia telah menggengam mangkok berisi darah segar.

Tetapi bisikan dikepala yoga sangat kuat menghipnotis pikirannya untuk menuangkan darah tersebut di cermin, akhinya yoga melihat cermin duduk tanpa kaca diatas meja tepat di tengah ruangan itu dan menghampirinya, darah ayam di mangkok tadi dituangkan ke tengah bingkai cermin itu aneh darahnya seperti masuk kedalam cermin seperti sedang diminum oleh cermin itu

Tiba - tiba kaca dari tepian - tepian bingkai cermin seperti tumbuh dan keluar, yoga tersadar dan terkejut segera ia lempar cermin tersebut ,tetapi tepat si belakangnya kini berdiri wanita dengan wajah setengah muda dan setengah tua menghampiri yoga dan berkata "bagus nak, terus berikan aku makanan maka akan kukabulkan semua mau mu"

Yoga yang tadinya seperti boneka kini sudah sadar sepenuhnya ia panik dan belari turun dari tangga dengan cepat, ternyata di bawah dani sudah pulang mereka pun bertabrakan.

Dani: "kenapa cuk, kayak abis ngeliat setan aja."

Yoga dengan nafas tersengal - sengal tak menjawab omongan temannya dan segera menuju ke kamarnya, ia kunci kamarnya dan mengambil tasnya dengan maksud mengemasi semua barangnya dan pergi dari istana angker ini.

Begitu ia buka tasnya, betapa terkejutnya yoga dengan apa yang dilihatnya keringat langsung memenuhi sekujur tubuh, jantung pun berdegup semakin keras saat ia melihat uang yang banyak dan beberapa batangan emas ada didalam tas nya, hampir tak percaya dengan ragu ia mengambil salah satu uang itu untuk memastikan kalau yang dilihatnya itu nyata, sampai tiba - tiba.

"Tok tok tok, ga, kamu gapapa?, Gaa "tok tok tok" oiii gaaa, jawaaab ooiiii." Suara dani menyadarkannya. Ia pun menyimpan tasnya dan keluar menemui dani.

Dani: "kamu kenapa? Apa selama aku pergi terjadi sesuatu."

Dengan satu tarikan nafas dalam dan memegang pundak sahabatnya yoga berkata "aku gapapa, cuman habis olah raga aja." Dengan tatapan berusaha menyakinkan sahabatnya itu,walau ia yakin pasti dani tau kalau ia sedang berbohong.


-bersambung-
Diubah oleh rama19dan
profile-picture
profile-picture
ganjabang dan Raeinn memberi reputasi
2 0
2
Cermin Tanpa Kaca
16-06-2019 08:23
Quote:Original Posted By S2Q β–Ί
ijin diriin tenda dulu gan emoticon-Shakehand2


πŸ™πŸ™πŸ˜Terima kasih gan
profile-picture
ganjabang memberi reputasi
1 0
1
Cermin Tanpa Kaca
16-06-2019 18:33
ditunggu apdet gan 😁
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
23-06-2019 06:06
horror, ditunggu lanjutannya Kak
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
28-06-2019 00:31
Chapter 4: Sifat Asli


Yoga kembali menutup kamarnya dengan cepat tanpa memperdulikan sahabatnya ia segera menuju tempat tidur untuk mengambil tasnya, setelah diraih tas itu dengan cepat kembali ia buka tasnya tetapi betapa herannya dia isi tas itu kembali berisi sisa pakaian, beberapa permen dan sisa uang logam yang biasa di taruhnya didalam tas.

Kurang yakin akan penglihatannya kembali ia bongkar isi tasnya, ia keluarkan sampai tas benar - benar kosong dan tidak ada selembarpun uang atau emas yang ada didalam tas itu, "apa aku mimpi" pikirnya dalam hati sambil terdiam meratapi semua kejadian yang telah ia lalui.

Setelah kejadian hari itu tidak ada lagi kejadian - kejadian mistis yg dilalui dani dan yoga di rumah megah itu sampai pada hari ke empat mereka dirumah itu tiba - tiba saat menjelang sore hari pak toro menghubungi dani menggunakan handphonenya. Yoga melihat dari jauh dani hanya mengangguk - anggukan kepalanya menjawab telpon itu.

Setelah telfon di tutup dani berbalik badan dan berteriak:

Dani: "yessssss, sukses besaaaar ga."

Yoga: "kamu kenapa teriak gitu cuk, udah strees apa"

Dani: "kita kaya cuk kayaa, pak toro mau mendana semua pembangunan proyek ku, kita kayaa."

Yoga hanya terdiam tanpa ekspresi, malah cenderung terlihat wajah iri dan cemburu melihat keberhasilan temannya.

Dank: "oia pesan pak toro, ia juga besok pagi dia udah pulang jadi kita udah boleh pulang malam ini. yuk kemas-kemas ga, risih juga aku di rumah ini."

Mereka berdua kembali berpisah masuk kekamarnya masing - masing tetapi dari kejauhan dani melihat sikap dan ekspresi dari sahabatnya itu terlihat berbeda dari biasanya.

Setelah selesai mengemasi seluruh perlengkapan dan pakaian malam itu dani dan yoga pamit dengan pak pardi, mereka juga berterima kasih telah di jamu dengan baik oleh pak pardi di rumah ini sambil menuju pintu keluar.

Sepanjang perjalanan pulang dani bercerita bercanda gurau seperti biasa, tetapi yoga tidak terlalu menanggapinya cenderung cuek dan terkesan tidak perduli dengan semua omongan sahabatnya itu.

Hingga akhirnya sampai mereka di depan rumah kostnya. Yoga terlebih dahulu turun dari motor tapi anehnya ia langsung berdiri di depan motor dengan nada marah.

Yoga: "dan, aku mau jujur sebenarnya kita nggak dibayar kan buat nginep di rumahnya pak toro, kamu cuman bohong kan."

Dani: "kamu kenapa ga, masalah bayaran gampang lah, ntar aku kasi double hehe, ini udah malem kita masuk dulu lah istirahat." Sambil menuju ke kamar kost mereka dengan santai.

Yoga: "kamu cuman manfaatkan aku demi kepentingan dan ambisi besar mu itu kan." Dengan nada yang sedikit tinggi

Dani: "cuk, kamu ngapain si, aku juga ngelakuin ini buat kesuksesan kita juga, ah udah la aku lagi males debat, atau gini deh dani mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberinya ke yoga sambil berkata ni bayaranya udah sekarang bereskan."

Yoga: "bajingan, kamu anggap aku ini babu."

Yoga pun meninju dani dan langsung berbalik badan, lari sekencang mungkin, dani terjatuh ke tanah dan sejenak terheran melihat tingkah sahabatnya, ia pun terdiam dan terkejut dengan apa yang barusan terjadi.

Yoga yang berlari kencang tadi singgah ke sebuah warung untuk duduk dan beristirahat sambil memesan minuman ia membuka tasnya dan dikeluarkan lah sebuat cermin tanpa kaca yg ada di lantai 2 rumah pak toro tanpa ia sadari ia berkata "akulah yang kaya dan,Hahaha." sambil memegang cermin itu tanpa sadar ada sesesok wanita berwajah tua berbaju putih yg sedang memegang pundak yoga dari berlakang sembari tersenyum lebar.



Bersambung.
Diubah oleh rama19dan
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
13-07-2019 21:17
ditunggu apdetannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
april.fool dan 2 lainnya memberi reputasi
0 3
-3
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 06:24
Quote:Original Posted By rama19dan β–Ί


πŸ™πŸ™πŸ˜Terima kasih gan


izin ngetem di sini gan emoticon-Cool


Quote:Original Posted By burungkecil23 β–Ί
"Artikel Yang Bagus Gan Mohon izin Comment nya ^_^ ,,,
Mari kita toton bersama Live Streaming Bola nya dan berita-berita terbaru seputar sepak bola
Cermin Tanpa Kaca
[sensor spam]

[sensor spam]
Bisa juga hubungi kami melalui LiveChat dan WhatsApp yang akan melayani Anda 24 jam nonstop.
β™› Group FB Prediksi Parlay = [url=https://www.facebook.com/[sensor spam]]Markas Prediksi[/url]
β™› Instagram = [url=https://www.instagram.com[sensor spam]][sensor spam][/url]
β™› Pinterest = [url=https://[sensor spam]][sensor spam][/url]
βœ† Line = [sensor spam]
βœ† WA 1 = +62[sensor spam]
βœ† WA 2 = +62[sensor spam][/b]"


emoticon-Hammer2
salah tempat & salah target kalau mau ngiklan ginian emoticon-No Hope
Diubah oleh kreator.9.ES
profile-picture
arcaraya memberi reputasi
0 1
-1
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 09:40
derita manusia berkacamata
Mampir bila berkenan
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 10:15
Subscribe dulu trit ini, baca klo lagi longgar waktunya. emoticon-pencet
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 10:20
Ikut mantengen update



Brick Collector emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 11:59
Quote:Original Posted By yukinura β–Ί
Subscribe dulu trit ini, baca klo lagi longgar waktunya. emoticon-pencet


Ikutan akak dech emoticon-Embarrassment

Lempar Batanya Gan/Sist.emoticon-Blue Guy Bata (S)emoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
Uddineses memberi reputasi
0 1
-1
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 12:37
Quote:Original Posted By o0DEJAVU0o β–Ί
Ikutan akak dech emoticon-Embarrassment

Lempar Batanya Gan/Sist.emoticon-Blue Guy Bata (S)emoticon-Blue Guy Peace


Hayuklah... emoticon-Kangenemoticon-Kangen
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 13:23
Ayo gan, ditunggu updateannya emoticon-thumbsup
0 0
0
Cermin Tanpa Kaca
14-07-2019 19:01
Woahh mantap ceritanyaaa. Mampir juga ke cerita ane dongemoticon-Big Grin πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰It's Me
masih baru banget nih sis gan, baru 1 part hehe
Diubah oleh TwinkleLittleSt
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
Stories from the Heart
3-gadis-di-seberang-pantai
Stories from the Heart
pertarungan-melawan-tulisan
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright Β© 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia