alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.69 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5d21b60865b24d04207fd0c8/ketika-seorang-anak-menyewa-pembunuh-untuk-menghabisi-orangtuanya
Lapor Hansip
07-07-2019 16:06
Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya
Past Hot Thread
Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Jennifer Pan lahir di Toronto, Kanada, pada tanggal 17 Juni 1986. Jennifer merupakan anak pertama dari pasangan imigran Vietnam yang mengungsi ke Kanada. Ibunya yang bernama Bich Ha dan ayahnya yang bernama Huei Hann Pan, bertemu pada tahun 1979. Mereka kemudian menikah di Kanada dan tinggal di Scarborough. Jennifer juga memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Felix yang lahir pada tahun 1989.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaJennifer Pan


Kedua orangtua Jennifer bekerja pada perusahaan yang sama, yaitu Magna International yang merupakan pabrik pembuat suku cadang mobil. Mereka berdua terus-menerus bekerja keras demi uang dan memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang tinggi.

Pada tahun 2004, finansial Hann dan Bich dianggap stabil hingga mereka mampu membeli rumah dengan garasi untuk dua mobil di Markham, sebuah kota dengan populasi orang Asia yang banyak. Selain itu, Bich juga mengendarai Lexus ES 300 dan Hann mengendarai Mercedes-Benz. Mereka juga mengumpulkan uang sejumlah 200 ribu dolar dalam bentuk tabungan.

Hann dan Bich menyusun banyak rencana untuk anak-anak mereka dan memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap mereka. Jennifer diharuskan untuk mengambil pelajaran piano pada usia empat tahun, dan kelas skating di mana dia dilatih hampir setiap hari selama seminggu. Setelah berlatih hingga jam 10 malam, dia akan pulang kerumah, mengerjakan PR hingga tengah malam, kemudian pergi tidur. Namun ketika tekanan yang dirasakannya semakin kuat, dia akan menyayat-nyayat lengannya. Walopun Jennifer sendiri memiliki harapan untuk menjadi juara skating Olimpiade setidaknya sampai dia merobek otot ligamen dibagian lututnya.

Jennifer bersekolah di Sekolah Menengah Katolik Mary Ward dimana dia memainkan seruling di band sekolahnya. Setiap hari, Hann dan Bich akan menjemput Jennifer ketika kelas berakhir dan memantau kegiatan ekstrakurikulernya dengan sangat hati-hati. Mereka tidak pernah mengijinkannya berkencan dengan anak laki-laki atau menghadiri pesta apapun karena mereka takut kegiatan-kegiatan tersebut akan mengalihkan perhatiannya. Bahkan hingga berumur 22 tahun, Jennifer belum pernah pergi ke klub, mabuk, atau mengunjungi seorang teman. Dia akan pergi kemanapun bersama dengan keluarganya.

Meskipun harapan orang tuanya tinggi dan fakta bahwa Jennifer telah menerima nilai bagus di sekolah menengah, dia justru pernah beberapa kali memalsukan kartu laporan dengan menggunakan templat palsu untuk ditunjukkan kepada orangtuanya. Selain itu, ketika Jennifer gagal dikelas kalkulus ditahun terakhir sekolah menengahnya, Universitas Ryerson membatalkan pendaftarannya.

Merasa tidak tahan dalam menghadapi kegagalan, Jennifer mulai membohongi orang-orang yang dia kenal, termasuk orangtuanya, dan berpura-pura sedang kuliah. Sebagai gantinya, dia sering duduk di kafe, mengajar sebagai instruktur piano dan bekerja di restoran untuk mendapatkan uang.

Dan untuk mempertahankan sandiwaranya tersebut, Jennifer memberi tahu orangtuanya bahwa dia telah memenangkan beasiswa, kemudian mengklaim bahwa dia telah menerima tawaran dalam program farmakologi di University of Toronto. Secara sengaja, Jennifer pergi ke toko buku teks bekas dan menonton video yang berkaitan dengan farmakologi untuk membuat notebook yang penuh dengan catatan kelas yang konon dia bisa tunjukkan kepada orangtuanya.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaDaniel Wong


Jennifer juga meminta ijin kepada orang tuanya untuk tinggal didekat kampus dengan seorang teman yang bernama Topaz, padahal sebenarnya dia tinggal bersama pacarnya sendiri yang bernama Daniel Chi-Kwong Wong. Daniel merupakan kekasih semasa sekolah menengah yang sama sekali tidak diketahui oleh orangtua Jennifer, dia tinggal di Ajax dan bekerja di restoran Boston Pizza.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Sambil berpura-pura menyelesaikan gelarnya di University of Toronto, Jennifer mengatakan kepada orangtuanya bahwa dia juga mulai bekerja sebagai sukarelawan di Rumah Sakit Anak Toronto. Hann justru menjadi curiga ketika dia menyadari bahwa Jennifer tidak memiliki kartu identitas atau seragam rumah sakit. Jadi keesokan harinya, dia bersikeras bahwa mereka akan mengantar Jennifer ke rumah sakit.

Begitu mobil berhenti, Jennifer langsung berlari masuk, dan Hann menyuruh Bich untuk mengikutinya. Menyadari dia dibuntuti oleh ibunya, Jennifer bersembunyi di ruang tunggu UGD selama beberapa jam sampai mereka benar-benar pergi. Keesokan paginya, Hann dan Bich menemukan kebenaran bahwa Jennifer tidak pernah tinggal dengan seorang temannya yang bernama Topaz.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaHann Pan dan Bich Pan


Merasa dibohongi, Hann begitu marah dengan Jennifer begitu dia pulang kerumah. Dan pada akhirnya dia mengaku bahwa dia tidak menjadi sukarelawan di SickKids, tidak pernah mengikuti program farmakologi, dan pernah tinggal bersama dengan kekasihnya Daniel. Hann mengusir Jennifer, namun Bich meyakinkannya untuk tetap mengijinkannya tinggal dirumah.

Namun mereka mengambil ponsel dan laptopnya selama dua minggu, dia hanya diijinkan untuk menggunakannya dihadapan orangtuanya dan harus menerima ketika mereka mengecek pesan-pesan diponselnya. Mereka juga melarangnya untuk menemui Daniel, dan memerintahkannya untuk berhenti dari semua pekerjaannya kecuali mengajar piano dan mulai melacak odometer di mobil yang digunakannya.

Walopun dilarang, Jennifer dan Daniel tetap melanjutkan hubungan secara diam-diam hingga pada akhirnya Daniel merasa sudah lelah dengan hubungan mereka tersebut. Daniel kemudian mulai berkencan dan menjalin hubungan dengan wanita lain. Mengetahui hal tersebut, Jennifer segera mengarang cerita bahwa seorang laki-laki yang mengaku sebagai petugas polisi memasuki rumahnya. Kemudian beberapa orang laki-laki yang tidak dikenalnya juga memaksa masuk dan berusaha untuk memperkosanya beramai-ramai. Selain itu, Jennifer juga bersikeras mengatakan kepada Daniel bahwa sebuah peluru dikirimkan kerumahnya atas suruhan kekasih baru Daniel.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Pada musim semi tahun 2010, Jennifer menghubungi seorang teman semasa sekolah yang bernama Andrew Montemayor. Andrew kemudian mengenalkan Jennifer kepada temannya yang bernama Ricardo Duncan. Kepada Ricardo, Jennifer mengatakan akan memberinya uang sebesar 1.500 dolar, asalkan Ricardo bersedia untuk membunuh ayahnya ditempat parkir yang terletak ditempat kerjanya. Namun Ricardo justru menolaknya.

Tidak habis pikir, Jennifer memiliki rencana lain yaitu menyewa seorang pembunuh bayaran seharga 10 ribu dolar. Karena Jennifer berpikir bahwa jika kedua orangtuanya tewas, dia akan mendapat warisan senilai 500 ribu dolar. Jennifer dan Daniel yang saat itu sudah kembali berhubungan, memiliki rencana untuk tinggal bersama setelah pembunuhan terhadap orangtuanya selesai dilakukan.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaLenford Crawford


Daniel kemudian mengenalkan Jennifer pada seorang laki-laki yang bernama Lenford Roy Crawford, dan memberinya kartu SIM serta sebuah iPhone agar dia bisa menghubungi Lenford tanpa menggunakan telepon biasa. Lenford kemudian menghubungi dua orang temannya yang bernama Eric Shawn Carty dan David Mylvaganam. David merupakan salah satu pembunuh bayaran yang sedang dicari oleh polisi, sedangkan Eric sendiri merupakan seorang residivis.

Pada tanggal 8 November 2010 malam, Jennifer menonton film di kamarnya, Hann membaca berita sebelum pergi tidur sekitar jam 8.30 malam, Bich pergi keluar untuk menari dengan seorang teman dan sepupunya serta kembali kerumah jam 9.30 malam, sedangkan Felix tidak ada di rumah. Pada jam 9.35 malam, Jennifer sempat berbicara dengan David dan kemudian turun untuk mengucapkan selamat malam kepada orangtuanya sambil dengan sengaja membuka kunci pintu depan rumah.

Pada jam 10 malam, lampu di ruang atas sengaja dinyalakan dan dimatikan beberapa menit kemudian. Hal tersebut merupakan sinyal bagi David, Lenford, dan Eric untuk segera masuk kedalam rumah. Mereka kemudian masuk melalui pintu depan sambil membawa senjata. Salah satu dari mereka mengarahkan senjatanya kearah Bich, sementara yang lain berlari ke atas, menodongkan pistol ke wajah Hann dan menyuruhnya untuk keluar dari tempat tidur, menuju ke ruang tamu.

Sedangkan Eric yang masih berada dilantai atas, bertemu dengan Jennifer dimana dia memberinya uang sebesar 2.500 dolar, dan memberikan uang milik orangtuanya sebesar 1.100 dolar. Selain itu, dia masih mencari dompet ibunya yang berada di dapur. Jennifer kemudian kembali dibawa oleh Eric menuju ke lantai atas. Sedangkan Lenford dan David membawa Hann dan Bich ke ruang bawah tanah serta menutup kepala mereka dengan selimut. Disana, Hann ditembak dua kali dibagian bahu dan wajahnya. Sedangkan Bich ditembak tiga kali dibagian kepala hingga dia tewas seketika.

Eric, Lenford, dan David kemudian melarikan diri. Hann yang rupanya masih bertahan, sambil merangkak berusaha untuk keluar rumah untuk meminta bantuan. Seorang tetangga yang kebetulan melihatnya keluar, segera menghubungi 911. Polisi dan ambulan tiba ditempat kejadian beberapa menit kemudian, dan Hann dilarikan ke Rumah Sakit Markham Stouffville, sebelum dipindahkan ke unit trauma di Rumah Sakit Sunnybrook di Toronto.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Beberapa jam setelah pembunuhan terjadi, Jennifer menjalani interogasi pertamanya dengan polisi. Menurut pengakuannya, orang-orang itu memasuki rumah untuk mencari uang, mengikatnya pada pegangan tangga, dan membawa orangtuanya ke ruang bawah tanah dan menembak mereka. Dua hari kemudian, polisi membawanya untuk menjalani interogasi kedua. Dalam interogasi tersebut, polisi sempat memintanya untuk menunjukkan bagaimana dia berusaha untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi 911 sementara kedua tangannya diikat ke pegangan tangga.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Dari sini, kecurigaan polisi muncul. Selain itu muncul pertanyaan mengapa para pembunuh tidak mengambil kunci mobil yang terlihat jelas dari pintu depan dan mengambil mobil Lexus milik Hann. Dan mengapa mereka tidak menggunakan linggis untuk masuk, atau tas ransel untuk membawa barang rampasan. Dan yang paling penting, mengapa mereka menembak dua orang saksi namun meninggalkan satu orang saksi tanpa terluka sedikitpun. Polisi kemudian menugaskan tim pengawas untuk memantau pergerakan Jennifer.

Pada 12 November, Hann terbangun dari komanya. Dia memiliki tulang yang patah didekat matanya, serpihan peluru bersarang di wajahnya yang tidak bisa dilepas oleh dokter dan tulang leher yang hancur. Hann memberikan kesaksian bahwa dia sempat melihat Jennifer berbicara dengan lembut dengan salah satu pelaku. Selain itu, dia melihat tangan Jennifer tidak diikat ketika dia dibawa oleh salah satu pelaku untuk menggeledah rumah.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Pada interogasi ketiga yang dilakukan pada tanggal 22 November 2010, polisi langsung menahan Jennifer setelah petugas polisi yang bernama William Goetz berhasil menjebaknya dengan teknik Reid. Teknik tersebut diijinkan secara hukum dan sering digunakan untuk membohongi orang-orang yang sedang diinterogasi untuk mendapatkan bukti yang dapat digunakan dalam persidangan.

William mengatakan kepada Jennifer bahwa dia memiliki perangkat lunak komputer yang dapat menganalisis ketidakbenaran dalam setiap pernyataan yang diberikan oleh Jennifer dan bahwa ada satelit yang menggunakan teknologi inframerah yang berfungsi untuk menganalisis setiap jenis gerakan disetiap gedung di Kanada. Dalam interogasi ketiga tersebut, pada akhirnya Jennifer mengakui bahwa dia memang menyewa pembunuh, namun dia menyatakan bahwa dia menyewa mereka untuk membunuh dirinya sendiri.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaDavid Mylvaganam


David Mylvaganam ditangkap di Jane Finch Mall di North York, Toronto pada tanggal 14 April 2011. Eric Carty ditangkap di penjara tempat dia ditahan, Maplehurst Correctional Complex di Milton, Ontario, pada tanggal 15 April 2011. Daniel ditangkap ditempat dia bekerja pada tanggal 26 April 2011. Dan Lenford Crawford yang merupakan tersangka terakhir yang ditangkap, memasuki ruang tahanan di Brampton pada tanggal 4 Mei 2011.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Persidangan Jennifer dan keempat orang lainnya dimulai pada tanggal 19 Maret 2014 di pengadilan Newmarket dan berlangsung selama sepuluh bulan. Kesemuanya mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama, percobaan pembunuhan, dan konspirasi untuk melakukan pembunuhan terhadap orangtua Jennifer.

Di persidangan, pihak kepolisian menghadirkan bukti-bukti yang mencakup pelacakan lengkap pergerakan perangkat seluler dan lalu lintas pesan teks, termasuk lebih dari 100 pesan yang dikirim antara Jennifer dan Daniel dalam waktu enam jam sebelum pembunuhan dilakukan. Bukti selanjutnya bersifat atipikal dan berfokus pada pembobolan, perampokan, penembakan, dan penyimpangan yang disebutkan dalam kesaksian Jennifer.

Selain itu obsesi Jennifer terhadap kekasihnya Daniel, kurangnya emosi yang sebenarnya dan pengakuan tentang serangan itu, serta pengakuan atas trauma yang dia alami juga dijadikan perincian. Dan ketidakberesan yang utama adalah kenyataan bahwa Jennifer tidak diserang, ditutup matanya, dibawa ke ruang bawah tanah, atau ditembak.

Kesaksian ayah Jennifer yang sangat berbeda dari kesaksian yang diutarakan oleh Jennifer sendiri dianggap merusak kredibilitasnya, seperti halnya ketidakmampuannya untuk menciptakan kembali kondisi dimana dia menghubungi 911 ketika tangannya terikat dibelakang. Persidangan ini menghadirkan lebih dari 200 barang bukti, dan lebih dari 50 orang saksi yang bersaksi di pengadilan.

Pada tanggal 13 Desember 2014, pengadilan memutuskan bahwa Jennifer Pan, Daniel Wong, David Mylvaganam dan Lenford Crawford dinyatakan bersalah dan masing-masing menerima hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 25 tahun.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi OrangtuanyaEric Carty


Pada awalnya Eric Carty diadili secara bersamaan dengan pelaku lainnya. Namun pengacaranya yang bernama Edward Sapiano jatuh sakit, sehingga pada musim panas tahun 2014 kasusnya dinyatakan sebagai pembatalan sidang. Dan pada bulan Desember 2015, Eric Carty dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah dia mengaku bersalah karena ikut serta dalam konspirasi untuk melakukan pembunuhan terhadap orangtua Jennifer. Dia berhak mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani sembilan tahun masa tahanan.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Ayah Jennifer dan adiknya yang bernama Felix, mengajukan permohonan agar pengadilan memberikan perintah untuk melarang Jennifer menghubungi anggota keluarganya yang masih hidup. Meskipun keberatan diajukan dari pihak pengacara pembela Jennifer, namun hakim justru mengabulkan permohonan ayah dan adik Jennifer. Selain itu, Jennifer juga dilarang untul menghubungi kekasihnya Daniel.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Pada tahun 2016, Jennifer mulai menjalani hukumannya di Grand Valley Institution for Women di Kitchener, Ontario. Sedangkan Daniel yang sebelumnya ditahan di Lindsay, Ontario, dipindahkan ke Collins Bay Institutionin di Kingston, Ontario. David Mylvaganam ditahan di Atlantic Institution di Renous, New Brunswick. Lenford Crawford ditahan di Kent Institution di Agassiz, British Columbia. Eric Carty, yang meminta untuk dipindahkan ke penjara federal di Kanada Barat, masih menunggu di Unit Penilaian Millhaven. Dia kemudian dipindahkan ke Kent dan meninggal di selnya pada tanggal 26 April 2018.

Ketika Seorang Anak Menyewa Pembunuh Untuk Menghabisi Orangtuanya


Sekian, dan terimakasih.

*

*

*


sumber 1
sumber 2


Diubah oleh marywiguna13
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 35 lainnya memberi reputasi
34
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 10 dari 12
09-07-2019 05:36
Quote:Original Posted By lintanghf11
Saking stressnya sampe gabisa mikir jernih gan padahal namanya hubungan anak sama ortu bisa diomongin baik baik kalo ada apa apa yakan


hehehe dunia agan sederhana sekali, agan pasti dari keluarga baik2
profile-picture
profile-picture
marywiguna13 dan maskman13 memberi reputasi
2
09-07-2019 05:47
ane gabakal gitu nanti kalo punya anak gan
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 06:27
Intinya anak jangan dijadikan obsesi..
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 06:37
Quote:Original Posted By IamtheTable
Ortunya 11 12 sama ane,tp ane gak pernah kepikiran buat ngehabisin nyawa ortu ane emoticon-Takut
Malah ane kepirikan buat bunuh diri


Karena ente masih normal gan...cw yg diartikel kayanya psikopat
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 06:53
dasar anak durhaka 😂
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 07:12
Coba klo si bapak n si anak bisa saling memaafkan secara tulus, krn walobgmnpun masing2 udh salah.. biar jd happy ending, yg lalu biarlah berlalu ga bakal bisa dirubah
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 07:32
serasa baca novel thriller
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 07:35
apa ada versi filmnya? asik nih cerita ttg ambisi orgtua yg menyesatkan anak
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 07:36
Quote:Original Posted By sandmaster
dasar anak durhaka 😂


Salah didik mneurutku. Ortu terlalu obsesi menjadikan anaknya perfect. Sementara anak tak bisa memenuhi semu itu jadiny pemberontakan itu
0
09-07-2019 07:36
Gw ngerti neh rasanya...
Kadang ortu dah diomongin baek2 tpi ttp ga ngerti n msih kolot aj bahkan yg parah malah sok tau ngehujat....
Cuman parah sih ampe ngebunuh sgala, biar gimanapun ortu kan yg ngelahirin n ngebesarin...knapa g kabur aj mulai hdup baru apalagi dah mandiri...
Diubah oleh maskman13
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 08:04
vietcong keras lur
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 08:16
efek mendidik tapi tidak diberikan dasar norma. ujung2nya orang tua akan makan getah nya.
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 08:25
anaknya psikopat gini mending direbus ini emoticon-Hammer (S)
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 09:04
Quote:yang salah orang tuanya lah, anaknya itu justru korban dari orang tuanya


HONK HONK

selamat datang di era progresif.
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 09:08
Mungkin stress efek tuntutan orangtuanya terlalu tinggi kali ya... Dituntut harus berprestasi, harus ikut kemauan orangtua, bahkan dibatasi bersosialisasi. Stress jadi gak bisa berpikir jernih
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 09:28
ambil hikmahnya sj gan.
1. jgn terlalu overprotective
2. jgn terlalu memberi tekanan pada anak
3. biarkan anak bebas tp tetap diawasi
4. berbohong tdk akan menyelesaikan masalah
5. awasi anak saat di t4 yg jauh (sesekali)
6. menghilangkan nyawa org adalah perbuatan bodoh
7. lebih baik jujur jika tidak bisa (ane yakin keluarga akan bisa menerima meski bkn secara instan)
8. kekayaan belum tentu dapat hidup bahagia
9. komunikasi adalah kunci utk mengatasi masalah
10. jgn terlalu percaya terhadap org lain (lbh baik dipastikan)
11. jika ingin tahu kondisi anak lbh akurat dpt diketahui dari temannya
12. hadapi sj hidupmu pasti ada jalan yg terbaik
13. bertobat dan saling memaafkan (yg ini opini sendiri, gk ada di cerita)
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 09:41
Karena manusia bukanlah robot atau program yang bisa di-coding seenak jidat.
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 10:04
Quote:Original Posted By maskman13
Gw ngerti neh rasanya...
Kadang ortu dah diomongin baek2 tpi ttp ga ngerti n msih kolot aj bahkan yg parah malah sok tau ngehujat....
Cuman parah sih ampe ngebunuh sgala, biar gimanapun ortu kan yg ngelahirin n ngebesarin...knapa g kabur aj mulai hdup baru apalagi dah mandiri...


Ya itulah jelek ortu2 yang punya cara didik kolot, terutama di Asia nih yang menganggap lebih tua=lebih benar.

Mendisiplinkan anak itu penting banget biar anak tau etika, tapi kalo ampe abusive dan overprotective ya ibarat mereka berpotensi membesarkan suatu monster yang nantinya akan bikin celaka mereka sendiri.

Yang jadi masalah kita gak tau kondisi psikologi si anak, kalau psikologi anak sehat ya masa kecil yang abusive gak akan jadi masalah buat mereka. Tapi kalo anak mereka ternyata punya penyakit psikologis ya siap2 aja.. You reap what you sow.
Diubah oleh doombringer2211
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
1
09-07-2019 10:12
Quote:Original Posted By doombringer2211
Ya begitu deh jeleknya asian parenting
Selalu protektif dan mendisiplinkan anak secara keras sampai lupa kalau anak juga manusia. Gak heran anak ampe bunuh ortunya sendiri. Disini bukan berarti anak ini gak salah. Dia pun juga menganggap berbohong ibarat makanan sehari2 demi menyenangkan orang tua. Disini lah seharusnya orang tua menghargai kejujuran anak, bukannya udah jujur malah digaplok.

Memang parenting yang kolot nan barbarik udah saatnya ditinggalkan. Disini juga bukan brarti anak gak boleh didisiplinkan, tapi carilah cara mendisiplinkan anak tanpa perlu abuse. Tanpa perlu si anak ngerasa ortunya protektif.

Selain itu kita juga gak tau masalah psikologis anak juga. Mendisiplinkan terlalu over anak yang punya masalah psikologis kayak gini pasti ibarat you reap what you sow. Ane yakin tu anak gak ada penyesalan setelah ngebunuh ortunya.


Selama gw pelajarin orang-orang sekitar gw, gw banyak ngeliat anak-anak asia selalu hidupnya didominasi oleh ortu.
Ngajar anak bukan kaya cara barak tentara yang dimana tentara hanya menjawab "YES SIR!" atau "AFFIRMATIVE SIR!"
Di dalam satu keluarga, yang berprestasi malah disayang dan disanjung.
Sedangkan yang bodoh malah mendapat santapan hinaan dan kekerasan fisik.
Mana tidak tahu ketika buah hatinya dapat perlakuan tidak baik dari luar.
Ancaman demi ancaman mempengaruhi psikologi anak.
Ketika diprotes mereka(para orangtua) mengelak "INI DEMI MASA DEPAN LU!!!!!! GW DIKERASIN SAMA ORTU KAGAK GW NGELAWAN!!! LU BELON BISA KASIH MAKAN GW!!! LU MALAH BIKIN GW KESEL!!!! KALO GW NGA KERAS, LU NGA BISA MAKAN!!!!!!!"

Makanya kasus anak membunuh orangtua atau anak bunuh diri kadang terjadi karena adanya tekanan-tekanan dari pihak keluarga dan lingkungan yang mempengaruhi psikologis anak.

Gw anggap pintar dan bodoh itu sama. Kadang yang bodoh aja bisa mikir, yang pintar saja nga bisa pake logika kalau berpikir.
Anak biarkan mereka menempuh jalan masing-masing. Telapak, garis tangan anak berbeda mengapa harus disamakan?
Diubah oleh jengkling
profile-picture
profile-picture
marywiguna13 dan doombringer2211 memberi reputasi
2
09-07-2019 10:20
Quote:Original Posted By jengkling
Selama gw pelajarin orang-orang sekitar gw, gw banyak ngeliat anak-anak asia selalu hidupnya didominasi oleh ortu.
Ngajar anak bukan kaya cara barak tentara yang dimana tentara hanya menjawab "YES SIR!" atau "AFFIRMATIVE SIR!"
Di dalam satu keluarga, yang berprestasi malah disayang dan disanjung.
Sedangkan yang bodoh malah mendapat santapan hinaan dan kekerasan fisik.
Mana tidak tahu ketika buah hatinya dapat perlakuan tidak baik dari luar.
Ancaman demi ancaman mempengaruhi psikologi anak.
Ketika diprotes mereka(para orangtua) mengelak "INI DEMI MASA DEPAN LU!!!!!! GW DIKERASIN SAMA ORTU KAGAK GW NGELAWAN!!! LU BELON BISA KASIH MAKAN GW!!! LU MALAH BIKIN GW KESEL!!!! KALO GW NGA KERAS, LU NGA BISA MAKAN!!!!!!!"

Makanya kasus anak membunuh orangtua atau anak bunuh diri kadang terjadi karena adanya tekanan-tekanan dari pihak keluarga dan lingkungan yang mempengaruhi psikologis anak.

Gw anggap pintar dan bodoh itu sama. Kadang yang bodoh aja bisa mikir, yang pintar saja nga bisa pake logika kalau berpikir.
Anak biarkan mereka menempuh jalan masing-masing. Telapak, garis tangan anak berbeda mengapa harus disamakan?


Ya itu gan namanya cuci otak...
Selama ini kita dibilang kan orang tua pukul anak karena orang tua sayang anak. Lalu ada juga yang bilang mukul anak biar anak tau disiplin dan mentalnya kuat. Ane sempet mikir macem di Norwegia yang bahkan mukul anak aja bisa dipenjara. Mereka buktinya tetep bisa sukses, punya attitude, dsb.

Memang pada dasarnya orang Asia itu masih banyak banget yang pemikirannya kolot, terbelakang, tradisionalis. Seolah2 nilai leluhur dan ketimuran itu udah paling benar. Gak yang di China, Korea, Jepang, apalagi di sini. Negara boleh maju, tapi kemajuan negara gak sebanding dengan kemajuan mental orang2nya. Gak heran kek di Jepang sm Korea banyak kasus bundir.
Diubah oleh doombringer2211
profile-picture
profile-picture
marywiguna13 dan jengkling memberi reputasi
2
Halaman 10 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.