alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c30899682d4955fd87b44d0/aku-suci-true-story-17
Lapor Hansip
05-01-2019 17:40
AKU SUCI (True Story 17+)
Past Hot Thread
AKU SUCI (True Story 17+)
Broken Home. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian ya, jujur saja gua baru beberapa tahun lalu tau istilah ini. Kata itu mungkin paling dibenci oleh semua orang, termasuk diriku yg sudah merasakan dan mengalami hal itu. Yah semua orang tidak ada yg menginginkan hal itu, karena kita semua menginginkan yg terbaik untuk keluarga kita. Bukan begitu?

Pacaran sama kaka tiri, nemenin tidur kaka tiri. Dulu gua hanya baca hal kaya gitu di cerita-cerita dewasa yg kemungkinan besar juga fake/palsu. Tapi sekarang semua itu terjadi di kehidupan nyata. Dan gua sekarang melihat hal itu sangat biasa atau tidak aneh. Berbeda dengan dulu yg membaca ceritanya saja keringet bercucuran sampai celana basah dan napas ga beraturan (apaan sih? emoticon-Hammer )

Sebelumnya perkenalkan nama aku Dika umur sekarang 20 tahun. Enakan aku atau gua sih bahasanya? Gua aja kali ya? Oke deh!.

Sebenernya gua asli Jawa tapi karena sudah lama di Ibu Kota Jadi sudah terbiasa pake Bahasa Indonesia tapi bagusnya tidak sedikitpun bahasa Jawa gua hilang atau gua lupakan karena asal usul memang kudu selalu dijaga dan diingat. Gua udah lumayan lama liat2 cerita di forum ini khususnya curhatan orang2 di hth dan jadi tertarik sama forum hth & sfth karena tidak sengaja waktu itu lagi nyari2 cerita horor di google dan nyasar masuk ke forum ini jadi tau ada tempat untuk mencurahkan isi hati atau pengalaman unik kaya hth & sfth ini dan bagusnya daftar kaskus gampang ga ribet tanpa perlu ktp kk (dikira mau kredit motor kali emoticon-Big Grin).

Mohon ijin buat belajar nulis pengamalan hidup disini, kalo berantakan dan kurang dipahami tulisanya atau ada salah tempat mohon dikritik dan luruskan ya karena memang gua belum terlalu paham dengan fitur2 kaskus. Sebelumnya terimakasih dan happy reading gan/sis emoticon-Smilie
AKU SUCI (True Story 17+)


PART 1

Quote:Kampung Yang Asri

Suara burung berkicau menandakan fajar, sangat indah burung itu bersautan terdengar. Di halaman depan rumah juga terdengar sapu lidi bergesekan degan tanah. Yah itu suara ibu sedang membersihkan halaman depan, rutinitas yg selalu dilakukan setiap pagi oleh ibuku setelah selesai memasak sarapan. Kebetulan hari ini adalah hari minggu dimana banyak acara seru dan favorit tayang di tv. Bapak aku lihat sudah tidak ada mungkin sudah berangkat ke sawah untuk melihat padi yang hampir siap dipanen. Hari ini ibu mengajaku ke kebun untuk memetik tomat dan cabe yang sudah memerah, itu adalah hal yang paling aku sukai ketika libur sekolah, membantu ibu dan bapak memetik tomat dan terkadang aku menemukan beberapa jenis buah di kebunku yang sudah matang di pohon dan mengambilnya dengan antusias.

"Hati-hati manjatnya nak.."
"Nggih bu ini hati-hati.."

Akupun memanjatnya dan medapatkan 3 buah jambu klutuk atau biji yang sudah matang dan bergegas turun. Aku benar-benar bahagia dengan kehidupanku yg serdehana ini, rumah yang dikelilingi pohon mangga, kelapa juga nangka dan ada sungai kecil juga yang mengalir didepan rumah mengairi sawah-sawah di samping rumahku.

Sampai suatu ketika ibu menerima tawaran bekerja dikota, bapak dan aku benar-benar merasa keberatan karena semua pasti akan berubah apabila ibu bekerja keluar kota karena tidak ada yg mengurus rumah dan lainya. Tapi tekad ibu sudah bulat memutuskan untuk menerima tawaran itu dan bapak pun mengizinkannya meskipun dengan gestur berat hati.

**Stasiun

Pukul 3 sore aku, ibu dan bapak sampai di stasiun kereta. Hari ini adalah keberangkat ibu ke kota untuk bekerja, dengan berat hati aku melepaskan pelukan ibuku.

"Ibu berangkat dulu ya nak, jangan nakal dirumah nurut sama bapak ya dan harus bisa bangun pagi sendiri mulai besok.. nanti kalo butuh apa2 kabari ibu aja ya.. ibu berangkat dulu.." ucap ibu sambil mengecup kening dan pipiku.

Setelah berpamit denganku dan bapak ibu masuk kedalam gerbong kereta dengan mata yang berkaca-kaca melihatku menangis tidak rela melihat kepergian ibu ke kota. Bapak disampingku mengusap-usap kepalaku dan berjanji akan membelikanku bola sepak baru sepulang dari sini. Aku sedikit terhibur dengan tawaran itu. Kereta pun berangkat ibu melambaikan tangan dari dalamnya, perlahan-lahan ibu menjauh dan tak terlihat dari pandanganku. Memang dari kecil aku tidak bisa jauh dengan ibu paling jauh ibu pergi belanja kepasar itupun aku bawel bertanya berapa lama dan kapan pulang secara terus-menerus.

"Ayo pulang le.."
"Dika boleh nyusul ibu ga pak?"
"Boleh, tapi nanti kalo kamu sudah lulus sekolah dan siap kerja, makanya belajar yg bener ya kamu biar bisa kerja sesuai yg kamu mau di kota. Ayo pulang udah sore nanti keburu tutup toko bolanya.."

Aku hanya mengangguk dan berulang kali melihat ke arah peron berharap kereta yg dinaiki ibu kembali lagi, tapi hal itu tidak mungkin terjadi.

**
Hari ini pertama kalinya aku dan bapak menjalani hidup tanpa ibu, biasanya pagi hari ada yg menyiapkan seragam sekolah dan sarapan tapi kali ini aku harus mempersiapkan itu sendiri dibantu bapak yg terlihat sangat tegar tidak sepertiku.

"Itu bapak sudah buatin ubi rebus buat bekel uang jajan kamu biasa di meja tv ya le, bapak mau ke kelurahan dulu"
"Iya pak, hati-hati ya pak.."

Bapak pergi bekerja dengan menggunakan motor tua kesayangannya. Sedangkan aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, karena memang jarak rumah ke sekolahku sangat dekat. Kebetulan aku anak satu-satunya dikeluarga ini jadi tidak ada adik atau kaka yg menemaniku.

Hari terus berlalu dan berganti, ibu sudah 3 bulan lebih bekerja dikota aku benar-benar merindukan sosoknya yg sangat membantuku dan benar-benar menjadi ibu yg sempurna untuku. Kali ini peran ibu sudah digantikan oleh bapak, beliau beperan sebagai kepala keluarga juga sekaligus sebagai ibu untuku dan dia juga sangat menyayangiku seperti ibu.

Hari ini sepulang sekolah aku sangat bahagia karena ada tukang pos mengantar paket dari ibu untuku. Saat aku buka ternyata isinya dua buah sepatu yg terlihat untuku dan bapak dan juga ada sebuah handphone keluaran terbaru yg sudah bisa kamera dan mp3, dimana hanya baru beberapa orang saja yg sudah memiliki handphone seperti itu disini karena memang dijaman itu harganya lumayan mahal.

**
Bulan terus berganti, ibu yg biasanya selalu menelepon dan memberi kabar setiap 3 hari sekali tapi 3 bulan kebelakang sudah jarang memberi kabar kepadaku dan bapak. Dan yg membuatku bingung sekalinya ibu menelpon bapak, selalu saja mereka bertengkar ditelepon, entah karena apa mereka seperti itu yg pasti aku sangat terpukul karena baru kali ini aku melihat bapak semarah itu kepada ibu. Aku benar-benar merasa semua sudah berubah dan tidak seindah dulu.

**
Hari ini ibu pulang dari kota, tapi entah kenapa suasana dirumah tidak seperti yg aku inginkan, lagi-lagi bapak dan ibu bertengkar dan kali ini lebih hebat sampai2 piring dan gelas pecah terlempar dan hampir melukai bapak. Aku hanya bisa berteriak "stop.. stop.. malu didengar tetangga"

"Aku mau kita pisah mas..." suara ibu berteriak

Aku yg mendengar itu hanya terdiam lemas dan tidak menyangka ibu yg selama ini aku hormati dan sayangi bisa mengeluarkan kata2 seperti itu, aku merasa ibu sudah benar-benar berubah.

"Yowis kalo itu maumu aku gabisa melarang, semoga kamu bahagia karo sing anyar.. Gusti Allah mboten sare aku ikhlas.." Bapak menjawabnya dengan tenang dan tersenyum.

Aku lagi2 hanya bisa terdiam semakin bingung dengan apa yg sedang terjadi, bapak menyuruhku masuk ke kamar sedangkan ibu merapihkan baju ke koper dan bergegas pergi tanpa aku bisa mencegahnya.

Apa ini yg kala itu bapak khawatirkan sehingga beliau tidak langsung mengijinkan ketika ibu mau bekerja dikota. Aku melihat bapak begitu tegar tapi aku yakin hatinya sangat kecewa dengan yg sudah terjadi. Perpisahan yg selama ini aku tidak pernah pikirkan hari ini terjadi dan terucap dari mulut kedua orang tua yg aku sangat sayangi.

"(Tok tok tok..) le tidur ya?"
"Belum pak masuk aja"
"Bapak mau ada yg diomongin sama Dika.." ucap beliau masuk

"Dika kan cowok udah gede udah mau masuk sma jadi pasti Dika tau mana yg baik dan buruk, ibu udah punya pilihan sendiri dan besar kemungkinan bapak gabisa ngurusin kamu lagi le jadi bapak mau pesan dengan siapapun kamu tinggal nanti tetep jadi anak yg baik dan berbakti sama orang tua ya.."

Ucap Bapak dengan wajah yg begitu kuat, aku mulai paham dengan apa yg sudah terjadi. Aku hanya bisa memeluk Bapak tanpa bisa berkata apa-apa.
Hari berganti tetangga sekitar sudah tau semua dengan apa yg terjadi dikeluargaku apalagi hidup di kampung yg orangnya sangat care dan selalu mau tau dengan apa yg terjadi di sekitarnya. Bapak belakangan ini juga banyak diam dan banyak menghabiskan waktu di masjid.

Seorang pengacara datang kerumahku dengan membawa sebuah surat dan bertemu dengan bapak.

"Sudah resmi ya pak, silahkan bapak baca dan tanda tangan disini. Hak asuh dimenangkan pihak perempuan ya pak.."

Kurang lebih seperti itu yg aku dengar dari obrolan mereka diruang tamu. Rasanya seperti mimpi, beberapa bulan yg lalu kami bertiga masih bercanda bersama tapi hari ini semuanya sudah berubah. Coba saja ya waktu itu ibu ga nerima tawaran itu pasti ini semua tidak akan terjadi. Andai waktu bisa diputar pasti aku bisa mencegahnya agar semua baik-baik saja. Tapi nasi sudah menjadi bubur.

Pengacara itupun bergegas pergi setelah menghabiskan teh di gelas. Bapak hanya terdiam melihat surat itu.

"Pak.. boleh Dika baca surat itu?"
"Eh kamu le, tolong beliin bapak obat sakit kepala sama koyo ya ke warung depan.." ucap bapak mengalihkan ucapanku

Saat berjalan ke warung hampir saja aku menginjak ular berwarna hitam putih yg sedang bersembunyi dibalik dedaunan, refleks aku menyebut nama Tuhan dan mengusir ular itu dengan kayu.

"Kamu yg sabar ya dik, semua orang yg hidup pasti ada cobaan dan kali ini keluarga kamu yg lagi di uji seperti ini.. tetep jadi anak yg baik ya" ucap tetanggaku atau pemilik warung
"Nggih bu.. matursuwun sanget.." jawabku sambil memberikan uang

Sampainya di rumah aku melihat bapak sedang mengemas barang-barang dan bajunya.

"Loh bapak mau kemana?"
"Besok bapak ijin pulang ke rumah mbah ya le, bapak udah ga ada hak tinggal disini lagi.. Lusa ibu kamu dateng jadi besok kamu dirumah bude dulu ya.."
"Kalo gitu Dika ikut bapak aja daripada ikut ibu"
"Lee.. kalo kamu ikut bapak nanti bapak salah. Inget pesen bapak kemarin toh, harus nurut dan tetep jadi anak baik ya dimanapun dan sama siapapun kamu tinggal nanti.."
"Tapi pak.."
"Kamu nanti kapan aja bisa ketemu bapak dan boleh main ke rumah mbah.. saiki kamu turu sesuk sekolah.. nurut yo.."

Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Malam ini mataku susah untuk dipejamkan mengingat masa-masa indah yg dulu terbangun di keluarga ini sudah hancur karena orang ketiga. Ibu yg aku sangat hormati telah melalukan kesalahan dengan menyakiti bapak yg sudah mati2an menjaga keluarga ini. Siapapun laki2 itu aku bakal membuat perhitungan kepadanya.
Diubah oleh d11kaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
die31 dan 126 lainnya memberi reputasi
119
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 70 dari 107
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
07-07-2019 00:22
Inilah kehidupan, terkadang keinginan tidak sesuai dengan kenyataan...
Menunggu digantung tanpa secercah harapan...

Gan, sehat?
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
07-07-2019 04:44
jejak gann.. uda gak sabar tunggu update nya
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
07-07-2019 05:56
nunggu updatean sambil nyantai 😊
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
07-07-2019 18:51
Yang dinanti nanti kembali hahaha segera di gaspool kelanjutannya ganku, selama berbulan2 bolak balik cek thread ini tapi nihil sampe pindah ke thread lain buat luangkan waktu nunggu dinda wkwkwk
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
07-07-2019 22:54
Gw salut juga sama naya.. berani karena nafsu.. haha
profile-picture
profile-picture
fuddien dan d11kaa memberi reputasi
2
08-07-2019 04:38
Quote:Original Posted By kerupuklatos
Lu kali yang bacot, sat. Para TS disini nulis buat ngisi
waktu luang dan nyalurin hobi nulisnya, ga dibayar sama elu.

Kalau mau cari yang niat nulis, ya lu beli novel sono tong emoticon-Lempar Bata


Yaelah bocah begitu jajan aja masih minta emaknya yg ngumpulin dikit2
Diubah oleh aan2604
profile-picture
profile-picture
d11kaa dan alvicenasanjaya memberi reputasi
0
08-07-2019 12:22
Tsnya da kemana lagi ni update dong mas
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:10
PART 23


Quote:"Bagaimana sah??" Ucap pak penghulu

"Saaaahhh..." serentak orang2 menjawab

"Alhamdulilah...." (diteruskan memanjatkan doa)

Senyum bahagia nampak jelas terpancar dari wajah Bapak dan juga istri barunya yg duduk disampingnya, terlihat lebih muda dari beliau. Akhirnya ya pak sekarang bapak mendapatkan pengganti ibu, belum pernah Dika melihat bapak sebahagia ini semenjak berpisah dengan Ibu.

Bahagia terus ya pak Dika sayang bapak, Dika selalu mengharapkan yg terbaik buat bapak. Tidak terasa air mata mentes di pipiku. Sekarang perasaanku campur aduk bahagia melihat kehidupan baru Bapak juga sedih mengingat masa-masa sebelum ibu pergi ke kota dan merubah semuanya. I'm oke dan aku harus bisa ikhlas atas semuanya, ini jalan Tuhan dan semua sudah berubah aku juga harus menikmati hidupku yg sekarang, lagi2 aku mencoba menguatkan diriku sendiri.

Meskipun aku sedikit telat tapi aku bersyukur masih bisa menyaksikan acara yg sakral ini, semua gara2 orang bodoh yg melempar telor ke kaca bus sehingga tadi menyebabkan perjalananku tertunda untuk beberapa saat. Entah kenapa dari kemarin banyak banget orang yg suka melempari kaca bus dengan sesuatu entah hanya sekedar iseng atau ada dendam pribadi, tapi yg mereka lakukan itu benar2 hal bodoh dan membahayakan banyak orang.

Dinda di sampingku tersenyum dibarengi elusan lebut tanganya ke bahuku mencoba menguatkanku.

"Ada saatnya nanti lu juga benar-benar bahagia dik emoticon-Smilie"

Aku membalasnya dengan senyuman, acara pernikahan Bapak dibuat sangat sederhana dan hanya mengundang keluarga kedua belah pihak juga tetangga terdekat.


"Kae Dika apa ? Dika.."

"Olaha iya Dika yung.. kene2 dik.. teka kapan sih? Deneng ora kabar2?

"Oalah bener koe ternyata ya le putune biyung.."

Suara dua perempuan mengalihkan pandanganku dari Dinda dan membuat semua orang sekarang mengarahkan pandanganya ke arahku, akupun refleks mengelap mata dan memasang wajah biasa lagi lalu tersenyum. Dua perempuan itu adalah Mbah Biyung (nenek ku) dan Mbak ku, anak dari Pak de ku yg disini.


"Tambah putih koe dik.." ucap seseorang yg mukanya aku kenal tapi aku lupa nama

"Apa gie mas Dika mak? Deneng beda banget yah" seorang anak bertanya sama ibunya sambil mencoba menghafalkan wajahku

"Jan urip nang kota sih yah dadi kaya wong korea siki" ucap seorang bapak2 yg dulu pernah membantuku saat aku jatuh dari pohon belakang rumah

"Gie pacarmu apa dik? Ayu temen" ucap cowok sepantaranku yg wajahnya tidak asing, oh iya aku ingat dia adalah teman meledeki monyet yg ada di rumah depan sana dan temen maling buah jambu milik tetangga dulu.

Aku hanya membalas kata2 yg keluar dari mulut mereka dengan senyuman dan sambil berjalan ke arah Bapak dan Mbah ku berada. Bukanya aku sombong tidak mau mengucapkan sepatah kata tetapi aku benar2 malu karena sudah sangat lama aku tidak ke sini jadi sekarang merasa seperti orang asing.

Mbah langsung refleks memelukku dengan sangat erat lalu suaranya berubah. Mbah menangis sembari memelukku banyak kata yg terucap dari beliau, kata2 yg menjelaskan dan menguatkan ku atas semua yg terjadi juga rasa kangenya kepada cucunya ini yg dulu hobi minta uang untuk membeli es potong yg suka lewat di depan rumah Mbah.

Aku tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa menatap mbah lalu salim kepada beliau juga diikuti oleh Dinda.


"Selamat ya pak, Dika ikut bahagia dan semoga ini jadi yg terbaik buat bapak .." aku salim dan tersenyum kepada Bapak

"Iya le.. iki ibumu le.." Bapak memperkenalkan wanita yg ada disampingnya

"Selamat ya.. aku titip Bapak dan jaga Bapak dengan baik yah.. emoticon-Smilie"

"Iya mas pasti emoticon-Smilie" balasnya ramah

"Ini siapa le?" Tanya Bapak

"Oh iya Dika lali pak, iki mbak tiriku Dinda jenenge.." aku memperkenalkan Dinda

Setelah selesai, Bapak dan Mbah menyuruhku dan Dinda untuk istirahat sedangkan Bapak lanjut menerima tamu yg datang.

Karena banyak saodara dan kamar juga penuh oleh saodara Bapak, aku dan Dinda disuruh istirahat di kamar mbah.

"Dika maem ya, mbah jukutna?"
"Ndu maem juga ya bareng Dika?

Mbah menawari kami, belum sempat kami menjawab mbah sudah bergegas dan berkata..

"Maem ben tambah lemu aja isin2 le, nek ra gelem maem mbah dulang ngko.."

"Dulang?" Tanya Dinda samping dengan wajah bingung

"Disuapin ka"

"Pasti lu cucu kesayangan ya? Gua liat mereka sayang banget sama lu"

"Mungkin ya ka, aku gatau"

"Jadi envy.." ucap Dinda dengan memasang wajah cemberut

"Envy si apa ka?"

"Iri Dika.. masa gatau.." jawab Dinda sambil menaruh tasnya

"Eh.. hehe maklum orang kampung ka, aku mau ke belakang dulu ya.."

"Dika bentar ih..." panggil Dinda

"Ya Tuhan sebentar doang ka, udah kaya ditinggal jauh aja.. iya Dika tau ko kaka gabisa jauh sama ade kaka yg gemesin ini"

"Idih pd.. gua ngantukk banget dik.." ucap Dinda manja

"Yaudah tidur aja ka itu kan kosong.."

"Ga enak sama nenek.."

"Segala ga enak yg penting kaka tidurnya pake baju itu aja, jangan pake tang top doang kaya biasa di rumah ya.."

"Yee gausah ngeledek.."

"Lagian orang seneng banget tidur pake daleman doang"

"Aarrgg.. ngeselin bilangin Ibu nih -_-" Dinda mulai kesal

"Yee dasar tukang ngadu, udah ah aku mau ke belakang dulu kaka tidur aja sana, rese kalo lagi sadar soalnya.. wleee.." ledeku sambil lari beranjak dari hadapan Dinda.


***

Selesai kebelakang aku lihat Mbah sedang menyiapkan gelas, akupun mendekatinya. Oh iya Kabupaten tempat mbahku berada ini bahasanya sedikit berbeda dengan di Desaku, di sini bahasa Jawanya lebih kasar.

"Rene tak rewangi mbah.."

"Kamu le, Biyung kira siapa.."

"Mbah Biyung sehat kan?"

"Sehat le, tambah gagah ya putune biyung.." (Sehat le, tambah gagah ya cucunya nenek)

"Dika kan emang gagah dari cilik mbah hehe.."

Kamipun bercanda dan tanya jawab layaknya nenek dan cucu kesayangan yg sudah lama tidak bertemu.

"Pasti baik ya mbah?"

"Sapa le?" Tanya mbah memandangku

"Iku bojone Bapak mbah.."

"Allhamdulilah le bisa nggo brayan Bapakmu.."

"Syukur deh, mbah Dika mau istirahat dulu ya makanya nanti aja.."

"Oh yawis le, pasti kesel ya nang ndalan" (Oh yaudah le, pasti cape ya di jalan)

Akupun kembali ke kamar untuk istirahat setelah sedikit membantu mbah. Sejak kecil aku sudah sangat dekat dengan Mbah, dulu saat Mbah Biyung masih kuat aku sering membantunya mengambil cengkeh di kebunnya dan kebun Bapak saat musim cengkeh tiba. Rata2 orang di kampung sini bertani cengkeh karena memang dataran tinggi dan mayoritas yg tumbuh pohon cengkeh.
Bisa dibilang aku cucu yg paling dekat dengan mbah dibanding cucunya yg lain. Di depan terdengar masih ramai, aku ingin bergabung kesana untuk ikut berbahagia tetapi entah kenapa rasanya sangat berat sehingga aku memilih mengambil earphone dan mendengarkan lagu sambil merebahkan badan dilantai. Sedangkan Dinda aku lihat sudah pules tidur di ranjang. Dasar pelor kamu ka.

***


Jam menunjukan pukul 15:50 rumah Mbah juga sudah mulai sepi hanya tinggal beberapa kerabat, sekitar satu jam aku melepas rindu mengobrol dengan Bapak dan adzan ashar pun berkumandang. Bapak mengajaku untuk solat bersama, moment seperti inilah yg sudah lama aku tidak rasakan menjadi makmum dibelakang beliau dan Bapak sebagai imam solat juga sebagai imam dalam keluarga. Sekarang di saft belakangku bukan Ibu lagi seperti dahulu tetapi wanita baik yg sudah menggantikan posisi Ibu dan akan menjaga Bapak dengan baik pastinya.

"Selamat menempuh hidup baru pak, Dika sayang bapak"

Lagi2 air mata menetes mengiringi doa yg aku panjatkan.


Skip..

[Day 2]


Siang ini sebelum aku dan Dinda pulang ke Jakarta aku mengajak ka Dinda ke kebun cengkeh di pegunungan atas dengan sebelumnya tidak lupa membawa bekal minum dan makanan ringan karena di atas sana tidak ada warung apalagi mini market. Selain ingin melihat pohon2 cengkeh yg sedang tumbuh bermekaran aku juga ingin menikmati suasana yg asri dan indah sekaligus ingin bernostalgia masa kanak2 dulu.


"Ih bagus banget si dik, itu apa yg ijo2 lebar banget? Terus itu kok yg jauh di sana kaya air?" Ucap Dinda terkagum

"Itu lapangan bola ka.." jawabku ngasal

"Ih masa sih kok lebar banget?"

"Ya bukanlah, itu hamparan sawah kakakuh yg gemesin kaya bakpau kantin sekolah.."
"Nah kalo yg biru2 itu bener itu air, itu laut selatan kak beruntung kita kesini pas langit cerah jadi bisa liat laut juga" lanjutku

"Bagus banget.. pasti yg rumahnya disini seneng ya tiap hari liat pemandangan indah kaya gini"

"Biasa aja ah, kaka aja yg norak.." godaku ke Dinda

"Issh ko ngeselin yak.. emang bagus ko, bagus banget malahan" jawabnya memukul bahuku

"Dasar bakpau emoticon-Big Grin tuh liat ada yg jalan kaya cacing membelah hamparan sawah.. itu sepur (kereta) ya ka bukan belut"

"Woww.. sumpah lucu gua suka sama tempat ini.." Ucap Dinda berdiri dari duduknya

"Norak ah.. emoticon-Big Grin" akupun bangun dari duduk dan mengambil cengkeh dari batangnya dan menghirup aromanya. Benar2 membuatku mengingat masa2 lalu.


Tempat ini tidak jauh berbeda keadaanya dengan beberapa tahun lalu, hanya beberapa pohon sudah tidak ada dan juga gubuk yg dulu menjadi tempat istirahat sudah tidak ada, mungkin sudah rusak termakan usia. Beberapa selang yg mengalirkan air dari mata air di atas sana juga masih banyak dan berjajar rapih, aku membuka satu selang dan menyiramkan ke wajahku. Eummhh sangat segar terasa airnya di wajahku, sedangkan Dinda sedang asik dengan kamera di hpnya.

***

Langit sangat cerah siang ini pemandangan di hadapan kami mampu mengobati rasa lelahnya mendaki pegunungan ini. Dinda sudah duduk di sampingku lagi, kami berdua sangat menikmati hamparan yg sangat indah ciptaan Tuhan ini.

Quote:Dinda : kalo kita nikah terus bikin rumah di sini kayaknya bakal seru ya dik..


"Uhuukkkk...!!!" aku tersedak minuman ringan yg sedang aku minum mendengar kata2 yg terucap dari mulut Dinda.

Diubah oleh d11kaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reggae321 dan 41 lainnya memberi reputasi
40
08-07-2019 17:10
noh dah dikasih update emoticon-Leh Uga
Gimana agan dika setelah banyak didemo para reader stfh? emoticon-Leh Uga
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:12
yang ditunggu2 akhirnya nongol juga kau dika emoticon-Hammer2
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:14
Setelah di demoo akhirnyaa
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:18
wii update,
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:21
okehhh
di kasih apdet
semangat gan
buat ceritanya
buat RLnya jugaemoticon-Toast
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:23
akhirnya ada update juga
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
d11kaa memberi reputasi
1
08-07-2019 17:23
Habis kena demo warga sfth, pria ini @d11kaa akhirnya update juga. Sekian sekilas info emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
g.gowang dan d11kaa memberi reputasi
2
08-07-2019 17:23
Quote:Original Posted By jennychow
jejak gann.. uda gak sabar tunggu update nya

Silahkan gan 1 dulu ya
Quote:Original Posted By papagenit69
nunggu updatean sambil nyantai 😊

Monggo gan satu dulu emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By Romyalzu
Yang dinanti nanti kembali hahaha segera di gaspool kelanjutannya ganku, selama berbulan2 bolak balik cek thread ini tapi nihil sampe pindah ke thread lain buat luangkan waktu nunggu dinda wkwkwk

Maafkan daku gan emoticon-Embarrassment 1 part meluncur ya hhhee
Quote:Original Posted By Edingo
Gw salut juga sama naya.. berani karena nafsu.. haha

😂😂
Quote:Original Posted By aan2604

Yaelah bocah begitu jajan aja masih minta emaknya yg ngumpulin dikit2

Sabar gan emoticon-rose
Quote:Original Posted By Idrus599
Tsnya da kemana lagi ni update dong mas

Aya gan ieu hhee
Quote:Original Posted By ariid
noh dah dikasih update emoticon-Leh Uga
Gimana agan dika setelah banyak didemo para reader stfh? emoticon-Leh Uga

Ga nyangka pas pertama buka id kaskus dan cek trit ternyata banyak yg menunggu. Jadi merasa bersalah hehehe
Quote:Original Posted By aan2604
yang ditunggu2 akhirnya nongol juga kau dika emoticon-Hammer2

Hehe iya gankuh
Quote:Original Posted By k90abin
Setelah di demoo akhirnyaa

Akhirnya bisa ketemu agan2 lagi disini ya
Quote:Original Posted By aguzsupriyatna
wii update,

Monggo gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Halaman 70 dari 107
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
jampe-popotongan-kisah-nyata
Stories from the Heart
teror-hantu-penunggu-tpu
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.