Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
5057
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0d1bced4397257a321777c/kiara-its-not-easy-like-sunday-morning
Saat diriku sudah merasa baik-baik saja, seseorang mencoba mengetuk, menawarkan kepadaku untuk mengumpulkan kembali serpihan hati yang telah berserakan. Haruskah kubuka pintu dan mempersilahkannya masuk?
Lapor Hansip
09-12-2018 20:42

(Kiara) It’s not easy like Sunday morning

Past Hot Thread
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning

*raw photo taken from actor's official instagram

Hello again! Agan dan Sista kaskuser yang budiman... ini dalam rangka menunaikan janji bikin sekuelnya kisah Kiara nih emoticon-Kiss
Semoga thread ini dapat mengobati kerinduan agan sista sekalian *elah... kaya yang udah ditinggal berabad-abad gitu emoticon-Peace

Bagi yang baru pertama kali nengokin dimari, ini adalah sekuel dari story sebelumnya yang boleh banget deh diintipin di sini: (Kiara) Hidup tak sesimpel masak mie instan

Oh iya, update-annya doain aja semoga kenceng yah. Ini saya lagi sibuk berkutat dengan boks soalnya, riweuh pindahan rumah lintas benua emoticon-Bingung

Oleh karena itu, sangat butuh support dan suntikan semangat dari agan sista sekalian, jangan ragu buat ninggalin komen yak! Saya suka senyum-senyum lho tiap bacain komen. Itu yang bikin semangat buat lanjut ngetik, bener deh emoticon-Kiss (S)

Mohon maaf sebelumnya, semisal dalam penyampaian ceritanya ada kata-kata yang menyinggung pihak-pihak tertentu, sungguh saya tidak bermaksud demikian lho, beneran suer emoticon-Embarrassment



Quote:
Walau tak tahu akan dapat menemukan kebahagiaan kembali,
aku tetap berjalan.
Itu pasti yang akan dikatakannya jika ada di sini.

Saat telah kutemukan diriku sepertinya baik-baik saja,
seseorang mencoba mengetuk,
menawarkan kepadaku untuk mengumpulkan kembali
serpihan hati yang telah berserakan
atau malah tak bersisa lagi.  

Haruskah kubuka pintu dan mempersilahkannya masuk?
Jika itu kulakukan, aku harus siap mempertaruhkan segalanya sekali lagi.

Atau lebih baik kubiarkan saja pintunya tertutup rapat?
Biarkan saja dia berlalu,
dan aku kembali melanjutkan rutinitas ‘normal’ yang membosankan ini.



Part 1 - A new start
Part 1


Karakter terfavorit versi Agan Sista
Makasih yah yang udah sempetin isi polling dan kasih alasan, bikin saya makin semangat loh ini nulisnya emoticon-Embarrassment Ayo yg lainnya yang belum, ditunggu banget lho emoticon-rose
Alasannya
Polling
35 Suara
Siapa sih karakter favorit di cerita ini? Dan kasih alasannya please. Thanks! 
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 38 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Halaman 192 dari 254
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 21:53
Part 61

“B… but…” rupanya dia sudah berlalu tanpa menungguku selesai. (-T… tapi…)

Aku kembali menenggelamkan diri dalam bacaan sulitku, berusaha keras memahami setiap detilnya. Kira-kira satu jam kemudian, HPku berdering. Kekasihku rupanya yang menelpon.

“Assalamu’alaikum.” sapaku.

“Wa’alaikum salam. Masih di kantor ya Sayang?”

“Iya.”

“Udah makan belum? Mau dijemput?”

“Belum makan sih. Pengen sih ketemu sama kamu, tapi kalo kamunya jemput kesini kan jadinya muter jauh. Nanti kamunya capek.”

Dari kantor Ian, kosnya memang berlawanan arah denganku. Aku sangat terbayang bagaimana lelah fisik dan psikisnya kekasihku ini karena urusan pekerjaannya, aku tak mau membuatnya semakin terbebani lagi.

“Beneran gapapa kalo aku ga jemput?” tanyanya lagi.

“Gapapa, aku udah mau pulang kok ini. Nanti sekalian jalan, aku beli makan dibungkus aja. Kamu udah makan Sayang?”

“Belum sih, tadi rencananya mau makan sama kamu. Tapi kalo kamunya gapapa ga dijemput, aku mau turun makan trus lanjut kerja lagi.”

Benar seperti perkiraanku, Ian belum selesai dengan pekerjaannya. Aku tak mau dia bolak-balik dari kosku ke kantornya seperti kemarin malam.

“Nah kan, masih mau kerja lagi. Besok juga masih lembur ya?”

“Iya kayanya sih, semingguan ini masih. Maaf banget ya Sayang. Habis proyek yang ini, mudah-mudahan aku jadi lebih banyak waktu lagi buat kamu.”

“Gapapa kok, aku ngerti. Yaudah, aku mau siap-siap pulang dulu ya. Dah Sayang… Luv u!”

“Iya. Luv u too!”

Aku paham dengan jenis dan seberapa gentingnya pekerjaan Ian saat ini. Dulu di awal pertemuan kami, Ian lebih dapat meluangkan waktunya untukku. Sekarang, kebetulan dia sedang tidak bisa, aku harus dapat maklum dan mengerti. Ya, aku harus mengerti. Toh ini demi masa depan kami.

Kuhela nafas, lalu mulai mematikan laptop dan membereskan barang-barangku. Akan kulanjutkan aktifitas membacaku di kos nanti jika aku masih punya energi untuk tidak terlelap.

Kusandang ransel dan mulai kulangkahkan kaki menuju ruangan Oliver untuk memberi tahunya bahwa aku akan pulang. Terlihat dari kubikalku, secercah cahaya dari ruangan di pojok. Siluetnya yang sedang menghadap layar komputer dapat jelas kulihat.

“Knock knock…” sapaku setelah mencapai pintunya. (-Tok tok…)

“Who’s there?” sahutnya tanpa menoleh. (-Siapa di sana?)

“Hmpfftt… ha ha… I know that game.” tak tahan aku untuk tidak terbahak. (-Hmpfftt… ha ha… aku tau permainan itu)

‘Knock knock who’s there’ adalah permainan anak di negara barat, aku mengetahuinya dari film dan drama seri yang pernah kutonton. Tak kusangka respon darinya seperti ini. Mendengarku tertawa, Oliver menoleh, lalu hanya diam memandangiku. Dapat kulihat semburat senyuman hangat di wajahnya yang terpantul oleh cahaya lampu meja.

“I didn’t expect such a response. You’re so…” (-Aku ga nyangka jawabanmu kaya gitu. Kamu tuh sangat…)

“Yeeeess…? Waiting….” kini wajahnya sedikit terangkat, sorot matanya sangat jahil. (-Yaaaa….? Kutunggu nih……)

“Silly. Couldn’t find any other word to describe.” sahutku masih dengan sisa tawa. (-Konyol. Ga bisa nemu kata lain yg lebih pas)

“Thanks for the compliment.” wajahnya serius tapi semburat senyumnya dapat jelas terlihat. (-Terima kasih pujiannya)

“You’re very welcome.” timpalku tak kalah seriusnya dengan senyum terkulum. (-Terima kasih kembali)

“What’s up?” (-Ada apa?)

“I’m about to leave. Would you still be here for a while or we may walk downstairs?" (-Aku udah mau pulang. Apa kamu masih mau di sini atau kita turun ke bawah barengan?)

“Yeah sure. I’m done as well. Give me two minutes!” Oliver berdiri dan mulai membereskan barangnya. (-Barengan aja. Aku juga udah selesai kok. Beri aku dua menit!)

Kami berjalan beriringan menuju lift, Oliver memencet tombolnya, menunggu pintunya terbuka lalu mempersilahkanku masuk. Dia mengikutiku, lalu memencet tombol GF.

“Tough day ha?” Oliver memulai percakapan. (-Hari yang berat ya?)

“Sort of.” (-Sedikit)

“This is only your second day, and you already stayed this late. I’m impressed.” (-Ini baru hari keduamu, dan kamu udah lembur selarut ini. Aku terkesan)

“Na… it’s not like what you are thinking. I have so many things to digest in a short period of time, that’s the reason. Besides, I have nothing else to do.” (-Enggak kok… ini ga seperti yang sedang kamu pikirkan. Banyak hal yang harus kucerna dalam waktu singkat, itulah alasannya. Lagi pula, aku ga ada kesibukan lain)

Jika Ian lembur dan tidak dapat menemaniku, apa yang akan kulakukan di kos? Paling hanya nonton atau tidur. Lebih baik kugunakan waktuku untuk belajar seperti ini. Selain lebih produktif, ini juga kulakukan untuk mengalihkan perhatianku dari rasa kesepian dan rindu akan kekasihku itu.

“Wanna have something to eat before going home?” begitu pintu lift terbuka, Oliver mempersilahkanku keluar lebih dulu. (-Mau makan bareng dulu sebelum pulang?)

“No thanks. I’ll grab something on my way home.” (-Ga usah makasih. Aku akan beli nanti sekalian jalan pulang)

“Ok. I’ll go this way.” Oliver menunjuk pintu darurat menuju ke basement. “See you tomorrow. Have a lovely night!” dia melambai kepadaku. (-Oke. Aku ke arah sini) (-Sampai besok. Semoga malammu menyenangkan!)

“You too. Take care!” (-Kamu juga. Hati-hati!)

---

Hari ketiga dan keempatku bekerja, masih kulalui dengan banyak belajar. Namun kali ini yang kulakukan bukan hanya membaca, melainkan mulai mengoperasikan software yang menunjang pekerjaanku. Adi, rekan satu timku, sedang membantuku.

“Kalo mau nge-run yang ini, pake fitur ini kan Di?”

“Bener bener, iya yang itu. Hebat berarti ingatan lo Mbak, udah lama ga make ini software tapi masih banyak inget.” Adi menjawab sambil sibuk mengupas kuaci bunga matahari dengan giginya.

“Ya samar-samar aja sih aku ingetnya. Mmm... kalo mau ngerubah tampilan yang ini gimana ya? Spektrum warnanya bisa diganti kan ya? Aku lebih suka yang merah putih biru.”

“Pergi ke setting itu Mbak. Itu tuh yang di pojok.”

“Nduk, after lunch nanti kita ada team meeting. Barusan tak forward undangane ke emailmu, di accept ya.” Mas Purbo tiba-tiba sudah berdiri di belakang kami, seketika aku dan Adi menoleh kepadanya.

“Siap Mas. Nanti aku cek email dan accept invitation meetingnya.”

“Terus data yang baru, udah dikirim tuh sama XYZ. Nanti tolong kamu liat ya! Sama kemarin kamu udah sempet liat bucket list yang tak kirim itu belum?” lanjutnya.

“Data barunya nanti tak liat, habis beres ini sama Adi. Yang soal bucket list itu, udah kubaca kemarin. Ada beberapa task yang menurutku bisa di-cut durasinya. Nanti boleh dibicarain di team meeting kah?”

“Sip. Boleh dong. Emang itu tujuannya dibuat team meeting. Yowes tak tinggal dulu yo.” Mas Purbo berpamitan sambil meraup kuaci milik Adi. “Bagi ya Di!”

“Ambil aja Mas, di mejaku masih banyak kok itu.” sahut Adi yang masih sibuk dengan kuacinya.

Kembali kulanjutkan aktifitasku dengan Adi hingga waktu makan siang tiba. Aku ikut turun bersama staff laki-laki untuk makan di food court belakang gedung. Mbak Maya dan Dina tidak pernah turun, mereka lebih suka nitip makanan dibungkus ke Mang Ajat, office boy, dan menikmatinya di pantry.

Yang kudengar dari yang lain, Mas Purbo sesekali suka ikut makan di food court yang seperti sauna ini, tapi lebih sering makan di ruangannya. Begitu juga Pak Chris yang selalu membawa bekal dan menikmatinya sambil menghadap layar komputer. Sedangkan Oliver, dia menggunakan waktu istirahat siang untuk berenang atau olah raga di gym, setelah itu baru dia makan di ruangannya.

---

Malamnya, aku kembali lembur. Kali ini aku sudah meminta Mbak Maya untuk menginformasikan kepada pihak gedung agar menunda pemadaman lampu.

Seperti yang dikatakannya kepadaku, Oliver benar terbiasa bekerja hingga larut. Baru kuketahui, ternyata dia lebih suka keadaan gelap. Menurutnya, saat gelap dia lebih mudah berkonsentrasi, itulah kenapa dia punya lampu meja sendiri.

“If you have something to ask, I’ll be more than happy to help.” Oliver kini menyandarkan tubuhnya ke meja sebelahku yang memang tak ada yang menempati. (-Kalau ada yang mau ditanyain, aku akan dengan senang hati membantu)

“I do have actually. However, I don’t want to bother you more. You must be having something important to do that makes you stay late right.” (-Sebenarnya aku punya. Tapi aku ga mau lebih mengganggumu lagi. Kamu pasti punya sesuatu yang penting untuk dikerjain kan, makanya lembur)

“Uhm… not really.” (-Uhm… ga juga)

Oliver menarik sebuah kursi lalu duduk di sebelahku. Mulai kuajukan pertanyaan yang menyangkut konteks bisnis secara umum yang memang masih belum kupahami sepenuhnya. Oliver dengan sabar meladeni pertanyaanku dan menjawabnya dengan bahasa yang mudah kupahami. Beberapa coretan dibuatnya di buku catatanku untuk membantunya menjelaskan.

Hampir satu jam kami berdiskusi, hingga sebuah panggilan ke HPku masuk.

“I need to take this, sorry.” (-Aku perlu menerima ini, maaf)

“No need to apologize, we’re done anyway. I’ll be at my desk.” (-Ga perlu minta maaf, kita juga udah selesai kan. Aku balik ke meja ya)

“Thanks a lot Oliver. That was really helpful.” (-Makasih banyak Oliver. Itu tadi sangat membantu)

“Anytime.” Oliver melambai sambil berbalik, lalu melangkah meninggalkanku. (-Santai aja)

Di perusahaan ini, setiap orang benar-benar menguasai bidang kerjanya. Terlepas dari jam kerja yang fleksibel, mereka sangat professional dan ahli di masing-masing spesialisasinya. Kompetisi sama sekali tidak kurasakan, justru semangat kekeluargaan dan kerjasama tim yang solid yang sangat kental di sini. Sungguh beruntung aku menjadi bagian dari orang-orang hebat dan baik ini.

“Halo Sayang. Assalamu’alaikum.” kuangkat panggilan dari Ian.

“Wa’alaikum salam. Masih di kantor? Aku kangen banget nih.”

“Iya masih. Sayang juga ya? Aku juga… kangen banget... Tapi dua hari lagi kan kita ketemu, sabar ya...”

“Sabtu besok, kamu mau ga nemenin aku ke kantor? Habis itu kita jalan dulu kemana gitu, sebelum ke kondangan.”

“Iya banget, aku mau.”

“Asik… beneran aku udah ga sabar nih ketemu kamu.”

“Emang kalo udah ketemu terus mau ngapain?”

“Mau tak kuwel-kuwel.”

“Ha ha ha… emangnya tisu bekas dipake bersin?”

“Ih jorok banget sih. Btw kamu lembur gitu, ada temennya ga?”

“Ada kok.”

“Syukurlah. Ati-ati ya pulangnya nanti, jangan malem-malem.”

“Iya. Oh iya Sayang, kalo pulangnya aku makan dulu bareng sama temen kantor, boleh ga? Soalnya udah dua kali aku nolak ajakannya, ga enak aja sih.”

“Ya gapapa. Di mana emang makannya?”

“Di deket-deket sini kok, sekalian yang sejalan pulang.”

“Oke gapapa. Udah dulu ya Sayang, Yuuto nelpon nih. Luv u!”

“Luv u too… bye!”

---

Seperti yang sudah kuduga, Oliver sekali lagi menawarkan untuk makan malam bersama saat aku pamit ke ruangannya. Sebagai bentuk terima kasih, malam ini aku menerima ajakannya.

Oliver menyuruhku menunggu di depan pintu lobi sambil memberiku helm standard yang sengaja disimpannya di ruangan, sementara dia sendiri turun ke basement. Tak lama kemudian, sebuah motor sport yang tak lazim kulihat berhenti tak jauh dari tempatku berdiri. Pengemudinya membuka kaca helm full facenya dan menggangguk ke arahku.

“Hop on!” Oliver berkata sambil memberikan kode dengan kepalanya. (-Naiklah!)

“Wow. This is awesome! You ride this every day?” (-Wow. Ini keren banget! Kamu naik ini tiap hari?)

“Yeah. Unless I’m in the mood of running.” (-Ya. Kecuali kalau aku lagi pengen lari)

“You mean… you run from here to your place? No way!” (-Maksudmu… kamu lari dari sini sampai tempat tinggalmu? Ga mungkin!)

“Are we going or you prefer to stand here forever?” (-Ini kita mau pergi apa kamu lebih suka berdiri di sini selamanya?)

“Ha ha… sorry. Let’s get going then!” kukenakan helm dan lalu naik ke jok belakang motornya. (-Ha ha… maaf. Yuk berangkat!)

>>bersambung
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 22:11
Waah... Makin dekat aja sm oliver... Lama2 bisa kecantol lho budhe... emoticon-Big Grin
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 22:19
Hmmm...
Kenapa aku jadi tertarik dengan oliver?
emoticon-Bingung
Apakah orang luar semua gtu?
Maksud'y..
Hmm..
Karakter'y berteman gtu..
Setiap cerita yg ada bau2'y orang luar negeri pasti kaya gtu..
emoticon-Hammer2


Duuhh..
Maafkan aku babang Ian jika berpaling.
emoticon-Maluemoticon-Malu
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
Lapor Hansip
02-07-2019 22:31
Balasan post fee.fukushi
Jadi penasaran Mbak Fee...lampu kantor yg dimatiin serentak,tapi kalo ada yg mau lembur bisa lapor ke bagian pengelola gedung,terus Deket kolam renangnya juga itu kantor...maaf kepo,apakah kantor mbakk Fee dulu ini namanya Wisma "ex MabesAU"?kalo saya kira2 time linenya,kayaknya disitu dehh...sorry,kalo terlalu memaksakan nebak2 cocoklogi nya
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 22:38

Quote:Original Posted By nyahprenjak
Waah... Makin dekat aja sm oliver... Lama2 bisa kecantol lho budhe... emoticon-Big Grin

Wah bahaya ini bahaya emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By indahmami
Hmmm...
Kenapa aku jadi tertarik dengan oliver?
emoticon-Bingung
Apakah orang luar semua gtu?
Maksud'y..
Hmm..
Karakter'y berteman gtu..
Setiap cerita yg ada bau2'y orang luar negeri pasti kaya gtu..
emoticon-Hammer2

Duuhh..
Maafkan aku babang Ian jika berpaling.
emoticon-Maluemoticon-Malu

Ga semua orang luar kaya gitu kok sis, tergantung personalitynya. Kebetulan aja Oliver ini salah satu tipe yang begini, dia ini kaya perpaduan beberapa orang yg saya kenal emoticon-Cape d...
Duh... jangan berpaling dong emoticon-Betty (S)

Quote:Original Posted By azroqysakti
Jadi penasaran Mbak Fee...lampu kantor yg dimatiin serentak,tapi kalo ada yg mau lembur bisa lapor ke bagian pengelola gedung,terus Deket kolam renangnya juga itu kantor...maaf kepo,apakah kantor mbakk Fee dulu ini namanya Wisma "ex MabesAU"?kalo saya kira2 time linenya,kayaknya disitu dehh...sorry,kalo terlalu memaksakan nebak2 cocoklogi nya

Wah dimana itu gan? Malah ga ngerti itu exmabesAU ada dimana. Tapi kalo lampu dimatiin serentak itu kayanya di beberapa gedung emang kaya gitu deh.
profile-picture
profile-picture
nyahprenjak dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 22:44
Quote:Original Posted By fee.fukushi


Ga semua orang luar kaya gitu kok sis, tergantung personalitynya. Kebetulan aja Oliver ini salah satu tipe yang begini, dia ini kaya perpaduan beberapa orang yg saya kenal emoticon-Cape d...
Duh... jangan berpaling dong emoticon-Betty (S)




Hmm..
Friendly gtu yah..?
I see...

Andaikan semua orang bisa sebaik itu, mungkin hidup g' akan ada masalah.
emoticon-Hammer2


Hmm..
Semoga aja g' perpaling, tapi entah mengapa jadi suka sosok oliver.
Duuhh..
Galau jadi'y.
emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
02-07-2019 22:51

Quote:Original Posted By indahmami
Hmm..
Friendly gtu yah..?
I see...

Andaikan semua orang bisa sebaik itu, mungkin hidup g' akan ada masalah.
emoticon-Hammer2

Hmm..
Semoga aja g' perpaling, tapi entah mengapa jadi suka sosok oliver.
Duuhh..
Galau jadi'y.
emoticon-Ngakak (S)

Iya friendly dan ceplas ceplos orangnya.

Cieeee mendua diaaaaa emoticon-Leh Uga
Tapi aneh juga sih, kok bisa Kiara ketemu sama orang2 yg tipenya mirip2 gitu ya. Saya pernah denger sih teori yg bilang bahwa didunia ini manusia cenderung akan menarik manusia yg satu frekuensi untuk berkumpul dan berteman. Mungkin ada benernya ya itu?
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 05:08
wihhhhh beneran kayaknya diincer sama oliper.. semakin hari semakin dekat... apalagi mau dinner bareng..
dan babang Ian masih sibuk..emoticon-Mewek
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 05:22
saya rasa Oliver satu-satunya cowo yg bikin Babang Lan cemburu parah
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 07:45

Quote:Original Posted By kimmot
wihhhhh beneran kayaknya diincer sama oliper.. semakin hari semakin dekat... apalagi mau dinner bareng..
dan babang Ian masih sibuk..emoticon-Mewek

Emang tanda2 diincer tuh yg kaya gimana sih sis?

Quote:Original Posted By n03r03l
saya rasa Oliver satu-satunya cowo yg bikin Babang Lan cemburu parah

Kenapa bisa mikir kaya gitu sis? Apanya yg bikin cemburu ya? emoticon-Peace
0 0
0
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 07:57
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Wah bahaya ini bahaya emoticon-Hammer2


Bahaya kl sampai main hati.. duh kasian babang lan.. sini bang sm aku aja.. emoticon-Genit
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 09:01
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Iya friendly dan ceplas ceplos orangnya.

Cieeee mendua diaaaaa emoticon-Leh Uga
Tapi aneh juga sih, kok bisa Kiara ketemu sama orang2 yg tipenya mirip2 gitu ya. Saya pernah denger sih teori yg bilang bahwa didunia ini manusia cenderung akan menarik manusia yg satu frekuensi untuk berkumpul dan berteman. Mungkin ada benernya ya itu?


Hhmmm...
Seneng banget ma type2 gtu..
Bercanda apapun g' akan baper.
G' main hati.
emoticon-Ngakak (S)

Hahaha...
Gimana yach?
Mereka tuch hidupin suasana.
Duuuhhh...
Semoga aja hati tetep ke babang Ian.
Berbelok hanya sementara.
emoticon-Ngakak (S)

Hmm..
Iya bener, sayang diriku tak banyak bergaul.
Sejak dulu seneng banget ndekem di rumah.
Mau main sama cewek paling ya gtu2 aja..
Sekali'y punya banyak temen masa sekolah, tapi hancur tak tersisa.
emoticon-Hammer2
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 09:10
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Emang tanda2 diincer tuh yg kaya gimana sih sis?


Tuh.... salah satunya kasih perhatian lebih, lembur bareng, diajak makan malam bareng..
Duh jadi malu.. bukan ahli percintaan..emoticon-Malu (S)
Dan masih menunggu reaksi babang Ian kalo ktemu oliper.. apa bersikap seperti pada Reno ato pada Mas Bagas..
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 09:42
Asyik dapet update lagiemoticon-Peluk

Itu babang ian orang nya bner2 ga kepo ya tan ga nanya gitu km diajak makan sama cewek atau cowok kan kalo cowok lain mungkin udah ngelarang emoticon-Peace
Diubah oleh sucay23
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
Lapor Hansip
03-07-2019 10:33
Balasan post fee.fukushi
komeng dulu baca nanti...
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 10:34

Quote:Original Posted By nyahprenjak
Bahaya kl sampai main hati.. duh kasian babang lan.. sini bang sm aku aja.. emoticon-Genit

Hahaha dasar modus situ nyah emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By indahmami
Hhmmm...
Seneng banget ma type2 gtu..
Bercanda apapun g' akan baper.
G' main hati.
emoticon-Ngakak (S)

Hahaha...
Gimana yach?
Mereka tuch hidupin suasana.
Duuuhhh...
Semoga aja hati tetep ke babang Ian.
Berbelok hanya sementara.
emoticon-Ngakak (S)

Hmm..
Iya bener, sayang diriku tak banyak bergaul.
Sejak dulu seneng banget ndekem di rumah.
Mau main sama cewek paling ya gtu2 aja..
Sekali'y punya banyak temen masa sekolah, tapi hancur tak tersisa.
emoticon-Hammer2

Paksunya situ gitu juga tipenya ya sis? Masalah hati tuh rumit ya...

Sama dong sis kalo suka ndekem di rumah, lha saya juga gitu kok emoticon-Embarrassment

Quote:Original Posted By kimmot
Tuh.... salah satunya kasih perhatian lebih, lembur bareng, diajak makan malam bareng..
Duh jadi malu.. bukan ahli percintaan..emoticon-Malu (S)
Dan masih menunggu reaksi babang Ian kalo ktemu oliper.. apa bersikap seperti pada Reno ato pada Mas Bagas..

Hmm... toss dong sesama bukan ahli percintaan, sama sama lugu kita emoticon-Malu

Quote:Original Posted By sucay23
Asyik dapet update lagiemoticon-Peluk

Itu babang ian orang nya bner2 ga kepo ya tan ga nanya gitu km diajak makan sama cewek atau cowok kan kalo cowok lain mungkin udah ngelarang emoticon-Peace

Iya pas ada waktu aja kmaren jadi bisa apdet.
Mungkin si babang udh berasumsi kalo temen saya itu cowok dek, soalnya kan Kiaranya udh cerita kalo di kantornya mayoritas cowok dan ceweknya cuma dua, jadi kemungkinan besar yg ngajakin makan cowok.
Ga sih dia ga kepo orangnya
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
nyahprenjak dan indahmami memberi reputasi
2 0
2
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 10:40
Quote:Original Posted By fee.fukushi


Paksunya situ gitu juga tipenya ya sis? Masalah hati tuh rumit ya...

Sama dong sis kalo suka ndekem di rumah, lha saya juga gitu kok emoticon-Embarrassment





Hehehe..
Kira2 ya seperti itu.
emoticon-Maluemoticon-Malu


Hmm..
Mau maen juga males ya sist..
Enakan di rumah main ma anak, atau sibuk sendiri entah ngapain aja..
Itu normal g' sich?
Kadang klw main tuch males, ujung2'y cuma gosip aja..
emoticon-Hammer2
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 10:44
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Hahaha dasar modus situ nyah emoticon-Hammer2


Daripada disakiti mending dimodusi lah, kali aja mau
emoticon-Big Grin
Diubah oleh nyahprenjak
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 10:45

Quote:Original Posted By indahmami
Hehehe..
Kira2 ya seperti itu.
emoticon-Maluemoticon-Malu

Hmm..
Mau maen juga males ya sist..
Enakan di rumah main ma anak, atau sibuk sendiri entah ngapain aja..
Itu normal g' sich?
Kadang klw main tuch males, ujung2'y cuma gosip aja..
emoticon-Hammer2

Normal normal aja lah pastinya. Saya juga bukan tipe yg suka keluyuran dan nongkrong gitu kok. Kalopun pergi juga dua follower setia itu pasti nempel terus emoticon-Big Grin dan mereka tuh ga bisa diem duduk tenang dalam waktu lama, makanya ga mungkin banget saya ngerumpi syantiek sama temen gitu kalo bawa mereka
profile-picture
indahmami memberi reputasi
1 0
1
(Kiara) It’s not easy like Sunday morning
03-07-2019 11:36
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Normal normal aja lah pastinya. Saya juga bukan tipe yg suka keluyuran dan nongkrong gitu kok. Kalopun pergi juga dua follower setia itu pasti nempel terus emoticon-Big Grin dan mereka tuh ga bisa diem duduk tenang dalam waktu lama, makanya ga mungkin banget saya ngerumpi syantiek sama temen gitu kalo bawa mereka


Hhmm..
Kadang tuch suka aneh aja..
Kenapa bisa kaya gini.
emoticon-Hammer2

Yahh..
Emang dunia emak adalah di anak.
Enak g' enak ya sist..
Tapi klw mereka pergi, pasti kangen.
emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi
1 0
1
Halaman 192 dari 254
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp4
Stories from the Heart
bunga-di-pinggir-jalan
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia