alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce36df4365c4f1b7724b06a/berbagi-rumah-dengan-banyak-sosok
Lapor Hansip
21-05-2019 10:18
***Berbagi Rumah Dengan Banyak Sosok***
Past Hot Thread
Asalamualaikum.
Perkenalkan ane Abuy, ini thread ke 2 ane, karna satu dan banyak hal ane belum menyelesaikan thread pertama ane. Sebenernya sih rencana awalnya di thread ke 2 ini ane mau nyeritain pengalaman tentang perjalanan spiritual ane di beri kepercayaan buat ngeliat 'mereka' yg tidak dapat dilihat oleh sebagian orang. Ane yg awalnya takut luar biasa ketika pertama kali melihat mereka perlahan-lahan mulai terbiasa dengan kehadiran mereka, malah bisa di katakan ane sedikit takabur dan sombong akan kemampuan yg di titipkan oleh sang mahakuasa ini ke ane. Jauh ane tenggelam dalam kesombongan ane, sampai perlahan lahan ane bertemu dengan orang-orang yang mulai menyadarkan ane, beragam peristiwa menakjubkan secara tidak sengaja namun seperti tersusun hinggap di hidup ane. Dari peristiwa tersebut mulai menguatkan tekad ane untuk meninggalkan semua 'kemampuan' yang awalnya sangat sombong ane banggakan. Kali ini ane mau menceritakan salah satu peristiwa yg baru aja ane ama istri ane alamin. Jadi ane tekankan thread ane kali ini bercerita tentang ceceran-ceceran peristiwa yang bermuara pada satu kejadian besar yg akan ane inget seumur hidup ane.
Dan inilah ceritanya.
11 november 2011 ane menikah ketika itu usia ane menginjak 21 tahun, usia ane dan istri ane hanya terpaut beberapa bulan.
11-11-11 angka cantik yang akan selalu ane ingat. di tanggal tersebut selepas maghrib ane melangsungkan akad dimana di hari tersebut ane di sahkan secara agama dan negara sebagai sepasang suami istri, resepsi rencananya akan di selenggarakan lusa pada hari minggu.
Singkat cerita anepun mulai menapaki jurang yang bernama jalan hidup berdua dengan istri ane. Ane bekerja di suatu lembaga pembiayaan keuangan sedangkan istri ane bekerja di salah satu rumah sakit swasta di wilayah bandung timur. Untuk sementara kami memilih untuk tinggal di rumah orang tua istri ane karna mempertimbangkan jarak tempuh tempat kerja istri ane.
Mertua ane punya kos-kosan di samping rumah utama. Kos-kosan ini terdiri dari tiga kamar dan rencananya ane untuk sementara tinggal di kamar no 2 yg terletak di tengah. Kamar mandi terletak di luar kos yg berjarak sekitar 5 meter sedangkan sumber air dari kamar mandi ini adalah sumur yg berada di depan rumah mertua ane.
Selayaknya sepasang suami istri yg baru menikah, kami benar-benar memulai segala sesuatu dari nol, ane yang sering di tinggal istri yang kebetulan dapat shift malam merasa amat sangat kesepian. Ane yang dilahirkan di daerah yg bisa di katakan jantungnya bandung merasa aneh ketika harus tinggal di daerah tempat tinggal istri ane yg terletak di pinggiran kota bandung. Untuk sekedar membeli rokok saja ane harus berjalan cukup jauh, kalo di rumah ane dulu sih kehidupan seakan berjalan 36 jam sehari, tak peduli jam berapapun ketika ane bosan atau susah tidur ane tinggal pergi ke temen ane yg saban hari begadang.
Ane tinggal di tempat dan suasana yang benar-benar baru, di sini kehidupan seakan berakhir ketika adzan maghrib berkumandang. Tapi itu dulu ketika awal2 ane nikah sekitaran tahun 2011'an kalo sekarang sih agak mendingan lah yang dulunya kehidupan seperti berakhir ketika maghrib sekarang?????
Ya..... Agak mendingan lah
Selepas isya lah kalau sekarang mah.
3 bulan usia pernikahan kami, ane belum merasakan hal-hal aneh. Satu-satunya hal terpahit yang ane alamin adalah ketika dengan berat hati ane harus risgn dari pekerjaan ane. Ane lebih memilih risgn dari pada harus di mutasi ke kantor cabang yang terletak di bandung selatan. Sebenarnya bukan cuma karena itu aja sih, ada beberapa pertimbangan yg gak bisa ane jelaskan.
Kantor ane terletak di kawasan jalan gatot subroto. Gak banyak pengalaman ane di ini kantor, sebenarnya sih ane baru 3 bulan nempatin ini kantor, sebelumnya ane di tempatkan di kantor pusat yang terletak di daerah jalan peta.
Ada satu pengalaman menarik di ini kantor yang kayaknya harus ane ceritain deh.
Hari itu di kantor ane ada OB baru. Sebut saja Ridwan,
"Pak.... Ridwan harus ngapain lagi Pak?" tanya Ridwan ke ane karena pekerjaannya telah beres semua.
"Ya elah wan... Jangan panggil bapak. Panggil nama aja."
"iya a abuy, ridwan harus ngapain lagi ya?"
"mending kita nangkep kelelawar yu"
"nangkep kelelawar di mana a??"
Kantor ane ini adalah bangunan tua, terletak di jalan utama bandung dan memiliki 4 lantai. Lantai pertama di gunakan sebagai tempat transaksi keuangan, lantai 2 di gunakan oleh divisi marketing, lantai 3 di jadikan sebagai gudang tempat menyimpan berkas dan lantai 4 di biarkan kosong. Atap dari gedung di lantai 4 amat sangat tinggi menjulang, pintu dan jendelanya pun terbuat dari kayu yang berbentuk khas gudang2 jaman kolonial belanda.
"a abuy... Kok karyawan di ini kantor cuman kita berdua sih?"
"kantornya mau bangktut wan"
"waduh..... Mau bangkrut kok nerima ob baru sih?"
"hahahahaha..... Kantornya mau pindah wan. Yg lain sih udah pindah duluan tinggal abuy aja yang belum"
"pindah ke mana a... Kok nggak sekalian aja sih semuanya pindah"
"pindah ke soreang wan. Kita gak bisa langsung pindah karena masih ada nasabah kita disini."
"terus kok a abuy di tinggalin di sini sih"
"abuy di anak tirikan wan...."
"masa sih... Yang bener ahh..."
"hahahaha....di sinituh kan nasabahnya tinggal sedikit jadi butuh orang yang bisa ngerjain kerjaan orang inputan, teller, sama yang lainnya juga buat efisiensi, jadi intinya abuy apes kebagian di mutasi ke sini di injury time."
Gak kerasa si Ridwan udah sebulan kerja di kantor ane. Kunci gedung yang awalnya ane pegang sekarang ane percayain ke si Ridwan karena di antara kita berdua dia selalu yang datang paling pagi. Ane yakin Ridwan orang yg dapat di percaya makanya ane percayain nyerahin kunci gedung ke dia.
"wan besok kan hari terakhir kita di gedung ini, sekalian ya abuy mau pamit"
"a abuy mau kemana? Kan kita sama-sama pindah ke soreang"
"jauh euy wan... Abuy mau risgn ajah"
"ridwan ikut lah a.... A abuy udah dapat kerja lagi emang?"
"abuy mau exsport import cabe-cabean aja wan ahh.. Hahahahah"
"euhhhh.... Serius ath..."
"belum yakin wan... Nanti di kabarin aja ya. Udah lah mending sekarang kita ke lt 4. Kita mancing mania kelelawar lagi"
"hayu... Sok duluan aja a, ridwan mau kencing dulu"
Ane mulai berjalan menaiki tangga setapak demi setapak. Ada hawa lain yang ane rasakan, tidak seperti biasanya mendadak gedung terasa lebih lembab dari sebelumnya.
di lt 3 ane melihat sesuatu yang aneh dan ane langsung berteriak memanggil Ridwan.
"Wan...... Buruan ke sini wan...."
Setengah berlari ridwanpun mulai mendekat
"ada apa a????"
"ini lt 3 kamu pel gak???"
"di pel kok a... Emang kenapa??"
"di pel gimana, ini masih ada tapak kaki ini."
Degggggg.......
Selepas perkataan ane barusan ane dan Ridwan mulai berpandangan. Ane mulai sadar ada yang aneh, tapak kaki yang kini kami perhatikan adalah tapak kaki kecil dengan jari-jari yang panjang. Ane mencoba melepaskan sepatu dan mencoba mengukur kaki ane dan telapak kaki di hadapan ane ini, hal yang sama ane lakukan pula ke Ridwan yang hasilnya adalah tapak kaki itu memang bukan tapak kaki kami berdua.
Kini ane bisa lihat ada raut wajah ngeri dari Ridwan.
"wan... Besok sebelum pak yanto dan bu vivi dateng mending tuh brosur yang numpuk kita kilo aja. Kita jual ke tukang loak lumayan buat rokok wan?"
"wah... Ide bagus tuh a..."
Ane berusaha mengalihkan perhatian karena ane rasa kondisi sudah mulai kurang kondusif.
Akhirnya hari itu kami lewati dengan berdiam diri di meja kasir tanpa berkata sepatah katapun.
"yu ahh... Kita pulang wan.."
"iya a...."
Besoknya ane berangkat kerja seperti biasa. Ini adalah hari terakhir ane kerja di ini perusahaan, sampai di jalan gatot subroto di depan gerbang ane melihat si ridwan jongkok di depan pintu yg belum terbuka.
"wan kok belum di buka pintunya? “
"ridwan nungguin a abuy..."
Mungkin karena kejadian kemarin nyali si ridwan ciut, dia menganggap berbagi ketakutan dengan ane ketika masuk ke kantor adalah hal yang paling baik.
"wan... Sebelum pak yanto sama bu vivi dateng ayo kita beresin dulu gudang arsip. Yang kira2 gak di pake kita sortir dulu terus jual."
Kamipun langsung bergerak menuju lantai 3. Seakan lupa kejadian kemarin kamipun mulai menjalankan rencana yg kami susun kemarin, 1 rit kami telah menjual kertas2 bekas yg jumlahnya hampir 2 karung. Hasil dari penjualan barang bekas tersebut kami belikan rokok dan kopi yg sekarang sudah terhidang di meja warung samping kantor.
"mau pindahan a???" tanya si bibi SPG sekaligus CEO warung tersebut.
"iya bi. Kantornya mau di pake buat ternak tuyul hahahahaha"
Sedikit sompral si ridwan menjawab pertanyaan si bibi dengan penuh canda.
"hussss...... Ngaco ahhh"
Ane segera mengajak ridwan untuk segera kembali melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi.
"wan cepet wan.. Ntar keburu pak yanto sama bu vivi dateng..."
Maruk.....
Kami menumpuk sisa kertas bekas dalam satu karung besar dan mengangkat karung tersebut menuju ke tangga.
Langkah kami sedikit lambat karena beban yang kami angkat sangat berat.
Bremmmmm...... Brem.......... Bremm.
Suara mobil yg masuk gerbang yg menandakan usaha kita kali ini gagal karena bu vivi dan pak yanto yg merupakan Pimpinan kami keburu dateng.
"wah wan telat nih...."
"iya a.... Terus ini gimana"
"WOY... LAGI PADA NGAPAIN?"
suara berat khas laki-laki paruh baya yang terdengar dari lt2.
"ini pak.. Lagi siap2"
Jawab ane karena ane yakin kalau itu adalah suara pak yanto.
Kamipun segera bergegas menuruni tangga menuju ke lt1.
Di lt2 kami tidak menemukan siapa2, ane beranggapan pak yanto sudah turun ke lt 1.
Di lt 1 ane melihat ada bu vivi dan mba sekar. Mba sekar adalah audit di kantor ane.
"bu. Barang2 udah di beresin. Mau langsung di angkut ke mobil?"
Tanya ane ke mereka berdua
"nanti tunggu pak yanto...."
Mendengar jawaban dari mba sekar sontak ane dan ridwan saling berpandangan.
"emang pak yanto kemana bu? Bukannya dateng barengan ama ibu?"
"pak yanto lagi di jalan bawa mobil bak"
Lah.... Kalau pak yanto belum dateng. Terus yg ngomong tadi siapa???

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Titikhitam198 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 6
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
28-06-2019 18:49
Percaya Atau Tidak Makhluk Itu Menyerupai SMEAGOL
Mungkin bisa melihat makhluk lain baik sengaja atau tidak buat agan sekalian adalah hal yang apa ya????
Aneh mungkin, Tepatnya aneh sekaligus takut.
Tapi bagi ane, tidak melihat mereka bisa jadi hal yang lebih aneh dan lebih menakutkan dari yang agan bayangkan.
Kejadiannya terjadi ketika ane baru lulus SMK, ane memilih tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi karena ane ingin langsung bekerja dan membantu perekonomian keluarga ane.
Di sela-sela kesibukan ane sebagai pengangguran kala itu entah kenapa selepas isya ane selalu ingin lebih melankolis.
Yahhhhh........
Bisa di katakan ketika itu ane sedang galau, hubungan ane dengan pacar ane sedang bermasalah.
Selepas isya ane lebih memilih mengasingkan diri di pinggir sungai besar di samping rumah ane sambil di temani gitar yang terasa serasi ketika di sandingkan dengan kopi hitam dan rokok.
Entah berapa lama kegiatan tersebut ane lakukan, yang pasti.
Kini ane seakan terjebak pada rutinitas yang sebenarnya enggan ane jalani,
Rutinitas itu dimulai ketika sesaat sebelum waktu ashar ane akan di serang rasa kantuk yang teramat sangat besar lalu tepat pada saat adzan maghrib berkumandang ane akan terbangun dan berdiam diri di kamar mandi memainkan air di dalam ember dan bersenda gurau dengan teman-teman manusia ane yang lain, tepat jam 9 malam ane akan merasakan perasaan aneh yang sulit untuk ane sebutkan, perasaan yang teramat sangat dalam dan kelam yang membimbing ane untuk hanyut dalam lamunan di sungai samping rumah ane. Di temani rokok dan kopi ane baru mengakhiri rutinitas ini sekitar jam 1 atau jam 2 dini hari yang di tandakan dengan terlelapnya ane dalam peraduan.
Entah berapa lama ane menjalani rutinitas ini, kini sedikit banyak rutinitas ini membuat hidup ane berubah.
Ane sekarang seperti makhluk nokturnal yang memulai aktifitas di malam hari dan beristirahat di siang hari. Berbarengan dengan rutinitas baru ane ini, kini tubuh ane di hinggapi penyakit gatal yang aneh, gatal dan panas yang ane rasakan di tubuh ane ini belum mau hilang sebelum ane menggaruknya hingga berdarah dan anehnya rasa gatal ini hanya ane rasakan di malam hari.
Ane sempat berfikir ada campur tangan makhluk ghaib di pristiwa aneh yang ane alamin ini, tapi dengan kesombongan ane berfikir jikalau memang benar ada makhluk ghaib yang jahil pasti ane bisa sangat mudah melihat dia.
Lama kelamaan rasa gatal yang ane rasakan mulai terasa mengganggu, tak jarang rasa gatal dan panas yang ane rasakan membuat tubuh ane demam, melihat kondisi ane yang diluar batas normal akhirnya ibu ane membawa ane ke dokter untuk menyembuhkan ane dari penyakit yang entah apa namanya tapi yang pasti membuat ane tersiksa.
Sepulang ane dari dokter ane dilarang oleh ibu ane untuk meninggalkan rumah dengan alasan kondisi tubuh ane yang tidak sehat,
Rupanya perbincangan ane dan ibu ane mulai mengusik kakak ane yg sedari tadi ternyata diam-diam mendengarkan.
"kalau memang mau di obati secara medis jangan tanggung-tanggung tapi kalau mau di coba dengan cara non medis coba loe dateng ke rumah si a sandi, tapi menurut gua mending dua duanya aja. Loe kalau mau ke rumah si a sandi mending sendirian aja" ane yakin bukan tanpa sebab kakak ane berkata demikian. a sandi masih memiliki ikatan keluarga dengan ane, dia mempunyai kemampuan sama seperti ane dan mungkin lebih hebat dari ane.
Selepas isya ane mengikuti saran dari kakak ane untuk berkunjung ke rumah a sandi, di rumahnya ane tidak langsung mengutarakan maksud dan tujuan ane sebenarnya, perlahan-lahan malampun mulai merangkak mungkin sadar dan menyadari ada hal aneh di diri ane a sandi pun selanjutnya menyuruh ane untuk membeli sebotol air mineral.
"buy, sebenernya kamu ke sini mau ngapain?"
"gini a, ini abuy di suruh ketemu sama aa. Abuy kalau udah maghrib suka gatel-gatel a kenapa ya kira-kira a?"
"udah periksa ke dokter belum buy????"
Dan mulailah percakapan kami menuju ke akar permasalahan yang selama ini sama sekali tidak ane ketahui, menurut keterangan a sandi di pinggir sungai tempat ane biasa menghabiskan malam itu di huni oleh sesosok makhluk, makhluk tersebut senang ketika ane yang ketika saat itu fikirannya kosong dan larut dalam kesedihan berlama-lama diam di tempat tersebut. Awal-awal ane di anggap teman oleh makhluk tersebut, sadar akan kemampuan yang ane miliki makhluk tersebut sengaja tidak menampakkan diri langsung agar tidak mendapatkan penolakan dari ane, seiring berjalannya waktu makhluk tersebut yang awalnya menganggap ane teman kini mulai berani menjadikan ane sebagai sesuatu yang hanya boleh dia miliki, saking posesifnya makhluk tersebut dia tidak akan rela melihat ane berhubungan dengan makhluk lain baik itu manusia atau sebangsa makhluk sejenis dengan nya.
Di saat kami sedang berbincang, tiba-tiba a sandi diam sejenak sambil memejamkan mata.
"tuh buy dia marah buy??"
"dimana a??? Kok abuy gak lihat ya?"
"dia tuh mulai ngajak main kamu pas udah adzan maghrib"
"pantesan tiap adzan maghtib abuy tuh suka mager di kamar mandi a. hawa nya tuh mau mandi males tapi pengen mandi"
"nih ya tingginya tuh segini.."
A sandi mencoba mendeskripsi kan rupa dari makhluk tersebut dengan mengangkat tangannya satu meter di atas lantai, telinga yang panjang dan lancip serta rambut yang jarang menurut dia cukup menyeramkan. Matanya yang besar kini sedang memperhatikan kita, dia sudah pasti tidak senang dengan apa yang a sandi perbuat.
"buy... Udah pasti nih makhluk marah, tapi insya allah nanti aa bantu. Kamu kalau nanti malam mulai gatel-gatel lagi itu artinya temen kamu ini lagi mau ngucapin salam perpisahan, kalau kamu berani kamu cari terus ajak ngobrol aja. Tanya apa maunya??"
Entah kenapa selepas perkataan a sandi barusan seketika bulu kuduk ane bergidig, musnah semua pertahanan diri ane terhadap ini makhluk ane telah di kalahkan dengan sangat telak.
" a..Kok abuy gak bisa lihat dia ya a?"
" itulah buy, masih banyak di luar sana yang belum kamu ngerti"
Akhirnya anepun pulang sambil membawa air mineral yang telah di beri do'a oleh a sandi, sarannya air tersebut besok harus ane pakai untuk mandi.
Sesampainya di rumah ane mulai merasakan hawa panas yang tidak biasa, Seakan membuktikan perkataan a sandi beberapa saat setelah ane sampe rumah rasa gatal kembali menyerang tubuh ane, kali ini rasa gatal yang ane alami berkali-kali lipat lebih parah dari sebelumnya.
Karena tidak tahan anepun mulai mencari keberadaan makhluk yang mengganggu ane, ane yang sudah di kuasai oleh rasa marah mulai mencarinya di seluruh penjuru rumah, tak menemukan yang ane cari di dalam rumah ane pun mulai mengalihkan pencarian ane ke tempat yang dikatakan oleh a sandi sebagai tempat si makhluk bersemayam. Hasil dari pencarian ane tetap nihil, mungkin si makhluk lebih senang menjadi teman yang benar-benar tak kasat mata buat ane.
Dari kejadian itu ane seakan mempunyai sebuah pertanyaan besar yang harus ane cari jawabannya, bagaimana mungkin seseorang yang dapat melihat makhluk ghaib tidak menyadari bahwa dirinya sedang di ganggu oleh makhluk ghaib. Pertanyaan dari sisi sombong diri ane yang akhirnya dapat ane jawab seiring dengan perjalanan hidup ane yang mengikis sedikit demi sedikit rasa sombong tersebut.
kesimpulan yang dapat ane ambil dari kejadian tersebut adalah, terlepas dari semua kekurangan dan kelebihan yang ane miliki pada hakekatnya ane hanyalah manusia biasa yang kecil di mata Allah, tanpa bermaksud membesarkan salah satu golongan dan mengecilkan golongan lain, semua yang terjadi sudah pasti telah mendapat persetujuan dari nya sebagai zat yang maha kuasa. Baik ataupun buruk semua sudah di gariskan, tinggal kemampuan kita sebagai manusia yang di beri akal di tuntut untuk bisa memfilter setiap kejadian. Sebaik-baiknya kejadian atau bahkan seburuk-buruknya suatu kejadian pasti ada makna mendalam yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.
0
28-06-2019 18:50
Quote:Original Posted By affan2fly
gelar tiker dulu gan muun ijin


Gak sekalian gelar kardus gan emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0
28-06-2019 20:05
Kesurupan
Banyak pertanyaan yang sering hinggap ke ane, bagaimanakah fenomena kesurupan itu bisa terjadi?
Di sini ane mau sedikit bertukar fikiran dari sudut pandang ane yg mempunyai sedikit pengalaman tentang hal itu, ane tekan kan lagi ane hanya memiliki sedikit pengalaman jadi mohon maaf jika ane salah dan kurang jelas dalam membagi pengalaman tentang kesurupan ini, ane juga mengharapkan tanggapan dari  agan-agan sekalian untuk bertukar fikiran dengan ane.
Kesurupan menurut hemat ane di bagi menjadi 2, yang sengaja dimasukkan atau yang dikenal luas dengan istilah mediumisasi dan tak sengaja di masuki yang ane sebut real kesurupan.
Mediumisasi kira-kira adalah ketika manusia mempersilahkan tubuhnya di kuasai oleh makhluk ghaib, sedangkan ketika kita real kesurupan adalah kondisi dimana makhluk ghaib menguasai tubuh manusia tanpa izin dari yang punya tubuh.
Ane tidak punya kapasitas untuk membahas lebih jauh mengenai real kesurupan, mungkin ane akan lebih dalam membahas mengenai mediumisasi tapi sebatas pengalaman yang ane miliki, mediumisasi menurut hemat ane memiliki tingkatan persentase kesadaran yang berpatokan pada keinginan si mediator.
Sebagai contoh si makhluk ghaib akan terlihat kurang komunikatif karena campur tangan kesadaran dari mediator yang di hinggapi rasa 'takut salah menjawab pertanyaan' ,
"Siapa nama anda?" si mediator akan sedikit terdiam dan tak jarang enggan menjawab pertanyaan tersebut karena kesadaran akan diri dan tubuhnya amat sangat tinggi,
Menurut ane level tertinggi dari mediasi ini terlihat ketika si mediator berkomunikasi atau bertingkah bukan sebagai dirinya. Sebagai bahan pertimbangan, ketika sang mediator di hinggapi oleh makhluk ghaib mancanegara maka dia akan berbicara menggunakan bahasa dari mana mereka berasal. Kira-kira mungkin sebatas itulah ane bisa menjelaskan, fenomena kesurupan pernah beberapa kali ane alami baik ane alami langsung ataupun melalui perantara orang lain. Salah satu pengalaman mengenai kesurupan pernah ane saksikan tidak hanya selalu diliputi hawa mencekam. Ketika itu di daerah ane sedang berlangsung acara rakyat demi menyambut hut kemerdekaan, kala itu bazar masih di legalkan. ketangkasan dalam menebak angka yang di tunjukkan dari bola yang bergulir dan papan bundar yang berputar menjanjikan hadiah yang cukup menarik. minuman kaleng, rokok bahkan uang sudah sangat berhasil menjadi magnet untuk menarik animo masyarakat.
Ane yang ketika itu ikut larut dalam kemeriahan mulai terusik oleh sesuatu yang di kerjakan oleh kakak ane dan teman-temannya.
Kakak ane menuntun salah satu temannya yang samar-samar dapat ane pastikan sedang kesurupan, sambil tertawa kawan-kawannya yang lain mengikuti tepat di belakang kakak ane. Tak jarang orang-orang yang berpapasan dengan mereka menanyakan kondisi salah satu teman kakak ane yang bertingkah kurang wajar, dengan alasan mabuk kakak ane beserta kawan-kawannya dengan cuek membawa temannya yang kesurupan ini ke arena bazar.
Ane yang penasaran perlahan mulai mengikuti mereka walau masih harus tetap menjaga jarak.
"nomer berapa nih??"
Pertanyaan dari kakak ane yang samar-samar ane dengar, pertanyaan tersebut sudah pasti di tujukan ke temannya yang kesurupan.
Hal selanjutnya yang terjadi adalah kakak ane dan teman-temannya seakan memanfaatkan kemampuan 'meramal' sang makhluk ghaib yang entah sengaja atau tidak masuk ke raga temannya demi mendapatkan keuntungan duniawi, tak jarang kelakuan aneh kakak ane beserta temannya menjadi pusat perhatian dimana ketika sang makhluk menunjukkan salah satu angka hampir semua peserta pasti memasang taruhan ke angka tersebut.
"hayu ahhh... Ntar rugi nih"
Ajak kakak ane ke teman-temannya yang lain.
Di lain waktu fenomena kesurupan lucu pernah kembali terjadi, kali ini periode waktu kejadian terjadi ketika ane telah menikah.
Ane yang sedang main remi bersama beberapa teman mertua ane di kagetkan oleh suara teriakan yang bersumber dari kontrakan yang tak jauh dari lokasi ane.
Bergegas kami semua berlari mendatangi asal suara karena takut terjadi hal yang buruk,
Di lokasi kami mendapati salah satu penghuni kos yang berpotongan rambut ala cepak cepak mandarin sedang menggeram menirukan tingkah dan suara macan. Bukannya takut kami malah tertawa terbahak bahak melihat fenomena tersebut, lama ane mencerna kejadian tersebut, ane belum bisa memastikan dia kesurupan atau hanya pura-pura kesurupan.
Suasana berubah mencekam ketika orang yang kesurupan tersebut mulai memecahkan gelas dan berusaha menggoreskan pecahan gelas tersebut ke lengan nya, suara tangis sang istri membuat suasanya beranjak lebih mencekam.
Ane yang belum bisa memastikan akhirnya larut dalam suasana, mengesampingkan pertanyaan yang berkecambuk di benak ane, ane pun berusaha untuk menenangkan orang yang kesurupan ini.
Entah siapa yang memanggil kini di hadapan kami semua telah berdiri pak ustad dan pemilik dari kosan yang dia tinggali.
Pak ustad berupaya menenangkan dengan meminumkan air yang terlebih dulu di beri do'a. Sang pemilik kosan hanya diam mematung dan terlihat raut takut dari wajahnya.
"kamu siapa?"
Tanya pak ustad ke makhluk yang bersemayam di tubuh penghuni kos ini
"saya kasihan sama dia. KAMU..!!!!"
sedikit membentak makhluk tersebut mengalihkan pandangannya ke pemilik kos dan sambil menunjuk dia berkata.
"jangan dulu tagih uang kos ke dia?"
Selepas dia berkata demikian pak ustadpun berpamitan untuk pulang, dari gestur pak ustad ane semakin yakin bahwa orang sialan ini sedang berakting supaya di ijinkan menunggak iuran kos.
Entah sadar atau tidak, orang-orang yang hadir seakan masih hanyut dalam suasana mencekam termasuk di dalamnya sang pemilik kos.
Kini lambat laun suasana mulai kondusif, orang yang ane yakini pura-pura kesurupan ini mulai tenang sambil menghisap rokok dan meminum kopi yang dia pinta sebelumnya diapun kini mulai bisa di ajak komunikasi,
"ngapunteun, mbah ini siapa ya?"
Tanya salah satu teman ane yang ingin mencoba berkomunikasi.
Dengan tegas si makhluk menjawab
"aku mbahnya dia"
Amat sangat yakin makhluk tersebut menjawab sambil menunjuk laki-laki paruh baya yang di kenal sebelumnya sebagai pemilik kos-kosan yang kami diami saat ini.
"woalah.... Bohong iki.... Mesti bohong iki... Wong mbahku masih hidup. Hayoh kamu ngaku!!"
Perkataan dari sang pemilik kos sontak membuat suasana berubah, suasana mencekam yang tadi terasa kini mungkin tergantikan oleh rasa jengkel sekaligus lucu yang perlahan mulai di perlihatkan oleh orang-orang yang hadir.
" mbah... Keluar ya mbah kasihan ini anaknya mbah"
Teman mertua ane berkomunikasi ke si orang yang kesurupan yang di barengi dengan kegiatan menjitak beberapa kali kepala dari orang tersebut.
Mungkin karena telah di selimuti oleh rasa jengkel yang mendalam akhirnya kami semua memperlakukan hal yang sama.
Mula-mula si orang yang kesurupan ini di fiting, kepalanya di tenggelamkan mendekat ke lantai selanjutnya tanpa di komandoi orang-orang yang hadir di perhelatan konyol kala itu mulai melayangkan jitakan-demi jitakan yang ane bisa pastikan di barengi dengan amarah.
"DIAMMMM.... DIAM KALIAN SEMUA KULA CUMAN PENGEN HIDUP DAMAI DI DUNIA INI"
mendengar perkataan tersebut kami semua terdiam dan mulai berpandangan satu sama lain, selepas kami berpandangan lalu kami melakukan kembali kegiatan yang sempat terhenti barusan dan bahkan dengan tenaga yang sedikit lebih besar dari yang kami lakukan barusan.
Orang yang kesurupan tadi terlihat meloncat dan kini berpura-pura pingsan.
Kamipun akhirnya meninggalkan dia dan kembali hanyut dalam permainan remi.
"orang kesurupan kok mintanya aneh2. Gak sekalian minta di beliin kulkas sama tv??"
“hahahahahahahahahah"
profile-picture
masqumambang memberi reputasi
1
29-06-2019 07:46
saaedah
0
29-06-2019 15:43
jadi pengen nangis, ceritanya bikin sedih gan. tunggu update selanjutnya ya gan
0
29-06-2019 19:02
Quote:Original Posted By masqumambang
saaedah


Kalau gak salah itu istrinya ruben onsu kan???emoticon-Wakakaemoticon-Ngakak
0
29-06-2019 19:02
Quote:Original Posted By itik.buruk.rupa
jadi pengen nangis, ceritanya bikin sedih gan. tunggu update selanjutnya ya gan


Ahhh masa gan???? Beneran ini teh???
0
01-07-2019 07:58
Quote:Original Posted By lelakidurjanah
Kalau gak salah itu istrinya ruben onsu kan???emoticon-Wakakaemoticon-Ngakak


sarwendah sengkleeeeek.
gw habis baca thread sebelumnya. unch pisan bree. tp sayang sr doang isina. gw pgen komeng tp udah trllu lama euy. semangat weh nya bree. gw suka.
0
01-07-2019 08:05
Quote:Original Posted By masqumambang
sarwendah sengkleeeeek.
gw habis baca thread sebelumnya. unch pisan bree. tp sayang sr doang isina. gw pgen komeng tp udah trllu lama euy. semangat weh nya bree. gw suka.


Thread pertama ane lagi dalam proses gan. Rencananya mau ane bikinin thread lagi
0
01-07-2019 09:04
Quote:Original Posted By lelakidurjanah
Thread pertama ane lagi dalam proses gan. Rencananya mau ane bikinin thread lagi


ok gan. ditunggu updatenya. tp kalo boleh saran sih kelarin aja dulu salah 1. yg filosofi bubur juga saya blm dpt arti dr judul itu.
0
01-07-2019 09:26
Quote:Original Posted By masqumambang
ok gan. ditunggu updatenya. tp kalo boleh saran sih kelarin aja dulu salah 1. yg filosofi bubur juga saya blm dpt arti dr judul itu.


Makasih saran nya gan. Ini updatennya bentar lagi mau ane posting.
0
01-07-2019 14:34
Ini penyampaian cerita yg ane suka tdk banyak drama or dialog tdk bertele tele
0
01-07-2019 22:10
Ruqiah Dan Sesuatu Yang Perlahan Terungkap
Sekitar tahun 2014 ane dan istri ane mulai mencari-cari informasi untuk program hamil, rumah tangga ane dan istri kini telah berjalan selama 3 tahun, selama itu pula ane masih belum mendapat kepercayaan dari yang maha kuasa untuk mempunyai momongan, ane yang berusaha untuk sabar dan tabah akhirnya tergoyahkan oleh tangisan istri ane di tiap malam ketika mendapat kabar bahwa ada teman nya yang sedang mengandung. Karena ini hal yang benar-benar baru dari keluarga kita berdua ane terkesan hati-hati dalam menentukan tempat dan dokter, menurut istri ane apa yang ane lakukan ini adalah sebuah sikap yang menunjukkan bahwa ane malas-malasan, ingin rasanya ane berbicara banyak dengan istri ane tapi entah kenapa lidah ini seakan tertahan, kata-kata seakan menghilang dan ane lebih banyak tenggelam dalam usaha untuk mencoba tegar ketika berada di depan istri ane.
Singkat cerita terpilihlah sebuah klinik yang menurut informasi yang kami dapatkan klinik tersebut cukup baik dan yang tak kalah penting adalah jarak klinik tersebut dekat dengan rumah ane.
Karena kesibukan kami berdua, kami memutuskan untuk memulai program 2 minggu kedepan, karena memang ini benar-benar pertama untuk ane dan istri ane kami tak hentinya membaca berbagai macam artikel dari berbagai sumber mengenai program hamil yang akan kami jalani.
"buy.... Serius amat buy???"
Tanya salah satu teman ane yang mungkin risih karena sedari tadi ane terus menerus memainkan ponsel.
Kala itu selepas pulang kerja ane menyempatkan diri berkunjung ke rumah teman lama ane, istri ane hari ini dapat shift siang daripada harus bengong di rumah sendirian mending main ke rumah teman.
"gua mau program uyy???"
"program apaan???"
"program hamil"
Dan mulai lah perbincangan dari dua manusia yang sebenarnya mempunyai pengetahuan sangat sedikit dari topik yang sedang mereka bahas.
Satu-satunya poin yang ane bisa ambil kala itu adalah kenapa ane tidak mencoba dulu terapi ruqiah, ane sadar kemampuan yang ane miliki memiliki resiko besar yang mungkin tidak ane sadari, tanpa ada prasangka buruk apapun akhirnya ane mencoba meyakinkan istri ane agar mau mengikuti metode ruqiah terlebih dahulu sebelum melakukan program hamil di klinik yang telah kami tentukan.
Ustad yang akan meruqiah kami adalah teman dari teman ane yang ane ajak ngobrol tempo hari.
Pertemuan pertama dengan sang ustad hanya istri ane yang di ruqiah, tidak ada reaksi yang di alami oleh istri ane, ustad berpesan khusus untuk ane terapi ruqiah akan di laksanakan pada esok hari istri ane tidak di wajibkan datang.
Besoknya ane datang sesuai dengan saran sang ustad, sepertinya bukan tanpa alasan sang ustad menunda untuk meruqiah ane sepertinya ada sesuatu yang tidak ingin istri ane tau.
Sesaat sebelum berangkat ke rumah ustad ada perang yang berkecambuk di diri ane, rasa malas tiba-tiba begitu besar ane rasakan, berbekal tekad yang kuat akhirnya ane memaksakan berangkat di temani oleh teman ane.
Ustad ini masih muda umurnya ane perkirakan tidak jauh dengan ane jadi beliau pun agak risih kalau ane menyertakan kata bapak atau pak di depan kata ustad.
Setibanya di lokasi ane terlebih dahulu hanyut dalam perbincangan, hawa-hawa tidak enak yang tadi ane rasakan ketika akan berangkat berangsur mulai hilang.
Dan hal yang di tunggu-tunggupun akhirnya datang, kami semua seketika terdiam walaupun ane yang di ruqiah tapi apa yang ane rasakan sepertinya menular ke semua orang yang hadir di ruangan malam ini.
Ayat demi ayat di lantunkan oleh ustad, ane tidak ingin ada campur tangan ego ane kali ini oleh karena itu ane benar-benar memasrahkan diri dan tidak ingin sengaja membuka diri terhadap segala sesuatu yang berbau ghaib, ane yang awalnya tenang kini mulai merasakan ada sesuatu yang berontak ingin keluar, perlahan lahan tubuh ane menjadi sulit untuk ane kendalikan, ane amat sangat yakin bisa mengendalikan kesadaran dan pandangan ane tapi ane sangat sulit untuk bisa mengontrol tubuh ane yang kali ini bertindak di luar keinginan ane, ane memilih bersiaga menjaga konsentrasi dari pada ikut hanyut dalam permainan yang mungkin ingin di mainkan sosok yang ada di diri ane, perubahan intonasi suara sangat ane rasakan ketika 2 moment terjadi dimana ane bisa yakinin itu sebagai moment dimana makhluk ghaib yang entah sengaja atau tidak menempel di diri ane, suara berat seorang laki-laki paruh baya dan tawa melengking dari aksen khas makhluk perempuan masih sangat membekas di fikiran ane.
Ane mulai mencoba mengingat darimanakan asal dari kedua makhluk tersebut, berkaca dari peristiwa ane yang di tempel makhluk penghuni jembatan kali ini ane sedikit berhati2 dalam mengingat asal muasal dari peristiwa yang sedang ane alami ini, walau tak banyak perbedaan sangat ane rasakan dari kedua kejadian yang pernah ane alami tersebut. Di peristiwa yang melibatkan makhluk penghuni jembatan ketika itu ane masih sangat muda dan begitu menghambakan ego yang memang di usia ane ketika itu sedang bergejolak, dengan sombong ane beranggapan bahwa ane tidak akan mungkin bisa di 'kerjai' oleh yang tak kasat mata karena ane bisa menjadikannya kasat mata. Kali ini seiring dengan usia dan pengalaman yang ane lalui ane sedikit bisa mengontrol ego ane.
Akhirnya selesailah proses ruqiah yang masih meninggalkan tanda tanya besar buat ane, selepas di ruqiah tubuh ane luar biasa lelah begitu pula dengan ketiga orang yang berada di ruangan yang sama dengan ane, mereka berjibaku menahan tubuh ane yang kali itu menurut teman ane melenting bagaikan besi yang di panaskan.
Buah dari kondisi fisik ane yang sangat drop adalah mata ane kini seakan tidak memiliki filter, tanpa ane inginkan sekarang ane melihat di sekeliling ane terdapat beberapa makhluk yang memiliki bentuk berbeda dengan manusia pada umumnya.
Beberapa minggu setelah kejadian tersebut ane bersama istri ane mendatangi klinik yang memang sejak awal terpilih sebagai tempat dimana ane dan istri akan melakukan program hamil.
Sangat antusias kami berdua menyambut hari ini, ane dan istri sengaja datang 30 menit sebelum klinik ini buka.
Lama ane menunggu dokter yang belum hadir, ane terus menerus berusaha untuk tampil tegar di depan istri ane, padahal sama seperti istri ane perasaan ane kala itu amat sangat tidak karuan.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya datanglah sang dokter, kami adalah pasin pertama di hari itu setelah mengutarakan maksud dan tujuan kami berdua dokterpun mulai menjelaskan perihal maksud yang kami ajukan tadi.
Ane agak sedikit kurang setuju dengan penjelasan dokter kala itu, sebelum masuk dalam tahapan program istri ane terlebih dahulu di haruskan untuk mengikuti program salah satu products kesehatan yang dimana istri ane dalam sepuluh hari ke depan di haruskan sarapan dan makan sore di klinik tersebut, sudah tentu makanan yang di konsumsi istri ane haruslah dari brand products kesehatan yang direkomendasikan. Ane yang mempunyai sedikit pengalaman di bidang marketing melihat apa yang dokter ini lakukan bukanlah bagian dari apa yang ane dan istri ane maksud, biaya yang harus kami keluarkan pun cukup besar, dengan pertimbangan tidak ingin membuat mental dan psikis istri ane down anepun akhirnya menyetujui saran dari dokter.
10 hari lamanya ane mendampingi istri ane ke klinik tersebut, tak jarang karena kesibukan ane, istri ane harus berangkat sendiri dan ketika pulang barulah ane jemput.
Selama program menurunkan berat badan ini istri ane juga di sarankan untuk membeli beberapa products yang percis seperti yang ane duga di awal bahwa ini adalah serangkayan strategi marketing.
Ane dan istri pun mulai sepakat untuk mencari dokter lain, setelah serangkayan peristiwa yang ane dan istri ane alami sepertinya liburan akan sedikit membantu merefresh kondisi ane dan istri ane.
Ane merencanakan untuk liburan ke garut, rencananya ane mau liburan sekalian silaturahmi ke rumah bibi ane, dua hari ane berada di garut setelah mengunjungi tempat pemandian air panas ane berniat menaiki gunung yang letakna tepat berada di belakang rumah bibi ane. Di garut ane di beritahu oleh istri ane bahwa dia ketika itu sedang menstulasi hari pertama. Meskipun sedikit kecewa ane tidak terlalu mempermasalahkannya karena pada tanggal tersebut memang sesuai dengan jadwal dimana pada tanggal tersebut tamu bulanan istri ane memang seharusnya datang.
Setelah liburan kami selesai aktifitaspun kembali seperti semula, hal pertama yang menjadi fokus untuk kami berdua adalah sesegera mungkin mencari tempat untuk program hamil.
Di suatu malam kami berdiskusi cukup panjang mengenai rencana ini, di sela-sela perbincangan kami ane di beritahu oleh istri ane bahwa mens kali ini sedikit berbeda, mens datang 2 hari sekali sebagai contoh ketika kita berada di garut istri ane sedang mens hari pertama besoknya istri ane bersih lusanya istri ane kembali menstulasi, ane yang cukup awan akan hal tersebut beranggapan ini diakibatkan oleh kondisi istri ane yang lelah tapi jujur ane sedikit was-was.
Seminggu setelah perbincangan kami tempo hari kamipun mendapatkan beberapa referensi klinik buah dari saran teman2 dan hasil penelusuran kami berselancar di media sosial. Kami berencana akan memulai kembali program hamil ketika menstulasi istri ane selesai, tapi entah kenapa hampir 2 minggu menstulasi istri ane belum selesai juga. Ane ketika itu menyarankan istri ane untuk membeli tespek, sebenarnya istri ane amat sangat alergi dengan yang namanya tespek hal ini di karenakan ketika menggunakan benda tersebut hanya satu garis yang selalu muncul. Entah berapa banyak tespek yg telah istri ane coba hasilnya tetap sama dan oleh karena itu dia amat sangat enggan untuk membeli tespek.
Ane yang sedikit hawatir memaksa istri ane untuk mau memakai tespek, istri ane terlihat malas-malasan dia berkata "paling garisnya cuman satu, besok aja lah di pakenya" dan kamipun akhirnya tidur.
Besoknya kegiatanpun kembali seperti semula, selepas ane mandi ane langsung memanaskan mesin motor sambil di temani segelas kopi dan rokok.
Ane kaget ketika istri ane memanggil ane dengan nada tinggi, sontak ane berlari menuju istri ane dari suara yang ane dengar ane amat sangat yakin kalau istri ane berada di kamar mandi, ane menahan langkah ane tiba-tiba karena sekarang di depan ane berdiri istri ane yang tangannya bergetar memegang tespek yang kali ini bergaris dua, segera ane peluk istri ane dan ane cium keningnya, dibalik itu semua ada sebuah pertanyaan yang jawabannya amat sangat ane takutkan.
Ane segera membawa istri ane ke rumah sakit, di rumah sakit jawaban yang ane takutkan pun benar-benar terjadi.
"jadi gimana dok???"
"gimana apanya??"
"hasilnya gimana??"
"ya udah gak ada??"
"kan di tespek positif dok"
"kalau keguguran, besok atau minggu depan di tespek pun hasilnya masih positif"
"terus ini keputusannya gimana dok?"
"saya gak buat keputusan."
Sumpah ketika itu ane ingin sekali menampar wajah dari dokter tersebut, apa yang ane tulis memang lah benar-benar isi percakapan ane dan dokter tersebut, percakapan dari dokter tersebut amat sangat membekas di ingatan ane.
Jangankan memberikan tindakan atau obat, untuk sekedar memberikan surat keterangan sakitpun ane harus bersitegang terlebih dahulu, ane yang notabene manusia yang masih mempunyai hati nurani berusaha untuk membujuk dokter tersebut agar mau memberikan keterangan bahwa istri ane harus istirahat selama tiga hari. Tapi sang dokter yang hati nuraninya entah tertinggal dimana tetap kekeh memberikan waktu istirahat untuk istri ane selama satu hari dan menyuruh kami untuk kontrol lagi minggu depan.
Setelah serangkayan peristiwa yang ane alami belakangan ini perasaan ane amat sangat terombang ambing semua tercampur aduk, ane hanya berusaha menguatkan diri ane dengan meyakini bahwa ini adalah ujian yang akan indah ketika ane berhasil melewatinya dengan baik.
Melihat kondisi istri ane yang kurang baik ane sempat melarang istri ane untuk bekerja, entah apa yang di fikirkan istri ane dia bersikukuh untuk tetap bekerja walaupun ane sangat yakin kondisinya amat sangat buruk.
Dengan berat hati anepun akhirnya merelakan istri ane tetap mengikuti keinginannya.
Beberapa hari setelah kejadian tersebut ane mulai bersikap protektif ke istri ane saudara ane pun bersikap sama seperti ane.
Ketika itu selepas istri ane tidur ane menyempatkan diri ngobrol dengan kakak dan saudara ane yang kebetulan sedang berkunjung.
"itu tadi istri loe kerja???" tanya kakak ane yang aneh karena memang seharusnya istri ane istirahat.
"iya"
"di kuret gak?"
"ngga"
"lah...terus ke dokter tuh ngapain?"
Perbincangan selanjutnya sengaja perlahan ane alihkan karena jujur ane belum mau membahas lebih jauh tentang perbincangan ane dan sang dokter.
Kaka ane sempat bercerita tadi sebelum ke rumah ane dia terlebih dahulu mengantarkan saudara ane pulang, di perjalanan tak sengaja kakak ane melindas seekor ular hitam dan ketika di perjalan ke rumah ane ular yang tak sengaja terlindas itu masih berada di tempat yang sama tetapi dengan tatapan yang sepertinya marah.
Ane kakak ane dan saudara ane yang ketika itu berbincang tidak mengambil serius kejadian tersebut. Karena malam telah larut akhirnya kakak dan saudara ane memutuskan untuk pulang dan berjanji akan berkunjung ke rumah ane terus untuk menjaga-jaga bilamana terjadi sesuatu.
Besoknya benar kakak ane datang lagi tapi kali ini dia sendiri saudara ane ketika itu tidak dapat dihubungi sama sekali, tiga hari berselang kini giliran kakak ane yang tidak ada kabar.
Anepun tidak begitu mempermasalahkan karena memang kondisi istri ane masih bisa ane handle.
Sepulang ane menjemput istri ane pulang kerja ane di kagetkan oleh keterangan istri ane yang merasa perutnya kini sakit luar biasa, ane segera membawa istri ane ke rumah sakit tapi kali ini ane meminta agar istri ane tidak di tangani oleh dokter yang sebelumnya menangani istri ane. Malam itu istri ane di sarankan untuk menjalani rawat inap besoknya ane menunggu hasil dari visit dokter yang pada saat itu kebetulan sedang menangani pasien yang kondisinya lebih gawat dari istri ane.
Istri ane mulai di periksa tepat jam 12 siang hari dan dari hasil pemeriksaan dokter menyarankan istri ane harus segera di lakukan tindakan operasi karena di ketahui istri ane mengalami hamil di luar kandungan dan usia kandungan istri ane memasuki minggu ke 10. Ketika itu ane sama sekali tanpa persiapan sendiri di tengah kepanikan ane menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan didukung dengan hujan yang sangat lebat dan handphone yang habis pulsa ane seperti terpenjara sendiri di rumah sakit. Untunglah rumah sakit yang ane datangi ini merupakan tempat kerja istri ane, ane banyak di bantu oleh teman-teman istri ane yang amat ane sesalkan adalah kenapa kemarin-kemarin begitu banyak orang yang siap sedia membatu tapi di situasi genting mendadak semuanya menghilang. Ane berfikiran memang bukan salah mereka, hal ini memang sangat mendadak menurut keterangan dokter jika istri ane terlambat mendapatkan penanganan mungkin hal buruk yang mengancam keselamatan istri ane bisa terjadi.
Setelah istri ane masuk ruang operasi ane merasakan kali ini ane benar-benar sendirian di temani gemuruh petir yang silih berganti bersahut sahutan. ane hanya dapat terus berdoa dan berharap semoga istri ane baik-baik saja.
2 jam istri ane berada di ruang operasi, alhamdulilah semua berjalan dengan baik dengan bantuan dari teman istri ane akhirnya ane dapat memberikan kabar ke mertua dan orang tua ane.
Mertua dan ibu ane yang langsung berangkat menuju rumah sakit sedikit tertahan karena di jalan yang mereka lewati sedang terjadi banjir.
Barulah setelah itu silih berganti kekuarga ane datang ke rumah sakit. Hanya kakak ane dan saudara ane yang terakhir berbincang dengan ane sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar yang belum hadir.
Menurut keterangan ibu ane kakak ane tidak bisa datang karena sedang sakit.
Istri ane di rawat di rumah sakit selama 5 hari dan di hari terakhir barulah kakak ane bersama saudara ane datang ke rumah sakit. Ketika itu kondisi mulai kondusif dan ane menanyakan kenapa mereka sulit sekali di hubungi.
"gua sakit buy, pas di periksa ke dokter katanya sih gua terserang cikungunyah" keterangan saudara ane yang seperti mendapat pembelaan dari kakak ane.
"iya sama... Loe pas sakit apa yang di rasain? Kalau gua sih badan ngilu semua saking ngilunya tangan gua sampe geter-geter"
"iya bener... Sama gua juga kayak gitu, gua jadi curiga, jangan-jangan kita sakit gara2 ngelindes ular tempo hari....
Alhamdulilah ane dan istri ane dapat melewati semuanya dengan selamat, itulah hal terpenting yang ane ambil dari kejadian tersebut, istri ane termasuk orang yang kuat di kondisi seperti kemarin menurut keterangan dokter dan suster yang menangani istri ane pasien dengan gejala sama seperti istri ane akan sangat sulit untuk berjalan, sedangkan istri ane masih tetap melakukan aktifitas bahkan ketika perjalanan ke rumah sakit pun ane membawa istri ane menggunakan motor.
Istri ane belum pernah melahirkan tetapi kini istri ane punya bekas luka yang sama seperti orang yang baru di operasi caesar.
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1
01-07-2019 22:11
Quote:Original Posted By rizafahmi101
Ini penyampaian cerita yg ane suka tdk banyak drama or dialog tdk bertele tele


Makasih gan
0
01-07-2019 23:52
Ijin nunggu apdet ya bos
0
02-07-2019 12:21
Quote:Original Posted By joyanwoto
Ijin nunggu apdet ya bos


Siap gan....
profile-picture
joyanwoto memberi reputasi
1
02-07-2019 16:30
mangstap kang abuy ditunggu kelanjutannya emoticon-2 Jempol
Diubah oleh ikhwan.abas
0
03-07-2019 18:01
Quote:Original Posted By ikhwan.abas
mangstap kang abuy ditunggu kelanjutannya emoticon-2 Jempol


Siap gan makasih gan
0
04-07-2019 00:12
ceritanya kayak buru" gitu gan?
0
Halaman 5 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
my-secret-story
Stories from the Heart
gadis-berkerudung-senja
Stories from the Heart
milk--mocha
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.