alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47
Catatan Yang Terbuka
Past Hot Thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lina.wh dan 175 lainnya memberi reputasi
172
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 245 dari 341
30-06-2019 23:03
Quote:Original Posted By islamadina87
Walah eta kana sikina, teu kunanaon tah? 🤔
Seru juga ya,, tapi kurang sangar sih .itu pasti gelut gara2 rebutan lanang deh ,, haduh kunam direbutin. Aya2 wae

Aya deui teh di yutub, nona2 kupang tarung

Quote:Original Posted By gomblohext
bali nih kekeke

Bukan om
Coba aja tonton videonya


Maafkan aku sudah membuat oot emoticon-Maaf Agan
Diubah oleh oldman13
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 00:37
Quote:Original Posted By islamadina87
Nah itu, kunam kok di rebutin. Kayak gada lagi aja kunam lain..

Wew dipanggil om 🙄
Gapunya kunam 😊


Hahahaha maaf mba baru bikin id aku tadinya SR di ceritanya mas londo emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
islamadina87 dan alanaf98 memberi reputasi
2
01-07-2019 07:22
Quote:Original Posted By oldman13
Perlu dikasiin link yg gak jambak2an sama teriak2an teh?
Bukan mma kok emoticon-Big Grin

Anti oot
Pertimbangannya terlalu banyak mas ndo makanya ga bisa mutusin cepat emoticon-Hammer (S)

Padahal kalau sudah bagus, ga perlu lagi dipertimbangkan bli... Langsung eksekusi lebih baik... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By islamadina87
Nah ini seru. Dulu aku sering nonton ginian . Beda banget sama di sini. Kalo tetangga aku tuh berantem jambak2an 1 lawan 2. Udah mah kalah semua, nangis semua pula. Duh nangis guling2 di tanah, bikin malu aja udah tua juga 🤣

Wkwkwkkwkk... Tetangga teteh emak-emak metal kali... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Lha berarti waktu kuliah ambil kedokteran juga bukan pilihan Mba Fara sendiri ya Mas..

Kalau itu pilihan dia sendiri mba, lagian milih jurusan kuliah itu hal yang mudah mba, beda soal dengan jodoh... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rheeashe
Anak2 do melu bapakne kog mas.. hehehehe.. mbok ne lg menikmati me time.. emoticon-Ngakak

Me time terus pokoke... Urip kok enake ngene ya Allah... :F
Quote:Original Posted By roulette154
Jam 1an mas ketemu2 di ujung deket v.ko*l rame2 aku kira apa ternyata warung nasi. Aku gk bisa bahasa jawa mas cuma ngerti dikit2 hahhahaha
Sangar2 mas r* king seputaran taman ka*ida gebar geber mulu tiap malam emoticon-Cape d...

Jam 1 yo sepi mas, sisa anak-anak malam... Walah, cah ngawur kabeh kui mas... Tabrak gapapa... emoticon-Big Grin
0
01-07-2019 07:39
Quote:Original Posted By londo.046


Me time terus pokoke... Urip kok enake ngene ya Allah... :F



Urip mung pisan kog digawe susah.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Angkat Beer
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 08:07
Bayangan...
Hanya senyum, itulah ekspresi yang Kaka gw tampilkan malam itu... Dari sini terlihat sih, kalau dia memang ada hati ke Aldo.. Baguss lah, toh gw udah paham orangnya kayak apa kan??? Meskipun baru satu kali ketemu, tapi gw sudah bisa mengambil simpulan, jika dia layak untuk jadi Kaka ipar... Dari parameter, dia memenuhi lah... Kalau pun rada miring, karena doyan alkohol itu wajar... Cowo, jiika terlalu lurus malah mencurigakan...

Dia lagi pakai topeng agar terhihat baik atau jangan-jangan dia sedang bermain drama... Gw cowo, gw juga kenal banyak cowo, wajar kan kalau gw bisa menilai karakter cowo itu seperti apa... Dari semua cowo yang pernah dekat dengan mba Fara, gw rasa si Aldo ini yang paling bener... Kalau dia sudah ketemu cowo bener, apalagi berani ngajak main ke rumahnya, apa alasan untuk menolak??? Tidak ada... Ikuti alurnya saja kalau sudah gini... Gw sih yakin, mereka akan jadi...

Bukan hanya pacar ya, gw punya keyakinan mereka akan lanjut lebih serius... Simpulan itu gw ambil dari Aldo yang sudah matang, dan mapan... Mba Fara juga sama, tinggal ngurusin sekolahnya saja, terus mau apa lagi kalau tidak lanjut naik ke pelaminan??? Tapi itu nanti lah, jodoh kan salah satu rahasia Tuhan yang paling susah untuk dilogikakan...

Quote:"Eh mas, kamu kemarin jalan sama dia kemana???" Pertanyaan bagus...

"Ke x-plaza mba... Biasa nongki sambil ngopi ganteng lah, kenapa emang???"

"Kok kamu ga langsung ngomong ke aku sih kalau kalian mau keluar???" Sungutnya...

"Kayaknya udah deh, kamu nya aja yang ga merhatiin..."

"Apaan, kalian cuma ngomong kapan-kapan mau keluar ngopi bareng..."

"Ya, kapan-kapan itu fleksibel mba... Bisa cepat, bisa lama banget... Udah deh, aku ga ngomong apa-apa, cuma ngobrol biasa..."

"Kamu ajari dia mabok ya??? Atau dia malah mabok???" Njir, kenapa konotasi ke gw selalu jelek yakkk???

"Laki, minum alkohol itu biasa mba... Yang ga biasa itu, minum alkohol, lalu bikin hal-hal yang ga bener... Dan aku tau, Aldo bukan cowo kayak gitu..."

"Jadi, kalian kemarin minum???"

"Iya, se-sloky dua sloky, buat menghangatkan badan... Lagian, aku yang ngajakin..."

"Rag genah!!!" Manyun dia...

"Rag genah itu, kalau laki ga punya kerjaan tetap, Aldo??? Rag genah itu, kalau dekati cewe, ada maunya yang ga bener, Aldo???"

"Aku ga nangkap hal kayak gitu di dia... Dia ya dia, punya karakter dan pendirian..." Pungkas gw, dan gw bisa lihat ada senyum di bibir mba Fara...

"OK, jadi misalnya nanti Mama nanya-nanya ke kamu..." Belum selesai dia ngomong, gw sudah memotongnya...

"Aku akan bilang apa adanya, kalau Aldo itu anak baik..." Tutup gw, sambil beresin sisa makanan...

"Heheheheee..."

"Jadi, kamu ke sini cuma mau ngomong itu doang???" Tanya gw???

"Ga!!! Nganterin makanan buat kamu lho ya... Wuuuu..." Ngeles aja, dasar cewe... Jujur ngaku aja sulit...

"Makanan itu semacam sogokan buat aku... Biar aku mau ngomong, ngoahahahaahaa..."

"Bodo amat mas, kamu jangan ngomong Mama dulu lho ya, kalau aku mau diajak Aldo ke rumahnya..."

"Huh... Kurang men gawean mba, ga akan lah... Lagian, itu urusan kamu, buat apa aku ikut campur??? Kecuali, kalau Mama nanya... Itu lain soal..."

"Sippp..." Acungkan jempol dia...

"Aku tahu pinggir mba, ga ngasal aja kalau mau ngambil sikap, kalau kamu nanya Aldo kek gimana-gimana, ya aku jawab... Tapi kalau aku nyebar ke luar, maaf... Ga bisa..."

"Iya-iya, percaya mas... Lha kamu habis ini mau ngapain mas???"

"Istirahat paling mba, puyeng mikirin kerjaan terus... Gimana???"

"Ga gimana-gimana mas, ya udah deh aku balik aja..."

"Udah??? Gitu aja???"

"Heheheheheee..."

"Belajar membuat keputusan mba, jangan mudah bingung, dan tegaslah kalau punya keyakinan..."

"Siap boss... Ahahahaahaaa..."

Gw anterin mba Fara sampai di gerbang kos sebelum dia balik ke kontrakannya... Malam ini, gw hanya ingin di kos saja... Mungkin gw bisa chat dengan Lina, atau sekedar guling-guling di kasur... Badan juga rada tidak enak sih ya, mungkin kebanyakan mikir... Pokok nya, gw butuh istirahat... Kalau nanti sudah pulih, siap untuk kerja keras lagi... Kalau gw maksa, bisa sih... Tapi biasanya hasil yang gw peroleh tidak maksimal... Ada saja "miss" atau sesuatu yang tidak pas...

Mood gw kembali baik, setelah gw 'ngobrol' lewat chat dengan Lina... Gregetnya kurang memang, tapi paling tidak perkembangan ke arah yang benar ada... Dari pada gw tidak bisa komunikasi sama sekali??? Mendingan gini kan??? Lewat tulisan, bisa bertukar kabar dan kalau sudah mentok tinggal buat panggilan ke dia... Anggap saja gw lagi LDR-an sama dia... Semaranga-Singapura masih dekat itungannya... Coba kalau dulu gw jadi-an sama Reni, Semarang-Boston??? Wow...

Lari pagi... Adalah aktivitas yang gw lakukan untuk menyambut pagi... Dinginnya udara di Semarang, bukan halangan buat gw untuk melakukan aktivitas fisik yang berpotensi membuat gw sehat... Imbang lah ya, alkohol dan nikotin, yak... Olahraga juga yakkk... Gw disuruh stop minum dan ngudut??? Mending ga usah makan sekalian... Entah sugesti, atau apa, kalau gw ga ngudut gw jadi bego... Masih mending kalau gw ga makan, bisa lah bertahan dan mikir kencang...

Capek berlari, gw pun kembali ke kosan... Di sana sudah nongkrong mobil merah maroon yang gw kenal punya siapa, Djono... Tebakan gw, dia pasti sudah mendengar berita soal diracunnya kolam ikan milik anak-anak di rumah singgah... Gw kira dia sudah masuk ke kosan gw, ternyata...

Quote:"Woiii ndo, sini lu..." Ternyata dia lagi nongkrong di warteg depan...

"Wo... Kakek ane!!! Ngapain lu pagi-pagi ke sini Djon???" Tanya gw yang segera merapat ke posisinya...

"Bener ndo ada yang meracun kolam lele-nya anak-anak???" Tanya dia tanpa basa-basi lagi...

"Kata Kampret sih gitu, gw udah nyuruh Polo untuk mencari siapa pelakunya... Otak pelaku lebih tepatnya... Kalau eksekutornya sih, palingan cere-cere butuh duit..."

"Asu!!! Maunya apa mereka!!! Yang kayak gini, ga bisa didiemin ndo... Ketemu, sikat langsung!!!"

"Kalem Djon, lu dikasih tau Kampret kan??? Motif dan lain-lainnya seperti apa???" Tanya gw memastikan...

"Halah!!! Gw ga sepakat sebenarnya, kayak gini itu udah tindakan kriminal ndo!!!"

"Udah lah, kali ini kita ngikut dia aja dulu, kalau setelah ini dia buat lagi, ya apa mau dikata..."

"Tapi, kita harus tetap ke sana ndo...!!!"

"Siap, gw mandi dulu... Lu nunggu di kosan gw aja..." Tawar gw...

"Nanggung ndo, udah ada kopi di sini... Lu mendingan cepat mandi, terus cabut..."

"Iya deh... Ucup mana??? Ga gabung dia???"

"Lagi sibuk dia ndo, ada proyek dari kampus... Tadinya mau absen, tapi gw larang... Kita aja yang beresin, cukup lah..."

"Ya udah kalau gitu, tunggu ya... Selesai mandi, gass..."

"OK, sippp..."

Kalau Djono yang biasanya cengengesan saja sudah hilang selera humornya, itu artinya bahaya... Gw ga tahu deh, bisa nahan dia ga nanti... Ini anak kan susah diprediksi, kadang bisa sangat kalem, tapi kalau hal-hal prinsip sudah ditabrak, mau siapapun itu ya dihajar sama dia... Cukup 20 menit, gw sudah siap untuk caooo ke Kudus... Kali ini gw ga bawa ijo, melainkan nebeng Djono...

Lalu lintas yang ga begitu padat, membuat perjalanan pulang terasa cepat... Faktor lain nya, karena nih mobil digeber habis sama jokinya... Tujuan pertama kita adalah rumah nya Polo... Gw sih yakin, Polo sudah dapat mengidentifikasi siapa pelaku nya... Jaringan dia di dunia bawah yang luas, adalah alasan mudahnya dia mendapat akses informasi soal siapa mendapat order apa, dari siapa...

Quote:"Wah, udah ke sini aja lu ndo..." Sapa Polo yang nampak sedang ngopi di depan rumahnya... Dia sudah berseragam, mungkin akan berangkat kerja...

"Iya boss, rodo gawat soalnya..." Ujar gw pendek...

"Gw udah temukan eksekutornya ndo... Gw juga udah tanya, siapa yang bayar dia..." Ujar Polo santai...

"Wah, serius boss???"

"Iya... Lu mau eksekusi kapan???" Tanya Polo, masih dengan santainya...

"Boss, soal eksekusi serahkan pada kita... Gw makasih banget kalau lu mau berbagi..."

"Ah, taek lu ndo... Heheheheee... Mau pesta ga ajak-ajak nih..."

"Bukan gitu boss, gw ga enak kalau ada apa-apa sama lu... Lagian, gw ga akan langsung eksekusi kok..."

"Cukkk!!! Kayak sama siapa aja ndo... OK, gw kasih tau... Eksekutornya Halim, anak desa sebelah... Lu pasti tahu kan???"

"Iya gw paham... Rumahnya juga gw tahu kalau dia boss..."

"Sippp... Kalau yang bayar dia, namanya Luki, pengusaha ternak lele..." Gw potong...

"Sek-sekkk... Luki??? Yang rumahnya dekat lapangan xxx..." Ujar gw...

"Bener!!! Gw aja ga nyangka ndo... Asu juga dia... Kayak ga ingat dia bisa naik karena apa dan siapa..."

"OK-OK..."

"Kalau gitu gw cabut dulu boss, makasih banyak infonya... Lu pasti akan nolak kalau gw beli duit... Heheheee..."

"Kalau lu ngasih gw duit, mending lepas baju lu, duel wae ndo!!! Kek ane!!! Mau balas budi susah banget sama lu..."

"Ngoahahahahaaa... Kalem boss, tapi gw ada ini buat lu..." Taruh dua botol vodka...

"Wah jancokkk... Hahahahaaa..."

"Lu ga bisa nolak kalau ini, OK???"

"Hah, asu-asu... Eman ndo kalau yang ini gw tolak..."

"Siappp... Gw cabut ya???" Ujar gw...

"OK ndo, hati-hati..."

Dari tadi, Djono nampak diam saja... Kayak-nya sih lagi menata emosi... Sepanjang jalan dari Semarang tadi, gw emang mendoktrin dia untuk kalem dan ga emosi... Boleh lah kita memberikan satu kesempatan kepada si pelaku... Siapa tahu, dia melakukan hal ini karena khilaf atau apa... Namanya manusia, kan tidak selalu benar... Kalau sekali salah, ditegur, kemudian bikin salah yang sama... Itu baru tak termaafkan...

Quote:"Lu kenal ndo sama si Luki-Luki itu???" Tanya Djono...

"Lebih dari kenal Djon... Orang itu dulu yang modalin ya Babe... Dulunya dia juga gembel jadi calo bus di terminal situ..."

"Wah asu!!! Udah ditolongin, malah nyari gara-gara..."

"Manusia Djon, kita cari dulu apa penyebab nya..."

"Lha ini mau samperin dia langsung kan??? Pengen denger gw alasannya apa..."

"Santai, kita ke tempat Halim dulu... Kita perlu mendengar pengakuan langsung dari si eksekutor... Jadi nanti enak ngomongnya sama Luki..."

"Semoga aja mukanya ga nyolot!!! Kalau sampai muka-muka nyolot, maaf ndo kalau gw hantam..."

"Ngoahahahahaaa... Kalem Djon!!!"

Pada akhirnya, info yang diberikan oleh Polo memang valid... Mulai dari eksekutor, dan yang menyuruh ya memang orang itu... Apa motifnya??? Ekonomi dan persaingan usaha, persis seperti yang Arief sampaikan... Djono tidak memukul, tapi dia memaki-maki Luki sampai habis... Yang dimaki-maki juga tidak berani bereaksi, wong dia salah... Fatal lho ini, kalau kita mau naikkan masuk ke ranah pidana, bisa... Tapi ya sudahlah, buat apa???

Kalau mau belajar, banyak pelajaran yang gw petik dari kejadian ini... Pertama, jangan serakah kalau jadi manusia... Dia ingin tidak punya saingan, karena pengen pendapatan yang lebih banyak... Padahal, apa yang sudah dia peroleh selama ini, jauh di atas cukup... Keserakahan menutup akal sehat dan nalar nya... Kedua, serapi apapun melakukan hal jelek, apalagi kejahatan yang merugikan orang lain, pasti akan terbongkar... Kalau kata Pak Polisi, tidak ada kejahatan yang sempurna...

Ketiga, ingat dari mana kau berasal... Luki ini lupa siapa dirinya, dan dari mana asalnya dia... Dulu, apa bedanya dia dengan anak di rumah singgah itu??? Tidak ada... Coba kalau dia bayangkan, dulu dia dirusuhi kayak gini, apa dia bisa seperti hari ini??? Lupa akan masa lalu ini lho yang bahaya... Menjadikan orang melakukan tindakan seenak udelnya sendiri... Apapun itu, semoga Luki sadar, bahwa apa yang dia lakukan itu salah besar dan semoga tidak diulangi lagi...

Gw balik Semarang, sedangkan Djono lanjut ke Jogja... Jangan ditanya capek atau ga ya... Kita kan manusia-manusia gila... Kalau capek ya tinggal minum "jamu..." Jamu kan banyak ragam dan macamnya hehehee... Gw naik ke atas, biasa membereskan sisa-sisa proyek yang sudah mendekati akhir masa pengerjaan... Lahan yang tadinya semak belukar dengan beberapa pohon besar, saat ini sudah hampir semuanya mulus...

Quote:"Kamu yang punya lahan ini ya mas???" Tanya seorang paruh baya, yang sangat gw kenal... Bapaknya Panjul...

"Siap... Heheheheee..." Jawab gw dengan senyum yang mengembang...

"Pintar juga Bapak mu memberikan kamu pekerjaan di sini..." Gimana??? Sama kan dengan anaknya...

"Budaya di keluarga kami tidak mengenal yang namanya menolong untuk membunuh boss..." Jawab gw...

"Maksudnya apa nih???"

"Tidak ada maksud apa-apa, hanya sekedar omongan saja..." Ngapain juga gw bikin ini jadi serius...

"Dijual berapa sama Bapak mu lahan ini???" Wah, udah berani nawar, maklum orang kaya boss...

"Tanya saja sama orangnya boss, kan asumsi lu, ini punya dia..." Ga pakai bahasa sopan ya, wong sama orang ga tahu aturan kok...

"Lho, jangan gitu dong... Kan kamu sudah dipercaya untuk mengelola, harusnya kamu dong yang membantu untuk bertanya... Saya kastamer lho..."

"Ya udah, 6 juta per meter... Monggo..." Ujar gw ngasal... Kalau dia mau beli, ya udah lepas...

"Busettt... Itu mau jualan, atau merampok orang mas???"

"Namanya orang jualan, punya barang, kan suka-suka lah..."

"Wah, ga bener kamu... Saya ngomong nih sama Bapak mu..."

"Monggo saja, gw tunggu... Besok balik lagi kalau udah deal harganya..."

"Iya, sekalian meng-evaluasi kamu yang ga pecus kerja!!!"

"Hehehehheee..."

Sayang dia orang tua, andai dia masih muda seusia gw, atau sedikit di atas gw, sudah gw sikat moncongnya... Ngomong asal jeplak saja... Dia kaya itu karena apa sih??? Ngibul ke rakyat kan??? Usaha lain di luar jabatan dia di wakil rakyat juga ga ada... Lho yang kek gitu kok sombongnya meng-angkasa... Hadeh, lagi-lagi cobaan di pagi hari...

Quote:"Siapa sih itu mas???" Tanya mandor gw, setelah orang sialan itu pergi...

"Anggap saja demit Pak..." Jawab gw pendek, menurunkan emosi juga...

"Gayanya selangit banget, ngomong sana-sini ngajak ribut mas..." Njir, bukan cuma gw yang emosi ternyata...

"Udah Pak, abaikan saja... Ngurusin yang kayak gitu, ga akan pernah ada selesainya..."

"Gimana dengan pekerjaan???" Tanya gw...

"Minggu depan semuanya kelar mas... Yah, paling lama 5 hari lah..."

"Siappp... Honornya, saya kasih sekarang, atau sekalian kalau selesai Pak..."

"Nah itu mas, anak-anak minta sekalian saja Pak kalau udah selesai..."

"Waduh, nanti kalau ada yang butuh gimana??? Gapapa ini, sekalian???"

"Gapapa mas, udah dikondisikan semua nya kok... Bingung juga mas, habis ini mau kerja di mana..."

"Hm... Mereka kualifikasinya tukang semua ya Pak???"

"Yang 5 assisten tukang mas... Sisanya tukang sih..."

"Rencana sih mau lanjut Pak, tapi kalem dulu lah, napas dulu sambil nyari modal Pak..."

"Ah, jenengan sih modal gampang mas, hahahahaaa..."

"Ga gitu juga lah Pak... Intinya, kalau boleh saya ingin pakai jasa mereka lagi... Udah kenal, kerjanya bagus juga..."

"Sama mas, mereka kalau disuruh milih juga mau kerja sama jenengan... Ini bukannuya mau dibuat perumahan ya mas???"

"Grand awalnya gitu Pak, tapi realisasinya kita lihat saja dulu..."

"Siap-siap... Kalau gitu, saya balik ke sana dulu mas... Soal lain-lain, jenengan bisa bahas nanti kalau pekerjaan sudah selesai..."

"OK Pak..."

Itulah ga enaknya jadi gw, kalau sukses yang pasti akan kebawa ya nama Papa... Modal itu bukan handicap bagi gw, karena gw tinggal minta sama Papa... Padahal, tidak seperti itu fakta dan kenyataannya... Tugas bagi gw sih, bagaimana gw bisa lepas dari bayangan Papa yang sudah terlanjur menggurita... Bisakah gw??? Bisa!!! Karena hal paling tidak mungkin di dunia ini, adalah ketidak mungkinan itu sendiri...




Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
uswatun18 dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Lihat 1 balasan
01-07-2019 08:44
Quote:Original Posted By rheeashe
Urip mung pisan kog digawe susah.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Angkat Beer

Jare leg ra susah, ora sangar mba... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thescorpionking dan 3 lainnya memberi reputasi
4
01-07-2019 08:46
Quote:Original Posted By londo.046
Jare leg ra susah, ora sangar mba... emoticon-Big Grin


Susah, abot kr angel q le ngomong mung wong putus asa.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin Gusti q maha asik kog dgn cara Nya.. emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 09:34
ternyata ya... kelakuan si Panjul 11 12 sama bapaknya ya...sama-sama nyebelin..
benar kata pepatah.. buah jatuh tak jaub dari pohonnya.
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 09:50
Quote:Original Posted By londo.046
Tugas bagi gw sih, bagaimana gw bisa lepas dari bayangan Papa yang sudah terlanjur menggurita... Bisakah gw??? Bisa!!! Karena hal paling tidak mungkin di dunia ini, adalah ketidak mungkinan itu sendiri...


eeaaa... kan, utk skelas pengusaha sperti papa mu aj, jenengan susah lepas dr bayang2 beliau.. bgmana dgn "temanmu" yg baru itu, yg kelasny udh bkn lg skedar pengusaha.. emoticon-Big Grin
namany anak dgn ortu itu imej ny memang akan slalu mlekat di mata orang.. wajar aj lahh, dgn pnilaian orng yg tdk mlihat lbh dekat... emoticon-Malu
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 10:23
keluarga ne panjul sing rodok genah ketok e gur kakang e thok ya.. kok iso gaplek i ne sak paket
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 11:26
Yailah omm gue nunggu adegan baku hantam tapi engga sesuai ekspektasi emoticon-Cape deeehh
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 12:48
Quote:Original Posted By kyukyunana
Yailah omm gue nunggu adegan baku hantam tapi engga sesuai ekspektasi emoticon-Cape deeehh


Di sini aura kebapakan mas londo keluar jadi makin dewasa emoticon-Ngakak
0
01-07-2019 15:06
Quote:Original Posted By rheeashe
Susah, abot kr angel q le ngomong mung wong putus asa.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin Gusti q maha asik kog dgn cara Nya.. emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer

Masalahe wong kui kokean sambat tapi lali sambate karo sopo mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
ternyata ya... kelakuan si Panjul 11 12 sama bapaknya ya...sama-sama nyebelin..
benar kata pepatah.. buah jatuh tak jaub dari pohonnya.

Orang kalau naik level dengan mudah, kadang mental lamanya belum ter-upgrade dengan baik mba... Jadinya??? Ya begitu lah... emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By rosemary911
eeaaa... kan, utk skelas pengusaha sperti papa mu aj, jenengan susah lepas dr bayang2 beliau.. bgmana dgn "temanmu" yg baru itu, yg kelasny udh bkn lg skedar pengusaha.. emoticon-Big Grin
namany anak dgn ortu itu imej ny memang akan slalu mlekat di mata orang.. wajar aj lahh, dgn pnilaian orng yg tdk mlihat lbh dekat... emoticon-Malu

Wkwkwkwkwkkk... Tapi harus bisa lepas mba, karena seenak-enaknya manusia itu yang mandiri dan diakui karena kemampuan nya sendiri... Bukan karena si anu dan si itu... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By bobzlogic
keluarga ne panjul sing rodok genah ketok e gur kakang e thok ya.. kok iso gaplek i ne sak paket

Biasa om, kere munggah mbale... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kyukyunana
Yailah omm gue nunggu adegan baku hantam tapi engga sesuai ekspektasi emoticon-Cape deeehh

Preiii
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 15:20
Quote:Original Posted By londo.046
Masalahe wong kui kokean sambat tapi lali sambate karo sopo mba... emoticon-Big Grin


Menungso mas.. nggone salah kr kleru tur sombong meh ngakoni.. emoticon-Big Grin
Bapak ne panjul q jebul yo umume wong gedung kuro2 yoo.. kog ra ono le pengen njeblug e gedung kuro2 kae yaa..emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 15:26
Quote:Original Posted By londo.046

Orang kalau naik level dengan mudah, kadang mental lamanya belum ter-upgrade dengan baik mba... Jadinya??? Ya begitu lah... emoticon-Cape d...


Iya ya tanpa di sadari ternyata di part ini ada 2 yang cepat naik tapi lupa kulit..emoticon-Smilie
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
Lapor Hansip
01-07-2019 17:26
Balasan post londo.046
seenggaknya sekarang gw tau drmn asal usulnya sifat si panjul kayagitu.. buah jatuh gak jauh dari pohonnya lah, kecuali kl dibawahnya sungai.. emoticon-Ngakak
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 18:14
Quote:Original Posted By rheeashe
Menungso mas.. nggone salah kr kleru tur sombong meh ngakoni.. emoticon-Big Grin
Bapak ne panjul q jebul yo umume wong gedung kuro2 yoo.. kog ra ono le pengen njeblug e gedung kuro2 kae yaa..emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Sombong nantangan, leg dibayar kontan tantangane malah mlayu... emoticon-Ngakak (S) Tapi ga kabeh anggota dewan sak keluargane ngono sih mba... Aku akeh kenalan anggota dewan, bocahe apik-apik wae... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Iya ya tanpa di sadari ternyata di part ini ada 2 yang cepat naik tapi lupa kulit..emoticon-Smilie

Banyak mba di sekitar kita yang seperti itu, tapi kadang mereka pintar menyembunyikan wajah asli mereka... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wahyoedhi69
seenggaknya sekarang gw tau drmn asal usulnya sifat si panjul kayagitu.. buah jatuh gak jauh dari pohonnya lah, kecuali kl dibawahnya sungai.. emoticon-Ngakak

Sungai nya ga bergerak om, alias airnya tenang... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
alexyuliansah dan roulette154 memberi reputasi
2
01-07-2019 18:35
Quote:Original Posted By londo.046
Sombong nantangan, leg dibayar kontan tantangane malah mlayu... emoticon-Ngakak (S) Tapi ga kabeh anggota dewan sak keluargane ngono sih mba... Aku akeh kenalan anggota dewan, bocahe apik-apik wae... emoticon-Big Grin


Nek bocah ngunu kui di sawang sambi ngopi we malah penak mas.. wong koyo ngunu kui baduttt..emoticon-Ngakak
Emng gak kabeh.. tapi luweh akeh le marai ngelus dodo.. bejo nek nemu le bener2 lurus emoticon-Big Grin
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 18:37
Jotosi wae kui si luki om londo, geram saya
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
01-07-2019 18:44
Quote:Original Posted By londo.046


Banyak mba di sekitar kita yang seperti itu, tapi kadang mereka pintar menyembunyikan wajah asli mereka... emoticon-Big Grin


Ya Mas... ada kenalan 1 jabat anggota DP*D Kab. periode skrang ini ngga kepilih lagi utk periode yg akan datang karena ya.. kelakuannya kayak gitu.. dia dan keluarganya sombongnya minta ampun..padahal dulunya bukan siapa-siapa..
#Hanya sekedar pengingat diri sendiri#
profile-picture
roulette154 memberi reputasi
1
Halaman 245 dari 341
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
akhir-penantian
Stories from the Heart
long-lost-love
Stories from the Heart
milk--mocha
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.