News
Batal
KATEGORI
link has been copied
68
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d02122ad439724baf023520/hoaks-kapolri-sebut-tni-akan-tunduk-pada-hukum-kepolisian
Sebuah pesan berisi informasi mengenai pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Polri dan menyebut bahwa TNI akan tunduk pada hukum kepolisian beredar.
Lapor Hansip
13-06-2019 16:06

[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian

Past Hot Thread
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian

Sebuah pesan berisi informasi mengenai pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Polri dan menyebut bahwa TNI akan tunduk pada hukum kepolisian beredar.

Pesan tersebut beredar secara berantai melalui grup percakapan di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial Facebook pada Senin (10/6/2019).

Informasi ini dipastikan hoaks alias tidak benar. Klarifikasi mengenai hal ini disampaikan Polri melalui Kepala Biro Pelayanan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Narasi yang beredar

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, pesan tersebut berisi konten dengan 8 poin yang disebutkan merupakan arahan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. Pesan ini juga diunggah oleh salah satu pengguna Facebook pada Rabu (12/6/2019).

Selain itu, dalam pesan yang beredar itu juga disebutkan arahan dari Kapolda dan Asisten Operasi (Asops) yang terdiri dari beberapa poin.

Pada poin pertama, disebutkan ucapan terima kasih dari Kapolri kepada jajaran polri yang telah berhasil memukul mundur massa pendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selanjutnya, Kapolri meminta kepada jajaran polri untuk bersabar dan mengalah untuk mewujudkan kepentingan Democratic Policing.

Maksud dari istilah ini, TNI nantinya akan tunduk pada hukum kepolisian.
"C. Arahan Kapolri sbb:

1. Ucapan terimakasih untuk jajaran Polri di lap dlm KPU yang telah berhasil memukul mundur dan mendemoralisasi massa pro 02.

2. Agar semua jajaran Polri bersabar, kita mengalah untuk kepentingan yang lebih besar yaitu mewujudkan Democratic Policing *yang nantinya TNI akan tunduk pada hukum kepolisian. Untuk itu agar terus rangkul TNI.

3. Situasi umum secara umum baik tapi dengan catatan 2 kasus menonjol yaitu kerusuhan di Buton dan ledakan bom di Kartasura.

4. Kelola media dengan baik, berita yang menyudutkan Polri agar segera di-counter. Cari dan tindak penyebarnya.

5. Perbaikan layanan publik secara online.

6. Menekan terjadinya konflik sosial, aksi teroris, kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat.

7. Babinkhatibmas harus mengetahui secara dini potensi konflik sosial yang ada di wilayahnya.

8. Sat intel harus tahu secara dini potensi konflik dengan *TNI selesaikan sebelum potensi konflik menjadi besar*".


Penelusuran Kompas.com:

Kepala Biro Pelayanan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa pesan tersebut tidak benar alias hoaks.

"Pesan yang mengatasnamakan Kapolri itu hoaks. Beredar melalui WA dan diviralkan di medsos," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com , Kamis (13/6/2019).

Dedi mengungkapkan, awalnya pesan tersebut diterima oleh pihak Kepolisian sejak Senin (10/6/2019).

Ia juga mengatakan, istilah Democratic Policing bukan bermakna TNI tunduk pada hukum kepolisian.

"Democratic Policing maksudnya pemolisian masyarakat di era demokrasi dengan ciri-ciri bahwa Polri menjunjung tinggi supremasi hukum, hak asasi atau sebagian hak-hak sipil, dan mengamankan nilai-nilai demokratis," ujar Dedi.

Menurut Dedi, hingga saat ini tim siber masih mendalami akun-akun penyebar konten-konten hoaks tersebut.

Sementara itu, bantahan juga dituliskan oleh admin Instagram Divisi Humas Polri.

"Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah mengeluarkan Arahan dalam bentuk brodcast tersebut. Bagi penyebar berita atau konten hoax dapat dipidana sesuai dengan UU ITE Nomor. 19 Tahun 2016 dan UU Nomor. 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman sampai 10 tahun," tulis admin Divisi Humas Polri.



SUMBER
Kompas
Diubah oleh KASKUS.HQ
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 4
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 10:44
adu domba, hoaks, kamuflase, fitnah, propaganda.. ya hanya satu kubu yg ngotot menang yg terbiasa melakukannya
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 11:23
Hedeh tahun ini penuh dengan Hoax emoticon-Cape d...
profile-picture
piuw.piuw memberi reputasi
1 0
1
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 12:41
taktik adu domba ini,
moga2 diusut sampe tuntas
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 12:49
Lagi lagi adu domba..
Perang saudara..

Dulu jaman harto pake PKI nyerang pake ideologi..
Sekarang era jokowi lagi build up mw pake agama sebagai alatnya..

Mastermind kampret gitu2 aja strategynya..
Goblog n Kurang kreatifemoticon-Turut Berduka
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 16:28
menuruku ada benernya juga sih gan apa yang ditulis itu
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
14-06-2019 20:51
Hahaha kerjaan kok nyebar hoax, suruh nanem jagung kalo ga melihara kambing. Ada guna nya dikit. Bego kok dipelihara
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
16-06-2019 17:05
bahaya kalo sampe memprovokasi kaya begini
0 0
0
[HOAKS] Kapolri Sebut TNI Akan Tunduk pada Hukum Kepolisian
16-06-2019 17:12
Halo teman-teman,
maaf jika saya out of topic. Disini saya meminta bantuan teman-teman untuk mengisi kuesioner saya yang sedang berjuang lulus tahun ini.
Jika teman-teman disini pengguna aplikasi SAP (System Application Product) mohon isi link dibawah ini.

-->bit.ly/penelitiansap




Terima kasih emoticon-Smilie
0 0
0
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
HANSIP HOAX
hansip-hoax
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia