alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d03694cf4d6952f0149ed81/studi-intoleransi-indonesia-makin-sekuler-seseorang-ia-makin-toleran
Lapor Hansip
14-06-2019 16:30
Studi Intoleransi Indonesia: Makin Sekuler Seseorang, Ia Makin Toleran

Quote:
Sebuah studi intoleransi Indonesia menunjukkan, bahwa semakin sekuler seseorang, maka semakin toleran orang itu. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi ancaman, ketidakpercayaan, sekularisme, fanatisme agama, dan media sosial dapat memicu intoleransi secara langsung. Responden yang merasa terancam dan tidak percaya pada agama dan etnis lain, cenderung tidak toleran. Kecenderungan yang sama juga ditemukan pada mereka yang fanatik terhadap agama dan pengguna media sosial akut.


Intoleransi telah menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di Indonesia—negara sekuler dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia—seiring meningkatnya kasus intoleransi di seluruh negeri.

Para peneliti dan organisasi masyarakat sipil telah melakukan berbagai survei untuk memahami intoleransi dalam masyarakat Indonesia yang beragam. Tetapi kebanyakan dari mereka hanya menunjukkan persentase orang yang tidak toleran di antara penduduk Indonesia.

Studi deskriptif ini hanya memberikan pola umum intoleransi di Indonesia. Mereka tidak mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan praktik intoleran.

Kita perlu penelitian tentang intoleransi yang tidak hanya angka, untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana orang menjadi intoleran, dan untuk menemukan solusi.

Dengan menggunakan metode analisis statistik yang disebut pemodelan persamaan struktural (SEM), tim saya dan saya mengidentifikasi bahwa identitas agama dan etnis yang kuat adalah faktor dalam seseorang yang memiliki sikap intoleran.

METODE DI LUAR STATISTIK
Peneliti yang memiliki minat dalam masalah intoleransi jarang menggunakan SEM—metode yang dapat menunjukkan hubungan sebab akibat antara beberapa variabel dependen dan variabel independen.

Metode ini biasanya diterapkan pada penelitian tentang pemasaran, motivasi, dan tingkat kepuasan terhadap fasilitas kesehatan. Peneliti ilmu sosial juga menggunakannya untuk mengukur sesuatu yang abstrak.

Tetapi akan bermanfaat untuk menggunakan metode ini untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh studi deskriptif. Dengan menggunakan SEM, kita dapat mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang menyebabkan intoleransi, dan sejauh mana berbagai faktor mempengaruhi tingkat intoleransi.

Ini juga dapat digunakan untuk mengukur sesuatu yang abstrak—seperti toleransi—dengan menggunakan indikator untuk mewakili konsep.

Untuk penelitian kami, kami menggunakan indikator seperti penolakan pemimpin dari berbagai agama dan kelompok etnis, dan penolakan tetangga dengan agama dan etnis yang berbeda. Setelah kami mengidentifikasi indikator ini, kami dapat mengukur variabel dan menentukan hubungannya.

TEMUAN KAMI
Pada tahun 2018, kami mewawancarai 1.800 responden di sembilan provinsi di seluruh Indonesia. Kami memilih responden yang memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilu, untuk mengukur intoleransi terkait pandangan mereka tentang kandidat pemilu dengan agama dan etnis yang berbeda. Oleh karena itu, kami menggunakan multistage random sampling untuk memperoleh sampel penduduk berusia 17-64 tahun atau sudah menikah, yang menurut hukum Indonesia berhak memilih.

Dari analisis kami, kami mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sikap intoleran: identitas agama dan fanatisme, etnis, ketidakpercayaan, sekularisme, ancaman yang dirasakan, dan media sosial.

Studi Intoleransi Indonesia: Makin Sekuler Seseorang, Ia Makin Toleran


Penelitian kami menemukan bahwa persepsi ancaman, ketidakpercayaan, sekularisme, fanatisme agama, dan media sosial dapat memicu intoleransi secara langsung.

Responden kami yang merasa terancam dan tidak percaya pada agama dan etnis lain, cenderung tidak toleran. Kecenderungan yang sama juga ditemukan pada mereka yang fanatik terhadap agama dan pengguna media sosial akut.

Penelitian ini menunjukkan ketidakpercayaan atas perbedaan agama adalah salah satu aspek utama yang berkontribusi terhadap intoleransi. Responden kami mengatakan bahwa orang-orang dari agama yang berbeda tidak dapat dipercaya dan mereka cenderung mengeksploitasi orang lain ketika mereka berkuasa.

Para responden ini juga merasa terancam ketika orang-orang yang berbeda agama menjadi pemimpin dan lebih kuat secara ekonomi dan politik.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin sekuler seseorang, maka semakin toleran orang itu.

Kami mengidentifikasi orang-orang sekuler ini tidak hanya berdasarkan pada nilai-nilai agama mereka, tetapi juga kepercayaan mereka pada peran negara untuk melindungi hak-hak warga negara dengan berbagai agama.

Kami menemukan bahwa 56,6 persen responden kami dapat menerima kandidat dengan agama berbeda untuk mencalonkan diri untuk jabatan pemerintah. Sebagian besar dari mereka juga tidak menilai latar belakang agama dan etnis kandidat dalam pemilihan presiden dan daerah.

Studi Intoleransi Indonesia: Makin Sekuler Seseorang, Ia Makin Toleran


PEMBUATAN KEBIJAKAN BERBASIS PENELITIAN
Penelitian kami menunjukkan bahwa SEM dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengeksplorasi dan memahami masalah intoleransi.

Kami dapat menggunakan temuan ini sebagai dasar untuk membuat kebijakan untuk mengatasi intoleransi di Indonesia.

Mencari tahu berapa banyak orang dalam masyarakat yang memiliki sikap intoleran adalah penting, tetapi lebih penting lagi untuk menggali lebih dalam untuk memahami alasannya.


https://theconversation.com/understa...-method-116851

SUMBER

untuk apa beragama, jika merasa berbeda dengan yg lain?
apakah agama A punya warna darah yg berbeda dengan si B?
apakah agama si B punya warna tulang yg berbeda dengan si C?

apa itu agama?
apakah benar2 ciptaan Tuhan?
atau ciptaan manusia sendiri?
apa itu agama?
apakah hanya campuran sejarah asli dan palsu serta klaim kebudayaan tempat dia berasal, kemudian di anggap sesuatu yg sakral yg lgsg diturunkan oleh Tuhan?

apa itu Tuhan?
apakah Tuhan itu benar2 ada?
siapa yg pernah melihatnya? siapa yg bisa membuktikannya?
jika semua hanyalah masalah kepercayaan yang TIDAK PERNAH BISA DI BUKTIKAN
lalu buat apa fanatik pada sesuatu yg masih tidak jelas ada maupun tiada?

mari kembali pada masing2

mau beragama, tapi merasa orang orang sekeliling kita sebagai makhluk asing karena "berbeda"?
atau tidak beragama, tapi merasa orang sekeliling adalah sama, sebagai sesama manusia

emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelygirl15 dan 36 lainnya memberi reputasi
37
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 9
15-06-2019 09:39
Marilah beragama, tapi tetap yg rasional. Bukti rasional apa? Buktinya di pilpres kemarin. Lihat siapa yg kalah dan siapa yg menang? Itu pertanda sebagian besar orang-orang beragama, apapun agamanya, tetap bisa menjaga rasionalitasnya emoticon-thumbsup
0
15-06-2019 09:39
Quote:Original Posted By sibuk.nyaleg
terguncyang gan? emoticon-Big Grin


kali..krn yg gw ladeni cm org sotoy goblok
0
15-06-2019 09:41
Agama itu urusan pribadi masing-masing, itu saja udah.


Tapi kalo ada yang menggunakan agama sebagai 'alat' maka yang salah itu orangnya, bukan agamanya. Semua agama itu mengajarkan kebaikan kok.
emoticon-2 Jempol
0
15-06-2019 10:09


Quote:Original Posted By baka1412
Gak usah jauh2 survey yang dewasa

Udah pernah ada study di kelompok anak2 kok, semakin religius seorang anak di didik, semakin anak itu gampang persekusi orang lain dan ngerasa dia yang paling benar emoticon-Angkat Beer

Agama sebagai pemersatu, fakta nya cuma berbeda tipis untuk jadi pemecah belah emoticon-Angkat Beer

Orang beragama belum tentu jadi orang baek

Tapi orang baek gak perlu ber Agama untuk punya alesan berbuat baek


Mungkinkah bisa dibilang sisi gelap dari agama? Ataukah sisi gelap dari manusianya sendiri ? Agama hanyalah digunakan sebagai pembenaran dari sisi gelapnya

0
15-06-2019 10:35
Quote:Original Posted By pasti2periode


mari kembali pada masing2

mau beragama, tapi merasa orang orang sekeliling kita sebagai makhluk asing karena "berbeda"?
atau tidak beragama, tapi merasa orang sekeliling adalah sama, sebagai sesama manusia


emoticon-Smilie


Dunia tak sesempit itu emoticon-Traveller

Ane pilih opsi 3 ane beragama dan ane anggap semua orang sama emoticon-Smilie
Diubah oleh hide0606xx
profile-picture
anita.sutanty memberi reputasi
1
15-06-2019 10:49
kalo menurut ane beragama penting dan toleransi pun penting,,
gus mus, gus dur sudah mencontohkannya,,
mereka di cintai oleh semua kalangan agama mana pun,,emoticon-Shakehand2
0
15-06-2019 10:51
hilih..
itu di uyghur, komunis tp toleransinya tipis juga emoticon-Embarrassment
profile-picture
anita.sutanty memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
15-06-2019 11:03
Agama adalah hak asasi. Setiap orang boleh memeluk boleh ngga. Terserah dia. Tapi kalo memeluk salah satu agama, jangan menjalankan agama secara negatif atau ngambil buat keuntungan dan buat memuaskan napsu syahwat sendiri. Jadikan agama dasar dalam berinteraksi dengan baik dalam bermasyarakat. Perbedaan jangan ditonjolkan. Persamaan yang ditonjolkan dan dijunjung tinggi serta dijalankan.

Contoh : semua agama mengajarkan untuk bekerja dan jujur. Itu yang harus dibela. Jangan menonjolkan ini Tuhan gue, Tuhan loe bohongan, dsb. Kalo itu simpen buat diri sendiri aja.
profile-picture
profile-picture
lyndonbaines dan rizaradri memberi reputasi
2
15-06-2019 11:06
Oleh karena itu ane selalu menjunjung sekulerisme.
profile-picture
lyndonbaines memberi reputasi
1
15-06-2019 11:07
Quote:Original Posted By greengeckoijo1
Agama adalah hak asasi. Setiap orang boleh memeluk boleh ngga. Terserah dia. Tapi kalo memeluk salah satu agama, jangan menjalankan agama secara negatif atau ngambil buat keuntungan dan buat memuaskan napsu syahwat sendiri. Jadikan agama dasar dalam berinteraksi dengan baik dalam bermasyarakat. Perbedaan jangan ditonjolkan. Persamaan yang ditonjolkan dan dijunjung tinggi serta dijalankan.

Contoh : semua agama mengajarkan untuk bekerja dan jujur. Itu yang harus dibela. Jangan menonjolkan ini Tuhan gue, Tuhan loe bohongan, dsb. Kalo itu simpen buat diri sendiri aja.


Betul sekaliemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
37sanchi dan joel.matip memberi reputasi
0
15-06-2019 11:33
Yang beragama harusnya cari tau dan belajar tentang agama yg dianutnya dari sumber yang jelas biar enggak gagal paham ya bro hehehe...
0
15-06-2019 11:45
masak iya sih
0
15-06-2019 12:18
Quote:Original Posted By tokoalshop
buat gw semua agama sama.
sama2 punya fanatik yg memandang orang2 yg diluar agama dia itu adalah org yg penuh dosa dan najis.

gw hidup dikeluarga Islam dan Kristen.
Dan saudara2 saya yg fanatik baik it islam dan kristen sama aja memuakkan kelakuannya,terlebih diaktifitas WA grup keluarga besar.


Klo samawi bersaudara memang gitu kelakuannya. Sama-sama merasa paling benar. Yang lainnya sesat.
profile-picture
kingoftki memberi reputasi
1
Lapor Hansip
15-06-2019 12:42
Balasan post leonosphire
da toleransi itu
seharusnya uigur itu di GENOSIDA

coba nanya suku hui
kenapa mereka islam juga
tapi ga di apa apain?

emoticon-Traveller
profile-picture
kingoftki memberi reputasi
1
15-06-2019 15:01
tapi memang urusan intoleransi patut diakui bahwa agama gue paling militan. urusan apapun bawaannya maksa. ngancem. mukul, njarah. mbunuh. semua ada pembenarannya (ya sering kita bikin sendiri dgn berbagai fatwa)
Diubah oleh kingoftki
profile-picture
profile-picture
TheTrueMayhem dan lyndonbaines memberi reputasi
2
15-06-2019 15:06
Quote:Original Posted By floriantito
Diemin aja kalau gitu mah,


Udah di diemin malah terus terusan malem malem masih berisik mulu tetangga dah pada tidur...
Maksudn ane kaga sadar diri.
profile-picture
floriantito memberi reputasi
1
15-06-2019 15:09
Thread sampah
Yg komen pun sok2 bijak padahal sampah
emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anita.sutanty dan 2 lainnya memberi reputasi
-1
15-06-2019 16:41
Quote:Original Posted By pasti2periode
da toleransi itu
seharusnya uigur itu di GENOSIDA

coba nanya suku hui
kenapa mereka islam juga
tapi ga di apa apain?

emoticon-Traveller


Jangan, Uighur yg waras juga banyak brai. Ceweknya cakep2 pulak.
profile-picture
kingoftki memberi reputasi
1
15-06-2019 17:14
Yah sekuler mah barisan yes people
0
15-06-2019 21:23
Quote:Original Posted By lyndonbaines
Klo samawi bersaudara memang gitu kelakuannya. Sama-sama merasa paling benar. Yang lainnya sesat.



Seseorang menempuh suatu jalan pasti karena merasa jalan itulah yg paling benar, bukan begitu?

Memilih menjadi atheis, agnostik, Budha, Hindu, aliran kepercayaan, juga tidak lepas dari merasa paling benar bukan?

Hidup itu pilihan, ada banyak yg mengaku toleran, tapi komentarnya berlawanan arah, hanya mengaku-ngaku saja.
0
Halaman 8 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.