Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
653
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3106c00577a9581d06566e/senandung-black-n-blue
Ini bukan tentang pembuktian Bukan juga tentang sebuah sesal Ini tentang aku dan perasaan Hanya satu dan penuh tambal Ini bukan tentang akumulasi kemarahan Bukan juga hitung-hitungan pengorbanan Hanya aku dan keegoisan Bergeming dalam kesendirian Aku bukan pujangga Aku tak mahir merangkai kata Aku hanya durjana Menunggu mati di ujung cahaya Aku bukan belati Bukan juga melati Aku hanya seorang buda
Lapor Hansip
06-01-2019 02:34

Senandung Black n Blue

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Ini bukan tentang pembuktian
Bukan juga tentang sebuah sesal
Ini tentang aku dan perasaan
Hanya satu dan penuh tambal

Ini bukan tentang akumulasi kemarahan
Bukan juga hitung-hitungan pengorbanan
Hanya aku dan keegoisan
Bergeming dalam kesendirian

Aku bukan pujangga
Aku tak mahir merangkai kata
Aku hanya durjana
Menunggu mati di ujung cahaya

Aku bukan belati
Bukan juga melati
Aku hanya seorang budak hati
Sekarat, termakan nafsu duniawi

Sampai di sini aku berdiri
Memandang sayup mereka pergi
Salah ku biarkan ini
Menjadi luka yang membekas di hati



Senandung Black n Blue


Nama gue Nata, 26 tahun. Seorang yang egois, naif, dan super cuek. Setidaknya itu kata sahabat-sahabat gue. Tidak salah, tapi juga tidak benar. Mungkin jika gue bertanya pada diri gue sendiri tentang bagaimana gue. Jawabanya cuma satu kata. IDEALIS TITIK. Oke itu udah 2 kata. Mungkin karena itu, hampir semua sahabat gue menilai gue egois, yang pada kenyataanya gue hanya tidak mau melakukan hal apapun. APAPUN. Yang tidak gue sukai. Bahkan dalam pekerjaan, jika menurut gue tidak menyenangkan, gue akan langsung resign.

Menulis buat gue bukanlah sebuah hobi, bukan juga sebuah kebiasaan yang akhirnya menjadi hobi, bukan juga keahlian diri, bukan juga sesuatu bakat terpendam yang akhirnya muncul karena hobi. Apaa sihh !!? Menulis buat gue adalah cara terbaik meluapkan emosi. Di kala telinga orang enggan mendengar, dan lidah sulit untuk berucap tapi terlalu penuh isi kepala. Menulis adalah cara gue menumpahkan segala penat yang ada di kepala, cara gue bermasturbasi, meng-orgasme hati dengan segala minim lirik yang gue miliki.

Kali ini berbeda, gue tidak menuliskan apa yang ingin gue lawan. Tidak juga menuliskan opini gue tentang suatu hal. Ini tentang diri gue seorang. Tidak indah, tidak juga bermakna, hanya kumpulan kata sederhana yang terangkai menjadi sebuah kisah. Angkuh gue berharap, semoga ini bisa menjadi (setidaknya) hikmah untuk setiap jiwa yang mengikuti ejaan huruf tertata.

.


Quote:
Heyoyoyoyoy what's up genk !!
emoticon-Wow

Selamat tahun 2019 genk, semoga di tahun yang baru ini, apa-apa yang kalian inginkan bisa tercapai ... aamiin.
Tahun baru semangat baru, dan yang pasti harus berbeda seperti tahun sebelumnya. Seperti saat ini keberadaan gue di Forum SFTH tercinta ini adalah sesuatu yang baru untuk gue pribadi. Karena biasanya gue seliweran di lounge, tapi kali ini gue mau memulai tahun baru ini dengan sesuatu yang baru. Yaitu sedikit memutar roda waktu, bermain dengan kenangan, dan melukisnya dalam sebuah cerita yang berdasarkan kehidupan nyata. Kehidupan nyata siapa? pantengin ajah yang geng. emoticon-Big Grin

Sebelumnya gue menghimbau untuk mematuhi peraturan yang ada di forum ini.
dianjurkan baca ini terlebih dahulu sebelum lanjut membaca.
SFTH RULES
H2H RULES
GENERAL RULES KASKUS

dan, gue membuat peraturan khusus untuk di thread ini.

1. Don't touch my real life
2. Don't ever ever touch my real life
3. Don't ever ever ever touch everyone character in this story dalam dunia nyata.
4. Jangan kepo.
5. Jangan meminta medsos apalagi nomer telpon siapapun yang ada di cerita ini, kalo nomer sepatu gapapalah, kali ada yang mau ngirimin sepatu emoticon-Big Grin
6. Jangan juga meminta foto karena itu di larang, sekalipun boleh ga akan pernah gue kasih.
7. Gue sadar banyak teman-teman gue entah itu teman sd, smp, sma, kuliah, kerja, atau teman di manapun yang aktif dalam kaskus, gue mohon dengan sangat kebijaksanaanya untuk tidak mengumbar identitas asli gue atau siapapun dalam cerita ini dan tetap menjaga privasi semuanya.
8. Jika gue rasa kedepanya cerita gue ini sudah mengganggu siapapun, tidak menutup kemungkinan gue akan menutup threat ini,selesai ataupun belum.
9. Kalau tidak ada halangan cerita ini pasti tamat, jadi jangan tanya kapan update, pasti gue akan update sampai tamat, jika tidak ada masalah kedepanya.
10. Gue hanya manusia biasa, basicly gue bukan penulis, jadi maafkan tata bahasa gue yang semrawut atau bahkan tidak sesuai dalam penggunaanya.
11. Dan gue juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, ambil segala sesuatu yang baik dalam cerita gue, dan jadikan segala yang buruk untuk pelajaran agar kita tidak melakukan hal-hal yang buruk itu.
12. Last, gue anggap pembaca sudah dewasa dan bisa bersikap selayaknya orang dewasa.


.


Jakarta, 22 Desember 2018.

Senja telah berganti malam saat mobil yang gue kendarai tiba di kawasan kemayoran. Gue masuk ke areal JI Expo Kemayoran. Saat masuk gue melihat banyak banner dan papan iklan yang menunjukan bahwa di area ini sedang dilaksanakan sebuah acara akhir tahun dengan Tag line "pameran cuci gudang dan festival musik akhir tahun". Gue tidak mengerti kenapa sahabat gue mengajak gue bertemu di sini.

Sesampainya di areal parkir, gue memarkirkan mobil. Tidak terlalu sulit mencari tempat kosong, tidak seperti saat diselenggarakan Pekan Raya Jakarta, yang penuh sesak. Sepertinya acara ini tidak terlalu ramai, atau mungkin belum ramai karena gue melihat jam masih pukul 18.35.

"Whatever lah mau rame mau sepi." Ucap gue dalam hati.

Gue memarkirkan mobil, setelahnya gue sedikit merapihkan rambut, berkaca pada kaca spion, lalu memakai hoodie berwarna hitam yang sedari tadi gue letakan di kursi penumpang, kemudian keluar mobil sambil membawa tas selempang berisi laptop.

Perlahan gue berjalan, sesekali melihat ke kiri dan ke kanan, mencari letak loket pembelian tiket berada. Akan lebih mudah sebenarnya jika gue bertanya pada petugas yang berjaga. Tapi biarlah gue mencarinya sendiri.Toh sahabat gue juga sepertinya belum datang.

Di loket, gue melihat banyak orang menggunakan kaos yang bertema sama. Banyak yang memakai kaos bertema OutSIDers, Ladyrose, dan juga Bali Tolak Reklamasi. Gue sedikit memicingkan mata, dalam hati berkata."Sial gue dijebak."

Setelah membeli tiket, gue masuk ke areal acara, melihat banyak stand dari berbagai brand. Penempatan stand-stand menurut gue menarik, benar atau tidak, sepertinya pihak penyelenggara menaruh stand brand-brand besar mengelilingi brand kecil. It's so fair menurut gue. Karena banyak acara semacam ini yang gue lihat justru menaruh brand UKM yang notabenenya belum terlalu di kenal di posisi yang tidak strategis. Dan untuk acara ini gue memberi apresiasi tersendiri untuk tata letak tiap brandnya. Walau sejujurnya butuh konfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara tentang kebenaranya.

Gue masuk lebih dalam, mencari tempat yang sekiranya nyaman untuk gue menunggu sahabat gue yang belum datang. Sesekali berpapasan dengan SPG yang menawarkan barang dagangnya, gue tersenyum tiap kali ada SPG yang menawarkan gue rokok, kopi, dan lainnya. Dalam hati gue teringat tentang bagian hidup gue yang pernah bersinggungan langsung dengan hal semacam ini. Terus melanjutkan langkah, Gue tertarik melihat salah satu stand makanan jepang, lebih tepatnya gue lapar mata. Terlebih gue belum makan. Tapi saat gue ingin menuju ke stand itu, gue melihat ada stand sebuah merek bir lokal asal Bali. Gue mengurungkan niat untuk ke stand makanan jepang itu, dan lebih memilih untuk menunggu sahabat gue di stand bir.

Gue memesan satu paket yang di sediakan, yang isinya terdapat 4 botol bir, ukuran sedang. Gue mengeluarkan laptop gue, kemudian mengirim email kepada sahabat gue. Memang sudah beberapa hari ini gue selalu berhubungan dengan siapapun via email. Karena handphone gue hilang dicopet di stasiun Lempuyangan beberapa hari yang lalu.

"Fuck you Jon ! Gue di stand Albens, depan panggung yak. Jangan bikin gue jadi orang bego diem sendiri di tempat kek gini sendirian. Kecuali lo bajingan laknat yang ga peduli sama sahabat lo." Email gue pada Jono, sahabat gue.

Dari tempat gue duduk, gue dapat melihat panggung utama. Sepertinya dugaan gue tidaklah salah. Kalau guest star malam ini adalah Superman Is dead. Group band punk rock asal Bali. Pantas saja Jono mengajak gue bertemu di sini. Dia memang sangat menyukai musik bergenre punk rock macam green day, blink 182, SID, dan lainya.

Jujur saja, gue sebenarnya pernah menjadi Outsiders sebutan untuk fans superman is dead. Gue pernah menjadi OSD militan, yang selalu datang ke acara yang di dalamnya terdapat Superman Is Dead sebagai bintang tamunya. Tapi itu dulu, lebih dari sedekade lalu. Saat gue masih duduk di bangku SMA.

Dan malam ini, semua ingatan tentang itu semua membuncah. Berpendar hebat dalam bayang imajiner yang membuat mata gue seolah menembus ruang dan putaran waktu. Melihat semua apa yang seharusnya tidak perlu gue lihat, dan mengenang apa yang harusnya tidak perlu gue kenang. Sampai di titik tertentu gue sadar kalau gue sudah dipermainkan.

"JON, I know you so well, please please don't play with a dangerous thing. Comon Jhon I'm done. Gue balik" Gue kembali mengetik email untuk gue kirim pada Jono. Gue sadar gue sudah masuk dalam permainan berbahayanya. Dan gue tidak ingin mengambil resiko lebih.

Namun belum sempat email gue kirim. Gue melihat seorang perempuan berdiri tegak tepat di depan gue. Dan saat itu juga gue sadar gue terjebak dalam permainan konyol sahabat gue yang "luar biasa jahat".

"Haii Nat." Sapa perempuan itu.

"Fuck you Jhon, what do you think. Bitch !!" Gerutu gue dalam hati kesal.

opening sound
Diubah oleh nyunwie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 41 lainnya memberi reputasi
42
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 8 dari 30
Senandung Black n Blue
13-06-2019 02:59

Part 3.2

Walau makna ulang tahun sebenarnya adalah tentang bagaimana kita bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan umur dan seharusnya pula kita menyadari kalau ulang tahun adalah cara Tuhan mengingatkan kalau umur kita di dunia semakin berkurang. Sepatutnya kita berdoa kepada Semesta, memberi selamat? Rasanya itu menjadi sebuah lelucon sarkas pada orang yang berulang tahun.

Jadi untuk apa semua ucapan itu? Tidak penting!!

"Apa iya tidak penting?"

Pada kenyataanya setelah gue kembali dari kamar Malik, gue duduk merenungi malam ini. Gue bersedih karena tidak ada satupun ucapan selamat ulang tahun yang gue terima. Gue punya sahabat, gue punya banyak teman, ada beberapa orang juga yang mengaku cinta. Walau akhir-akhir ini rasanya gue ragu memiliki itu semua.

"Yah mungkin karena kejadian belakangan ini membuat gue kehilangan semua yang gue miliki. Yah this my fault. Nikmati saja akibatnya." Ucap gue dalam hati.

Akhirnya gue memutuskan untuk tidur dengan perasaan yang sedih karena tidak ada satupun orang terdekat gue yang ingat pada hari ulang tahun gue. Namun baru saja ingin memejamkan mata terdengar suara getaran handphone gue yang gue letakan di atas meja. Awalnya gue cuek saja tidak memperdulikannya. Gue beranggapan kalau itu hanya sebuah sms dari operator.

"Masa iya operator malem-malem" Ucap gue dalam hati.

Setengah meloncat lalu gue raih handphone gue. Ada 1 panggilan tak terjawab dari satu nomer yang tidak gue kenal, dan satu sms dari nomer yang sama.

"Happy sweet seventeen, semoga di umur lo yang ke 17 ini lo diberi kesehatan selalu dan apa yang lo inginkan tercapai. Oh iya semoga photo KTP lo nanti engga jelek yah, hehehe."  gue membaca Sms itu dalam hati.

"Aamiin,makasih yah …. Btw ini siapa ya? Sorry hp gue kemaren rusak jadi kontak pada ilang semua." Gue membalas sms itu dengan sedikit berbohong

Tidak lama berselang nomer tidak gue kenal itu membalas sms gue dengan sebuah MMS (buat yang engga tau, MMS itu adalah Multimedia Messaging Service, semacem pesan buat ngirim audio, video, picture, dan rich text. Sekarang mungkin udah ga ada yang gunain tapi di jaman gue sekolah apalagi smp dan awal-awal SMA ini masih jadi primadona buat ngirim gambar dibanding email.) Nomer itu mengirim gue sebuah MMS yang berisi sebuah gambar tangkapan kamera yang menampilkan sebuah kue ulang tahun lengkap dengan hiasannya serta dua kata yang ditulis tepat di bawah lilin yang berada tepat diatas kue. "UNTUK NATA."

Gue sedikit terenyuh melihat photo tersebut. Namun juga sedikit kesal karena gue tidak tahu siapa pemilik nomor ini. Gue biasanya paling malas menghadapi nomor-nomor yang tidak jelas, namun malam ini rasanya tidak adil jika gue tidak membalas pesan dari nomor tidak jelas ini. Terlebih MMS itu, bukan MMS-nya tapi isinya. Pastinya dia telah mengeluarkan uang untuk menyiapkan kue itu dan gue sangat menghargai itu.

"Oke, pertama gue ngucapin banyak banyak terimakasih lo udah ngucapin ulang tahun ke gue. Tengah malem, dan kue nya. Tapi … Alangkah baeknya kalo gue tau siapa lo, supaya gue bisa ngucapin terimakasih secara langsung sama lo." Gue mengirim pesan kembali pada nomor itu.

Sms dari nomer yang tidak gue kenal itu membuat gue kehilangan selera untuk tidur. Sambil menebak-nebak siapa pemilik nomer itu gue duduk di lantai sambil menikmati secangkir kopi yang gue buat saat Alodya dan rekan-rekannya datang ke kamar gie tadi dan tentunya sambil membakar sebatang rokok untuk pelengkap kopi yang sudah dingin ini.

"Siapa yaaaaa. Aduhh kok gue jadi penasaran banget." Ucap gue dalam hati.

Saat sedang hanyut dalam tanda tanya besar, tiba-tiba gue dikagetkan dengan suara ketukan di pintu kamar gue. Perlahan gue menghampiri pintu dengan pikiran yang sebagiannya masih terus bertanya-tanya lalu gue membuka pintu kamar gue.

"................."

Butuh waktu beberapa detik untuk gue menyadari kalau Abdul dan Faisal sedang berdiri tepat dihadapan gue dengan tampang yang dibuat sok manis sambil menunjukan sebotol Baccardi Gold yang telah dihias dengan sebuah pita di leher botolnya.

"Anjing bengong buangsaaahhh!!" Gerutu Abdul sambil sedikit menendang paha gue pelan.

"Ulang tahun tidur." Sambar Faisal.

"Haah? Oh jadi lo berdua kesini mau surprise gitu?" Sahut gue. "Ouhhh wahh gue terkejut, terimakasih banyak. Jadi terhura gue" lanjut gue.

"Terharuuu kadal!" Sahut Faisal.

"Ga lucu kurap!! Lagi lo abis ngapain sih kek orang kesamber njir" Celetuk Abdul.

"Hahahah, sorry-sorry hahaha, masuk sini masuk." Gue mengajak mereka berdua masuk.

"Yee gue nanya ga dijawab, udeh giting gue rasa nih anak." Celetuk Abdul lagi sambil melangkah masuk ke dalam kamar gue. Sementara Faisal memberikan botol yang dibawanya lalu gue menerimanya sambil mengucapkan terimakasih.

"Bukanya besok-besok ajah yah. Gue ga mau ada yang mabok di ulang tahun gue." Ucap gue sambil meletakan botol itu di dalam lemari.

"Tumben." Celetuk Faisal sedikit heran.

"Nge pinjem handphone bagi pulsa." Ucap Abdul tergesa-gesa.

"Mo nelpon sape njing malem-malam? Ganjen lo!" Tanya gue.

"Bokap gue." Jawab Abdul dengan wajah yang serius.

"Ngapain?" Tanya gue lagi tak kalah serius.

"Gue mau tanya masih ada stok kain kafan ga? Keknya ada yang mau mati bentar lagi."

"BANGSUUUAAAHHH!!!!"

"Hahahah, lagi gue heran, perasaan bokap gue engga pernah bilang orang bisa kesurupan Malaekat." Celetuk Abdul.

Setelahnya Abdul dan Faisal mengucapkan ulang tahun pada gue secara formal. Walau tidak ada sedikitpun kata-kata yang baik yang keluar dari mulut mereka berdua namun gue tahu itu hanya kelakar saja, dan gue juga mengerti doa yang sebenarnya adalah doa yang keluar dari mulut hati yang hanya bisa didengar oleh "DIA YANG HAKIKI."



"Tuhan itu mendengarkan hati, itulah kenapa aku selalu mendoakanmu dalam hati."



Saat waktu hampir menunjukan pukul dua dini hari. Malik tiba-tiba datang, dia sedikit menggerutu pada gue karena gue tidak bilang sebelumnya kalau gue juga berulang tahun di hari yang sama dengan dia, juga Nina. Namun gue berdalih kalau ulang tahun menurut gue adalah sesuatu hal yang tidak penting, sesuatu hal yang tidak harus dirayakan. Tentu gue berbohong! Nyatanya gue sangat senang mendapat kejutan dari Abdul juga Faisal.

Namun ada yang sedikit mengganggu saat Malik datang. Yaitu Faisal, raut wajahnya jelas sekali dia tidak menyukai kedatangan Malik. Itu sedikit merusak mood gue. Karena gue pikir harusnya Faisal tidak perlu menunjukan ekspresi wajah seperti itu. Walau sejujurnya gue tahu kenapa Faisal sangat tidak menyukai Malik. Bukan karena saat SMP Faisal beberapa kali dipalak Malik, atau karena kelakuan Malik saat mereka duduk di bangku SMP yang sering dikeluhkan Faisal. Gue tahu Faisal tidak menyukai Malik karena kedekatan Malik dengan Dita. Walaupun Malik selalu berkata kalau dia dengan Dita hanya sebatas teman dekat (Malik tidak pernah menganggap orang lain sahabanya kecuali ke 7 sahabanya itu.) Namun gue juga mengerti kalau Faisal cemburu pada kedetakan Malik dengan pacarnya itu.

"Ah memang saja selalu wanita yang jadi penyebab."

Malik bukan tipe orang yang bodoh yang tidak bisa membaca situasi. Malik lalu dengan sopan pamit untuk kembali ke kamarnya. Tidak lama Malik pergi, Faisal lalu pamit juga untuk pulang. Memang awalnya Faisal berniat untuk menginap namun berhubung gue memutuskan untuk tidak membuka kado yang dibawa mereka berdua berikan.

"Gue juga balik lah ngai." Ucap Faisal.

"Lah balik" Sahut gue.

"Kalo nokip gue nginep, kalo engga sih balik ae lah gue, seger ini hahahaha." Ucap faisal.

"Yah sorry dah ngai, besok aee nokipnye ntar siang Bella kemari soale, mampuslah kalo die kemari gue masih teler." Sahut gue.

"Haah, Bella mo kemari? Yaudeh gue nginep deh." Ucap Faisal dengan semangat. Memang Faisal dan beberapa orang teman gue sangat tergila-gila pada Bella. Bahkan saat SMP dan di awal-awal gue masuk SMA ada beberapa teman gue yang sengaja main ke rumah gue hanya untuk melihat Bella. Hebatnya bahkan beberapa teman gue hapal jadwal Bella datang ke rumah sebelum dijemput suaminya kembali kerumah mereka. Gila! Gue saja adiknya tidak pernah sebegitunya menghapal jadwal kakak gue sendiri. Tapi semenjak gue ngekost, satu persatu teman-teman gue jarang berkumpul dengan gue. Mereka-mereka yang dulu hampir setiap hari main kerumah gue mendadak menghilang entah kerumah siapa lagi mereka memanjakam matanya. Dari sekian banyaknya hanya Faisal saja yang bertahan. MEMANG DASAR KADAL!!

"GAGAGA, balik lo balik, kampret kakak gue tuh!!"

"Hahaha, canda Nyet, besok aelah gue maen kemari. Hahahha."

"Gadagada!!"

Setelah Faisal pulang, kini hanya tersisa gue dan Abdul. Gue melihat kembali handphone gue. Kini sudah ada 6 sms. Satu dari Alodya, Satu dari Dita yang entah dari mana dia tahu nomor serta ulang tahun gue dan 2 sms dari teman sekelas gue yang isinya mengucapkan ulang tahun. Sedangkan 2 sisanya dari nomer yang sama. Dari nomer misterius yang gue masih belum tahu siapa itu.

"Engga perlulah ngucapin makasih sama gue secara langsung. Sms gue dibales ajah sama lo gue udah seneng." Gue membaca dalam hati sms pertama dari nomor misterius itu.

"So good night and sleep tight. Konyol sih but I love you emoticon-Stick Out Tongue"

"Konyol aseli konyol." Ucap gue setelah membaca sms kedua dari nomer misterus itu.

"Apaan konyol?" Tanya Abdul yang sedang serius dengan handphonenya.

"Lo konyol."

"Dih mulai gila." Sahut Abdul. "Oh iya gue lupa, dapet salam dari Jono, katanya selamat ulang tahun, cieee hahaha."

"Anjrit!"

"Hahahah, jangan gitu, dia ikut patungan loh baccardinya. Tadinya dia mau ikut kesini, tapi motornya dipake bokapnya lagi ngurus apa lo gitu gue lupa, KTP kalo ga salah."

"Nge lo tau nomer ini ga?" Celetuk gue sambil menyodorkan handphone gue.

"Kacang buabeee." Sahut Abdul tanpa melirik sedikitpun ke arah handphone yang gue sodorkan.

"Iya gue tau Om gue yang ngurus KTP gue, Bella udah ngasih tau."

"Bukan bokapnya Jono atau Om lo yang gue omongin, JONO!!!" Sahut Abdul sedikit menekan di akhir ucapannya.

"Iyaaaaaa Jooooono. Terus lo tau ga ini nomer siapa!?"

"Engga."

"Liat aje belom kuncing!"

"Engga."

"Yee dongkrak!! Liat dulu."

"Males."

"Dih lama-lama kek cewe lo ngambekan."

"Bodo."

"Cari makan yuk laper gue."

"AYO!!"

"Badokan ae cepet."

Gue dan Abdul lalu mencari makanan mengendari motor Abdul. Diperjalanan gue kembali menanyakan pada Abdul tentang nomer misterius itu. Abdul mencoba menghubungi nomer itu barangkali nomer itu sudah disimpan dalam kontak katanya. Namum ternyata hasilnya nihil. Bahkan Abdul benar-benar menelpon nomer itu tapi sayangnya nomer itu sudah tidak aktif.

Karena sibuk mengobrol di jalan, gue yang sedang mengendarai motor Abdulpun tidak sadar kalau gue sudah berkendara cukup jauh dari kosan. Ditambah waktu yang sudah hampir subuh, waktu-waktu yang nanggung menurut gue. Para pedagang makanan malam hari sedang membersihkan daganganya, sedangkan pedangan makanan pagi hari sedang menyiapkan dagangnya. Pada akhirnya pilihan terbaik ada pada restoran cepat saji yang buka 24 jam. Dan kami berdua memutuskan untuk makan di restoran cepat saji yang ada di Jalan Soepomo Jakarta Selatan.

"Sekalian aje nge anterin gue pulang. Kampret!!" Gerutu Abdul.

"Boleh tuh, lo gue anterin motor lu gue bawa."

"Yee gue sekolah besok ngangkot!? Abis ajah gue entar satu bus sama anak STM blablabla"

"Yaudeh cepet pesen laper gue."

"Bawa pulang? Ga makan disini ae?"

Gue sedikit menimbang ucapan Abdul, dan akhirnya gue mengiyakannya. Kami memesan makanan lalu duduk di kursi yang ada di luar tepat di depan pintu kaca restoran cepat saji ini. Di tengah makan, Abdul kembali membahas perihal Jono.

"Oke, serius, gue tau gue salah sama dia. Banget. Gue mau minta maaf. Bahkan kalo dia minta gue sujud di kakinya gue mau. Tapi kaya yang gue bilang waktu itu. Sebelum dia minta maaf sama Nina, jangan harap gue mau minta maaf. Terserah lo mau nilai gue apa." Ucap gue menegaskan.

"Yah terserahlah, gue tau lo keras, BATU susah." Ucap Abdul terlihat menyerah. "Oh iya Nina gimana!? Dia ulang tahun juga kan sekarang?"

"Gimana apanya? Dia dimana ajah gue masih engga tau. Cara jawab gimana pertanyaan lo gue juga ga tau gimana. Gue cuma bisa ngucapin lewaf fb. Semoga ajah dia liat, terus ngasih tau gue dia dimana."

"Gue masih bingung deh kenapa dia mutusin buat ngilang gitu ajah yah? Herman…"

"Heran! TO OT"

"Iya itu maksud gue.  Gue engga ngerti deh gue apa yang Nina pikirin."

"Gue sih ga tau pastinya sih yah. Tapi gue rasa dia ngilang karena malu diledekin orang-orang. Errrrghhhh Jono sih nih b*go mulutnye comberan." Gerutu gue kesal.

"Hahahahah. Karena perempuan yah. PE REM PUAN. Untung selera gue sama selera lo beda. Coba kalo sama…"

"Ah kalo sama Antum sih Ane nyerahlah Bib ga mau ane berantem sama Antum, nanti ga diakuin njid Antum ana ini umatnya hahahahahaha."

"Yee mulai deh, yang kaya gini nih yang bikin orang terus salah paham terus…"

...


Perlahan pekat mulai memudar,
Aku mulai menarik jangkar kapalku seiring bising yang terus menggelegar menusuk indera dengarku.
Kondensasi yang terus memadat membuat dingin makin menyayat.
Jangkarku berat, lantas juga berkarat.
Lumpur tempatnya merapat penuh sekali jerat.
Sempatku menimbang menyerah mengakat.
Berhenti, lalu pasrah tinggalkan selamanya terjerat.
Sudah habis semua kalori,
tak ada lagi yang tersisa untuk energi.
Sudah habis rasa di hati,
tak ada lagi yang bisa dibagi.

Semakin condong jarum timbang pada angka berhenti.
Semakin siap aku sakit hati.
Lengking tawa terdengar memaki
Mengumpat aku dalam hati
"Coba saja hadapi ini, kalau sanggup! Kalau tak keburu terkubur hidup-hidup lalu perlahan mati."


...


Selepas adzan subuh gue dan Abdul kembali ke kosan gue. Abdul berbohong kalau dia sedang ulangan semester. Nyatanya ulangan semesternya berbarengan dengan sekolah gue. Abdul menginap di kosan gue, sama seperti gue. Abdul juga berencana tidak masuk sekolah hari ini. Alasannya pun sama karena sudah tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar. Hanya ada classmeeting untuk mengisi waktu sebelum pembagian hasil belajar selama satu semster.

Sesampainya di kosan gue langsung merebahkan badan. Tidak butuh waktu lama untuk gue tertidur pulas. Begitu pula dengan Abdul, bahkan Abdul bisa tertidur dengan masih mengenakan celana denim dan jaketnya.

Entah berapa lama gue tertidur namun rasanya baru sebentar sebelum akhirnya gue terbangun karena suara bising di depan kamar yang diiringi suara ketukan pintu kamar. Gue bangun lalu mengambil posisi duduk. Melihat jam yang ternyata sudah jam setengah 2 siang.

"Dul ada yang ngetok pintu Dul." Ucap gue sambil mencoba membangunkan Abdul.

"Hee emm tau."

"Liat Dul siape."

"Mata gue ga bisa melek, nabrak entar."

"Ye kebo begho."

"Makasih." Jawab Abdul seperti orang mengigau.

Padahal gue tidak habis mabuk tapi rasanya kepala gue sedikit sakit dibagian belakang. Gue cuci muka terlebih dahulu sebelum membukakan pintu. Dan saat membuka pintu gue benar-benar terkejut pada siapa yang ada di depannya.



"Kadang ada suatu masalah yang dapat diselesaikan dengan mudah dengan hanya menurunkan gensi saja."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Senandung Black n Blue
13-06-2019 03:44
Waw
emoticon-Matabelo
Aseli ane speechless
Engga nyangka bisa dijadiin HT ini thread dan akibatnya ane ga tau harus ngomong apa emoticon-Cape d...
Sebelumnya mungkin (semoga engga telat) ane ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semua yang merayakan
...
taqabbalallohu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum
...
Semoga amal ibadah kita semua diterima dan dicatat sebagai ibadah bukan hanya di bulan Romadhon kemarin tapi setelahnya hingga seterusnya.
Mohon maaf lahir dan batin tentunya, kalo selama ane berkeliweran di kaskus universe (udah mulai kecanduan marvel emoticon-Hammer (S)) jempol ane punya salah baik yang disengaja maupun emang mustahil sebenernya kalo engga sengaja (jempol ga bisa gerak sendiri emoticon-Big Grin) Terlebih buat yang dari pertama udah ngikutin thread ini ane mohon maap banget kalo sering tau2 ngilang emoticon-Big Grin percaya deh sebenernya mau apdet tiap hari. Tapi alhamdulillah dikasih kesibukan terus sama Alloh Ta'ala. Belom lagi rezeki yang dikasih baru-baru ini. Waah bener deh buat tidur ajah kadang ga susah (Red - ciee curhat bang?? Wkwkwkw) tapi sesuai janji ane pasti kelarin thread ini dengan segera.

Dan ... Bila esok ... (malah nyanyi kadal !! emoticon-Blue Guy Bata (L))

Ane juga mau ngucapin makasih nih buat siapapun yang bikin thread ane jadi HT bukan cuma di forum SFTH tapi HT di kaskus.

Rasanya ngeri-ngeri sedep.

Sedikit cerita, awalnya bikin thread ini ....
Eh engga deh ga jadi. Belom saatnya untuk sebutin alasan ane bikin thread ini. Hehehe.
Tapi jujur ane engga nyangka bisa jadi HT gini. Dan karena udah kepalang tanggung jadi HT ane mau tegesin sekali lagi.
SELALU PATUHI PERATURAN YANG ADA DI KASKUS, H2H, SFTH demi kenyamanan bersama.

Terimakasih dan maaf juga kalo ga bisa bales semua komenya.

Kan kan suka bingung kalo komen cuma emot doang balesnya gimana ?????? emoticon-Big Grin :yb


Senandung Black n Blue


Quote:Original Posted By ariid
ehhhhh 3 orang ultahnya barengan emoticon-Leh Uga


Heheh iyah jadi enak kalo nraktir temen bisa patungan, ahahahha.

Quote:Original Posted By Alea2212
Nina dan Malik bukan saudara kembar kan ya? wkwkwkwk emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Ane pastikan bukan!! emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By danielyukingham
izin nenda dulu gan


Monggo gan, jangan lupa pasaknya kencengin banyak angin.

Quote:Original Posted By lina.wh
wow...👍


emoticon-Malu

Quote:Original Posted By Teye22
Numpang jejak gan


Monggo, awas banyak binatang liar emoticon-Bingung emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By sronatha
lanjutkan gan


Ayay capt. :siapgan

Quote:Original Posted By gimmefive
boleh nanya tidak gan

sampe sekarang ane kagak pernah ngerti yang di maksud Black to Blue atau Blue to Black emoticon-Bingung


Yang ane tau sih yah black n blue itu perumpamaan. Simplenya babak belurlah. Atau sebuah luka yang biru lalu menghitam dan membekas selalu. Ciaaailaaahhhhhhhhhh :tepar

Quote:Original Posted By PratamaHonda
kita pantau


Jangan jauh-jauh gan mantaunya nanti keburu ilang emoticon-Menang

Quote:Original Posted By abengkia
keren gan bahasanya


Aku emoticon-Malu
Aku emoticon-Malu
Aaaahhhhhhh

Quote:Original Posted By anilatifa
Ninggalin jejak duluu . . . . .


Monggo jejaknya disimpen biar endak nyasar pas pulang emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By lebahmaduid
nih emoticon-Leh Uga


emoticon-Kiss

Quote:Original Posted By Udinjack
baca nye pegel gan...gak ada gambar nye gan


Kalo ane bisa bikin komik ane bikin komik ajah. Lagi ane lagi ga batuk jadi ga butuh komik. Ehhhhh emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By chlutax52
izin nenda gan


Monggo dirapetin tendanya sama yang lain, jadi kalo ada angin badai terbang rame2 emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By deadlyraptor
Izin mantau gan


Lagu favorit ane diatas sesuai dgn judul trit iniemoticon-Big Grin


Your taste is so cool emoticon-2 Jempol
Jadi tau lagi ada black n blue yang lainnya emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
echariemas dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Senandung Black n Blue
13-06-2019 04:12
mantap ceritanya gan

lanjutttt
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 05:01
ikut mantau ah
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 05:43
Sepertinya antara Jono/Nina nih yg muncul dibalik pintu
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 06:07
black and blue

series suduction, wewangian 😁
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 06:20
nih yang datang mantan ente keknya gan.....
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 07:41
Ciyeee HT emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Kaskus
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 08:14
ngopi dulu bro,
sambil nunggu jam lowong kantor baru baca wqwq
profile-picture
profile-picture
supremeXstussy dan nyunwie memberi reputasi
2 0
2
Senandung Black n Blue
13-06-2019 08:17
Tebakan masih sama nina yang jadi bini ts sekarang emoticon-Leh Uga





emoticon-Ngaciremoticon-Ngacir
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 09:38
Gelar sarjana dulu ganemoticon-Ngakak
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
13-06-2019 14:17
Permisi numpang mbangun kandang 🙏🏻😬
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
14-06-2019 06:11
Selamat gan thread nya masuk HT.. btw, lo nulis ginian buat apa?
0 0
0
Senandung Black n Blue
15-06-2019 01:06

Part 3.3

Gue sangat terkejut melihat kedua orang tua berada di depan kamar kos gue. Dalam hati gue berkata "Untung saja gue tidak mabuk semalam." Selain Bokap dan Nyokap gue ada juga Bella beserta jagoanya kecilnya. Tapi jujur gue tidak terlalu terkejut dengan kedatangan mereka. Karena gue sudah memperkirakan mereka akan datang. Bagian yang paling mengejutkan adalah adanya Jono di belakang mereka semua dengan perilaku yang seperti biasanya dia yang seolah membuat perkelahian serta perselisihan diantara gue dan dia tidak pernah ada.

Awalnya gue sedikit bingung gue harus bagaimana menanggapinya, tapi gue berpikir kalau gue bersikap dingin pada Jono malah nanti akan timbul pertanyaan dari bokap dan nyokap gue. Dan akhirnya gue juga bersikap sok asik seolah diantara gue dan Jono baik-baik saja.

Nyokap gue langsung masuk ke dalam kamar. Membangunkan Abdul, lalu sedikit menggeledah kamar gue. Sedikit cemas karena gue menyembunyikan satu botol minuman keras di dalam lemari, untung saja nyokap gue tidak memeriksa secara detail.

"Nyari apa sih Mah?" Tanya gue.

"Nyari apa yah. Nyari yang seharusnya ga ada ajah."

"Yah kalo harusnya ga ada, kenapa dicari kan engga ada HARUSNYA." sahut gue.

"Yaa barang kali. Dul, Nata sering ngajak cewe-cewe kemari yah?" Tanya nyokap gue pada Abdul.

"Engga pernah Mah, paling Karina. Itu juga udah ga pernah lagi, ada yang diputusin. Ahahahah." Ledek Abdul.

"Oh jadi Nata udah beneran putus sama Karina, engga balikan lagi? Mamah pikir kamu balikan sama Karina Nat. Karina masih sering nelpon Mamah. Malah nanti dia mau ikut makan malem katanya."

"Haah?? Makan malem? Nagapain? Emang Mamah sama Ayah nginep? Nginep dimana? Disini?" Tanya gue.

"Kok nanya makan malem ngapain? Makan malem yah makan, masa berenang. Terus pacar kamu siapa sekarang?" Tanya nyokap gue lagi.

"Ga ada."

"Masa? Bener Dul? Jon?" Nyokap gue tidak percaya.

"Bohong Tan, pacarnya namanya Nina. Tapi ditinggalin gitu ajah Natanya. Nina pindah ga tau kemana haahahaha." Celetuk Jono. Gue langsung menatap tajam Jono.

"Loh Nina bukanya pacar kamu Jon? Bella ngomong sama tante" Tanya nyokap gue. Sementara Bella hanya tertawa dan berkata "Engga ikutan." sambil melangkah keluar kamar.

"Iyah ditikung sama Nata Tan hahaha." Jawab Jono. Sementara gue melihat Abdul pelahan-lahan dia juga keluar kamar sambil tersenyum-senyum meledek.

"Wah bandel yah Nata. Tapi kalian engga berantem kan karena ini?"

"Engga dong, Tan ngapain berantem sama sodara. Apalagi gara-gara cewe doang. Iya kan Nat!?" Ucap Joni sambil merangkul pundak gue.

"Haaah? Iya iyaaa." Jawab gue sambil menganggukan kepala.

"APAAANYA YANG ENGGA!!" Teriak gue dalam hati.

"Bagus kalo begitu, biar gimana keluarga itu segalanya. Mungkin sekarang kalian belum ngerasain pentingnya gimana masih banyak temen yang bisa diajak bareng-bareng. Tapi nanti kalau kalian sudah hidup masing-masing, temen udah makin sedikit. Lingkaran hidup makin sempit. Sama siapa lagi minta bantuan kalau ada apa-apa kalau bukan sama saudara. So, keep warm." Ucap nyokap gue. "Yaudah kamu siap-siap Nata."

"Siap-siap ngapain?" Tanya gue.

"Makan malem."

"Masih siang Mah."

"Yaudah makan siang."

"Udah mau sore Mah."

"Yaudah kalo engga mau makan." Sahut nyokap gue sambil berjalan keluar kamar.

Setelah nyokap gue keluar kini hanya tersisa gue dan Jono di dalam kamar. Sedikit hening beberapa detik. Gue tidak tahu apa yang harus gue bicarakan dengan Jono.

"Engga berantem yee, hahaha engga berantem tapi gue abis dipukulin." Ucap Jono membuka suara.

"Salah lo sendiri."

"Dih, salah gue… " Protes Jono "Jelas jelas lo yang salah." Lanjut Jono.

"Nah mulut lo kek comberan."

"Nah lo ngapain sama cewe gue !"

"Nah gue mana tau kalo lo udah jadian."

"Nah elo yang nyuruh'" Sahut Jono.

"Ga usah gue suruh juga emang lo demen sama Nina."

"Nah itu lo tau! Terus kenapa lo embat njing!"

"Gue engga ngembat. Cuma …"

"Cuma apa? Cuma sange?" Celetuk Jono.

"Mulut lo yee … "

"Kenapa mulut gue? Ada apa dengan mulut gue? Kenyataanyakan? Terus lo mau ngeles gimana lagi? Lo mau ngeles lo sayang sama Nina? Lo cinta sama Nina LEDIIIIG."

"..."

"Kalo emang lo punya perasaan sama Nina dari dulu harusnya bilang! Engga usah sok setia sama Karina didepan gue, tapi dibelakang lo jadian juga sama Nina. Kalo gue tau itu dari awal sumpah gue engga bakal pernah usaha sama Nina."

"Iyah okeh gue tau gue salah…"

"Nah sadar kan lo kalo elo yang salah!" Sambar Jono.

"Yah tapi lo juga salah sama Nina. Mulut lo harusnya engga begitu Jon. Lo boleh mau gulungin gue sampe gue cacat. Sampe gue matipun gapapa. Asal lo jangan gituin Nina, kasian dia, dia engga salah."

"Dia salahlah, kalo dia demennya sama lo, ngapain dia nerima gue! Pelampiasan doang?"

"Engga gtu Jon, dia sayang sama lo …"

"Sayang sama gue, tapi tidur sama sepupu gue kek judul bokep hahaahaha."

"Mulut lo kenapa jadi sampah gitu sih Jon."

"Ahahahah."

"Yaudahlah, mau gimana lagi, percuma cari siapa yang salah. Semua salah. Gue, Nina, elu, SEMUA. Udah gini juga. Nina udah ga tau kemana. Udah ga perlu dibahas lagi " Ucap gue lalu mengambil handuk dan bersiap untuk mandi.

"Nat…" Panggil Jono saat gue hendak masuk ke kamar mandi. "Gue minta maaf, gue salah, gue terlalu emosi liat lo sama Nina waktu itu sampe gue engga bisa jaga mulut gue." Lanjut Jono sambil menghapiri gue dan menyodorkan tangannya.

Gue menyambut telapak tangannya, sambil memberikan senyum gue menganggukan kepala lalu masuk ke kamar mandi.

"Udah gitu doang nyet? Ngangguk doang!? Ga ada kata-kata lagi, minta maap kek apa kek gitu!" Ucap Jono dari luar kamar mandi. Gue lalu kembali keluar dari kamar mandi.

"Lo mau gue minta maaf? Lo minta maaf dulu sama Nina baru gue mau minta maaf, selama belom? jangan harap!!" Ucap gue.

"Yah Taiii lah, nyesel gue minta maaf."

"Gapapa kalo lo nyesel. Lo mau tetep perang dingin sama gue juga gapapa." Sahut gue.

"Kampret emang nih anak. Yah gue sih gapapa perang dingin sama lo. Untung juga buat gue tiap hari sarapan dua kali."

"Ehh cekiber, lu kalo perang sama gue yah perang ajah. Titipan nyokap lu tetep kasiin gue. Tokek burig gue jadi tiap pagi ke kantin gara-gara lo."

"Yaah ngomong mangkanya apa kek minta maap kek apa susahnya sih"

"SUSAHHH!!!"

Pasti gue terkesan arogan. Gue tahu gue salah tapi gue enggan meminta maaf. Yah memang untuk urusan ini sikap gue tidak baik dan tidak seharusnya bersikap seperti itu. Tapi biarlah, toh persahabatan kami persaudaraan kami tetap berjalan baik tanpa gue meminta maaf pada Jono sekalipun. Gue bersyukur Jono mengerti dan gue juga mengerti kenapa Jono juga tidak mau meminta maaf pada Nina.

Tidak apa menunjukan keegoisan, dengan syarat jangan pernah mengeluh jika ada orang lain yang juga menunjukannya. Egois adalah bukti kalau kita adalah manusia.

Setelah selesai mandi kami semua berangkat menuju sebuah restoran yang berada di kawasan Ancol untuk makan malam di waktu yang belum malam.

Gue sama sekali tidak bisa menikmati perjalanan ini. Sepanjang perjalanan gue terus terganggu oleh keluhan Jono yang mengeluh karena memangku Abdul karena jumlah kami ber 6+1 bayi. Sedangkan kapasitas mobil Bella hanya cukup untuk 5 orang. Belum lagi nyokap gue yang terus mengeluh tentang macetnya Jakarta.

"Ih macetnya. Ayah engga ada jalan lain apa!?" Ucap nyokap gue.

"Yah Jakarta emang begini Mah macet. Lagi mamah kaya udah berpuluh-puluh tahun engga tinggal di Jakarta ajah." Sahut Bella sambil menimang-nimang jagoan kecilnya yang sedari tadi rewel.

"Ini udah sejam tapi masih di sini. Kalau di Cilacap Mamah udah sampe Pangandaran ini sih." Ucap nyokap gue.

"Mah Pangandaran tempatnya bagus ga?" Tanya gue.

"Banget, kamu nanti mesti main kesana. Apa liburan nanti kita kesana ajah gimana? Dul, Jon, gimana?"

"Mau Mah/Tan" Jawab Abdul dan Jono bersamaan. "Ongkosin kan? Hahahah." Lanjut Abdul.

"Tenang, kalian ambil rapot kapan? Biar nanti mamah sama Ayah pesen tiket kreta buat kalian."

"Aku engga diajak nih Nek?" Sahut Bella dengan suara yang dibuat-buat seolah anaknya yang beebicara. Dan pada akhirnya kami sepakat untuk berlibur ke Pangandaran saat liburan kenaikan kelas nanti. Lalu tiba-tiba gue teringat pada Malik. Pada ucapannya yang katanya dia tahu dimana Nina berada. Gue lalu mengeluarkan handphone gue lalu mengirim sms pada Malik menanyakan hal tersebut.

"Tadi gue mau ajak lo ke warnet, tapi lo masih tidur. Pas gue balik gue liat lo udah mau jalan rame2. Bokap nyokap lo yah? Btw udah damai sama Jono? Hahahaha." Balas Malik tidak lama setelahnya. Gue tidak membalasnya lagi, gue pikir nanti saja gue temui Malik saat pulang dari makan malam yang akhirnya akan benar makan malam.

Bagaimana tidak, untuk menuju kawasan Ancol dari kosan gue membutuhkan waktu hampir 2 jam. Kami yang berangkat pukul 4 lewat akhirnya sampai pada pukul 6 sore.

"Benerkan makan malam" Ledek nyokap gue saat kami tiba direstoran yang di maksud.

Saat kami tiba, kami disambut oleh sepasang suami istri yang usianya seusia bokap gue dengan wajah prianya terlihat jelas kalau dia bukan berasal dari ras mongoloid seperti kebanyakan orang Indonesia. Sepasang suami istri yang sudah gue kenal sebelumnya. Gue mencium tangan keduanya. Sang suami menanyakan kabar, gue menjawab singkat "Good." lalu gue mencium tangannya.

Lalu sang istri menghampri, guepun juga mencium tanganya seperti gue mencium tangan kedua orang tua gue. Biar bagaimanapun gue orang Indonesia dan Indonesia sangat terkenal dengan adat, budaya serta manner para penduduknya.

"Hay Nat."

"Hay Mam, makin cantik ajah." Ucap gue tidak berbasa basi, karena memang gue merasa wanita yang ada di depan gue ini makin cantik, umur sepertinya berjalan mundur pada dirinya.

"Hahahah, bisa ajah. Kamu kok kurusan sih?" Tanya beliau sambil mengusap rambut gue yang sedang menunduk untuk mencium tanganya. Lalu dia menyuruh gue untuk tegak dan memeluk gue. "Nata I'm so sorry about Karina. But…"

"Iyah Mam, I'm Ok."

"Bandel emang Karina, nanti biar mami omelin."

"Hahaha, ga usah Mam kaya apa ajah. Nanti kesanya malah jadi kek ngejodohin Nata sama Karina."

"Memang niat awalnya begitu, hahahahah. Tapi sayang kalian ketemunya kecepetan diluar rencana Ayah kamu sama Daddy nya karina hahahaha."

"Serius Mam?"

"Engga lah bercanda, hahahah."

"Kami sih orang tua seneng ajah kalau anak kami semua pada saling kenal, apalagi akrab. Kalo memang berjodoh yah bonus ajah." Sambar Bokap gue sambil merangkul gue.

"That's right, jadi ga perlu cemas, karena udah kenal dari bibitnya, hahahah" Kali ini nyokap gue ikut menyambar. "Yuk masuk." Lanjut nyokap gue mengajak kami semua masuk. "Oh iya Ren, Karina mana?" Tanya nyokap gue pada Maminya Karina.

"Sebentar lagi sampai katanya, dia tadi katanya mau kemana dulu gitu urusan pensi sekolahnya."

Kami duduk di bangku yang sudah dipesan bokap gue sebelumnya. Dari jumlah meja dan bangku yang disusun gue menduga bokap gue tidak hanya mengundang bokap dan nyokapnya Karina. Karena jumlahnya terlalu banyak jika hanya untuk kami semua. Dan benar saja, tidak lama setelah kami duduk, 2 orang kerabat bokap gue datang beserta istri dan anak-anaknya. Mereka semua adalah teman dekat saat bokap gue saat kuliah S2 di Amerika. Tidak lama juga Mas Riky suaminya Bella datang, lalu terakhir … KARINA

Pernah mendengar quotes "wanita akan lebih cantik saat mereka sudah menjadi mantan kita!?" gue rasa quotes itu tidak membual. Gue setuju dengan itu, karena gue merasa Karina lebih cantik dari terakhir kali gue melihatnya beberapa bulan yang lalu.

"Hay Nat, happy birthday yah." Ucap Karina menghampiri sambil menjulurkan tangannya.

"Thanks." Sahut gue sambil menyambut tangannya, berpura dingin menutupi kekaguman gue pada kecantikan Karina yang rasanya meningkat 1000%.

Entah apa yang dipikirkan Abdul, dia berdiri lalu mempersilahkan Karina duduk disamping gue. "Dul apaan sih lo." Bisik gue pada Abdul sambil menarik bajunya.

Abdul tidak menjawab dia hanya memasang senyum liciknya sambil terlihat menahan tawa lalu berpindah duduk disamping Nyokap gue. Karina lalu duduk disamping gue, Bella, Abdul, Jono, Nyokap gue, Maminya Karina, Mas Riky, memandang ke arah gue saat Karina mulai duduk. Entah mungkin gue sudah gila atau memang gue salah tingkah gue melihat seolah mereka mengatakan "Cieeeee."

"Apaan sih lu padaan." Ucap gue pada semua yang melihat ke arah gue.

"Dih apaan? Emang padaan pada ngapain, orang ga ngapain yye, lo sehat? hahaha." Sahut Bella kini dia benar-benar meledek.

"SHIIIITTTTT" Teriak gue dalan hati tersadar kalau gue sedikit dibuat salah tingkah oleh Karina. Gue mencoba tetap tenang, dan mengatur ritme denyut semua organ tubuh yang berdenyut. Gue takut karena saat gue merasa salting seperti ini gue melakukan hal-hal yang aneh. Terakhir kali gue salting gue tidak sengaja memegang dada seorang perempuan. Aduhh.

Kami lalu melanjutkan makan, sambil mendengarkan Bokap gue dan teman-temanya yang sedang menceritakan pengalaman mereka kuliah di luar negeri. Tentang bagaimana 3 orang warga Indonesia dan satu warga negara Swedia keturunan Swiss-Jerman yang bernama Odermatt. Yang kini sudah menjadi WNI dan mengganti namanya menjadi Ahmad setelah menjadi mualaf yang tidak lain adalah Daddynya Karina. Yang saat itu dalam kesulitan yang sama di negeri nan jauh dari tanah kelahiranya. Yang pada akhirnya mereka bersahabat hingga kini.

"Hahahaha lah ini sih acara reuni bokap gue, bukan acara ulang tahun gua." Sahut gue pelan sambil mendengarkan bokap gue yang sedang asik tertawa.

"Hahaha, sabar yah Nat, namanya juga temen lama engga jumpa, apalagi mereka semua kerjanya pada jauh-jauh lebaran belum tentu ketemu, ada kesempatan ketemu yahh begini." Sahut Karina pelan.

"Haah ahh eh iya."

"Ih liat nih udangnya merah dek, kaya mukanya Om Nata." Celetuk Bella menyambar tiba-tiba.

"Seneng lo Bel seneng."

"Hahaha BANGET."

Ditengah-tengah perbincangan, bokap gue tiba-tiba meminta perhatian. Bokap gue mengingatkan kembali kalau hari ini adalah ulang tahun gue. Lalu bokap gue memimimpin doa untuk mendoakan bukan hanya untuk gue, tapi untuk semua yang ada di sini. Setelah itu satu persatu orang yang ada di sini kembali mengucapkan ulang tahun pada gue. Sedikit malu sebenarnya, tapi tak apalah gue bersyukur dengan ini semua. Karena sebelumnya gue merasa kalau tidak ada orang yang mengingat dan peduli pada hari ini.

Aku lupa kalau aku tidak sendiri di dunia ini
Maaf...
Telah merasa kalian tidak perduli



Setelah selesai, kami semua pulang. Saat pulang kami tidak lagi berhimpitan karena Bella berada di mobil Mas

Rikky bersama anaknya juga Jono. Iyah, Jono ikut mobil Mas Rikky karena dia ingin langsung pulang. Sedangkan Abdul harus kembali ke kosan gue terlebih dahulu karena motornya masih berada di kosan gue dan Bokap serta nyokap gue mengantar sampai kosan, sebelum mereka berdua menuju ke hotel tempat mereka menginap. Sesuatu yang lucu menurut gue, karena orang tua gue orang Jakarta asli tapi harus menginap di hotel saat mereka pulang kembali ke Jakarta.

Sesampainya di kosan, Abdul langsung mengambil motornya untuk pulang, untuk mengambil seragam sekolahnya. Karena dia memutuskan untuk menginap lagi di kosan gue. Setelah Abdul pulang gue langsung ke kamarnya Malik untuk menanyakan perihal Nina. Gue mengetuk kamarnya, beberapa kali namun tidak ada juga respon. Gue lalu menelponnya, Malik langsung menjawabnya.

"Bentar gue lagi berak." Jawabnya langsung mengakhiri panggilan.

Tidak lama Malik keluar dengan wajah yang penuh keringat. Gue curiga dia bukan habis buang air besar. Dan kecurigaan gue benar, karena gue menemukan sebuah bong saat gue masuk ke dalam kamarnya.

"Berak berak!!" Ledek gue sambil mengangkat bong tersebut.

"Ahahaha, sialan lupa gue umpetin."

"Yaelah santai sih, kek sama siapa ajah." Sahut gue.

"Hahaha. Bukan gitu, lu kan ga doyan, kalo doyan juga gue ajakin tadi."

"Ouuugaaah! Oh iya gimana dimana Nina?" Tanya gue langsung tanpa basa-basi.

"Jauh Bung!" Jawab Malik sambil meletakan bongnya di dalam kardus sepatu yang diletakan di atas rak sepatu. "Dia di Jogja, sekolah di SMA S**** D*** tapi gue tau itu ajah, tempat tinggalnya gue engga tau." Lanjut Malik.

"What? Itukan masih satu yayasan sama sekolahnya Karina."

"Haah iya yah? Ga tau deh gue."

"Iyah gue tau itu sekolahan, sekolah khusus cewe sama kek sekolahnye mantan gue, orang masih satu yayasan. Mantan gue pernah cerita."

"Oh gituu."

"Tapi lo kok bisa tau sih Lik? Lo tau dari mana?" Tanya gue penasaran.

"Facebook. Gue udah pantau belakangan ini Nina banyak bertemen baru sama orang-orang yang di fb nya ditulis sekolah di sana. Terus gue iseng nge add satu orang temen fb barunya Nina. Iyah bener katanya ada anak baru namanya Nina, dari Jakarta. Tapi sayangnya gue salah nanya. Gue nanya ke anak kelas 1 nya kayaknya, mangkanya dia ga tau pas gue tanya-tanya lebih. Mau nyuruh dia nanya-nanya lebih takut nanti disangka apaan gue."

Gue benar-benar dibuat melongo oleh Malik. Bisa-bisanya dia berpikir mencarinya dengan cara itu. Cara yang sama sekali gue tidak pikirkan. Bahkan dia memberikan gue selembar kertas yang berisi alamat-alamat tongkrongan anak-anak sma itu. "GILA!" pikir gue dalam hati.

"Ye bengong!! Terus gimana?" Ucap Malik menanyakan apa yang akan gue lakukan setelah tahu beberapa hal ini.

"Keknya gue liburan ini mesti samperin ke Jogja nih." Ucap gue.

"Pinter! Pinter banget lu!! Lo cuma tau sekolahnya Nina di mana, terus mau samperin dia pas liburan sekolah? Pinter lo. Sama ae kek lo nyari daging di tokoh buah kampret!!" Sahut Malik.

"Iya juga yah. Eh tapi kali ajah tukang buahnya ngasih tau toko daging dimana. Iyakan?"

"Iyakalo tukang buahnya tau, kalo tukang buahnya engga tau!"

"Masa sesama pedagang pasar engga tau? Mustahil."

"Ye cupatkai! Kan umpama doang salep koreng!!"

"Entah bagaimana caranya, gue ke sana mencarinya, kalau bisa besok, besok gue akan langsung berangkat ke Jogja." ucap gue dalam hati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tariganna dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Senandung Black n Blue
15-06-2019 01:15
Quote:Original Posted By jorzgeorge
mantap ceritanya gan

lanjutttt


Lanjuttttttt....

Quote:Original Posted By pabloo
ikut mantau ah


Ah jadi maluuuuuuuu emoticon-Malu

Quote:Original Posted By mirzazmee
Sepertinya antara Jono/Nina nih yg muncul dibalik pintu


Tepat syekaliiiiii

Quote:Original Posted By surogu
black and blue

series suduction, wewangian 😁


Wah apatuh Gan??

Quote:Original Posted By Alea2212
nih yang datang mantan ente keknya gan.....


Mantanya ga dateng, udah bahagia sama orang lain wkwkwkwkwk

Quote:Original Posted By harrythemirror
Ciyeee HT emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Kaskus


Acieeee gue *apa sih heheheh emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By RezaKrocolatos
ngopi dulu bro,
sambil nunggu jam lowong kantor baru baca wqwq


Ahh bagi dong kopinya emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By ariid
Tebakan masih sama nina yang jadi bini ts sekarang emoticon-Leh Uga


emoticon-Ngaciremoticon-Ngacir


Maunya sih pevita emoticon-Hammer2

Quote:Original Posted By sukronzainn
Gelar sarjana dulu ganemoticon-Ngakak


Monggo gan, sampe S3 kalo perlu emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By hanny3086
Permisi numpang mbangun kandang 🙏🏻😬


Kandangya yang besar, biar bisa nampung kita-kita yang hatinya kesasar.
Hehehehe
emoticon-Blue Guy Peace

Quote:Original Posted By aztec.wannabe
Selamat gan thread nya masuk HT.. btw, lo nulis ginian buat apa?


Terimakasih. Buat apa? Ga tau yah buat apa? Coba nanti gua tanya sama langit mungkin tau jawabnya. Heyaaaaaa qwkwkwkwk
0 0
0
Senandung Black n Blue
15-06-2019 03:20
Waaaahhhhh ketemu mangtans rasanya gimana diacara ultah emoticon-Leh Uga
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
15-06-2019 05:42
beneran ketemu mantan nih gan..... emoticon-Leh Uga
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
15-06-2019 08:56

Pepet Karina Truss Aja

Quote:Original Posted By nyunwie
Gue sangat terkejut melihat kedua orang tua berada di depan kamar kos gue. Dalam hati gue berkata "Untung saja gue tidak mabuk semalam." Selain Bokap dan Nyokap gue ada juga Bella beserta jagoanya kecilnya. Tapi jujur gue tidak terlalu terkejut dengan kedatangan mereka. Karena gue sudah memperkirakan mereka akan datang. Bagian yang paling mengejutkan adalah adanya Jono di belakang mereka semua dengan perilaku yang seperti biasanya dia yang seolah membuat perkelahian serta perselisihan diantara gue dan dia tidak pernah ada.

Awalnya gue sedikit bingung gue harus bagaimana menanggapinya, tapi gue berpikir kalau gue bersikap dingin pada Jono malah nanti akan timbul pertanyaan dari bokap dan nyokap gue. Dan akhirnya gue juga bersikap sok asik seolah diantara gue dan Jono baik-baik saja.

Nyokap gue langsung masuk ke dalam kamar. Membangunkan Abdul, lalu sedikit menggeledah kamar gue. Sedikit cemas karena gue menyembunyikan satu botol minuman keras di dalam lemari, untung saja nyokap gue tidak memeriksa secara detail.

"Nyari apa sih Mah?" Tanya gue.

"Nyari apa yah. Nyari yang seharusnya ga ada ajah."

"Yah kalo harusnya ga ada, kenapa dicari kan engga ada HARUSNYA." sahut gue.

"Yaa barang kali. Dul, Nata sering ngajak cewe-cewe kemari yah?" Tanya nyokap gue pada Abdul.

"Engga pernah Mah, paling Karina. Itu juga udah ga pernah lagi, ada yang diputusin. Ahahahah." Ledek Abdul.

"Oh jadi Nata udah beneran putus sama Karina, engga balikan lagi? Mamah pikir kamu balikan sama Karina Nat. Karina masih sering nelpon Mamah. Malah nanti dia mau ikut makan malem katanya."

"Haah?? Makan malem? Nagapain? Emang Mamah sama Ayah nginep? Nginep dimana? Disini?" Tanya gue.

"Kok nanya makan malem ngapain? Makan malem yah makan, masa berenang. Terus pacar kamu siapa sekarang?" Tanya nyokap gue lagi.

"Ga ada."

"Masa? Bener Dul? Jon?" Nyokap gue tidak percaya.

"Bohong Tan, pacarnya namanya Nina. Tapi ditinggalin gitu ajah Natanya. Nina pindah ga tau kemana haahahaha." Celetuk Jono. Gue langsung menatap tajam Jono.

"Loh Nina bukanya pacar kamu Jon? Bella ngomong sama tante" Tanya nyokap gue. Sementara Bella hanya tertawa dan berkata "Engga ikutan." sambil melangkah keluar kamar.

"Iyah ditikung sama Nata Tan hahaha." Jawab Jono. Sementara gue melihat Abdul pelahan-lahan dia juga keluar kamar sambil tersenyum-senyum meledek.

"Wah bandel yah Nata. Tapi kalian engga berantem kan karena ini?"

"Engga dong, Tan ngapain berantem sama sodara. Apalagi gara-gara cewe doang. Iya kan Nat!?" Ucap Joni sambil merangkul pundak gue.

"Haaah? Iya iyaaa." Jawab gue sambil menganggukan kepala.

"APAAANYA YANG ENGGA!!" Teriak gue dalam hati.

"Bagus kalo begitu, biar gimana keluarga itu segalanya. Mungkin sekarang kalian belum ngerasain pentingnya gimana masih banyak temen yang bisa diajak bareng-bareng. Tapi nanti kalau kalian sudah hidup masing-masing, temen udah makin sedikit. Lingkaran hidup makin sempit. Sama siapa lagi minta bantuan kalau ada apa-apa kalau bukan sama saudara. So, keep warm." Ucap nyokap gue. "Yaudah kamu siap-siap Nata."

"Siap-siap ngapain?" Tanya gue.

"Makan malem."

"Masih siang Mah."

"Yaudah makan siang."

"Udah mau sore Mah."

"Yaudah kalo engga mau makan." Sahut nyokap gue sambil berjalan keluar kamar.

Setelah nyokap gue keluar kini hanya tersisa gue dan Jono di dalam kamar. Sedikit hening beberapa detik. Gue tidak tahu apa yang harus gue bicarakan dengan Jono.

"Engga berantem yee, hahaha engga berantem tapi gue abis dipukulin." Ucap Jono membuka suara.

"Salah lo sendiri."

"Dih, salah gue… " Protes Jono "Jelas jelas lo yang salah." Lanjut Jono.

"Nah mulut lo kek comberan."

"Nah lo ngapain sama cewe gue !"

"Nah gue mana tau kalo lo udah jadian."

"Nah elo yang nyuruh'" Sahut Jono.

"Ga usah gue suruh juga emang lo demen sama Nina."

"Nah itu lo tau! Terus kenapa lo embat njing!"

"Gue engga ngembat. Cuma …"

"Cuma apa? Cuma sange?" Celetuk Jono.

"Mulut lo yee … "

"Kenapa mulut gue? Ada apa dengan mulut gue? Kenyataanyakan? Terus lo mau ngeles gimana lagi? Lo mau ngeles lo sayang sama Nina? Lo cinta sama Nina LEDIIIIG."

"..."

"Kalo emang lo punya perasaan sama Nina dari dulu harusnya bilang! Engga usah sok setia sama Karina didepan gue, tapi dibelakang lo jadian juga sama Nina. Kalo gue tau itu dari awal sumpah gue engga bakal pernah usaha sama Nina."

"Iyah okeh gue tau gue salah…"

"Nah sadar kan lo kalo elo yang salah!" Sambar Jono.

"Yah tapi lo juga salah sama Nina. Mulut lo harusnya engga begitu Jon. Lo boleh mau gulungin gue sampe gue cacat. Sampe gue matipun gapapa. Asal lo jangan gituin Nina, kasian dia, dia engga salah."

"Dia salahlah, kalo dia demennya sama lo, ngapain dia nerima gue! Pelampiasan doang?"

"Engga gtu Jon, dia sayang sama lo …"

"Sayang sama gue, tapi tidur sama sepupu gue kek judul bokep hahaahaha."

"Mulut lo kenapa jadi sampah gitu sih Jon."

"Ahahahah."

"Yaudahlah, mau gimana lagi, percuma cari siapa yang salah. Semua salah. Gue, Nina, elu, SEMUA. Udah gini juga. Nina udah ga tau kemana. Udah ga perlu dibahas lagi " Ucap gue lalu mengambil handuk dan bersiap untuk mandi.

"Nat…" Panggil Jono saat gue hendak masuk ke kamar mandi. "Gue minta maaf, gue salah, gue terlalu emosi liat lo sama Nina waktu itu sampe gue engga bisa jaga mulut gue." Lanjut Jono sambil menghapiri gue dan menyodorkan tangannya.

Gue menyambut telapak tangannya, sambil memberikan senyum gue menganggukan kepala lalu masuk ke kamar mandi.

"Udah gitu doang nyet? Ngangguk doang!? Ga ada kata-kata lagi, minta maap kek apa kek gitu!" Ucap Jono dari luar kamar mandi. Gue lalu kembali keluar dari kamar mandi.

"Lo mau gue minta maaf? Lo minta maaf dulu sama Nina baru gue mau minta maaf, selama belom? jangan harap!!" Ucap gue.

"Yah Taiii lah, nyesel gue minta maaf."

"Gapapa kalo lo nyesel. Lo mau tetep perang dingin sama gue juga gapapa." Sahut gue.

"Kampret emang nih anak. Yah gue sih gapapa perang dingin sama lo. Untung juga buat gue tiap hari sarapan dua kali."

"Ehh cekiber, lu kalo perang sama gue yah perang ajah. Titipan nyokap lu tetep kasiin gue. Tokek burig gue jadi tiap pagi ke kantin gara-gara lo."

"Yaah ngomong mangkanya apa kek minta maap kek apa susahnya sih"

"SUSAHHH!!!"

Pasti gue terkesan arogan. Gue tahu gue salah tapi gue enggan meminta maaf. Yah memang untuk urusan ini sikap gue tidak baik dan tidak seharusnya bersikap seperti itu. Tapi biarlah, toh persahabatan kami persaudaraan kami tetap berjalan baik tanpa gue meminta maaf pada Jono sekalipun. Gue bersyukur Jono mengerti dan gue juga mengerti kenapa Jono juga tidak mau meminta maaf pada Nina.

Tidak apa menunjukan keegoisan, dengan syarat jangan pernah mengeluh jika ada orang lain yang juga menunjukannya. Egois adalah bukti kalau kita adalah manusia.

Setelah selesai mandi kami semua berangkat menuju sebuah restoran yang berada di kawasan Ancol untuk makan malam di waktu yang belum malam.

Gue sama sekali tidak bisa menikmati perjalanan ini. Sepanjang perjalanan gue terus terganggu oleh keluhan Jono yang mengeluh karena memangku Abdul karena jumlah kami ber 6+1 bayi. Sedangkan kapasitas mobil Bella hanya cukup untuk 5 orang. Belum lagi nyokap gue yang terus mengeluh tentang macetnya Jakarta.

"Ih macetnya. Ayah engga ada jalan lain apa!?" Ucap nyokap gue.

"Yah Jakarta emang begini Mah macet. Lagi mamah kaya udah berpuluh-puluh tahun engga tinggal di Jakarta ajah." Sahut Bella sambil menimang-nimang jagoan kecilnya yang sedari tadi rewel.

"Ini udah sejam tapi masih di sini. Kalau di Cilacap Mamah udah sampe Pangandaran ini sih." Ucap nyokap gue.

"Mah Pangandaran tempatnya bagus ga?" Tanya gue.

"Banget, kamu nanti mesti main kesana. Apa liburan nanti kita kesana ajah gimana? Dul, Jon, gimana?"

"Mau Mah/Tan" Jawab Abdul dan Jono bersamaan. "Ongkosin kan? Hahahah." Lanjut Abdul.

"Tenang, kalian ambil rapot kapan? Biar nanti mamah sama Ayah pesen tiket kreta buat kalian."

"Aku engga diajak nih Nek?" Sahut Bella dengan suara yang dibuat-buat seolah anaknya yang beebicara. Dan pada akhirnya kami sepakat untuk berlibur ke Pangandaran saat liburan kenaikan kelas nanti. Lalu tiba-tiba gue teringat pada Malik. Pada ucapannya yang katanya dia tahu dimana Nina berada. Gue lalu mengeluarkan handphone gue lalu mengirim sms pada Malik menanyakan hal tersebut.

"Tadi gue mau ajak lo ke warnet, tapi lo masih tidur. Pas gue balik gue liat lo udah mau jalan rame2. Bokap nyokap lo yah? Btw udah damai sama Jono? Hahahaha." Balas Malik tidak lama setelahnya. Gue tidak membalasnya lagi, gue pikir nanti saja gue temui Malik saat pulang dari makan malam yang akhirnya akan benar makan malam.

Bagaimana tidak, untuk menuju kawasan Ancol dari kosan gue membutuhkan waktu hampir 2 jam. Kami yang berangkat pukul 4 lewat akhirnya sampai pada pukul 6 sore.

"Benerkan makan malam" Ledek nyokap gue saat kami tiba direstoran yang di maksud.

Saat kami tiba, kami disambut oleh sepasang suami istri yang usianya seusia bokap gue dengan wajah prianya terlihat jelas kalau dia bukan berasal dari ras mongoloid seperti kebanyakan orang Indonesia. Sepasang suami istri yang sudah gue kenal sebelumnya. Gue mencium tangan keduanya. Sang suami menanyakan kabar, gue menjawab singkat "Good." lalu gue mencium tangannya.

Lalu sang istri menghampri, guepun juga mencium tanganya seperti gue mencium tangan kedua orang tua gue. Biar bagaimanapun gue orang Indonesia dan Indonesia sangat terkenal dengan adat, budaya serta manner para penduduknya.

"Hay Nat."

"Hay Mam, makin cantik ajah." Ucap gue tidak berbasa basi, karena memang gue merasa wanita yang ada di depan gue ini makin cantik, umur sepertinya berjalan mundur pada dirinya.

"Hahahah, bisa ajah. Kamu kok kurusan sih?" Tanya beliau sambil mengusap rambut gue yang sedang menunduk untuk mencium tanganya. Lalu dia menyuruh gue untuk tegak dan memeluk gue. "Nata I'm so sorry about Karina. But…"

"Iyah Mam, I'm Ok."

"Bandel emang Karina, nanti biar mami omelin."

"Hahaha, ga usah Mam kaya apa ajah. Nanti kesanya malah jadi kek ngejodohin Nata sama Karina."

"Memang niat awalnya begitu, hahahahah. Tapi sayang kalian ketemunya kecepetan diluar rencana Ayah kamu sama Daddy nya karina hahahaha."

"Serius Mam?"

"Engga lah bercanda, hahahah."

"Kami sih orang tua seneng ajah kalau anak kami semua pada saling kenal, apalagi akrab. Kalo memang berjodoh yah bonus ajah." Sambar Bokap gue sambil merangkul gue.

"That's right, jadi ga perlu cemas, karena udah kenal dari bibitnya, hahahah" Kali ini nyokap gue ikut menyambar. "Yuk masuk." Lanjut nyokap gue mengajak kami semua masuk. "Oh iya Ren, Karina mana?" Tanya nyokap gue pada Maminya Karina.

"Sebentar lagi sampai katanya, dia tadi katanya mau kemana dulu gitu urusan pensi sekolahnya."

Kami duduk di bangku yang sudah dipesan bokap gue sebelumnya. Dari jumlah meja dan bangku yang disusun gue menduga bokap gue tidak hanya mengundang bokap dan nyokapnya Karina. Karena jumlahnya terlalu banyak jika hanya untuk kami semua. Dan benar saja, tidak lama setelah kami duduk, 2 orang kerabat bokap gue datang beserta istri dan anak-anaknya. Mereka semua adalah teman dekat saat bokap gue saat kuliah S2 di Amerika. Tidak lama juga Mas Riky suaminya Bella datang, lalu terakhir … KARINA

Pernah mendengar quotes "wanita akan lebih cantik saat mereka sudah menjadi mantan kita!?" gue rasa quotes itu tidak membual. Gue setuju dengan itu, karena gue merasa Karina lebih cantik dari terakhir kali gue melihatnya beberapa bulan yang lalu.

"Hay Nat, happy birthday yah." Ucap Karina menghampiri sambil menjulurkan tangannya.

"Thanks." Sahut gue sambil menyambut tangannya, berpura dingin menutupi kekaguman gue pada kecantikan Karina yang rasanya meningkat 1000%.

Entah apa yang dipikirkan Abdul, dia berdiri lalu mempersilahkan Karina duduk disamping gue. "Dul apaan sih lo." Bisik gue pada Abdul sambil menarik bajunya.

Abdul tidak menjawab dia hanya memasang senyum liciknya sambil terlihat menahan tawa lalu berpindah duduk disamping Nyokap gue. Karina lalu duduk disamping gue, Bella, Abdul, Jono, Nyokap gue, Maminya Karina, Mas Riky, memandang ke arah gue saat Karina mulai duduk. Entah mungkin gue sudah gila atau memang gue salah tingkah gue melihat seolah mereka mengatakan "Cieeeee."

"Apaan sih lu padaan." Ucap gue pada semua yang melihat ke arah gue.

"Dih apaan? Emang padaan pada ngapain, orang ga ngapain yye, lo sehat? hahaha." Sahut Bella kini dia benar-benar meledek.

"SHIIIITTTTT" Teriak gue dalan hati tersadar kalau gue sedikit dibuat salah tingkah oleh Karina. Gue mencoba tetap tenang, dan mengatur ritme denyut semua organ tubuh yang berdenyut. Gue takut karena saat gue merasa salting seperti ini gue melakukan hal-hal yang aneh. Terakhir kali gue salting gue tidak sengaja memegang dada seorang perempuan. Aduhh.

Kami lalu melanjutkan makan, sambil mendengarkan Bokap gue dan teman-temanya yang sedang menceritakan pengalaman mereka kuliah di luar negeri. Tentang bagaimana 3 orang warga Indonesia dan satu warga negara Swedia keturunan Swiss-Jerman yang bernama Odermatt. Yang kini sudah menjadi WNI dan mengganti namanya menjadi Ahmad setelah menjadi mualaf yang tidak lain adalah Daddynya Karina. Yang saat itu dalam kesulitan yang sama di negeri nan jauh dari tanah kelahiranya. Yang pada akhirnya mereka bersahabat hingga kini.

"Hahahaha lah ini sih acara reuni bokap gue, bukan acara ulang tahun gua." Sahut gue pelan sambil mendengarkan bokap gue yang sedang asik tertawa.

"Hahaha, sabar yah Nat, namanya juga temen lama engga jumpa, apalagi mereka semua kerjanya pada jauh-jauh lebaran belum tentu ketemu, ada kesempatan ketemu yahh begini." Sahut Karina pelan.

"Haah ahh eh iya."

"Ih liat nih udangnya merah dek, kaya mukanya Om Nata." Celetuk Bella menyambar tiba-tiba.

"Seneng lo Bel seneng."

"Hahaha BANGET."

Ditengah-tengah perbincangan, bokap gue tiba-tiba meminta perhatian. Bokap gue mengingatkan kembali kalau hari ini adalah ulang tahun gue. Lalu bokap gue memimimpin doa untuk mendoakan bukan hanya untuk gue, tapi untuk semua yang ada di sini. Setelah itu satu persatu orang yang ada di sini kembali mengucapkan ulang tahun pada gue. Sedikit malu sebenarnya, tapi tak apalah gue bersyukur dengan ini semua. Karena sebelumnya gue merasa kalau tidak ada orang yang mengingat dan peduli pada hari ini.

Aku lupa kalau aku tidak sendiri di dunia ini
Maaf...
Telah merasa kalian tidak perduli



Setelah selesai, kami semua pulang. Saat pulang kami tidak lagi berhimpitan karena Bella berada di mobil Mas

Rikky bersama anaknya juga Jono. Iyah, Jono ikut mobil Mas Rikky karena dia ingin langsung pulang. Sedangkan Abdul harus kembali ke kosan gue terlebih dahulu karena motornya masih berada di kosan gue dan Bokap serta nyokap gue mengantar sampai kosan, sebelum mereka berdua menuju ke hotel tempat mereka menginap. Sesuatu yang lucu menurut gue, karena orang tua gue orang Jakarta asli tapi harus menginap di hotel saat mereka pulang kembali ke Jakarta.

Sesampainya di kosan, Abdul langsung mengambil motornya untuk pulang, untuk mengambil seragam sekolahnya. Karena dia memutuskan untuk menginap lagi di kosan gue. Setelah Abdul pulang gue langsung ke kamarnya Malik untuk menanyakan perihal Nina. Gue mengetuk kamarnya, beberapa kali namun tidak ada juga respon. Gue lalu menelponnya, Malik langsung menjawabnya.

"Bentar gue lagi berak." Jawabnya langsung mengakhiri panggilan.

Tidak lama Malik keluar dengan wajah yang penuh keringat. Gue curiga dia bukan habis buang air besar. Dan kecurigaan gue benar, karena gue menemukan sebuah bong saat gue masuk ke dalam kamarnya.

"Berak berak!!" Ledek gue sambil mengangkat bong tersebut.

"Ahahaha, sialan lupa gue umpetin."

"Yaelah santai sih, kek sama siapa ajah." Sahut gue.

"Hahaha. Bukan gitu, lu kan ga doyan, kalo doyan juga gue ajakin tadi."

"Ouuugaaah! Oh iya gimana dimana Nina?" Tanya gue langsung tanpa basa-basi.

"Jauh Bung!" Jawab Malik sambil meletakan bongnya di dalam kardus sepatu yang diletakan di atas rak sepatu. "Dia di Jogja, sekolah di SMA S**** D*** tapi gue tau itu ajah, tempat tinggalnya gue engga tau." Lanjut Malik.

"What? Itukan masih satu yayasan sama sekolahnya Karina."

"Haah iya yah? Ga tau deh gue."

"Iyah gue tau itu sekolahan, sekolah khusus cewe sama kek sekolahnye mantan gue, orang masih satu yayasan. Mantan gue pernah cerita."

"Oh gituu."

"Tapi lo kok bisa tau sih Lik? Lo tau dari mana?" Tanya gue penasaran.

"Facebook. Gue udah pantau belakangan ini Nina banyak bertemen baru sama orang-orang yang di fb nya ditulis sekolah di sana. Terus gue iseng nge add satu orang temen fb barunya Nina. Iyah bener katanya ada anak baru namanya Nina, dari Jakarta. Tapi sayangnya gue salah nanya. Gue nanya ke anak kelas 1 nya kayaknya, mangkanya dia ga tau pas gue tanya-tanya lebih. Mau nyuruh dia nanya-nanya lebih takut nanti disangka apaan gue."

Gue benar-benar dibuat melongo oleh Malik. Bisa-bisanya dia berpikir mencarinya dengan cara itu. Cara yang sama sekali gue tidak pikirkan. Bahkan dia memberikan gue selembar kertas yang berisi alamat-alamat tongkrongan anak-anak sma itu. "GILA!" pikir gue dalam hati.

"Ye bengong!! Terus gimana?" Ucap Malik menanyakan apa yang akan gue lakukan setelah tahu beberapa hal ini.

"Keknya gue liburan ini mesti samperin ke Jogja nih." Ucap gue.

"Pinter! Pinter banget lu!! Lo cuma tau sekolahnya Nina di mana, terus mau samperin dia pas liburan sekolah? Pinter lo. Sama ae kek lo nyari daging di tokoh buah kampret!!" Sahut Malik.

"Iya juga yah. Eh tapi kali ajah tukang buahnya ngasih tau toko daging dimana. Iyakan?"

"Iyakalo tukang buahnya tau, kalo tukang buahnya engga tau!"

"Masa sesama pedagang pasar engga tau? Mustahil."

"Ye cupatkai! Kan umpama doang salep koreng!!"

"Entah bagaimana caranya, gue ke sana mencarinya, kalau bisa besok, besok gue akan langsung berangkat ke Jogja." ucap gue dalam hati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agadroen dan 11 lainnya memberi reputasi
0 12
-12
Senandung Black n Blue
15-06-2019 10:23
kirain update, knapa diquote semua
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Senandung Black n Blue
15-06-2019 13:29
mantep om penulisan nya,
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
1 0
1
Halaman 8 dari 30
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
natsu-no-hanami-n2h---fiksi
Stories from the Heart
you
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia