Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
148
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca36ba0facb956b9e6d94df/gadis-bercadar-itu
SEKUAT mana kita setia... SEHEBAT mana kita merancang... SELAMA mana kita menunggu... SEKERAS mana kita bersabar... SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita... SELAMA mana kita bertahan bersamanya... Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai, Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajar
Lapor Hansip
02-04-2019 21:03

Gadis Bercadar Itu

Past Hot Thread
Gadis Bercadar Itu

SEKUAT mana kita setia...
SEHEBAT mana kita merancang...
SELAMA mana kita menunggu...
SEKERAS mana kita bersabar...
SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita...
SELAMA mana kita bertahan bersamanya...


Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai, Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajarnya .... kerana orang yang kita cintai belum pasti jodoh kita nanti, kadang yang engkau nilai baik untuk mu belum tentu baik untuk ALLAH.

Saat hati berkata "INGIN", namun ALLAH berkata "TUNGGU".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata "TERSENYUMLAH"
Saat segalanya terasa "MEMBOSANKAN", namun ALLAH berkata "TERUSLAH MELANGKAH".
~Kita merancang Allah juga merancang tetapi perancangan Allah lebih baik.~


Jodoh itu kan Rahasia Allah. Sweet kan? Allah itu maha LUAR BIASA. Dia mau memberi kejutan untuk kita. Dan kita pula akan senantiasa menanti, siapakah jodoh kita. Tapi, sebelum tiba masanya, selagi itulah Dia akan rahasiakan daripada kita. Allah buat seperti itu bukan sia-sia, tidak ada sia-sia dalam perancanganNya. Dia ingin kita persiapkan diri secukupnya sebelum jodoh itu sampai. Selagi ada masa yang disediakan Allah untuk kita ini, mari kita tambahkan ilmu di dada secukupnya untuk menjadi hambaNya yang bertaqwa. 

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang, Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan seorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak. Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu




I N D E X

EPISODE 1
Diubah oleh cwhiskeytango
profile-picture
profile-picture
profile-picture
someshitness dan 16 lainnya memberi reputasi
15
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 8
Gadis Bercadar Itu
14-05-2019 14:05
Danar :"Gue ketemu seseorang yang memenangkan perlombaan makan...." (cross story "one lunch man")
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
14-05-2019 15:48
Quote:Original Posted By shafanya
Danar :"Gue ketemu seseorang yang memenangkan perlombaan makan...." (cross story "one lunch man")


emoticon-Bingung
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
16-05-2019 21:14

Part 11 - Depresi

Maaf updatenya sedikit. Lagi ada kerjaan, jadi ga sempet ngedit

Danar menceritakan bahwa ia pergi mengunjungi saudaranya. Sebelum almarhumah ibunya, ia sempat meminta tolong saudaranya untuk membiayai pengobatan ibunya. Tetapi mereka (saudaranya) sama sekali tidak mau membantunya sama sekali. Dan bahkan Danar berkata bahwa ia seperti dibuang ketika itu. Danar pulang kerumah dengan emosi yang memuncak dan merasa gagal dan tak bisa menolong banyak untuk ibunya. Ia bahkan sempat menjual beberapa barang kesayangannya hanya untuk pengobatan ibunya. Beberapa hari setelah itu Lia menghubungiku dan memberi kabar ibu Danar telah meninggal dunia. Setelah pemakaman ibunya, Danar pergi dari rumah. Ia mencoba mencari lagi saudaranya yang dimintai bantuan itu. Disitu Danar berkata bahwa ia sempat beradu argumen dengan om nya itu. Danar tak langsung pulang, melainkan ia pergi ke masjid alun-alun kota untuk menenangkan dirinya disana.
Kenapa lo ga kuliah?” tanyaku
“Gue udah ga ada hasrat buat nerusin kuliah” jawabnya
“Kan sayang. Almarhum ibu lo pasti ingin lo selesaiin kuliah lo” ucapku
“Lo ga liat keadaan gue? Gue punya apa? Gue ga punya apa-apa” katanya
“Lo masih punya gue sebagai temen lo. Ada Lia juga sahabat lo. Ada Eca juga. Dan lo itu pinter Dan” ucapku
“Gue cuma anak penjual kue. Dan gue ga pantes untuk kuliah di kampus yang mahal” katanya
“Lo salah. Justru dengan kompetensi yang lo miliki, lo pantes. Kalau engga, gimana lo bisa masuk kampus itu?” ucapku
“Gue bantuin lo ya. Dan gue mohon lo jangan nolak” ucapku
“Bantuan apa? Udah cukup gue nyusahin orang” katanya
“Lo ga nyusahin” ucapku
“Terus lo mau ngapain?” tanyanya
“Lo kuliah seperti biasa. Lo tetep bikin kue seperti biasa, tetapi gue ikut bikin sama Eca. Dan gue sama Eca akan bantuin lo buat jualan di kampus” ucapku

Sadarkah aku mengatakan itu? BIG YES. Aku sangat sadar dengan apa yang aku katakan. Aku rasa, aku bisa melakukannya. Aku tak bisa diam saja begitu aku tahu ada orang sebaik Danar sedang tertimpa musibah. Mungkin jika aku yang ada di posisi Danar, aku sudah gila. Ya, aku gila.
Kenapa lo begitu peduli sama gue. Lo bukan siapa-siapa gue? Kata Danar
“Salah. Lo itu temen gue. Gue ga pernah menemukan ada laki-laki yang sampai sebegitunya berjuang untuk keluarga. Dan gue sangat menghargai seseorang yang mau berjuang. Gue rasa, ini belum cukup untuk membayar usaha lo selama ini” ucapku

Danar terdiam menatapku. Ia menatap foto keluarganya dan menyimpan bingkai foto itu di meja.
“Makasih banyak, maaf gue udah teriak” katanya
“Gapapa. Besok lo mulai kuliah lagi ya” ucapku
“InsyaAllah din” jawabnya mulai tenang
“Sekarang, apa yang bakal lo lakuin?” tanyaku
“Yaa, gue mau beresin rumah, dan bikin kue buat besok jualan” katanya
“Oh iya iya” ucapku
“Yaudah, kalau lo mau pulang, pulang aja. Makasih udah kesini” katanya
“Lo ngusir gue nih?” ucapku
“Ya ga ngusir, emang lo ada perlu apa lagi?” tanyanya
“Bantuin lo lah” ucapku

Danar nampak terperanjak mendengar jawabanku. Tanpa aku memohon untuk membantunya lagi, aku langsung saja mengambil peralatan dan membantunya membersihkan rumahnya. Danarpun menerima bantuanku dengan syarat, aku cukup kerja ringan saja. Sekitar jam 4 sore, Eca menghubungiku dan menanyakan keberadaanku. Tetapi aku menjawabnya dengan sedikit kalimat yang berbeda. Aku berkata bahwa aku sedang ada dirumah teman. Eca memberitahu bahwa ia akan langsung pulang kerumah.
“Kerumahku yuk” ajakku pada Danar
“Ngapain?” tanyanya
“Ya emang lo ada acara?” tanyaku
“Ga ada, cuma gue lagi males kemana-mana” katanya
“Yaah, ayolah” ajakku
“Engga Din, gue pengen dirumah hari ini” ucapnya
“Yaudah deh kalau gitu. Gue pulang sekarang yah” ucapku
“Iya, makasih untuk semuanya ya. Oh iya, jangan bilang Ersha gue disini ya” katanya
“Kenapa?” tanyaku
“Gapapa, gue gamau dia ngelakuin hal kaya kemaren lagi” katanya
“Tapi kan dia cuma mau bantuin lo” ucapku
“Iya, tapi gue bisa selesaikan semuanya sendiri. Gue akan datengin dia begitu gue punya uang untuk ganti hutang gue yang dia bayar” katanya
“Danar, dia ikhlas kok” ucapku
“Lakukan aja, bisa kan?” tanyanya sedikit meninggi
“Iy..iya iya Danar” ucapku sedikit terbata

Ia menghela nafas kemudian mengantarku sampai depan. Setelah pamit, aku langsung pulang kerumahku. Setibanya dirumah, kulihat Eca sedang duduk di ruang tengah sambil membaca buku kecil. Bukan, itu bukan buku. Ia sedang mengaji.
"Assalamualaikum"

Jawab Ersha seketika ia selesai mengaji. Aku duduk disampingnya. Aku terfikirkan soal kondisi Danar. Jika aku jadi dia, mungkin aku tidak sanggup bertahan sampai seperti itu.
“Kenapa? Dateng-dateng kok melamun?” tanya Ersha
“Engga kok” jawabku singkat

Waktu berlalu. Malam hari ini udara terasa dingin. Sebisa mungkin aku tak memikirkan Danar, tetapi tak bisa. Aku terus saja terfikirkan tentang dia. Apakah aku menyukainya? Ah tidak . . . mungkin ini hanya karena aku merasa kasihan padanya. Lagipula, aku dan Danar hanya dekat sebagai teman saja. Tidak, aku tidak mau pertemananku dengan Danar hancur karena cinta. Aku belum memberitahukan tentang Danar pada Ersha. Karena . . . .
profile-picture
profile-picture
Jomes747 dan midim7407 memberi reputasi
2 0
2
Gadis Bercadar Itu
16-05-2019 21:40
haduuuhhh endingnya nggantung lagi
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
16-05-2019 21:54
Mas gan yang guanteng dewek
Mbok yo jangan terus2an dikasih kentang to'.,
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
17-05-2019 03:54
nih roman2 nya bakalan terjadi cinta segitiga deh keknya. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
17-05-2019 12:16
Quote:Original Posted By Alea2212
nih roman2 nya bakalan terjadi cinta segitiga deh keknya. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


Cinta segi empat ini mah, mayan lah punya bini 3 emoticon-Leh Uga
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
17-05-2019 12:19
Quote:Original Posted By aan2604
Cinta segi empat ini mah, mayan lah punya bini 3 emoticon-Leh Uga


Apakah ente tertarik punya 3 istri? emoticon-Leh Uga
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
17-05-2019 14:04
tandai dulu gan. ada sisi menarik tentang gadi bercadar emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
17-05-2019 14:13
Quote:Original Posted By Alea2212
Apakah ente tertarik punya 3 istri? emoticon-Leh Uga


Nggak ah, cukup 1 aja sampe maut memisahkan emoticon-Leh Uga
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
27-05-2019 08:24
yahhh berakhir kentang ni cerita, padahal seru banged emoticon-Frown
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
27-05-2019 11:26
kayaknya ts lagi banyak kesibukan bulan ramadhan ni jadi blom sempet update lagi
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
03-06-2019 09:05
Kentang again
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
12-06-2019 14:01
Assalamualaikum. minal aidzin walfaidzin. maaf udah lama bngt ga update. Kemaren lagi ada amanah lain yng gabisa ditinggal. Begitu semua selesai pasti akan update lagi
profile-picture
profile-picture
ngibuler dan anwarabdulrojak memberi reputasi
2 0
2
Gadis Bercadar Itu
12-06-2019 14:54
waalaikumsalam, alhamdulillah udah ada konfirmasi dari tees mudah2an cepet2 update lagi
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
14-06-2019 00:40
cerita bagus gan. ringan enak dibaca.
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
24-06-2019 14:58
Quote:Original Posted By cwhiskeytango

Waktu berlalu. Malam hari ini udara terasa dingin. Sebisa mungkin aku tak memikirkan Danar, tetapi tak bisa. Aku terus saja terfikirkan tentang dia. Apakah aku menyukainya? Ah tidak . . . mungkin ini hanya karena aku merasa kasihan padanya. Lagipula, aku dan Danar hanya dekat sebagai teman saja. Tidak, aku tidak mau pertemananku dengan Danar hancur karena cinta. Aku belum memberitahukan tentang Danar pada Ersha. Karena . . . .


Konflik HATI vs LOGIKA
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
28-06-2019 09:59
dan kentang lagi emoticon-Mewek
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
08-07-2019 19:40

Part 12 - Lelaki Tangguh

Hallo semuanya. Maaf baru bisa update sekarang. Beberapa hari yang lalu, penulis kondisinya sedang drop dan harus menjalani pengobatan. Tetapi disini saya akan mencoba membantu dalam penyelesaian cerita tentunya dengan konfirmasi dari sang penulis (CWhiskeyTango). Dan sekali lagi saya mewakili semua yang terlibat meminta maaf atas keterlambataannya. Ada salam dari salah satu tokoh. Enjoy Reading emoticon-Smilie


Entah, kurasa belum saatnya. Aku tak tahu. Ah.... kenapa jadi seperti ini?
“Kamu darimana?” tanya Ersha
“Cari angin aja kok” jawabku
“Emm sudah ada kabar tentang Danar?” tanyanya
“...” aku hanya diam sambil menggelengkan kepala
“Semoga dia selalu dalam lindungan-Nya” katanya
“Aamiin. Aku ke kamar dulu ya” ucapku

Selama di kamar, aku berniat untuk menyelesaikan tugas kuliahku yang masih tersisa. Tetapi selang berfikir tentang jawaban pertanyaan ini, aku malah teringat dengan Danar. Aaah . . . ada apa ini? Kenapa aku malah jadi kepikiran Danar sih? Aku berusaha fokus pada tugasku, tetapi Danar selalu saja muncul dipikiranku. Apakah benar, kalau aku mulai menyukai Danar? Tapi, jujur saja, aku memang kagum dengan kegigihannya. Mungkin jika aku yang ada di posisi dia, aku sudah tamat. Tetapi tadi, aku melihat emosinya mulai muncul. Selama ini, seseorang yang terkenal pendiam di kelas bisa terlihat juga emosinya. Dan itu yang terjadi pada Danar.

Keesokan pagi, aku berangkat kekampus bersama Ersha menggunakan mobilku. Setibanya aku dikampus, aku berfikir sejenak, siapa yang biasanya dekat dengan Danar, tapi dia benar-benar anak yang sangat menyingkir. Seperti menolak untuk bergaul dengan yang lain.
“Kayanya aku bakal telat pulang. Aku mau ke kajian dulu” kata Echa
“Oh iya deh. Tapi pulangnya ga akan dijemput?” tawarku
“Ga usah, aku nanti pulang dianter sama Zahra
“Oh yaudah deh”
“Aku ke kelas ya, Assalamualaikum” katanya
“Waalaikumussalam”

Akupun juga berjalan menuju kelasku. Kulihat sudah ada beberapa teman sekelasku yang sudah tiba lebih dulu. Beragam aktivitas terjadi dikelas. Ada yang mengobrol, ada yang sibuk dengan handphonenya, ada pula yang tidur. Kemudian aku melihat ke lorong, tepatnya disebuah sudut dekat tangga. Tanpa aku sadari, aku hafal betul kalau Danar selalu berjualan disana. Tetapi kali ini tidak ada siapa-siapa.
“Liatin apa sih? Serius banget” ucap Yoga teman sekelasku
“Eh, engga” jawabku
“Oh iya, Danar udah lama banget ya ga masuk”katanya
“Iya. Lumayan” jawabku
“Oh iya, gue baru inget. Lo dipanggil sama pak Abu. Beliau dosen pembimbing lo kan?” katanya
“Oh ya? Nanti gue temuin. Makasih” ucapku

Setelah jam kuliah selesai dan jam istirahat tiba, aku ke ruang dosen untuk menemui dosen pembimbingku. Setibanya aku disana, aku mengetuk ruang dosen dan seseorang mempersilahkan aku masuk.
“Assalamualaikum, permisi pak, bapak mau bertemu saya?” tanyaku pada beliau
“Ah iya, Nindy. Silahkan duduk” katanya
“Ada apa ya pak? Apa ada nilai saya yang kurang?” tanyaku sambil duduk
“Em engga. Begini, kamu tahu Danar?” tanya beliau
“Iya pak tahu. Kenapa ya?”
“Kamu sama dia itu kan anak didik saya. Nah udah lama saya ga dapat kabar tentang Danar. Saya malah dengar dari dosen lain dia jarang masuk kuliah. Apa kamu punya kontaknya?” tanyanya
“Emm ada pak, tapi sudah ga aktif nomornya” ucapku
“Loh, terus gimana?” tanya beliau
“Sebenarnya . . . . “

Aku mulai menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi pada Danar. Pada awalnya dosen sedikit tak percaya dengan ceritaku saat aku bertemu Danar dirumahnya. Tetapi pada akhirnya beliau mempercayaiku.
“Kalau begitu, bapak boleh minta tolong?” tanyanya lagi
“Minta tolong apa ya pak?” tanyaku
“Kamu bujuk dia untuk kuliah lagi. Atau setidaknya kalau ada waktu, kamu antar bapak untuk ketemu Danar” katanya
“Emm baik pak, saya akan coba lagi bujuk dia agar mau kuliah” ucapku
“Atau, suruh saja menghadap saya. Biar nanti saya yang bantu” katanya
“Baik pak”
“Ya sudah kamu boleh lanjutin aktivitas” ucap beliau

Aku berpamitan pada beliau dan kembali ke kelasku. Selama aku berjalan, aku terus memikirkan tentang Danar. Sepulang kuliah, aku memutuskan untuk kerumah Danar sendirian. Aku juga membeli makanan untuknya saat perjalanan kesana. Beberapa menit kemudian aku sampai ditempat tujuan. Setelah aku memarkirkan mobilku, aku berjalan menuju rumahnya. Kulihat rumah yang seperti sudah lama tak dibersihkan. Aku mengetuk pintu. Aku mendengar suara dari luar. Dan saat aku panggil Danar, tak ada jawaban. Akupun membuka pintu dan masuk kedalam.
“Danar?” panggilku sambil mencari-cari
“Danar, lo didalem?”

Kulihat seorang lelaki sedang duduk didepan TV. Tapi ada hal yang membuatku sedikit takut. TV itu hanya menampilkan statis seperti semut.
“Danar?” panggilku
“Siapa?” katanya
“Danar, ini gue Andin” ucapku sambil duduk disampingnya.
“Lo siapa?” katanya lagi
“Danar, ini gue Andin. Lo kenapa?”
“Andin?” katanya *ia menatapku kosong
“Ya Allah Danar, ada adengan lo?” ucapku
“Gue kenapa?” katanya

Danar terus melihatku dengan tatapan kosong. Kemudian ia tertunduk. Kemudian ia kembali menatap TV. Aku mematikan televisi tersebut dan kembali duduk disampingnya
“Kenapa lo matiin? Gue lagi nonton” katanya dengan sedikit nada meninggi
“Danar, lo sadar Danar” ucapku
“Lo gangguin aja ah. Gue lagi nonton. Nyalain lagi” katanya sekarang sedikit membentak
“Danar” aku mencoba menyadarkannya
“NYALAIN ! ! ! !” Ia membentak sehingga membuatku kaget


*Plakk . . . . .

Aku menamparnya. Aku sedikit takut ia akan berbuat hal yang tidak-tidak. Dengan tadi membentak saja sudah membuatku takut. Apalagi kondisinya saat ini sedang tidak stabil.
“Maaf Danar, gue ga bermaksud” ucapku

Ia menatapku dengan tajam. Aku benar-benar takut. Ia mengangkat tangannya, dan karena aku tak sanggup melihat tatapannya, aku memejamkan mata karena takut. Saat aku berfikir ia akan menamparku kembali, aku merasakan sentuhan lembut dikepalaku. Aku membuka mata dan ia masih saja menatapku dengan tajam. Tetapi didalam tatapan itu, kini mulai terlihat air mata yang jatuh dipipinya
“Danar” panggilku
“Maaf Din” katanya
“Lo kenapa Danar” ucapku
“Gue ngerasa hidup gue ga ada artinya lagi” katanya
“Lo ga boleh ngomong gitu. Semua orang yang hidup punya tujuan masing-masing” kataku
“Gue cuma bisa lukai perasaan orang” katanya
“Danar, lo hanya lagi emosi” ucapku
“Gue harus apa Din. Gue bingung. Gue gatau harus apa, dan sekarang seperti yang lo lihat, gue mungkin udah GILA” katanya agak berteriak
“Gue akan bantuin lo Danar. Lo masih punya temen-temen yang mau bantuin lo. Ada gue, ada Echa”
“Lo pengen apa dari gue?” katanya
“Kembali seperti dulu” ucapku

Danar terdiam tertunduk. Baru kali ini aku melihat seorang lelaki menangis sampai seperti itu. Aku tahu bahwa air mata laki-laki merupakan airmata yang jujur. Danar butuh sosok yang bisa membangkitkan semangatnya kembali. Jika ga ada yang bisa melakukannya, aku harus bisa.
“Lo udah makan?” tanyaku
“Gue ga laper Din” katanya
“Jangan gitu. Gue bawa makan buat lo. Lo makan ya” ucapku
“Ga Din. Makasih” katanya
“Udah, please, lo jangan ngebantah lagi. Lo makan ya. Gue suapin”

Tanpa berkata apapun lagi, aku membuka makanan itu dan langsung menyuapinya tanpa ada penolakan dari Danar. Sudah cukup Danar merasakan penderitaan. Aku hadir sebagai teman yang seharusnya bisa memberi semangat pada Danar.
“Danar” ucapku
“Ya Din?”
“Lo kuliah lagi ya” kataku
“Gue mungkin udah di keluarin Din” katanya
“Engga. Pak Abu nanyain lo tadi. Gue mohon lo kuliah lagi” ucapku
“Apa gue akan diterima?” katanya
“Lo akan diterima. Gue yang menjamin semuanya. Gue mohon. Demi gue”
“Demi lo? Emang lo siapa gue?” katanya sedikit terkekeh
“Kalau lo ga bisa lakuin demi gue, lo lakuin demi orang tua lo” ucapku
“Orang tua gue” ucapnya pelan

Selesai makan, aku memutuskan untuk membersihkan rumahnya. Setidaknya aku ingin Danar beristirahat dan aku sama sekali tak keberatan melakukan ini semua.
Diubah oleh cwhiskeytango
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Jomes747 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Gadis Bercadar Itu
08-07-2019 20:40
gws dh buat ts, biar bisa lanjut terus ceritanya
0 0
0
Halaman 4 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-jarak-5-m
Stories from the Heart
faceapp
Stories from the Heart
pria-di-kafe
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
asisten-dukun
Stories from the Heart
sfth-time-slip--si-tin
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia